Anda di halaman 1dari 110

209934686.

doc by KELOMPOK C 2007

SKENARIO 1 PENGLIHATAN KABUR


Seorang pensuinan pegawai mengeluh pada beberapa bulan terakhir sering merasa kurang jelas ketika melihat tulisan tulisan di Koran, setiap kali membaca Koran huruf hurufnya seolah olah berhimpitan dan kabur sehingga Koran harus di dekatkan dan dijauhkan berharap mendapatkan jarak baca yang tepat. Kacamata yang digunakanpun telah berulang kali diganti. Ketika bertemu dengan teman sesame pensiunan ternyata juga memiliki keluhan mata, terutama jika melihat terdapat bayangan hitam dan terlihat ganda. Keduanya bergumam ya maklum sudah tuam spare part sepedapun ada ausnya.

BAGAN PERMASALAHAN SKENARIO 1 BLOK 15

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

ANATOMI MATA

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Anatomi kelopak mata Kelopak mata atau palpebra mempunyai fungsi melindungi bola mata, serta mengeluarkan sekresi kelenjarnya yang membentuk film air mata di depan kornea. Palpebra merupakan alat penutup mata yang berfungsi untuk melindungi bola mata terhadap trauma, trauma sinar dan pengeringan bola mata. Kelopak mata lapisan kulit yang tipis pada bagian depan sedang di bagian belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungti a tarsal. Pada kelopak mata terdapat bagian!bagian" #. kelenjar, seperti " kelenjar sebasea, kelenjar moll atau kelenjar keringat, kelenjar $eis pada pangkal rambut dan kelenjar meibom pada tarsus. %. otot, seperti " &. 'rbicularis okuli, &. (e ator palpebra ). tarsus, merupakan jaringan ikat dengan kelenjar didalamnya atau kelenjar meibom yang bermuara pada margo palpebra. *. septum orbita, merupakan jaringan fibrosis yang berasal dari rima orbita merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak depan. +. pembuluh darah, ,. Palpebra sedangkan kelopak mata bawah oleh cabang ke % .. /. -. persarafan sensorik, kelopak mata atas didapatkan dari ramus frontal .. /,

Anatomi sistem lakrimalis Sistem lakrimal terdiri atas % bagian, yaitu "

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Sistem produksi atau glandula lakrimal. 0landula lakrimal terletak di temporo antero superior rongga orbita. Sistem ekskresi, terdiri atas pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal dan duktus nasolakrimal. Sakus lakrimal terletak di depan rongga orbita. ,ir mata dari duktus lakrimal akan mengalir ke rongga hidung di dalam meatus nasalis inferior.

Anatomi kon !n"ti#a konjungti a merupakan membran yang menutupi sklera dan kelopak bagian belakang. 1ermacam!macam obat dapat diserap melalui konjungti a ini. Konjungti a terdiri atas tiga bagian, yaitu " Konjungti a tarsal yang menutupi tarsus, konjungti a tarsus sulit digerakkan dari tarsus Konjungti a bulbi menutupi sklera dan mudah digerakkan dari sklera dibawahnya Konjungti a fornises atau forniks konjungti a yang merupakan tempat peralihan konjungti a tarsal dengan konjungti a bulbi.

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Anatomi $ola mata 1ola mata berbentuk bulat dengan panjang maksimal %* mm. 1ola mata bagian depan 2kornea3 mempunyai kelengkungan yang lebih tajam sehingga terdapat bentuk dengan % kelengkungan yang berbeda. 1ola mata dibungkus oleh ) lapis jaringan, yaitu " #. sklera merupakan jaringan ikat yang kenyal dan memberikan bentuk pada mata, merupakan bagian terluar yang melindungi bola mata. 1agian terdepan sklera disebut kornea yang bersifat transparan yang memudahkan sinar masuk kedalam bola mata. %. jaringan uvea merupakan jaringan askular. 4erdiri atas iris, badan siliar, dan koroid. Pada iris didapatkan pupil yang tersusun atas ) otot yang dapat mengatur jumlah sinar masuk kedalm bola mata. ). lapisan ketiga bola mata adalah retina yang terletak paling dalam dan mempunyai susunan lapis sebanyak #5 lapis yang merupakan lapisan membran neurosensoris yang akan merubah sinar menjadi rangsangan pada saraf optik dan diteruskan ke otak.

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

1adan kaca mengisi rongga di dalam bola mata yang bersifat gelatin yang hanya menempel papil saraf optik, makula dan pars plana. (ensa terletak dibelakang pupil yang dipegang di daerah e6uatornya pada badan siliar melalui $onula $inn. 4erdapat - otot penggerak bola mata, dan terdapat kelenjar lakrimal yang terletak di daerah temporal atas di dalam rongga orbita.

Kornea Kornea adalah selaput bening mata, bagian selaput mata yang tembus cahaya, merupakan lapisan jarangan yang menutup bola mata sebelah depan dan terdiri tatas lapisan " epitel membran bowman stroma membran descement endotel

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Kornea dipersarafi oleh banyak saraf sensoris terutama berasal dari saraf siliar longus, saraf nasosiliar, saraf ke / saraf siliar longus berjalan suprakoroid, masuk ke dalam stroma kornea, menembus membran bowman melepaskan selubung schwannya.

U#ea (apisan askular didalam bola mata yang terdiri atas iris, badan siliar dan koroid. /askularisasi u ea dibedakan antara bagian anterior yang diperdarahi oleh % buah arteri siliar posterior longus yang masuk menembus sklera ditemporal dan nasal dekat tempat masuk saraf optik dan 7 buah arteri siliar anterior, yang terdapat % pada setiap otot superior, medial inferior, satu pada otot rektus lateral. ,rteri siliar anterior dan posterior ini bergabung membentuk arteri sirkularis

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

mayor pada badan siliar. 8 ea posterior mendapat perdarahan darai #+!%5 buah arteri siliar posterior bre is yang menembus sklera di sekitar tempat masuk saref optik. Persarafan u ea didapatkan dari ganglion siliar yang terletak antara bola mata dengan otot rektus lateral, # cm didepan foramen optik, yang menerima ) akar saraf di bagian posterior, yaitu " #. %. saraf sensoris, yang berasal dari saraf nasosiliar yang mengandung serabut sensoris untuk kornea, iris dan badan siliar. saraf simpatis, yang membuat pupil berdilatasi, yang berasal dari simpatis yang melingkari arteri karotis9 mempersarafi pembuluh darah u ea dan untuk dilatasi pupil. ). akar saraf motor yang akan memberikan saraf parasimpatis untuk mengecilkan pulil.

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

P!pil Pupil anak!anak berukuran kecil akibat belum berkembangnya saraf simpatis. 'rang dewasa ukuran pupil adalah sedang, dan orang tua pupilnya mengecil akibat rasa silau yang dibangkitkan oleh lensa yang sklerosis. Lensa mata :aringan ini berasal dari ektoderm permukaan yang membentuk lensa didalam mata dan bersifat bening. (ensa terletak dibelakang iris yang terdiri dari $at tembus cahaya berbentuk seperti cakram yang dapat menebal dan menipis pada saat terjadinya akomodasi. Ba%an ka&a 1adan kaca merupakan suatu jaringan seperti kaca bening yang terletak antara lensa dan retina. 1adan kaca bersifat semi cair. 1adan kaca melekat pada jaringan tertentu bola mata. Perlekatan itu terdapat pada bagian yang disebut ora serata, pars plana dan papil saraf optik Retina ;etina atau selaput jala merupakan bagian mata yang mengandung reseptor yang menerima rangsang cahaya. ;etina berbatasan dengan koroid dengan sel pigmen epitel retina, dan terdiri atas lapisan " #. lapisan fotoresptor, merupakan lapisan terluar retina terdiri sel batang yang mempunyai bentuk ramping dan sel kerucut. %. membran limitan eksterna yang merupakan membran ilusi. ). lapisan nukleus luar, merupakan susunan lapisan nukleus sel kerucut dan batang. Ketiga lapisan diatas a askular dan mendapat metabolisme dari kapiler koroid. *. lapisan pleksiform luar, merupakan lapisan aseluler yang merupakan tempat sinapsis sel fotoreseptor dengan sel bipolar dan sel horisontal. +. lapisan nukleus dalam, merupakan tubuh sel bipolar,sel horisontal dan sel muller. (apisan ini mendapat metabolisme dari arteri retina sentral.

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

-. lapisan pleksiform dalam, merupakan lapisan aseluler merupakn tempat sinaps sel bopolar, sel amakrin dan sel ganglion. 7. lapisan sel ganlion, merupakan lapisan badan sel dari neuron kedua. <. lapisan serabut saraf, merupakan lapisan akson sel ganglion menuju ke arak saraf optik. =i dalam lapisan!lapisan ini terletak sebagian besar pembuluh darah retina. >. membran limitan interna, merupakan membran hialain antara retina dan badan kaca. Pembuluh darah di dalam retina merupakan cabang arteri oftalmika, arteri retina sentral masuk retina melalui papil saraf optik yang akan memberikan nutrisi pada retina dalam.

Sara' optik Saraf optik keluar dari polus posterior bola mata membawa % jenis sabut saraf, yaitu " saraf penglihatan dan serabut pupilomotor. Kelainan saraf optik

10

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

menggambarkan gangguan yang diakibatkan tekanan langsung atau tidak langsung terhadap saraf optik ataupun perubahan toksik Sklera 1agian putih bola mata yang bersama!sama dengan kornea merupakan pembungkus dan pelindung isi bola mata. Sklera berjalan dari papil saraf optik sampai kornea. Ron""a or$ita ;ongga orbita adalah rongga yang berisi bola mata dan terdapat 7 tulang yang membentuk dinding orbita, yaitu " lakrimal, etmoid, sfenoid, frontal, dan dasar orbita yang terutama terdiri atas tulang maksila, bersama!sama tulang palatinum dan $igomatikus. ;ongga orbita yang berbentuk piramid ini terletak pada kedua sisi rongga hidung. =inding lateral orbita membentuk sudut *+ derajat dengan dinding medialnya. =inding orbita terdiri atas tulang " #. Superior %. (ateral ). Anferior *. .asal " os. ?rontal " os. ?rontal, os. @igomatikum, ala magna os. sfenoid " os. @igomatikum, os maksila, os. Palatina " os. &aksila, os. (akrimal, os. Btmoid

?oramen optik terletak pada apeks rongga orbita, dilalui saraf optk, artei, ena dan saraf simpatik yang berasal dari pleksus koroid. ?isura orbitalis superior di sudut orbita atas temporal dilalui saraf lakrimal 2/3, saraf frontal 2/3, saraf troklear 2A/3 saraf okulomotor 2AAA3, saraf nasosiliar 2/3, abdusen 2/A3 dan arteri ena oftalmik. ?isura orbitalis inferior terletak didasar tengah temporal orbita dilalui oleh saraf infra!orbita dan $igomati dan arteri infra orbita. ?osa lakrimal terletak di sebelah temporal atas tempat duduknya kelenjar lakrimal. Otot Pen""erak Bola Mata (Otot Ekstraok!ler) #. &. rectus "

11

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

&; superior &; inferior &; lateralis &; medialis &' superior &' inferior

" ke superior " ke inferior " ke lateral 2temporal3 " ke medial 2nasal3 " rotasi medial " rotasi lateral

%. &. obli6uus "

MRS MRM MRL MOS

Iner#asi Otot Mata . AAA" n. oculomotorius, . A/" n. trochlearis, . /A" n. abduscens #. &;S " . AAA %. &;A " . AAA ). &;( " . /A

12

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

*. &;& " . /A +. &'S " . A/ -. &'A " . A/

13

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

HISTOLOGI MATA
Setiap mata tediri atas ) lapis konsentris " ! ! ! Lapisan l!ar terdiri atas sklera dan kornea Lapisan ten"a* 2lapisan korpus siliar, dan iris Lapisan %alam 2jaringan saraf3 terdiri atas retina ascular atau traktus u eal3 terdiri atas koroid,

SKLERA Sklera menyusn +C- posterior mata yang opak dan berwarna putih. Sklera terdiri atas jaringan ikat padat yang liat, terutama terdiri atas berkas kolagen pipih yang berjalinan namun tetap paralel terhadap organ, cukup banyak substansi dasar, dan beberapa fibroblas. Sklera relatif a askular. Permukaan luar sklera 2episklera3 dihubungkan pleh oleh sebuah sistem longgar serat!serat kolagen halus yang disebut simpai 4enon. =i antara sklera dan simpai 4enon terdapat ruang 4enon, ruang longgar inilah yang memungkinkan bola mata dapat bergerak memutar ke segala arah.

