Anda di halaman 1dari 42

Pembimbing: Dr. Hediana Ferlanti, Sp. A. Disusun Oleh : Fazmial Rakhmawati 110.2009.

110

PRESENTASI KASUS

Rheumatic Heart Disease

STATUS PASIEN
Identitas Pasien
Nama Umur Berat Badan Jenis Kelamin Agama An. M.A.R 3 Tahun 14 Kg Laki-laki ISLAM

Alamat
Masuk RS

Jl. GG citra RT/RW 12/7 Kel.Gedong Pasar Rebo


20-08-2013 pukul 11:42 WIB

Identitas Orang Tua


Ayah Nama Agama Pekerjaan Tn. M ISLAM Swasta Ibu Ny. S ISLAM Ibu Rumah Tangga Anak Kandung

Hubungan dengan orang tua

ANAMNESIS
Alloanamnesis dengan ibu pasien pada tanggal 04 September 2013. A. KELUHAN UTAMA Sesak Nafas sejak 2 minggu SMRS B. KELUHAN TAMBAHAN Bengkak di seluruh tubuh, Demam, batuk, pilek

ANAMNESIS
C. RIWAYAT PNYAKIT SEKARANG
3 minggu SRMS 1 minggu SMRS 3 hari SMRS
20/08/13 Dibawa ke RS

sesak nafas, sesak dipengaruhi aktifitas (bermain), demam naik turun, Batuk, pilek. Dibawa ke puskesmas didiagnosis ISPA

(tidak ada perubahan) sesak bertambah, demam masih naik turun, batuk pilek (+),, sembab pada wajah dan bengkak pada kedua tungkai, mual(),Muntah (-), lemas.

Sesak bertambah berat, sesak timbul walaupun pasien sedang beristirahat, sempat terbangun dari tidur karena sesak, Demam masih naik turun. Mual(+), muntah(-) batuk (+), pilek (-). Kaki bertambah bengkak, perut dan kemaluan pasien juga ikut membesar. Jantung berdeba-debar BAK sedikit, dan BAB tidak ada keluhan. Nafsu makan pasien juga menurun.

ANAMNESIS
D. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
Penyakit
Alergi Asma Penyakit Jantung Demam Typhoid Kejang

Umur
1 tahun -

Pasien pernah di rawat sebelumnya karena Demam tifoid ketika usia 1 tahun selama 6 hari.

ANAMNESIS

E. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Nenek dan paman pasien pernah mempunyaipenyakit dengan gejala yang sama

ANAMNESIS
F. RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
KEHAMILAN Morbiditas kehamilan Perawatan antenatal KELAHIRAN Tempat kelahiran Penolong persalinan Cara persalinan Masa gestasi Keadaan bayi Rutin kontrol Rumah bersalin Bidan SC a/i KPD Cukup bulan (39 minggu) o o o o Berat lahir Panjang Lingkar kepala : 3100 gr : 47 cm :-

Langsung menangis : Ya ::-

o Nilai APGAR Kesan: Riwayat kehamilan dan persalinan baik. o Kelainan bawaan

ANAMNESIS
G. RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Pertumbuhan gigi I : 6 bulan (Normal 5-9 bulan) Gangguan perkembangan mental : Tidak ada Psikomotor Tengkurap Duduk Berdiri Berjalan Bicara

: 6 bulan : 7 bulan : 9 bulan : 13 bulan : 18 bulan

(Normal: 6-9 bulan) (Normal: 6-9 bulan) (Normal: 9-12 bulan) (Normal: 12-18 bulan) (Normal: 12-18 bulan)

Kesan: Riwayat perkembangan baik.

ANAMNESIS
H. RIWAYAT MAKANAN
Umur (bln) ASI/PASI Buah/biskuit Bubur susu Nasi tim

0 2 4 6

- 2 - 4 - 6 - 8

- 10

10 - 12

Umur di atas 1 tahun


Jenis makanan Frekuensi dan jumlah

Nasi/pengganti
Sayur Daging Telur Ikan Tahu Tempe Susu

Sering, 3x / hr
3x / minggu Sering, 2x / hari Sering, 2x / hari Jarang, 3x / minggu Jarang, 3x / minggu Jarang, 1x / minggu Sering, 4-5 botol / hari

Kesulitan makan : ( - ) Kesan : Kualitas dan kuantitas makanan baik

ANAMNESIS
I. RIWAYAT IMUNISASI DASAR Imunisasi dilakukan di Puskesmas
BCG HEPATITIS B DPT POLIO CAMPAK 1 bulan 0,1 bulan 2, 3, 4 bulan 1, 2, 3, 4 bulan 9 bulan

Kesan : Imunisasi lengkap.

