Anda di halaman 1dari 7

Cholinesterase dan Mekanisme Keracunan Pestisida

Pestisida (pesticide) berasal dari kata pest atau hama dan cide atau memberantas. Menurut FAO pestisida adalah setiap zat atau campuran yang diharapkan sebagai pencegahan, menghancurkan atau pengawasan setiap hama termasuk vekt r pada manusia atau penyakit pada binatang serta tanaman yang tidak disukai atau binatang yang menyebabkan kerusakan. Menurut !ndang"!ndang # m r $ %& tahun %''& tentang sistem budidaya tanaman (Pasal %), disebutkan bahwa pestisida adalah zat atau senyawa kimia, atau zat perangsang tumbuh, bahan lain serta rganisme renik, atau virus yang digunakan untuk melakukan perlindungan bagi tanaman. Pestisida dapat diartikan (uga sebagai zat kimia (asad renik, virus atau bahan lain yang digunakan untuk berbagai kebutuhan pertanian, antara lain mengendalikan serta mencegah hama, memberantas atau membunuh rumput"rumputan, mengatur pertumbuhan tanaman yang bertu(uan agar tanaman mencapai pr duktivitas maksimal.

)erdasarkan sasaran yang akan dikendalikan pestisida terdiri dari beberapa (enis antara lain $*nsektisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang bisa mematikan semua (enis serangga. %. Fungisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun dan bisa digunakan untuk memberantas dan mencegah +ungi,cendawan. &. )akterisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang bisa membunuh bakteri. -. #ematisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang bisa membunuh nemat da. .. Akarisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk membunuh tungau, caplak, dan laba"laba. /. 0 dentisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk mematikan berbagai (enis binatang pengerat, misalnya tikus.

1. M luskisida adalah bahan yang mengandung senyawa kimia beracun yang digunakan untuk membunuh m luska, yaitu siput telan(ang, siput setengah telan(ang, sumpil, bekic t serta teripisan yang banyak terdapat ditambak. 2. 3erbisida adalah bahan senyawa beracun yang dapat diman+aatkan untuk membunuh tumbuhan pengganggu yang disebut gulma. 4. Pestisida lain5 a. Pisisida adalah pestisida untuk membunuh ikan mu(air5 b. Algisida adalah pestisida untuk membunuh ganggang5 c. Avisida adalah pestisida untuk membunuh burung5 d. 6arvisida adalah pestisida untuk membunuh ulat5 e. Pedukulusida adalah pestisida untuk membunuh kutu5 +. 7ilvisida adalah pestisida untuk membunuh p h n hutan atau sisa p h n5 g. Ovisida adalah pestisida untuk membunuh telur5 h. Piscisida adalah pestisida untuk membunuh predat r5 i. 8ermisida adalah pestisida untuk membunuh rayap 5 (. Arb risida adalah pestisida untuk membunuh semak dan belukar5 k. Predasida adalah pestisida untuk membunuh hama vertebrata. Pestisida merupakan bahan kimia yang bersi+at bi akti+. Pada dasarnya pestisida bersi+at racun. 7istem ker(a yang si+atnya sebagai racun digunakan untuk membunuh rganisme pengganggu tanaman. 7istem ker(a pestisida dengan menghambat enzim kh linesterase. 9eracunan pestisida dapat diketahui melalui dua cara, yaitu pemeriksaan lab rat rium dan dengan melihat ge(ala"ge(ala yang ditimbulkannya (keluhan sub(ekti+). Pada dasarnya setiap bahan akti+ yang terkandung dalam pestisida menimbulkan ge(ala keracunan yang berbeda"beda. :e(ala keracunan (keluhan sub(ekti+) dari g l ngan rgan + s+at dan karbamat antara lain timbul gerakan t t tertentu, penglihatan kabur, mata berair, mulut berbusa, banyak keringat, air liur banyak keluar, mual, pusing, ke(ang"ke(ang, muntah;" muntah, detak (antung cepat, mencret, sesak na+as, t t tidak bisa digerakan dan akhirnya pingsan. Mekanisme keracunan pestisida Penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama tanaman mengandung risik kecelakaan pada manusia. 9eracunan pestisida adalah masuknya bahan"bahan kimia kedalam tubuh manusia melalui k ntak langsung, inhalasi, ingesti dan abs rpsi sehingga menimbulkan dampak negati+ bagi tubuh. <ampak dari keracunan pestisida ini dibedakan men(adi dua yaitu keracunan akut dan kr nis. )eratnya tingkat keracunan berhubungan dengan dengan tingkat penghambatan kh linesterase dalam darah. 9emampuan zat meracuni tubuh berbeda untuk tiap zat, hal ini dipengaruhi leh banyak +akt r, baik +akt r yang terkandung dalam racun maupun +akt r diluar zat racun. 9emampuan suatu zat meracuni tubuh antara lain dipengaruhi leh $ %. &. -. .. 7i+at +isik bahan kimia (gas5 uap5 debu5 kabut5 +ume5 awan5 dan asap) < sis atau (umlah dan k nsentrasi racun yang masuk dalam tubuh 6ama paparan5 7i+at kimia dari zat racun seperti (enis persenyawaan5 besar m lekul5 kelarutan dalam (aringan tubuh5 dan (enis pelarut

