Anda di halaman 1dari 50

ANESTHESIA

dan

ANALGESIA

dr. H. Pandit Sarosa H. Sp.An(K)

AKU TIDAK TAKUT MATI ! TETAPI AKU SETENGAH MATI TAKUT AKAN MENDERITA NYERI SEBELUM DAN MENJELANG KEMATIANKU

DEFINISI
ANESTHESIA : HILANGNYA SELURUH MODALITAS DARI SENSASI YANG MELIPUTI SENSASI SAKIT/NYERI : RABAAN ; SUHU ; POSISI/PROPRIOSEPTIF. ANALGESIA: HILANGNYA SENSASI SAKIT/NYERI [SAJA] WALAUPUN MODALITAS YANG LAIN MASIH TETAP ADA.

DEFINISI
GENERAL ANESTHESIA :
HILANGNYA SEMUA BENTUK SENSASI DISELURUH TUBUH DAN DISERTAI HILANGNYA KESADARAN (DALAM PERIODE TERTENTU / DAN MAMPU PULIH SADAR ).

ANESTHESIOLOGY :

ADALAH CABANG ILMU KEDOKTERAN ATAU ILMU PENGETAHUAN YANG MELIPUTI :


PEMBERIAN ANESTESIA. PERAWATAN / TERAPI INTENSIF. TERAPI NYERI / PERAWATAN NYERI. TERAPI INHALASI.

DEFINISI TRIAS / TRIAD ANESTHESIA :


HIPNOTIK. ANALGETIK. RELAKSASI (SUPRESI REFLEKS ).

DEFINISI
PAIN :
PAIN IS UNPLEASANT SENSORY AND EMOSIONAL
EXPERIENCE ASSOCIATED WITH ACTUAL OR POTENSIAL TISSUE DAMAGED OR DESCRIBED TERMS OF SUCH DAMAGE.

NYERI ADALAH SUATU SENSORIAL DAN

PENGALAMAN EMOSIONAL YANG TIDAK MENYENANGKAN AKIBAT KERUSAKAN JARINGAN YANG NYATA ATAU BERPOTENSI RUSAK ATAU TERGAMBARKAN SEPERTI ITU.

BIGELOW : ( AHLI BEDAH ) MENULIS PADA BATU NISAN ;

T.G. MORTON # INVENTOR AND REVEALER OF : ANESTHETIC INHALATION . BEFORE WHOM , IN ALL TIME , SURGERY WAS AGONY. BY WHOM , PAIN IN SURGERY WAS AVERTED AND ANNULED . SINCE WHOM , SCIENCE HAS CONTROL OF PAIN ! #

MACAM TEKNIK ANESTHESIA


1 . LOKAL ANESTHESIA .

2 . GENERAL ANESTHESIA . 3 . REGIONAL ANESTHESIA . ( NEUROAXIAL BLOCK ) .


SPINAL ( SUB ARACHNOID BLOCK ) . EPIDURAL . CAUDAL.

4 . BALANCED ANESTHESIA .

5 . NEUROLEPT ANESTHESIA . 6 . DISSOCIATIVE ANESTHESIA

PENATALAKSANAAN ANESTHESIA
LOKAL ANESTHESIA [ BAGI YG KOOPERATIF ] GENERAL

PENATALAKSANAAN ANESTHESIA
GENERAL :
INDUKSI :
INHALASI . INTRAVENA / INTRAMUSCULAIR . RECTAL .

INTUBASI :

AWAKE . INHALASI . RELAKSASI ; DENGAN PENGGUNAAN OBAT PELUMPUH OTOT .

PENATALAKSANAAN ANESTHESIA TEKNIK : FACEMASK . INTUBASI ENDO / NASOTRACHEAL

THE TEN RULES OF ANESTHESIA


1. DO AN ADEQUATE PREOPERATIVE ASSESEMENT 2. STARVE HIM 3. PUT HIM ON TIPPING TABLE 4. CHECK YOUR MACHINE AND CYLINDER BEFORE YOU START. 5. KEEP A SUCKER INSTANLY . 6. KEEP HIS AIRWAY CLEAR . 7. BE READY TO CONTROL HIS VENTILATION. 8. HAVE A VEIN OPEN. 9. CHECK HIS PULSE AND BLOOD PRESSURE. 10.ALWAYS HAVE SOME ONE WHO CAN APPLY CRICOID PRESSURE.

CREDO PERHIMPUNAN ANESTHESIOLOGIST


@ THE ASSOCIATION OF ANESTHETIST OF BRITAIN AND IRELAND # IN SOMNO SECURITAS # ( SAFETY IN SLEEP ). @ THE AMERICAN SOCIETY OF ANESTHESIOLOGIST . # VIGILANCE #

@ THE EUROPEAN ACADEMY OF ANESTHESIOLOGY . # DORMITAS PROTEGO #


@ THE NEW COLLEGE OF ANAESTHETISTS ( THE FACULTY OF ANAESTHETISTS OF THE ROYAL COLLEGE OF SURGEON OFENGLAND ) # DEVINUM SEDARE DOLOREM # ( PRAISWORTHY TO RELIEVE PAIN ) @ IKATAN DOKTER SPESIALIS ANESTESI INDONESIA .( IDSAI ) # WASPADA DASA NETRA # .

