Anda di halaman 1dari 25

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. KAJIAN TEORI Telah dimaklumi dalam proses belajar seharusnya ada kerjasama yang baik antara guru dengan siswanya, sehingga dapat mencapai hasil belajar sesuai dengan tujuan yang telah diharapkan. Kerjasama yang baik dan efektif akan dapat terwujud apabila guru telah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan siswa bersedia untuk berpartisipasi secara aktif baik secara fisik maupun psikis. Keaktifan tersebut akan terlaksana apabila disertai sikap positif terhadap hasil yang ada disekelilingnya maupun terhadap hal-hal yang ditujukan kepada dirinya. Untuk menunjang tercapainya tujuan diatas maka perlu dibahas teori-teori yang relevan dengan permasalahan di atas, meliputi :

1. Sikap Siswa Terhadap Guru Bidang Studi a. Pengertian Sikap. Untuk memperoleh pengertian tentang sikap perlu dikembangkan pendapat beberapa ahli yang sau dengan yang lain terdapat perbedaan yang pada hakekatnya saling melengkapi. alam hal ini menurut !uharsimi "rikunto # $%%&:$%', sikap adalah suatu kesediaan atau kecenderungan dari seseorang untuk bereaksi dengancara tertentu. (llis # dalam )urwanto $%*+:$&,' !ikap adalah suatu perbuatan atau

* tingkah laku sebagai reaksi atau respon terhadap sesuatu rangsangan atau stimulus yang disertai dengan pendirian atau perasaan orang lain. .enurut !lameto # $%**:$&' sikap adalah bagaian dari nilai-nilai dan merupakan hasil belajar, dengan perkataan lain sikap dapat dipengaruhi, diarahkan dan dibentuk dalam pendidikan. .enurut /ayan 0urkancana # $%*&:1-+' !ikap dapat didefinisikan sebagai suatu predisposisi atau kecenderungan untuk melakukan suatu respon dengan cara-cara tertentu terhadap dunia sekitarnya, baik berupa individu maupun obyek-obyek tertentu. .enurut 2atna /ilis # $%**:$34' !ikap merupakan pembawaan yang dapat dipelajari, dan dapat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap benda-benda, kejadian-kejadian atau makhlukmakhluk hidup lainnya. .enurut /inkel # $%%+:$43' !ikap merupakan kemampuan internal yang berperan sekali dalam mengambil tindakan, lebih-lebih bila terbuka berbagai kemungkinan untuk bertindak. .enurut .ar5at # $%*&:%', !ikap merupakan produk dari proses sosialisasi diantara seseorang bereaksi sesuai dengan rangsang yang diterimanya. .enurut 6ndrafachrudi # $%--:-*', !ikap adalah suatu kesediaan atau kecenderungan dari seseorang untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap sesuatu. !eorang siswa mempunyai kecenderungan untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap pelajaran, buku-buku dan aktifitas sekolah, sedang menurut .organ # dalam !oelaeman, $%%+:1&3', !ikap adalah kecenderungan

% untuk berespon, baik positif atau negative terhadap orang, objek dan situasi. Tentu saja kecenderungan untuk berespon ini meliputi perasaan atau pandangannya, yang tidak sama dengan tingkah lakunya. !ikap seseorang baru diketahui bila telah bertingkah laku. !ikap merupakan salah satu determinan dari tingkah laku. !elain motivasi dan norma masyarakat. 7leh karena itu kadang-kadang sikap bertentangan dengan tingkah laku. alam sikap terkandung suatu penilaian emosional yang dapat berupa suka, tidak suka, tegang, sedih, cinta, benci. Karena dalam sikap ada suatu kecenderungan untuk berespons. !eseorang mempunyai sikap yang umumnya mengetahui perilaku atau tindakan apa yang akan dilakukan bila bertemu dengan obyeknya. 8ebih lanjut menurut .organ # dalam .unandar, $%%*:1&+', bahwa sikap itu dibagi beberapa komponen , sebagai berikut 9 $'. Kognitif artinya memiliki pengetahuan mengenai objek sikapnya, terlepas pengetahuan itu benar atau salah. 1'. "fektif artinya dalam bersikap akan selalu mempunyai evaluasi emosional mengenai objek sikapnya. &'. Konoaktif artinya kecenderungan bertingkah laku bila bertemu dengan objek sikapnya, mulai dari positif sampai pada yang sangat aktif. :erdasarkan definisi di atas dapat disimpulkan bahwa komponenkomponen terjadinya sikap adalah : #a' adanya obyek # orang, perilaku, konsep, situasi, benda dan lain sebagainya'. #b' adanya pengetahuan dan