14

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

KORNEA Seperenam bagian anterior mata tidak berwarna dan transparan. Potongan melintang kornea menunjukkan bahwa kornea tesusun atas + lapisan, yaitu " epitel, membran 1owman, stroma, membran =escement, dan endotel. Epitel Bpitel kornea berlapis pipih tanpa lapisan tanduk dan tersusun atas +!- lapisan sel. Pada bagian basal epitel ini banyak gambaran mitosis yang menggambar!kan kemampuan regenerasi yang hebat dari kornea. &asa pergantian sel!sel ini D7 hari. Sel!sel permukaan korena menampakkan mikro ili yang terjulur ke dalam

15

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

ruang yang diisi lapisan tipis air mata pra!kornea, yaitu lapisan pelindung yang terdiri atas lipid dan glikoprotein setebal lebih kurang 7 Em. Kornea memiliki suplai saraf sensoris yang paling banyak di antara jaringan mata. Membran Bowman (apisan homogen yang terletak di bawah epitel kornea. 4ebalnya 7!#% Em. &embran ini tersusun atas serat!serat kolagen yang bersilangan secara acak dan pemadatan substansi interselular namun tanpa sel. &embran ini sangat membantu stabilitas dan kekuatan kornea. Stroma 4erdiri atas banyak lapisan berkas kolagen paralel yang saling menyilang tegak lurus Membran Descement Struktur homogen setebal +!#5 Em, terdiri atas filamen kolagen halus yang tersusun berupa jalinan ) dimensi. Endotel 4erdiri dari epitel selapis pipih. Sel!sel ini memiliki organel khusus yang secara aktif mentranspor dan membuat protein untuk sekresi, yang mungkin berhubungan dengan pembuatan dan pemeliharaan membran =escement. Bndotel dan epitel kornea berfungsi untuk mempertahankan kejernihan kornea. 1atas korena!sklera adalah lim$!s, suatu peralihan dari berkas!berkas kolagen bening 2kornea3 menjadi srat!serat buram putih 2sklera3. =aerah ini sangat askular. =i daerah limbus dalam 2lapisan stroma3 saluran!saluran tak teratur berlapiskan endotel 2jalinan trabekula3 menyatu membentuk kanalis S&*lemm yang berfungsi untuk meresorbsi a6uous humor. Kanalis Schlemm ini terhubung ke sistem ena

16

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

KOROI+ (apisan yang sangat askular, di antara pembuluh darahnya terdapat jaringan ikat longgar dengan banyak fibroblas, makrofag, limfositsel sel mast, sel plasma, serat kolagen, dan serat elastin. :uga terdapat melanosit yang memberi lapisan ini warna hitam yang khas. =i antara lapisan koroid dan retina terdapat lapisan koriokapiler yang banyak pembuluh darah kecil. (apisan ini penting untuk nutrisi retina.

17

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

KORPUS SILIARIS Korpus siliaris merupakan perluasan koroid ke anterior setinggi lensa dan merupakan cincin tebal yang utuh pada permukaan dalam sklera. Struktur histologis korpus siliaris pada dasarnya adalah jaringan ikat longgar dengan banyak serat elastin, pembuluh darah, dan melanosit, yang mengelilingi muskulus siliaris. Pada korpus siliaris terdapat juluran!juluran mirip rabung yang disebut prosess!s siliaris. =ari prosessus siliaris ini muncul serat!serat ,on!la ,einn yang berfungsi untuk memfiksasi lensa. Perbatasan antara prosessus siliaris dengan $onula $einn terdapat sel!sel yang berfungsi untuk memproduksi a-!o!s *!mor.

18

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

IRIS Aris adalah perluasan koroid yang untuk sebagian menutupi lensa, menyisakan lubang bulat di tengah yang disebut p!pil. Pupil dibentuk oleh lapisan sel pigmen yang tidak utuh dan fibroblas. =i bawah lapisan ini terdapat jaringan ikat dengan sedikit pembuluh darah, beberapa serat, banyak fibroblas, dan melanosit. ?ungsi melanosit adalah untuk mencegah berkas cahaya yang tidak seharusnya. Pada iris terdapat muskulus dilator pupil dan muskulus sfingter. M!sk!l!s %ilator p!pil tersusun radier, dipengaruhi oleh saraf simpatis, dan berfungsi untuk melebarkan pupil. Sedangkan m!sk!l!s s'in"ter p!pil tersusun konsentrisC sirkuler, dipengaruhi oleh saraf parasimpatis, dan berfungsi untuk menyempitkan pupil.

19

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

LENSA &erupakan struktur bikonkaf yang merupakan membran basal yang sangat tebal dan terutama terdiri atas kolagen tupe A/ dan glikoprotein amorf.

RETINA ;etina merupakan lapisan terdalam bola mata. 4erdiri atas bagian posterior yang fotosensitif 2disebut juga retina pars optika3, dan bagian anterior yang tidak fotosensitif. ;etina pars optika terdiri atas ) sel utama" ! ! lapisan luar sel.sel 'otosensiti', yaitu $atan" 2rods3 dan ker!&!t 2cones3 lapisan tengah ne!ron $ipolar, menghubungkan batang dan kerucut dengan sel!sel ganglion

20

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

lapisan dalam sel.sel "an"lion yang berhubungan dengan sel!sel bipolar melalui dendritnya dan mengirim akson ke SSP. ,kson!akson ini berkumpul pada papila optikus membentuk ner us optikus. Sel batang ,dalah sel halus dan langsing 2+5 F ) Em3, mengandung pigmen yang disebut !n"! #is!al atau r*o%opsin yang memutih oleh cahaya yang mengawali rangsangan isual. ;etina manusai memiliki D#%5 juta sel batang. &ereka sangat sensitif terhadap cahaya dan berperan sebagai reseptor pada intensitas cahaya yang rendah seperti waktu senja atau malam hari. Sel kerucut &erupakan neuron panjang 2-5 F #,+ Em3. Strukturnya mirip sel batang. ;etina manusia diperkirakan mempunyai - juta sel kerucut. Sekurang! kurangnya terdapat ) jenis sel kerucut fungsional yang masing!masing mengandung fotopigmen io%opsin dalam jumlah yang ber ariasi. Sensiti itas maksimum setiap jenis kerucut berturut!turut terdapat pada daerah merah, hijau, atau biru pada spektrum cahaya yang terlihat 2 visible spectrum3. Kerucut hanya peka terhadap cahaya dengan intensitas tinggi dan menghasilkan gambar yang lebih terang daripada batang.

21

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

22

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

STRUKTUR TAMBAHAN +ARI MATA Kon !n"ti#a ,dalah membran mukosa tipis dan transparan yang menutupi bagian anterior mata sampai kornea dan permukaan dalam kelopak mata. Aa berupa epitel berlapis silindris dengan banyak sel goblet dan lamina proprianya terdiri atas jaringan ikat longgar. Kelopak Mata (Palpe$ra) ,dalah lipatan jaringan yang dapat digerakkan dan berfungsi melindungi mata. Kulit kelopak ini longgar dan elastis. Pada kelopak terdapat ) jenis kelenjar" ! Kelen ar Mei$om " kelenjar sebasea panjang dalam lempeng tarsal. Kelenjar &eibom menghasilkan substansi sebaseus yang secara cepat dari air mata normalnya ! ! Kelen ar /eis " kelenjar sebasea yang lebih kecil yang dimodifikasi dan berhubungan dengan bulu mata Kelen ar Moll " kelenjar keringat yang mencurahkan sekretnya ke dalam folikel bulu mata. membentuk lapisan berminyak pada permukaan film air mata, membantu mencegah penguapan

23

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Alat Lakrimal 4erdiri atas kelenjar lakrimal, kanalikuli, sakus lakrimalis, dan duktus nasolakrimalis. Kelen ar lakrimal adalah kelenjar penghasil air mata yang terlaetak di bagian anterior superior temporal dari orbita. Aa terdiri atas sejumlah lobus kelenjar terpisah dengan -!#% duktus ekskretorius yang menghubungkan kelenjar dengan forniks konjungti a superior. Sel mioepitel yang berkembang baik memeluk bagian sekresi kelenjar ini. Sekret kelenjar ini mengalir menuruni konjungti a

24

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

bulbi dan palpebra, membasahi permukaan struktur!struktur ini. Aa mengalir ke dalam kanalik!li lakrimalis melalui p!n"t!m lakrimalis, lubang!lubang bulat bergaris tengah 5,+ mm pada aspek medial tepian kelopak atas dan bawah. Kanalikuli yang bergaris tengah sekitar # mm, panjang < mm bergabung membentuk kanalik!lis kom!nis tepat sebelum membuka ke dalam sakus lakrimalis. Kanalikuli dilapisi oleh epitel selapis pipih tebal Sak!s lakrimalis adalah bagian melebar dari sistem saluran air mata yang terletak dalam fossa lakrimalis tulang. =uktus nasolakrimalis adalah lanjutan ke bawah dari duktus nasolakrimalis. Aa membuka ke dalam meatus nasal inferior. Sakus lakrimalis dan duktus nasolakrimalis dilapisi epitel berlapis silindris bersilia.

25

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

0ISIOLOGI MATA
REGULASI A1UOUS HUMEUS Gairan mata ada % macam" a. Humous a6uous di depan dan samping ensa, mengalir bebas b. Humous itrous di antara lensa dan retina, hanya ada sedikit aliran cairan, tetapi substansi dapat berdfusi bebas.

H!mo!s a-!o!s ,kan diproduksi dan di absorbsi secara terus menerus, tergantung dari besarya tekanan intra orbital. =ibentuk oleh prosesus siliaris sebanyak %!)E(Cmenit. Prosesus siliaris merupakan lipatan linear yang menghubunkan badan siliar ke ruang di belakang iris. Permukaannya ditutupi oleh epitel yang sangat sekretoris, dan tepat dibawahnya mengandung banyak pembuluh darah. Sekresi dimulai dengan influF .a, yang kemudian akan mendorong Gl dan bikarbonat. Semuanya mengakibatkan osmosis air dari jaringan di bawahnya ke dalam ruang intersel epitel yang sama.

26

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Humous a6uous akan mengalir diantara ligamen ligament lensa masuk ke pupil masuk ke ruang anterior mata sudut antara kornea dan iris trabekulae kanalis schlemm. Kanalis schlemm adalah ena berdinding tipis yang meluas secara sirkumferensial ke seluruh arah pada mata, endotelnya berpori!pori. Tekanan intra or$ita &enentukan keseimbangan antara produksi dan absorbi a6uous humous. .ormalnya #%!%5 mmHg =itentukan oleh tahanan aliran keluar humous akuous dari ruang anterior ke kanalis schlemm. 4ahanan aliran tersebut dihasilkan dari tautan trabekulae yang dilewati. ;ata!rata ada %,+E(Cmenit melewati kanalis sclemm.