/. =alan masuk racun kedalam tubuh (perna+asan, pencernaan, kulit, selaput lender) 1. Fakt r h st atau pe(amu seperti umur, (enis kelamin, dera(at kesehatan tubuh, t leransi, kebiasaan, nutrisi, +akt r genetic. Menurut data yang ada g l ngan pestisida yang banyak digunakan pertanian *nd nesia adalah g l ngan rgan + s+at dan karbamat, suatu g l ngan pestisida yang dikenal sebagai inhibit r untuk enzim ch linesterase. )eberapa zat yang terkandung dalam pestisida (seperti g l ngan rgan + s+at dan karbamat) mampu mengurangi kamampuan enzim ch linesterase untuk menghidr lisa asetilch lin, sehingga la(u penyampaian rangsangan pada impuls sara+ terhambat dan pada akhirnya akan menyebabkan kelainan +ungsi sistem sara+ (0asyid, %''/). =ika ter(adi keracunan pestisida g l ngan rgan + s+at dan karbamat akan menurunkan aktivitas enzim ch linesterase pada tingkat tertentu sesuai dengan tingkat keracunannya. 7ebetulnya selain dengan melihat aktivitas enzim ch linesterase, keracunan pestisida dapat diketahui dengan cara melihat ge(ala"ge(ala yang ditimbulkannya atau keluhan sub(ekti+. >nzim ch linesterase sangat penting terutama untuk ker(a sistem sara+. 3idr lisis asetilch lin leh enzim ch linesterase menghasilkan asam asetat dan ch lin yang ber+ungsi sebagai perantara kimia pada sinapsis sistem sara+ t n m sehingga rangsangan yang sampai dapat diteruskan. 8inggi rendahnya aktivitas enzim ch linesterase men(adi indikat r tinggi rendahnya tingkat keracunan. <era(at pengaruh racun pada tubuh sese rang dipengaruhi leh beberapa +act r, antara lain umur5 (enis kelamin5 dera(ad kesehatan tubuh5 daya tahan5 nutrisi5 tingkat kelemahan tubuh5 +akt r genetik5 k ndisi sinergi bahan kimia5 dan status end crine. Fakt r"+akt r tersebut dapat men(adi +akt r yang memperberat atau mempercepat timbulnya keracunan atau (ustru sebagai barier sehingga kasus keracunan tidak sampai ter(adi. 9etika sese rang terpapar pestisida g l ngan rgan + s+at, ch linesterase akan berikatan dengan pestisida tersebut yang bersi+at ireversible. Akibatnya tidak ter(adi reaksi dengan asetilch lin secara baik. <alam pemeriksaan akan nampak ter(adinya penurunan aktivitas ch linesterase atau peningkatan kadar asetilch lin. Penurunan aktivitas ch linesterase dalam eritr sit dapat berlangsung hingga % ? - minggu, sedangkan penurunan aktivitas ch linesterase dalam tr mb sit dapat berlangsung hingga %& minggu atau - bulan (7iswant , %''%) 7ebagaimana diketahui, salah satu kemampuan enzim ch linesterase adalah menghidr lisa asetilch lin dan merubahnya men(adi ch lin dan asam asetat. Atau dengan kata lain mampu mengubah dera(ad asam dan basa. Melalui kemampuan hidr lisa ini kemudian di(adikan dasar untuk mengetahui keberadaan enzim ini. <i lab rat rium, pr sedur pemeriksaan dilakukan dengan pemeriksaan sampel darah yang ditambah larutan indikat r br m thym l blue dan larutan substrat acetylch line perchl rate, kemudian dibiarkan beberapa menit sesuai dengan waktu pengukuran. Aktivitas enzim ch linesterae dalam darah dapat di(adikan indikasi keberadaan pestisida dalam darah.

