Anda di halaman 1dari 48

BAB IV.

GAMBARAN WILAYAH PROVINSI RIAU

4.1. Geografis dan Fisi Wi!a"a# a$ian 4.1.1. Le%a dan L&as Letak, luas, dan batas wilayah administrative Provinsi Riau adalah sebagai berikut: (1) luas wilayah sebesar 8.91 .!1 ,!9 ha (luas sesudah "emekaran dengan Provinsi #e"ulauan Riau keberadaan batas wilayahnya membentang dari lereng $ukit $arisan sam"ai ke Laut %ina &elatan, terletak antara1'1 (Lintang &elatan sam"ai )') ( Lintang *tara atau +ntara '!,(-1!)'19( $u.ur /imur dan 0' !(-1') ( $u.ur $arat1 dan (,) se2ara administrati3 "emerintahan wilayah Provinsi Riau terdiri atas 14 kabu"aten dan kota, 1! #abu"aten dan duakota.

5ambar ).1. Peta 6ilayah +dministrasi Pro"insi Riau (&umber 1 $P& Pro"insi Riau, 4!14) #abu"aten dan #ota di Provinsi Riau terbagi lagi men.adi 149 ke2amatan, kelurahan 19! an 1.4,0 desa. Luas wilayah masing-masing kabu"aten dan kota di Provinsi Riau ada disa.ikan "ada /abel ).1. Provinsi Riau berbatasan disebelah utara dengan &elat &inga"ura dan &elat 7alaka, di sebelah selatan

dengan Provinsi 8ambi dan &elat $erhala, disebelah timur berbatasan dengan Laut %ina &elatan (Provinsi #e"ulauan Riau), dan disebelah barat berbatasan dengan Provinsi &umatera $arat dan Provinsi &umatera *tara. /abel ).1 #abu"aten dan #ota di Provinsi Riau :bukota /eluk #uantan Rengat /embilahan Pangkalan #erin2i &iak &ri :ndra"ura $angkinang Pasir Pangarayan $engkalis $agan &ia"i-a"i &elat Pan.ang Pekanbaru >umai 8umlah
&umber : $P& - Riau >alam +ngka 4!14

#abu"aten9#ota 1. #uantan &ingigi 4. :ndragiri ;ulu ,. :ndragiri ;ilir ). Pelalawan . &iak 0. #am"ar =. Rokan ;ulu 8. $engkalis 9. Rokan ;ilir 1!. #e"ulauan 7eranti 11. Pekanbaru 14. >umai

Luas ;a 4!.410 =0=.04= 1.,=9.8,= 1.4)!.)1) 84,., = 1.!94.84! =44.9=8 8),.=4! 890.1), ,0!.=!, 0,.,!1 4!,.9!! 8.91 .!10 < ,8) 8,01 1 ,)8 1,,91 9,4) 14,40 8,11 9,)0 1!,! ),! !,=1 4,49 1!!,!

4.1.'. Geo!ogi dan (o)ografi 6ilayah Provinsi Riau meru"akan ham"aran yang relati3 datar dan memiliki kon3igurasi dataran rendah. 8enis tanah terbesar adalah "odsolik merah kuning yang tersebar di daerah "erbukitan sebelah timur dan latosol merah di sebelah barat. /anah ini mem"unyai tingkat kesuburan yang rendah. ;al ini berhubungan dengan tingkat keasaman tanah, kandungan hara yang rendah, kandungan liat tinggi dan adanya unsur-unsur bera2un dalam tanah kedalaman tanah bervariasi dari )! 2m sam"ai lebih dari 1 ! 2m.

Pada daerah-daerah sekitar "un2ak bukit dan lereng atas bukit, kedalaman solum tanahnya hanya ,!- !2m, sedangkan "ada lereng bawah berkisar antara !1!!2m. /o"ogra3i se2ara umum relati3 datar dan sedikit bergelombang, sam"ai berbukit-bukit dengan kelerengan 2uram. dengan ketinggian men2a"ai 8), m d"l. 6ilayah dengan to"ogra3i berbukit dengan kelerengan 2uram antara lain terda"at di /aman?asional $ukit /iga Puluh

5ambar ).4. Peta 5eologi Pro"insi Riau

5ambar ,.,. Peta #elas Lereng Pro"insi Riau 4.1.*. +ondisi (ana# &ebagian besar wilayah Provinsi Riau meru"akan daratan yang terbentuk dari @ormasi +lluvium. Pada bebera"a tem"at terda"at 3ormasi ?eogen, misalnya di se"an.ang &ungai #am"ar dan &ungai :ndragiri. +kan teta"i di daerah "erbatasan se"an.ang $ukit $arisan se"enuhnya terdiri atas la"isan Permikarbon, Peleogen dan ?eogen yang membentuk /anah Podsolik. #eseluruhan daerah tersebut meru"akan tanah tua, sisanya membentang kearah /imur meru"akan kontruksi dari 3ormasi .enis /anah +luvium (enda"an) yang berasal dari Aaman Buarter hingga Aaman &aat ini (Re2en), terlebih-lebih "ada daerah berawa-rawa se"an.ang daerah Pantai /imur. #arakteristik lahan di2irikan dengan tanah-tanah yang berkembang dari bahan induk batuan sedimen dan bahan induk aluvial yang mem"unyai kesuburan alami rendah, yaitu reaksi tanah masam, kandungan bahan organi2 rendah, basa-basa da"at ditukar dan ke.enuhan basa rendah, dan ke.enuhan aluminium tinggi. /anah-tanah ini tersebar "ada ketinggian dari muka laut 1!14! m dengan kemiringan bergelombang sam"ai berbukit. Lahan basahnya

tergolong gambut oligotro"ik yang di2irikan dengan genangan air, reaksi tanah masam sam"ai dengan sangat masam, basa-basa da"at ditukar dan ke.enuhan basa rendah. Lahan basah tersebut tersebar "ada ketinggian -4 m dari muka laut dengan ketebalan !, -,m. #ondisi tanah di wilayah daratan Riau se2ara umum didominasi oleh .enis tanah Crganosol dan Podsolik 7erah #uning. Luas tanah Crganosol men2a"ai .!0 .0!!;a, sedangkan Podsolik 7erah #uning men2a"ai 4.=)0.0!! ;a. /anah Crganosol mendominasi "ada to"ogra3i wilayah datar, sedangkan "odsolik merah kuning "ada wilayah datar dan bukit9gunung (/abel ).4 dan 5ambar ).)). /anah wilayah datar terdiri atas tiga .enis tanah yaitu Crganosol dan 5ley ;umus, Podsolik 7erah #uning dengan bahan enda"an dan Podsolik 7erah #uning dari bahan aluvial. &ementara itu, tanah wilayah berbukit terdiri atas Podsol dan Podsolik dari batuan enda"an dan batuan beku, serta Podsolik 7erah #uning (kom"lek) dari batuan beku. >engan kondisi tersebut tantangan dan hambatan dalam "embangunan "angan khususnya "enyediaan bahan "angan di daerah ini lebih besar dibanding daerah lainnya. /abel ).4.8enis dan Luas &atuan /anah di 6ilayah Provinsi Riau
8eni ?o. >udal-&oe"ra"tohar.o &&& &oil (19 =-1901) /aDono 77my 6ilayah>atar 1. Crganosoldan5ley ;a"lo3ibrist, ha"lohemist, ;umus ha"lo3ibrist, ;alaEue"ts, @luvaEents, FndoaEuents, FndoaEue"ts,;alaE ue"ts, 4. Podsolik%oklatdan ;ydraEuents,&ul3a Regosol Eue"ts, &ul3aEuents,&ul3ihe ,. Podsolik7erah mist, &ul3ohemist #uning >ystrude"ts, 6ilayah$erbukit $ahan :nduk @isiogra3i Luas (;a) .!0 .0!!

$ahanCrganik >atar dan+luvial

$ahan+luvial

>atar

08.!!! 4.1 0.!!!

$ahanFnda"an >atar

1. 4. ,.

Podsol Podsolik%oklat Podsolik7erah #uning(#om"lek)

;a"lohumods, ;a"ludal3s >ystrude"ts

$atuanFnda"an >ataran $atuanFnda"an Li"atan dan$eku :nstrasi $atuan$eku

4!9.0!! 418.4!! 9).8!!

;a"ludults,#andiu dults, #anha"ludults,;a "ludoD, &umber: $P? Provinsi Riau (4!11) dan &oil /aksonomi (1998)

6ilayah Provinsi Riau memiliki 1 sungai, di antaranya ada ) sungai yang mem"unyai arti "enting sebagai "rasarana "erhubungan se"erti &ungai &iak (,!!km) dengan kedalaman 8-14m, &ungai Rokan ()!! km) dengan kedalaman 08m, &ungai #am"ar ()!! km) dengan kedalaman lebih kurang 0 m dan &ungai :ndragiri ( !!km) dengan kedalaman 0-8 m. #eem"at sungai besar tersebut membelah "egunungan dataran tinggi $ukit $arisan dan bermuara di &elat 7alaka.

5ambar ).). Peta /anah Pro"insi Riau

4.1.4. Hidro!ogi dan I !i, >aerah Provinsi Riau beriklim tro"is basah dengan rata-rata 2urah hu.an berkisar antara 4!!!-,!!! mm "ertahun yang di"engaruhi oleh musim kemarau dan musim hu.an. >aerah yang sering ditim"a hu.an setia" tahun adalah Rokan ;ulu yaitu 41! hari, #ota Pekanbaru 4!9 hari #abu"aten :ndragiri ;ulu dan #am"ar 1=8 hari, dan yang terakhir adalah #abu"aten &iak dengan .umlah hari hu.an 4 hari. 8umlah 2urah hu.an tertinggi "ada tahun 4!!0 ter.adi di #abu"aten #am"ar dengan 2urah hu.an sebesar ,. !=,! mm, disusul #ota Pekanbaru sebesar ,.!)0,1 mm, sedangkan 2urah hu.an terendah ter.adi di #abu"aten &iak 99 mm. 7enurut klasi3ikasi 2urah hu.an dari &2hmidt dan @erguson, kawasan berhutan di Provinsi Riau sebagian besar termasuk ti"e iklim $. %urah hu.an rata-rata tahunan antara 4!!! G ,!!! mm. %urah hu.an tertinggi ter.adi "ada bulan Cktober sekitar ,)= mm dan terendah ter.adi "ada bulan 8uli yaitu sekitar 8, mm. /em"eratur udara rata-rata bulanan berkisar antara 4 ,0-4=,= H%. /em"eratur maksimum ter.adi "ada bulan +gustus sebesar ,,H%, dan minimum ter.adi "ada bulan 8anuari sebesar 4!,8H%. #elembaban udara 2uku" tinggi yaitu antara 81 "ersen sam"ai 9! "ersen. #elembaban udara maksimum ham"ir ter.adi di se"an.ang tahun ke2uali bulan 8uli. #elembaban minimum ter.adi "ada bulan +gustus sebesar )0 "ersen. Provinsi Riau sebelum dimekarkan men.adi dua "rovinsi baru mem"unyai luas total , 9.88,,0) hektar dengan "ro"orsi sebesar =1,,, "ersen (4, .,!0.!! ha) beru"a lautan dan 48,0= "ersen (9). ==.0) hektar) beru"a daratan. Pada wilayah daratan terda"at 1 sungai dengan ) sungai diantaranya memiliki 3ungsi sebagai sarana "erhubungan yaitu: (1) &ungai &iak dengan "an.ang ,!! km dan kedalaman sekitar 8 -14m1 (4) &ungai Rokan dengan "an.ang )!! km dan kedalaman sekitar 0-8 meter1 (,) &ungai #am"ar dengan "an.ang )!! km dan kedalaman sekitar 0m1 ()) &ungai :ndragiri dengan "an.ang !! km dan kedalaman sekitar 0-8 m. #eem"at sungai ini berhulu di "egunungan daratan tinggi $ukit $arisan dan bermuara di &elat 7alaka dan Laut %ina &elatan.

