Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Pada era IPTEK saat ini, kemampuan matematis sangat diperlukan bagi

dunia kerja maupun dunia pendidikan. Tetapi dalam kenyataannya banyak siswa yang tidak mengerti betapa sangat bermanfaatnya kemampuan matematika bagi masa depan mereka. Mereka merasa matematika hanyalah sebagai pelajaran pelengkap saja sehingga mereka membenci dan enggan untuk belajar matematika. Matematika mereka anggap pelajaran yang menyulitkan, tidak menarik dan membosankan. Peran guru sangat dibutuhkan untuk membangkitkan moti asi belajar matematika siswa. !uru harus bisa memancing siswa untuk termoti asi belajar matematika yang antara lain dengan memberikan pengetahuan"pengetahuan tentang betapa pentingnya pelajaran matematika tersebut. #anyak guru kurang mengerti untuk membangkitkan moti asi siswa. Mereka hanya mengajar tanpa memperdulikan apakah pelajaran yang ia sampaikan tersebut dapat diterima dengan baik oleh siswa apa tidak. Moh. $ser $sman %&''()&* mengatakan bahwa proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbale balik yang berlangsung dalam situasi edukatif dalam mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik anatara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar mempunyai arti yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dan siswa tetapi berupa interaksi edukatif, dalam

&

. hal ini bukan hanya menyampaikan pesan berupa materi pelajaran saja, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang belajar. Menurut +endayat ,oetopo % &'-.)&/0* peranan guru dalam bidang pendidikan amatlah penting. 1leh karena itu guru harus mempunyai tanggungjawab atas pekerjaannya. Tugas guru adalah tugas pedagogis yaitu membantu membimbing dan memimpin, selain itu dalam tugasnya sebagai guru, perlu juga kiranya dibuat suatu persiapan sebelum guru tersebut mulai pekerjaannya mengajar. +al ini dimaksudkan agar segalanya dapat berjalan dengan lancar. Karena pada hakekatnya bila suatu kegiatan direncanakan lebih dulu, maka tujuan dari kegiatan tersebut akan mudah dicapai dan lebih berhasil. !uru merupakan orang tua kedua bagi siswa disekolah oleh karena itu guru diharapkan bisa mengerti, memahami, menjadi teman berbagi untuk siswa agar siswa tidak merasa diacuhkan oleh guru. ,ebagai guru yang baik diharapkan bisa mengajar dengan baik supaya siswa bisa mengerti dan memahami apa yang disampaikan tersebut dan guru juga harus bisa memberikan moti asi pada siswa supaya siswa rajin belajar dan mendapat prestasi seperti apa yang diharapkan. $ntuk menjadi seorang guru diharuskan sabar dalam menghadapi siswa, karena daya pikir siswa satu dengan lainnya tidak sama, ada yang hanya sekali guru menerangkan siswa bisa mengerti dan memahami apa yang diajarkan dan ada pula siswa yang bisa mengerti dan memahami pelajaran dengan cara guru menerangkan berulang"ulang kali. 2i dalam mengajar guru harus adil terhadap semua siswa dan jangan sekali"kali guru pilih kasih atau katakan suka siswa yang pandai saja sedangkan yang lain tidak diperhatikan sama sekali. 2alam situasi dan kondisi sekarang ini siswa banyak memilih"milih, karena ada guru yang dianggap sabar, keras bahkan ketat. Kebanyakan siswa pasti melihat dulu guru yang akan mengajar bidang studi % dalam hal ini guru bidang studi matematika *. 3ika siswa merasa guru yang akan mengajar keras pasti

/ banyak siswa yang tidak menyukainya, apalagi yang ketat pasti banyak alasan siswa untuk meninggalkan kelas karena menghindar bertemu dengan guru tersebut. Kemudian lama 4 lama siswa itu menjadi benci pula terhadap pelajaran matematika. 5amun apabila guru yang mengajar sabar dan mudah bergaul pasti mereka berusaha untuk hadir dan menyesal bila meninggalkan pelajaran tersebut, dan lama kelamaan siswa tersebut akan suka terhadap pelajaran tersebut. ,ukses tidaknya guru dalam mengajar itu semua tergantung pada guru itu sendiri, bisa tidak guru menghadapi siswa yang bermacam"macam karakter dan perbuatannya. ,edangkan siswa akan bisa memahami dan mengerti pelajaran tersebut jika guru tahu apa yang mereka inginkan. 2alam 6ayanan #imbingan dan Konseling ada ' jenis layanan yang salah satunya adalah 6ayanan Konseling Kelompok. 6ayanan konseling kelompok ini merupakan layanan konseling yang diselenggarakan dalam suasana kelompok. Masalah yang dibahas adalah masalah"masalah pribadi yang dialami oleh masing" masing anggota kelompok. Terkait dengan masalah sikap dan moti asi di atas pada dasarnya menyangkut masalah pribadi masing"masing siswa dengan guru ataupun mata pelajaran tertentu % dalam hal ini pelajaran Matematika * Menyadari pentingnya pelajaran matematika dan sikap siswa terhadap guru bidang studi matematika yang bisa memberikan moti asi belajar dan lebih meningkatkan presatsi belajar matematika, maka penulis termoti asi untuk melakukan penelitian dengan judul ) 7Mengembangkan ,ikap dan #elajar ,iswa Terhadap #idang ,tudi Moti asi

