Anda di halaman 1dari 41

SEJARAH PROFESI KEDOKTERAN

Hippocrates (460 SM - 377 SM) dikenal sebagai Bapak Ilmu


Kedokteran. Aesculapius yang dianggap sebagai Dewa Kedokteran oleh orang Yunani, Hippocrates menjadi sangat terkenal karena Sumpah Hippocrates-nya, Hippocrates dilahirkan dari Heracleidas dan Phainarete di pulau Kos tenggara dari Pulau Yunani sekitar Olimpiade Kuno ke-80. Keturunan ke-20 dari Heracles dan ke-19 dari Asclepius.

Setelah itu dia meninggalkan tanah airnya menuju Thessaly (kemungkinan belajar di Mesir). Hippocrates mengobati semua orang Yunani sampai

kepada raja Macedonia, Perdiccas. Juga penduduk


Abderites, Illyrians, dan Paeonians yang terserang wabah. Kemudian ke Persia dan Thessalia.

Meninggal di Larissa pada usia sekira 85 tahun,


kuburannya terdapat di antara Gyrton dan Larissa masih ada sampai sekarang.

Beberapa karya tertulis Hippocrates yang diambil dari E.Craik (ed.) Hippocrates: Places in man antara lain mengenai: Penyakit akut/air, udara dan geografis, tempat-tempat yang terkontaminasi, infeksi dalam, nutrisi, anatomi, persendian, luka di kepala, otot, mata, penyakit gadis, ilmu kedokteran sebagai seni, kesadaran, gigi, jantung, mimpi, saat-saat kritis,epidemik, fistula, pernapasan, pemotongan janin (mati), patah tulang, kesuburan, kelenjar, wasir, Sumpah Kedokteran,dokter, penyakit wanita, faal laki-laki, faal wanita, faal anak-anak, pembedahan, faal persendian dan tulang, persalinan,kehamilan ganda, ilmu pengobatan, Ilmu kemungkinan penyembuhan (prognostik), pengobatan tradisional, hukum kedokteran, puisi, dll.

Abad ke-6 sebelum Masehi, ilmu kedokteran Yunani berkembang, kalau sebelum itu pengobatan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor supranatural, sekarang mulai menggunakan pendekatan klinik, seperti pengamatan pasien/observasi dan pengalaman klinis. Masa sebelumnya, Alcaemon dan Empedocles menekankan bahwa penyakit timbul karena gangguan keseimbangan di dalam tubuh manusia. Hippocrateslah orang Yunani pertama yang membantahnya, ia menyatakan bahwa penyakit disebabkan oleh sumbersumber infeksi yang dapat diperiksa. Ia meletakkan dasardasar ilmu kedokteran yang masih digunakan sampai sekarang, seperti anamnesa (mengumpulkan data lewat pertanyaan untuk menuju kesimpulan), prognosa (harapan sembuh), dll.

Pada abad ke-5 didirikan sekolah kedokteran di pulau Kos dan Cnidus. Pulau Kos merupakan pulau terpenting di kepulauan Dodecanese, terletak di laut Egeum sebelah tenggara Yunani. Di sana akan ditemukan kuil Aesculapius dan dijadikan sekolah kedokteran yang pertama di dunia. Mereka mempelajari "Corpus Hippocraticum" termasuk di dalamnya sumpah Hippocrates dan banyak hal lain. Tokoh kedokteran lainnya - Aristoteles dengan ilmu anatomi perbandingan antara manusia dengan hewan, - Herophilus yang melakukan pembedahan pertama kali - - Erasistratus yang mempelajari dasar-dasar faal otak, saraf, dan pembuluh darah.

Hippocrates mengubah ilmu pengobatan yang berbasis


supranatural kepada ilmu pengamatan atau yang sekarang mungkin dikenal sebagai evidence based medicine. Hippocrates pulalah yang menggabungkan ilmu filsafat dengan kedokteran dan dia pulalah yang

mengatakan bahwa ilmu kedokteran adalah suatu art atau


seni pengobatan.

Ilmu kedokteran berkembang di berbagai tempat terpisah yakni Mesir kuno, Tiongkok kuno, India kuno, Yunani kuno, Persia, dan lainnya. Sekitar tahun 1400-an ---- pendekatan ilmu kedokteran

terhadap sains. ( penolakan berbagai hal yang


dikemukakan oleh tokoh-tokoh pada masa lalu ).