#amun penting untuk diperhatikan, bahwa penurunan aktivitas enzim ch linesterase dapat (uga ter(adi pada beberapa penyakit, terutama penyakit yang menyerang hati. *n+eksi virus pada hati dikenal dengan hepatitis, baik yang akut maupun yang kr nis dapat menurunkan aktivitas enzim ch linesterase antara -@ A ? /@ A, sedangkan pada penyakit ser sis hepatitis yang lan(ut dan tum r hati ataupun tum r lainnya yang ber+ermentasi ke hati dapat menurunkan aktivitas enzim ch linesterase sebanyak /@ A ? 2@ A. 9lasi+ikasi tingkat keracunan berdasarkan persentase ch linesterase dalam darah menurut 7umaBmur (%'42), antara lain sebagai berikut $ %. Aktivitas ch linesterase dalam darah antara 21A "%@@A belum dianggap suatu keracunan sehingga tenaga ker(a masih dapat terus beker(a dan dilakukan pemeriksaan ulangan di waktu yang dekat. &. Aktivitas ch linesterase dalam darah antara /%A ? 2/A kemungkinan ada keracunan sehingga tenaga ker(a perlu melakukan pemeriksaan kesehatan ulang dan bila telah dipastikan, maka tenaga ker(a tersebut masih b leh beker(a selama dua minggu. 9emudian dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang. -. Aktivitas ch linesterase dalam darah antara &1A ? /@A, dapat diartikan telah ter(adi keracunan yang gawat, (ika diyakini tenaga ker(a tersebut tidak b leh beker(a dengan pestisida dari g l ngan apapun (uga. 8enaga ker(a tersebut harus mendapat pemeriksaan dan peng batan dari d kter bila terlihat tanda;tanda ia sakit. .. Aktivitas ch linesterase dalam darah pada kadar @ A ? &/ A, telah ter(adi keracunan sangat gawat sehingga tenaga ker(a tidak b leh beker(a dan harus men(alani perawatan dan peng batan d kter. 7edangkan menurut <epkes 0* (%''&), diagn sa ge(ala keracunan dapat dilakukan dengan u(i (test) kh linesterase dengan tingkat keracunan 2/ "%@@A kadar kh linesterase termasuk Cn rmalD, /@ ? 2/A termasuk keracunan ringan, &/ ? /A termasuk keracunan sedang dan @ ? &/ A termasuk keracunan berat. !paya"upaya mencegah ter(adinya keracunan di tempat ker(a $ %. !nit"unit perasi yang menimbulkan gas atau uap ke udara harus memakai sistem tertutup dengan ventilasi keluar setempat. Eentilasi umum dan dilusi biasanya tidak memadai. &. F r ng ventilasi keluar harus menutupi unit perasi sesempurna mungkin agar dihindari pencegahan bahan kepada peker(a ditempat;tempat lain. -. )ahan"bahan harus diangkut dengan alat angkut mekanik selama pengangkutan demikian mu ngkin dilaksanakan. .. 8empat"tempat peng lahan bahan berbahaya harus berlantai dan berbangku ker(a yang tak tembus, agar semuanya mudah dibersihkan sehingga dapat dicegah penimbunan bahan"bahan baik padat maupun cair yang berbahaya. 7elain itu harus ada saluran"saluran air, agar tempat ker(a tersebut mudah sering dicuci. /. )ubuk"bubuk yang tumpah harus diambil dengan alat penghisap vacu m.

