Anda di halaman 1dari 14

Konsep Beton Bertulang

Beton bertulang (reinforced concrete) Beton & baja Kuat dalam menahan gaya tekan (compression), namun lemah dalam menahan gaya tarik. Memperkuat dan menahan gaya tarik

Perbedaan beton tidak bertulang dan beton bertulang

Beton tidak bertulang:

Beton bertulang:

Terjadi retak/patah pada bagian tarik, meskipun P masih kecil Keruntuhan mendadak

Retak kecil, jumlah lebih banyak Mampu menahan beban yang lebih besar Keruntuhan tidak mendadak

Bahan Penyusun beton

semen

air
agregat halus (pasir), ukuran butir 5 mm agregat kasar (kerikil, batu belah), ukuran butir > 5 mm bahan tambah (admixture)

Faktor yang berpengaruh terhadap mutu beton umur beton

faktor air semen (water cement ratio)


proporsi campuran bahan penyusun dan bahan tambah sifat mudah dikerjakan (workability) perawatan beton (curing)

Kuat Tekan beton pengujian silinder standar (diameter 15 cm, tinggi 30 cm) pada saat umur mencapai 28 hari.

30 cm

15 cm P

Tegangan (Mpa) fc

(b) Pengujian tekan

Kuat tekan beton vs waktu ???


0,45 fc Ec 1
c cu

regangan

(a) Diagram tegangan -regangan tekan beton

Beberapa penentu sifat-sifat beton dan nilainya adalah sebagai berikut (berdasarkan SNI 02): Tegangan tekan fc
1,5 ' Modulus elastisitas untuk beton, Ec secara umum: w c 0,043 fc

(untuk berat isi antara 1500 2500 kg/m3)


' untuk beton normal Ec = 4.700 fc

(berat isi 23 kN/m3) Regangan c = 0,002 atau 0,2 % Regangan cu = 0,003 atau 0,3 %

wc : berat isi beton (kg/m3) fc : kuat tekan beton (MPa)

Kuat tarik beton 1. Tarik lentur (modulus of rupture) 2. Tarik belah (splitting) Kuat tarik lentur (modulus of rupture) fcr didapatkan dari pengujian lentur balok tanpa tulangan baja, dengan rumus:
f cr My I

dari pengujian secara eksperimen, nilai fcr = 0,7 fc '

Pengujian Lentur
P P

f cr
dengan:

My I

M : momen lentur
Diagram momen

y : jarak dari grs. Netral ke sisi terluar I : momen inersia


tegangan tekan

gn.

tegangan tarik

Pengujian splitting

f ct
l = 30 cm

2P ld

dengan: P : beban (N) l : panjang silinder (m)


d =15 cm

d : diamater silinder (m) fct : kuat tarik belah (N/m2)

Kuat tekan beton untuk perancangan Untuk perancangan struktur beton bertulang, kuat tekan beton

silinder standar didasarkan pada hasil statistik pengujian tekan


beton dari sejumlah benda uji (minimal 30 buah). Dengan asumsi bahwa data terdistribusi secara normal, maka kuat tekan beton

didapatkan dari rumus:

f c ' f 'cr 1,34 s


dengan: fcr : kuat tekan rata-rata s : standar deviasi

Mutu beton dibedakan menjadi: 1. Beton sederhana, dengan kuat tekan fc < 10 MPa 2. Beton normal, dengan kuat tekan fc = 10 30 MPa 3. Beton kuat tekan tinggi fc = 30 50 MPa 4. Beton kuat tekan sangat tinggi > 50 MPa. Kuat tekan beton untuk struktur dalam SNI-02 disyaratkan minimum 17,5 MPa.

Baja tulangan Diagram tegangan-regangan baja tarik secara umum diperlihatkan pada gambar di bawah.
tegangan fmaks fy

Modulus elastisitas:

Es
Es

fy

= 200.000 MPa

maks

regangan

Diagram tegangan-regangan baja tulangan yang dibebani tekan dianggap mempunyai bentuk yang sama.

Mutu baja tulangan baja tulangan:


Jenis Polos Simbol BJTP 24 BJTP 30 BJTD 24 Deform BJTD 30 BJTD 35 BJTD 40 BJTD 50 fy minimum [MPa] 240 300 240 300 350 400 500

Tegangan leleh minimum sering digunakan sebagai dasar perencanaan. Dalam perencanaan beton bertulang tidak boleh didasarkan pada kuat leleh tulangan fy yang melebihi 550 MPa, kecuali untuk tendon pratekan.

Macam-macam bentuk baja tulangan deform