27

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

RE0RAKSI %an AKOMO+ASI Prinsip %asar alat opti& =erajad pembiasan akan meningkat sesuai dengan" a. ;asio indeks bias dari kedua media transparan b. =erajad kemiringan antara bidang peralihan dan permukaan gelombang yang datang. (ensa mata manusia adalah kon eks Pada lensa kon eks, berkas cahaya yang masuk melalui bagian tengah akan dteruskan. Sedangkan berkas cahaya yang masuk dari bagian tepi, akan dibelokkan ke tengah. Semakin ke tepi, sudut pembelokan akan semakin besar. Sifat ini disebut dengan ko ergensi. ,pabila lengkung lensa sempurna, maka cahay yang melalui berbagai bagian lensa akan dibelokkan sedemikian rupa sehingga menuju ke # titik, disebut dengan titik focus. :arak dibelakang lensa kon eks ke titik focus disebut dengan jarak focus. 4iap benda yang terletak di depan lensa, merupakan kumpulan dari beberapa titik cahaya. 4iap titik tersebut akan membentuk bayangan di titik focus yang berbeda. =ari titik bayangan didapatkan sebuah bayangan yang bentuknya terbalik daripada yang di depan lensa. Pa%a man!sia * pembatasan fraksi" a. ,ntara anterior kornea dengan udara b. ,ntara posterior kornea dengan a6uous humous c. ,ntara a6uous humous dengan anterior lensa kristalina d. ,ntara posterior lensa dengan itrous humous Andeks bias" a. 8dara #

28

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

b. Kornea #,)< c. Humous a6uous #,)) d. (ensa #,* e. Humous itrous #,)* Kornea memiliki daya bias paling besar. =aya bias ditentukan dar selisih indeks bias antara kedua media. (ensa memiliki daya bias terkecil, namun memiliki kemampuan akomodari. Karena itu, dari yang awalnya hanya %5dioptri bias menjadi )* dioptri 2terjadi akomodasi #*3. AKOMO+ASI LENSA (ensa terdiri dari kapsul elastic dan cairan kental protein tinggi. (ensa diikat oleh ligament, dan ligament tersebut melekat di otot siliaris. :ika otot siliaris berkontraksi, ligament akan mengendor dan lensa akan cembung. ,komodasi maksimal terjadi jika otot siliaris berkontraksi sekuat! kuatnya. 'tot siliaris diatur oleh saraf parasimpatis, melalui ner us AAA =engan mendekatnya objek kea rah mata, frekuensi impuls parasimpatis ke otot siliaris secara progresif akan ditingkatkan. RE0LEKS PUPIL Pupil berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk. :umlah cahaya sebanding dengan luas pupil. Pada susunan lensa yang memiliki kedalaman focus besar, kalau retina dipindahkan, atau kalau kekuatan lensa berubah, bayanan akan tetap tegas. 2lihat gambar lebih jelasnya3 Serabut yang mengurus reflek pupil, setelah melalui kiasma optikum dan traktus optic akan menyimpang di anterior korpus genikulatum lateral menuju an bersinaps di nucleus pretektalis di batang otak setinggi kolikuli superior bersinaps dengan neuron berikutnya yang mengirimkan serabut ke

29

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

nucleus edinger westphal diteruskan ke sphingter pupil melalui ner us okulomotorius 2..AAA3

PER2ALANAN IMPULS

Sel batang dan sel kerucut menangkap rangsang Ampuls dihantarkan melalui serabut saraf. Sebagian dari serabut ini, yaitu yang menghantarkan rangsang dari bagian medial retina akan menyimpang ke sisi lainnya di kiasma optikum. Serabut melanjutkan diri dengan membentuk traktus optikum ke korpus genikulaum lateral

30

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

;angsang diteruskan melalui traktus genikulokalkarina ke korteks optic. =aerah berakhrnya serabut ni disebut korteks striatum 2area #73 yang merupakan persepsi cahaya.

=iteruskan ke area #< 2area parastriatumCparareseptif3 yang dapat menginterpreasikan impuls dari area #7. ,rea #> 2peristriatum3 juga berhubungan dengan area #7 dan #<, yang berfungsi untuk pegenalan dan persepsi isual kompleks.

RESEPTOR %an 0UNGSI NEURAL RETINA ;etina mengandung % jenis sel" a. Sel batang untuk melihat gelap terang b. Sel kerucut untuk melihat warna ;etina ada #5 lapis" a. (apisan pigmen ! ! 8ntuk mencegah pantulan cahaya dari bagian lengkung bola mata 4anpa pigmen ini, cahaya akan dipantulkan ke semua bagian mata, sehingga terjadi kekacauan penyinaran di retina, yang mengakibatkan tidak timbulnya kontras titik gelap dan terang. ! &enyimpan sejumlah itamin ,. b. (apisan batang dan kerucut c. &embrane pembatas luar d. (apisan inti dalam e. ?leFiform luar f. (apsan inti dalam g. (apisan fleFiform dalam h. (apsan ganglionik

31

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

i. (apisan serabut saraf optic j. &embrane pembatas dalam

Sel $atan" %an sel ker!&!t &emiliki * segmen utama" a. Segmen luar ! ! ! c. Anti d. 1adan sinaptik 4erdapat rodopsin untuk sel batang dan sel warna pada sel kerucut 4erdapat #555 piringan yang merupakan lipatan membran sel 4erdapat sitoplasma dan organel organel. &itokondria memegang peranan penting

b. Segmen dalam

32

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

33

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Mekanisme sel $atan" menerima ran"san" (pa%a se"men l!ar) Segmen luar se batang mengandung rodopsin. ;odopsin merupakan gabungan dari skotopsin dan ## cis retinal. Prosesnya"

.antinya, all trans retinal akan diubah kembali menjadi cis retinal. 8rutan perubahannya adalah"
,ll trans retinal all trans retinol 2merupakan salah # bentuk itamin ,3

## cis retinol ## cis retinal.


Setelah berubah jadi cisretinal, akan bergabung lagi dengan skoto sin, !e!bentuk rodo sin "ang inakti#.

34

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Peristi3a se"men %alam ,walnya, segmen dalam terus menerus memompa .a ke luar
$erjadi deko! osisi rodo sin transdusin terakti%asi #os#odiesterase terakti%asi hidrolisis c&'( )a tidak bisa !asuk, karena gerbang tertutu hi er olarisasi jika sudah !enca ai threshold *+70 atau +80!,- ion . akan !ele/ati !e!bran

0!n"si Ne!ral Retina Sirkut terdiri dari" a. ?otoreseptor sel batang dan sel krucut b. Sel hori$ontal bersifat inhibisi lateral. 1erada pada lapisan fleFiform luar. c. Sel bipolar d. Sel amakrin ! % arah " 2#3 (angsung dari sel bipolar ke ganglion9 2%3 secara hori$ontal di laisan fleFiform dalam e. Sel ganglion menjalankan impuls dari retina ke ner us optikus

35

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Sirkuit sel kerucut


Sel kerucut Sel bi olar 'engeluarkan gluta!ate sebagai neurotrans!itter

.onduktansi elektron

Sel ganglion

Satu 0 satun"a "ang !enggunakan otensial aksi

Sirkuit sel batang


Sel batang 'engeluarkan gluta!ate sebagai neurotrans!itter Sel bi olar .onduktansi elektron

Sel a!akrin Sel ganglion

'engeluarkan 1 dari 8 neurotrans!itter "ang si#atn"a inhibtor Satu 0 satun"a "ang !enggunakan otensial aksi

Peran koduktansi electron untuk menimbulkan konduksi bertingkat, bukan mekanisme all or none. Sel ganglion ada ) jenis" a. Sel I ! ! ! ! *5J Sel kecil 2diameter K#5m3 Kecepatan sinyal <mCdetik &enerima sebagian besar eksitasi dari sel batang

36

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

! !

(apangan pandang luas karena dendrite menyebar Sensiti e untuk deteksi arah pergerakan di setiap tempat di lpangan pandang

b. Sel L ! ! ! ! ! ++J =iameter sedang 2#5!#+m3 Kecepatan sinyal #*mCdetik (apangan pandang sempit &enerima eksitasi dari sel kerucut bertanggungjawab terhadap seluruh penglihatan warna c. Sel M ! ! ! ! +J =iameter )+m Kecepatan +5mCdetik (apangan pandang luas

37

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

PEMERIKSAAN MATA
Ri3a4at =alam mendiagnosis strabismus diperlukan anamnesis yang cermat. ;iwayat keluarga Strabismus dan ambliopia sering ditemukan dalam keluarga. 8sia 'nset Ani merupakan factor penting untuk prognosis jangka panjang. Semakin dini onset strabismus, semakin bururk prognosis untuk fungsi penglihatan binokularnya. :enis onset ,witan dapat perlahan, mendadak atau intermiten. :enis de iasi. KBtidaksesuaian penjajaran dapat terjadi disemua arah. Hal itu data lebih besar diposisi!posisi menatap tertentu, termasuk posisi primer untuk jauh dan dekat. ?iksasi. Salah satu mata mungkin terus!menerus manyimpang, atau mungkin diamati fiksasi yang berpindah!pindah. Keta aman pen"li*atan Ketajaman pengliatan harus die alasi sekalipun hanya dapat dilakukan pekiraan kasar atau perbandingan dua mata. 8ntuk pasien yang sangat muda mungkin hanya dapat dipastikan bahwa mata dapat mengikuti suatu sasaran yang bergerak. Salah satu teknik untuk mengukur kuantitas ketajaman penglihatan pada anak adalah forced!choice preferential looking. P,da anak usia %,+!) tahun dapat dilakukan uji ketajaman penglihatan pengenalan menggunakan gambar ,llen.Pada usia *tahun, banyak anak dapat memahami permainan B jungkir balik 2Snellen3 dan uji pengenalan H'4/. Penentuan Kesalahan ;efraksi

38

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Perlu dilakukan penentuan kesalahan refraksi sokloplegik dengan retinoskopi. Anspeksi Anspeksi saja dapat memperlihatkan apakah strabismus yang terjadi konstan atau intermiten,berpindah!pindah atau tidak, ber ariasi atau konstan. ,danya ptosis dan posisi kepala yang abnormal juga dapat diketahui. H,rus diperhatikan kualita fiksasi masing!masing mata dan kedua mata bersama!sama. 0erakan!gerakan nistagmoid menandakan fiksasi yang tidak stabil dan sering menunjukkan penurunan ketajaman penglihatan. Penentuan Sudut Strabismus 2Sudut =e iasi3 8ji Prisma dan Penutupan 8ji penutupan terdiri dari empat bagian" #. 8ji penutupan %. 8ji membuka penutup ). 8ji penutupan berselang!seling *. 8ji penututpan prisma. Pada keempat uji tersebut pasien menatap lekat pada suatu target, yang dapat terletak disemua arah pandangan, dekat dan jauh. #. 8ji Penutupan Sewaktu pemeriksa mengamatai satu mata, didepan mata yang lain ditaruh penutup untuk menghalangi pandangannnya. ,pabila mata yang diamati bergerak untuk mengambil fiksasi, mata tersebut sebeumnya tidak melakukan fiksasi, dan terdapat de iasi manifest 2 strabismus3 %. 8ji membuka Penutup Sewaktu penutup diangkat setelah uji penutupan, dilakukan pengamatan pada mata yang sebelumnya tertutup tersebut. ,pabila posisi mata tersebut berubah, terjadi interupsi penglihatan binocular yang menyebabkan de iasi dan terdapat heteroforia. ,rah gerakan korektif memperlihatkan jenis heteroforianya. ). 8ji Penutupan 1erselang!seling

39

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Penutup ditaruh bersaelang!seling di depan mata yang pertama dan kemuadian mata yang lain. 8ji ini memperlihatkan de iasi total. *. 8ji Penutupan Plus Prisma 8ntuk mengukur de iasi secara kuantitatif , diletakkan prisma dengan kekuatan yangs emakin meninggi di depan satu atau kedua mata sampai terjadi netralisasi gerakan mata pada uji penutupan berselang!seling.

