Anda di halaman 1dari 6

Melestarikan Potensi Budaya di Jawa Barat

Kelompok 8: Dian Safitri Kartika Nur Afifah Michael Yonathan M. Fadhil

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang beraneka ragam baik dari segi budaya, bahasa daerah, tarian, rumah adat, flora, fauna, dan sebagainya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pelestarian merupakan upaya perlindungan dari kemusnahan atau kerusakan . Sementara itu kata lestari diartikan dengan tetap seperti keadaan semula, tidak berubah, kekal, membiarkan tetap seperti keadaannya semula, dan mempertahankan kelangsungan (hidup). Jadi, pelestarian budaya merupakan upaya untuk melindungi budaya bangsa agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dari segala ancaman dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pelestarian budaya memiliki urgensi yang cukup signifikan bagi kelangsungan hidup sebuah bangsa. - Pertama : melestarikan budaya berarti melestarikan semangat juang bangsa -Kedua : melestarikan budaya berarti melestarikan lingkungan hidup. -Ketiga : melestarikan budaya berarti melestarikan etika pemerintahan yang baik. -Keempat : melestarikan budaya berarti melestarikan harga diri bangsa. Potensi Budaya di Jawa Barat: Guliran Otonomi Daerah yang diawali pada tahun 2001 sesungguhnya memberikan peluang yang sangat luas bagi daerah untuk menata diri dengan tampilan karakter mandiri sebagai cirri khasnya masing-masing. Ciri khas daerah memiliki peran yang sangat penting dalam memperkokoh kebhinekatunggalika-an bangsa Indonesia. Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu provinsi yang berbatasan sekaligus penyangga Ibu Kota Negara RI pada hakekatnya mengemban tugas untuk menampilkan diri yang dapat memberi gambaran sebagai salah satu wajah Indonesia yang didominasi dengan nuansa budaya Sunda. Di kota-kota besar Jawa Barat, dalam rangka menuju era globalisasi, intensitas budaya tampil engan ciri khasnya masing-masing. Mereka ada, berkegiatan, dan terus menggali

serta menciptakan sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan zaman. Potensi tersebut tentu saja harus diperthankan serta dikembangkan untuk membentuk karakter masyarakatnya, serta untuk mengukuhkan ciri budaya mesyarakatnya. Ciri-ciri budaya itu bisa saja terbangun dari adat istiadatnya, penggunaan bahasa, penggunaan perkakas di lingkungan keluarga, mata pencaharian, produksi dari peradaban setempat, serta karakter yang terbersit dari manusianya itu sendiri.Ciri-ciri potensi kebudayaan tersebut seyogyanya mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah serta berbagai pihak, karena di tangan merekalah potensi budaya serta kemasyarakatan Jawa Barat akan tetap eksis bahkan terdokumentasikan. Mengingat pesatnya arus budaya luar melanda kota-kota di Jawa Barat, maka dikhawatirkan keberadaan potensi-potensi masyarakat Jawa Barat tersenut akan tersisih.

1. Memahami Perubahan Sosial Budaya Masyarakat adalah salah satu komponen lingkungan sosial yang selalu mengalami perubahan sebagai hasil dari interaksi antarindividu dan antarkelompok. Perubahan sosial sangat bersifat dinamis mengikuti keadaan atau situasi dari masyarakat pada masa tertentu. Perubahan yang terjadi di masyarakat berupa perubahan nilai-nilai sosial, normanorma yang berlaki di masyarakat, pola-pola perilaku individu dan organisasi, susunan lembaga kemasyarakatan, dan lapisan-lapisan maupun kelas-kelas dalam masyarakat. Kehidupan sosial budaya juga dipengaruhi oleh budaya luar. Kebudayaan dari luar sebagai dampak globalisasi yang menyebabkan terjdainya perubahan sosial yang berdampak positif sekaligus negatif. Karakteristik masyarakat Jawa Barat selain dibatasi oleh ketaatannya terhadap nilainilai luhur budaya yang menjadi pedoman hidup, juga dikenal religius yang selalu memegang terguh nilai-nilai yang diajarkan oleh agama yang dianut penduduknya. Hal ini merupakan modal untuk menangkal pengaruh perubahan sosial dari luar yang akan mengubah budaya kita. 2. Memahami Ragam Potensi Budaya Keragaman potensi budaya tersebut sbb: a. Rumah Adat b. Seni Tari c. Pakaian adat d. Upacara adat e. Bahasa daerah f. Dsb. Jawa Barat memiliki berbagai potensi budaya, misalnya wayang golek, pencak silat, jaipongan, reog, sisingaan, angklung, tari topeng, dsb.

Melestarikan Potensi Budaya: Kebudayaan bersifat dinamis karena selalu berubah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakatnya. Faktor-faktor yang dapat mengubah kebudayaan dapat berasal dari dalam masyarakat itu sendiri maupun dari luar masyarakat. Faktor-faktor dari dalam masyarakat yang dapat mempengaruhi kebudayaan: 1. Perkembangan Jumlah Penduduk, Semakin bertambahnya jumlah penduduk akan melahirkan tingkat persaingan hidup yang tinggi. Hal ini akan menyebabkan tatanan kehidupan yang semula relatif mapan secara perlahan akan mengalami perubahan. Persaingan hidup yang tinggi tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik dalam masyarakat. 2. Penemuan Baru, Penemuan baru merupakan suatu instrumen bahwa masyarakat akan mengalami perubahan tatanan ataupun kebudayaan. 3. Revolusi dalam masyarakat, Revolusi adalah suatu proses perubahan dalam masyarakat yang berlangsung dalam waktu relatif cepat, seperti revolusi industri, revolusi hijau. Faktor-faktor yang berasal dari luar masyarakat yang mempengaruhi kebudayaan: 1. Lingkungan Fisik, Apabila hal ini sering terjadi maka akan memaksa penduduk tersebut untuk berpindah ke tempat lain yang lebih aman. 2. Konflik dan Perang. 3. Pengaruh dan kontak budaya lain, Apabila kita perhatikan banyak sekali anak-anak yang terpengaruh oleh acaraacara yang ditayangkan televisi, misalnya mengenai cara berpakaian, kesenian, dsb. Kesenian dan budaya daerah merupakan aset bagi bangsa kita, serta dapat meningkatkan perekonomoian bagi daerah atau penduduk setempat. Bentuk Pelestarian Potensi Budaya 1. Proses Internalisasi Proses internalisasi lebih menekankan pada diri kita untuk senantiasa menyukai dan mencintai budaya kita sendiri. Dengan demikian akan tercipta rasa, karsa, dan keinginan untuk melestarikan budaya yang sudah ada itu. 2. Proses Sosialisasi Proses sosialisasi adalah proses penanaman atau pembelajaran kebudayaan yang berkaitan dengan sistem sosial. Dalam melestarikan budaya melalui proses ini perlu ada dukungan dan dorongan dari seluruh komponen dalam suatu kelompok masyarakat. 3. Proses Enkulturasi Proses Enkulturasi atau pemudayaan adalah pelestarian kebudayaan dengan cara penanaman terhadap individu masyarakat sejak dini.

Contoh Gambar Budaya Jawa Barat:

Sumber: www.bpldh.go.id www.google.co.id www.youtube.com www.klh.go.id www.jawabarat.go.id