Anda di halaman 1dari 7

Anatomi Lensa Lensa adalah suatu struktur bikonveks, avaskular tak berwarna dan transparan.

Tebal sekitar 4 mm dan diameternya 9 mm. Dibelakang iris lensa digantung oleh zonula ( zonula innii! yang menghubungkannya dengan korpus siliare. Di sebelah anterior lensa terdapat humor a"uaeus dan disebelah posterior terdapat viterus.

$apsul lensa adalah suatu membran semipermeabel yang dapat dilewati air dan elektrolit. Disebelah depan terdapat selapis epitel subkapsular. %ukleus lensa lebih keras daripada korteksnya. &esuai dengan bertambahnya usia, serat'serat lamelar subepitel terus diproduksi, sehingga lensa lama'kelamaan men(adi kurang elastik. Lensa terdiri dari enam puluh lima persen air, )*+ protein, dan sedikit sekali mineral yang biasa ada di (aringan tubuh lainnya. $andungan kalium lebih tinggi di lensa daripada di kebanyakan (aringan lain. Asam askorbat dan glutation terdapat dalam bentuk teroksidasi maupun tereduksi. Tidak ada serat nyeri, pembuluh darah atau pun sara, di lensa.

-isiologi lensa

-ungsi utama lensa adalah mem,okuskan berkas .ahaya ke retina. /ntuk mem,okuskan .ahaya yang datang dari (auh, otot'otot siliaris relaksasi, menegangkan serat zonula dan memperke.il diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terke.il, daya re,raksi lensa diperke.il sehingga berkas .ahaya paralel atau ter,okus ke retina. /ntuk mem,okuskan .ahaya dari benda dekat, otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan zonula berkurang. $apsul lensa yang elastik kemudian mempengaruhi lensa men(adi lebih s,eris diiringi oleh peningkatan daya biasnya. $er(asama ,isiologik tersebut antara korpus siliaris, zonula, dan lensa untuk mem,okuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. &eiring dengan pertambahan usia, kemampuan re,raksi lensa perlahan'lahan berkurang. &elain itu (uga terdapat ,ungsi re,raksi, yang mana sebagai bagian optik bola mata untuk mem,okuskan sinar ke bintik kuning, lensa menyumbang 012.3' Dioptri. 4etabolisme Lensa %ormal Transparansi lensa dipertahankan oleh keseimbangan air dan kation (sodium dan kalium!. $edua kation berasal dari humour a"ueous dan vitreous. $adar kalium di bagian anterior lensa lebih tinggi di bandingkan posterior. Dan kadar natrium di bagian posterior lebih besar. 5on $ bergerak ke bagian posterior dan keluar ke a"ueous humour, dari luar 5on %a masuk se.ara di,usi dan

bergerak ke bagian anterior untuk menggantikan ion $ dan keluar melalui pompa akti, %a'$ AT6ase, sedangkan kadar kalsium tetap dipertahankan di dalam oleh 7a'AT6ase 4etabolisme lensa melalui glikolsis anaerob (9*+! dan 846'shunt (*+!. 9alur 846 shunt menghasilkan %AD68 untuk biosintesis asam lemak dan ribose, (uga untuk aktivitas glutation reduktase dan aldose reduktase. Aldose reduktse adalah enzim yang merubah glukosa men(adi sorbitol, dan sorbitol dirubah.

DAKRIOSISTITIS
Definisi 5n,eksi dari sakus lakrimalis adalah penyakit umum yang biasanya terdapat pada bayi atau wanita pas.a'menopause. 6aling sering unilateral dan selalu sekunder terhadap obstruksi duktus nasolakrimalis. 6ada banyak kasus dewasa, penyebab obstruksi itu tidak diketahui. Dakriosistitis (arang terdapat pada golongan usia per tengahan ke.uali sesudah trauma atau disebabkan sebuah dakriolit. 6enyembuhan spontan ter(adi setelah dakriolit terlepas, namun biasanya kambuh lagi. Etiologi 6ada bayi, in,eksi menahun menyertai obstruksi duktus nasolakrimalis, namun dakriosistitis akut (arang ter(adi. Dakriosistitis akut pada anak'anak seringkali adalah akibat in,eksi Haemophilus influenzae. 8arus segera diterapi se.ara agresi, karena risiko timbulnya selulitis orbital. Dakriosistitis akut pada orang dewasa biasanya disebabkan Staphylococcus aureus atau kadang'kadang Streptococcus,-hemolyticus. 6ada dakriosistitis menahun, organisme dominan adalah Streptococcus pneumoniae atau (arang sekali, Candida albicansin,eksi .ampur tidak di(umpai. Agen in,eksi dapat ditemukan se.ara mikroskopik dengan memulas hapus kon(ungtiva yang diambil setelah memeras sakus lakrimalis.

