Anda di halaman 1dari 16

KUMPULAN HADITS SHAHIH BUKHARI-MUSLIM Dihimpun dari beberapa sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Muslim http://bukharimuslim.wordpress.

com/

http://slideshare.net/Wdarminto

RIWAYAT SINGKAT

Imam Bukhari Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju'fi al-Bukhari atau lebih dikenal Imam Bukhari (Lahir 196 H/810 M - Wafat 256 H/870 M) adalah ahli hadits yang termasyhur di antara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya. Beliau diberi nama Muhammad oleh ayah beliau, Ismail bin Ibrahim. Yang sering menggunakan nama asli beliau ini adalah Imam Turmudzi dalam komentarnya setelah meriwayatkan hadits dalam Sunan Turmudzi. Sedangkan kuniah beliau adalah Abu Abdullah. Karena lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah; beliau dikenal sebagai al-Bukhari. Dengan demikian nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju'fi al-Bukhari. Ia lahir pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Tak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya.

Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab ats-Tsiqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara' dalam arti berhati hati terhadap hal hal yang bersifat syubhat (ragu-ragu) hukumnya terlebih lebih terhadap hal yang haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan murid dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil. Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci terutama Mekkah dan Madinah, dimana dikedua kota suci itu dia mengikuti kuliah para guru besar hadits. Pada usia 18 tahun dia menerbitkan kitab pertama Kazaya Shahabah wa Tabi'in, hafal kitab-kitab hadits karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq, menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi 7275 hadits. Bukhari memiliki daya hafal tinggi sebagaimana yang diakui kakaknya, Rasyid bin Ismail. Sosok beliau kurus, tidak tinggi, tidak pendek, kulit agak kecoklatan, ramah dermawan dan banyak menyumbangkan hartanya untuk pendidikan. Penelitian Hadits Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Di antara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits. Namun tidak semua hadits yang ia hafal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat di antaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat/pembawa) hadits itu tepercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami'al-Shahil yang dikenal sebagai Shahih Bukhari. Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya seperti Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim. Karya Karya Imam Bukhari antara lain:

Al-Jami' ash-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari Al-Adab al-Mufrad] Adh-Dhu'afa ash-Shagh At-Tarikh ash-Shaghir At-Tarikh al-Ausath At-Tarikh al-Kabir At-Tafsir al-Kabir Al-Musnad al-Kabir Kazaya Shahabah wa Tabi'in Kitab al-Ilal Raf'ul Yadain fi ash-Shalah Birr al-Walidain Kitab ad-Du'afa Asami ash-Shahabah Al-Hibah Khalq Af'al al-Ibad Al-Kuna Al-Qira'ah Khalf al-Imam

Di antara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain Ali ibn Al Madini, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Ma'in, Muhammad ibn Yusuf Al Faryabi, Maki ibn Ibrahim Al Bakhi, Muhammad ibn Yusuf al Baykandi dan ibn Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi. Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada Perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, "perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam diri dari hal itu" sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan "Haditsnya diingkari". Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Dia berkata "Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan". Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-

kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau "Saya telah mengunjungi Syam, Mesir, dan Jazirah masing-masing dua kali; ke Basrah empat kali, menetap di Hijaz selama enam tahun, dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits." Di sela-sela kesibukannya sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir. Bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.

Di Naisabur, Bukhara, Samarkand, dan Wafatnya Beliau Kebesaran akan keilmuan beliau diakui dan dikagumi sampai ke seantero dunia Islam. Di Naisabur, tempat asal imam Muslim seorang Ahli hadits yang juga murid Imam Bukhari dan yang menerbitkan kitab Shahih Muslim, kedatangan beliau pada tahun 250 H disambut meriah, juga oleh guru Imam Bukhari sendiri Muhammad bin Yahya Az-Zihli. Dalam kitab Shahih Muslim, Imam Muslim menulis. "Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, saya tidak melihat kepala daerah, para ulama dan warga kota memberikan sambutan luar biasa seperti yang mereka berikan kepada Imam Bukhari". Namun kemudian terjadi fitnah yang menyebabkan Imam Bukhari meninggalkan kota itu dan pergi ke kampung halamannya di Bukhara. Seperti halnya di Naisabur, di Bukhara beliau disambut secara meriah. Namun ternyata fitnah kembali melanda, kali ini datang dari Gubernur Bukhara sendiri, Khalid bin Ahmad Az-Zihli yang akhirnya Gubernur ini menerima hukuman dari Sultan Uzbekistan Ibn Tahir. Tak lama kemudian, atas permintaan warga Samarkand sebuah negeri tetangga Uzbekistan, Imam Bukhari akhirnya menetap di Samarkand,. Tiba di Khartand, sebuah desa kecil sebelum Samarkand, ia singgah untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan Akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Ia dimakamkan selepas Salat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri.

