Anda di halaman 1dari 10

ANEMIA 1.

Pengertian Secara umum anemia adalah pengurangan jumlah sel darah merah, kuantitas hemoglobin dan volume pada sel darah merah hematokrit! per 1"" ml darah. Menurut #enstermacher dan $udson 1%%&!, anemia adalah berkurangn'a secara signi(ikan massa sel darah merah sehingga kapasitas darah 'ang memba)a oksigen menjadi berkurang. Secara (isiologis, anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan sehingga tubuh akan mengalami hipoksia. Anemia bukan suatu pen'akit atau diagnosis melainkan merupakan pencerminan ke dalam suatu pen'akit atau dasar perubahan pato(isilogis 'ang diuraikan oleh anamnese dan pemeriksaan (isik 'ang teliti serta didukung oleh pemeriksaan laboratorium. *. Etiologi Anemia disebabkan oleh berbagai jenis pen'akit, namun semua kerusakan tersebut secara signi(ikan akan mengurangi ban'akn'a oksigen 'ang tersedia untuk jaringan. Menurut +runner dan Suddart ,""1!, beberapa pen'ebab anemia secara umum antara lain a. Secara (isiologis anemia terjadi bila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke jaringan. b. Akibat dari sel darah merah 'ang prematur atau penghancuran sel darah merah 'ang berlebihan. c. Produksi sel darah merah 'ang tidak mencukupi. d. #aktor lain meliputi kehilangan darah, kekurangan nutrisi, (aktor keturunan, pen'akit kronis dan kekurangan .at besi. /. 0lasi(ikasi Anemia dapat diidenti(ikasikan menurut mor(ologi sel darah merah serta indeks1 indeksn'a dan menurut etiologin'a. Pada klasi(ikasi anemia menurut mor(ologi sel darah merah dan indeks1indeksn'a terbagi menjadi a. Menurut ukuran sel darah merah Anemia normositik ukuran sel darah merah normal!, anemia mikrositik ukuran sel darah merah kecil! dan anemia makrositik ukuran sel darah merah besar!. b. Menurut kandungan dan )arna hemoglobin Anemia normokromik )arna hemoglobin normal!, anemia hipokromik kandungan dan )arna hemoglobin menurun! dan anemia hiperkromik kandungan dan )arna hemoglobin meningkat!. Menurut +runner dan Suddart ,""1!, klasi(ikasi anemia menurut etiologin'a secara garis besar adalah berdasarkan de(ek produksi sel darah merah anemia hipoproli(erati(a! dan destruksi sel darah merah anemia hemolitika!. a. Anemia $ipoproli(erati(a Sel darah merah biasan'a bertahan dalam jangka )aktu 'ang normal, tetapi sumsum tulang tidak mampu menghasilkan jumlah sel 'ang adekuat jadi jumlah retikulositn'a menurun. 0eadaan ini mungkin disebabkan oleh kerusakan sumsum tulang akibat obat dan .at kimia atau mungkin karena kekurangan hemopoetin, besi, vitamin +1, atau asam (olat. Anemia hipoproli(erati(a ditemukan pada 1!. Anemia aplastik Pada anemia aplastik, lemak menggantikan sumsum tulang, sehingga men'ebabkan pengurangan sel darah merah, sel darah putih dan platelet. Anemia aplastik si(atn'a kongenital dan idiopatik. ,!. Anemia pada pen'akit ginjal Secara umum terjadi pada klien dengan nitrogen urea darah 'ang lebih dari 1" mg2dl. $ematokrit menurun sampai ," sampai *" 3. Anemia ini disebabkan oleh menurunn'a ketahanan hidup sel darah merah maupun de(isiensi eritropoetin. *!. Anemia pada pen'akit kronik +erbagai pen'akit in(lamasi kronis 'ang berhubungan dengan anemia jenis normositik normokromik sel darah merah dengan ukuran dan )arna 'ang normal!. Apabila disertai dengan penurunan kadar besi dalam serum atau saturasi trans(erin, anemia akan berbentuk hipokrom mikrositik. 0elainan ini meliputi arthritis reumatoid, abses paru, osteomielitis, tuberkulosis dan berbagai keganasan. /!. Anemia de(isiensi1besi Anemia de(isiensi besi adalah keadaan dimana kandungan besi tubuh total turun diba)ah tingkat normal dan merupakan sebab anemia tersering pada setiap negara. 4alam keadaan normal tubuh orang de)asa rata1rata mengandung * 1 5 gram besi, tergantung pada jenis kelamin dan besar tubuhn'a. Pen'ebab tersering dari anemia de(isiensi besi adalah perdarahan pada pen'akit tertentu