5ambar ). . Peta :klim Pro"insi Riau

4.1.-.

(a%a G&na La#an

4.1.-.1. (a%a G&na La#an Berdasar an R(RWP $erdasarkan R/R6 Pro"insi Riau, Peren2anaan ruang untuk wilayah "erkebunan seluas ).! ).11!,,) ha, dimana tata ruang untuk "erkebunan rakyat seluas 4.!,).11=,49 atau !,1= < dari tetal areal "eruntukan "erkebunan. >ibandingkan tanaman "erkebunan, "ola ruang untuk tanaman "ertanian .auh lebih ke2il, =)4.0==,04 ha atau hanya 18,,4 < dari "eruntukan lahan untuk "erkebunan. &edangkan *ntuk arahan bidang kehutanan yang meli"uti hutan lindung, hutan "roduksi, hutan rakyat dan areal konservasi, dalam R/R6 "ro"insi Riau seluas ,),!=!0,00 ha atau 8),04 < dibandingkan luas areal "erkebunan. Penyebaran luas sektor "erkebunan, "ertanian dan kehutanan dalam R/R6 Pro"insi Riau disa.ikan "ada /abel ).,.

/abel ).,.

+rahan Pola Ruang bidang Perkebunan, Pertanian dan #ehutanan "ada R/R6 Pro"insi Riau
Per&n%& an La#an da!a, R(RWP Ria& 0#a1 H&%an dan Per e.&nan Per%anian +onser2asi ,)=.884,49 ,!!.4 9,4= 04.,,0,)) ,=8.!,),8 =81.!09, 18!.801,!= ,14.8)0,8, )!0.90,,!= !.==1,= ,=4., 0,80 01!.!),,,= =8.,08,1! 108.!80,4! 111.,01,,0 8. )9,1! 4!,.09,, 1 41!.,84,,) 1!8.! ,=, 019.,98,11 )1,.),=, , ) .==8,!4 4 ).14=,4 ))9.)!),=0 =0.!81,01 48 .=14,!4 )! .4=9,!= 49.400,90 ,94.4=8,8! ,49.,,,,1= ,,.9)9,90 9 .0 0,99 ,1.014,9) 18.,!4,!9 0,4,9 ).90,,91 , 0,=9 ,.),!.=!0,00 ).! ).11!,,) =)4.0==,04

No. 1 4 , ) 0 = 8 9 1! 11 14

+a.&)a%en / +o%a $engkalis :ndragiri ;ilir :ndragiri ;ulu #am"ar #e". 7eranti #uantan &ingingi Pelalawan Rokan ;ilir Rokan ;ulu &iak #ota >umai #ota Pekanbaru /otal

&umber : Peta R/R6P Riau, 4!14 - 4!,4

5ambar ).0. Peta Ren2ana /ata Ruang Pro"insi Riau

4.1.-.'. (a%a G&na La#an 34is%ing Penyebaran"enggunaan *mumnya lahantersebut lahan-lahan biasanya sawah diusahakan lahankhususnya satu kali

sawahmen2a"ailuas4)9. 89haatau4,81<dariluasdaratanProvinsi Riau (/abel ,.)). dalamsetahun,biasanya"adaawalmusim.+"abila tidakdiusahakan tanaman"anganlainnya.>engan demikian,sisteminida"atdigolongkanke"adasawahtadah hu.an.Penggunaanlahan ("older, sawahinidila"anganberbentuksawahirigasi teknis, irigasi setengah teknis,irigasi sederhana,irigasidesa,tadahhu.an,irigasi"asangsurut,lebak,danlainnya rembesan,dll). musimkemaraulahanataudiusahakanuntuk

/abel ). .Penggunaan Lahan di Provinsi Riau


No. 1 PenggunaanLahan LahanSawah a) rigasiTeknis !) rigasiSetengahTekn is ") rigasiSederhana d) rigasiDesa#NonP$ e) TadahHu%an &) rigasiPasangSurut g)Le!ak h)Lainn'a((older)rem!esan)dll) Lahan BukanSawah a) Tegalan#1e!un !)Ladang#Hu ma ") Perke!unan d)DitanamiPohon#Hutan2ak' at e) Tam!ak &) 1olom#Te!at#3m(ang g)PadangPengem!alaan#2um (ut h)Sementaratidakdiusahakan i) Lainn'a((ekarangan'angditana Lahan BukanPertanian a) 2umah)!angunan)halaman !)HutanNegara ") 2a5a4ra5a(tidakditanami) d)Lainn'a(%alan)sungai)danau)laha n kritis)dll) Jumlah DitanamiPadi dalam Setahun 3x 2x 1x 1.115 27.012 94.128 * +*+ 200 +* 3.1,+ /../3 * 2-3 --* 2.3 +/* ,+* -./.+ +*.1-0 21+ 13.2,1 3+../* * * 1.1+* * * /-/ Tidak Sementara Jumlah Ditanami Tidak (Ha) Padi Diusahakan 36.442 ./ 1.2-0 2.1 13+ 20.,33 +.*-* 2..11 32 90.892 /31.,,* .*.-1 +3.011 2,.*32 /.*3/ 1.3-0 249.589 1.2,/ 11.1+/ 2.2.2 1..31/*.-0+ ,2.3+, ..,-+ 1.-22

4 4 4 4 4 4 4 4 4

4 4 4 4 4 4 4 4 4

4 4 4 4 4 4 4 4 4

4 4 4 4 4 4 4 4 4

5.175.017 4 +02.2., 4 1,,.//3 4 3.1.+.--* 4 ++*..20 4 1.30, 4 +./.4 2..00/ 4 /*+.1-1 4 2+..3..

4 4 4 4 4

4 4 4 4 4

4 4 4 4 4

4 4 4 4 4 36.442

4 3.452.359 4 ++1.,-+ 4 1.-**.-1. 4 303.30, 4 ,2*.101 90.892 8.876.965

1.115 27.012 94.128

&umber: >inas/anaman Pangan dan ;ortikultura Provinsi Riau(4!11)

Penyebaran lahan bukan sawah atau "ertanian men2a"ai luas .1= .!1= ha atau 8,,!< dari luas daratan Provinsi Riau.Penggunaanlahanini terutama terdiriatas "erkebunan (, ,=8 <) yaitu kela"a sawit, karet, kela"a,sagu, kakao, ko"i, "inang, gambir, dan aneka tanaman "erkebunan. &elain itu, "enggunaan lahan ini .uga berbentuk tegalan9kebun, ladang9huma, ditanami "ohon9hutan rakyat, tambak, tebat9em"ang, "adang "engembalaan9rum"ut, sementara tidak diusahakan, lainnya ("ekarangan yang ditanami tanaman "ertanian, dll). &ementara "enggunaan lahan bukan "ertanian se"erti rumah, bangunan, halaman, hutan negara, rawa-rawa (tidak ditanami), lainnya (.alan, sungai, danau, lahan kritis, dll) men2a"ai luas ,8,89< dari luas daratan Provinsi Riau.

5ambar ).=.

Peta Penutu"an Lahan di Provinsi Riau

Lahan "ertanian bukan sawah yang ber"otensi untuk ditanami "adi gogo beru"a lahan-lahan tegal9kebun, ladang9huma, lahan yang sementara tidak diusahakan, kebun rakyat, hutan rakyat, dan "ekarangan. Tegalan/Kebun. Pola tanam yang umum ditemui adalah 2am"uran tanaman semusim se"erti 2abe, terung, mentimun, dan ka2ang "an.ang dengan dominasi tanaman buah-buahan se2ara a2ak atau se"an.ang batas .alan, batas lahan kebun karet, kebun kela"a sawit, kebun kela"a, dan kebun ko"i. 8enis tanaman buah- buahan yang ditanam adalah kela"a, ko"i, 2engkeh, serta sedikit .engkol, nangka, rambutan, "isang, dan mangga. Pola ini memiliki hubungan 3ungsional, ekonomi, bio3isik, dan kultur so2ial dengan masyarakat sekitarnya. Ladang/Huma. Penggunaan lahan lading umumnya meru"akan taha"an awal dari "embangunan kebun 2am"uran, kebun karet rakyat, atau kebun kela"a sawit rakyat. Pola tanam lading yang dilakukan umumnya tidak teratur teta"i sudah meneta". Petani biasanya menanam "adi lading dan kadang-kadang sayursayuran. Produksinya terutama ditu.ukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Perkebunan dan ditanami pohon. Pola "engunaan lahan ini dila"angan dibedakan men.adi ;utan /anaman :ndustri, Perkebunan #ela"a &awit, dan Perkebunan

#aret: 1)+real hutan tanaman industri dengan .enis tegakan yang dominan adalah akasia (Acacia mangium wild) dan sebagian sudah ditanami dengan dengan .enis tanaman ekaly"tus (Eucalyptus s"). &eluruh area lini dikelola olehswasta1 4)+real "erkebunan kela"a sawit umumnya dikelola oleh swasta1,) +real "erkebunan. Lainnya. Pola ini dikategorikan sebagai "adang "engembalaan, rum"ut, semak belukar, ditanami "ohon atau hutan rakyat, alang-alang, tanah terbuka, lahan kritis, dan lahan yang sementara ini tidak diusahakan. #ategori ini terda"at ham"ir di semua wilayah Provinsi Riau yang tidak digunakan se"erti tebing sungai, "inggir .alan, atau lahan-lahan yang tidak terawat. Pola ini terbentuk akibat lading yang ditinggalkan dan vegetasi belukar muda meru"akan taha" awal "embentukan "ermukaan bersama vegerasi semak. $elukar ditumbuhi oleh .enis tumbuhan ti"e "an2ang dan tiang se"erti meranti (Shorea s"), loban (Vite pubescens), tenggek burung (Sauraunia s"), dan sebagainya. 8enis semak terdiri atas sikaduduk (!elastoma sp), sianik ("areca s"), rum"utan (#raminae s"), "aku-"akuan, dan rum"ut liar lainnya. $umah dan %angunan. Pola "enggunaan lahan ini meru"akan 2am"uran bangunan, "ekarangan, .alan, sarana dan "rasaran lainnya. /utu"an ta.uk tanaman "ekarangan "ada areal "emukiman mem"erlihatkan kondisi yang bervariasi:1) "erkam"ungan "enduduk dengan luas bangunan lebih ke2il dibandingan luas "ekarangan1 4)unit "emukiman transmigrasi ditengah areal "erkebunan1,) kom"lek "abrik kela"a sawit1 )) kom"lek industri. Hutan &egara. ;utan ?egara di Provinsi Riau meru"akan hutan dataran rendah. 8enis vegetasi yang dominan adalah rengas 's(itonia penagiana), "isang"isang 'mi*etia sp), meranti'shorea uliginosa), durian 'durio carinatus), arangarang 'dyospyosos sp), kelat 'Fugenia sp), dan kelakok 'melanorhoea (alichii). &edangkan vegetasi yang dominan "ada hutan sekunder antara lain adalah mahang 'macaranga sp)+ kemadon 'madhuca sericea)+ loban ',ite pubescens)+ medang 'litseasp)+ ando 'gardenia sp)+dan sianik 'care phacota). $a(a-ra(a. Luas "enutu"an rawa men2a"ai ,0,.,08 ha. /utu"an hutan ini menyebar ditengah daerah 2ekungan antara dua "erbukitan ke2il. #ondisi

