Anda di halaman 1dari 3

ARACHNIDA

Ciri-ciri Arachnida
Hampir semua arachnida dewasa memiliki delapan kaki, dari kenyataan ini arachnida dapat dengan mudah dibedakan dengan serangga, karena serangga memiliki enam kaki. Namun, arachnida juga memiliki dua pasang kaki pelengkap yang telah menjadi disesuaikan untuk makan, pertahanan, dan persepsi sensorik. Pasangan pertama, chelicerae, digunakan dalam makan dan pertahanan. Pasangan berikutnya dari pelengkap, pedipalpus yang telah disesuaikan untuk makan, penggerak, dan / atau fungsi reproduksi. Dalam Solifugae, yang palps cukup mirip seperti kaki, sehingga hewan-hewan ini tampaknya memiliki sepuluh kaki. Larva tungau dan Ricinulei hanya memiliki enam kaki, pasangan keempat muncul ketika mereka rontok menjadi nimfa. Namun, ada juga tungau dewasa dengan enam, atau bahkan empat kaki. Arachnida lebih lanjut dibedakan dari serangga dengan kenyataan mereka tidak memiliki antena atau sayap. Tubuh mereka diatur menjadi dua tagma disebut prosoma, atau cephalothorax, dan opisthosoma, atau perut. Cephalothorax berasal dari fusi dari Cephalon (kepala) dan dada, dan biasanya ditutupi oleh karapas, tunggal tidak bersegmen. Perut adalah tersegmentasi dalam bentuk lebih primitif, tetapi berbagai tingkat fusi antara segmen terjadi dalam banyak kelompok. Hal ini biasanya dibagi menjadi preabdomen dan postabdomen, meskipun ini hanya jelas terlihat dalam kalajengking, dan dalam beberapa pesanan, seperti Acari, bagian perut benar-benar menyatu. Seperti semua arthropoda, Arachnida memiliki exoskeleton, dan mereka juga memiliki struktur internal dari tulang rawan-seperti jaringan yang disebut endosternite, yang kelompok otot tertentu yang melekat. Para endosternite bahkan kalsifikasi dalam beberapa Opiliones. Tubuh hewan ini mempunyai kepala yang bersatu dengan dada disebut kepala dada atau sefalotoraks, dan perut. Kepala Arachnida tidak mempunyai antena. Hewan ini bernapas dengan paru-paru buku, trakea, atau kedua-duanya. Untuk mempelajari Arachnida, amati Gambar 8.29 Macam-macam Arachnida!

Gambar 8.29 Macam-macam Arachnida Beberapa Arachnida dapat bersifat merugikan, misalnya, caplak. Hewan ini merugikan karena mereka makan dengan cara mengisap darah pada burung dan mamalia, bahkan mungkin juga pada manusia. Selain caplak, tungau yang termasuk Arachnida juga banyak hidup sebagai parasit. Sarcoptes, misalnya, dimasukkan sebagai tungau dan dapat menyebabkan penyakit kulit yang disebut scabies. Kelas Arachnida (Araknida), morfologi umumnya Stadium Dewasanya memiliki 8 buah (4 pasang kaki), berbeda dengan kelas Insekta karena stadium dewasanya hanya memiliki 6 buah (3 pasang kaki). Alat Mulut mengalami modifikasi (perubahan bentuk) yang jelas kelihatan (Kelicera, Palpus Maksilaris dan Hipostoma), yang berada diatas Basis Kapituli yang diperuntukkan untuk menghisap, tidak memiliki (Antena, Sayap, Mata Majemuk). Segmentasi dari tubuh araknida berbeda diantara araknida lainnya. Tubuh Caplak dan Tungau dapat dibedakan berdasarkan cara membaginya, sehingga namanya beragam sesuai dengan ahlinya. Secara umum tubuh artropoda dapat dibagi menjadi 4 bagian, antara lain : 1. Kapitulum (Gnatosoma), menyerupai kepala, ditemukan alat-alat mulut antara lain : sepasang Kelisera, diantara kelisera ditemukan mulut, sepasang Palpus Maksilaris (Palpus, Pedipalpus), dengan atau tanpa cakar dan sebuah Hipostoma 2. Propodosoma, daerah pasangan kaki ke-1 dan ke-2 3. Metasoma, daerah pasangan kaki ke-3 dan ke-4 dan 4. Opistosoma, merupakan daerah posterior Pembagian tubuh seperti diatas dalam Levine (1990) juga dapat dibedakan menjadi 4 bagian berdasarkan kelompoknya : antara lain (1) Podosoma, kelompok Propodosoma dan Metasoma, (2) Sefalotorak, kelompok Gnatosoma dan Podosoma, (3) Idiosoma, kelompok Podosoma dan Opistosoma , (4) Pada beberapa tungau seperti Trombiculidae, ditemukan lekuk yang dalam antara Propodosoma dan Metasoma, sehingga seolah-olah tubuh terbagi menjadi 2 bagian. Pada tungau bagian depan (Gtatosoma dengan Propodosoma) disebut Proterosoma dan bagain belakang (Metasoma dengan Opistosoma) disebut Histerosoma. Larva dari Caplak dan tungau memiliki 6 buah (3 pasang) kaki, sedangkan Nimfa dan Dewasa memiliki 8 buah (4 pasang) kaki. Setiap kaki terdiri dari 6 segmen (dimulai dari tubuh) antara lain : (1) Koksa, (2). Trohanter, (3) Femur, (4). Genu (Patela), (5) Tibia dan (6) Tarsus (terdiri dari sejumlah segmen termasuk Pre-tarsus dengan sepasang cakar atau alat penghisap disebut Petunia atau Karuncula). Siklus hidup : metamorfose tidak lengkap (sederhana), secara umum adalah sebagai berikut, Telur ditempatkan pada tempat tersembunyi, kemudian telur menetas dan keluarlah Larva berkaki 6 buah, larva mengalami ekdisis (pergantian kulit) dan berkembang menjadi Nimfa dengan 8 kaki dan sangat mirip dengan dewasa tetapi tidak mempunyai organ kelamin, Nimfa mengalami ekdisis untuk terakhir kalinya dan berkembang menjadi Dewasa. Arachnida dikelompokkan menjadi tiga ordo yaitu Scorpionida, Araneae, dan Acarina.

1) Scorpionida, meliputi berbagai jenis kala, memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri (alat penyengat), pedipalpus berukuran besar seperti catut dan kelisera berukuran kecil. Contohnya Buthus sp. (ketonggeng) dan Centrurus sp. (kalajengking) 2) Araneae, meliputi berbagai macam laba-laba, umumnya perut tidak beruas-ruas. Di dekat anus terdapat spineret yaitu alat untuk mengeluarkan benang yang digunakan untuk membuat jaring atau sarang dan kokon. Contohnya antara lain Rhechostica hentz (tarantula), Nephila maculata (laba-laba), Latrodectes natans, dan Laxosceles reclusa (laba-laba beracun). c. Acarina, meliputi berbagai jenis tungau dan caplak yang umumnya bersifat parasit. Tubuh berukuran kecil dan tidak beruas, abdomen bersatu dengan sefalotoraks, dan tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Contohnya Ododectes cynotis (tungau kudis telinga pada kucing dan anjing) Sarcoptes scabies (caplak kudis), Dermacentor sp. (capak mamalia), Boophilus annulatus (caplak sapi), dan Tarsomenus sp. (hama tanaman Solanaceae).