$4 informasi. #c' adanya penilaian, keyakinan dan pendirian. #d' adanya kecenderungan untuk berbuat atau bertingkah laku. ;adi berdasarkan komponen-komponen di atas dapat disimpulkan bahwa sikap adalah kecenderungan seseorang untuk berbuat atau bertingkah laku atas dasar pengetahuan, informasi, penilaian, keyakinan dan pendirian terhadap obyek.

. !akt"r #ang $e$pengaruhi Ter entukn%a Sikap. )erbedaan sikap terletak pada proses terjadinya dan penerapan dari konsep tentang sikap ini. .engenai proses terjadinya, sebagaian besar pakar berpendapat bahwa sikap adalah sesuatu yang dipelajari # bukan bawaan '. 7leh karena itu, sikap lebih banyak dibentuk, dikembangkan, dipengaruhi dan diubah. .enurut !lameto # $%**:$%1', !ikap terbentuk dari bermacammacam cara, antara lain : $'. .elalui pengalaman yang berulang-ulang atau dapat pula melalui suatu pengalaman yang disertai perasaan yang mendalam # pengalamam traumatic '. 1'. .elalui imitasi atau peniruan dapat terjadi tanpa disengaja, dapat pula dengan sengaja. alam hal terakhir individu harus mempunyai minat dan

rasa kagum terhadap model, disamping itu diperlukan pula pemahaman dan kemampuan dan mengingat model yang hendak ditiru, peniruan akan terjadi lebih lancer bila dilakukan secara kolektif dari pada perorangan.

$$ &'. .elalui sugesti. isini individu membentuk suatu sikap terhadap obyek

tanpa suatu alas an dan pemikiran yang jelas, tetapi semata-mata karena pengaruh yang datang dari seseorang atau sesuatu yang mempunyai wibawa dalam pandangannya. 3'. .elalui identifikasi. isini individu meniru orang lain atau suatu

organisasi< badan tertentu didasari suatu keterikatan emosional. !ifatnya meniru dalam hal ini lebih banyak dalam arti berusaha menyamai, identifikasi seperti ini terjadi antara anak dan ayah, siswa dengan guru. ari uraian tersebut, jelaslah bahwa aspek afektif pada diri siswa besar perananya dalam pendidikan, dan karenanya tidak dapat kita abaikan begitu saja. )engukuran terhadap aspek ini amat berguna dan lebih dari itu kita harus memanfaatkan pengetahuan kita mengenai karakteristik afektif siswa untuk mencapai tujuan pengajaran. .enurut !arlito /irawan !arwono # $%%-:1+1', !ikap terbentuk dari pengalaman, melalui proses belajar. )andangan ini mempunyai dampak terapan yaitu bahwa bedasarkan pandangan ini dapat disusun berbagai upaya # penerapan, pendidikan, pelatihan, komunikasi dan sebagainya ' untuk mengubah sikap seseorang. ari pandangan inilah berangkatnya segala jenis

program pendidikan, pemasaran, iklan, kampanye politik dan sebagainya yang maksudnya sama semua yaitu mengubah sikap seseorang atau masyarakat dari sikap tertentu kesikap lainya terhadap suatu obyek.

$1 &. 'a()ha( #ang $e$pengaruhi Su(itn%a *eru ah Sikap .erangsang perubahan sikap pada diri seseorang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena kecenderungan sikap-sikap untuk bertahan. .enurut !lameto # $%**:$%&' ada banyak hal yang menyebabkan sulitnya merubah suatu sikap, anatar lain : $'. "danya dukungan dari dari lingkungan terhadap sikap yang bersangkutan. .anusia selalu ingin mendapatkan respond an penrimaan dari lingkungan dank arena itulah akan berusaha menampilkan sikap-sikap yang dibenarkan oleh lingkungannya, keadaan semacam ini membuat orang tidak cepat merubah sikapnya. 1'. "danya peranan tertentu dari suatu sikap dalam kepribadian seseorang. &'. :ekerjanya asas selektifitas individu cenderung untuk tidak mempersepsi dat-data baru yang mendukung informasi yang bertentangan dengan panndangan-pandangan dan sikap-sikapnya yang telah ada. 3'. :ekerjanya prinsip mempertahankan keseimbangan. :ila kepada individu disajikan informasi yang dapat membawa suatu perubahan dalam dunia psikologisnya, sehingga hanya akan menyebabkan perubahan-perubahan yang seperlunya saja. +'. "danya kecenderungan individu untuk menghindari kontak dengan kata yang bertentangan dengan sikapnya yang telah ada. ,'. "danya sikap yang tidak kaku pada orang untuk mempertahankan pendapat nya sendiri.