lahan di2irikan dengan drainase .elek dan 2enderung tergenang "ermanen. /utu"an vegetasi rawa mem"erlihatkan kondisi .arang. duri 'pandanussp), dan .enis dipterocarp. &aat ini, alih 3ungsi lahan "ertanian men.adi non "ertanian dan kela"a sawit sudah tidak terhindarkan lagi. $erdasarkan "engamatan la"angan, animo masyarakat ke"ada kela"a sawit yang sangat tinggi sekali. &elain alih 3ungsi lahan, .uga adanya "erubahan kawasan, se"eri kawasan lindung berubah men.adi kawasan "emerintah, kawasan "ertambangan, dan kawasan "erkebunan. &alah satu isu "enting yang terintegrasi dengan "engembangan kebi.akan ketahanan "anganya itu "enataan ruang wilayah terutama melalui "roses "embangunan wilayah "ertanian yang didasarkan atas 2ompetiti,e .orces dengan mengelola hemogemic .orces melalui "engembangan kebi.akan yang se.alan dengan system nilai "engembangan "angan. #aitannnya dengan hal tersebut, maka guna men.amin "engembangan wilayah "ertanian dan ketersediaan "angan di suatu daerah di"erlukan tata ruang yang .elas "eruntukkannya. Penataan ruang meru"akan tanggung .awab se"enuhnya "emerintah kabu"aten (** ?omor 40 tahun 4!!=). Pada sisi lain, as"ek "enting untuk men.amin ketahanan "angan adalah "enataan ruang. Penataan ruang "eman3aatan terutama "engelolaan "eman3aatan ruang yang berkaitan dengan mem"ertahankan "eman3aatan 3ungsi lahan irigasi teknis dan kawasan hutan lindung yang "ada akhirnya da"at men2i"takan tata ruang "ertanian yang e3ekti3 sebagai dasar "engembangan wilayah "ertanian. "ertanian ke non "ertanian. ;al ini da"at mengurangi konversi lahan 8enis vegetasi yang banyak di.um"ai adalah sianik 'care phacota)+ rum"utan (#raminae s"), "andan

4.'.

+ondisi U,&, Per%anian5 Per e.&nan dan +e#&%aan di Pro)insi Ria&

4.'.1.

+ondisi U,&, Per%anian *ntuk mengantisi"asi kekurangan yang "angan yang 2uku" serius "ada

masa yang akan datang, Pemerintah Provinsi Riau beru"aya meningkatkan "roduksi "angan melalui "erluasan areal tanam (ekstensi3ikasi), "erbaikan kultur teknis dan "eningkatan indeks "ertanaman (intensi3ikasi). Pembangunan "ertanian khususnya bidang tanaman "angan mulai memasuki 3ase "enting dalam kontribusinya terhada" ketersediaan "angan daerah Riau seiring dengan digulirkannya C"erasi Pangan Riau 7akmur (CPR7) tahun 4!!9-4!1,. /arget luas tanam yang dihara"kan dari "rogram ini adalah 1!!.!!! ha yang terdiri dari intensi3ikasi :P1!! men.adi :P4!! seluas 08.1!8 ha, rehabilitasi sawah terlantar seluas 1,.14= ha, dan 2etak sawah baru seluas 18.=0 ha. Pada "elaksanaannya, CPR 7akan berhasil o"timal .ika didukung dengan teknologi dan kemam"uan dan keteram"ilan "etani Perkembangan sasaran luas tanam dan luas "anen tanaman "adi "er kabu"aten9kota melalui "rogram"rogram ekstensi3ikasi mau"un intensi3ikasi untuk mengantisi"asi kekurangan yang "angan di Provinsi Riau disa.ikan berturut-turut "ada /abel ,.0 dan /abel,.=. /abel).0. &asaran Luas /anam Padi di Provinsi Riau /ahun 4!!8-4!14 >irin2i 7enurut #abu"aten9#ota (&atuan ;a)
2**, 1*.1+2 0.,23.3,1 13.0/2 ..+ 11.112 1/.0+. 1+.-.. 3..1-+ /,, 4 4 1+0.**/ 2**13.0/. ..1*/ 3...// 13.*2+ ,.+1+ 11..-1 11.002 1.,*. /1.*/, 0.0*3 +* 4 10-.2+T6H$N 2*1* 13.,0, ../.3 33.-+/ 13.3-2 ..-00 11.+,3 1/..-2 10.33+ +*.012 3./.0 +* 4 1.3.+*1 2*11 1.3*,.+.+ /2.33/ ,.,.+ 11.,.1 13.*-1.+-0 1,.*1+ +3.,,, 3+ 2+ 4 1,-.232 2*12 1../. 11.21+ 33.221 -.*.0 -./3. 11.*23 1/.1/+ 1,.1+. /..2*/ 3.+1/ 20 4 1...132

No. 1 2 3 / + 0 . , 1* 11 12

1a!u(aten# 1ota 1am(ar ndragiriHulu ndragiriHilir 7engkalis Siak 1uansing Pelala5an 2okanHulu 2okanHilir Dumai Pekan!aru 1e(.8eranti Jumlah

#eterangan: berdasarkan 7/ (7usim/anam) &umber: >inas /anaman Pangan dan ;ortikultura Provinsi Riau (4!11)

/abel ).=
No. 1 2 3 / + 0 . , 1* 11 12

&asaran Luas Panen Padi di Provinsi Riau /ahun 4!!8-4!14 >irin2i 7enurut #abu"aten9#ota (&atuan ;a)
2**, 3+.-.1 2.*3. 11..2+ . /1./+20../+ 30.3/, +.2-3 /3.021 1.211 12.,-0 4 4 +*,.0-. 2**+/.+. . 23.,1 12-.*, /,.,. . 32.1. , +3./2 . /3./, 01*.020 T6H$N 2*1* /./.. 10..+ 1 1*,.0+ 0 /2./+ , 20.*+ 0 3,.2+ / /-.22 +02.3/2 2*11 02.0+ 2-.23 2 1+,./0 . 2+.-3 , +.-/+*..1 0 +2.22 + .**.,*2*12 0+.1.+ 32.++12,.+0 1 33.3/1 30.*/1 /0./,. /,..32 +3.*,2 10-.33 3 ,.,,3 ,* 02-.030

1a!u(aten # 1ota 1am(ar ndragiriHulu ndragiriHilir 7engkalis Siak 1uansing Pelala5an 2okanHulu 2okanHilir Dumai Pekan!aru 1e(.8eran ti Jumlah

&umber: >inas /anaman Pangan dan ;ortikultura Provinsi Riau (4!11)

4.'.'.

+ondisi U,&, Per e.&nan Pembangunan "erkebunan bertu.uan untuk menghilangkan kemiskinan

dan keterbelakangan khususnya didaerah "edesaan, disam"ing itu .uga mem"erhatikan "emerataan "erekonomian antar golongan dan antar wilayah. Pembangunan "ertanian yang berbasis "erkebunan dalam arti luas bertu.uan untuk meningkatkan kese.ahteraan hidu" masyarakat sehingga ter.adi suatu "erubahan dalam "ola hidu" masyarakat disekitarnya. #egiatan "embangunan "erkebunan khususnya kela"a sawit dihara"kan da"at mengangkat "erekonomian masyarakat khususnya mereka yang bermata "en2aharian dari se2tor "ertanian. >am"ak dari "embangunan tersebut akan terlihat dari indikator, antara lain: 1) +ngka multiplier e..ect ekonomi yang di2i"takan dari kegiatan "embangunan "erkebunan kela"a sawit di "edesaan1 4):ndek kese.ahteraan masyarakat "edesaan sebagai akibat dari "embangunan "erkebunan kela"a sawit. Pembangunan "erkebunan khususnya kela"a sawit di >aerah Riau telah membawa dam"ak ekonomi terhada" masyarakat, baik masyarakat yang terlibat

dengan aktivitas "erkebunan mau"un terhada" masyarakat sekitarnya. >ari hasil "enelitian +lmasdi &yahAa (4!11) men.elaskan bahwa "embangunan "erkebunan kela"a sawit di Riau da"at mengurangi ketim"angan "enda"atan antar golongan masyarakat dan mengurangi ketim"angan ekonomi antar kabu"aten9kota1 da"at men2i"takan multiplier e..ect dan meningkatkan kese.ahteraan masyarakat "edesaan1 dan eks"or "roduk turunan kela"a sawit (%PC) da"at merangsang "ertumbuhan ekonomi daerah Riau. /ingkat kese.ahteraan yang dirasakan oleh masyarakat "edesaan telah membawa dam"ak berkembangnya "erkebunan di daerah, khususnya kela"a sawit dan karet. Pembangunan "erkebunan ini sekarang lebih banyak dilakukan oleh masyarakat se2ara swadaya. +ktivitas "embangunan "erkebunan kela"a sawit yang melibatkan

banyak tenaga ker.a dan investasi yang relative besar untuk industry hilirnya, di"erkirakan se2ara "ositi3 merangsang, menumbuhkan dan men2i"takan la"angan ker.a serta la"angan berusaha. 7elalui kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang dan .asa yang di"erlukan selama "roses kegiatan "erkebunan kela"a sawit dan "embangunan industry hilirnya akan mem"unyai keterkaitan ke belakang (back(ard linkages). Perkebunan mem"unyai kedudukan yang "enting didalam "engembangan "ertanian baik di tingkat nasional mau"un regional. /anaman "erkebunan yang meru"akan tanaman "erdagangan yang 2uku" "otensial di daerah ini ialah kela"a sawit, karet, kela"a, ko"i dan 2engkeh. >ata luas dan "roduksi tanaman "erkebunan tahun 4!11 yang dikum"ulkan dari >inas Perkebunan menun.ukkan adanya "erubahan luas areal tanaman "ada komoditi kela"a sawit dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Luas areal "erkebunan kela"a sawit 4.4 0. ,8 hektar, kela"a 41.!19 hektar, karet )98.9!= hektar dan ko"i ).=4 hektar dengan "roduksi tanaman kela"a sawit 0.9,4. =4 ton, kela"a )=!.,=! ton, karet ,)). ,8 ton dan ko"i 4.1!= ton.

/abel ).8.