8ji 1atang &addoF 8ji ini adalah suatu metode akurat untuk mengukur penyimpangan apabila korespondensi retina normal. Pemeriksaan ini sangat bermanfaat untuk mengukur heteroforia tetapi juga dapat digunakan untuk heterotropia. 1atang &addoF terdiri dari serangkaian silinder merah tipis yang diletakan bermpingan, ditaruh diatas suatu penahan sirkular yang dapat dipegang didepan mata. ,pabila suatu cahaya sasaran melewati batang &addoF tersebut, bayangn cahaya tersebut adalah suatu garis merah yang tegak lurus terhadap sumbu!sumbu silinder. =engan demikian satu mata melihat cahaya secara langsung dan sedangkan yang lain melihat bayangannya melalui batang &addoF. Pada ortoforia, garis merah melintasi cahaya.

40

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Sewaktu batang &addoF dipegang sedemikian sehingga silinder!silinder tersebut hori$ontal, terlihat suatu garis merah ertical yang bergeser ke sati sisi apabila terdapat de iasi.

=uksi 2;otasi &onokular3 =Bngan satu mata tertutup dan mata main mengikuti suatu sumber cahaya yang bergerak dalam semua arah pandangan. Setiap penurunan gerakan rotasi mangisyaratkan adanya kelemahan bidang kerja otot yang bersangkutan. /ersi 20erakan &ata Konjugat3 Hukum Hering menyatakan bahwa otot!otot pasangan searah 2yoke muscle3 menerima stimulasi yang setara pada setiap gerakan mata konjugat. /ersi diperiksa dengan menyuruh mata pasien mengikuti suatu sumber cahaya disembilan posisi diagnstik" primer!lurus kedepan9sekunder!kanan,kiri,atas, dan bawah9 dan tersier!aatas dan kanan, bawah dan kanan, atas dan kiri, bawah dan kiri. 0erakan rotasi salah satu mata terhadap mata yang lain dicatat sebagai suatu o eraction atau underaction.

41

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

0eakan =isjungtif ,. Kon ergensi Kon ergenis adalah suatu proses aktif dengan komponen olunteer kuat dan in olunter. Salah satu pertimbangan penting dalam menge aluasi otot! otot ekstraokular pada strabismus adalah kon ergensi. 8ntuk memeriksa konergensi, sebuah benda kecil atau sumber cahaya secara perlahan dibawa mendekat ke jembatan hidung. Perhatian pasien ditujukan kepada benda tersebut dengan mengatakan N8sahakan sekuat mungkin jangan samai byangn terlihat gandaO. =alam keadaan normal kon ergensi dapat dipertahankan sampai benda terletak dekat dengan jembatan hidung.

1. =i ergensi =i ergensi merupakan suatu proses aktif, bukan semata!mata relaksasi kon ergensi seperti yang sebelumnya diyakini oleh beberapa peukis. Secara klinis fungsi ini jarang diperiksa kecuali dalam penelitian amplitudo fusi.

42

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

TERAPI pa%a MATA


4erapi &edis a. 4erapi nonbedah 4erapi non bedah untuk strabismus mencagkup terapi untuk ambliopia, pemakaian alat!alat optic, obat farmakologik dan ortoptik. 4erapi ambliopia Bliminasi ambliopia sangat penting dalam pengobatan strabismus dan selalu merupakan salah satu tujuan. =e iasi akibat strabismus dapat membesar!jarang mengecil! setelah terapi ambliopia. #. 4erapi oklusi 4Brapi ambliopia yang utama adalah oklusi. &ata yang baik ditutup dan merangsang mata yang mengalami ambliopia. ,pabila terdapat kesalahan refraksi yang cukup signifikan, juga digunakan kacamata. %. 4erapi ,tropin 1eberapa anak intoleran terhadap terapi oklusi. Pada khasus! khasus seperti ini yang memiliki hiperopia sedang atau tinggi, terapi atropine mungkin efektif.. ,lat optic #. Kacamata ,lat optic terpenting dalam pengobatan strabismus adalah kacamata yang diresepkan secara akurat. ;esep kacamata mengkompensasikan temuan!temuan sikloplegik penuh. ,pabila mungkin, gunakan kacamata bifokus yang memungkinkan relaksasi unntuk akomodasi penglihatan dekat. %. Prisma Prisma menghasilkan pengarahan ulang garis penglihatan secara optis.8nsur!unsur retina dibuat segaris untuk menghilangkan diplopia. Penjajaran sensorik matayang tepat adalah merupakan suatu bentuk terapi antisupresi. Prisma dapat digunakan dengan

43

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

berbagai cara. 1entuk yang cukup nyaman adalah prisma plastic press!on ?resnel. &embran!membran plastic ini dapat ditaruh di kacamata tanpa memerlukan bantuan ahli optic dan sangat bermanfaat diagnostic dan terapetik temporer. 'bat ?armakologik #. &iotik Bkotiopat iodide dan isoflurofat menyebabkan asetilkolinesterase inaktif di taut neuromuskuler sehinggaefek setiap impuls saraf menguat. ,komodasi menjadi lebih efektif relati e terhadap kon ergensi daripada sebelumnya. %. 4oksin botulinum Penyuntikan toksin botulinum tipe , 2botoF3 ke dalam suatu otot intraocular menimbulkan paralisis otot tersebut yang lamanya bergantung dosis. (ama paralisis yang dibutuhkan bergantung pada sudut de iasi. Semakin besar sudut de iasi, semakin lama paralissi yang diperlukan. Paralisis otot akan memutar mata kebidang kerja otot antagonis. Selama mata berde iasi, otot lumpuh teregang, sedangkan otot antagonisnya berkontraksi. Setelah paralisisnya menghilang maka mata akan secara bertahap kembali ke posisinya semula tetapi dengan keseimbangan gaya baru yang mengurangi atau menghilangkan de iasi secara permanen. 'rtoptik Seorang ortoptis dapat membantu dalam terapi pra operasi, terutama dengan pasien ambliopia. b. 4erapi 1edah a3 4indakan 1edah i. ;eseksi dan ;esesi Secara konseptual tindakan yang paling sederhana adalah memperkuat dan melemahkan. Sebuah otot diperkuat dengan suatu tindakan yang disebut reseksi. 'tot dilepaskan dari mata, diregangkan lebih panjang secara

44

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

terukur, kemudian dijahit kembali ke mata, biasanya ditempat insersi semula. Panjang ekstra dipotong. ;esesi adalah tindakan pelemahan standar. 'tot dilepas dari mata, dibebaskan dari perlekatan fasia dan dibiarkan mengalami retraksi. 'tot tersebut dijahit kembali pada mata pada jarak tertentu dibelakang insersinya semula. ii. Pergeseran titik Perlekatan 'tot Selain penguatan otot dan dapat perlemahan dipindahkan9 sederhana, hal ini titik dapat perlekatan

menimbulkan efek rotasional yang sebelumnya tidak dimiliki otot tersebut. iii. 4indakan ?aden Sutu operasi khusus untuk melemahkan otot disebut tindakan fiksasi posterior2?aden3. =alam operasi ini, diciptakan suatu insersi otot baru jauh dibelakang insersi semula. Hal ini menyebabkan pelemahan mekanis otot sewaktu mata berotasi di dalam bidang kerjanya. ,pabila dikombinasikan dengan resesi ott yang sama, operasi faden menimbulkan efek melemahkan yang mencolok tanpa perubahan yang bermakna pada posisi primer mata. 4indakan ini efektif pada rektus hori$ontal. ertical atau otot

45

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

b3 Pemilihan 'tot untuk Pembedahan Keputusan mengenai otot mana yang akan dioperasi bergantung pada beberaa factor, diantaranaya dalah besar ketidak sejajaran yang diukur dalam posisi primer. c3 :ahitan yang =apat =isesuaikan Pengembangah jahitan yang dapat disesuaikan menewarkan kemajuan besar dalam bedah otot, terutama untuk operasi ulang dan de iasi incomitant. Selama operasi, otot dilekatkan ulang ke sclera dengan sebuah simpul slip yang ditaruh sdemikian rupa sehingga bias dicapai ahli bedah. Setelah pasien pulih dai anesthesia untuk kooperatif dalam proses penyesuaian, diteteskan anestesi topical pada mata dan jahitanCikatan dapat dikencangkan atau dikendurkan untuk mengubah posisi mata sesuai yang diindikasikan oleh uji penutupan mata.

46

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

47

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

PENGLIHATAN KABUR KARENA KELAINAN RE0RAKSI

RE0RAKSI MATA adalah pembiasan sinar!sinar dalam mata pada saat mata dalam keadaan istirahat. ME+IA RE0RAKSI a. Kornea b. (ensa c. Gairan bola mata EMETROPIA mata normal

EMETROPIA 5 Suatu keadaan dimana sinar!sinar yang datang sejajar sumbu bola mata atau sejajar garis pandang, dalam keadaan tanpa akomodasi akan dibiaskan tepat pada retina 2macula lutea C bintik kuning3.

AMETROPIA 16 Miopia

*<ori,on

76 Hipermetropia 86 Asti"matism!s

48

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

MIOPIA +e'inisi5 Suatu kelainan refraksi di mana sinar!sinar sejajar garis pandang oleh mata tanpa akomodasi dibiaskan di depan retina.

Etiolo"i5 #. Miopia Aksial Sumbu mataC diameter anteroposterior mata terlalu panjang %. Miopia Re'rakti' a. Kornea terlalu lengkung 2keratokonus3 b. (ensa terlalu cembung 2katarak imatur3

49

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

c. Gorpus /itreous pada penderita =iabetes &ellitus yang mengalami bertambah hiperglikemia, indeks biasnya menjadi

Ge ala Klinis5 a6 S!$4ekti' #. Kabur untuk melihat jauh, terang untuk melihat dekat 2near sighted3. %. Kadang!kadang melihat bintik!bintik, benang!benang atau nyamuk! nyamuk dalam lapang pandang 2vitreous floaters3 akibat degenerasi corpus itreous pada +5ori$o aksial dan denegerasi retina perifer. ). ,sthenopia akibat astheno ergen.

$6 O$4ekti' #. 1ilik mata depan dalam, pupil midriasis akibat kurangnya akomodasi %. Pada +5ori$o aksial didapat vitreous floaters, tigroid fundus ). &ata agak menonjol (eksoftalmos)

Pem$a"ian5 1erdasarkan besar kelainan refraksi" a. &iopia ;ingan b. &iopia Sedang c. &iopia 4inggi " !5,%+ sampai !),55 = " !),%+ sampai !-,55 = " P!-,%+ =ioptri

1erdasarkan perjalanan klinis" a6 Miopia simpleks 5

dimulai pada usia 7!> tahun dan akan bertambah sampai anak berhenti tumbuh Q usia %5 tahun

50

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

$6 Miopia pro"resi'5 &iopia bertambah secara cepat 2Q *.55 =C tahun3 dan sering disertai perubahan itreo!retinal

Pemeriksaan5 &enggunakan kartu snellen

Penatalaksanaan5 #. Kacamata Koreksi dengan lensa sferis +#ori$ont terkecil yang menghasilkan isus terbaik. %. (ensa Kontak, untuk anisometropia dan miopi tinggi

51

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

). 1edah ;efraktif Kornea"tindakan untuk merubah kur atura permukaan anterior kornea, o Photo ;efracti e KeratectomyC BFcimer (aser o (,SAK 2(aser Ansitu Keratomileusis3 o Glear (ens BFtraction *. 1edah refraktif lensa" tindakan ekstraksi jernih, bisanya diikuti dengan implantasi lensa intraokuler

Komplikasi5 a. ,blatio ;etina terutama pada myopia tinggi b. Strabismus #. Bsotropia bila myopia cukup tinggi bilateral %. BFotropia pada myopia dengan anisometropia c. ,mbliopia terutama pada myopia dan anisometropia

52

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

HIPERMETROPIA +e'inisi5 Suatu kelainan refraksi dimana sinar!sinar sejajar garis pandang oleh mata tanpa akomodasi dibias di belakang retina.