misal - ulkus, gastritis, tumor pada saluran pencernaan!, malabsorbsi dan pada )anita premenopause menorhagia!. Menurut Pagana dan Pagana 1%%5!, pada anemia de(isiensi besi, volume corpuscular rata1rata Mean 6orpuscular 7olume atau M67!, microc'tic 8ed +lood 6ells dan hemoglobin corpuscular rata1rata Mean 6orpuscular $aemoglobine atau M6$! menurun. 5!. Anemia megaloblastik Anemia 'ang disebabkan oleh de(isiensi vitamin +1, dan asam (olat. 9erjadi penurunan volume corpuscular rata1rata dan mikrositik sel darah merah. Anemia megaloblastik karena de(isiensi vitamin +1, disebut anemia pernisiosa. 9idak adan'a (aktor instrinsik pada sel mukosa lambung 'ang mencegah ileum dalam pen'erapan vitamin +1, sehingga vitamin +1, 'ang diberikan melalui oral tidak dapat diabsorpsi oleh tubuh sedangkan 'ang kita tahu vitamin +1, sangat penting untuk sintesa deo:'ribonucleic acid 4NA!. Anemia megaloblastik karena de(isiensi asam (olat, biasa terjadi pada klien 'ang jarang makan sa'ur1ma'ur, buah mentah, masukan makanan 'ang rendah vitamin, peminum alkohol atau penderita malnutrisi kronis. b. Anemia $emolitika Pada anemia ini, eritrosit memiliki rentang usia 'ang memendek. Sumsum tulang biasan'a mampu berkompensasi sebagian dengan memproduksi sel darah merah baru tiga kali atau lebih dibandingkan kecepatan normal. Ada dua macam anemia hemolitika, 'aitu 1!. Anemia hemolitika turunan S(erositosis turunan! Merupakan suatu anemia hemolitika dengan sel darah merah kecil dan splenomegali. ,!. Anemia sel sabit Anemia sel sabit adalah anemia hemolitika berat akibat adan'a de(ek pada molekul hemoglobin dan disertai dengan serangan n'eri. Anemia sel sabit adalah kerusakan genetik dan merupakan anemia hemolitik herediter resesi(. Anemia sel sabit dikarenakan oklusi vaskuler dalam kapiler 'ang disebabkan oleh 8ed +lood 6ells Sickled 8+6s! dan kerusakan sel darah merah 'ang cepat hemolisis!. Sel1sel 'ang berisi molekul hemoglobin 'ang tidak sempurna menjadi cacat, kaku dan berbentuk bulan sabit ketika bersirkulasi melalui vena. Sel1sel tersebut macet di pembuluh darah kecil dan memperlambat sirkulasi darah ke organ1organ tubuh. 8+6s berbentuk bulan sabit han'a hidup selama 151,1 hari. 5. Pato(isiologi 9imbuln'a anemia mencerminkan adan'a kegagalan sumsum atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduan'a. 0egagalan sumsum dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, pajanan toksik dan invasi tumor. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis destruksi!. Pada destruksi, masalahn'a dapat diakibatkan karena de(ek sel darah merah 'ang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah normal atau akibat beberapa (aktor di luar sel darah merah 'ang men'ebabkan destruksi sel darah merah. ;isis sel darah merah disolusi! terjadi dalam sel (agositik atau dalam sistem retikuloendotelial terutama dalam hati dan limpa. Sebagai hasil samping proses ini, bilirubin 'ang terbentuk dalam (agosit, akan memasuki aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah hemolisis! segera dire(leksikan dengan peningkatan produksi plasma. $al ini tercermin dalam anemia de(isiensi besi. Anemia de(isiensi besi disebabkan cacat pada sintesis hemoglobin atau dapat dikatakan kurang pembebasan besi dari makro(ag ke serum, sehingga kandungan besi dalam hemoglobin berkurang. Sedangkan 'ang kita tahu sebagian besar besi dalam tubuh dikandung dalam hemoglobin 'ang beredar dan akan digunakan kembali untuk sintesis hemoglobin setelah sel darah merah mati. +ila de(isiensi besi berkembang, cadangan retikulo1endotelial haemosiderin dan (erritin! menjadi kosong sama sekali sebelum anemia terjadi. Apabila sel darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi, seperti 'ang terjadi pada berbagai kelainan hemolitik, maka hemoglobin akan muncul dalam plasma hemoglobinemia!. Apabila konsentrasi plasman'a melebihi kapasitas haptoglobin plasma protein pengikat untuk hemoglobin bebas! untuk mengikat semuan'a apabila jumlahn'a lebih dari sekitar 1"" mg2dl!, hemoglobin akan terdi(usi dalam glomerulus ginjal dan ke dalam urin hemoglobinuria!. <adi ada atau tidak adan'a hemoglobinemia dan hemoglobinuria dapat memberikan in(ormasi mengenai lokasi penghancuran sel darah merah abnormal pada klien dengan hemolisis dan dapat merupakan petunjuk untuk mengetahui si(at proses hemolitik tersebut. Anemia pada pasien tertentu disebabkan oleh penghancuran sel darah merah 'ang tidak mencukupi, biasan'a diperoleh dengan dasar -