$& d. +ara *eru ah Sikap .enurut !lameto # $%*%:$%3' ada beberapa metode atau cara yang dapat dipergunakan untuk merubah sikap, anatar lain : $'. engan mengubah komponen kognitif dari sikap yang bersangkutan. =aranya dengan memberi informasi-informasi baru mengenai obyek sikap, sehingga komponen kognitif menjadi luas. >al ini akhirnya diharapkan akan merangsang komponen afektif dan komponen tingkah lakunya. 1'. engan cara mengajukan kontak langsung dengan obyek sikap. alam

cara ini komponen afektif turut pula dirangsang. =ara ini paling sedikit akan merangsang orang-orang yang bersikap anti untuk berfikir lebih jauh tentang obyek sikap yang tidak mereka senangi itu. &'. engan memaksa orang menampilkan tingkah laku baru yang tidak konsisten dengan sikap-sikap yang sudah ada. langsung merubah tingkah lakunya. )erubahan ?aman akan membawa perubahan dalam hal-hal yang dibutuhkan dan diinginkan oleh orang-orang pada saat tertentu, juga akan terjadi perubahan dalam sikap mereka terhadap berbagai obyek. :iasanya perubahan yang kongruen # misalnya suatu sikap positif ingin dibuat lebih positif atau sikap negatif akan diubah lebih negative ' lebih mudah dicapai dari pada perubahan yang inkongruen # misalnya sikap yang negative ingin dirubah menjadi positif, atau sebaliknya '. Untuk mengadakan perubahan sikap, pengajar perlu bertindak sebagai seorang diagnotikus dan terapis. .ula-mula harus diterapkan makna fungsional dari sikap-sikap yang ada alam hal ini kita berusaha

$3 dan ingin dirubah, bagi individu-individu yang memiliki sikap tersebut. Kemudian diteliti kebutuhan-kebutuhan apa yang dipuaskan oleh sikapsikap yang ingin diubah. Teliti pula perasaan-perasaan yang

bagaimanakah yang menyertai sikap-sikap tersebut, juga dukungan lingkungan terhadap sikap-sikap tersebut perlu diketahui. :ila diagnosa tidak tepat maka perunahan yang diharapkan sulit terjadi. alam hal ini

tidak ada suatu pegangan yang pasti untuk menghindarkan kekeliruan dalam diagnosa. !aran yang dapat diberikan adalah mengumpulkan informasi selengkap mungkin mengenai sifat dan latar belakang sikap yang ingin dirubah. isamping itu kita perlu mempertimbangkan

pengarahan masing-masing komponen sikap yang bersangkutan.

,. *"ti-asi Be(a.ar a. Pengertian *"ti-asi .otivasi belajar pada dasarnya merupakan bagian dari motivasi secara umum. Untuk itu akan lebih jelas apabila dengan mengkajinya dari motivasi secara umum. .otivasi berasal dari kata @ motif @ , menurut !uryabrata # $%*%:-$' motif adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu-individu untuk melakukan aktifitas tertentu guna mencapai tujuan. !edangkan menurut !ardiman # $%%4:&-' motif adalah daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu @. ari kedua difinisi tersebut dapat ditarik

kesimpulan bahwa motivasi adalah suatu dorongan bagi seseorang untuk

$+ melakukan aktivitas, sebab dengan adanya motivasi akan dapat menimbulkan kekuatan bagi seseorang untuk bertindak atau berbuat. .enurut .c. onald

#dalam !ardiman,$%%4:-&' motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. !edangkan >ardipradjo dan >andoko # $%*%:1+,' mendifinisikan, motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan. :erdasarkan definisi tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi adalah merupakan salah satu alat pendorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. .otivasi dapat memberikan arah dan intensitas tingkah laku seseorang. !eseorang yang mempunyai motivasi tinggi akan bias mencapai hasil yang tinggi.