Imam Muslim Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Al-Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi(bahasa Arab: ( milsuM mamI iagabes lanekid gnires uata ,) 821-875) dilahirkan pada tahun 204 Hijriah dan meninggal dunia pada sore hari Ahad bulan Rajab tahun 261 Hijriah dan dikuburkan di Naisaburi. Beliau juga sudah belajar hadis sejak kecil seperti Imam Bukhari dan pernah mendengar dari guru-guru Al Bukhari dan ulama lain selain mereka. Orang yang menerima hadis dari beliau ini, termasuk tokoh-tokoh ulama pada masanya. Ia juga telah menyusun beberapa karangan yang bermutu dan bermanfaat. Yang paling bermanfaat adalah kitab Shahihnya yang dikenal dengan Shahih Muslim. Kitab ini disusun lebih sistematis dari Shahih Bukhari. Kedua kitab hadis shahih ini; Shahih Bukhari dan Shahih Muslim biasa disebut dengan Ash Shahihain. Kadua tokoh hadis ini biasa disebut Asy Syaikhani atau Asy Syaikhaini, yang berarti dua orang tua yang maksudnya dua tokoh ulama ahli hadis. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin terdapat istilah akhraja hu yang berarti mereka berdua meriwayatkannya. Ia belajar hadis sejak masih dalam usia dini, yaitu mulai tahun 218 H. Ia pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Di Khurasan, ia berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu `Ansan. Di Irak ia belajar hadis kepada Imam Ahmad dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz belajar kepada Sa`id bin Mansur dan Abu Mas`Abuzar; di Mesir berguru kepada `Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan kepada ulama ahli hadis yang lain. Beliau berkali-kali mengunjungi Baghdad untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadits, dan kunjungannya yang terakhir pada 259 H, di waktu Imam Bukhari datang ke Naisabur, beliau sering datang kepadanya untuk berguru, sebab ia mengetahui jasa dan ilmunya. Dan ketika terjadi fitnah atau kesenjangan antara Bukhari dan Az-Zihli, ia bergabung kepada Bukhari, sehingga hal ini menjadi sebab terputusnya hubungan dengan Az-Zihli. Muslim dalam Shahihnya maupun dalam kitab lainnya, tidak memasukkan hadits-hadits yang diterima dari Az-Zihli padahal ia adalah gurunya. Hal serupa ia lakukan

terhadap Bukhari. Ia tidak meriwayatkan hadits dalam shahihnya, yang diterimanya dari Bukhari, padahal iapun sebagai gurunya. Nampaknya pada hemat Muslim, yang lebih baik adalah tidak memasukkan ke dalam Shahihnya hadits-hadits yang diterima dari kedua gurunya itu, dengan tetap mengakui mereka sebagai guru. Imam Muslim wafat pada Minggu sore, dan dikebumikan di kampung Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H / 5 Mei 875. dalam usia 55 tahun. Karya Imam Muslim meninggalkan karya tulis yang tidak sedikit jumlahnya, di antaranya : Al-Jami` ash-Shahih atau lebih dikenal sebagai Sahih Muslim Al-Musnad al-Kabir (kitab yang menerangkan nama-nama para perawi hadis) Kitab al-Asma wal-Kuna Kitab al-Ilal Kitab al-Aqran Kitab Su`alatihi Ahmad bin Hambal Kitab al-Intifa` bi Uhubis-Siba` Kitab al-Muhadramin Kitab Man Laisa Lahu illa Rawin Wahid Kitab Auladish-Shahabah Kitab Auhamil-Muhadditsin

