Anda di halaman 1dari 12

Satuan Acara Penyuluhan (SAP) SEKS BEBAS

Masalah Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Waktu Hari/Tanggal Tempat : Kurangnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas : Seks Bebas di Kalangan Remaja : Bahaya Seks Bebas Bagi Kesehatan : Siswa dan Siswi SMUN 8 Yogyakarta : 30 menit : Sabtu, 22 Januari 2011 : SMUN 8 Yogyakarta

I.

Tujuan Intruksional Umum (TIU)/Kompetensi Dasar Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan siswa dan siswi SMUN 8 Yogyakarta dapat mengerti tentang bahaya seks bebas.

II. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)/Indikator Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan selama 30 menit, diharapkan siswa dan siswi SMUN 8 Yogyakarta akan dapat: 1. Mengerti arti dari seks bebas 2. Mengetahui faktor penyebab seks bebas 3. Mengetahui cara-cara pencegahan seks bebas 4. Mengetahui bahaya seks bebas

III. Pokok Materi 1. Pengertian seks bebas 2. Faktor penyebab seks bebas 3. Cara-cara pencegahan seks bebas 4. Bahaya seks bebas IV. Kegiatan Belajar Mengajar Metode : Penyuluhan, Tanya jawab Langkah-langkah kegiatan
1

No 1.

Waktu 2 menit

Kegiatan Penyuluhan Pembukaan: 1. Memberi salam 2. Menjelaskan penyuluhan 3. Menyebutkan bahasan disampaikan materi/pokok yang akan

Kegiatan Peserta

Menjawab salam tujuan Mendengarkan dan Memperhatikan

2.

15 menit

Pelaksanaan: Menjelaskan materi penyuluhan secara berurutan dan teratur. Materi : 1. Pengertian Seks Bebas 2. Faktor Penyebab Seks Bebas 3. Pencegahan Seks Bebas 4. Bahaya Seks Bebas Menyimak Memperhatikan dan

3.

6 menit

Evaluasi : Meminta siswa atau dan siswi

menjelaskan kembali :

menyebutkan Merespon, Bertanya Menjawab Pertanyaan dan

1. Pengertian Seks Bebas 2. Faktor Penyebab Seks Bebas 3. Pencegahan Seks Bebas 4. Bahaya Seks Bebas -Memberikan kesempatan kepada

responden untuk bertanya -Memberikan responden kesempatan untuk kepada menjawab

pertanyaan yang dilontarkan -Memberikan pujian atas keberhasilan responden dalam menjelaskan

pertanyaan dan menjawab pertanyaan. 4. 5 menit Penutup: -Menyimpulkan materi yang telah disampaikan -Menyampaikan terimakasih atas perhatian dan waktu yang telah diberikan kepada peserta -Mengucapkan salam Menjawab Salam

V. Media dan Sumber Media Sumber : Leaflet : Dr.H.Boyke Dian Nugraha, SpOG,MARS. Ginekologi dan Konsultan. Jakarta, 2000. Wijayanto, Iip. Cinta Antara Realita Seks Pra-Nikah. Jogjakarta, 2008. http://workshopsalamaa.wordpress.com/2007/04/11/seks-bebas-remajaindonesia-merajalela http://ruuappri.blogsome.com/2006/05/23/mengatasi-perilaku-seks-bebas-2/ http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=19232 http://www.healthac.org/shortguides/shortguides_indonesian.html

VI. Evaluasi 1. Prosedur 2. Jenis Test 3. Butir soal : post test : pertanyaan secara lisan : 4 soal 1) Sebutkan pengertian seks bebas? 2) Apa saja faktor penyebab seks bebas? 3) Bagaimana cara-cara pencegahan seks bebas? 4) Apa saja bahaya seks bebas?

VII.Lampiran Materi dan Media


3

Lampiran Materi
A. Pengertian Seks Bebas Seks bebas adalah hubungan seks atau hubungan badan diluar nikah. Tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar nikah. Dalam islam seks bebas atau hubungan badan diluar nikah disebut zina. Seks bebas dapat diartikan sebagai hubungan kelamin yang dilakukan secara bebas (berganti-ganti pasangan) yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di masyarakat.

B. Faktor Penyebab Seks Bebas Sebagian kecil yang melakukan hubungan seks diluar nikah disebabkan karena ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan sebelum seseorang berani melakukan hubungan seks yaitu: Pegangan tangan Ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening Ciuman bibir (kiss franc) Pelukan Petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas) Meraba kebagian-bagian yang sensitif (mulai berani buka-bukaan) Melakukan hubungan seks Ironisnya hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri, rumah tempat mereka berlindung, hubungan seks pada umumnya dilakukan atas dasar suka sama suka, dan bahkan ada yang berganti-ganti pasangan. Sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas dan menggunakan metode coitus interuptus. Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas yaitu: 1. Lingkungan keluarga Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.
4

2.