. Pengertian *"ti-asi Be(a.ar. alam kegiatan belajar mengajar, dikenal adanya motivasi belajar, yaitu motivasi yang ada dalam dunia pendidikan. !iswa yang bermotivasi kuat memiliki banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar. .enurut /ingkel #$%*&:1%' motivasi belajar merupakan salah satu motivasi intrinsic yaitu penggerak dalam diri seseorang untuk mencapai prestasi belajar setinggi mungkin demi penghargaan kepada diri sendiri, pendapat tersebut dipertegas oleh >eckha # dalam prayitno, $%*&:$3' motivasi belajar adalah sebagai kecenderungan untuk meningkatkan dan

$, mempertahankan kecakapan dalam semua bidang dengan standar kualitas sebagai pedomannya. !edang menurut imyati dan .udjiono # $%%3:11%'

motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. :erdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar merupakan suatu penggerak atau pendorong sebagai kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan belajar. >asil belajar akan menjadi optimal kalau terdapat motivasi, makin tepat motivasi yang diberikan akan makin berharga pula pelajaran itu. .otivasi belajar dapat diartikan pula sebagai suatu keseluruhan usaha dari dalam atau dari luar diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang dapat menjamin

kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar dapat tercapai.

&. !ungsi *"ti-asi /a(a$ Be(a.ar. .otivasi berhubungan dengan bagaimana seseorang melakukan kegiatan atau pekerjaan, makin banyak dan tepat motivasi yang didapat seseorang maka akan semakin berhasil aktifitas belajar yang dilakukan oleh siswa tersebut. .otivasi belajar tidak hanya merupakan suatu energi untuk menggerakkan siswa untuk belajar, tetapi juga sebagai suatu yang mengarahkan aktifitas siswa kepada tujuan belajar. !ehubungan dengan tujuan tersebut, Tim mengemukakan tiga fungsi motivasi, yaitu : osen A6) # $%%,:+4'

$$. .endorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 1. .enentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. &. .enyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu, dengan menyampingkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan itu.

d. Jenis)Jenis *"ti-asi !ecara umum, motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis atau kelompok, yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ektrinsik. 1. *"ti-asi Intrinsik. Thornburgh # dalam prayitno, $%*%:$4' berpendapat bahwa motivasi intrinsic adalah kegiatan bertindak yang disebabkan factor-faktor pendorong dari dalam diri # internal ' individu. engan kata lain individu terdorong

untuk bertingkah laku kearah tujuan tertentu tanpa adanya pendorong dari luar. !edangkan menurut !ardiman # $%%4:** ' motivasi intrinsic adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsi tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. ari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi intrinsic adalah @ suatu tindakan yang disebabkan oleh factor pendorong dari dalam diri atau tidak perlu adanya rangsangan dari luar.

$* i dalam proses belajar, siswa yang termotivasi secara intrinsic dapat dilihat dari kegiatannya yang tekun dalam mengerjakan tugas-tugas belajar karena merasa butuh dan ingin mencapai tujuan belajar yang sebenarnya. Bage dan :erliner # )rayitno, $%*%:$$ ' mengemukakan bahwa siswa yang termotivasi secara intrinsic aktivitasnya lebih baik dalam belajar dari pada siswa yang termotivasi secara ekstrinsik. !iswa yang memiliki motivasi intrinsik menunjukkan keterlibatan dan aktivitas yang tinggi dalam belajar. Untuk membangun motivasi intrinsik dalam belajar, kematangan intelektual, emosional dan sosial perlu diperhatikan, karena akan sukar bagi guru untuk membangun motivasi intrinsik dalam belajar kalau siswa tidak matang secara intelektual, emosional dan social. .otivasi dalam diri merupakan keinginan dasar yang mendorong individu mencapai berbagai pemenuhan segala kebutuhan diri sendiri. Untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan dasar siswa, guru tinggal memanfaatkan dorongan ingin tahu siswa yang bersifat alamiah dengan cara menyajikan materi yang cocok dan berarti bagi siswa. .enurut >amacheek # dalam prayitno, $%*%:3% ' hal yang paling penting untuk meningkatkan motivasi siswa adalah dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan eksplorasi secara pribadi dan memungkinkan mereka menemukan sesuatu yang berarti melalui bekerja. )ada dasarnya siswa belajar didorong oleh keinginan sendiri, maka siswa secara mandiri dapat menentukan tujuan yang dapat dicapainya dan aktifitas-aktifitas yang harus dilakukannya untuk mencapai tujuan belajar. Tim