Etiolo"i5 1. Hipermetropia Aksial Sumbu mata C diameter anteroposterior mata terlalu pendek %. Hipermetropia Re'rakti' a. Kelengkungan kornea berkurang 2kornea plana3 b. (ensa terlalu tipis

53

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

c. Gorpus /itreous pada penderita =iabetes &ellitus yang mengalami hipoglikemia sehingga indeks biasnya berkurang

Ge ala Klinis5 a6 S!$4ekti' Asthenopia kepala Akomodativa akomodasi berlebihan menimbulkan keluhan mata lekas lelah, mata berat, pusing, sakit

$6

O$4ekti' #. Hipertrofi otot otot akomodasi bilik mata depan menjadi dangkal %. ,komodasi yang berlebihan mata tampak merah dan papil saraf +*ori$ lebih hyperemia

Pem$a"ian5 1erdasarkan besar kelainan refraksi" a. Hipermetropia ;ingan" D5,%+ = sCd D),55 = b. Hipermetropia Sedang" D),%+ = sCd D-,55 = c. Hipermetropia4inggi " P D-,%+ = 1erdasarkan kemampuan akomodasi, dibagi" a. Hipermetropia latent" kelainan hipermetropik yang dapat dikoreksi dengan tonus otot siliaris secara fisiologis, di mana akomodasi masih aktif

54

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

b. Hipermetropia manifest fakultatif" kelainan hipermetropik yang dapat dikoreksi dengan akomodasi sekuat!kuatnya atau dengan menggunakan lensa sferis positif c. Hipermetropia manifest absolut" kelainan hipermetropik yang tidak dapat dikoreksi dengan akomodasi sekuat!kuatnya d. Hipermetropia total" jumlah dari hipermetropia latent dan manifes Pemeriksaan5 &enggunakan kartu snellen

Penatalaksanaan5 #. Kacamata Koreksi dengan lensa sferis positif terbesar yang menghasilkan isus terbaik %. (ensa Kontak, untuk anisometropia, hipermetropia tinggi

55

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Komplikasi5 a. Sudut 1ilik &ata =epan lebih dangkal mudah terjadi +-ori$ont b. Bsotropia atau strabismus kon ergen akibat kon ergensi yang berlebihan c. :ika derajad hipermetropia mata kanan dan kiri jauh berbeda dan tidak dikoreksi dengan baik ambliopia pada mata dengan derajad hipermetropia yang lebih besar eksotropia d. 0laucoma sudut tertutup

ASTIGMATISMUS

+e'inisi5 Suatu kelainan refraksi dimana sinar sinar sejajar garis pandang yang masuk bola mata, tanpa akomodasi dibiaskan tidak pada satu titik tetapi lebih dari satu titik.

Etiolo"i5 Penyebab tersering adalah kelainan bentuk kornea. Sebagian kecil karena kelainan lensa.

Pem$a"ian5 16 Asti"matism!s Ire"!ler 4itik bias tidak teratur disebabkan karena permukaan kornea tidak teratur dapat dikoreksi dengan lensa kontak keras (hard contact lens)

56

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

76 Asti"matism!s Re"!ler a. >5 J disebabkan kornea, #5 J akibat kondisi lensa. b. =idapatkan % titik bias pada sumbu mata % bidang saling tegak lurus satu bidang daya bias terkuat , bidang lain daya bias terlemah. c. =ibedakan % macam" #. With the Rule, bidang +7ori$ont 2/3 punya daya bias terkuat dan bidang +7ori$ontal 2H3 punya daya bias terlemah %. Against the Rule, bidang +7ori$ont 2/3 punya daya bias terlemah dan bidang +7ori$ontal 2H3 punya daya bias terkuat

57

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Ber%asarkan letak 9 %an H %i %alam retina5 1. Astigmatismus Miopia Simpleks

2. Astigmatismus Miopia Kompositus

58

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

3. Astigmatismus Hipermetropia Simpleks

. Astigmatismus Hipermetropia Kompositus

!. Astigmatismus Mikstus

59

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Pemeriksaan5 &enggunakan kartu snellen

Penatalaksanaan5 a6 Asti"matism Re"!ler =iberikan kacamata sesuai dengan kelainan yang didapatkan dikoreksi dengan lensa silinder negati e atau positif dengan atau tanpa kombinasi lensa sferis. $6 Asti"matism Ire"!ler 1ila ringan bisa dikoreksi dengan lensa kontak keras, tetapi bila berat dilakukan transplantasi kornea.

60

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

PRESBIOPIA +e'inisi5 &akin berkurangnya kemampuan akomodasi mata sesuai dengan makin meningkatnya umur. ras Kaukasia *+ tahun ras lainnya )+tahun

Etiolo"i5 a. Kelemahan otot akomodasi b. (ensa mata tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sklerosis lensa Pato'isiolo"i Pada mekanisme akomodasi yang normal terjadi peningkatan daya refraksi mata karena adanya perubahan keseimbangan antara elastisitas matrik lensa

61

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

dan kapsul sehingga lensa menjadi cembung. =engan meningkatnya umur maka lensa menjadi keras 2sklerosis3 dan kehilangan elastisitasnya untuk menjadi cembung, dengan demikian kemampuan melihat dekat makin kurang. Ge ala Klinis5 a. kesulitan pada waktu membaca dekat huruf dengan cetakan kecil b. untuk membaca lebih jelas maka penderita cenderung menegakkan punggungnya atau menjauhkan objek yang dibacanya c. presbiopi timbul pada umur *+ tahun untuk ras Kaukasia dan )+ tahun untuk ras lainnya

Pemeriksaan5 a. &enggunakan metode N4rial and BrrorO hingga isus normal b. &enggunakan kartu N:aegerO pada jarak 5,)) meter.

Penatalaksanaan5 =iberikan penambahan lensa sferis positif sesuai pedoman umur, yaitu"

(ensa sferis 2D3 yang ditambahkan dapat diberikan dalam berbagai cara"

62

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

a. Kacamata baca untuk melihat dekat saja b. Kacamata bifocal untuk melihat jauh dan dekat c. Kacamata progressi e dimana tidak ada batas bagian lensa untuk melihat jauh dan melihat dekat.
d. :ika koreksi jauhnya tidak dapat mencapai -C- maka penambahan

lensa sferis 2D3 tidak terikat pedoman umur, tetapi boleh diberikan seberapapun sampai dapat membaca dengan cukup memuaskan.

ANISOMETROPI

+e'inisi Keadaan dimana terjadi perbedaan kesalahan refraksi diantara kedua mata. Ani merupakan penyebab ambliopia karena mata tidak bisa berakomodasi secara independen dan mata yang lebih hiperopi terus menerus kabur. Etiolo"i Kelainan ini sebagian besar disebabkan oleh karena perbedaan perkembangan sumbu bola mata antara mata kanan dan kiri Klasi'ikasi Sloane membagi anisometropia menjadi ) tingkat yaitu" #. anisometropia kecil, beda refraksi lebih kecil dari #,+=. %. anisometropia sedang, beda refraksi antara #,+!%,+ =. ). anisometropia besar, beda refraksiRlebih besar dari %,+=. Kelainan ini dapat terjadi dalam berbagai ariasi antara lain satu mata emetropia sedangkan mata lainnya lagi ametropia atau keduanya ametropia.. Keluhan anisometropia akan lebih jelas lagi bila perbedaan tersebut lebih dari tiga

63

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

dioptri,yang akan menyebabkan aniseikonia. Penderita dengan anisometropia sedang akan menyebabkan gangguan stereoskopis Terapi 4erapi dipersulit oleh perbedaan ukuran bayangan retina 2aniseikonia3 dan ketidakseimbangan okulomotor akibat ketidakseimbangan derajat kekuatan prismatic bagian perifer kedua lensa korektif. Koreksi dengan kacamata perbedaan ukuran bayangan di retina %+J, jarang dapat ditoleransi Koreksi dengan lensa kontak -J dapat ditoleransi Koreksi dengan lensa intraokuler menghasilkan perbedaan kurang dari #J

64

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

KATARAK

+e'inisi Suatu keadaan dimana pada lensa mata terjadi kekeruhan yang dapat terjadi akbat hidrasi 2penambahan cairan3, denaturasi protein, atau keduanya.

Etiolo"i + Katarak biasanya terjadi pada usia lanjut akan tetapi dapat juga terjadi akibat kelainan congenital + Katarak dapat disebabkan oleh berbagai factor seperti " ?isik Kimia Penyakit predisposisi 2eF" =&3 0enetik dan 0ang.perkembangan Anfeksi irus saat jania 2rubella3

65

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

8sia Pato'isiolo"i Stadium dini Protein protein dalam serabut lensa yang terletak di bawah kapsul akan mengalami denaturasi 2karena fisiologis penuaan pada manusia3 Selanjutnya lama kelamaan protein tersebut akan membentuk daerah keruh =aerah transparan lensa yang normal akan digantikan dengan daerah keruh tersebut penglihatan berkurang ketajamannya.

Klasi'ikasi 1erdasar usia munculnya gejala, kaarak dapat dibagi menjadi " a6 Katarak Kon"enital + ,dalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari # tahun + &erupakan penyebab kebutaan pda bayi + Katarak congenital dapat digolongkan lagi menjadi golongan " 1. Kapsulolentikular termasuk katarak kapsular dan polaris

66

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

2. (entikular katarak yang mengenai korteks atau nucleus dari lensa saja

0b. Katarak Polaris

0b. Katarak kortikal

+ Pemeriksaan " ;iwayat prenatal infeksi ibu 2apakah pernah terinfeksi rubella atau tidak3 PF =arah berhubungan dengan diabetes mellitus, kalsium, fosfor. Anspeksi .ampak leukorea atau bercak putih pada pupil mata bayi + 4indakan pengobatan yang dapat dilakukan adalah tindakan operasi. 'perasi dilakukan bila refleF fundus tidak tampak. 1ila katarak pada bayi bersifat total operasi sudah dapat dilakukan pada usia % bulan latau lebih muda bila telah dilakukan pembiusan. 1. Katarak total bilateral pembedahan secepatnya segera setelah katarak terlihat. 2. Katarak total unilateral Pembedahan dilakukan - bulan setelah katarak terlihat atau sesegera mungkin untuk menghindari terjadinya juling. 3. Katarak total C Kongenital unilateral prognosis sangat buruk karena sangat mudah terjadi ambliopia9 karena itu sebaiknya dilakukan

67

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

pembedahan secepat mungkin dan diberi kacamata segera setelah latihan bebat mata. 4. Katarak bilateral partial Pengobatan lebih konser atif sehingga sementara dapat dicoba dengan kacamata atau midriatika9 bila terjadi kekeruhan yang progresif disertai dengan mulainya tanda tanda juling dan ambliopia maka dilakukan pembedahan. Prognosis lebih baik.

$6 Katarak 2!#enil + &erupakan jenis katarak yang lembek dan terdapat pada orang muda yang mulai terbentuk pada usia kurang dari > tahun dan lebih dari ) bulan. 1iasanya katarak ju enile ini adalah kelanjutan dari katarak congenital. + Katarak ju enile biasanya merupakan penyulit penyakit sistemik atau metabolic dan penyakit lainnya seperti " 1. Katark metabolik diabetik, galaktosemik, defisiensi gi$i, Penyakit Iilson. 2. Penyakit otot =istrofi miotonik ). Katarak traumatic 4. Katarak komplikata congenital dan herediter , degenerati e, toksik, radiasi.