Lingkungan masyarakat Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung, seperti masyarakat yang didominasi

oleh pelacur, preman, pemabuk dll, sehingga dapat mempengaruhi remaja di lingkungan tersebut. 3. Lingkungan pergaulan Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah Anak Gaul. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondarmandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi. Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas. 4. Kurangnya pendidikan agama dari keluarga Kurangnya pendidikan agama yang tidak diperoleh sejak dini dari keluarga, terutama orangtuanya, sehinga mereka dapat dengan mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang negative. 5. Kurangnya pendidikan seks Saat ini, kekurangan informasi yang benar tentang masalah seks akan memperkuatkan kemungkinan remaja percaya dan salah paham yang diambil dari media massa dan teman sebaya. Akibatnya, kaum remaja masuk ke kaum beresiko melakukan perilaku berbahaya untuk kesehatannya. 6. Menonton media pornografi, di antaranya VCD dan DVD Porno VCD dan DVD porno begitu mudah diperoleh hanya dengan Rp 5.000. Sekali dirazia, setelah itu bebas lagi diperjualbelikan. Sistem pendidikan yang mengejar angka-angka pun memberi andil kerusakan generasi muda itu. 7. Tayangan televis (telenovela dan film-film lainnya) Faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas salah satu di antaranya adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar. Disyukuri memang karena ada kecenderungan dunia perfilman Indonesia mulai bangkit kembali, yang ditandai dengan munculnya beberapa film Indonesia yang laris di pasaran.
5

Sebutlah misalnya, film Ada Apa Dengan Cinta, Eiffel Im in Love, 30 Hari Mencari Cin ta, serta Virgin. Tetapi rasa syukur itu seketika sirna seiring dengan munculnya dampak yang ditimbulkan dari film tersebut. Terutama terhadap penonton usia remaja. Film-film yang disebutkan tadi laris di pasaran bukan karena mutu pembuatan filmnya akan tetapi lebih karena film tersebut menjual kehidupan remaja, bahkan sangat mengeksploitasi kehidupan remaja. Film tersebut diminati oleh banyak remaja ABG bukan karena mutu cinematografinya, melainkan karena alur cerita film tersebut mengangkat sisi kehidupan percintaan remaja masa kini. Film tersebut diminati remaja ABG, karena banyak mempertontonkan adegan-adegan syur dengan membawa pesan-pesan gaya pacaran yang sangat berani, dan secara terang-terangan melanggar norma sosial kemasyarakatan, apalagi norma agama 8. Narkoba Seks bebas dan narkoba sangat erat kaitannya. Dimana orang-orang yang telah terjerumus kedalam pengaruh napza, sebagian besar dari mereka dapat dipastikan telah melakukan seks bebas. Baik hubungan diluar nikah maupun dengan berganti-ganti pasangan. 9. Pengaruh kebudayaan barat Kebersamaan nyaris sirna dalam kasih sayang, kejujuran, moral dan etika kini semakin memudar dalam kehidupan kita di tengah arus globalisasi, bahkan dengan bangga mereka mengadopsi budaya barat dan sadar atau tidak sadar menjadi agen budaya asing. Dengan mencontoh gaya hidup barat yang liberal pergaulan anak-anak muda/remaja kita terutama di kota-kota besar kian semakin mengkhawatirkan orang tua. Orang tua jadi pusing tujuh keliling. Mereka tidak mampu lagi membendung pola tingkah anak muda sekarang. 10. Media cetak Makin banyaknya majalah dan buku-buku porno yang juga memuat gambar-gambar porno, sehingga membuat anak-anak remaja sekarang banyak terjerumus dalam pergaulan bebas dan melakukan seks bebas 11. Gaya hidup Gaya hidup remaja sekarang yang selalu diikuti dengan dunia gemerlap malam, seperti dugem, clubbing, minum-minuman keras, merokok, nongkrong di kafe dan lain sebagainya. 12. Kemajuan tekhnologi (internet) Dengan menggunakan internet, orang dapat mencari banyak situs terlarang, seperti halnya situs yang memperlihatkan banyak pose orang telanjang khususnya wanita atau situs seks.

Situs-situs itu tidak berguna dan tidak cocok untuk dilihat. Situs itu akan mengurangi keimanan kepada Tuhan dan cenderung membawa mereka untuk melakukan sesuatu yang salah. Tetapi banyak orang tidak tahu atau tidak memikirkan tentang itu. Mereka terlalu bernafsu untuk melihat gambar-gambar itu semua. 13. Faktor Ekonomi Faktor ekonomi, seperti kemiskinan adalah salah satu penyebab terjadinya seks bebas. 14. Kondom yang terjual bebas Kondom yang terjual bebas di apotik-apotik adalah salah satu penyebab seks bebas karena kita tahu kalau kondom dapat mencegah kehamilan, sehingga dapat melakukan seks bebas kapanpun.

