Anda di halaman 1dari 28

VIRUS

Sejarah
1883 : Adolf Mayer : virus pada tembakau 1892: Dimitri Ivanowsky : menguji hipotesis A. Mayer 1851-1931: Martinus Beijerinck (Belanda), mulai disimpulkan, virus pada tanaman : tobacco mosaic virus (TMV). 1935 : Wendell M Stanley (USA): mengkristalkan TMV

Virus pertama yang ditemukan adalah tobacco mosaic virus (TMV). Pada tahun 1880, peneliti menemukan bahwa tanaman tembakau yang terinfeksi dapat menular ke tanaman tembakau yang lain Akhirnya pada tahun 1935, TMV ditemukan dengan cara mengkristalkannya

Morfologi Virus

Virus umumnya lebih kecil 50x dari bakteri Kebanyakan virus berdiameter antara 10-300 nm. Tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya tetapi dengan mikroskop elektron Mengandung asam nukleat tunggal, DNA atau RNA Mampu meperbanyak diri, tetapi hanya dalam sel hidup (host) Dalam Host, dapat bersifat mematikan atau inaktif

Menggunakan DNA atau RNA nya sendiri untuk menginstruksikan sel host membuat salinan2 baru Virus bukan sel Virus adalah partikel atau virion yang bentuk sangat sederhana dan ukurannya sangat kecil Komponen virus sangat simple Tidak mampu mensintesis protein dan membentuk ATP Virus merupakan Parasit Intraseluler obligat Virus merupakan makhluk peralihan antara hidup dan tidak hidup

Struktur dan Bentuk Virus

Terdiri atas materi genetik (genom) berupa DNA atau RNA Bentuk DNA atau RNA tergantung pada spesifikasi virus Bisa tunggal (single stranded) atau ganda (double stranded) Bentuknya dapat memanjang, melingkar atau lurus

Setiap genom diselubungi oleh Kapsid Kapsid dan asam nukleat disebut Nukleokapsid Kapsid tersusun dari sejumlah besar subunit protein yang disebut Kapsomer Kapsomer merupakan polipeptida atau kumpulan polipeptida Setiap kapsomer memiliki molekul protein yang berbeda-beda

Kapsid

Bentuk kapsid bermacam2:


Batang Bulat Oval Bentuk T

Contoh: TMV, bentuk batang Virus polio, bentuk isohedron (mempunyai 20 muka segitiga sama sisi dengan 12 sudut dan 30 tepi) Bentuk kapsid menentukan bentuk luar virus Ada struktur tambahan yang disebut Amplop

Kapsid berfungsi untuk :


Membawa informasi gen Membantu proses kristalisasi dgn ikatan intermolekul nonkovalen Membantu pengeluaran genom virus dari selubungnya Helikal Co: Tobacco Mosaic Virus Isohedral/polihedral Co : Adenovirus Virus berselubung Co : virus influenza Virus komplex Co : Enterobacter phage T4

Geometri dari Kapsomer 2 bentuk yaitu


Amplop

Amplop adalah kapsul pembungkus yang menyelubungi kapsid dan tersusun dari bahan lipoprotein yang berfungsi membantu virus menginfeksi inangnya Contoh virus dengan amplop: virus flu, virus herpes, virus pada hewan

Bakteriofage

Bakteriofage atau fage digunakan sebagai contoh mempelajari replikasi virus Bakteriofage atau fage adalah virus yang biasa ditemukan dan hidup dalam tubuh

E. coli

Virus ini pertama kali ditemukan tahun 1915

Replikasi virus

Replikasi virus diketahui dari percobaan dari virus tipe T (T2, T4 dan T6) pada sel inang E.

coli

Replikasi virus terdiri dari 2 proses : Daur litik dan lisogenik

Daur Litik

Fase Adsorpsi

Ekor virus melekat pada dinding sel inang Virus mengeluarkan enzim lisozim sehingga terbentuk lubang pada dinding sel inang Kapsid virus berkontraksi untuk mempompa asam nukelatnya (DNA atau RNA) masuk dalam sel Kapsid yang kosong terletak di luar sel dan tidak berfungsi DNA virus melakukan transkripsi lalu memproduksi molekul mRNA awal yang membentuk protein awal Protein awal yang terbentuk mengambil alih biosintesis dari sel inang dan menghancurkan DNA sel inang DNA virus mereplikasi diri berulangkali dengan mengkopi diri membentuk DNA virus dalam jumlah banyak

