Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN ANALISIS REM TIPE BAND

MS3111 ELEMEN MESIN II


Oleh: Muhammad Arifiandi Brilliant Dwinata Abdullah Ahsanun Nasik (13111005) (13111050) (13111083)

Dosen: Rachman Setiawan ST, M.Sc, Ph.D.

Program Studi Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung 2013

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Taala karena atas rahmat dan karuniaNya kami dapat menyelesaikan Laporan Analisis Rem Tipe Band ini. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Elemen Mesin, yaitu Pak Rachman Setiawan ST, M.Sc, Ph.D. atas ilmu dan wawasan yang beliau berikan kepada kami. Dalam laporan ini kami sertakan rancangan roda gigi berupa requirement yang diinginkan dan desain meliputi spesifikasi dan gambar teknik dari roda gigi serta analisis fatigue dari rancangan roda gigi.

Kami menyadari penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan ini . Terakhir, kami berharap semoga laporan ini memberikan manfaat bagi pembacanya. Terima kasih.

Bandung, 17 Desember 2013 Hormat kami, Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar 1 Daftar Isi 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 3 1.2 Tujuan 3 BAB II TEORI DASAR 2.1 Kopling dan Rem Tipe Band 4 BAB III FUNGSI, MEKANISME, DAN ANALISIS 3.1 Fungsi dan Aplikasi Rem dan Kopling 6 3.2 Mekanisme Rem dan Kopling 6 3.3 Perancangan 6 3.4 Diagram Benda Bebas (DBB) 7 3.5 Analisis Torsi dan Gaya 7 BAB IV KESIMPULAN 9 DAFTAR PUSTAKA 10 LAMPIRAN 11

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Rem dan kopling memiliki fungsi yang hampir mirip dimana digunakan untuk mentransfer energi rotasi. Rem dan kopling memiliki berbagai jenis, seperti internal brake and clutch, external brake and clutch, band-type clutch and brake, kopling gesek, disk brake, cone clutch and brake, dsb.

Untuk menganalsisi performa dari rem dan kopling, kita perlu mengetahui: 1. Gaya aktuasi 2. Torsi yang ditransmisikan 3. Energy loss 4. Kenaikan temperatur Torsi yang ditransmisikan berhubungan dengan gaya aktuasi, koefisien friksi, dan geometri dari kopling atau rem. Untuk permasalahan kenaikan temperatur berhubungan dengan energy loss dan dapat dipelajari tanpa berhubungan dengan tipe rem atau kopling yang bersangkutan, karena geometri yang penting adalah permukaan disipasi panas.

1.2 TUJUAN (i) Memahami mekanisme kerja dari rem maupun kopling (ii) Memahami fungsi dan aplikasi rem maupun kopling (iii) Menganalisis torsi dan gaya pada rem maupun kopling Ket: khusus untuk laporan ini, yaitu rem tipe band

BAB II TEORI DASAR


2.1 KOPLING DAN REM TIPE BAND Analisis pada kopling maupun rem tipe band dapat dilakukan dengan mengacu pada Gambar 1.1

Gambar 1.1 Gaya pada Rem Tipe Band

Akibat friksi dan putaran drum, gaya aktuasi P2 lebih kecil dari gaya pin P1. Semua elemen dari band, dengan panjang angular d, akan berada pada kondisi equilibrium saat terjadinya gaya yang ditunjukan oleh Gambar 1.1. Penjumlahan gaya pada arah vertikal, didapat ( ) ( ) ( )

Untuk yang sangat kecil maka sin d/2 = d/2. Penjumlahan gaya pada arah horizontal maka didapatkan, ( ) ( ) ( )

Untuk yang sangat kecil maka cos d/2 = 1. Sehingga melalui dua persamaan diatas didapat

Sehingga didapat ( Torsi dapat didapatkan dari persamaan ( ) ( ) )

Gaya normal dN yang bekerja pada elemen dari area dengan lebar b dan panjang r d adalah

Dimana p adalah tekanan. Substitusi nilai dN dari persamaan diatas maka didapat

Sehingga ( )

Tekanan proporsional terhadap tension dari band. Tekanan maksimum pa akan terjadi pada ujung dengan besar yaitu ( )

BAB III FUNGSI, MEKANISME, DAN ANALISIS


3.1 FUNGSI DAN APLIKASI REM DAN KOPLING Fungsi rem dan kopling pada prinsipnya adalah untuk mentransfer energi rotasi. Pada rem, energi yang ditransfer digunakan untuk memperlambat putaran dari suatu sistem rotasi. Aplikasi dari rem dan kopling tipe band yang kami analisis pada laporan ini, yaitu pada excavator, sistem pengangkut, dsb.

3.2 MEKANISME REM DAN KOPLING Mekanisme rem tipe band yaitu suatu sistem yang berputar (disebut drum) dililitkan pada suatu belt yang kita berikan tegangan pada kedua ujungnya sehingga akibat gaya friksi yang timbul antara permukaan drum dan belt akan menyebabkan timbulnya torsi yang melawan gerakan rotasi dari drum. Pada akhirnya, kecepatan putar dari drum secara perlahan akan berkurang.

3.3 PERANCANGAN Requirement RPM Maximum Lining Interface Pressure Brake Type : 350 rpm : 90 psi : Band Brake

Design

Diameter Drum : 20 in Band Lining : 4 in

Koefisien Friksi : 0,20

Gambar 3.1 Desain Band Brake

3.4 DIAGRAM BENDA BEBAS (DBB)

Gambar 3.2 DBB Sistem Rem

3.5 ANALISIS TORSI DAN GAYA Diketahui: D = 20 in; b = 4 in; RPM = 350 rpm; f = 0,20; pa = 90 psi

Dengan menggunakan Pers. (1-4) diperoleh ( ( )( ) )( )( )

Dengan menggunakan Pers. (1-1) diperoleh ( ) ( ) ( )

Sehingga didapatkan ( )( ) ( )( )

Dengan menggunakan prinsip lengan momen didapat ( ( ) )

Untuk Resultan Gaya Belt pada Drum, didapatkan

( )

( )

Gambar 3.3 Gaya pada Belt

Gaya shaft pada Drum adalah F1 = 3600 lbf dan F2 = 1403,45 lbf

Sehingga Torsi akibat kedua gaya tersebut adalah ( ( )( )( ) )

Gambar 3.4 Torsi Akibat Gaya Belt

Total Torsi pada Drum akibat Brake Band

Dengan menggunakan Pers.(1-3) didapat tekanan pada ujung kontak belt

| |

( ( ( ( )( )(

) ) ) )

BAB IV KESIMPULAN
1. 2. Gaya aktuasi yang dihasilkan berdasarkan perhitungan adalah sebesar F = 900 lbf Torsi yang ditransmiskan berdasarkan perhitungan adalah sebesar T = 21965,5 lbf.in

DAFTAR PUSTAKA
Budynas, Richard G. and J. Keith Nisbett. 2011. Shigleys Mechanical Engineering Design 9th Edition. McGraw-Hill Companies

10

LAMPIRAN

11