Shahih Bukhari dan Shahih Muslim Al-Hafizh Ibnu Hajar mengulas kelebihan Shahih Bukhari atas Shahih Muslim, antara lain, karena al-Bukhari mensyaratkan kepastian bertemunya dua perawi yang secara struktural sebagai guru dan murid dalam hadits mu'an'an; agar dapat dihukumi bahwa sanadnya bersambung. Sementara Muslim menganggap cukup dengan "kemungkinan" bertemunya kedua rawi tersebut dengan tidak adanya tadlis. Al-Bukhari mentakhrij hadis yang diterima para perawi tsiqqat derajat utama dari segi hafalan dan keteguhannya. Walaupun juga mengeluarkan hadits dari rawi derajat berikutnya dengan sangat selektif. Sementara Muslim, lebih banyak pada rawi

derajat kedua dibanding Bukhari. Disamping itu kritik yang ditujukan kepada perawi jalur Muslim lebih banyak dibanding kepada al-Bukhari. Sementara pendapat yang berpihak pada keunggulan Shahih Muslim beralasan - sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar, bahwa Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya, karena menyusunnya di negeri sendiri dengan berbagai sumber di masa kehidupan guru-gurunya. Ia juga tidak membuat kesimpulan dengan memberi judul bab sebagaimana Bukhari lakukan. Dan sejumlah alasan lainnya. Namun prinsipnya, tidak semua hadis Bukhari lebih shahih ketimbang hadits Muslim dan sebaliknya. Hanya pada umumnya kesahihan hadits riwayat Bukhari itu lebih tinggi daripada keshahihan hadits dalam Shahih Muslim.

Berikut ini (sebagian) hadits-haditsnya :

BERAT DOSA ORANG YANG BERDUSTA ATAS NAMA RASULULLAH SAW. 1. 2. 3. 4. Ali r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Kalian jangan berdusta atas namaku, maka sesungguhnya siapa yang berdusta atas namaku pasti masuk neraka. (Bukhari, Muslim). Anas r.a. berkata : Sesungguhnya yang menahan diriku memperbanyak riwayat hadist kepadamu adalah karena Nabi saw. bersabda : Siapa yang berdusta atas namaku, maka ia menyiapkan tempatnya dalam neraka. (Bukhari, Muslim). Abu Hurairah r.a. berkata : Nabi saw. bersabda : Siapa yang sengaja berdusta atas namaku, maka hendaklah menyiapkan tempatnya di dalam neraka. (Bukhari, Muslim). Al-Mughirah ra. berkata : Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda : Sesungguhnya berdusta kepada siapapun, tidak sama dengan berdusta atas namaku, siapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaknya menyiapkan tempatnya di neraka. (Bukhari, Muslim).

NIAT Sesungguhnya tiap amal perbuatan itu tergantung pada niatnya. Dan yang dianggap bagi tiap manusia apa yang ia niatkan. Maka yang hijrahnya tulus ikhlas menurut kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrah itu diterima oleh Allah dan

Rasulullah. Dan siapa yang niat hijrahnya untuk dunia (kekayaan) yang akan didapat (dikejar), atau wanita yang akan dikawin, maka hijrah itu terhenti pada niat hijrah yang ia tuju. (Bukhari, Muslim).

SHALAT LIMA WAKTU SALAH SATU RUKUN ISLAM 6. Thalhah bin Ubaidillah r.a. berkata : Seorang dari Najed datang kepada Nabi saw. sedang ia terurai rambutnya, lalu ia mendekat kepada Nabi saw., dengung suaranya dapat didengar tetapi tidak dapat ditangkap (dimengerti) apa yang dikatakannya tiba-tiba ia bertanya tentang Islam. Maka Rasulullah saw. bersabda : Lima kali shalat dalam sehari semalam. Ia bertanya : Apakah ada kewajiban bagiku selain itu ? Jawab Nabi saw. : Tidak, kecuali jika anda akan shalat sunah. Lalu Nabi saw. bersabda : Dan puasa pada bulan Ramadhan. Orang itu bertanya : Apakah ada lagi puasa yang wajib atasku selain itu ? Jawab Nabi saw. : Tidak, kecuali jika anda puasa sunah. Lalu Nabi saw. menerangkan kewajiban zakat. Maka ia bertanya : Apakah ada kewajiban selain itu ? Jawab Nabi saw. Tidak, kecuali jika anda bershadaqah sunah. Maka pergilah orang itu, sambil berkata : Demi Allah aku tidak akan melebihi atau mengurangi dari itu. Maka Rasulullah saw. bersabda : Sungguh bahagia ia jika benar-benar (yakni dalam ucapannya tidak akan mengurangi atau melebihi itu). (Bukhari, Muslim).