&6 Katarak Senilis + ,dalah semua kekeruhan lensa yang terjadi pada usia lanjut yaitu usia dibawah +5 tahun. + Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti

68

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

+ Pada usia lanjut akan terjadi perubahan pada lensa mata yaitu " Kapsul " menebal dan kurang elastic mulai mengalami presbiopi terlihat bahan granular Bpitel " sel epitel ada ekuator bertambah besar dan berat bengkak dan akuolisasi mitokondria yang nyata Serat lensa " lebih ireguler pada korteks jelas terjadi kerusakan serat sel + Pada katarak senile ini sebaiknya disingkirkan penyakit mata local dan penyakit mata sistemikseperti diabetes mellitus yang dapat menimbulkan katarak komplikata. + Katarak senile ini secara klinis dapat dibagi menjadi * stadium yaitu " 1. Katarak insipient jelas terlihat kekeruhan dimulai dari tepi e6uator berbentuk jeriji menuju korteks anterior dan posterior. 2. Katarak intumesen kekeruhan lensa yang disertai dengan pembengkakan lensa akibat lensa yang degenerati e menyerap air. 3. Katarak imatur baru sebagian lensa yang keruh dan belum mengenai seluruh lapisan lensa. 4. Katarak matur kekeruhan telah mengenai seluruh masa lensa, kekeruhan ini akibat deposisi ion Ga yang menyeluruh. 5. Katarak hipermatur katarak mengalami proses degenerasi lanjut dimana lensa bisa menjadi lembek atau mengeras.

69

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

6. Katarak &orgagni katarak yang mengalami proses lanjut disertai kapsul yang tebal sehingga korteks yang bersegenerasi dan cair tidak dapat keluar, hingga akhirnya akan membentuk seperti kantung susu disertai nucleus yang terbenam di dalam korteks lensa karena lebih berat.

0b. Katarak &atur insipien Keker!*an :airan lensa ;ingan .ormal imatur Sebagian 1ertambah 2air masuk3 matur Seluruh .ormal "ipermatur &assif 1erkurang 2airDmasa lensa keluar3 Iris Bilik mata %epan S!%!t $ilik mata S*a%o3 test Pen4!lit ! 0laukoma ! 8 eitisDglaukoma .egati e Positif .egati e Pseudopos .ormal Sempit .ormal 4erbuka .ormal .ormal 4erdorong =angkal .ormal .ormal 4remulans =alam

70

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

+ Penatalaksanaan katarak senile ini dilakukan denga pembedahan dan mengangkat lensa yang mengalami katarak. Pembedahan ini dapat dilakukan intrakapsular atau ekstrakapsular. Antrakapsular (ensa katarak lengkap dengan kapsulnya dikeluarkan dengan cyroprobe 2probe yang dibekukan dan dilekatkan pada lensa. Ani merupakan operasi yang paling umum pada katarak. Bkstrakapsular Kapsula diinsisi terlebih dahulu baru dilakukan pengangkatan lensa

20b. 'perasi katarak intrakapsular dengan cyroprobe3

2enis Katarak Lainn4a a6 Katarak Konplikata + &erupakan katarak yang diakibatkan oleh penyakit mata lain seperti radang, proses degenerasi, ablasi retina, glaucoma, tumor intraokuler, dll. + Katarak komplikata member tanda khusus dimana awal munculnya katarak selalu di daerah bawah kapsul pada lapis korteks. Kemudian akan menuju ke daerah sentral lensa. + =ikenal % bentuk yang disebabkan oleh kelainan pada " #. Polus posterior bola mata

71

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Koroiditis ;etintis pigmentosa ,blasio retina Kontusio retina &yopia tinggi %. Polus anterior bola mata Kelainan kornea berat Aridosiklitis .eoplasma 0laucoma

$6 Katarak %ia$etes + + &erupakan katarak yang terjadi akibat adanya penyakit diabetes mellitus =apat terjadi dalam bentuk " #. Pasien dengan dehidrasi berat, asidosid, dan hiperglikemi nyata. Pada lensa akan terlihat kekeruhan berupa garis tebal akibat kapsul lensa berkerut. Kekeruhan akan hilang bila dilakukan rehidrasi dan kadar gula kembali normal. %. Pasien diabetes ju enile dan tua tidak terkontrol, dimana terjadi katarak serentak pada kedua mata dalam *< jam. 1entuk kekeruhan dapat berupa snow flake atau bentuk piring subskapular.

72

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

). Pasien ddiabetes dewasa, dimana gambaran secara histologik dan biokimia sama dengan katarak pasien nondiabetik. + 1eberapa pendapat menyataka bahwa pada keadaan hiperglikemi terdapat penimbunan sorbitol dan fruktosa di dalam lensa + Pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan darah dan urin.

ABLATIO RETINA (RETINAL +ATA:HMENT)

+e'inisi Pelepasan retina 2lapisan dalam pembungkus saraf mata3 dari koroid 2lapisan tengah pembungkus ascular mata3 di belakang itrous mata,menyebabkan suatu robekan atau lubang retina sehingga

humor 2cairan3 bocor dan berada pada ruang antara retina dan koroid.

73

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Klasi'ikasi S RHEGMATOGEN ( +isertai Ro$ekan ; Break 5 tear ; *ole) =isebabkan oleh" 4rauma =egenerasi retina 2 miopia, usia lanjut 3 Kel /itreous ,danya tearC hole menyebabkan masuknya cairan dari badan kaca ke ruang sub retina retina terdorong lepas dari epitel pigmen. S NON RHEMATOGEN (Tanpa ro$ekan retina) =isebabkan oleh adanya eksudasi di bawah lapisan retina, misal pada" Hipertensi maligna 4umor koroid Anflamasi okuler 2koroiditis3 Peny. /askuler okuler

Ge ala =ini" ?otopsia, ?loaters Pengelihatan menurun tanpa rasa sakit (apang pandang terlihat tertutup seperti tirai

0a&tor resiko &iopia tinggi ;iwayat ablasio retina pada mata lain ;iwayat ablasio retina pada keluarga

74

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

;iwayat operasi mata eF katarak, tumor, dan penyakit mata lain. &emiliki penyakit atau kelainan mata lainnya seperti retinoschisis, u eitis,degeneratif myopia atau lattice degeneration. 4rauma mata Kelemahan pada area perifer retina Penyakit sistemik lain seperti =iabetes &ellitus dan Sickle cell disease

Pemeriksaan 5 =engan pemeriksaan funduskopi " ! ;etina lebih pucat akibat terangkatnya retina dengan pembuluh darah diatasnya berkelok!kelok sesuai dengan gelombang retina yang terangkat. ! Pada retina akan nampak robekan yang berwarna merah. ! 4ekanan bola mata rendah. 4es ketajaman isual 4es lapang pandang Gek reaksi pupil Slit lamp biomikroskopi Pemeriksaan ) kaca kontak Pemeriksaan itreous untuk tanda!tanda pigmentasi atau debu

tembakau T patognomonis

Penatalaksanaan5 Penderita tirah baring sempurna &ata yang sakit ditutup dengan bebat mata Operasi Unt!k Ro$ekan Retina

75

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

#. 'perasi laser 2fotokoagulasi3 %. Pembekuan 2GryopeFy3 Operasi !nt!k a$lasio retina #. Pneumatic ;etinopeFy %. Scleral 1uckling ). /itrektomi

INSTRUKSI PAS:A BE+AH 5 4idak boleh banyak baca, bergerak, olah raga, dan menggerakkan kepala

ABLASIO REGMATOGENOSA Bpidemiologi ! # " #5.555

Btiologi ! ! ! &yopia tinggi, pasca retinitis, afakia pada # tahun Pasca operasi katarak komplikasi hilang itrous Pernah ablatio retina kontralateral karena kelemahan retina degenerasi latis

76

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

0ejala ! ! ! =idahului oleh ablation itrous posterior 2floaters dan fotopsia3 =efek lapangan pandang seperti ada bayangan atau tirai :ika .ampak di superotemporal kemungkinan dari macula, pertanda parah Pemeriksaan ! ! ! ! ! 'ftalmoskopi membrane abuUabu merah muda yang menutupi ascular coroid ,kumulasi cairan subretina 2,blatio ;etina 1ulosa3 8ndulasi waktu mata bergerak ,da debris atau pigmen mengambang Pupil mengalami defek aferen pupil karena penglihatan menurun

77

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

78

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

4ata laksana ! BFternal 2Kon ensional3 ;obekan ditutup dengan menekan sclera dengan pita plomb silicon. 8ntuk mendekatkan lubang retina dengan epitel pigmen retina ! Anternal 2/itoretina3

Prinsip terapi " &enutup robekan pada retina. 8ntuk memperkuat perlekatan antara retina dengan pigmen epitel retina maka diperlukan induksi inflamasi di daerah itu dengan pembekuan local menggunakan cryoprobe C laser

,da ) prosedur operasi dalam memperbaiki ablasi retina yakni skleral buckling, vitrektomil, dan pneumatic retinopeksi.
1. Skleral Buckling #SB$

4indakan operasi jenis ini sudah dilakukan sejak )5 tahun yang lalu. 'perasi jenis ini sampai sekarang masih merupakan pilihan untuk ablasi tipe regmatogenosa, terutama jika tidak ada komplikasi. Prosedurnya meliputi " menentukan lokasi robekan retina, menatalaksana robekan retina dengan kriopeksi dan menahan robekan retina dengan Nskleral buckleO. Buckle biasanya berupa silicon berbentuk spons atau padat. 4ipe dan bentuk buckle tergantung dari lokasi dan jumlah robekan retina. Buckle diikatkan di sklera untuk diposisikan sedemikian rupa sampai dapat mendorong robekan retina sehingga dapat menutup robekan. :ika robekan telah tertutup, maka cairan dalam retina akan menghilang secara spontan dalam jangka waktu # % hari. 4erkadang dapat juga

79

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

dilakukan penyedotan cairan sub retina saat operasi berlangsung. Prosedur ini lebih sering dilakukan dengan anestesi lokal dan pasien tidak perlu dirawat. Pasca operasi pasien tidak harus dalam posisi tertentu. Pasien dapat melakukan akti itas seperti biasa kecuali akti itas yang dapat melukai kepala.
2. %itrektomi

Pada ablasi yang rumit mungkin diperlukan tindakan itrektomi. Prosedur ini pertama kali dilakukan %5 tahun yang lalu. 1iasanya dilakukan pada ablasi retina traksi namun dapat juga dilakukan pada ablasi retina regmatogenosa terutama bila ablasi ini disebabkan oleh adanya itreus traksi atau perdarahan itreus. Prosedurnya meliputi irisan kecil pada dinding mata untuk memasukkan alat!alat ke dalam rongga iteus, tindakan pertama adalah memindahkan itreus dengan menggunakan Nvitreus culterO. Selanjutnya dilakukan teknik sayatan Ntractional bandsO dan Nair fluid exchangeO yakni memasukkan cairan silikon untuk menempelkan kembali retina. Pemilihan teknik ini berdasarkan tipe dan penyebab ablasi retina. Pada teknik ini kepala pasien harus berada dalam posisi tertentu untuk menjaga agar retina tetap menempel.
3.