Pertumbuhan :ndeks #ese.ahteraan Petani #ela"a&awit dan !ultiplier E..ect Fkonomi di Pedesaan >aerah Riau 1--+1) 5 g 5 1--,2) 9 5 2**33) 5 5 2**0/) g 2**-+) : g 2*12 5
0)

1elom(okPenda(atan
2*; (enda(atanterendah 2*; (enda(atanterendahkedua 2*; (enda(atanterendahketiga 2*; (enda(atanterendahkeem(at 2*; (enda(atantertinggi ndek1ese%ahteraan 8ulti(lier3&&e"t 3konomi <atatan= 6ngka2**0setelah(er!aikan Sum!er= 1)6lmasdi S'ah>a)1--+ 2)6lmasdi S'ah>a)1--, 3)6lmasdi S'ah>a)2**+ /)6lmasdi S'ah>a)2**. +)6lmasdi S'ah>a)2**0)6lmasdi S'ah>a)2*12

*.*,*+ 4*.**,/ *.1+13 *.*.*, *.110- 4*.*3// *.1*/* 4*.*12- *.112. 4*.**,. *)122, 4*)*1*1 *.120. *.**-* *.1-/0 *.*0.- *.1+,3 4*.*303 *.1+-* *.***. *.1+/. *.**/3 *)100+ 4*)*11. *.1/3, 4*.**+0 *.21+2 *.*.1/ *.1,31 4*.*321 *.1.-1 4*.**/* *.1,/1 4*.**+* *)1-.1 4*)*131 *.1-++ 4*.*11- *.2*1* *.**++ *.21*. *.**-. *.220* *.*1+3 *.21-. *.**03 *)210/ *)**32 *./+3+ *.*10. *.23.- 4*.21+0 *.33*- *.*-3* *.331- *.**1* *.32,, *.**31 *)2-.2 *)*310

*./-

41.*-

1..2 /)23

*.1, 2)/,

*.12 3)*3

*)/3 3)/,

/abel ).9 (1). Luas +real Perkebunan menurut 8enis /anaman dan #abu"aten #ota
#abu"aten9#ota $egency/"ity (1) !1. !4. !,. !). ! . !0. !=. !8. !9. 1!. =1. =,. #uantan&ingingi :ndragiri;ulu :ndragiri;ilir Pelalawan &iak #am"ar Rokan;ulu $engkalis Rokan;ilir #e"ulauan7eranti Pekanbaru >umai 8umlah9Total #aret $ubber (4) 1 !. 0 01.,=4 .19) 4=.480 1,.8 1 1!1.,)4 )9.90= ,=.!)4 40.90= 4!.,!= 4.==0 4.4,8 )98.9!= 1.99 41.!19 #ela"a "oconut (,) ,.1)9 1.848 ),9. !8 10.,=9 1.0! 1.841 1.1=0 10.984 .8)! ,!.=,! 0 #ela"a &awit Palm/il ()) 14,. 14 118.9=! 440.,98 ,!).! 4 4,=.!), ,04.= 0 )1,.9,, 1==.109 4)=.9=! 1!.=,4 ,).!!, 4.4 0. ,8 4 ).=4 #o"i "o..ee ( ) 18 ,)8 1.49= 1.4== 1,1 1= 1=4 ,4 1, 1.1!4 %engkeh "lo,e (0) Pinang Areca&ut (=) 4, ,8, 10.1!8 ,1 9! 1 ) 89= 89 14 9) 18. 9,

&umber : &umber:>inasPerkebunanProvinsiRiau dalam Riau dalam +ngka, 4!14

/abel ).9 (4). Luas +real Perkebunan menurut 8enis /anaman dan #abu"aten #ota
#abu"aten9#ota $egency/"ity (1) !1. !4. !,. !). ! . !0. !=. !8. !9. 1!. =1. =,. #uantan&ingingi :ndragiri;ulu :ndragiri;ilir Pelalawan &iak #am"ar Rokan;ulu $engkalis Rokan;ilir #e"ulauan7eranti Pekanbaru >umai FnauArenga Sacchari.era (8) 1= 14 Lada Pepper (9) = 5ambir #ambir (1!) ).81= 111 #akao "ocoa (11) ,.440 89 1.998 ,)= 0! 41, 19, ,!4 4,8 1, 4) #emiri Kemiri (14) %assiavera Area&ut (1,) -

8umlah9Total

49

).948

=.4!,

&umber: >inas Perkebunan Provinsi Riau dalam +ngka, 4!14

/abel ).1!.Luas +real Perkebunan menurut 8enis /anaman


8enis/anaman "rops (1) 1. 4. ,. ). . 0. =. 8. 9. 1!. 11. 14. 1,. 1). 1 . 10. 1=. 18. #aret$ubber #ela"a"oconut #ela"asawitPalmoil #o"i"o..eee %engkeh"lo,e PinangArecanut Fnau Arengasacchari.erra LadaPepper 5ambir#ambir #akao"ocoa #emiri %assiaveraArea&ut &agu 8ambu7ete #a"uk /ebu 8ahe Lain-lain 4!!= (4) ,4.9!1 4.!44 1.014.,84 1!.194 19 9.40 99 0, ).9!1 .==8 4 1 04.,), = 4 0= 14 4!!8 (,) 48.0 ,.0 = 1.0=,. 1 4!!9 ()) 10.)=) 4=. 98 1.94 .,)1 .!0 19.1!1 111 18 ).9!, =.!10 4 1 =9.! = 8) 4!1! r ( ) )99.)9! 4 .,98 4.1!,.1=) ).,4 18.!=8 9) .!14 0.088 4 81.8)1 )4 4!11I (0) )98.9!= 41.!19 4.4 0. ,8 ).=4 18. 9, 49 = ).948 =.4!, 84.,=8 -

=.9=8 1= 11.,== 99 04 .=!4 0.)4! 4 1 09.91= = -

Sum!er=DinasPerke!unanPro?insi2iau dalam 2iau dalam 6ngka) 2*12

Ta!el /.11 (1). Produksi Perke!unan menurut Jenis Tanaman dan 1a!u(aten # 1ota

#abu"aten9#ota $egency/"ity (1) !1. !4. !,. !). ! . !0. !=. !8. !9. 1!. =1. =,. #uantan&ingingi :ndragiri;ulu :ndragiri;ilir Pelalawan &iak #am"ar Rokan;ulu $engkalis Rokan;ilir #e"ulauan7eranti Pekanbaru >umai 8umlah9Total

#aret $ubber (4) .01= )!.410 1.,4= 48.)=, 1!.048 0=.04) )=.908 ,,.,=, 40.!99 ,1.4)0 0 0 1.,11 ,)). ,8

#ela"a "oconut (,) ,.8,8 1.0, ,9!.94= 19. 90 1.0,) 89= 048 1!.!0= .8, ,). 8 9 =)0 )=!.,=!

#ela"a &awit Palm/il ()) )14.91, ,9,.991 0=8.0=! 1.1)4.,9 =,8.8=9 1.1 =.808 1.!,0.0)0 ),0.)11 849.!9) ,!. 81 = .14) 0.9,4. =4

#o"i "o..ee ( ) , ! 4,) 891 =! 88 =) 0 0= 10 4.1!=

%engkeh "lo,e (0) -

Pinang Areca&ut (=) 1= 1)) 9.) ) = )9 )) 41 )0 =! 1) 4, 1!.0=8

Sum!er=DinasPerke!unanPro?insi2iau dalam 2iau dalam 6ngka) 2*12

/abel ).11 (1). Produksi Perkebunan menurut 8enis /anaman dan #abu"aten 9

#ota
#abu"aten9#ota $egency/"ity FnauArenga Sacchari.era Lada Pepper (9) 1 , 18 1 5ambir #ambir (1!) ).489 4, ).,14 ,. ! #akao "ocoa (11) 4.=!, 4,= ,48 18 8 9) 1 0) 4 #emiri Kemiri (14) %assiavera Area.&ut (1,) -

(1) !1. !4. !,. !). ! . !0. !=. !8. !9. 1!. =1. =,. #uantan&ingingi :ndragiri;ulu :ndragiri;ilir Pelalawan &iak #am"ar Rokan;ulu $engkalis Rokan;ilir #e"ulauan7eranti Pekanbaru >umai 8umlah9Total

(8) 1

Sum!er=DinasPerke!unanPro?insi2iau dalam 2iau dalam 6ngka) 2*12

/abel ).14. Produksi Perkebunan berdasarkan 8enis di Pro"insi Riau /ahun 4!!=

G 4!11 (ton)
8enis/anaman "rops (1) 1. 4. ,. ). . 0. =. 8. 9. 1!. 11. 14. 1,. 1). 1 . 10. 1=. 18. #aret$ubber #ela"a"oconut #ela"asawitPalmoil #o"i"o..eee %engkeh"lo,e PinangArecanut FnauArengaSacchari.era LadaPepper 5ambir#ambir #akao"ocoa #emiriKemiri %asiaveraArea&ut &agu 8ambu7ete #a"uk"eibaP /ebuSugarcane 8ahe Lain-Lain 4!!= (4) ,94.=81 0,.114 .119.49! ).!08 , =.=18 )1 4!8 1.=! ).!=9 1 1=0.1!4 ) 0=, 4!!8 (,) )!9.)) = .014 .=0).4!1 ,.4)) 0 .8! ), 41 1.098 ).!=0 1 1=1. 9) ) )8 4!!9 ()) )!,.!= 1=.==, .9,4.,!8 4.4)8 9.9!0 = , ). =4 ). =, 1 4!9.811 18 491.00 ,,0.0=! 4!1! r ( ) ,,0.0=! )9 .,!0 0.49,. )4 1.)10 9.)!4 4) 9 ). 0) ,.,41 1 4!11I (0) ,)). ,8 )=!.,=! 0.9,4. =4 4.1!9 1!.0=8 18 1 ).,14 ,. ! 4)9. !, -

Sum!er=DinasPerke!unanPro?insi2iau dalam 2iau dalam 6ngka) 2*12

4.'.*. 4.'.*.1.

+ondisi U,&, +e#&%anan +a6asan H&%an .erdasar an R(RWP dan (GH+

$erdasarkan Peraturan >aerah ?o. 1! tahun 199) tanggal 19 +gustus 199) tentang Ren2ana /ata Ruang 6ilayah Provinsi (R/R6P) Riau telah diteta"kan arahan kebi.akan dan strategi "eman3aatan ruang wilayah Riau yang men.adi "edoman "enataan ruang wilayah kabu"aten9kota se-Provinsi Riau dan meru"akan

dasar dalam mengeluarkan i.in lokasi "embangunan (/abel ).1,). ;ingga saat ini "edoman "eman3aatan ruang di wilayah Provinsi Riau masih menga2u ke"ada Perda tersebut. &ebelumnya telah ada &urat #e"utusan 7enteri #ehutanan ?o. 1=, /ahun 1980 tentang /ata 5una ;utan #ese"akatan (/5;#) yang .uga hingga kini teta" di.adikan a2uan arahan "eman3aatan Ruang Provinsi Riau (/abel ).1)). /abel ).1,.
N o 1 2 3 / + 0

#awasan ;utan Provinsi Riau $erdasarkan R/R6P (PFR>+ ?o.1! /abun 199))
Peruntukan Luas (Ha) 2),.2)/-1 101),23 ,3*)23+ +.*)/12 2*)*2/ /)1/3)..2 ,)+-,).+. (;) 33./1 1.,, -.00 0.03 *.23 /,.11**.**

6rahan Pengem!angan 1a5asan 1ehutanan Hutan Lindung 1a5asan Lindung 9am!ut <agar 6lam # S6 # S8 1a5asan Sekitar :aduk # Danau 1a5asan Pengem!angan Perke!unan) Transmigrasi) Pemukiman dan Penggunaan Lain (Non 1ehutanan) Jumlah

&umber : >inas Kehutanan Provinsi Riau (2012)

/abel ).1) #awasan ;utan Provinsi Riau $erdasarkan /5;# (&#. 7enhut ?o.1=,9#"ts-::980)
No 1 2 3 / + 0 Peruntukan Hutan Lindung (HL) Hutan Suaka 6lam dan Hutan :isata Hutan Produksi Teta( (HPT) Hutan Ter!atas (HP) Hutan Produksi 'ang Da(at Dikon?ersi (HP1) Hutan 8angro?e # 7akau Jumlah
&umber : >inas #ehutanan Provinsi Riau (4!14)

Luas (Ha) 22,).-/ +31),+3 1)0*+).03 1),1+)-+* /)2..)-0/ 13,)/3/ ,)+-,).+. (;) 2.00 0.11,.0. 21.12 /-..+ 1.01 1**.**