$% osen A6) # $%%,:+$ ' mengemukakan bahwa seseorang dikatakan mempunyai motivasi intrinsic karena didorong rasa ingin tahu, ia mencapai tujuan yang terkandung didalam perbuatan belajar itu, dalam belajar telah terkandung tujuan menambah pengetahuan. an anak-anak didorong motivasi

intrinsik, apabila mereka belajar agar lebih sanggup mengatasi kesulitankesulitan hidup, agar memperoleh pengertian, pengetahuan, sikap baik, penguasaan kecakapan, hasil-hasil itu sendiri telah merupakan hadiah. 0amun dalam hal ini juga harus diperhatikan agar guru menegakkan disiplin di dalam kelas. isiplin di kelas dalam bentuk pengontrolan yang diberikan kepada

siswa hendaknya menimbulkan kesan pada diri siswa bahwa mereka merasa diperhatikan dan dipelihara, bukan diabaikan. Buru hendaknya membina hubungan baik yang akrab dan hangat dengan siswa, sehingga mudah

mengetahui kesulitan yang dihadapi siswa dalam merealisasikan potensi secara optimal. )hil 8outher # dalam prayitno: $%*%:$1 ' mempergunakan beberapa strategi dalam mengerjakan agar siswa-siswa termotivasi secara intrinsic, yaitu: a. .engaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa sehingga tujuan belajar menja di tujuan siswa atau sama dengan tujuan siswa. b. .emberikan kebebasan kepada siswa untuk memperluas kegiatan dan materi belajar selama masih dalam batas-batas daerah belajar yang pokok.

14 c. .emberikan waktu ekstra yang cukup banyak bagi siswa untuk mengembang kan tugas-tugas mereka dan memanfaatkan sumber-sumber belajar yang ada di sekolah. d. Kadangkala memberikan penghargaan atas pekerjaan siswa. e. .eminta siswa-siswanya untuk menjelaskan dan membacakan tugas-tugas yang mereka buat, kalau mereka ingin melakukannya. >al ini perlu dilakukan terutama sekali terhadap tugas yang bukan merupakan tugas pokok yang harus dikerjakan oleh siswa kalau tugas itu dikerjakan dengan baik.

,. *"ti-asi Ekstrinsik .enurut !ardiman # $%%4:%4 ' motivasi ekstrinsik diartkan sebagai motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena ada perangsang dari luar. !edangkan Thournburgh # dalam )rayitno, $%*%: $& ' berpendapat bahwa motivasi ekstrinsik bukan merupakan perasaan atau keinginan yang sebenarnya yang ada didalam diri siswa untuk belajar. .otivasi ekstrinsik dikatakan demikian karena tujuan utama individu melakukan kegiatan adalah untuk mencapai tujuan yang terletak diluar aktivitas belajar itu sendiri atau tujuan itu tidak terlibat di dalam aktifitas belajar. engan kata lain motivasi

ekstrisnik merupakan dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada diluar perbuatan yang dilakukannya. idalam belajar, siswa yang didorong oleh motivasi ekstrinsik selalu mengharapkan persetujuan guru untuk menyakinkan dirinya bahwa apa yang

1$ sedang atau yang telah dikerjakannya itu benar. Kaum :ehavioristik # dalam )rayitno, $%*%:+1 ' berpendapat bahwa manusia bertingkah laku kalau ada rangsangan dari luar, dan tingkah laku menjadi kuat atau lemah dipengaruhi oelh kejadian sebagai konsenkuensi dari tingkah laku itu yang dapat menggugah emosi orang yang bertingkah laku. "pabila konsekuensi tingkah laku itu menimbulkan rasa suka, maka tingkah laku menjadi kuat, tetapi jika tingkah laku itu menimbulkan rasa tidak suka, maka tingkah laku itu akan ditinggalkan. Tim osen A6) # $%%,:+$ ' mengemukakan bahwa motivasi