&neumatik 'etinopeksi =alam #5 tahun terakhir, prosedur ini menjadi popular dalam

menangani ablasi retina regmatogenosa, terutama pada robekan tunggal dan berlokasi di superior retina. Prinsip prosedur ini adalah dengan menyuntikkan gelembung gas ke dalam badan itreus. 0elembung ini akan dengan sendirinya menempati posisi dimana terjadi robekan retina. ,pabila robekan retina dapat ditutupi oleh gelembung gas maka cairan

80

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

subretina akan menghilang dalam # % hari. ;obekan retina sebelumnya dapat diterapi dengan kriopeksi sebelum penyuntikkan gelembung atau dengan laser setelah retina mendatar. Keuntungan dari tindakan ini adalah pasien tidak perlu dirawat inap dan mencegah komplikasi yang dapat ditimbulkan dengan menggunakan prosedur buckling. Kerugiannya adalah kepala pasien harus dalam posisi tertentu dalam 7 #5 hari, dan mempunyai tingkat keberhasilan lebih rendah dibandingkan dengan skleral buckle. ,pabila retina tidak dapat kembali lekat dengan epitel maka dapat dilakukan operasi skeral buckle

81

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

82

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

ABLATIO RETINA EKSU+ATI0 ! ! 4ertimbunnya eksudat dibawah retina dan mengangkat retina Penimbunan cairan subretina karena keluarnya cairan dari pembuluh darah retina dan koroid C ekstra asasi, contoh " skleritis, koroiditis, tumor retro bulbar, radang u ea ! Permukaan retina terangkat seperti cincin

83

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Penglihatan menurun ringan sampai dengan berat

ABLATIO RETINA TRAKSIONAL ! (epasnya retina karena tarikan jaringan parut pada badan kaca yang menyebabkan terjadinya ablation retina dan penurunan ketajaman penglihatan tanpa rasa sakit ! ! Pada =& proliferati e, trauma dan perdarahan badan kaca karena bedah atau infeksi 4erapi " dengan melepaskan traksi jaringan parut C fibrosis dengan tindakan itrektomi

84

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

RETINOPATI SEROSA SENTRAL

+e'inisi5 ! Kelainan macula retina dimana ada penggumpalan cairan di bawah retina akibat adanya lubang kebocoran dari lapisan epitel pigmen hal ini terjadi karena pigmen epitel yang inkompeten, edema local terbatas di macula. ! ! (aki laki %5 +5 tahun Perempuan hamil, P-5 tahun

Pato'isiolo"i5 Kebocoran pada lapisan epitel pigmen diduga disebabkan oleh kelainan hormonal dan infeksi oleh irus lubang tersebut merupakan pintu masuk untuk mengalirnya cairan dari bawah lapisan epitel pigmen ke ruangan di bawah retina pengumpulan cairan di bawah retina penglihatan penderita sangat terganggu. Ge ala 5 Kabur dengan bercak hitam ditengah lapang pandang 2Skotoma Sentral3 1enda terlihat berbelokC lebih besarC lebih kecil dari aslinya 2&etamorphosia T mikropsiaC makropsia3 ??, 2 undal luorescein Angiograph!3 " Ble asi retina di daerah macula 4idak ada rasa sakit pada mata, tidak merah, serta tidak mengeluarkan air mata

85

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Pemeriksaan 5 /isus" kabur koreksi lensa 2D3 lebih terangC mendekati normal Konjungti a, kornea, iris dan lensa tampak baik Pemeriksaan penglihatan warna" melemah terhadap semua warna Pemeriksaan Amsler grid" ada kelainan 4ekanan bola mata" normal Pada pemeriksaan retina dengan oftalmoskop tampak ada penonjolan retina di daerah macula retina yang berbentuk bulat lonjong dengan batas jelas??, 2 undal luorescein Angiograph!3" tampak adanya kebocoran dan penumpukan cairan di bawah retina di sekitarnya

Penatalaksanaan5 7+J sembuh sendiri dalam waktu <!#% minggu, pengobatan hanya digunakan untuk mempercepat menutupnya lubang kebocoran pada lapisan epitel pigmen. Maitu itamin dalam dosis cukup. Gairan diserap lagi dan retina melekat kembali pada pigmen epitel, tanpa gejala sisa mencolok. 0otokoa"!lasi LASER In%ikasi5 GSG; berulang GSG; sesudah #% minggu belum membaik /isus makin terganggu tidak bisa bekerja

86

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

OKLUSI ARTERI RETINA SENTRALIS

Pen4e$a$5 o ;adang arteri o 4rombus arteri o Spasme pembuluh darah &igren Keracunan alcohol 4embakau Kina 4imah hitam o 4erlambatnya aliran darah

87

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Peningkatan 4A' Stenosis aorta dan ,rteri carotis biasanya di satu mata, paling sering di lamina cribosa o Hiperkoagulasi o Penyakit kolagen o Sifilis

Pat*o"enesis 5 'klusi berasal dari emboli " ! ! ! 'klusi fibrin platelet penyakit arteri karotis Bmboli kolesterol penyakit arteri karotis Bmboli kalsifikasi dari penyakit jantung 2nodus rheuma, carotid pla6ue, amboli endokarditis3

Tan%a 5 Kadang " emboli platelet putih " jalan jalan cepat di pembulu darah Sering " emboli kolesterol warna kuning cerah retina yang kena bengkak dan warna putih 2edematosa3 ?o ea " warna merah cherry red spot karena ga dapet darah dari sirkulasi retina, tidak bengkak dan koroid normal Setelah beberapa minggu " lempeng pucat atrofik, arteriol mengalami penebalan, bisa juga karena askulitis, contoh " arteritis sel raksasa

88

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Anamnesis 5 ! ! ! Hilang penglihatan secara mendadak pada seluruh atau sebagian lapangan pandang tanpa nyeri Bmboli fibrin, platelet efek mengambang amourosis fugaF, beberapa menit menghilang nampak gelap Bmboli kolesterol tanpa perbaikan penglihatan

89

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

! !

Pada pasine yg muda hilang sementara biasanya karena migraine Penurunan focus mendadak biasanya disebabkan oleh karena arteri

Pemeriksaan5 ! =engan pemeriksaa funduskopi T terlihat retina pucat ! ,danya gambaran cherry ;ed spot ! /ascular pada mata contoh dari manifestasi sistemik ! Pulsasi ,. Karotis dengan bruit ! Penyakit jantung iskemik ! Glaudikasio perifer ! Hipertensi ! 8S0 =opler dilakukan secara in asi e di ,. carotis dan ertebralis ! Bndarterektomi 9 untuk mencegah emboli serebral jika sumbatan ,.Garotis P 7+J

Pen"o$atan5 Pemberian '% secepatnya, Pemberian steroid jika curiga radang Penurunan tekanan bola mata T mempercepat terbukanya sumbatan K % jam T prognosa baik dengan tF parasentesis, massage bola mata, obat asodilator Penurunan tekanan intra ocular dengan menggunakan a$eta$olamid A/ Pasien nafas dikantong plastic untuk meningkatkan efek asodilatasi

90

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

0aktor Pen4!lit5 0laukoma neo askuler

RETINOPATI +IABETIK
+E0INISI5

91

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Kelainan retina 2retinopati3 yang ditemukan pada penderita =iabetes &elitus berupa aneurismata, melebarnya ena, perdarahan, dan eksudat lemak.

92

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

93

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

KLASI0IKASI5 Retinopati retinopat*4) =itandai dengan adanya mikroaneurisma, perdarahan retina, eksudat lunak, eksudat keras, dan daerah yang hipoksia atau iskemia. +ia$etik non proli'erati#e (Ba&k"ro!n% %ia$eti&

Retinopati +ia$etik proli'erati#e =itandai dengan adanya pembuluh darah baru atau neo askularisasi, perdarahan di itreous, perdarahan di subhyaloid jaringan ikat itreoretinal dan ablasi retina.

GE2ALA 5 ;etinopati merupakan gejala =& utama pada mata, dimana pada retina ditemukan" &ikroaneurismata, Penonjolan dinding kapiler, terutama daerah ena dengan bentuk

berupa bintik merah kecil yang terletak dekat pembuluh darah terutama polus posterior. (ebih jelas terlihat dengan bantuan angiografi fluoresein. &ikroaneurismata merupakan kelainan =& dini pada mata. Perdarahan dalam bentuk titik, garis, dan bercak yang biasanya terletak dekat &ikroaneurismata di polus posterior. Perdarahan terjadi akibat gangguan permeabilitas pada &ikroaneurismata atau karena pecahnya kapiler.

94

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

=ilatasi pembuluh darah balik dengan lumen ireguler dan berkelok!kelok akibat kelainan sirkulasi dan kadang!kadang disertai kelainan endotel dan eksudasi plasma. "ard exudate Anfiltrasi lipid ke dalam retina. 0ambaran khusus ireguler dan kekuning!kuningan. Pada permukaan eksudat pungtum membesar dan bergabung. Bksudat dapat hilang timbul dalam beberapa minggu. 0ambaran angiografi fluoresein sebagai kebocoran fluoresein di luar pembuluh darah. Kelainan terutama terdiri atas bahan!bahan lipid dan terutama banyak ditemukan pada keadaan hiperlipoproteinemia. #oft exudates atau cotton wool patches &erupakan iskemia retina. Pada oftalmoskop akan terlihat bercak kuning bersifat difus dan berwarna putih yang biasanya terletak di bagian tepi daerah non irigasi dan dihubungkan dengan iskemia retina. Pembuluh darah baru pada retina biasanya terletak di permukaan jaringan yang terjadi akibat proliferasi sel endotel pembuluh darah. 0ambaran berupa pembuluh darah yang berkelok!kelok, dalam kelompok!kelompok, dan bentuknya ireguler. Hal ini merupakan awal penyakit berat pada retinopati diabetes. &ula!mula di dalam jaringan retina daerah preretinal badan kaca. Bdema retina dengan tanda hilangnya gambaran retina terutama daerah macula sehingga sangat mengganggu tajam penglihatan. Hiperlipidemia segera hilang bila diberikan pengobatan.

95

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

PEMERIKSAAN KLINIS5 Pemeriksaan fundus okuli dengan cara pemberian obat tetes mata agar pupil dilatasi, yaitu menggunakan" 4ropicamide 5,+J atau #J, ditetesi #!% kali ditunggu )5 menit Phenylephrine #5J Setelah pupil midriasis diperiksa dengan" 'ftalmoskop direk 'ftalmoskop indirek (ensa kontak )!cermin 0oldmann ,ngiografi fluoresin 4erlihat jelas adanya mikroaneurisma yang berdifusi atau tidak berdifusi, daerah hipoksia atau iskemia adanya neo askularisasi di retina, papil, maupun itreous dan melihat dengan pasti adanya edema di macula atau di retina, serta A;&, 2 $ntra Retina %icro Angiopath!3.

PENATALAKSANAAN5 ;egulasi kadar glukosa darah. ?otokoagulasi (aser di daerah hipoksia dan mikroaneurisma yang berdifusi dan adanya neo askularisasi. Pengobatan dengan sinar laser hanya efektif bila media optic masih jernih, oleh karena itu sebaiknya dilakukan sedini mungkin. S Te*nik 'otokoa"!lasi

96

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Setelah pupil dikeluarkan maksimal dipasang lensa kontak ) cermin dari 0oldmann sinar laser ditembakkan melalui lensa kontak, kornea, lensa, itreous sampai retina. S 0otokoa"!lasi 'okal 8ntuk daerah retina yang hanya mengalami hipoksia atau mikroaneurisma yang berdifusi dan edema macula. S 0otokoa"!lasi pra Retina 8ntuk ;= yang sudah ada neo askularisasi baik di papil retina maupun di itreous. :ika sudah terjadi perdarahan di itreous dimana (,SB; tidak bisa menembus sampai di retina itrektomi

RETINOPATI HIPERTENSI
+E0INISI5 Kelainan retina dan pembuluh darah retina akibat tekanan darah tinggi. Kelainan berupa retinopati hipertensi dengan arteri yang besarnya tidak teratur, eksudat pada retina, edema retina, dan perdarahan retina. Kelainan pembuluh darah dapat berupa penyempitan umum atau setempat, percabangan pembuluh darah yang tajam, fenomena crossing atau sclerose pembuluh darah.