RUKUN ISLAM LIMA 9. Ibn Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Islam didirikan di atas lima perkara : 1. Percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. 2. Mendirikan Shalat. 3. Mengeluarkan zakat. 4. Puasa bulan Ramadhan.

5. Haji ke Baitullah jika kuat perjalanannya. (Bukhari, Muslim).

AMAL YANG UTAMA DALAM ISLAM 24. Abdullah bin Amr r.a. berkata: Seorang bertanya kepada Nabi saw.: Apakah yang baik dalam Islam? Jawab Nabi saw.: Memberi makan, dan memberi salam pada orang yang engkau kenal atau tidak kenal. (Bukhari, Muslim). Abu Musa r.a. berkata: Sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah yang utama dalam Islam? Jawab Nabi saw.: Orang yang dapat selamat semua orang Islam (muslim) dari gangguan lidah dan tangannya. (Bukhari, Muslim).

25.

ORANG YANG MENGATAI SESEORANG : HAI KAFIR 39. Abdullah bin Umar r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiap orang yang berkata pada saudaranya hai kafir, maka pasti akan menimpa pada salah satunya. (Bukhari, Muslim). Yakni bila yang dituduh kafir tidak kafir, maka kembali kepada yang menuduh menjadi kafir. Jadi salah satu pasti akan terkena. IMAN ORANG YANG TIDAK MENGAKUI AYAHNYA, PADAHAL IA MENGETAHUI BENAR ITU AYAHNYA

40.

Abu Dzar r.a. telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Tiada seorang yang bernasab kepada orang yang bukan ayahnya padahal ia mengetahui bahwa itu bukan ayahnya, melainkan ia kafir. Dan siapa mengakui bernasab pada suatu kaum yang ia tidak bernasab kepada mereka, maka hendaklah menempatkan dirinya di dalam neraka. (Bukhari, Muslim).

41.

Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Jangan kalian mengabaikan ayah kandungmu, siapa yang tidak sudi bernasab pada ayah kandungnya, maka itu suatu kekufuran. (Bukhari, Muslim). Saad bin Abi Waqaash r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi saw. bersabda: Siapa yang mengakui nasab yang bukan ayah kandungnya, sedang ia mengetahui, maka haram baginya masuk surga. Hadits ini ketika diceritakan kepada Abu Bakar r.a., Abu Bakar r.a. berkata: Aku juga telah mendengar hadis itu dengan kedua telingaku, dan diingat oleh hatiku dari Rasulullah saw. (Bukhari, Muslim).

42.

MEMAKI ORANG MUSLIM ITU FUSUQ DAN MEMERANGINYA BERARTI KUFUR 43. Abdullah bin Masud r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Memaki orang muslim itu fusuq, dan memeranginya berarti kufur. (Bukhari, Muslim). Fusuq berarti menyeleweng dari kebenaran agama, menyimpang dari garis. Kufur berarti ingkar.

JANGANLAH KALIAN KEMBALI KAFIR SEPENINGGALANKU, YANG SATU MEMENGGAL LEHER YANG LAIN 44. Jarir r.a. berkata: Ketika hajjatul wada Nabi saw. menyuruhnya supaya memanggil orang-orang untuk mendengarkan khotbah Nabi saw. Lalu Nabi saw. bersabda: Janganlah kalian kembali sepeninggalanku menjadi kafir karena setengah kamu memenggal leher setengahnya. (Bukhari, Muslim).

45.

Ibn Umar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Awaslah/celakalah kalian, jangan sampai kembali menjadi kafir sepeninggalanku, yaitu yang satu memenggal leher yang lain. (Bukhari, Muslim).