ekstrinsik dipakai, oleh sebab pelajaran-pelajaran tidak dengan sendirinya menarik dan guru kurang mampu untuk membangkitkan minat anak. !eseorang didorong oleh motivasi ekstrinsik, apabila seseorang belajar dengan tujuan mendapat angka yang baik, naik kelas, mendapat ija?ah, untuk mencari penghargaan berupa angka, hadiah dan sebagainya. )hil 8auther # dalam )rayitno, $%*% :$+ ' mempergunakan beberapa strategi dalam membimbing siswa-siswa yang termotivasi secara ekstrinsik, yaitu : a. .emulai mengajar dengan memperkenalkan tujuan pengajaran khusus, sehingga siswa-siswa mengetahui dengan jelas apa yang harus dicapai dalam proses belajar itu. b. .emonitor kemajuan dan memberi penguatan kepada setiap siswa lebih sering dari pada yang dilakukan kepada siswa-siswa yang memiliki motivasi intrinsik.

11 c. .enilai setiap tugas siswa dan memberikan komentar secara tertulis terhadap tugas-tugas yang berbentuk tertulis atau makalah. d. Kadangkala memasangkan seorang siswa yang memiliki motivasi ekstrinsik dengan siswa yang memiliki motivasi intrinsik, sehingga siswa yang memiliki motivasi ekstrinsik mengenal model cara belajar yang berbeda dari apa yang sudah dimikilinya. .enurut Tim osen A6) # $%%,:31 ' untuk proses belajar mengajar,

motivasi intrinsik lebih menguntungkan karena biasanya dapat bertahan lebih lama. !edangkan motivasi ekstrinsik dapat diberikan oleh guru dengan jalan mengatur kondisi dan situasi belajar menjadi kondusif. Thornbugh # dalam )rayitno, $%*%:$3' berpendapat bahwa antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik itu saling menambah atau memperkuat, bahkan motivasi ekstrinsik dapat membangkitkan motivasi intrinsic. >al ini sependapat dengan imyati dan

.udjiono # $%%3:*3 ' bahwa motivasi ektrinsik dapat berubah menjadi motivasi intrinsik, yaitu pada saat siswa menyadari pentingnya belajar, dan ia belajar sungguh-sungguh tanpa disuruh orang lain. >al ini sependapat dengan Ballowy dalam tim osen A6) # $%%,:31 ' dengan jalan memberikan

pengetahuan-pengetahuan maka motivasi yang mula-mula bersifat ekstrinsik lambat laun diharapkan akan tumbuh menjadi motivasi intrinsik. .enurut !oemanto # $%%4:144 ' kebutuhan merupakan keadaan yang menimbulkan motivasi atau dengan kata lain merupakan potensialis tetap yang dimotivasi dengan cara tertentu. >al ini sesuai dengan pendapat .aslow # dalam )rayitno, $%*%:&3 ' bahwa kebutuhan manusia termotivasi untuk

1& bertindak kalauia ingin memenuhi kebutuhannya. .aslow dengan teori kebutuhannya, menggambarkan hubungan dari berbagai kebutuhan, dimana kebutuhan pertama menjadi dasar untuk timbulnya kebutuhan berikutnya. "dapun kebutuhan itu meliputi : # $ ' Kebutuhan fisik, yakni kebutuhan dasar yang dirasakan individu pertama kalinya, # 1 ' Kebutuhan rasa aman, yakni kebutuhan tingkat berikutnya sesudah kebutuhan dasar yang bersifat fisik, seperti kebutuhan untuk bebas dari berbagai ancaman, # & ' Kebutuhan untuk dicintai, dikasihi dan diperlihara. Karena seorang siswa yang merasa dikucilkan atau dibenci oleh teman sebayanya atau gurunya, tidak mungkin termotivasi dengan baik dalam belajar, # 3 ' Kebutuhan harga diri, yaitu kebutuhan untuk merasa dipentingkan dan dihargai. Kepuasan terhadap kebutuhan ini akan menimbulkan perasaan percaya diri, merasa berharga, merasa kuat, merasa mampu dan merasa berguna dalam hidup ini dan # + ' Kebutuhan aktualisasi menampilkan seluruh potensinya secara penuh. orongan untuk mengaktualisasikan diri sendiri meliputi kebutuhan menjadi tahu, mengerti dan kesenangan untuk memuaskan aspek-aspek kognitif yang paling dasar.