a. $itung retikulosit dalam sirkulasi darah. b. 4erajat proli(erasi sel darah merah muda dalam sumsum tulang dan cara pematangann'a. c. Ada atau tidak adan'a hiperbilirubinemia dan hemoglobinemia. =. Mani(estasi 0linis Pada anemia, karena semua sistem organ dapat terlibat maka dapat menimbulkan mani(estasi klinik 'ang luas. Mani(estasi ini bergantung padaa. 0ecepatan kejadian anemia b. 4urasi c. 0ebutuhan metabolisme klien bersangkutan d. Adan'a kelainan lain atau kecacatan e. 0omplikasi tertentu atau keadaan pen'erta kondisi 'ang men'ebabkan anemia. 0arena jumlah sel darah merah berkurang, maka lebih sedikit oksigen 'ang dikirimkan ke jaringan. 0ehilangan darah 'ang cepat seban'ak *"3 dapat men'ebabkan kolaps vaskuler pada individu 'ang sama. Namun penurunan hemoglobin dan hematokrit tanpa gejala 'ang tampak atau ketidakmampuan 'ang jelas secara bertahap biasan'a dapat ditoleransi sampai 5"3. Mekanisme kompensasi tubuh bekerja melalui a. Peningkatan curah jantung dan pernapasan, karena itu menambah pengiriman oksigen ke jaringan1jaringan oleh sel darah merah. b. Meningkatkan pelepasan oksigen dan hemoglobin. c. Mengembangkan volume plasma dengan menarik cairan dari sela1sela jaringan. d. 8edistribusi aliran darah ke organ1organ vital. Individu 'ang telah mengalami anemia selama )aktu 'ang cukup lama dengan kadar hemoglobin antara % >11 g2dl, han'a mengalami sedikit gejala atau tidak ada gejala sama sekali selain takikardi ringan selama latihan. 9akikardi menggambarkan beban kerja dan curah jantung 'ang meningkat. 4ispnea pada latihan biasan'a terjadi bila kadar hemoglobin diba)ah &,5 g2dl 'ang merupakan mani(estasi berkurangn'a pengiriman oksigen. 0elemahan han'a terjadi bila kadar hemoglobin diba)ah = g2dl. 4ispnea istirahat bila diba)ah * g2dl dan gagal jantung han'a pada kadar sangat rendah ,1,,5 g2dl, hal ini disebabkan karena otot jantung 'ang kekurangan oksigen tidak dapat men'esuaikan diri dengan beban kerja jantung 'ang meningkat. Salah satu tanda 'ang paling sering dikaitkan dengan anemia adalah pucat. Ini diakibatkan berkurangn'a volume darah, hemoglobin dan vasokontriksi untuk memperbesar pengiriman oksigen ke organ1organ vital. ?arna kuku, telapak tangan, memban mukosa mulut dan konjungtiva dapat digunakan untuk menilai kepucatan. &. Pemeriksaan diagnostik 4ata diagnosis didasarkan atas hasil a. Penentuan klinis 1!. Anamnese karena de(ek produksi sel darah merah atau destruksi sel darah merah!. ,!. Pemeriksaan (isik. b. Pemeriksaan tambahan 2 laboratorium +erbagai uji hematologis dilakukan untuk menentukan jenis dan pen'ebab anemia. @ji tersebut meliputi kadar hemoglobin dan hematokrit, indeks sel darah merah, penelitian sel darah putih, kadar besi serum, pengukuran kapasitas ikatan besi, kadar (olat, kadar vitamin +1,, hitung trombosit, )aktu perdarahan, )aktu protrombin dan )aktu tromboplastin parsial. Selain itu, perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik untuk menentukan adan'a pen'akit akut atau kronis serta sumber kehilangan darah kronis. A. Penatalaksanaan Penatalaksanaan anemia ditujukan untuk mencari pen'ebab dan mengganti darah 'ang hilang. Penatalaksanaan anemia berdasarkan jenisn'a, 'aitu a. Anemia aplastik Penatalaksanaann'a meliputi transplantasi sumsum tulang dan terapi immunosupresi( dengan antithimoc'te globulin A9B! 'ang diperlukan melalui jalur sentral selama &11" hari. Prognosis buruk jika transplantasi sumsum tulang tidak berhasil. +ila diperlukan dapat diberikan trans(usi 8+6 rendah leukosit dan platelet Phipps, 6assme'er, Sanas C ;ehman, 1%%5!. b. Anemia de(isiensi besi 4iatasi dengan mengobati pen'ebabn'a dan mengganti .at besi secara (armakologis selama satu tahun. ;aki1laki membutuhkan 1" mg2hari, )anita 'ang menstruasi 15 mg2hari dan postmenaupouse membutuhkan 1" mg2hari.