PEMERIKSAAN FISIK
Dilakukan pada tanggal 04 september 2013 di ruang mawar RSUD Pasar Rebo, Pukul 15.00 WIB.
Keadaan umum Kesadaran Tanda Vital Tekanan Darah Nadi Frekuensi napas Suhu : Sedang : Compos mentis

: 100/70 mmHg : 136 x/menit : 46 x/menit : 36,5 0C

PEMERIKSAAN FISIK

Kepala Mata

Telinga Hidung deviasi (-) Bibir : Bibir kering dan pecah- pecah (-), sianosis (-) Lidah : Bercak- bercak putih pada lidah (-), tremor (-) Tenggorokan : Tonsil T1- T1 tenang, faring hiperemis (+) Leher : Trakea terletak ditengah, KGB tidak teraba membesar, kel. tiroid tidak teraba membesar

: Normocephali, rambut hitam merata, tidak mudah dicabut : Pupil bulat isokor Conjungtiva anemis -/Sklera ikterik -/: Bentuk normal, sekret (-), serumen (-) : Bentuk normal, nafas cuping hidung (-), sekret (-), septum

PEMERIKSAAN FISIK
Toraks Paru I :Bentuk dada normal, pernapasan asimetris, retraksi sela iga (+) P : Vokal Fremitus kanan > kiri P : Sonor pada ICS 1,2,3,4 kanan dan kiri, redup pada 5 & 6 kiri A : Suara napas vesikuler, sura nafas melemah pada ICS 5 & 6 kiri ronki halus (+/+), wheezing (-/-)

PEMERIKSAAN FISIK
Jantung

I :Ictus cordis tidak terlihat P :Ictus cordis teraba di sela iga ke 5, linea mid clavikula sinistra. P :Batas jantung atas ICS II Batas jantung kanan linea sternalis dextra Batas jantung kiri ICS VI linea axillaris anterior sinistra A :BJ I-II Reguler M(-) G(-)

C. Abdomen Inspeksi : Cembung, venektasi(-) Palpasi : Lemas, nyeri tekan (-) di epigastrium, hepar teraba 3 jari di bawah arcus costae tepi tumpul permukaan rata, konsistensi kenyal, lien tidak teraba, turgor kulit normal. Perkusi : Shiftting Dullness (+) Auskultasi : Bising usus (+) normal
Extremitas Kulit : Akral hangat, oedem pada seluruh tubuh : petechie (-), pucat (-), cyanosis (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
20/08/2013
Hb

25/082013 : 10,8 g/dl : 34% : 10750/mm : 265.000/mm : 2mm/jam(<


Hb

Hematokrit Leukosit Trombosit LED 10 mm/jam)

Hematokrit Leukosit Trombosit

: 12,0 g/dl : 37% : 9800/mm : 330.000/mm

23/082013 Titer ASTO : + 400

PEMERIKSAAN PENUNJANG
ELEKTROLIT
Na+ Elektrolit/ Tanggal 20-08-13 133 21-08-13 138 25-0-8-13 133

K+
iCa++ pH

4.0
-

3.8
0.92 7.43

3.1
1.10 -

pCO2 pO2
TCO2 HCO3-

20 126
14.2 13,6

HCO3- stand
BE ecf

18.1
-10.9

BE
SO2

-8.8
99

PEMERIKSAAN PENUNJANG
URINALISA
Warna
Kejernihan pH BJ Glukosa Bilirubin Keton Darah / Hb Protein Urobilinogen Nitrit Leukosit SEDIMEN 6.0 1.025 -/negatif -/negtif -/negatif -/negatif 20-08-13 14-05-2012 08.24