0. 1a%anan K"nse(ing Ke("$p"k. "da sembilan jenis layanan bimbingan dan konseling yang dapat diimplementasikan , yaitu 9 # $ ' layanan orientasi, # 1 ' layanan informasi, # & ' layanan penempatan dan penyaluran, # 3 ' layanan penguasaan konten, # + ' layanan konseling perorangan, # , ' layanan bimbingan kelompok, # - '

13 layanan konseling kelompok, # * ' layanan konsultasi dan # % ' layanan mediasi. ari sembilan jenis layanan bimbingan dan konseling di atas nampak bahwa 8ayanan Konseling Kelompok merupakan salah satu dari sekilan layanan yang ada dalam bimbingan dan konseling. engan layanan konseling

kelompok memungkinkan siswa memperoleh kesempatan bagi pembahasan dan pengentasan masalah yang dialami melalui dinamika kelompok. 8ayanan konseling kelompok merupakan layanan konseling yang diselenggarakan dalam suasana kelompok. .asalah yang dibahas adalah masalah-masalah pribadi yang dialami oleh masing-masing anggota kelompok. .elalui layanan konseling kelompok yang dalam upaya pemecahan masalah tersebut para anggota memperoleh dua tujuan sekaligus, yaitu : #$' terkembangkannya perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap yang terarah kepada tingkah laku, khususnya dalam berkomunikasi dan bersosialisasi dan #1'

terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperoleh imbasan pemecahan masalah tersebut bagi individu-individu lain anggota layanan konseling kelompok. 8angkah-langkah yang ditempuh dalam layanan konseling kelompok ini sama dengan layanan konseling perorangan akan tetapi yang membedakan adalah dari segi jumlah yang mengikuti proses layanan konseling itu sendiri kalau layanan konseling perorangan bersifat face to face # hubungan empat mata ' antara seorang konselor dengan seorang konsele akan tetapi kalau

1+ konseling kelompok seorang konselor menghadapi lebih dari seorang konsele. alam konseling kelompok ini menggunakan teknik inamika Kelompok.

2. /ina$ika Ke("$p"k A. Pengertian /ina$ika Ke("$p"k inamika kelompok berasal dari kata dinamika dan kelompok. Dinamika berarti interaksi atau interdependensi antara kelompok satu dengan yang lain, sedangkan Kelompok adalah kumpulan individu yang saling berinteraksi dan mempunyai tujuan bersama. .aka Dinamika Kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologis secara jelas antara anggota satu dengan yang lain dan berlangsung dalam situasi yang dialami. inamika kelompok mempunyai beberapa tujuan, antara lain: $. .embangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap anggota kelompok lain, sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai 1. .enimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling

menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain &. .enciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota kelompok 3. .enimbulkan adanya i5tikad yang baik diantara sesama anggota kelompok

1, B. !ungsi /ina$ika Ke("$p"k inamika kelompok merupakan kebutuhan bagi setiap individu yang hidup dalam sebuah kelompok. Aungsi dari dinamika kelompok itu antara lain: $. .embentuk kerjasama saling menguntungkan dalam mengatasi persoalan hidup. #Bagaimanapun manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.' 1. .emudahkan segala pekerjaan. #Banyak pekerjaan yang tidak dapat dilaksanakan tanpa bantuan orang lain) &. .engatasi pekerjaan yang membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga seleseai lebih cepat, efektif dan efesian. #pekerjaan besar dibagi-bagi sesuai bagian kelompoknya masingmasing / sesuai keahlian' 3. masyarakat #setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat' .enciptakan iklim demokratis dalam kehidupan

+. Pertu$ uhan dan Perke$ angan Ke("$p"k 6ndikator yang dijadikan pedoman untuk mengukur tingkat perkembangan kelompok adalah sebagai berikut: $. "daptasi

1)roses adaptasi berjalan dengan baik bila: a' !etiap individu terbuka untuk memberi dan menerima informasi yang baru b' !etiap kelompok selalu terbuka untuk menerima peran baru sesuai dengan dinamika kelompok tersebut. c' !etiap anggota memiliki kelenturan untuk menerima ide, pandangan, norma dan kepercayaan anggota lain tanpa merasa integritasnya terganggu. 1. )encapaian tujuan alam hal ini setiap anggota mampu untuk: a' menunda kepuasan dan melepaskan ikatan dalam rangka mencapai tujuan bersama b' c' membina dan memperluas pola terlibat secara emosional untuk mengungkapkan

pengalaman, pengetahuan dan kemampuannya. !elain hal diatas, perkembangan kelompok dapat ditunjang oleh bagaimana komunikasi yang terjadi dalam kelompok. engan demikian

perkembangan kelompok dapat dibagi menjadi tiga tahap, antara lain 1. Tahap pra a3i(iasi .erupakan tahap permulaan, diawali dengan adanya perkenalan semua individu akan saling mengenal satu sama lain. Kemudian hubungan berkembang menjadi kelompok yang sangat akrab dengan saling mengenal sifat dan nilai masing-masing anggota.