Ilmu kedokteran --- masa kini berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris (oleh William Harvey, abad ke-17), Jerman (Rudolf Virchow) dan Perancis (JeanMartin Charcot, Claude Bernard). Ilmu kedokteran modern, kedokteran "ilmiah" menggantikan tradisi awal kedokteran Barat, herbalisme. Pusat perkembangan ilmu kedokteran berganti ke Britania Raya dan Amerika Serikat pada awal tahun 1900-an (oleh William Osler, Harvey Cushing). Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) adalah tindakan yang kini dilakukan untuk memberikan cara kerja yang efektif dan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.

Ilmu herbalisme berkembang menjadi farmakologi. Masa modern benar-benar dimulai dengan penemuan Heinrich

Hermann Robert Koch bahwa penyakit disebarkan


melalui bakteria (sekitar tahun 1880), yang kemudian disusul penemuan antibiotik (sekitar tahun 1900-an). Antibiotik yang pertama kali ditemukan adalah obat Sulfa, yang diturunkan dari anilina.

The Hippocratic Oath


I swear by Apollo the physician, and Asclepius, and Health, and All-heal, and all the gods and goddesses . . . to reckon him who taught me this Art equally dear to me as my parents, to share my substance with him, and relieve his necessities if required; to look upon his offspring in the same footing as my own brothers, and to teach them this art, if they shall wish to learn it, without fee or stipulation; and that by precept, lecture, and every other mode of instruction, I will impart a knowledge of the Art to my own sons, and those of my teachers, and to disciples bound by a stipulation and oath according to the law of medicine, but to none others. I will follow that system of regimen which, according to my ability and judgment, I consider for the benefit of my patients, and abstain from whatever is deleterious and mischievous. I will give no deadly medicine to any one if asked, nor suggest any such counsel; and in like manner I will not give to a woman a pessary to produce abortion. . . . Into whatever houses I enter, I will go into them for the benefit of the sick, and will abstain from every voluntary act of mischief and corruption; and, further from the seduction of females or males, of freemen and slaves. Whatever, in connection with my professional practice or not, in connection with it, I see or hear, in the life of men, which ought not to be spoken of abroad, I will not divulge, as reckoning that all such should be kept secret.

SUMPAH HIPOKRATES
Saya bersumpah demi (Tuhan) bahwa saya akan memenuhi sesuai dengan kemampuan saya dan penilaian saya guna memenuhi sumpah dan perjanjian ini. Apabila saya menjalankan sumpah ini, dan tidak melanggarnya, semoga saya bertambah reputasi dimasyarakat untuk hidup dan ilmu saya, akan tetapi bila saya melanggarnya, semoga yang berlawanan yang terjadi. Dan apa pun yang saya lihat dan dengar dalam proses profesi saya, ataupun di luar profesi saya dalam hubungan saya dengan masyarakat, apabila tidak diperkenankan untuk dipublikasikan, maka saya tak akan membuka rahasia, dan akan menjaganya seperti rahasia yang suci. Ke dalam rumah siapa pun yang saya masuki, saya akan masuk untuk menolong yang sakit dan saya tidak akan berbuat suatu kesalahan dengan sengaja dan merugikannya, terutama menyalahgunakan tubuh laki-laki atau perempuan, budak atau bukan budak.

Memperlakukan guru yang mengajarkan ilmu (kedokteran) ini kepada saya seperti orangtua saya sendiri dan menjalankan hidup ini bermitra dengannya, dan apabila ia membutuhkan uang, saya akan memberikan, dan menganggap keturunannya seperti saudara saya sendiri dan akan mengajarkan kepada mereka ilmu ini bila mereka berkehendak, tanpa biaya atau perjanjian, memberikan persepsi dan instruksi saya dalam pembelajaran kepada anak saya dan anak guru saya, dan murid-murid yang sudah membuat perjanjian dan mengucapkan sumpah ini sesuai dengan hukum kedokteran, dan tidak kepada orang lain. Saya akan menggunakan pengobatan untuk menolong orang sakit sesuai kemampuan dan penilaian saya, tetapi tidak akan pernah untuk mencelakai atau berbuat salah dengan sengaja. Tidak akan saya memberikan racun kepada siapa pun bila diminta dan juga tak akan saya sarankan hal seperti itu. Juga saya tidak akan memberikan wanita alat untuk menggugurkan kandungannya, dan saya akan memegang teguh kemurnian dan kesucian hidup saya maupun ilmu saya. Saya tak akan menggunakan pisau, bahkan alat yang berasal dr batu pada penderita(untuk percobaan), akan tetapi saya akan menyerahkan kepada ahlinya.