Fase Injeksi

Fase sintesis

Banyak duplikasi enzim protein di dalam sel inang termasuk enzim 5-hidroksimetilsitosin yang menggantikan derivat sitosin normal pada DNA virus, sehingga dianggap baru oleh sel inang Dengan pembuatan enzim tersebut, DNA virus membentuk molekul mRNA akhir dimana akan ditranskripsi menjadi struktur kapsid yang membentuk kepala, ekor dan DNA virus yang terpisah-pisah Kapsid yang disintesis terpisah-pisah antara kepala, ekor dan serabut ekor Bagian-bagian tersebut dirakit menjadi kapsid yang utuh DNA virus masuk dalam kapsid

Fase Perakitan

Fase Litik

Setelah perakitan, virus memproduksi enzim lisozim Enzim lisosim tersebut menghancurkan dinding sel inang dan mengeluarkan 100 buah virus dalam 25 menit setelah infeksi Virus baru yang diproduksi keluar untuk mencari sel inang yang lain

Daur Lisogenik

Fase Adsorpsi

Sama dengan daur litik Sama dengan daur litik DNA virus masuk ke tubuh sel inang lalu menyusup ke DNA sel inang DNA Bakteri putus kemudian DNA virus menggabungkan diri diantara benang yang putus tersebut dan terbentuk DNA Bakteri yang mnegandung materi genetik virus DNA virus yang tersambung menjadi tidak aktif disebut profag Bila profag terpapar dengan bahan kimia, hidrogen peroksida, mitosin C atau sinar UV akan menyebabkan induksi lalu mengalami proses litik dalam replikasi virus Bila profag tidak terpapar, maka DNA virus akan direplikasi mengikuti sel anak pada proses pembelahan sel bakteri, sehingga sel turunan dari sel inang berbentuk profag yang membawa DNA virus sebagai karier

Fase Injeksi

Fase penggabungan

Fase pembelahan

Interferon

Protein bermolekul rendah yang diproduksi oleh sel yang terinfeksi virus Melekat di membran sel dan menginduksi sintetis protein sekunder menghambat sintesis protein dan asam nukleat virus Tidak memiliki aktifitas antivirus Perlindungan interferon efektif terinfeksi virus Interferon memultiplikasi metabolisme sel, menghambat pertumbuhan dan multiplikasi dari sel yang terinfeksi kemungkinan efek antitumor

AIDS

HIV berupa partikel terbungkus dengan nukleokapsid berbentuk kerucut 2 kopi single stranded RNA dan enzyme reverse transcriptase Virus sekresi genital dan darah Sel inang target yaitu Limposit CD4+. Setelah infeksi sakit menyerupai demam yang dikaitkan dengan infeksi sel CD4+ dan virus banyak dalam darah. Virus banyak dalam darah respon imun humoral dan selular tinggi Lama periode laten dari 1-15 tahun atau lebih sebelum gejala-gejala klinis lebih jauh muncul Semakin lama jumlah sel CD4+ dalam darah semakin berkurang dan bila di bawah 200-400/l, sistem imun menjadi semakin rendah

Akibatnya Infeksi laten lain dengan organisme cytomegalovirus atau Mycobacterium tuberculosis dan infeksi sekunder beberapa patogen seperti Pnemocystis cartinii akan membunuh pasien AIDS Vaksin aktif dan agen kemoterapi melawan HIV belum diproduksi. Belum ada obat yang mampu menghilangkan virus dari populasi dari limposit, tetapi hanya menekan replikasi virus dan menambahkan sel CD4+ dalam individu yang terinfeksi Reverse transcriptase inhibitors seperti azithymidine atau dideoxyinosine diharapkan bekerja untuk menghambat replikasi virus