C. Pencegahan Seks Bebas Sebenarnya untuk menjauhkan remaja dari pergaulan seks bebas dapat dilakukan dengan cara: 1. 2. 3. Memberikan bimbingan positif dari sekolah maupun orangtua di rumah Meningkatkan kedisiplinan di sekolah maupun di rumah Memberikan pendidikan seks melalui seminar atau talk show kesehatan atau seks, agar remaja mengetahui betapa bahayanya melakukan seks bebas. 4. Peran penting orangtua dalam memberikan nasehat dan mendidik anak-anaknya dengan bimbingan agama yang kuat. 5. Peran penting orang tua dalam masa tumbuh kembang remaja sangatlah penting, antara lain orang tua harus bisa menjadi sahabat anaknya 6. Menjalin hubungan baik antara orangtua dengan anak yaitu dengan komunikasi yang baik 7. Pemerintah juga harus menegakkan hukum setegak-tegaknya. Misalnya

memberantas pelaku perdagangan anak yang menjadi salah satu sumber terjadinya perbudakan seks. 8. 9. Menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis Latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya

10. Pengembangan harga diri anak 11. Mengembangkan ketrampilan dan kemandirian anak 12. Meningkatkan iman dan takwa 13. Tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks.

D. Bahaya Seks bebas Bahaya dari seks bebas adalah: 1. Terputusnya sekolah Akibat dari pergaulan bebas dan seks bebas adalah terputusnya sekolah karena dengan seks bebas dan pergaulan bebas, mereka tidak sepenuhnya focus dengan belajar saat di sekolah dan hanya memikirkan pacarnya atau mau ngapain setelah sekolah (kencan di tempat-tempat romantic, makan malam, dll). Itulah yang dapat menyebabkan anak putus sekolah karena malas belajar dan hanya memikirkan pacarnya saja, apalagi kalau sudah patah hati, pasti malas umtuk melakukan kegiatan apapun. 2. Perkawinan usia muda Dari seks bebas yang sudah dilakukan, maka dipaksakan untuk dapat menikah pada usia muda karena harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan oleh kedua belah pihak. Menikah diusia muda juga banyak mempunyai dampak yang tidak baik untuk kedua pihak, misalnya: karena ketidaksiapan psikis dan psikologi, maka dapat menyebabkan pertengkaran dan perceraian dan bagi seorang istri, karena organ-organ reproduksinya belum berfungsi dengan baik seperti wanita yang sudah dewasa, maka bisa menyebabkan perdarahan saat melahirkan dan penyakit-penyakit lainnya. 3. Kehamilan di luar nikah Pacaran yang bebas, akan membuka kemungkinan terjadinya kegiatan seks bebas yang berujung pada kehamilan. Jika, terjadi kehamilan, maka yang bersangkutan harus siap untuk menjadi orang tua. Menjadi orang tua, tentu membewa banyak konsekuensi seperti harus kehilangan kesempatan menyelesaikan studi, mencarikan nafkah untuk keluarga, kesiapan psikis untuk menjadi kepala keluarga, kesiapan untuk membangun keluarga, kesiapan untuk berhadapan dengan orang tua (menjelaskan tentang kehamilan tersebut), kesiapan psikis untuk berhadapan dengan berbagai pertanyaan dari masyarakat sekitar dan kelurga dan lain-lain. Jika harus menjadi orang tua di usia muda, maka sudahkah kita memiliki bayangan, kira-kira pekerjaan apa yang paling mungkin kita kerjakan untuk membiayai keluarga kita? Sementara pada sisi yang lain, bekal untuk berkompetinsi mencari pekerjaan yang layak, mungkin belum kita miliki. Jika, setelah kita analisis ternyata kita belum siap untuk menjadi orang tua di usia muda, maka lebih baik tidak usah pacaran terlebih dahulu. Maka, bahwa di usia muda lebih baik kita menghindari pacaran terlebih dahulu agar waktu yang kita miliki dapat betul-betul kita maksimalkan untuk mempersiapkan masa depan kita.