1. Menyapu harus secara basah atau kadang"kadang dipakai minyak untuk persenyawan tertentu. 2. Fairan yang tumpah harus dibuang dengan mencuci. 4. !ntuk ventilasi umum harus dipakai udara segar, dan tidak dipakai udara berulang kali. '. 7edapat mungkin di usahakan subsitusi dengan bahan"bahan yang kurang t ksik. %@. 7uhu harus diatur, apabila terdapat bahan"bahan yang mengalami dek mp sisi leh panas. %%. !dara tempat ker(a tidak b leh mengandung bahan"bahan yang melebihi #ilai Ambang )atas (#A)), (7umaBmur, %'42)

Insektisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. *nsektisida (uga digunakan untuk memberantas serangga di rumah, perkant ran atau gudang, seperti nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. F nt h $ basudin, basmin n, ti dan, dikl r vinil dimetil + s+at, diazin n,dll. Fungisida adalah pestisida untuk memberantas,mencegah pertumbuhan (amur, cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun. F nt h $ tembaga ksikl rida, tembaga (*) ksida, carbendazim, rgan merkuri, dan natrium dikr mat. )akterisida adalah pestisida untuk memberantas bakteri atau virus. 7alahsatu c nt h bakterisida adalah tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus FEP< yang meyerang tanaman (eruk. !mumnya bakteri yang telah menyerang suatu tanaman sukar diberantas. Pemberian bat biasanya segera diberikan kepada tanaman lainnya yang masih sehat sesuai dengan d sis tertentu. 0 dentisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa hewan pengerat seperti tikus. 6azimnya diberikan sebagai umpan yang sebelumnya dicampur dengan beras atau (agung. 3anya penggunaannya harus hati"hati, karena dapat mematikan (uga hewan ternak yang memakannya. F nt hnya $ Garangan. #ematisida adalah pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman berupa nemat da (cacing). 3ama (enis ini biasanya menyerang bagian akar dan umbi tanaman. #ematisida biasanya digunakan pada perkebunan k pi atau lada. #ematisida bersi+at dapat meracuni tanaman, (adi penggunaannya - minggu sebelum musim tanam. 7elain memberantas nemat da, bat ini (uga dapat memberantas serangga dan (amur. <ipasaran dikenal dengan nama <<, Eapam, dan <az met. 3erbisida adalah pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma) seperti alang"alang, rerumputan, eceng g nd k, dll. F nt h amm nium sul+ nat dan pentakl r +en l

Akarisida, berasal dari kata akari yang berasal dari bahasa Hunani berarti tungau atau kutu. Akarisida (uga sering disebut sebagai mitesida. Fungsinya untuk membunuh tungau atau kutu.

Algisida, berasal dari kata alga yang dalam bahasa latinnya berarti ganggang laut. )er+ungsi untuk melawan alge.

Avisida, berasal dari kata avis yang dalam bahasa latinnya berarti burung. )er+ungsi sebagai pembunuh atau zat pen lak burung serta peng ntr l p pulasi burung.

)akterisida, berasal dari bahasa latin bacterium atau kata yunani bacr n. )er+ungsi melawan bakteri.

Fungisida, berasal dari bahasa latin Fungus atau kata yuna sp nges yang berarti (amur. )er+ungsi untuk memberantas (amur atau candawan.

3erbisida, berasal dari bahasa latin herba yang berarti tanaman setahun. )er+ungsi membunuh gulma (tumbuhan pengganggu)

*nsektisida, berasal dari kata latin *nsectum yang berarti p t ngan, keratin atau segmen tubuh. )er+ungsi untuk membunuh serangga.

6arvisida, berasal dari kata Hunani 6ar. )er+ungsi untuk membunuh ulat atau larva.

M lluksisida, berasal dari kata Hunani M lluscus yang berarti berselubung tipis lembek. )er+ungsi untuk membunuh siput

#ematisida, berasal dari kata 6atin nemat de atau bahasa Hunani berarti benang. )er+ungsi untuk membunuh nemat de (semacam cacing yang hidup di akar).

Ovisida, berasal dari kata 6atin Ovum yang berarti telur. )er+ungsi untuk membunuh telur.

Pedukusida, berasal dari kata latin pedis yang berarti kutu, tuma. )er+ungsi untuk membunuh kutu atau tuma.

Piscisida, berasal dari kata Hunani pescis yang berarti ikan. )er+ungsi untuk membunuh ikan.

0 dentisida, berasal dari kata Hunani r dera yang berarti pengerat. )er+ungsi untuk membunuh binatang pengerat seperti tikus.

Predisida, berasal dari kata Hunani preda yang berarti pemangsa. )er+ungsi untuk membunuh pemangsa (predat r).

7ilvisida, berasal dari kata 6atin silva yang berarti hutan. )er+ungsi untuk membunuh p h n.