Yakni karena berebut dunia, kekayaan dan kedudukan.

KAFIRLAH ORANG-ORANG YANG BERKATA: HUJAN INI KARENA BINTANG 46. Zaid bin Khalid Al-Juhani r.a. berkata: Ketika Rasulullah saw. shalat subuh berjamaah dengan kami di Hudaibiyah, yang mana pada malamnya telah turun hujan, maka sesudah shalat Nabi saw. langsung menghadap kami dan bersabda: Tahukah kamu apakah yang difirmankan Tuhanmu? Jawab kami: Allahu warasuluhu alam )Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui). Maka sabda Nabi saw.: Allah berfirman: Di waktu pagi hamba-Ku ada yang mukmin (percaya) kepada-Ku dan ada yang kafir. Adapun yang berkata: Hujan ini dengan karunia dan rahmat Allah, maka ia percaya kepada-Ku dan kafir terhadap bintang, adapun orang yang berkata: Hujan ini karena bintang ini dan bintang itu, maka kafir kepada-Ku dan percaya kepada bintang. (Bukhari, Muslim).

CINTA PADA SAHABAT ANSHAR TANDA BERIMAN 47. Anas r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tanda adanya iman itu cinta pada sahabat Anshar, dan tanda nifaq (munafik) itu benci pada sahabat Anshar. (Bukhari, Muslim).

48.

Al-Baraa r.a. berkata: Nabi saw. bersabda tentang sahabat Anshar : tidak cinta pada mereka kecuali orang mukmin, dan tidak membenci mereka kecuali orang munafik, maka siapa yang cinta kepada mereka (Al-Anshar) Allah cinta kepadanya, dan siapa yang membenci mereka, Allah benci kepadanya. (Bukhari, Muslim).

IMAN DAPAT BERKURANG KARENA KURANGNYA TAAT 49. Abu Said Al-Khudri r.a. berkata: Rasulullah saw. keluar ke mushala untuk shalat Idul Fitri atau Adha, maka ia berjalan ke bagian wanita dan bersabda: Wahai kaum wanita bershadaqahlah kalian, sebab aku melihat kalian bagian

terbanyak dalam neraka. Mereka bertanya: Mengapakah ya Rasulullah? Jawab Nabi saw.: Karena banyak mengomel (mencaci) dan melupakan kebaikan suami, tidak pernah aku melihat orang yang kurang akal dan agama, dapat menawan hati lelaki yang pandai selain kamu. Mereka bertanya: Apakah kekurangan agama dan akal kami ya Rasulullah? Sabda Nabi saw.: Tidakkah persaksian wanita separo dari persaksian laki-laki? Jawab mereka: Benar. Sabda Nabi saw.: Itu tanda kekurangan akalnya. Tidakkah diwaktu haid seorang wanita tidak shalat dan puasa? Jawab mereka: Benar. Maka sabda Nabi saw.: Itu dari kekurangan agamanya. (Bukhari, Muslim). IMAN ITU SEUTAMA-UTAMA AMAL 50. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. ditanya: Apakah amal yang utama? Jawab Nabi saw.: Iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Lalu ditanya: Kemudian apakah? Jawabnya: Jihad berjuang fi sabilillah (untuk menegakkan agama Allah). Ditanya: Kemudian apakah? Jawab Nabi saw.: Haji yang mabrur (diliputi amal kebaikan). (Bukhari, Muslim). Abu Dzar r.a. berkata: Aku tanya kepada Nabi saw.: Apakah amal yang utama? Jawabnya: Iman pada Allah dan jihad fi sabilillah. Lalu aku tanya: Memerdekakan budak mana yang lebih utama? Jawab Nabi saw.: Yang lebih mahal harganya dan yang sangat disayang oleh pemiliknya. Abu Dzar bertanya: Jika aku tidak dapat berbuat itu? Sabda Nabi saw.: Membantu orang yang berbuat, atau membuatkan orang yang tunanetra (tidak dapat berbuat). Bertanya: Jika tidak dapat? Jawab Nabi saw.: Menjauhkan orang-orang dari kejahatan, maka itu sebagai shadaqah untuk dirimu. (Bukhari, Muslim). Abdullah bin Masud r.a. berkata: Aku tanya kepada Nabi saw.: Apakah amal yang lebih disukai Allah? Jawab Nabi saw.: Shalat tepat pada waktunya. Kemudian apakah? Jawab Nabi saw.: Patuh taat kepada kedua orangtua. Kemudian apakah? Jawab Nabi saw.: Jihad fi sabilillah (berjuang untuk menegakkan agama Allah). Ibn Masud berkata: Demikian Rasulullah saw. menerangkan kepadaku, dan andaikan aku minta tambah tentu ditambah. (Bukhari, Muslim).