4. Pengguguran kandungan (aborsi) Kehamilan di luar nikah dapat menyebabkan pasangan tersebut memutuskan untuk menggugurkan kandungannya karena takut jika diketahui orang tua, pasangannya belum siap untuk menikah dan lain-lain. Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungannya pada tenaga non medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis. Perlu diketahui bahwa aborsi dapat dilakukan dengan dua macam tindakan yaitu: Aborsi dilakukan sendiri Aborsi yang dilakukan sendiri misalnya dengan cara meminum obat-obatan yang membahayakan janin, atau dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang dengan sengaja menggugurkan janin. Aborsi dilakukan orang lain Orang lain disini bisa seorang dokter, bidan atau dukun beranak. Cara-cara yang digunakan juga beragam. Aborsi yang dilakukan seorang dokter atau bidan pada umumnya dilakukan dalm 5 tahapan, yaitu: 1. Bayi dibunuh dengan cara ditusuk atau diremukkan didalam kandungan 2. Bayi dipotong-potong tubuhnya agar mudah dikeluarkan 3. Potongan bayi dikeluarkan satu persatu dari kandungan 4. Potongan-potongan disusun kembali untuk memastikan lengkap dan tidak tersisa 5. Potongan-potongan bayi kemudian dibuang ke tempat sampah/sungai, di kubur di tanah kosong, atau di bakar di tungku Sedangkan seorang dukun beranak biasanya melakukan aborsi dengan cara memberi ramuan obat pada calon ibu dan mengurut perut calon ibu untuk mengeluarkan secara paksa janin dalam kandungannya. Hal ini sangat berbahaya, sebab pengurutan belum tentu membuahkan hasil yang diinginkan dan kemungkinan dapat membawa cacat bagi janin dan trauma hebat bagi calon ibu. Tindakan aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi adalah:

Resiko Kesehatan dan Keselamatan Fisik Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, yaitu: a. Kematian mendadak karena pendarahan hebat b. Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal c. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan d. Rahim yang sobek e. Kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya f. Kanker payudara (karena ketidak seimbangan hormone estrogen pada wanita) g. Kanker indung telur h. Kanker leher rahim i. Kanker hati j. Kelainan pada plasenta/ ari-ari yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya k. Menjadi mandul atau tidak mampu memiliki keturunan l. Infeksi rongga panggul m. Infeksi pada lapisan rahim Resiko Kesehatan Mental Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Sindrom Paska Aborsi atau PAS. Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini: a. Kehilangan harga diri b. Berteriak-teriak histeris c. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi d. Ingin melakukan bunuh diri e. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang f. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual

10

5. Penyakit Kelamin atau Penyakit Menular Seksual (Gonorhoea, Chlamydia, Herpes, Infeksi Jamur, Syphilis HIV/AIDS dll) Hubungan seksual pranikah, akan memicu terjadinya multipartner. Dan karena belum ada pasangan tetap maka akan cenderung berganti-ganti pasangan. Keadaan ini akan memperparah terjadinya penyakit menular seksual seperti gonorhoe, Chlamydia, Herpes, Infeksi Jamur, Syphilis maupun AIDS. PMS sering berakhir dengan penyakit komplikasi seperti kemandulan atau infertilitas. Gonorhoe dan Chlamydia Disebabkan oleh bakteri. Infeksi dimulai beberapa hari sampai beberapa minggu setelah berhubungan intim dengan orang yang terjangkit penyakit ini Pada pria, penyakit ini menyebabkan keluarnya cairan dari kemaluan pria. Buang Air Kecil dapat terasa sakit. Gejala-gejala ini dapat terasa berat/tidak terasa sama sekali Herpes Disebabkan oleh virus, dapat diobati, tetapi tidak dapat disembuhkan Gejala timbul antara 3-10 hari setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini Gejala awal muncul, seperti lecet yang kemudian terbuka menjadi lubang kecil dan berair Dalam 5-10 hari gejala hilang Virus menetap dalam tubuh dan dapat timbul lagi suatu saat

Infeksi Jamur Disebabkan oleh jamur Menyebabkan kegiatan berwarna merah dibawah kulit pria yang tidak disunat Syphilis disebabkan oleh bakteri. Lesi muncul 3 minggu-3 bulan setelah berhubungan intim dengan penderita penyakit ini luka terlihat seperti berlubang pada kulit dengan tepi yang lebih tinggi. Pada umumnya tidak terasa sakit luka akan hilang setelah beberapa minggu, tetapi virus akan menetap padfa tubuhdan penyakit dapat muncul berupa lecet-lecet pada seluruh tubuh. Lecet-lecet ini akan hilang juga dan virus akan menyerang bagian tubuh lain
11

shypilis dapat disembuhkan pada tiap tahapabn dengan penicillin

HIV/AIDS AIDS bisa membuat kehidupan kita tidak berguna, dan merusak hidup kita meskipun kita menghindarinya dengan kondom ketika kita berhubungan seks, ia masih tidak bisa dihindari. Setiap orang bisa terkena jika kita tidak mencoba menghindarinya. AIDS merupakan kumpulan gejala akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh. Diakibatkan oleh serangan virus HIV Timbul karena sering berganti pasangan seksual. Juga dapat melalui transfusi darah, jarum suntik, luka, maupun penularan dari ibu ke bayi.

12