Kuning
Jernih

Kuning
Agak keruh 6.0 1.015 -/negatif -/negatf -/negatif ++ -/negatif -/negati -/negatif ++

Leukosit
Eritrosit Silinder Sel epitel Kristal Bakteri Lain-lain

6-10
10-15 -/negatif + Ca oksalat +2 + -/negatif

PEMERIKSAAN PENUNJANG
FUNGSI HATI 20-08-2013 SGPT/ALAT 52 U/I SGOT/ASAT 102 U/I Albumin 2.9 g/dl Globulin 2.4 g/dl FUNGSI GINJAL 20-08-2013 Ureum 20.9 mg/dl Kreatinin darah 0.6 mg/dl GLUKOSA DARAH SEWAKTU 20-08-2013 GDS : 265
LEMAK (20/08/2013) Cholesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Trygliserde Urid Acid (21/08/2013) Colesterol HDL Cholesterol LDL Cholesterol Trygliserde Urid Acid

: 123 mg/dl (<200 mg/dl) : 13 mg/dl (>55 mg/dl) : 70 mg/dl (<130 mg/dl) : 200 mg/dl (<150 mg/dl) :(3,5-7 mg/dl)

: 119 mg/dl (<200 mg/dl) : 20 mg/dl (>55 mg/dl) : 61 mg/dl (<130 mg/dl) : 192 mg/dl (<150 mg/dl) :(3,5-7 mg/dl)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN RONTGEN

Kesan : CTR 60%

PEMERIKSAAN PENUNJANG

KESAN: refered for evaluation of bacterial endocarditis, AML dan PML prolaps -> MR mild and TR mild

VI. DIAGNOSA KERJA Reumatic heart disease VII. DIAGNOSA BANDING Endokarditis infektif GNAPS Decompensasi cordis

IX. KOMPLIKASI Congestive Heart Failure

V.III PENATALAKSANAAN KAEN 1 B 10 tpm Ambroxol 3 x cth Phenoximethyl peniciline Prednison 4 x 2 tab (2 minggu- tappering off) Lasix 2 x 15 Digoxin 1x tab Inh N3 BR15 X. PROGNOSIS Ad vitam : dubia ad Bonam Ad fungtionam : dubia ad malam Ad sanationam : dubia

FOLLOW UP
Tanggal S O: Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Pernapasan 05 sept 2013 Sesak berkurang, batuk (+) demam (-) Tampak sakit sedang Compos mentis 100/70 mmHg 132 x/menit irreguler, isi dan tegangan cukup. 32 x/ menit

Temperatur
Kepala Mata Leher Thorax: Jantung

36.7 0C
Normochepal Conjungtiva palpebra pucat (-), Sklera ikterik (-) Pembesaran KGB (-) BJ I- II reguler mumur(-) gallop(-) Vesikuler +/+, ronkhi basah halus +/+, wheezing (-) Cembung, lemas, nyeri tekan (-) epigastium, hepar teraba 2 jari di bawah arcus costae tepi tumpul permukaan rata konsistensi kenyal, lien tidak

Paru
Abdomen Genitalia Ekstremitas A P

teraba, shifting dullness (+), bising usus (+) normal


Edema scrotum (-) Edema pretibia (-)

RHD Istirahat O2 3 liter/mnt Lasix 2x 15 Digoxin 1 x tab Prednison 2 x 4 Ambroxol

FOLLOW UP
Sesak berkurang, batuk (+) demam (-) Tampak sakit sedang Compos mentis 100/70 mmHg 132 x/menit irreguler, isi dan tegangan cukup. 32 x/ menit 36.7 0C

06/09/13

07/09/13

Sesak (+), batuk (+) demam (-) Tampak sakit sedang Compos mentis 90/70 mmHg 132 x/menit irreguler, isi dan tegangan cukup. 38 x/ menit 36,6 0C Sesak(+), batuk (+) demam (-) Tampak sakit sedang Compos mentis 100/70 mmHg 130 x/menit irreguler, isi dan tegangan cukup. 42 x/ menit 37,1 0C

08/09/13

FOLLOW UP
Sesak (+), batuk (-) demam (-) Baik Compos mentis 100/70 mmHg 132x/menit 46 x/ menit 37,3 0C