c. Anemia megaloblastik @ntuk anemia megaloblastik 'ang disebabkan karena de(isiensi vitamin +1, anemia pernisiosa! dan de(isiensi asam (olat diobati dengan pemberian vitamin +1, dan asam (olat oral 1 mg2hari. d. Anemia sel sabit Pengobatann'a mencakup pemberian antibiotik dan hidrasi dengan cepat dan dengan dosis 'ang besar. Pemberian tambahan asam (olat setiap hari diperlukan untuk mengisi kekurangan asam (olat 'ang disebabkan karena adan'a hemolisis kronik. 9rans(usi han'a diperlukan selama terjadi krisis aplastik atau hemolitik. Pendidikan dan bimbingan 'ang terus1menerus termasuk bimbingan genetik, penting dilakukan untuk pencegahan dan pengobatan anemia sel sabit. %. 0omplikasi Ada tiga komplikasi 'ang umum terjadi pada anemia 'aitu gagal jantung, kejang dan parestesia perasaan 'ang men'impang seperti rasa terbakar dan kesemutan!. +. Asuhan 0epera)atan Proses kepera)atan adalah suatu pendekatan holistik problem solving 'ang memerlukan ilmu, teknik dan keterampilan interpersonal dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan klien dan keluarga I'er et. Al., 1%%=!. Proses kepera)atan terdiri dari lima tahap 'ang saling berhubungan 'ang terdiri dari pengkajian, perumusan diagnosa kepera)atan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. 1. Pengkajian Pengkajian adalah tahap a)al dari proses kepera)atan dan merupakan proses 'ang sistematik dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengidenti(ikasi status klien I'er et. al., 1%%=!. Proses pengkajian meliputi tiga komponen tahap pengkajian 'aitua. Pengumpulan data Pengumpulan data adalah mengumpulkan in(ormasi 'ang sistimatis tentang klien termasuk kelemahan dan kekuatan klien. 4ata dikumpulkan dari klien, keluarga, orang terdekat, gra(ik dan rekam medik. Metode pengumpulan data 'ang utama adalah observasi, )a)ancara dan pemeriksaan (isik. b. 7alidasi data c. Identi(ikasi pola atau divisi 4ata 'ang terkumpul membentuk data dasar klien. 4ata dasar selanjutn'a akan digunakan untuk perbandingan nilai1nilai klien dan standar untuk memastikan kee(ekti(an pengobatan, asuhan kepera)atan dan pencapaian kriteria hasil. 4ata dasar adalah data 'ang berisikan tentanga. Identitas klien secara umum meliputi nama, alamat, usia, pekerjaan, suku dan tingkat pendidikan. b. 8i)a'at kesehatan pada )aktu 'ang lampau baik 'ang ada hubungann'a dengan kondisi sakit klien saat ini anemia! maupun mengenai pen'akit lain 'ang pernah diderita oleh klien dan bagaimana cara penanganann'a. c. 8i)a'at kesehatan sekarang 'ang berisikan tentang alasan apa 'ang men'ebabkan klien harus mendapat pera)atan di rumah sakit. d. Aspek psikologis, sosial dan spiritual klien berhubungan dengan keadaan sakitn'a seperti tingkat kecemasan dan pandangan klien secara spiritual tentang penerimaan terhadap kondisin'a. e. 0ebiasaan sehari1hari 'ang berisikan tentang kebiasaan klien dalam hal nutrisi, eliminasi, istirahat2tidur, personal h'giene serta aktivitas sehari1hari. (. $asil pemeriksaan (isik 'ang digambarkan secara sistematis dengan menggunakan metode inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi dari rambut sampai kaki. 4asar data pengkajian klien anemia pada aktivitas dan istirahat ditemukan adan'a takikardia2takipnea, dispnea pada bekerja atau istirahat, kelemahan otot, penurunan kekuatan, postur lungkai, lesu, berjalan lambat dan tanda1tanda lain 'ang menunjukkan keletihan. Pada sistem sirkulasi ditemukan adan'a kulit pucat, begitupula pada membran mukosa konjungtiva, mulut, (aring, bibir! dan dasar kuku, pengisian kapiler melambat, hipotensi postural, rambut kering, kuku mudah patah. Pada sistem eliminasi ditemukan distensi abdomen, ungkapan adan'a hematemesis, melena, dan penurunan haluaran urine. Pada status nutrisi dan cairan ditemukan adan'a penurunan berat badan, anoreksia, mual, muntah. Pada sistem neurosensori ditemukan ungkapan sakit kepala, pusing, ketidakmampuan berkonsentrasi, insomnia, kelemahan dan keseimbangan buruk. Pada sistem pernapasan ditemukan napas pendek pada istirahat dan aktivitas, takipnea,

