Anda di halaman 1dari 2

Assalamualaikum wr.

wb Marilah terlebih dahulu kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Pengasih, yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kita sehingga pada pagi yang cerah ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat walafiat. Tidak lupa dalam kesempatan ini lebih dahulu saya sampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk dapat berbicara tentang berbagi kepada sesama di hadapan hadirin yang terhormat ini. Hadirin yang saya hormati Sebelum menyampaikan pidato, saya akan mengutip sepenggal isi pidato dari seorang anak berusia 12 tahun yang berasal dari kanada. Pidato anak ini telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB. Apa yang disampaikan anak itu, sebagai berikut

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anakanak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang " . Itulah cerita anak kecil yang berasal dari kanada yang notabennya negara kaya. Bagaimana dengan Indonesia ?
Mendengar istilah berbagi, peduli terhadap sesama sudah tidak asing lagi dengan kehidupan kita. Sebuah kebahagiaan tidak dinilai dari seberapa banyak harta atau materi yang kita punya, tetapi kebahagiaan akan lebih bermakna jika saudara-saudara di sekitar kita juga merasakannya. Seperti pepatah dari McCandless, yang menyatakan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat ditemukan bila kita berbagi. Berbagi dengan orang lain, walaupun sekecil apa pun itu akan sangat bermanfaat bagi diri kita terlebih lagi bagi orang lain. Kecil menurut kita namun bisa berarti besar bagi orang lain. Berbuat baik terlebih dahulu kepada orang lain memang terasa sulit, namun bila kita bisa melakukannya, beruntunglah karena kebaikan itu pasti akan kembali kepada kita dengan jumlah yang berlipat ganda. Hadirin yang saya hormati

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Tidak ada manusia yang hidup sendiri, tanpa peduli dan mengharap bantuan orang lain. Hidup saling membantu dan melengkapi satu sama lain. Itulah kunci utama manusia untuk bersosial dalam masyarakat. Jadi, tunggu apalagi, mari saudara-saudara, kita belajar berbagi mulai dari diri kita sendiri, dari hal-hal yang kecil yang bisa kita lakukan. selamat berbagi dan merasakan kebahagiaan yang akan kita rasakan. Demikian yang dapat saya sampaikan, Atas perhatian hadirin saya ucapkan terima kasih. Wassalamualaikum wr wb.