>alam /5;# dan R/R6P Riau tersebut luas daratan Riau adalah 8, 98,= = ;a. /5;# memuat "embagian "eman3aatan ruang berdasarkan 3ungsi hutan men.adi klasi3ikasi yaitu ;utan Lindung (;L)1 ;utan &uaka +lam dan 6isata (#awasan ;utan $akau)1 ;utan Produksi /erbatas (;P/)1 ;utan Produksi /eta" (;P)1 dan ;utan Produksi #onversi (/abel ,.1)), sedangkan dalam R/R6P membagi arahan "eman3aatan ruang men.adi 4 klasi3ikasi besar yaitu #awasan Lindung dan #awasan $udidaya. #awasan Lindung meli"uti kawasan "elestarian alam, kawasan hutan suaka alam, kawasan "erlindungan setem"at, dan kawasan yang memberikan "erlindungan kawasan bawahnya, sementara #awasan $udidaya meli"uti kawasan hutan "roduksi, "erkebunan, industri, "ariwisata, "ertanian, "emukiman dan lain-lain, dan kawasan "rioritas.Penyebaran luas kawasan hutanmasing-masing kabu"aten9kota di Provinsi Riau berdasarkan 3ungsi kawasan hutandisa.ikan "ada /abel ).1 . /abel ).1). Luas #awasan ;utan Provinsi Riau $erdasarkan ;asil /ata $atas ;utan
No 1. 2. 3. /. +. Hutan Lindung Hutan Produksi Teta( Hutan Produksi Ter!atas Hutan 1onser?asi 1a5asan Hutan 7akau Jumlah
&umber : >inas #ehutanan Provinsi Riau (4!!9)

@ungsi

Luas (Ha) 22,).-/ 1)00,)322 1).1+)31+ +.*),1+ 13,)/3/ /)321)0,*

/abel ).1 . Luas #awasan ;utan Provinsi Riau $erdasarkan @ungsi #awasan ;utan
N o 1a!# 1ota HL 4 1.--0 Luas #@ungsi 1a5asan Hutan HP 212..0. HPT 1-/..1/ 1S6 ,-.*12 +.1.3 7akau Luas Total (Ha)

1 7engkalis 2 1e(.8era nti

21.-,1 +1,././ 2+.01- 1,+.000

4 1+2.,.,

N o

1a!# 1ota HL 4 4 4 0..+./

Luas #@ungsi 1a5asan Hutan HP 4 1/+.,/1 1,,.1,, +1.+-2 HPT 1+.*2/ 1.2,, 21+.2213/...2 1S6 .//..22 ./.0,* 4 +0* .*.,/, /,.,1. 1*2.-,3 1/,.+*2/..02 +.*.,1+ 7akau 4

Luas Total (Ha) 1+...3

2 Pekan!ar u 3 Dumai / Siak + 2okan Hulu 0 2okan Hilir . Pelala5a n , 1uansin g - 1am(ar 1 ndragiri * Hulu 1 ndragiri 1 Hilir Jumlah

11.+,3 103./33 0.,31 /,/.-2. 4 2+3.-3, ,.//1 /30.323 //+ .++.,-0 4 22+.**3 4 +*1..,+ 4 3,/.,20 03.+3/ 3-+.03+ 13,./3/ /.321.0 ,*

12.1-, 2.0.3,+ 13,..34 /3,..0/ 2/+.,3/-.*/1 /1.0-. 21.310 3/.-.3 22,..-/ /1.2*,+.-30

/1.*2. 310.*., +/.-1/ 10*.*,. 21..03+ 1.00,.3 22 +/..31 1..1+.3 1+

&umber : >inas Kehutanan Provinsi Riau (2012)

#awasan hutan sesuai /ata 5una ;utan #ese"akatan (/5;#) Provinsi Riau yang telah disahkan oleh 7enteri #ehutanan melalui &# ?o. 1=,9#"ts::91980 tanggal 0 8uni 1980 dan diteta"kan berdasarkan hasil "aduserasi /5;# dan R/R6P "ada bulan 7aret 1998 adalah seluas J ,.9!0.,,, ;a. Luas kawasan hutan ini men2aku" )1,,1 < dari luas Provinsi Riau. #awasan hutan ini terdiri dari kawasan ;utan #onservasi, ;utan Lindung dan ;utan Produksi dengan rin2ian luas se"erti /abel ,.10. /abel ).10.#awasan ;utan di Provinsi Riau $erdasarkan Paduserasi /5;# dan R/R6P
No. 1. Peruntukan 1a5asan Hutan Hutan 1onser?asi Luas 6real (ha) +0*.23. (;) 1/)3/

No. 2. 3.

Peruntukan 1a5asan Hutan Hutan Lindung (HL) Hutan Produksi = 4 Hutan Produksi Ter!atas (HPT) 4 Hutan Produksi Teta( (HP) 4 Hutan Produksi 'ang Da(at Dikon?ersi (HP1)

Luas 6real (ha) 301.-0. (;) -)2.

* 2.0/-.0*, 33/.+21 3.3*-.333

* 0.),3 ,)+0 1**)**

Jumlah
Riau (2012)

&umber : $adan Planologi #ehutanan >e"artemen #ehutanan (4!!4) dan >inas Kehutanan Provinsi

#awasan ;utan #onservasi terdiri dari %agar +lam (%+), &uaka 7argasatwa (&7), /aman ?asional (/?), /aman 6isata +lam (/6), /aman ;utan Raya (/;R) dan /aman $uru (/$). ;utan #onservasi adalah hutan dengan 2iri khas tertentu, yang mem"unyai 3ungsi "okok "engawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya. >alam rangka mem"ertahankan ekosistem dan keanekaragaman hayati, Pemerintah telah meneta"kan kawasan konservasi sebanyak 18 unit di Provinsi Riau dengan luas sebesar 0!.4,= ;a (/abel ,.1=), sedangkan kawasan ;utan Lindung sebanyak 14 unit dengan luas sebesar 10!,,!=. ;a (/abel ,.18). #awasan hutan yang tersisa tersebut sam"ai saat ini masih terus menda"at tekanan-tekanan sehingga keberadaannya di masa de"at teran2am, se"erti klaimklaim masyarakat adat, kurangnya "engakuan mayarakat terhada" batas-batas kawasan hutan, keinginan kuat dari sektor lain untuk mengkonversi hutan men.adi "enggunaan lain terutama "erkebunan kela"a sawit, rumitnya sinkronisasi "enatagunaan hutan "ada R/R6P dan R/R6#, dan banyaknya "al-"al batas yang sudah hilang.

/abel ).1= #awasan ;utan #onservasi di Provinsi Riau


No . 1. Nama 1a5asan 1erumutan 1a!u(ate @ungsi n Pelala5an ) nhu) nhil Sungai 6(it) Siak S8 Luas (ha) S1 Peneta(an

12*.*** S1. 8entan )* No.3+* #1(ts# #0#1-.2.+2-)* S1.8enhut No. /,*#1(ts4 #1-,0 3.2**)* +.,2,), S1. 9u!ernur 1DH Tk 1. 2iau No. 3,.#A #1--2 ,/.-0.) S1. 9u!ernur / 1DH Tk 1. 2iau No. 32/#B #1-,3 0.-**)* S1. 8enhut No.1.3#1(ts4 #1-,0 2+.***) ,/0#1(ts#$m#11 # * 1-,* 1,.***) * 21.+**) * 130.*** )* /.-2+)* ++-)0 11).3*.** 0.1.2)* 1e(menhut!un No. 3/,#1(ts4 #1--,,0)1 /..12)0

2. 3. /.

Tasil 7elat Tasik 7esar4Tasik 8etas Pusat Latihan 9a%ah

S8 S8

8andau) 7engkalis Siak

S8

+.

9iam Siak 1e"il

S8

0.

Tasik Serka(#Tasik Sarang 7urung DanauP.7esar#Danau7a 5ah 7alai 2a%a 7ukit 7atu

Pelala5an

S8

.. ,. -.

Siak 8andau 7engkalis 7engkalis 1uansing

S8 S8 S8 S8 S8

1*. 7ukit 2im!ang 7ukit 7aling 11. Tasik Tan%ung Padang 12. Pulau 7erke' 13. 7ukit 7ungkuk 1/. Sultan Sari& Has'im

2ohil 1am(ar Pekan!ar u) 1am(ar) Siak 2ohul Dumai

<6 <6 TH2

1+. Pa5an 10. Sungai Dumai

T: T:

No .

Nama 1a5asan

1a!u(ate @ungsi n nhu) nhil Pelala5an TN TN

Luas (ha)

S1 Peneta(an

1.. 7ukitTigaPuluh 1,. Tesso Nilo

1*1.0-, +3-#1(ts4 )* #-+1*8ei1--+ 3,.+.0) *

&umber : >inas Kehutanan Provinsi Riau (2012) dan BBKSDA Provinsi Riau (2012)

/abel ).18 >ata ;utan Lindung di Provinsi Riau &am"ai dengan /ahun 4!!9
No . Nama Hutan Lindung Luas (Ha) :ila'ah 6dministrasi

1 HL Tasik 6ir Putih 2 HL Tasik Nam!us 3 HL Tasik Pen'agun / HL Sungai 2okan + HL 7ukit Suligi 0 HL Sungai 8ahato . HL Sungai 1e(anasan , HL 7ukit 7ata!uh L!k. Jam!i - HL Senta%o 11 HL 7atang $lak 12 HL 7atang $lak Jumlah

-,+.03 7engkalis /23.-0 7engkalis +,0.21 7engkalis 2*)*1..10 2okan Hulu 2okan Hulu) 33)/-/.*. 1am(ar 2,)/++.1. 2okan Hulu 2okan Hulu) 022..1 1am(ar /,)./3..3 2okan Hulu 2-0.-3 2okan Hulu 1+).-,.3- 1am(ar 1*),,3.+- 1am(ar 10*)3*..++

&umber : >inas #ehutanan Provinsi Riau (4!12) dan BBKSDA Provinsi Riau (2012)

#awasan ;utan Produksi yang telah diman3aatkan untuk :*P;;# dan i.in usaha "eman3aatan hasil hutan bukan kayu (:*P;;-$#) sesuai &#.:*P;;# dan &#.:*P;;$# seluas 1.804.1!! ha yang terdiri dari :*P;;#-;+ seluas ,18.)98 ha atau sebanyak 9 unit, :*P;;#-;/: seluas 1. !9.=!4 ha :*P;;#-;/: sebanyak )8 unit dan :*P;;-$# seluas 41.04! ha sebanyak 1 unit serta seluas 14.48! ha di2adangkan untuk :*P;;#-;/R. Luas tersebut berbeda dengan la"oran triwulan ::: yang dila"orkan seluas 1.988.11 ha. Perubahan tersebut disebabkan 4 unit :*P;;#-;+ di Provinsi Riau telah berakhir iAinnya dan tidak

di"er"an.ang. /abel ,.19 menya.ikan .umlah dan luas i.in "eman3aatan hutan "roduksi di Provinsi Riau.

/abel ).19. $entuk :.in Peman3aatan ;utan Produksi di Provinsi Riau


No 1 2 3 / $PHH1 $PHH14H6 $PHH14HT $PHH1471 Pen"adangan HT2 Jumlah Jumlah ($nit) 0 /, 1 1 +0 Luas !erdasarkan S1 (ha) 31,./-,)** 1.+*-..*2)** 21.02*)** 12.2,*)** 1.,02.1**)**

Sum!er = Direktorat Jendral 7ina Produksi 1ehutanan (2**-)

4.' +eadaan Pen&%&)an +a6asan H&%an #eadaan "enutu"an vegetasi di kawasan hutan di Provinsi Riau, berdasarkan hasil "ena3siran %itra &atelit Landsat tahun 4!14 (/abel ).4!) diketahui bahwa luas "enutu"an yang masih beru"a hutan (hutan "rimer atau sekunder)adalah sebesar ,,<dandaratanyangbukanberu"a hutan (non hutan) sebesar 0= <. Penutu"an lahan non hutan adalah "enutu"an lahan selain daratan yang bervegetasi hutan yaitu beru"a "erkebunan kela"a sawit semak9belukar, lahan tidak "rodukti3, sawah, lahan "ertanian, "emukiman, alang-alang, lahan terbuka9tanah kosong dan lain-lain.