1* ,. Tahap 3ungsi"na( itandai dengan adanya perasaan senang antara satu dengan yang lain, tercipta homogenitas, kecocokan, dan kekompakan dalam kelompok. )ada akhirnya akan terjadi pembagian dalam menjalankan fungsi kelompok. 0. Tahap dis"(usi Tahap ini terjadi apabila keanggotaan kelopok sudah mempunyai rasa tidak membutuhkan lagi dalam kelompok. idak ada kekompakan

maupun keharmonisan yang akhirnya diikuti dengan pembubaran kelompok.

/. Karakteristik ke("$p"k %ang e3ekti3 ada(ah4 $. Komunikasi dua arah 1. Tujuan kelompok jelas dan diterima oleh anggota &. )artisipasi merata antar anggota 3. Kepemimpinan didasarkan pada kemampuan dan informasi, buka posisi dan kekuasaan +. Kesepakatan diupayakan untuk keputusan yang penting ,. Kontroversi dan konflik tidak diabaikan, diingkari atau ditekan -. Kesejahteraan anggota tidak dikorbankan hanya untuk mencapai tujuan *. !ecara berkala anggota membahas efektivitas kelompok dan

mendiskusikan cara memperbaiki fungsinya B. Ka.ian 'asi( Pene(itian

1% 8ayanan Konseling Kelompok merupakan jenis layanan yang memungkinkan konselor menghadapi lebih dari satu konsele<siswa yang memiliki masalah yang relatif sama antara satu dengan yang lainnya, sehingga dengan demikian dalam waktu yang sama seorang konselor dapat membantu lebih banyak dibandingkan dengan konseling yang biasanya. Terkait masalah siswa dengan bidang studi tertentu dalam hal ini bidang studi matematika ternyata banyak siswa yang tidak senang dengan bidang studi tersebut , padahal kedepan siswa harus menyadari bahwa bidang studi matematika ini bidang studi yang cukup menentukan perjalanan karir mereka. 7leh karena itu sejak Kelas C66-( siswa harus sudah menyadari pentingnya bidang studi ini dan secara sadar untuk dapat menghilangkan sikap-sikap yang kurang baik dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada baik itu masalah sulitnya mengikuti pelajaran, kurang simpatinya mereka dengan guru yang pada akhirnya menurunkan motivasi mereka untuk belajar matematika dengan sungguh-sungguh yang pada gilirannya akan mempengaruhi prestasi mereka terhadap bidang studi ini. 7leh karena itu konselor secara dini harus dapat bekerja sama dengan guru bidang studi dalam melihat sikap dan motivasi siswa ketika mengikuti proses belajar mengajar, untuk selanjutnya dapat membantu siswa menyelesaikan permasalahanpermasalahan yang ada . engan peran serta yang aktif dari seorang konselor di sekolah dan kemampuan dalam menentukan layanan konseling yang tepat diharapkan prestasi belajar siswa semakin meningkat. "gar dalam memberikan layanan konseling seorang konselor semakin lebih efektif dan

&4 efisien maka layanan konseling kelompok merupakan salah satu layanan yang tepat untuk dilakukan disamping untuk membantu mengatasi masalah siswa juga siswa merasa diberi kemerdekaan yang penuh dalam menentukan pilihannya apakah dia harus suka atau tidak suka, karena dengan konseling kelompok dengan dinamika kelompok satu sama lain akan mempunyai adil dan peran yang sama dalam menyelesaikan dan mencari solusi yang terbaik atas masalah yang dihadapinya. "dapun hipotesis yang dapat peneliti kemukakan adalah sebagai berikut: $. "danya perkembangan sikap siswa terhadap bidang studi matematika melalui layanan konseling kelompok pada siswa Kelas C66-( .Ts 0 oho olopo .adiun Tahun )elajaran 1443<144+. 1. "danya layanan konseling kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap bidang studi matematika .

&$