dispnea. 4alam hal keamanan juga dilakukan pengkajian dan ditemukan demam rendah, menggigil dan berkeringat malam. ,. 4iagnosa kepera)atan 4iagnosa kepera)atan adalah suatu pern'ataan 'ang menjelaskan respon manusia 'ang berupa status kesehatan atau risiko perubahan pola dari individu dimana pera)at secara pasti untuk menjaga status kesehatan, menurunkan membatasi dan mencegah morbiditas dan mortilitas 6arpenito, ,"""! Adapun diagnosa kepera)atan 'ang mungkin timbul pada klien dengan anemia, menurut Maril'nn E. 4ongoes dalam 8encana Asuhan 0epera)atan 1%%%! antara lain a. Perubahan per(usi jaringan peri(er berhubungan dengan penurunan komponen seluler 'ang diperlukan untuk pengiriman oksigen2nutrien ke sel. b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan. c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna, ketidakmampuan mencerna makanan2 absorpsi nutrien 'ang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah normal. d. 8isiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologis, gangguan mobilitas, de(isit nutrisi. e. 0onstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan masukan diit, perubahan proses pencernaan, e(ek samping terapi obat. (. 8isiko tinggi terhadap in(eksi berhubungan dengan penurunan hemoglobin, prosedur invasi(, kerusakan kulit. g. 0urang pengetahuan kebutuhan belajar! tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan. *. Perencanaan Intervensi! Intervensi kepera)atan adalah suatu tindakan langsung pada klien 'ang dilaksanakan oleh pera)at +ulecheck C Mc. 6loske', 1%A%!. 9ahapan dalam membuat intervensi adalaha. Membuat prioritas urutan diagnosa kepera)atan b. Menetapkan tujuan 'ang ingin dicapai sesuai dengan kondisi dan masalah. c. Men'usun rencana kepera)atan sesuai dengan diagnosa 'ang telah ditegakkan. 8encana tindakan 'ang disusun untuk 9n. A dengan Anemia Suspect $emoroid Interna disesuaikan dengan kondisi klien. Adapun rencana asuhan kepera)atan menurut Maril'nn E. 4ongoes dalam 8encana Asuhan 0epera)atan 1%%%! antara lain a. Perubahan per(usi jaringan peri(er berhubungan dengan penurunan komponen seluler 'ang diperlukan untuk pengiriman oksigen2nutrien ke sel. 9ujuan - Per(usi jaringan adekuat 0riteria hasil 1!. 9anda vital stabil ,!. Membran mukosa )arna merah muda *!. Pengisian kapiler baik Intervensi 1!. @kur tanda vital, kaji pengisian kapiler, )arna kulit2membran mukosa, dasar kuku. 8asional - Memberikan in(ormasi tentang derajat2 keadekuatan per(usi jaringan dan membantu menentukan kebutuhan intervensi. ,!. 9inggikan kepala tempat tidur sesuai toleransi. 8asional - Meningkatkan ekspansi paru dan memaksimalkan oksigenasi untuk kebutuhan seluler. *!. A)asi upa'a pernapasan, auskultasi bun'i napas, perhatikan bun'i adventisius. 8asional - 4ispnea, gemericik menunjukkan gagal jantung kanan karena regangan jantung lama2 peningkatan kompensasi curah jantung. /!. Selidiki keluhan n'eri dada, palpitasi 8asional - Iskemia seluler mempengaruhi jaringan miokardial2potensial risiko in(ark. 5!. 6atat keluhan rasa dingin, pertahankan suhu lingkungan dan tubuh hangat sesuai indikasi. 8asional - 7asokontriksi ke organ vital! menurunkan sirkulasi peri(er. =!. A)asi hasil pemeriksaan laboratorium, misaln'a hemoglobin2 hematokrit dan jumlah sel darah merah, analisa gas darah 8asional - Mengidenti(ikasi de(inisi dan kebutuhan pengobatan2respon terhadap terapi. &!. +erikan sel darah merah darah lengkap2packed, produk darah sesuai indikasi. A)asi ketat untuk komplikasi trans(usi. 8asional - Meningkatkan jumlah sel pemba)a oksigen, memperbaiki de(isiensi untuk

menurunkan perdarahan. b. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan. 9ujuan - Peningkatan toleransi aktivitas termasuk aktivitas sehari1hari! 0riteria hasil 1!. 9anda1tanda vital dalam batas normal ,!. 9ak ada keluhan dalam beraktivitas Intervensi 1!. 0aji kemampuan klien untuk melakukan tugas normal, catat laporan kelelahan, keletihan dan kesulitan men'elesaikan tugas. 8asional - Mempengaruhi pilihan intervensi atau bantuan ,!. A)asi tekanan darah, nadi, pernapasan selama dan sesudah aktivitas, catat respon terhadap aktivitas misal- peningkatan den'ut jantung, tekanan darah, disritmia, pusing dan sebagain'a!. 8asional - Mani(estasi kordipulmonal dari upa'a jantung dan paru1paru untuk memba)a jumlah oksigen adekuat ke jaringan. *!. +erikan lingkungan tenang. Pertahankan tirah baring. Pantau dan batasi pengunjung. 8asional - Meningkatkan istirahat untuk menurunkan kebutuhan oksigen tubuh. /!. @bah posisi klien dengan perlahan dan pantau terhadap pusing. 8asional - $ipotensi postural atau hipoksia serebral dapat men'ebabkan pusing, berden'ut dan peningkatan risiko cedera. 5!. +erikan bantuan dalam aktivitas2ambulasi bila perlu, memungkinkan klien untuk melakukan seban'ak mungkin. 8asional - Membantu bila perlu, harga diri ditingkatkan bila klien melakukan sesuatu sendiri. =!. 9ingkatkan tingkat aktivitas sesuai toleransi. 8asional - Meningkatkan secara bertahap tingkat aktivitas sampai normal dan memperbaiki turus otot2stamina, tanpa kelemahan. &!. Anjurkan klien untuk menghentikan aktivitas bila palpitasi, n'eri dada, napas pendek, kelemahan atau pusing terjadi. 8asional - 8egangan2stress kardiopulmonal berlebihan2 stress dapat menimbulkan dekompensasi2 kegagalan. c. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna, ketidakmampuan mencerna makanan2 absorpsi nutrien 'ang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah normal. 9ujuan - 0ebutuhan nutrisi terpenuhi 0riteria hasil 1!. +erat badan stabil ,!. Membran mukosa lembab *!. Peningkatan toleransi aktivitas Intervensi 1! 0aji ri)a'at nutrisi, termasuk makanan 'ang disukai. 8asional - Mengidenti(ikasi de(inisi, menduga kemungkinan intervensi. ,! Dbservasi dan catat masukan makanan klien. 8asional - Menga)asi masukan kalori atau kualitas kekurangan konsumsi makanan. *! 9imbang berat badan setiap hari. 8asional - Menga)asi penurunan berat badan atau e(ekti(itas intervensi nutrisi. /! +erikan makanan sedikit dan (rekuensi sering. 8asional - Masukan sedikit dapat menurunkan kelemahan dan meningkatkan pemasukan juga mencegah distensi gaster. 5! +erikan dan bantu h'giene mulut 'ang baik sebelum dan sesudah makan 8asional - Meningkatkan na(su makan dan pemasukan oral, menurunkan pertumbuhan bakteri. d. 8isiko terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologis, gangguan mobilitas, de(isit nutrisi. 9ujuan - Integritas kulit dapat dipertahankan 0riteria hasil 1!. Membran mukosa lembab ,!. Elastisitas kulit kembali dalam satu detik. *!. Pengisian kapiler baik. Intervensi -

1!. 0aji integritas kulit, catat perubahan turgor, gangguan )arna, hangat lokal, eritema, ekskoriasi. 8asional - 0ondisi kulit dipengaruhi oleh sirkulasi, nutrisi dan mobilisasi. <aringan dapat menjadi rapuh dan cenderung untuk in(eksi dan rusak. ,!. @bah posisi secara periodik dan pijat permukaan tulang bila klien tidak bergerak atau di tempat tidur. 8asional - Meningkatkan sirkulasi ke semua area kulit, membatasi iskemia jaringan2mempengaruhi hipoksia selular. *!. Ajarkan agar permukaan kulit tetap bersih dan kering 8asional - Area lembab terkontaminasi memberikan media 'ang sangat baik untuk pertumbuhan organisme patogenik. /!. +antu untuk latihan rentang gerak pasi( atau akti( 8asional - Menghindari kerusakan kulit dengan mencegah2menurunkan tekanan terhadap permukaan kulit. e. 0onstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan masukan diet, perubahan proses pencernaan, e(ek samping terapi obat. 9ujuan - #ungsi usus kembali normal 0riteria hasil 1!. 9idak ada gangguan usus ,!. Peningkatan na(su makan Intervensi 1!. Dbservasi )arna (eses, konsistensi, (rekuensi dan jumlah. 8asional - Membantu mengidenti(ikasi pen'ebab2(aktor pemberat dan intervensi 'ang tepat. ,!. Auskultasi bising usus. 8asional - +un'i usus secara umum meningkat pada diare dan menurun pada konstipasi. *!. A)asi masukan dan haluaran dengan perhatian khusus pada makanan2cairan. 8asional - 4apat mengidenti(ikasi dehidrasi, kehilangan berlebihan atau alat dalam identi(ikasi de(isiensi diit. /!. 4orong masukan cairan ,5""1*""" ml2hari. 8asional - Membantu dalam memperbaiki konsistensi (eses bila konstipasi dan membantu mempertahankan status hidrasi pada diare. 5!. $indari makanan 'ang membentuk gas. 8asional - Menurunkan distres gastrik dan distensi abdomen. (. 8isiko tinggi in(eksi berhubungan dengan penurunan hemoglobin, prosedur invasi(, pen'akit kronis. 9ujuan - Mencegah2menurunkan risiko in(eksi 0riteria hasil 1!. ;uka bebas drainase, purulen atau eritema dan demam ,!. 9anda1tanda vital normal *!. $emoglobin normal 1/ > 1= g3! Intervensi 1!. 9ingkatkan cuci tangan 'ang baik oleh pemberi pera)atan dan klien. 8asional - Mencegah kontaminasi silang. ,!. Pertahankan teknik aseptik ketat pada prosedur2pera)atan luka. 8asional - Menurunkan risiko in(eksi bakteri. *!. 4orong perubahan posisi atau ambulasi 'ang sering, latihan batuk dan napas dalam. 8asional - Meningkatkan ventilasi semua segmen paru dan membatu memobilisasi sekresi untuk mencegah pneumonia. /!. 9ingkatkan masukan cairan adekuat. 8asional - Membantu dalam pengenceran sekret pernapasan untuk mempermudah pengeluaran dan mencegah stasis cairan tubuh. 5!. Pantau suhu, catat adan'a menggigil dan takikardia dengan atau tanpa demam. 8asional - Adan'a proses in(lamasi2in(eksi membutuhkan evaluasi atau pengobatan. =!. Amati eritema2cairan luka. 8asional - Indikator in(eksi lokal. &!. +eri antibiotik oral selama indikasi. 8asional - Antibiotik dapat menurunkan risiko in(eksi. g. 0urang pengerahuan kebutuhan belajar! tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan. 9ujuan - Pemahaman proses pen'akit, prosedur diasnogtik dan rencana kepera)atan