51.

52.

DOSA-DOSA BESAR 53. Abdullah bin Masud r.a. berkata: Aku tanya kepada Nabi saw.: Apakah dosa yang terbesar di sisi Allah? Jawab Nabi saw.: Jika engkau mengadakan sekutu bagi Allah padahal Dia lah yang menjadikan engkau. Aku bertanya: Kemudian

apakah? Jawab Nabi saw.: Jika engkau membunuh anakmu khawatir makan bersamamu. Aku bertanya: Kemudian apakah? Jawab Nabi saw.: Berzina dengan istri tetanggamu. (Bukhari, Muslim).

54.

Abu Bakrah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Sukakah aku beritahukan kepadamu sebesar dosa-dosa yang besar? Pertanyaan ini diulang tiga kali. Jawab sahabat: Baiklah ya Rasulullah. Maka sabda Nabi saw.: Syirik mempersekutukan Allah, dan Durhaka terhadap kedua ayah bunda. Nabi saw. tadinya menyandar tiba-tiba duduk dan bersabda: Ingatlah, dan Kata-kata dusta, tipuan. Lalu mengulang yang ketiga ini beberapa kali sehingga kami (sahabat) berkata: Semoga berhenti (diam). (Bukhari, Muslim).

55.

Anas r.a. berkata: Ketika Nabi saw. ditanya tentang dosa-dosa besar, maka jawabnya: Syirik mempersekutukan Allah, dan durhaka terhadap kedua ayah bunda, membunuh jiwa (manusia), dan saksi palsu. (Bukhari, Muslim). Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Tinggalkan tujuh dosa yang dapat membinasakan. Sahabat bertanya: Apakah itu ya Rasulullah? Jawab Nabi saw.: Syirik mempersekutukan Allah, Berbuat sihir (tenung), Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, Makan harta riba, Makan harta anak yatim, Melarikan diri dari perang jihad pada saat berperang, dan Menuduh wanita mukminat yang sopan (berkeluarga) dengan zina. (Bukhari, Muslim).

56.

57.

Abdullah bin Amr r.a. berkata: Rasulullah saw. berkata: Sesungguhnya yang terbesar dari dosa-dosa yang besar ialah orang yang memaki (mengutuk) kedua ayah bundanya. Ketika ditanya: Bagaimana seseorang mengutuk ayah bundanya? Jawab Nabi saw.: Memaki ayah orang lain lalu dibalas ayahnya dimaki, dan memaki ibunya orang lalu dibalas ibunya dimaki. (Bukhari, Muslim).

SIAPA YANG MATI DAN TIDAK SYIRIK TERHADAP ALLAH PASTI MASUK SURGA

58.

Abdullah bin Masud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Siapa yang mati dan ia mempersekutukan Allah dengan suatu apapun pasti masuk neraka. Dan berkata: Siapa yang mati tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun pasti masuk surga. (Bukhari, Muslim).

59.

Abu Dzar r.a. berkata: Nabi saw. bersabda: Telah datang kepadaku utusan Tuhanku dan memberitakan bahwa siapa yang mati dari umatku tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun pasti masuk surga. Lalu aku bertanya: Meskipun ia berzina dan mencuri? Jawab Nabi saw. Meskipun pernah berzina dan mencuri. (Bukhari, Muslim).

60.