THE STAGE OF ETHER ANAESTHESIA [ STADIUM KEDALAMAN ANESTESI DENGAN ETHER INHALASI ]

STAGE I STADIUM ANALGESIA STAGE II STADIUM DELIRIUM / UNCONSCIOUS STAGE III STADIUM SURGICAL ANESTHESIA STAGE IV STADIUM MEDULLARY PARALYSIS

GEJALA TOKSISITAS OBAT LOKAL ANESTESI


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. CIRCUMFORAL NUMBNESS. TINNITUS LIGHT HEADEDNESS. VISUAL DISTURBANCES ANXIETY. MUSCLE TWITCHING. GRAND MAL CONVULSION. COMA. RESPIRATORY ARREST. CARDIOVASCULAIR DEPRESION.

TERAPI
1. JALAN NAFAS
i. PASTIKAN BERSIH ii. K/P SUCTION.

2. PERNAFASAN
i. OKSIGENASI LEWAT MASKER, VENTILASI YG ADEQUAT. ii. K/P VENTILASI BUATAN.

TERAPI
3. SIRKULASI
i. NAIKKAN KEDUA KAKI. ii. PASANG INFUS. iii. K/P PEMBERIAN OBAT OBAT KARDIOTONIKA.

4. OBAT - OBATAN YG LAIN (ANTI KEJANG )


i. ii. iii. iv. DIAZEPAM PENTHOTAL. PELUMPUH OTOT. OBAT KARDIOTONIKA.

HENTI SIRKULASI (CARDIAC ARREST) DAPAT DISEBABKAN


1. 2. 3. 4. FIBRILASI VENTRIKEL PRIMER. 0 MENIT. ASYSTOLE PRIMER 0 MENIT. ANOKSIA 2 3 MENIT. ASFIKSIA / OBSTRUKSI JLN NAFAS / APNEU 5 12 MENIT. EKSANGUINASI. GAGAL FUNGSI PARU . SYOK . GAGAL FUNGSI OTAK .

5. 6. 7. 8.

HENTI SIRKULASI
SAMPAI 5 MENIT AKAN TERJADI MATI SURI & BILA TERATASI PASIEN MASIH BISA SADAR, NAFAS SPONTAN & NEUROLOGI NORMAL

SAMPAI 10 MENIT PASIEN SADAR ATAU STUPOR, NAFAS SPONTAN , TERJADI DEFICIT NEUROLOGIS

HENTI SIRKULASI
SAMPAI 15 MENIT PASIEN KESADARAN MENURUN, STATUS VEGETATIF, NAFAS SPONTAN, EEG ABNORMAL SAMPAI 2O MENIT PASIEN APNEU, TIDAK SADAR, MATI OTAK, EEG ISO ELEKTRIK

RESUSITASI
Resusitasi adalah pengembalian (reversing) proses akut yang menuju kematian Dalam Pelaksanaannya resusitasi dilakukan untuk mencegah mati klinis (mati suri, otak berhenti berfungsi) menjadi mati biologis ( otak dan organ vital rusak irreversibel Resusitasi Jantung Paru dilakukan jika terjadi 1. Respiratory arrest / apneu / henti nafas 2. Cardiac arrest / henti jantung

KEMATIAN KARENA ANESTESI .


( PERTAMA YG DILAPORKAN )

NAMA JENIS UMUR OPERASI

ANESTESI TEMPAT WAKTU

: HANNAH GREENER : WANITA : 15 TAHUN. : EKSTRAKSI KUKU IBU JARI KAKI . : CHLOROFORM . : COUNTY DURHAM [ UNITED KINGDOM ]. : JANUARI 1848 .

NB : CHLOROFORM DIGUNAKAN PERTAMA KALI THN 1846 OLEH JAMES SIMSONS AHLI KEBIDANAN SCOTLANDIA.

POPULER DIGUNAKAN QUEEN VICTORIA SAAT MELAHIRKAN PRINCE LEOPORD (1847).

MEKANISME NYERI AKUT


1.TRANSDUKSI PEMPROSESAN DARI RANGSANG ( PANAS , TEKANAN KIMIAWI ) OLEH RESEPTOR, DIPROSES MENJADI IMPULS LISTRIK YG BISA DITERUSKAN KE SSP. 2. TRANSMISI PROSES PENJALARAN IMPULS KE SSP (CORTEX CEREBRI) MELEWATI LINTASAN LINTASAN TERTENTU: TRAKTUS SPINOTHALAMIKUS.

MEKANISME NYERI AKUT


3. MODULASI

TERJADI INTERAKSI ANTARA ANALGESIK ENDOGEN ( OPIOID ENDOGEN, SEROTONERGIK , NORADRENERGIK ). DENGAN INPUT NYERI YG MASUK KE KORNU POSTERIOR.
4. PERSEPSI

PEMBACAAN IMPULS SEHINGGA TERJADI SENSASI NYERI.

DEFINISI
KESIMPULAN :
1. NYERI MERUPAKAN SENSORIAL YG TDK MENYENANGKAN. 2. PENGALAMAN EMOSIONAL YG MELIBATKAN AFEKTIF. 3. KERUSAKAN JARINGAN YG NYATA. ( NYERI AKUT) 4. TANPA KERUSAKAN JARINGAN YG NYATA TETAPI PENDERITA MENGGAMBARKANNYA [DESCRIBED IN TERMS OF SUCH DAMAGED]