/abel ).4! #eadaan Penutu"an Kegetasi &eluruh #awasan ;utan


Penutu(an Lahan No 1a5asan Hutan 7erhutan Ha 1 2 Hutan Lindung Hutan Produksi Teta( Hutan Produksi Ter!atas 3 Hutan Produksi 'ang da(at dikonser?asi / + Hutan 7akau 1a5asan Suaka 6lam Jumlah /+)33/0,),,2),00).+* 32..+ ,2.1/ 33.3/ -3)*-/ 1*1)-20 +).32)**, 0..2+ 1..,0 00.00 13,)/3/ +.*),1+ ,)+-,).+, 1*1)-/0 1)11-)++. .2-)/./ /*1)+// ; //.+0 0..12 /2.+2 -.3Tidak 7erhutan Ha 120),/, +/,)30/ -,0)2/2 3),.+)+3+ ; ++.// 32.,, +../, -*.01 Luas 1a5 Hutan Ha 22,).-/ 1)00.)-21 1).1+).10 /)2..)*.-

&umber : >inas Kehutanan Provinsi Riau (2012) dan $a""eda (4!14)

5ambar ).8.Peta Persebaran ;P; di Provinsi Riau /abel ).41. Perusahaan :*P;;#-;+ (;P+) di Provinsi Riau dari tahun 4!!04!11
No . 1. 2. 3. /. +. 0. .. ,. -. Nama Perusahaan (9rou() PT. 7hara nduk PT. Dexter Perkasa ndonesia (Sinarmas ) PT. Diamond ( $nisera'a ) 2a'a Tim!er Tim!er S1 De&initi& (No C Tgl) ,*2#1(ts4A #--) 1--3*4-4 Luas (Ha) /..0,. +1.*** -*.-+0 /+.--* //.+-+ /0.*** 3,.0+* +*.02* -..***

2-3#1(ts4 A#,.) 34-41-,. //3#1(ts4 #-,) ,4+41--, ,*/#1(ts4A #--) 1--1*-#1(ts4 #**) 2*** 041*4 2-4124

PT. Hutani Sola Lestari ( 2a%a 9aruda 8as) PT. 8utiara Sa!uk 1hatulisti5a

PT. Siak Pakan 2a'a ( 2a%a 9aruda 2-+#1(ts4 A#,.) 34-41-,. 8as) PT. Siak 2a'a Tim!e (Siak ra'a)r PT. The 7est Dne $nitim!er (6las 1esuma) PT. Eos 2a'a Tim!er (7arito Pasi&i") ,-#1(ts4 #*1) 1+4342**1 3,#1(ts4 #*1) 1+4242**1 2/3#1(ts4 #,-) 2/4+41-,-

Sum!er = 6PH 2**0 F 2*11

5ambar ).9.

Peta Penyebaran ;P; di Provinsi Riau

Pembangunan kehutanan di :ndonesia diarahkan untuk men2a"ai visi .angka menengah yaitu /erwu.udnya Penyelenggaraan #ehutanan untuk 7en.amin #elestarian dan Peningkatan #emakmuran Rakyat. $erdasarkan visi tersebut, "enyelenggaraan "engurusan hutan diarahkan untuk mem"eroleh man3aat yang o"timal dan lestari serta untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelan.utan. >alam u"aya untuk men2a"ai misi tersebut, >e"artemen #ehutanan .uga telah meneta"kan Lima #ebi.akan Prioritas yang telah diteta"kan berdasarkan &urat #e"utusan 7enteri #ehutanan ?omor &#. ) 097enhut94!!) yaitu : 1) Penanggulangan "en2urian kayu di hutan ?egara dan "erdagangan kayu illegal, 4) Revitalisasi sektor kehutanan, khususnya industri kehutanan, ,) Rehabilitasi dan #onsevasi &umber >aya ;utan, )) Pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalam dan sekitar kawasan hutan, #awasan ;utan. ) Pemanta"an

#elima kebi.akan "rioritas tersebut .uga didukung dengan satu #ebi.akan "endukung. &esuai dengan tugas "okok dan 3ungsi $adan Planologi #ehutanan yaitu "enyusunan ren2ana makro dibidang kehutanan dan "emanta"an kawasan hutan (sesuai Peraturan 7enteri #ehutanan nomor P.1,97enhut-::94!! tanggal 7ei !! tentang Crganisasi dan /ata #er.a >e"artemen #ehutanan) maka $adan Planologi #ehutanan sangat berke"entingan dengan kebi.akan "rioritas Pemanta"an #awasan ;utan disam"ing sebagai agen yang mendukung keberhasilan "en2a"aian kebi.akan "rioritas yang lain. #ebi.akan "rioritas "emanta"an kawasan hutan dimaksudkan untuk: a) 7ewu.udkan keberadaan kawasan hutan dan "enutu"an lahan, b) 7endukung ber.alannya unit-unit "engelolaan hutan untuk berbagai "eman3aatan hutan dan hasil hutan, 2) 7ewu.udkan intensi3ikasi "engelolaan hutan dan hasil hutan, d) 7endukung terwu.udnya kelestarian usaha dan daya dukung kehidu"an dari hutan. &edangkan dalam kebi.akan "endukung $adan Planologi #ehutanan bertanggung.awab dalam mewu.udkan ketersediaan ren2ana-ren2ana kehutanan yang men.adi a2uan "elaksanaan kegiatan "embangunan kehutanan. Pembangunan kehutanan bidang "lanologi kehutanan tahun 4!!8

dituangkan dalam suatu Ren2ana #er.a $adan Planologi #ehutanan tahun 4!!8 dan meru"akan "en.abaran dari Ren2ana &trategis $adan Planologi #ehutanan /ahun 4!! - 4!!9 (Penyem"urnaan) sebagai ren2ana tahunan. &edangkan dalam "elaksaanaannya, Ren2ana #er.a $adan Planologi #ehutanan tahun 4!!8 akan dilakukan oleh $adan Planologi #ehutanan baik Pusat mau"un >aerah ($alai Pemanta"an #awasan ;utan atau $P#; dan >inas #ehutanan). >i dalam sistem "engelolaan sumberdaya hutan, ke"emilikan sumberdaya da"at menentukan kiner.a "engelolaan sumberdaya hutan. 7enurut #artodihard.o (1999), ke"emilikan sumberdaya menentukan bentuk kelembagaan dalam "engelolaan sumberdaya, yang mana kelembagaan tersebut se2ara langsung ber"engaruh terhada" kiner.a "engelolaan, dan "engaturan kelembagaan lebih lan.ut berkorelasi "ositi3 untuk da"at mengubah kiner.a "engelolaan hutan yang dihara"kan. >alam sistem "engelolaan sumberdaya hutan, dikenal bebera"a bentuk ke"emilikan sumberdaya hutan, yaitu :

Pri,ate Property $ight (hak ke"emilikan "ribadi, 2ontohnya hutan rakyat) State Property $ight (hak ke"emilikan negara, 2ontoh hutan negara : hutan "roduksi, hutan lindung dan hutan konservasi)

"ommon Property $ight (hak ke"emilikan bersama, 2ontohnya adalah hutan adat9ulayat) $entuk ke"emilikan meru"akan salah satu 3aktor dari kelembagaan,

sehingga ke"emilikan .uga da"at menentukan kiner.a dalam "engelolaan hutan. ;utan rakyat meru"akan salah satu dari bentuk ke"emilikan sumberdaya hutan. 7enurut *ndang - *ndang #ehutanan ?omor )1 tahun 1999 disebutkan bahwa hutan rakyat adalah hutan yang dibebani hak milik. ;utan rakyat ini berada dalam kawasan sekitar masyarakat dan keberadaannya sangat dekat dengan kehidu"an masyarakat. #edekatan hutan rakyat dengan masyarakat ini da"at dilihat dari "ola "engelolaan hutan rakyat. >ari sisi "ola "engelolaan, "engelolaan hutan rakyat da"at dibedakan men.adi "ola monokultur dan "ola 2am"uran (agro.orest)./erda"at suatu hubungan antara kebutuhan hidu" masyarakat dengan "ola tanam yang ada dalam suatu sistem "engelolaan hutan rakyat. ;ubungan tersebut da"at dilihat dari .enis tanaman yang ditanam dan "ola "enanaman. $entuk tradisional hutan rakyat adalah untuk dikelola dengan "ola 2am"uran (agro.orest). >engan "ola ini maka hutan memberikan man3aat, diantaranya dalam mendukung "enyediaan bahan baku kayu untuk industri kehutanan.

4.*.

+e)end&d& an dan Sosia! B&da"a

4.*.1. Monografi 7aera# 8umlah"enduduk (&P4!1!) adalah Provinsi Riau menurut hasil &ensus Penduduk 4!1!

. ,8.,0= .iwa, terdiri dari 4.8 ,.108 laki-laki dan4.08 .199

"erem"uan atau setara dengan ke"adatan "enduduk 04,14 .iwa9km4. &ementara banyaknya rumah tangga yang terda"at di Provinsi Riau "ada tahun 4!1! ter2atat 1.,48.)01 rumah tangga dengan rata-rata "enduduk ) .iwa "er rumah tangga. >istribusi "enduduk menurut kabu"aten9kota menun.ukkan bahwa "enduduk Riau terkonsentrasi di #ota Pekanbaru sebagi ibukota "rovinsi dengan .umlah

"enduduk 89=.=0= .iwa atau sekitar10,41 "ersen dari seluruh "enduduk Riau. &edangkan kabu"aten9kota dengan .umlah "enduduk terke2il adalah #abu"aten #e"ulauan 7eranti sebesar 1=0.49! .iwa. &elengka"nya da"at dilihat "ada /abel ).44. &ensus Penduduk (&P) dilaksanakan1! tahun sekali. >an berdasarkan data &P4!1!, estimasi "enduduk Riau tahun 4!!9 ber.umlah .,0 ., 8 .iwa. Pada tahun 4!1!, .umlah "enduduk miskin di Riau 1!,!1 "ersen, dengan garis kemiskinan yang meningkat men.adi R".,!1.19!,-. Pemerintah selalu beru"aya untuk mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat melalui kebi.akankebi.akannya. /ransmigrasi meru"akan "rogram "emerintah dalam "emerataan "enduduk. ;ingga tahun 4!11, Provinsi Riau masih men.adi daerah tu.uan transmigrasi. Pada tahun 4!11 realisasi "enem"atan /ransmigran di Provinsi Riau adalah =! ke"ala keluarga atau 404 .iwa, berasal dari +PP>/. /abel ).44. 8umlah Penduduk menurut .enis kelamin
#abu"aten9#ota $egency/"ity
(1)

Penduduk Population Laki-Laki !ale


(4)

Perem"uan 0emale
(,)

8umlah Total
())

!1. #uantan&ingingi !4. :ndragiri;ulu !,. :ndragiri;ilir !). Pelalawan ! . &iak !0. #am"ar !=. Rokan;ulu !8. $engkalis !9. Rokan;ilir 1!.#e"ulauan7eranti =1.Pekanbaru =,.>umai 8umlah/Total

1)9.==9 18=.,!) ,)!.409 1 8.=!) 190.) ! , ).8,0 4) .04! 4 =.199 48). 91 9!. 00 ) 0.,8 1,1.)0 4.8 ,.108

1)4.,,= 1=0.1,8 ,41. 1! 1),.14 18!.494 ,,,.,08 449.44, 4)1.1,= 408.04 8 .=4) ))1.,84 144.,,8 4.08 .199