SEJARAH KEDOKTERAN ISLAM

Sekolah kedokteran pertama n umat Islam adalah sekolah Jindi Shapur di Baghdad. Dekan --- Judis Ibn Bahtishu (diangkat Khalifah Al-Mansur dari Dinasti Abbasiyah Pendidikan -- sangat serius dan sistematik. Tokoh kedokteran terkemuka, seperti Al-Razi, Al-Zahrawi, Ibnu-Sina, Ibnu-Rushd, Ibn-Al-Nafis, dan Ibn- Maimon. Rumah Sakit terkemuka pertama berada di Damaskus pada masa pemerintahan Khalifah Al-Walid dari Dinasti Umayyah pada 706 M. Rumah sakit terpenting yang berada di pusat kekuasaan Dinasti Umayyah itu bernama Al-Nuri, berdiri pada 1156 M, -Khalifah Nur Al-Din Zinki pada 1156 M.

Al-Razi (841-926 M) dikenal di Barat dengan nama Razes. Pemilik nama lengkap Abu-Bakr Mohammaed Ibn-Zakaria Al-Razi ,dokter istana , Salah satu buku kedokteran yang dihasilkannya berjudul Al-Mansuri (Liber Al-Mansofis).

Ia menyoroti tiga aspek penting dalam kedokteran, antara lain; kesehatan publik, pengobatan preventif, dan perawatan penyakit khusus. Bukunya Al-Murshid. Dalam buku itu, Al-Razi mengupas tentang pengobatan berbagai penyakit. Buku Al-Hawi. Buku yang terdiri dari 22 volume itu menjadi salah satu rujukan sekolah kedokteran di Paris. Dia juga menulis tentang pengobatan cacar air.

Al-Zahrawi (930-1013 M) atau dikenal di Barat Abulcasis( -ahli bedah terkemuka, -pendidikan di Universitas Cordoba. -dokter istana pada masa Khalifah Abdel Rahman III. Salah -satu dari empat buku berjudul, Al- Tastif Liman Ajizan AlTalif - ensiklopedia ilmu bedah Buku itu digunakan di Eropa hingga abad ke-17. -cautery untuk mengendalikan pendarahan. -alkohol dan lilin untuk mengentikan pendarahan dari tengkorak -menulis buku tentang tentang operasi gigi.

Ibnu Sina atau Avicenna (980-1037 M). kitab ditulisnya adalah Al-Qanon fi Al- Tibb atau Canon of Medicine --- ensiklopedia kesehatan dan kedokteran yang berisi satu juta kata. referensi sekolah kedokteran di Eropaabad 17 Ibnu Rusdy atau Averroes (1126-1198 M). Dokter kelahiran Granada, Spanyol itu sangat dikagumi sarjana di di Eropa. Kontribusinya dalam dunia kedokteran tercantum dalam karyanya berjudul Al- Kulliyat fi Al-Tibb (Colliyet). Buku itu berisi ramngkuman ilmu kedokteran. Buku kedokteran lainnya berjudul Al-Taisir mengupas praktik-praktik kedokteran.

Ibnu El-Nafis (1208 - 1288 M). terlahir di awal era meredupnya perkembangan kedokteran Islam -kepala RS Al-Mansuri di Kairo -tulisannya, Mujaz Al-Qanun. Buku itu berisi kritik dan penambahan atas kitab yang ditulis Ibnu Sina.
Ibnu Wafid Al-Lakhm, dokter yang terkemuka di Spanyol

Ibnu Tufails tabib ( tahun 1100-1185 M) Al-Ghafiqi, tabib yang mengoleksi tumbuh-tumbuhan dari Spanyol dan Afrika. Setelah abad ke-13 M, mengalami masa stagnasi.

SEJARAH PROFESI KEDOKTERAN INDONESIA

1558 Wabah cacar di Ternate. 1564 Wabah cacar di Ambon. 1821 Kolera muncul pertama kali di Jawa; panen padi gagal. 1828 Wabah cacar di Bali. 1846 Wabah tifus merebak di Jawa.