09/09/13

10/09/13

Sesak berkurang, batuk (-) demam (-) Baik Compos mentis 100/70 mmHg 126x/menit 28 x/ menit 37,3 0C11/09/13

ANALISIS KASUS
DIAGNOSIS ditegakan berdasarkan : Kriteria Jones Didapatkan 1 kriteria mayor dan 2 kriteria minor: Karditis Demam Titer ASTO +400 Dari hasil pemeriksaan Echo didapatkan kesan: refered for evaluation of bacterial endocarditis, AML dan PML prolaps ,MR mild and TR mild

TINJAUAN PUSTAKA

Penyakit Jantung Rematik


I.1 Definisi PJR Menurut WHO, Penyakit Jantung Rematik (PJR) adalah cacat jantung akibat karditis rematik. Menurut Afif. A (2008), Penyakit Jantung Rematik (PJR) adalah penyakit jantung sebagai akibat adanya gejala sisa (sekuele) dari Demam Rematik (DR), yang ditandai dengan terjadinya cacat katup jantung.

Penyakit Jantung Rematik

ETIOLOGI Penyakit jantung rematik merupakan sisa dari demam rematik yang disebabkan oleh streptokokus beta hemolitikus grup A.

Penyakit Jantung Rematik

Patogenesis

Penyakit Jantung Rematik


GEJALA MAJOR Poliartritis Karditis Chorea Nodul Subkutan Klinis: Athralgia Demam Riwayat DR/PJR Laboratorium : Peninggian reaksi fase akut pernah menderita GEJALA MINOR

. marginatum Eritema

(LED meningkat dan atau C reactive protein) Interval PR memanjang

Diagnosis DR/PJR didasarkan adanya: Dua gejala mayor dan satu gejala Satu gejala mayor dengan dua minor

Penyakit Jantung Rematik


TERAPI Pengobatan terhadap DR/PJR ditunjukkan pada 3 hal yaitu: 1)Pencegahan primer pada saat serangan Demam Rematik. 2) Penegahan skunder Demam Rematik. 3) Menghilangkan gejala yang menyertainya, seperti tirah baring, penggunaan antiinflamasi, penatalaksanaan gagal jantung

Penyakit Jantung Reamatik


Cara pemberian Pencegahan Jenis Antibiotik pengobatan Dosis terhadap faringitis Frekuensi streptokokus untuk primer:

mencegah serangan primer demam reumatik Intramuskuler Benzatin PNC G 1,2 juta unit (600.000 untuk BB < 27 kg) unit Satu kali

Oral

Penisilin V

250 unit

mg/400.000

4 kali sehari selama 10 hari

Eritromisin

40 mg/kg BB/hari

3-4 kali sehari (jangan lebih dari 1 gr/hari) selama 10 hari

Pencegahan sekunder : pencegahan berulangnya demam reumatik Intramuskuler Benzatin PNC G 1,2 juta unit Setiap minggu Oral Penisilin V Sulfadiazin Eritromisin 250 mg 500 mg 250 mg 2 kali sehari Sekali sehari 2 kali sehari 3-4

Penyakit Jantung Rematik


1. Rekomendasi Penggunaan Anti Inflamasi Hanya Karditis Prednison 0 Karditis minimal 0 Karditis sedang Karditis berat

2-4 minggu 2-4 minggu

Aspirin

1-2 minggu

2-4 minggu

6-8 minggu 2-4 bulan

Penyakit Jantung Rematik


PROGNOSIS Prognosis pasien terutama ditentukan kelainan pada jantung pada fase akut, serta adanya gejala sisa kelainan katup jantung. Prognosis lebih buruk pada pasien berumur di bawah 6 tahun atau bila pemberian profilaksis sekunder tidak adekuat sehingga terdapat kemungkinan terjadinya reaktivasi penyakit. Prognosis penyakit ini bervariasi. Gangguan dapat saja ringan, tanpa gejala, atau menjadi berat. Riwayat yang banyak terjadi pada mitral stenosis adalah: Timbulnya murmur 10 tahun setelah masa demam rematik 10 tahun berikutnya gejala berkembang 10 tahun berikutnya sebelum penderita mengalami sakit serius.