494.110 ,0,.))4 001.==9 ,!1.849 ,=0.=)4 088.4!) )=).8), )98.,,0 ,.410 1=0.49! 89=.=0= 4 ,.8!, . ,8.,0=

&umber : &P 4!1! dala Riau >alam +ngka 4!14

4.*.'. S&,.er 7a"a Man&sia /eori ekologik dan teori sumber daya manusia menyatakan bahwa untuk 3aktor-3aktor yang tidak da"at di"erbarui "erlu dikendalikan "ertumbuhannya (#a"lan dan 7anners, 4!!!: 1!4 dalam +nwar, 4!!=: 0)). /eori sumber daya manusia memandang mutu "enduduk sebagai kun2i utama dalam "embangunan. $anyaknya "enduduk bukan meru"akan beban suatu bangsa bila mutunya tinggi. $erdasarkan teori diatas, .umlah "enduduk "erlu dilihat sebagai "otensi dalam u"aya memberdayakan sumber daya manusia. &alah satu 2iri demogra3i di :ndonesia adalah "enyebaran "enduduk yang tidak merata, dan .umlah "enduduk "ria yang lebih dominan dibandingkan dengan "enduduk wanita. ;asil registrasi "enduduk Provinsi Riau /ahun 4!1!, ter2atat .umlah "enduduk sebesar . ,8.,0= .iwa yang terdiri dari "enduduk "ria 4.8 ,.108 .iwa ( 1, 1 "ersen) dan wanita 4.08 .199 .iwa ()8,)9 "ersen) yang

berasal dari 1.,48.)01 rumahtangga. #e"adatan "enduduk sebesar 04,14 .iwa "er km4, ke"adatan tertinggi terda"at di #ota Pekanbaru.+rtinya "otensi sumberdaya manusia 2uku" memadai bila dilihat dari segi kuantitas "enduduk. 7asalah ke"endudukan selalu berkaitan dengan masalah ketenagaker.aan. $erdasarkan hasil &ensus Penduduk tahun 4!1! (&P4!1!), .umlah "enduduk Provinsi Riau adalah . ),.!,1 orang yang terdiri dari 4.8 ).989 lakilaki dan 4.088.!)4 "erem"uan. $erdasarkan hasil &P 4!1! tersebut masih terlihat bahwa "enyebaran "enduduk Provinsi Riau masih bertum"u di #ota Pekanbaru yang meru"akan ibukota Provinsi Riau yakni sebesar 10,,1 "ersen, kemudian diikuti oleh #abu"aten #am"ar sebesar 14,,8 "ersen. &edangkan "ersentase terke2il terda"at di #abu"aten #e"ulauan 7eranti yakni sebesar ,,18 "ersen. /abel ).4,. 8umlah dan La.u Pertumbuhan Penduduk 7enurut #abu"aten9#ota di Provinsi Riau /ahun 4!1!
Jumlah Kabupaten/Kota Penduduk Laki-laki Jumlah Penduduk Perempuan Jumlah penduduk total Rasio Laki-laki/ Perempuan Laju Pertumbuhan Penduduk 2000-2010 (%)

1uantan Singingi ndragiri Hulu ndragiri Hilir Pelala5an Siak 1am(ar 2okan Hulu 7engkalis 2okan Hilir 1e(. 8eranti Pekan!aru Dumai

1/-.30, 1,0.-,3/*.2-1+-.2/. 1-0.,1/ 3+3..,. 2/+.030 2+..2** 2,3..+, -*.+.. /+-.+33 131..,1

1/1.0.0 1.+.-.2 322.**0 1/3.../ 1,*./1, 332.2/3 22-.3.+ 2/1.1,/ 20,.0.+ ,+..-/ ///.30122.++0 2!&""!0$2

2-1.*// 302.-01 002.3*+ 3*3.*21 3...232 0,0.*3* /.+.*11 /-,.3,/ ++2./33 1.0.3.1 -*3.-*2 2+/.33. #!#$'!0'1

1*+ 1*0 1*0 111 1*1*0 1*. 1*. 1*0 1*0 1*3 1*, 10&

2)01 3)+3 1)3, 0).1 /).3 3)-+)01 2)-* /)00 *)+3 /)*0 3)+/ '(#%

Pro insi Riau 2!"#$!%"% &umber: $P& Provinsi Riau, 4!14

4.'.1.

Pendidi an

Pendidikan mem"unyai "eranan yang sangat "enting bagi masyarakat guna mengubah "erilaku melalui "eningkatkan "engetahuan dan keteram"ilan serta mengubah sika" kearah yang lebih baik. &oekanto (4!!4:,4=-,48) menyatakan bahwa "endidikan menga.arkan ke"ada individu aneka ma2am kemam"uan. Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam membuka 2akrawala atau "ikiran dan dalam menerima hal-hal baru, serta bagaimana 2ara ber"ikir se2ara ilmiah. 7elalui "endidikan dihara"kan mam"u mewu.udkan manusia berkualitas sehingga mam"u memberdayakan "etani untuk keluar dari kemiskinan. $erhasil atau tidaknya "embangunan suatu bangsa banyak di"engaruhi oleh tingkat "endidikan "enduduknya. &emakin ma.u "endidikan berarti akan membawa berbagai "engaruh "ositi3 bagi masa de"an berbagai bidang kehidu"an. >emikian "entingnya "eranan "endidikan, tidaklah mengherankan kalau "endidikan senantiasa banyak menda"at "erhatian dari "emerintah mau"un masyarakat. 5ambaran se2ara umum "erkembangan "endidikan didaerah Riau, dibagi , tingkat sebagai berikut : a. Pendidi an 7asar sekolah, 01., 4 Pada tahun4!1194!14 /aman #anak-kanak ber.umlah 1.), sekolah )4,= . 8ika dilihat dari rasio,gambaran diatas "erkembangan , ,8,. &elan.utnya "ada tahun 4!1194!14 &ekolah >asar ber.umlah ,.14=, murid == .!8 dan guru )0.=0=, dengan murid terhada" sekolah 4)=,8=. .. Pendidi anMenenga# >ata statisti2 "endidikan menengah terbatas "ada &L/P dan &7* di 4. &edangkan rasio rasio murid terhada" guru 10, = dan ratio yang 2uku" berarti .ika

murid dan 0.,8 guru dengan rasio murid terhada" guru 9,01 dan murid terhada" menun.ukkan dengan tahun dibandingkan

4!1!94!11 dimana rasio murid terhada" guru 8,!1 dan murid terhada" sekolah

lingkungan >inas Pendidikan ?asional sa.a. Pada tahun 4!1194!14 terda"at 1.)!! &L/P umum, 0! &7*, dengan .umlah murid &L/P 40). murid terhada" guru &L/P ,00. Rasio tersebut lebih rendah disbanding rasio "ada

tahun-tahun sebelumnya. 8ika dibandingkan dengan tahun 4!1!94!11 yaitu 894 &L/P, ,)) &7*, dengan 44,.1=4 murid &L/P, 114.=4= murid &7* serta guru &L/P 19.0!0 dan guru &7* 1,.094 dengan rasio murid terhada" guru &L/P11,=) dan murid terhada" guru &7* 8,4,. 8ikahal ini berkelan.utan, dikhawatirkan kualitas "endidikan akan menurun. 8. Pendidi an(inggi Pada tahun 4!!8 terda"at sia" menam"ung lulusan &L/+. /abel ).4). 8umlah 7urid &ekolah $erdasarkan /ingkat Pendidikan Riau, 4!1!
Jenis Kelamin Taman 1anak41anak Sekolah Dasar SLTP SLT6 Perguruan Tinggi Jumlah Sum!er= 2iau dalam 6ngka 2*12 )o 1 2 3 / + Jumlah (ji*a) +/../2 0/../3/ 210.321 1.2./-2 13..,.3 1!22"!"&2 % /)/, +2)0, 1.)0* 1/)*3 11)21 100(00

buah universitas swasta, ,! sekolah tinggi, dan

4) akademi serta ) "oltek di Provinsi Riau dalam lingkungan +P/:&: Riau dan

/abel ,.4) menggambarkan "ersentase terbesar dari .umlah murid masih berada "ada tingkat "endidikan &ekolah >asar sebanyak 0)=.),) atau sekitar 4,08<. ;al tersebut menggambarkan bahwa keadaan "endidikan di Provinsi Riau masih berada "ada kondisi yang mem"rihatinkan. /ingkat "endidikan masyarakat Riau masih sangat rendah, sedangkan .umlah "enduduk yang masuk "erguruan tinggi sangat rendah, yaitu 1,=.8=, atau sekitar 11,41<. *.'.'. +ese,)a%an +er$a 7asalah ke"endudukan selalu berkaitan dengan masalah ketenagaker.aan. &alah satu 2ontoh adalah tingginya tingkat "ertumbuhan "enduduk akan ber"engaruh .uga "ada tingginya "enyediaan (supply) tenaga ker.a. Penawaran tenaga ker.a yang tinggi tan"a diikuti "enyediaan kesem"atan ker.a yang 2uku" akan menimbulkan "engangguran dan setengah "engangguran. ;asil &urvei +ngkatan #er.a ?asional 4!!9 (&akernas 4!!9) menun.ukkan bahwa di Provinsi Riau kom"osisi antara angkatan ker.a dan bukan angkatan ker.a untuk "enduduk berusia 1 tahun keatas tidak .auh berbeda

disemua kabu"aten9kota. +ngkatan ker.a "enduduk laki-laki .auh lebih banyak dibanding bukan angkatan ker.a.&ementara "ada "enduduk "erem"uan, bukan angkatan ker.a .ustru lebih banyak dibanding angkatan ker.a, yang sebagian besar meru"akan ibu rumah tangga. #abu"aten dengan "ersentase angkatan ker.a terbesar adalah :ndragiri ;ilir dan Pelalawan, masing-masing sebesar 00,= "ersen dan 00,94 "ersen. &edangkan nilai "ersentase angkatan ker.a terke2il adalah Rokan ;ilir dan Rokan ;ulu, masing-masing sebesar =,8, "ersen dan 9,0) "ersen. >ari total angkatan ker.a yang beker.a, ternyata sebagian besarnya tersera" disektor Pertanian ()9,,! "ersen), diikuti oleh sektor Perdagangan, rumah makan, dan hotel serta .asa-.asa, masing-masing sebesar 1=, 8 "ersen dan 1,, ! "ersen. 4.'.*. +e,is inan #emiskinan "enduduk meru"akan "ersoalan yang dihada"i oleh "emerintah dalam men2a"ai tu.uan "embangunan.#eberdayaan masyarakat meru"akan "ersoalan yang harus segera diselesaikan dalam mengatasi kemiskinan. 7emberdayakan masyarakat miskin akan berhasil .ika sumber daya manusianya berkualitas. #emiskinan "enduduk bisa dilihat dari .umlah "enduduk miskin yang terda"at di Provinsi Riau yang disa.ikan "ada /abel ,.). $erdasarkan /abel ,.) terlihat bahwa .umlah "enduduk miskin di Riau masih banyak. 8umlah "enduduk miskin "aling banyak terda"at di #abu"aten :ndragiri ;ilir, yaitu 8!,0! ribu .iwa. $anyaknya .umlah "enduduk miskin di Riau meru"akan salah satu alasan "erlu dilaksanakan Program Pemberdayaan >esa untuk menanggulangi kemiskinan yang masih tinggi di Riau. :ndikator $P& (4!! ) da"at digunakan untuk menggambarkan rumahtangga masuk dalam kategori miskin. #ondisi rumahtangga miskin akan tergambar dari keadaan "erumahan masyarakat miskin se"erti .enis lantai, ata", dinding rumah, sumber air yang digunakan, bahan bakar dalam memasak, sumber "enerangan dan "enggunaan kakus atau .amban. #emam"uan dalam memenuhi kebutuhan dasar da"at menggambarkan kondisi kemiskinan suatu rumahtangga. :ndikator kemiskinan da"at dilihat dengan menggunakan kriteria yang diteta"kan oleh $P& (4!! ). $erdasarkan .enis

dinding, rumahtangga dikatakan miskin .ika .enis dinding tem"at tinggal terbuat dari bambu atau kayu.$erdasarkan .enis lantai, rumahtangga dikatakan miskin .ika lantai rumah tem"at tinggal terbuat dari tanah, kayu atau "a"an. /abel ).4 . 8umlah Penduduk 7iskin Riau >irin2i $erdasarkan #abu"aten #ota /ahun 4!1!
8umlah Penduduk 7iskin &umber o.PoorPopulation (!!!) PersentasePenduduk 7iskin Percentage o. Poor Population '1) 5aris #emiskinan Po,ertyLine '$p)

#abu"aten9#ota $egency/"ity (1) !1. #uantan&ingingi !4. :ndragiri;ulu !,. :ndragiri;ilir !). Pelalawan ! . &iak !0. #am"ar !=. Rokan;ulu !8. $engkalis !9. Rokan;ilir 1!. #e"ulauan7eranti

4!!9 (4) )4,=) , ,98 8!,0! !,=1 4!,19 0 , 8 08,!1 0,,), ,90 ,,,)4 ,4,40

4!1! (,) ,0,= ,4, 04,) )),) 4),0 =4,, 04,) )1,, 1,= = ,! ,8,4 8,!