Gejala :e(ala utama dakriosistitis adalah berair mata dan belekan (bertahi mata!. 6ada bentuk akut, di daerah sakus lakrimalis terdapat ge(ala radang, sakit, bengkak, dan nyeri tekan. 4ateri purulen dapat diperas dari sakus. 6ada yang menahun, tanda satu'satunya adalah berair mata. 4ateri mukoid biasanya dapat diperas dari sakus. ;ang menarik adalah bahwa dakriosistitis (arang dipersulit oleh kon(ungtivitis, walaupun sakus kon(ungtivae se.ara tetap bermandikan pus (nanah! yang keluar dari pun.tum la.rimale. $adang'kadang timbul ulkus kornea setelah trauma ringan pada kornea pada dakriosistitis pneumoniae. Terapi Dakriosistitis akut biasanya, berespons terhadap antibiotika sistemik yang memadai, dan bentuk menahun sering dapat dipertahankan agar laten dengan tetesan antibiotika. 4eskipun begitu, menghilangkan obstruksi adalah penyembuhan satu'satunya. Pada orang de asa! adanya mukokel adalah pertanda bahwa tempat obstruksi adalah di duktus nasolakrimalis dan bahwa diindikasikan tindakan dakriosistorinostomi" Terbukanya sistem kanalikuli dipastikan (ika mukus atau pus keluar melalui pun.tum seat sakus ditekan. 6emeriksaan hidung penting untuk men(amin .ukupnya ruang drenase antara septum dan dinding lateral hidung. Dakriosistorinostomi meliputi pembentukan anastomosis permanen antara sakus lakrimalis dan hidung. 4ula'mula diadakan insisi di atas krista lakrimalis anterior. Dinding lateral hidung dari tulang dilubangi, dan mukosa, hidung di(ahit pada mukosa sakus lakrimalis. 6endekatan endoskopik melalui hidung memakai laser untuk membentuk lubang antara sakus lakrimalis dan rongga hidung adalah altemati, lain. <erair mata berlebihan (epi,ora! kadang'kadang disebabkan stenosis kanalikuli atau ob' struksi pada batas kanalikulus komunis dan sakus lakrimalis. 6ada kasus manapun, kompresi pada sakus tidak berakibat keluarnya .airan, mukus, atau pus melalui pun.ta, dan tidak ada mukokel. 5ntubasi dan irigasi dari sistem kanalikuli dengan kanula lakrimal dan studi sinar= dengan media kontras (dakriosistogra,i! dapat menetapkan tempat obstruksi. >bstruksi kanalikuli biasa dapat diobati dengan intubasi saluran'saluran itu dengan step silikon untuk )'? bulan.

Terapi parut obstruksi tebal akan mengharuskan dilakukannya dakriosistorinostomi dan kanalikuloplasti dengan intubasi sili.on dari sistem kanalikuli. 6ada dakriosistitis infantil! tempat stenosis biasanya pada valvula 8asner. Tiadanya kanalisasi adalah ke(adian umum (4'@+ dari neonatus!, namun biasanya duktus itu mernbuka se.ara spontan dalam bulan pertama. &akus lakrimalis yang ditekan kuat kadang'kadang dapat merobek membran sehingga terbuka. 9ika stenosis menetap lebih dari ? bulan, atau (ika timbul dakriosistitis, maka diindikasikan pelebaran duktus dengan probe. &atu kali tindakan e,ekti, pada @*+ kasus. &isanya hampir selalu dapat disembuhkan pada tindakan ulangan, dengan merusak .on.ha in,erior ke dalam, atau dengan bidai lakrimal silikon temporer. Tindakan pelebaran (angan dilakukan bila ada in,eksi akut. Tindakan ini kurang berhasil pada orang dewasa

DAKRIOADE#ITIS
De,inisi 4erupakan peradangan kelen(ar lakrimal, dapat dalam bentuk unilateral ataupun bilateral. Atiologi Dakrioadenitis dapat ber(alan akut ataupun kronis. 5n,eksi akut dan kronis dapat ter(adi akibat in,eksi B $irus B parotitis, herper zoster, virus A78>, dan virus sitomegali. 6ada anak dapat terlihat sebagai komplikasi in,eksi kelen(ar air liur, .ampak, in,luenza. %akteri B Staphylococcus aureus, streptokok gonokok. Dakrioadenitis dapat ter(adi akibat in,eksi retrogad kon(ungtivitis. Trauma tembus dapat menimbulkan reaksi radang pada kelen(ar lakrimal ini. &amur B histoplasmosis, aktinomises, blastomikosis, nokardiosis dan sporotrikosis. Sarkoid dan idiopati. Dakrioadenitis menahun sekunder dapat ter(adi akibat penyakit 8odgin, tuber.ulosis, mononu.leosis in,eksiosa, leukemia lim,atik dan lim,osarkoma. :e(ala Dakrioadenitis akut

&akit di daerah glandula lakrimal kelopak mata bengkak kon(ungtiva kemotik dengan belek bila mata bergerak akan memberikan sakit dengan pembesaran kelen(ar preaurikel <ila kelopak mata dibalik tampak pembengkakan berwarna merah di bawah kelopak mata atas temporal

Dakrioadenitis kronis (menahun! Terdapat gambaran yang hampir sama dengan keadaan akut tetapi tidak disertai rasa nyeri. <ila pembengkakan .ukup besar, bola mata terdorong ke bawah nasal tetapi (arang ter(adi proptosis. Terapi 6engobatan biasanya dimulai dengan kompres hangat, antibioti. sistemik dan bila terlihat abses maka dilakukan insisi. <ila disebabkan oleh radang yang menahun maka diberikan pengobatan yang sesuai.