Abu Dzar r.a. berkata: Aku datang kepada Nabi saw. sedang beliau tidur berbaju putih, kemudian aku datang kembali dan ia telah bangun, lalu bersabda: Tiada seorang hamba yang membaca: Laa ilaha illallah kemudian ia mati atas kalimat itu, melainkan pasti masuk surga. Aku tanya: Meskipun ia telah berzina dan mencuri? Jawab Nabi saw.: Meskipun ia pernah berzina dan mencuri. Aku tanya: Meskipun ia telah berzina dan mencuri? Jawab Nabi saw.: Meskipun ia pernah berzina dan mencuri. Aku bertanya: Meskipun ia telah berzina dan mencuri? Jawab Nabi saw.: Meskipun ia pernah berzina dan mencuri, meskipun mengecewakan hidung Abu Dzar (meskipun mengecewakan diri Abu Dzar). (Bukhari, Muslim).

Tiga macam orang yang tidak akan dilihat oleh Allah dengan Pandangan Rahmat-Nya 68. Abu Hurairah r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tiga macam orang yang tidak akan dilihat oleh Allah dengan pandangan rahmat-Nya pada hari kiamat, dan tidak akan dimaafkan, dan bagi mereka tetap siksa yang pedih.

1. 2.

Seorang yang memiliki kelebihan air di tengah perjalanan lalu menolak orang rantau yang membutuhkannya. Seorang yang berbaiat pada imam (pimpinan), semata-mata untuk dunia, jika ia diberi tetap rela, bila tidak diberi maka marah. Seorang menjual barangnya sesudah Asar, lalu ia bersumpah: Demi Allah aku telah membayar sekian pada penjualnya, lalu dipercaya oleh pembelinya, padahal ia berdusta. Kemudian Nabi saw. membacakan ayat: Sesungguhnya mereka yang menukar janji Allah dan sumpah mereka dengan harga (harta dunia) yang sedikit, mereka tidak mendapat bagian di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dan tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, bahkan tidak akan memaafkan mereka, dan bagi mereka tetap mendapat siksa yang sangat pedih. (Q.S. Ali Imran:77). (Bukhari, Muslim).

3.

PEMERINTAH YANG KORUPSI PADA RAKYATNYA AKAN MASUK NERAKA 86. Maqil bin Yasar r.a. ketika sakit dijenguk oleh Gubernur Ubaidillah bin Ziyad, maka Maqil berkata: Aku akan menyampaikan kepadamu suatu hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah saw., beliau bersabda: Siapa yang diamanati oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia tidak memimpinnya dengan tuntunan yang baik, maka ia tidak akan dapat merasakan bau surga. (Bukhari, Muslim). Yakni bila tidak merasakan bau surga maka pasti masuk neraka. ORANG YANG TERAKHIR KELUAR DARI NERAKA 117. Abdullah bin Masud r.a. berkata: Nabi SAW. bersabda: terakhir Sungguh aku mengetahui orang-orang yang

keluar dari neraka dan terakhir masuk surga. Ialah seorang yang keluar dari neraka sambil merangkakrangkak, lalu diperintah oleh Allah: Masuklah ke surga, maka ia segera pergi ke surga, tetapi terbayang padanya surga telah penuh, maka ia kembali dan berkata: Ya Tuhan aku dapatkan sudah penuh. Lalu diperintah lagi: Pergilah masuk surga. Kemudian ia kembali berkata: Ya Tuhan, aku dapatkan surga sudah penuh, kemudian diperintah: Pergilah masuk surga, maka di sana untukmu seluas dunia sepuluh kali, atau, untukmu seluas dunia dan sepuluh kalinya, maka ia berkata: Engkau mengejek dan mentertawakan aku sedang Engkau raja yang berkuasa.

Sungguh aku telah melihat Rasulullah saw. tertawa ketika menerangkan hadits ini sehingga terlihat gigi gerahamnya. Dan itu serendah-rendah tingkat ahli surga. (Bukhari, Muslim).

AHLI NERAKA YANG PALING RINGAN SIKSANYA 127. An-Numan bin Basyir r.a. berkata: Aku telah mendengar Nabi SAW. bersabda: Sesungguhnya seringanringan siksa ahli neraka di hari kiamat, ialah orang yang di bawah telapak kakinya diletakkan bara api yang dapat mendidihkan otaknya. (Bukhari, Muslim).

Pringsewu, 4 Desember 2011 http://slideshare.net/WDarminto