4!!9 ( ) 1),)4 1!,4 11,11 10,=1 ,=1 1!,!) 1 ,)9 =,91 9,,4 ,,94 9,)

4!1! (0) 14, = 8,9! 9,)1 1), 1 0,)9 1!,)= 1,,!, 8,4 9,,! )4, = ),4! 1!,!1

4!!9 (8) 499.,09 409.)8) 419.8)1 ,,1.!4) 4)=.90 4 =. !8 489. )

4!1! (9) ,4 .!0! 494.01! 4,8.=!= , 9.),1 409.4)) 4=9.0!0 ,18.),4 ,4 .)8 4 !.40= ,,9.,4= ,40.0=! ,!1.19!

49 .90= 44=. =1 ,!!.8 4 4=!. !)

=1. Pekanbaru 8umlah9Total

+ir yang digunakan untuk memasak akan mem"engaruhi tingkat kesehatan dari anggota rumahtangga "engguna air guna dikonsumsi dalam kehidu"an sehari-hari. &umber air yang digunakan rumahtangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari berasal dari sumur "om"a, "erigi atau sumur, sungai, dan mata air serta sumber lainnya. Rumahtangga dikategorikan miskin .ika sumber air minum berasal dari sungai, air hu.an atau sumur.

$ahan bakar untuk memasak meru"akan salah satu indikator yang digunakan $P& dalam menggambarkan kemiskinan masyarakat disam"ing tem"at tinggal dan sumber air minum.Rumahtangga dikatakan miskin .ika menggunakan kayu bakar atau minyak tanah sebagai bahan bakar untuk memasak. 4.*. S&,.er 7a"a A!a, Provinsi Riau meru"akan "rovinsi yang salah satu sumber "enda"atan daerahnya berasal dari sektor "erkebunan terutama kela"a sawit. Lahan meru"akan salah satu 3aktor "roduksi bagi masyarakat khususnya "etani dalam men.alankan usahanya. #etersediaan lahan akan memberikan kontribusi bagi "etani dalam mengembangkan usahanya dan meningkatkan "enda"atannya. @aktor ketidaktersediaan lahan da"at mengantarkan "etani men.adi tidak berdaya yang akhirnya men.adi miskin, karena menurut /ohir (198,:11 ) luas lahan yang sangat sem"it dengan "engelolaan se2ara tradisional da"at menimbulkan: 1) kemiskinan, 4) kurang mem"unyai "roduksi bahan makanan "okok, khususnya beras, ,) ketim"angan dalam "enggunaan teknologi, )) bertambahnya .umlah "engangguran, dan ) ketim"angan dalam "enggunaan sumber daya alam. >i kawasan bagian /imur Provinsi Riau sebagian besar meru"akan lahan gambut yang 2enderung tergenang dengan luas sekitar ),!) .uta ;a (>ata +nnual Provinsi Riau 4!1!: 99), terdiri dari rawa gambut air tawar dan rawa gambut "asang-surut. 6alau"un lahan gambut bersi3at miskin unsur hara esensial, namun memiliki kemam"uan untuk menyim"an dan mengatur aliran air "ermukaan. #e2enderungan "enurunan luas lahan gambut di kawasan bagian timur meru"akan salah satu "ermasalahan lingkungan yang harus diatasi, terutama untuk mem"ertahankan 3ungsinya sebagai kawasan retensi air. &elain itu, kawasan ini .uga rawan terhada" bahaya kebakaran di musim kemarau akibat "embukaan lahan gambut "erkebunan dan "ertanian oleh masyarakat dan "erusahaan. Provinsi Riau memiliki kondisi kawasan yang 2uku" bervariati3 beru"a kawasan daratan, kawasan "esisir, "erairan laut, dan "ulau-"ulau ke2il yang banyak .umlahnya meru"akan salah satu ekosistem "enting yang mendukung keberlan.utan "embangunan Provinsi Riau. #awasan "esisir dan "erairan laut meru"akan ekosistem "endukung kehidu"an biota "erairan laut, termasuk biota-

biota yang dilindungi. &ebagai muara lima belas sungai yang mengalir ke "antai /imur, maka kawasan "esisir dan laut kaya akan sumber daya "erikanan. >emikian "ula halnya "ulau-"ulau ke2il yang sebagian diantaranya sesuai dengan luasnya ber3ungsi sebagai kawasan yang dilindungi. #awasan "esisir dan "ulau"ulau ke2il nyatanya .uga meru"akan tem"at bermukim "ara nelayan yang sebagian besar meru"akan masyarakat golongan ekonomi lemah. Cleh karenanya "engendalian kerusakan dan "enurunan kualitas lingkungan "esisir, "erairan laut, dan "ulau-"ulau ke2il "erlu di"erkuat untuk mendukung keberlan.utan kehidu"an nelayan dan keanekaragaman biota yang "erlu dilindungi. /ingginya alih 3ungsi lahan dan hutan meru"akan salah satu "enyebab ter.adinya kerusakan lingkungan di wilayah Riau. +lih 3ungsi tersebut di"ergunakan untuk kegiatan "erkebunan, "ertanian, industri "erkayuan, "ermukiman, dan "erladangan. *mumnya alih 3ungsi lahan tersebut ter.adi di bagian hulu, tengah, dan hilir >+& yang sebagian diantaranya tidak mengindahkan konse" konservasi. Perubahan 3ungsi lahan se2ara tidak terkendali selain ber"otensi menyebabkan ben2ana ban.ir dan genangan di wilayah hilir karena berkurangnya daerah resa"an air serta "erubahan lahan "ertanian di daerah tangka"an air. ;al tersebut .uga menimbulkan kerusakan badan sungai beru"a longsoran dan abrasi tebing dan tanggul sungai oleh akti3itas bongkar-muat bahan dan "roduk industri1 "endangkalan sungai yang menimbulkan dam"ak berkurangnya "an.ang alur sungai e3ekti3 yang da"at dilayari1 "en2emaran badan sungai oleh limbah industri dan "enurunan keanekaragaman hayati. /er.adinya alih 3ungsi lahan diindikasikan dengan semakin luasnya lahan terlantar yang tidak dikelola, sebagaimana diindikasikan dengan meningkatnya luas lahan tidur dan terbentuknya "adang rum"ut. $erdasarkan data dari $alai Pengelolaan >+& :ndragiri - Rokan, menun.ukkan bahwa hutan tanaman industri (;/:), dan "ertanian lahan kering dalam kawasan >+& &iak semakin luas, sehingga se2ara bertaha" mengurangi luasan hutan sebagai resa"an dan reservoir air. +lih 3ungsi lahan hutan men.adi lahan budidaya dan "erkebunan turut meningkatkan "roduksi "ertanian. 7eski"un demikian, tidak sedikit "ula menyebabkan lahan-lahan terlantar. #eberadaan lahan terlantar ini men2i"takan lahan kritis di bebera"a bagian wilayah Provinsi Riau. Pembukaan hutan sekunder

untuk ke"erluan lahan "ertanian dan kebun "enduduk telah menyebabkan terbentuknya lahan-lahan kritis oleh karena lahan gara"an tersebut tidak di"elihara dengan baik dan ditinggalkan untuk ber"indah ke lokasi lainnya. Lahan yang ditinggalkan berubah men.adi semak belukar dan alang-alang, sehingga tidak mam"u menahan air lebih lama untuk diresa"kan ke dalam tanah. Lahan kritis yang luasnya men2a"ai ratusan ribu hektar "erlu di"ulihkan dan di3ungsikan se2ara lestari. 4.4. Sosia! dan B&da"a Mas"ara a% 7asyarakat Riau adalah masyarakat yang heterogen, terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, dan budaya. 7asyarakat Riau hidu" rukun dan damai dengan masyarakat lain dari suku yang berbeda. &e.ak Aaman dahulu interaksi sosial masyarakat Riau dengan masyarakat lain sudah ter.alin, termasuk dengan masyarakat dari negara lain, se"erti 7alaysia dan %hina. Penduduk Provinsi Riau terdiri dari berma2am-ma2am suku bangsa, suku asli masyarakat Riau adalah suku 7elayu. 7asyarakat yang berasal dari suku lain, se"erti suku 8awa sekitar (4 ,! <), 7inangkabau (11,40<), $atak (=,,1<), $an.ar (,,=8<), /ionghoa (,,=4<), dan $ugis (4,4=<). &uku 7elayu meru"akan masyarakat terbesar dengan kom"osisi ,=,=)< dari seluruh "enduduk Riau. ?amun begitu banyak .uga masyarakat 7inangkabau, terutama yang bermukim di Pekanbaru, Rokan ;ulu, #am"ar, #uantan &ingingi, dan :ndragiri ;ulu, serta masyarakat 7andailing di Rokan ;ulu, lebih mengaku sebagai 7elayu dari"ada sebagai 7inangkabau atau"un $atak. +bad ke-19, masyarakat $an.ar dari #alimantan &elatan dan $ugis dari &ulawesi &elatan, .uga mulai berdatangan ke Riau. 7ereka banyak bermukim di #abu"aten :ndragiri ;ilir khususnya /embilahan.#emudian, di bukanya "erusahaan "ertambangan minyak %alteD "ada tahun 19)!-an di Rumbai, Pekanbaru, mendorong orang-orang dari seluruh ?usantara untuk mengadu nasib di Riau.&uku 8awa dan &unda "ada umumnya banyak berada "ada kawasan transmigran. &ementara etnis 7inangkabau umumnya men.adi "edagang dan banyak bermukim "ada kawasan "erkotaan se"erti Pekanbaru, $angkinang, >uri, dan >umai. $egitu .uga orang /ionghoa "ada umumnya sama dengan etnis

7inangkabau, yaitu men.adi "edagang dan bermukim "ada kawasan "erkotaan, serta banyak .uga terda"at "ada kawasan "esisir timur se"erti di $agansia"ia"i, &elat"an.ang, Pulau Ru"at, dan $engkalis. &elain itu di "rovinsi ini masih terda"at sekum"ulan masyarakat asli yang tinggal di "edalaman dan "inggir sungai, se"erti &uku &akai, &uku +kit, dan &uku /alang 7amak.