Anda di halaman 1dari 25

PENGELOLAAN LINGKUNGAN TAMBANG

BATUAN SEDIMEN DAN BATUAN METAMORF

Kelompok 4 (empat)
Siti Rukayah 1009035006 Wanda Merry Dedinta 1009035008 Luzand Salvino Hasman 10090315 Dwi Aryani Khasanah 10090350xx Vera Eva Yanthi 10090350045 Yulia Ardan 1009035053

Batuan Sedimen
Sedimen merupakan bahan atau partikel yang terdapat di permukaan bumi (darat ataupun lautan), yang telah mengalami proses pengangkutan (transportasi) dari satu tempat ke tempat lainnya. Air dan angin merupakan agen pengangkut yang utama. Ilmu yang mempelajari batuan sedimen disebut sedimentologi.

Faktor-faktor Yang Mengontrol Terbentunya Sedimen


Iklim
Tofografi

Vegetasi

Susunan Yang Ada Pada Batuan

Faktor Yang Mengontrol Pengangkutan Sedimen

Sedimen dapat diangkut dengan tiga cara, yaitu :

Suspension
Bed Load Saltation

Ciri-ciri batuan sedimen adalah :


(1).Berlapis (stratification) (2).Mengandung fosil (3).Memiliki struktur sedimen (4).Tersusun dari fragmen butiran hasil transportasi.

Secara umum, sedimen atau batuan sedimen terbentuk dengan dua cara, yaitu : Batuan sedimen yang terbentuk dalam cekungan pengendapan atau tidak mengalami proses pngangkutan, dikenal dengan sedimen autochthonous. Contohnya batuan evaporit (halit) dan batu gamping.

Batuan sedimen yang mengalami proses transportasi atau sedimen yang berasal dari luar cekungan yang ditransport dan diendapkan di dalam cekungan yang dikenal dengan sedimen allochthonous. Contohnya Batu pasir, Konglomerat, Breksi, Batuan Epiklastik.

Pengelompokkan batuan sedimen berdasarkan cara dan proses pembentukkannya


Pengelompokkan batuan sedimen berdasarkan cara dan proses pembentukkannya terdiri dari : Terrigenous (detrital atau klastik) Sedimen kimiawi/biokimia (Chemichal/Biochemichal) Batuan volkanoklastik (Volcanoclastic rocks)

Secara garis besar, batuan sedimen dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

Batuan sedimen klastik Batuan sedimen nonklastik

Ciri-ciri Batuan Sedimen


Ciri-ciri batuan sedimen dapat dilihat dari : Perlapisan pada batuan sedimen yang disebabkan oleh perbedaan besar butir (batu pasir dan batu lempeng) dan perbedaan warna batuan (batu pasir yang berwarna abu-abu terang dengan batu lempung yang berwarna abu-abu kehitaman). Struktur sedimen seperti struktur silang siur atau struktur gelembur gelombang. Sifat klasik, yang tersusun dari fragmen-fragmen lepas hasil pelapukan batuan yang kemudian tersemenkan menjadi batuan sedimen klastik. Kandungan fosil.

Tekstur Pada Batuan Sedimen


Pada hakekatnya tekstur adalah hubungan antar butir atau mineral yang terdapat di dalam batuan.

Yang terdiri dari fragmen batuan atau mineral dan matrik (masa dasar).

Tekstur Batuan Sedimen Klastik


Besar Butir Bentuk Butir, yang dibagi menjadi : Rounded (Membundar), Sub-rounded (Membundar tanggung), Sub-angular (Menyudut tanggung), dan Angular (Menyudut). Kemas (Febric), yang dibagi menjadi 2 yaitu kemas terbuka dan kemas tertutup. Pemilahan (Sorting) Sementasi (Cement) Porositas (kesarangan) Permeabilitas (Kelulusan)

Penamaan Batuan Sedimen Klastik

Klasifikasi wentword Klasifikasi batuan sedimen klastik berdasarkan ukuran bentuk butir Klasifikasi batuan sedimen non-klastik berdasarkan genesa pembentukannya.

Contoh Batuan Sedimen

Batupasir

Konglomerat

Batu gamping

Batulempung

Struktur Sedimen
Struktur sedimen yang terbentuk sebelum proses pembatuan (lithifikasi) Struktur sedimen yang terbentuk pada proses sedimentasi (struktur primer) Struktur sedimen yang terbentuk setelah pembentukan batuan sedimen (struktur sekunder).

Struktur sedimen Mudcracks

Struktur sedimen Sole marks pada batupasir

Struktur sedimen Load casts

Struktur sedimen Jejak Dinosaurus(Dinosaur tracks)

adalah batuan sedimen yang terbentuk dari proses kimiawi, seperti batu halit yang berasal dari hasil evaporasi dan batuan rijang sebagai proses kimiawi. Selain itu dapat juga terbentuk dari hasil proses organik, seperti batu gamping terumbu yang berasal dari organisme yang telah mati atau batubara yang berasal dari sisa tumbuhan yang material kimiawinya larut dalam air laut dan mengendap karena proses kimiawi seperti proses penguapan membentuk Kristal garam atau dengan bantuan proses biologi.

Batuan Sedimen Non Klastik

Yang Termasuk Batuan Sedimen Non Klastik

1. Batuan Sedimen Evaporit

2. Batuan Sedimen Karbonat

3. Batuan Silika

Batuan Metamorf
Batuan yang terbentuk sebagai akibat dari proses metamorfosa pada batuan yang sudah ada karena perubahan temperatur(T), tekanan(P), atau Temperatur (T) dan Tekanan (P) secara bersamaan.

Terbagi 3 atas derajat metamorfosanya,yakni :

Batuan metamorfosa derajat rendah

Batuan metamorfosa derjat menengah

Batuan metamorf derajat tinggi

Penamaan Batuan Metamorf

Penamaan batuan metamorf didasarkan atas tekstur, struktur dan komposisi mineral yang menyusun batuan tersebut.

Derajat Metamorfosa Derajat metamorfosa adalah suatu tingkatan metamorfosa yang didasarkan atas temperatur (T) atau tekanan (P) atau keduanya T dan P.

Batuan Metamorf, Tekstur Batuan, Derajat Metamorfosa, dan Batuan Asal