97

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

KLASI0IKASI5 Men!r!t Keit*.<a"ener Baker5 Pen4empitan rin"an pem$!l!* %ara* %an sklerosis6 =alam periode < tahun" *J meninggal Penam$a*an pen4empitan= &opper 3ire arteriole= A9 ni&kin"= %an pen4empitan arteriole6 =alam periode < tahun" %5J meninggal Sta%i!m II %itam$a* per%ara*an retina %an &otton 3ool pat&*es =alam periode < tahun" <5J meninggal Sta%i!m III %itam$a* e%ema papil sara' opti& =alam periode < tahun" ><J meninggal

98

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

GE2ALA 5 Pada proses akut penyempitan 2spasme3 pembuluh darah yang tampak sebagai" Pembuluh darah 2terutama arteriol retina3 berwarna lebih pucat =iameter pembuluh darah menjadi lebih kecil atau ireguler 2karena spasme lokal3 Percabangan arteriol yang tajam Pada proses kronis sklerosis yang tampak sebagai" ;efleks copper wire ;efleks sil er wire Sheating (umen pembuluh darah ireguler 4erdapat fenomena crossing sebagai berikut" S S Ele#asi bawahnya. +e#iasi " penggeseran posisi ena oleh arteri yang bersilangan dengan ena tersebut dengan sudut persilangan yang lebih kecil. S Kompresi " penekanan yang kuat oleh arteri yang menyebabkan bendungan ena. " pengangkatan ena oleh arteri yang berada di

PENATALAKSANAAN5 &engatasi penyebab primer hipertensi Anformasi funduskopiC oftalmoskopik sangat bermanfaat untuk menentukan tindakan atau pengobatan yang tepat.

99

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

;etinopati hipertensi tidak perlu pengobatan khusus di bidang mata, kecuali terdapat komplikasi berupa oklusi askuler memerlukan fundal, foto angiografi, dan bila perlu fotokoagulasi laser.

GANGGUAN LAPANG PAN+ANG

1eberapa dasar jalur penglihatan dan lapang pandang mata seperti" pandang.

#. ;etina bagian nasal dari macula diproyeksikan ke arah temporal lapang %. Serabut saraf bagian nasal retina menyilang chiasma optic ). Serabut saraf bagian temporal retina berjalan tidak menyilang chiasma optic 4. (apang pandang normal pada satu mata terletak >5 temporal, -5 medial, -5 atas, 7+ bawah.

Pengujian lapang pandang U i kon'rontasi

&es konfrontasi 4es konfrontasi menggunakan jari sebagai obyek yang harus dilihat di dalam batas medan penglihatan. Pemeriksa berdiri berhadapan dengan

100

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

pasien yang duduk di atas tempat tidur periksa. :arak antara mata pasien dengan pemeriksa harus sejauh )5!*5 cm. 8ntuk pemeriksaan medan penglihatan mata kanan pasien, mata kiri pasien dan mata kanan pemeriksa harus ditutup. 1egitu juga sebaliknya untuk pemeriksaan medan penglihatan mata kiri pasien. =engan dua jarinya yang digoyang!goyangkan tangan pemeriksa memasuki penglihatan ini, jari!jari pemeriksa harus tetap berada di bidang yang sama jauhnya antara mata pasien dengan mata pemeriksa. Pasien harus memberitahukan terlihatnya jari itu dengan kata NiaO. &edan penglihatan pemeriksa digunakan sebagai patokan medan penglihatan yang normal. &aka dari itu, baik pasien maupun pemeriksa harus dapat melihat jari!jari yang bergerak itu pada jarak yang sama. ,pabila medan penglihatan pasien normal, dengan metode ini diperoleh medan penglihatan secara kasar. (esi!lesi yang besar dapat diungkapkan dengan metode konfrontasi ini, tetapi lesi yang kecil akan luput dari diagnosa.

U i Perimeter ata! kampimeter

'erimeter

101

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

=engan kampimeter dan perimeter dapat diperoleh hasil yang terperinci. 'erimeter ialah alat diagnostic yang berbentuk lengkungan seperti gambar di atas. (ampimeter adalah papan tulis hitam dimana tergambar bundaran dengan garis!garis radial berikut dengan bintik buta. =engan perimeter didapat hasil yang lebih akurat oleh karena lengkungan perimeter sesuai dengan lengkungan retina. Perimeter dilengkapi dengan tempat untuk meletakkan dagu, sehingga pasien dapat menjalani tes dengan posisi kepala yang tepat tanpa letih. 4es dengan perimeter dilakukan secara monocular. =engan kepala yang terfiksasi dengan dagunya diletakkan pada tempat, salah satu matanya pada titik fiksasi di pusat perimeter itu. 'byek yang harus dilihat oleh pasien dapat berwarna, berukuran kecil atau besar tergantung dari sifat informasi yang hendak diungkapkan oleh tes perimeter ini. 'byek tersebut dimasukkan di dalam batas medan penglihatan menurut setiap meridian. =engan memutar lengkungan perimeter itu setiap meridian dapat diadakan. 1atas medan penglihatan itu ialah titik fiksasi dimana obyek tes masih dapat terlihat. 4es dengan kampimeter adalah serupa dengan tes perimeter, hanya obyek tesnya digerakkan pada bidang datar.

&acam!macam gangguan Skotoma $!s!r 1iasanya terdapat pada glaucoma, iskemia papil saraf optic, oklusi arteri retina sentral Skotoma sentral Pada retinitis sentral

102

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

Hemianopsia $itemporal Hilangnya setengah lapangan pandang temporal kedua mata. &erupakan tanda khusus kelainan chiasma optic.

Hemianopsia $inasal =efek lapangan pandang setengah nasal dapat terjadi akibat tekanan bagian temporal chiasma optic kedua mata atau atrofi papil saraf optic sekunder akibat tekanan intracranial yang meninggi.

Hemianopsia *eteron4m Hemianopsia bersilang yang dapat binasal atau bitemporal

Hemianopsia *omon4m Hilangnya lapang pandang pada sisi yang sama pada kedua mata yang dapat terlihat pada lesi temporal.

Hemianopia altit!%inal Hilangnya lapang pandang sebagian atas atau bawah.

AMBLIOPIA ,mbliopia adalah suatu keadaan mata dimana tajam pengliatan tidak mencapai optimal sesuai dengan usia dan intelegensinya. ,mbliopia ini dapat tanpa kelainan organik dan dapat pula dengan kelainan organik yang tidak seimbang dengan isus yang ada. 1iasanya ambliopia disebabkan oleh kurangnya rangsangan untuk meningkatkan perkembangan penglihatan dan bisa juga oleh suatu kausa ekstraneural seperti" katarak, astigmat, strabismus. =iduga terdapat % faktor penyebab terjadinya ambliopia yaitu supresi dan nirpakai 2non use3.

103

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

4erdapat beberapa tanda pada mata dengan ambliopia yaitu" + + + + + + + + 1erkurangnya pengliatan pada satu mata. &enurunya tajam pengliatan terutama pada fenomena crowding Hilangnya sensiti itas kontras. &ata mudah mengalami fiksasi eksentrik ,danya anisokoria 4idak mempengaruhi penglihatan warna. 1iasanya daya akomodasi menurun. B;0 dan BB0 penderita ambliopia selalu normal.

U i :ro3%in" P*enomena5 Penderita diminta membaca huruf Snellen yang diisolasi hingga huruf terkecil. Kemudian isolasi dibuka dan pasien disuruh melihat sebaris huruf yang sama. :ika terjadi penurunan tajam penglihatan maka mata tersebut menderita ambliopia.

Penan"anan Am$liopia Saat sangat rentan adalah bayi berusia - bulan dan ambliopia tidak akan terjadi pada usia di atas + tahun. ,mbliopia dapat diperbaiki pada usia di bawah tahun. + + + Pengobatan anti supresi aktif menyingkirkan faktor ambliopiagenik. 'klusi mata yang sehat. &ata ambliopia dibiasakan melihat dekat dengan memberi lensa D%+= sedangkan mata yang sehat diberi atropin.

104

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

&ata ambliopia dipaksa melihat jauh dengan memberi lensa D%+= sedangkan mata yang sehat diberi atropin.

+ +

(atihan ortopik bila terjadi juling. Pemeriksaan tajam pengliatan pada anak kurang dari + tahun.

+IPLOPIA
,dalah keadaan melihat sebuah benda ganda bila dilihat dengan satu atau dua mata. &acam!macam bentuk diplopia" S +iplopia *omon4m Keadaan pada mata dengan juling ke dalam, dimana bayangan pada mata juling terletak di bagian luar sisi yang sama pada benda aslinya

105

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

S S

+iplopia *eteron4m Keadaan pada mata dengan juling ke luar, dimana benda yang dilihat mata kanan terletak di sebelah kiri sedang benda yang dilihat oleh mata kiri seakan!akan terletak di sebelah kanan.

+iplopia mono&!lar =iplopia bila melihat benda dengan satu mata.

U2I +IPLOPIA Pasien memakai kacamata dengan filter merah pada mata kanan dan filter hijau pada mata kiri. Pasien diminta melihat satu sumber cahaya dan menyatakan letak lampu merah dan hijau yang terlihat. .ormal lampu terlihat satu. =iplopia heteronym letak bayangan lampu merah di sebelah kiri bayangan biru. =iplopia homonym letak lampu merah di sebelah kanan lampu hijau.

STRABISMUS
Strabismus adalah setiap penyimpangan dari penjajaran ocular yang sempurna oleh karena syarat!syarat penglihatan binokuler normal tidak terpenuhi. Syarat!syarat penglihatan binokuler normal " #. ?aal masing!masing mata harus baik

106

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

%. Posisi kedua mata baik !P kerjasama otot!otot ekstra okuler baik ). ?usi yang baik !P Sistim Saraf Pusat K(,SA?AK,SA S4;,1AS&8S #. ,rah de iasi a. Ke dalam " Bsotropia b. Ke (uar " Bksotropia

c. Ke 1awah " Hypotropia d. Ke ,tas %. &anifestasinya a. b. Strab ismus &anifest Strabismus (aten " Heterotropia " Heterophoria " Hypertropia

). Sudut de iasi a. b. Gomitant .on Gomitant " =e iasi V berbagai arah " =e iasi V berbagai arah

*. Kemampuan fiksasi a. b. 8nilateral " =e iasi pada # mata 1ilateral " =e iasi bergantian 2 alternate3

+. Iaktu berlangsung a. b. Permanen " 4ampak secara konstan Antermitten

107

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

?usi ?usi adalah kemampuan otak membuat # bayangan yang berasal dari kedua matas. ?usi akan hilang bila penglihatan # mata tidak ada. Syarat penghlihatan menjadi sensasi tunggal " #. 1ayangan benda yang jatuh pada kedua fo ea sama dalam semua gradasi. %. 1ayangan benda selalu terletak pada kedua fo ea sentral ). 1ayangan yang diteruskan ke dalam SSP dapat menilai kedua bayangan menjadi bayangan tunggal ,spek ?usi #. ?usi motorik Penyesuaian yang dibuat oleh otak pada saraf otot!otot ekstraokular untuk membawa kedua mata dalam penjajaran bifo ea dan torsional. %. ?usi sensorik Antergrasi bayangan yang dilihat oleh kedua mata di daerah penglihatan sensorik di otak menjadi satu gambaran 4ropia Strabismus yang terjadi pada penghlihatan binokuler ?oria =e iasi yang muncul hanya bila penglihatan binokuler terganggu 2 misal dengan penutupan salah satu mata3

108

209934686.doc by KELOMPOK C 2007

+A0TAR PUSTAKA
#. .urwasis dkk. %55-. Pedoman =iagnostik dan 4erapi S&? Almu Penyakit &ata Bdisi AAA ;S8= =r. Soetomo. Surabaya" ?K 8.,A; %. /aughan, =aniel 0 dkk. %555. 'ftalmologi 8mum Bdisi #*. :akarta" Iidya &edika ). Alyas, Sidharta Prof.dr. Sp&. %557. Almu Penyakit &ata Bdisi Ketiga. :akarta" ?K 8A

109