Anda di halaman 1dari 13

Sarrah Kusuma Dewi 072011101028 FK UNEJ SMF ILMU PENYAKIT DALAM-RSUD DR.

SOEBANDI

Suatu kesatuan dan kelanjutan dari penurunan kesadaran yang paling berbahaya Deep sleeplike state pasien tidak dapat dibangunkan GCS 7

1. 2.

3.

4.

Koma karena Lesi Massa di Serebral dan Herniasi kompresi otak tengah Epileptic Koma ~ aktivasi elektriksitas dari korteks (seizure) Koma yang Diinduksi Obat depresi fungsi sistem saraf mempeng nuclei btang otak (Reticular Activating System/RAS) dan korteks serebral Koma karena kerusakan hemisfer serebral yang meluas pada prolonged hipoksiaiskemi misalnya karena oklusi PD (pd malaria serebral, hiperviskositas, trombotic trombositopeni pupura)

Hipoksia, iskemi, hipoglikemi dengan mengnterupsi aliran substrat energi detruksi neuron Intoksikasi obat dan alkohol; anastesi; epilepsi Mengganggu neuronal excitability Metabolik ensefalopati Disfungsi korteks dan acute confusional state hiponatremi [<115 mmol/L], hiperosmolar [>350 mosmol/L], hipercapnia [tek CO2 ], hiperkalsemia, gangg ginjal dan hati) gangg neuron dan astrosit perubahan neuropatologik minor.

1. Anamnesis penyebab yg bs dbuktikan scr cepat: trauma, cardiac arrest, obat. Poin: - Gejala neurologis - Gejala prekursor (confusion, lemah, sakit kepala, demam, kejang, pandangan dobel, muntah) - Medikasi / alkohol - penyakit hati, jantung, ginjal, paru

2. Pemeriksaan Fisik Vital Sign - Demam infeksi sistemik (meningitis, ensefalitis, konvulsi, (4244C) stroke, intoksikasi obat antikolinergik) - Hipotermia (<31C) intoksikasi alkoholik, barbiturate, sedative, phenothiazine; Hipoglikemia; kegagalan sirkulasi perifer; hipotiroid - Tachepnea: asidosis/pneumonia pola respirasi abnormal gangguan batang otak

2. Pemeriksaan Fisik - Hipertensi ensefalopati hipertensi, ICP (pada perdarahan serebral / cedera kepala) - Hipotensi intoksikasi alkohol / barbiturate, internal hemorrhage, myocardial infarction, sepsis, hypothyroidism.

3. Pemeriksaan Neurologis - Menelan, batuk? - Hemiplegia - Kejang - Multifocal myoclonus gangg metabolik, misalnya, uremia, anoksia, intoksikasi obat (lithium and haloperidol), Hashimoto encephalopathy." - Pasien mengantuk dan confused bilateral asterixis ensefalopati metabolik / intoksikasi obat. - Dekortikasi dan Deserebrasi

4. Reflex otak tengah 4.1 Pupil Normal: reactif dan bulat (2.55 mm) reaktif, bilateral (1-2,5 mm) ensefalopati metabolik, hidrosefalus reaktif (<1 mm) overdosis narcotic/ barbiturate Unilateral miosis dysfunction of sympathetic efferents Unreactive satu sisi dan pelebaran (>6 mm) kompresi nervus III karena massa.

4. Reflex otak tengah 4.2 Pola Respirasi Dangkal, pelan, regular metabolik / obat depresan Pernafasan clasic cyclic, berhenti mendadak seperti apneu (Cheyne-Stokes) kerusakan bihemisfer / supresi metabolik. Cepat Dalam (Kussmaul) asidosis metabolik

Goal: mencegah kerusakan sistem saraf lebih lanjut Menghilangkan penyebab (hipotensi, hipoglikemi, hipoksia, hiperkapnea, hipertermia) Naloxon dan dextrose Overdosis narkotik dan hipoglikemia Physostigmin overdosis obat antikolinergik Antagonis benzodiazepin overdosis obat yang soporifik dan ensefalopati hepatikum Antibiotik sefalosporin gol III meningitis, ensefalitis