Matematika Melalui Konseling

9 Kelompok ,iswa Kelas 8II"E MTs 5 2oho 2olopo Madiun Tahun Pelajaran .((9:.((0;.

B. Identifikasi Masalah <tas dasar latar belakang tersebut di atas, maka peneliti mengidentifikasi beberapa aspek permasalahan sebagai berikut ) &. Pelajaran Matematika merupakan salah satu momok pelajaran yang menakutkan bagi siswa Kelas 8II"E di MTs 5 2oho 2olopo Madiun. .. Terhadap pelajaran yang menakutkan seperti Matematika ini cenderung sikap siswa akan kurang baik. /. <danya sikap yang kurang baik akan mempengaruhi moti asi siswa dalam mengikuti proses belajar mengajarnya. 9. Kurang baiknya sikap dan rendahnya moti asi siswa akan berpengaruh terhadap rendahnya hasil belajar Matematika siswa. 0. Kurang baiknya sikap dan rendahnya moti asi adalah dua masalah yang perlu dipecahkan oleh siswa. =. Melalui 6ayanan Konseling Kelompok diharapkan sikap siswa berubah dan moti asinya terhadap bidang studi Matematika berkembang.

C. Pembatasan dan Rumusan Masalah $ntuk membatasi permasalahan agar lebih terarah maka

dirumuskan ruang lingkup sebagai berikut > &. ,ubyek penelitian adalah siswa Kelas 8II"E MTs 5 2oho 2olopo Madiun Tahun Pelajaran .((9:.((0.

0 .. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret dan <pril ,emester . Tahun Pelajaran .((9:.((0 /. 1byek penelitian adalah sikap dan moti asi siswa terhadap bidang studi matematika serta 6ayanan Konseling Kelompok. 9. Tempat penelitian adalah MTs 5 2oho 2olopo Madiun. #erdasarkan identifikasi masalah dan batasan masalah di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ) &. #agaimanakah Perkembangkan ,ikap ,iswa Terhadap #idang ,tudi Matematika setelah proses 6ayanan Konseling Kelompok? .. #agaimanakah pengaruh proses layanan Konseling Kelompok terhadap perkembangkan Matematika? Moti asi #elajar ,iswa pada #idang ,tudi

D.

u!uan Penelitian ,esuai dengan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah ) &. Mengetahui sejauh mana perubahan ,ikap ,iswa Terhadap #idang ,tudi Matematika setelah proses 6ayanan Konseling Kelompok . .. Ingin mengetahui pengaruh Moti asi #elajar ,iswa Terhadap #idang

,tudi Matematika setelah proses 6ayanan Konseling Kelompok .

E. Manfaat Hasil Penelitian &. #agi Pembimbing

= ,ebagai acuan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok pada waktu" waktu yang akan datang sehingga semakin efektif untuk membantu mengatasi masalah serupa. .. #agi !uru Matematika ,ebagai bahan pertimbangan perlunya memperhatikan sikap siswa guna menumbuhkan moti asi belajar % Matematika * sehingga siswa dapat meraih prestasi belajar matematika dengan optimal. /. #agi Kepala Madrasah ,ebagai bahan pertimbangan untuk mengadakan pembinaan terhadap guru bidang studi % Matematika * dalam rangka meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya, serta dapat berpenampilan yang menarik dan menyakinkan baik di dalam maupun di luar kelas, sehingga dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap guru bidang studi tersebut dan dapat memoti asi siswa untuk lebih giat belajar terutama mata pelajaran matematika.

9. #agi ,iswa 2apat menambah pengetahuan tentang pentingnya sikap positif dan moti asi belajar yang tinggi untuk dapat menguasai bidang studi matematika yang sangat diperlukan kelak dikemudian hari.