meningkat. Intervensi 1!. +erikan in(ormasi tentang anemia secara spesi(ik. 8asional - Memberikan dasar pengetahuan sehingga klien dapat membuat pilihan 'ang tepat, menurunkan ansietas dan dapat meningkatkan kerja sama dalam program terapi. ,!. 9injau tujuan dan persiapan untuk pemeriksaan diagnostik. 8asional - Ansietas2takut tentang ketidaktahuan mening1katkan tingkat stress, 'ang selanjutn'a mening1katkan beban jantung. *!. 4iskusikan pentingn'a han'a meminum obat 'ang dianjurkan. 8asional - 0elebihan dosis obat dapat menjadi toksik. /!. 4iskusikan peningkatan kerentanan terhadap in(eksi, tanda dan gejala 'ang memerlukan intervensi medis, misal- demam, sakit tenggorokan, eritema2luka basah. 8asional - Penurunan produksi leukosit potensial risiko untuk in(eksi. /. Implementasi Implementasi adalah inisiati( dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan 'ang spesi(ik I'er et. al., 1%%=!. Selama tahap implemetasi, pera)at melaksanakan rencana asuhan kepera)atan. Instruksi kepera)atan diimplementasikan untuk membantu klien memenuhi kriteria hasil. 0omponen tahap implementasi antara lain a. 9indakan kepera)atan mandiri. b. 9indakan kepera)atan kolaborati(. c. 4okumentasi tindakan kepera)atan dan respon klien terhadap tindakan kepera)atan. Implementasi 'ang akan dilakukan sesuai intervensi 'ang telah disusun adalah sebagai berikut a. 4iagnosa perubahan per(usi jaringan peri(er berhubungan dengan penurunan komponen seluler 'ang diperlukan untuk pengiriman oksigen2nutrien ke sel. Implementasi 'ang dilakukan antara lain 1!. Mengukur tanda vital, mengkaji pengisian kapiler, )arna kulit2membran mukosa, dasar kuku. ,!. Meninggikan kepala tempat tidur sesuai toleransi. *!. Menga)asi upa'a pernapasan, mengauskultasi bun'i napas, memperhatikan bun'i adventisius. /!. Men'elidiki keluhan n'eri dada, palpitasi. 5!. Mencatat keluhan rasa dingin, pertahankan suhu lingkungan dengan tubuh hangat sesuai indikasi. =!. Menga)asi pemeriksaan laboratorium, misal hemoglobin, hematokrit, sel darah merah, analisa gas darah. &!. Memberikan sel darah merah lengkap2packed, produksi darah sesuai indikasi. A)asi ketat untuk komplikasi tans(usi. b. 4iagnosa intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen dengan kebutuhan. Implementasi 'ang dilakukan antara lain 1!. Mengkaji kemampuan klien untuk melakukan tugas normal. Mencatat laporan kelelahan, keletihan dan kesulitan dalam men'elesaikan tugas. ,!. Menga)asi tekanan darah, nadi, (rekuensi pernapasan selama dan sesudah akti(itas. Mencatat respon terhadap aktivitas. *!. Memberikan lingkungan 'ang tenang, mempertahankan tirah baring, memantau dan membatasi pengunjung. /!. Mengubah posisi klien dengan perlahan dan memantau terhadap pusing. 5!. Memberikan bantuan dalam aktivitas2ambulasi bila perlu, memungkinkan klien untuk melakukan seban'ak mungkin. =!. Meningkatkan tingkat aktivitas sesuai toleransi. &!. Menganjurkan klien untuk menghentikan aktivitas bila palpitasi, n'eri dada, napas pendek, kelemahan atau pusing terjadi. c. 4iagnosa perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna, ketidakmampuan mencerna makanan2absorpsi nutrien 'ang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah normal. Implementasi 'ang dilakukan antara lain 1!. Mengkaji ri)a'at nutrisi, termasuk makanan 'ang disukai. ,!. Mengobservasi dan mencatat masukan makanan. *!. Menimbang berat badan setiap hari. /!. Memberikan makanan sedikit dan (rekuensi sering. 5!. Memberikan dan membantu oral h'giene mulut 'ang baik sebelum dan sesudah makan.

d. 4iagnosa konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan masukan diit, perubahan proses pencernaan, e(ek samping terapi obat. 1!. Mengobservasi )arna (eses, konsistensi, (rekuensi dan jumlah. ,!. Mengauskultasi bising usus. *!. Menga)asi masukan dan haluaran dengan perhatian khusus pada makanan2cairan. /!. Mendorong masukan cairan ,5""1*""" ml2hari. 5!. Menghindari makanan 'ang membentuk gas. e. 4iagnosa risiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologis, gangguan mobilitas, de(isit nutrisi. Implementasi 'ang dilakukan antara lain 1!. Mengkaji integritas kulit, mencatat perubahan turgor, gangguan )arna, hangat lokal, eritema, ekskoriasi. ,!. Mengubah posisi secara periodik. *!. Mengajarkan agar permukaan kulit tetap kering dan bersih. /!. Membantu untuk latihan rentang gerak pasi( atau akti(. (. 4iagnosa risiko tinggi terhadap in(eksi berhubungan denagn penurunan hemoglobin, prosedur invasi(, pen'akit kronis. Implementasi 'ang dilakukan antara lain 1!. Meningkatkan cuci tangan 'ang baik oleh pemberi pera)atan dan klien. ,!. Mempertahankan teknik aseptik ketat pada prosedur2pera)atan luka. *!. Mendorong perubahan posisi atau ambulasi 'ang sering, latihan napas dalam dan batuk e(ekti(. /!. Meningkatkan masukan cairan adekuat. 