2 Januari 1849: Keputusan Gubernermen no.22 yang menetapkan akan diselenggarakannya pendidikan kedokteran di Indonesia (Nederlandsch Indie). Tempat pendidikan ialah Rumah Sakit Militer
Januari 1851: Sekolah pendidikan kedokteran Dokter-Jawa dibuka di Weltevreden Gambir, Batavia dengan 12 orang murid. Lama pendidikan 2 tahun Juni 1853: Dengan Surat Keputusan Gubernemen tanggal 5 Juni 1853 no. 10 ditetapkan bahwa lulusan diberi gelar Dokter Djawa, tetapi di pekerjakan sebagai Mantri Cacar.

1864: Lama pendidikan kedokteran menjadi 3 tahun dengan wewenang bukan hanya sebagai Mantri Cacar, tetapi sebagai dokter yang dapat berdiri sendiri, meskipun masih dibawah pengawasan dokter Belanda.
1875: Lama pendidikan Dokter-Jawa menjadi 7 tahun terbagi atas 2 tahun bagian persiapan dan 5 tahun bagian kedokteran. Selama 2 tahun persiapan para murid terutama diajarkan bahasa Belanda, yang telah ditetapkan menjadi bahasa pengantar.

1898: Didirikan sekolah pendidikan kedokteran STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari perkembangan dan pengembangan Sekolah Dokter Djawa yang terus menerus mengalami perbaikan dan penyempurnaan kurikulum dan perubahan nama. Sebelum 1989 diubah menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Geneeskundigen dan pada tahun 1898 diubah menjadi School tot van Inlandsche Artsen (STOVIA

).

. 1901 Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Kebijakan Beretika (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini

1902: Maret,Gedung baru sekolah kedokteran

STOVIA dibuka di Hospitaalweg (sekarang


Jl. Dr Abdul Rahman Saleh no 26) lama pendidikan menjadi 9 tahun.

1911
Bubonic plague outbreak on Java. Cikal bakal lkatan Dokter Indonesia adalah perhimpunan yang bernama Vereniging van lndische Artsen tahun 1911, dengan tokohnya adalah dr. J.A.Kayadu yang lama menjabat sebagai ketua dari perkumpulan ini. Selain itu, tercatat nama-nama tokoh seperti dr. Wahidin, dr, Soetomo dan dr Tjiptomangunkusumo, yang bergerak dalam lapangan sosial dan politik. Kemudian dikenal pula dr. Mangkoewinoto, dr. Soesilo dan dr. Kodijat yang berjuang dibidang penyakit menular, juga dr. Kawilarang, dr. Sitanala. Dr. Asikin Widjajakusumah dan dr. Sardjito. Nama yang terakhir ini terkenal dengan majalahnya Medische

Berichten yang diterbitkan di Semarang bersama-sama dr. A.


Moechtar dan dr. Boentaran.

Tahun 1913: Organisasi STOVIA disempurnakan dan lama pendidikan menjadi 10 tahun, istilah Inlandsche Artsen diubah menjadi Indische Artsen karena sekolah ini juga terbuka untuk murid Cina dan Belanda sedangkan sebelumnya hanya terbuka untuk penduduk pribumi NIAS (Nederlands Indische Artsen School) di Surabaya dengan Surat Keputusan Gubernemen tanggal 8 Mei 1913 no. 42. Persyaratan penerimaan sebagai mahasiswa adalah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) setingkat SMP sekarang. Diresmikan pembukaannya pada tanggal 1 Juli 1913 dengan nama Nederlandsch Indische Artsenschool (NIAS) dengan tujuan menghasilkan dokter-dokter yang langsung dapat bekerja di kalangan masyarakat desa-desa yang dapat memberikan pertolongan praktis dengan pengetahuan cukup dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dimulainya pendidikan dokter di Surabaya diresmikan secara low profile tanggal 15 September 1913 di Jalan Kedungdoro No. 38 Surabaya. Ciri khas pendidikan dokter di Surabaya (NIAS) adalah kemasyarakatannya. Kurikulum NIAS disesuaikan dengan kurikulum STOVIA, dengan masa pendidikan 10 tahun, yaitu 3 tahun bagian persiapan dan 7 tahun bagian kedokteran. Siswa yang diterima adalah lulusan SD pemerintah, baik pemuda-pemuda bumiputra maupun India Belanda, keturunan Cina dan Arab, pria dan wanita. Direktur pertama yang ditunjuk adalah Dr. A.E. Sitsen, seorang dokter dan tenaga pengajar yang cakap, kompeten, berdedikasi, memilih dan melengkapi korps pengajar.