Gambaran kelainan katup


B. STENOSIS KATUP MITRAL
Dalam keadaan pembukaan katup antara 4-6 cm2 normal luas mitral berkisar

Apabila luas pembukaan katup mitral ini 2 cm2 (mild stenosis), maka sudah mulai timbul perubahan hemodinamik, dimana darah dari atrium kiri tidak dapat masuk ke ventrikel kiri Apabila pembukaan katup mitral < 1 cm2 (stenosis mitral berat), darah dari 1 hipertrofi atrium kiri atrium kiri kembali ke ventrikel kanan 2 dilatasi atrium kiri dan paru 3 kongesti vena pulmonalis 4 kongesti paru-paru 5 hipertensi pulmonalis 6 hipertrofi ventrikel kanan

Gambaran kelainan katup


A. INSUFISIENSI KATUP MITRAL

Gambaran kelainan katup


C. INSUFISIENSI KATUP AORTA
Sebagian darah yang dipompa oleh ventrikel kiri ke aorta akan kembali (regurgitasi) ke ventrikel kiri akibat kebocoran katup aorta. Akibatnya ventrikel kiri menderita beban volume sehingga mengalami dilatasi. Untuk mempertahankan curah jantung, maka ventrikel kiri bekerja lebih kuat memompa darah, sehingga akhirnya terjadi pula hipertrofi ventrikel kiri.

DAFTAR PUSTAKA
Branch, William T., R. Wayna Alexande, Robert C. Schlant, and J. Wilis Hurst. 2000. Cardiology in Primary Care. Singapore : McGraw Hill. Kisworo, B. 1997. Demam Rematik. Cermin Dunia Kedokteran No. 116. Hal: 25-28. Afif A. Demam Rematik dan Penyakit Jantung Rematik Permasalahan Indonesia. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Disertasi [Article on the internet] 2008. [cited on 29 October 2012]. Available from: http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/750. Chin TK. Pediatric Rheumatic Heart Disease. Medscape [Article on the internet] 2012. [cited on 29 October 2012]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/891897-overview#showall. Marijon E, Celermajer DS, Tafflet M, Jani DN, Ferreira B, et al. Rheumatic Heart Disease Screening by Echocardiography: The Inadequacy of World Health Organization Criteria for Optimizing the Diagnosis of Subclinical Disease. AHA Journals. [data base on the internet] 2009. [cited on 29 October 2012]. Available from: http://circ.ahajournals.org/content/120/8/663.full.pdf. Brown A, Maguire G, Walsh W. Australian guideline for prevention, diagnosis and management of acute rheumatic fever and rheumatic heart disease. 2nd edition). The National Heart Foundation of Australia and the Cardiac Society of Australia and New Zealand. [Article on the internet] 2012. [cited on 29 October 2012]. Available from: http://www.rhdaustralia.org.au/sites/default/files/guideline_0.pdf. Kliegman RM, Stanton BF, Geme JW.St, Schor NF, Behrman RE. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th Edition. [texs book] 2011. Philadelphia: Elsevier. Brown A, Walsh W. Diagnosis and management of acute rheumatic fever and rheumatic heart disease in Australia. The National Heart Foundation of Australia and the Cardiac Society of Australia and New Zealand. [Article on the internet] 2006. [cited on 29 October 2012]. Available from: http://www.heartfoundation.org.au/SiteCollectionDocuments/DiagnosisManagement-AcuteRheumatic-Fever.pdf. Chin TK. Pediatric Rheumatic Heart Disease. Medscape [Article on the internet] 2012. [cited on 29 October 2012]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/891897-overview#showall. Burke AP. Pathology of Rheumatic Heart Disease. Medscape [Article on the internet] 2012. [cited on 29 October 2012]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1962779-overview#showall. Arif Heru, Wito E. Putra. Penyakit Jantung Rematik. 2012. | 18 KKS Ilmu Kesehatan Anak RSUD DR. RM. Djoelham - Binjai Rheumatic Fever and Rheumatic Heart Disease : Report of a WHO Expert Consultation. WHO technical report series. [Article on the internet] 2004. [cited on November 4, 2012]. Available from: http://whqlibdoc.who.int/trs/WHO_TRS_923.pdf.