5!. Memantau suhu, mencatat adan'a menggigil dan takikardia dengan atau tanpa demam. =!. Mengamati eritema atau cairan luka. &!. Memberikan antibiotik oral selama indikasi. g. 4iagnosa kurang pengetahuan kebutuhan belajar! tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan. Implementasi 'ang dilakukan antara lain 1!. Mengkaji pemahaman klien tentang pen'akit 'ang diderita dan harapan untuk hidup. ,!. Memberikan in(ormasi tentang anemia. *!. Meninjau tujuan dan persiapan untuk pemerikasaan diagnostik. /!. Mendiskusikan pentingn'a han'a meminum obat 'ang dianjurkan. 5!. Mendiskusikan peningkatan kerentanan terhadap in(eksi, tanda dan gejala 'ang memerlukan intervensi medis, misal - demam, eritema2luka basah. 5. Evaluasi Evaluasi adalah tindakan intelektual uintuk melengkapi proses kepera)atan 'ang menandakan seberapa jauh diagnosa kepera)aatan, rencana tindakan dan pelaksanaan sudah berhasil dicapai Ignatanicius C +a'ne, 1%%/!. Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui kee(ekti(an dari rencana dan tindakan kepera)atan. Setiap diagnosa mempun'ai kriteria 'ang harus dipenuhi a. 4iagnosa perubahan per(usi jaringan peri(er berhubungan dengan penurunan komponen seluler 'ang diperlukan untuk pengiriman oksigen2nutrien ke sel. 8encana tindakan dikatakan berhasil bila mencapai kriteria hasil 'ang telah ditetapkan 'aitu tanda vital stabil, membran mukosa )arna merah muda, pengisian kapiler baik. b. 4iagnosa intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidak1seimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan. 8encana tindakan dikatakan berhasil bila mencapai kriteria hasil 'ang telah ditetapkan 'aitu tanda1tanda vital dalam batas normal, tak ada keluhan dalam beraktivitas dan peningkatan aktivitas secara bertahap. c. 4iagnosa perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kegagalan untuk mencerna, ketidakmampuan mencerna makanan2 absorpsi nutrien 'ang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah normal. 8encana tindakan dikatakan berhasil bila mencapai kriteria hasil 'ang telah ditetapkan 'aitu berat badan stabil, membran mukosa lembab dan peningkatan toleransi aktivitas. d. 4iagnosa risiko terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan neurologis, gangguan mobilitas de(isit nutrisi. 8encana tindakan dikatakan berhasil bila mencapai kriteria hasil 'ang telah ditetapkan 'aitu membran mukosa lembab, elastisitas kulit kembali dalam satu detik dan pengisian kapiler baik. e. 4iagnosa konstipasi atau diare berhubungan dengan penurunan masukan diit, perubahan proses pencernaan, e(ek samping terapi obat. 8encana tindakan dikatakan berhasil bila mencapai kriteria hasil 'ang telah ditetapkan 'aitu tidak ada gangguan usus

dan peningkatan na(su makan. (. 4iagnosa risiko tinggi in(eksi berhubungan dengan penurunan hemoglobin, prosedur invasi(, pen'akit kronis. 8encana tindakan dikatakan berhasil bila mencapai kriteria hasil 'ang telah ditetapkan 'aitu hemoglobin normal 1/ > 1= g3!, luka bebas drainase, purulen atau eritema dan demam serta tanda1tanda vital normal. g. 4iagnosa kurang pengetahuan kebutuhan belajar! tentang kondisi prognosis dan kebutuhan pengobatan. 8encana tindakan dikatakan berhasil bila mencapai kriteria hasil 'ang telah ditetapkan 'aitu pemahaman tentang proses pen'akit, prosedur diagnostik dan rencana kepera)atan meningkat 0lien keluar dari siklus diagnosa kepera)atan apabila kriteria hasil telah tercapai dan akan masuk kembali ke dalam siklus kepera)atan apabila kriteria hasil belum tercapai 4A#9A8 P@S9A0A 6arpenito, ;. <. ,""1!. +uku saku diagnosa kepera)atan edisi kedelapan!. <akarta EB6. 4oengoes, Marill'n E., Mar' #rances Moorhouse., C Alice 6. Beissler. 1%%%!. 8encana asuhan kepera)atan edisi ketiga!. <akarta - EB6. $o((brand, A.7., <.E. Pettit., Mar' #rances Moorhouse., C Alice 6. Beissler. 1%%=! 0apita selekta hematologi edisi kedua!. <akarta - EB6. ;eeson, 6. 8olland., 9homas s. ;eeson., C Anthon' A. Paparo. 1%%=! +uku ajar histologi edisi kelima!. <arta - EB6. Mansjoer, Ari(., Supiohaita., ?ah'u Ika ?ardhani., C ?i)iek Setio)ulan. ,"""!. 0apita selekta kedokteran , edisi ketiga!.<akarta - Media Aesculapius. Price, S'lvia. A., ;orraine M. ?ilson. 1%%/! Pato(isiologi konsep klinis proses1proses pen'akit 1 edisi keempat!. <akarta - EB6. 8eeves, 6harlene <., Ba'le 8ou:., C 8obin ;ockhart. ,""1!. 0epera)atan medikal bedah edisi pertama!. <akarta - Salemba Medika. Smelt.er, Su.anne 6., +renda B. +are. ,""1!. +uku ajar kepera)atan medikal bedah +runner1Suddart edisi kedelapan!. <akarta - EB6. 9jokronegoro., $endar @tama. ,""1!. +uku ajar ilmu pen'akit dalam , edisi ketiga!. <akarta - +alai penerbit #0@I.

Beri Nilai