Akhir tahun 1919:Didirikan Centraal Bugerlijk Ziekenhuis (CBZ) sekarang disebut Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dokter Ciptomangunkusumo (RSUPNCM) yang dipakai sebagai Rumah Sakit Pendidikan oleh siswa STOVIA.
5 Juli 1920:Gedung pendidikan kedokteran di Salemba 6 selesai dibangun dan seluruh fasilitas pendidikan di pindahkan ke Salemba 6. 1922 :Perhimpunan Mahasiswa Indonesia or Indonesian Students Association dibentuk di Nederlan .Anggotanya : Mohammed Hatta, Sutan Sjahrir, Sutomo, Ali Sastroamidjojo, dll

Tanggal 2 Juli 1923, NIAS menempati gedung baru di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga saat ini.

Sebagai rumah sakit pendidikan mula-mula digunakan Gevangenis Hospital Simpang (Stadverband), kemudian Central Burgelijke Zieken-Inrichting (CBZ).
Tahun ini pula NIAS menghasilkan dokter pertama dengan titel Indische Art.

1925 Kurikulum NIAS mengalami perubahan, terutama


pada bagian klinik. Sejak tahun ini, siswa yang diterima hanya lulusan MULO (setingkat SMP). Pada tahun 1928, lama pendidikan NIAS diubah

menjadi 8,5 tahun dengan menghapus bagian


persiapan. 1926 perkumpulan Vereniging van lndische Artsen berubah namanya menjadi Vereniging van lndonesische Geneeskundige (VIG).

9 Agustus 1927:Pendidikan dokter STOVIA resmi menjadi pendidikan tinggi dengan nama Geneeskundige Hooge School. Untuk pendidikan dokter sampai Agustus 1927, syarat pendidikan sebelumnya adalah setingkat SD dan setelah didirikan Geneeskundige Hoog School setingkat SMA.

1927 Geneeskundige Hoogeschool dibuka di Jakarta. Siswa harus berasal dari HBS V dan AMS B dengan lama pendidikan 7 tahun; lulusan GHS bertitel Arts yang sederajat dengan lulusan dokter di Negeri Belanda. STOVIA tidak lagi menerima calon-calon baru, sedangkan siswa yang duduk di tingkat rendah diberi kesempatan pindah ke AMS atau ke NIAS Surabaya dan yang duduk di tingkat tinggi dapat menyelesaikan studi di Jakarta, disamping HGS. Di masa dahulu dikenal 3 macam dokter Indonesia, ada dokter Jawa keluaran sekolah dokter Jawa, ada Indische Arts keluaran Stovia dan NIAS serta ada pula dokter lulusan Faculteit Medica Batvienis pada tahun 1927.

24 April 1943:Pada jaman pendudukan Jepang nama sekolah STOVIA diubah menjadi IKA DAI GAKU.Dalam masa pendudukan Jepang (1943), VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa Izi Hooko Kai Februari 1946:Setelah kemerdekaan RI nama sekolah IKA DAIGAKU diubah menjadi nama Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia.

Februari 1947:Pada jaman pendudukan Belanda, oleh pemerintah Belanda diadakan juga kegiatan pendidikan kedokteran dengan memakain nama Geneeskundige Faculteit, Nood-Universiteit van

Indonesie. Disamping itu pendidikan kedokteran


pada Perguruan Tinggi Kedokteran Republik

Indonesia tetap dilaksanakan

2 Februari 1950:Setelah penyerahan kedaulatan kepada Pemerintah Republik Indonesia kedua jenis institusi

pendidikan kedokteran tersebut, yaitu Perguruan Tinggi


Kedokteran Republik Indonesia dan Geneeskundige Faculteit, Nood-Universiteit van Indonesie, digabung dan disatukan dengan memakai nama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

1948 Didirikan Perkumpulan Dokter Indonesia (PDI), yang dimotori dokter-dokter muda di bawah pimpinan dr. Darma Setiawan Notohadmojo. Hampir bersamaan berkembang pula Persatuan Thabib Indonesia (Perthabin) cabang Yogya yang dianggap sebagai kelanjutan VIG masa tersebut. Tidaklah mungkin bahwa Perthabin dan PDI sekaligus merupakan wadah dokter di Indonesia, maka dicapai mufakat antara Perthabin dan

Dewan Pimpinan PDI untuk mendirikan suatu


perhimpunan dokter baru.

Tongkat Aesculapius, simbol umum yang melambangkan kedokteran.