Anda di halaman 1dari 48

LAPORAN PKL

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Seiring dengan pembangunan proyek Flyover di jln. A.Yani Km 3.5 Gatot Subroto, Banjarmasin dalam rangka kelancaran kualitas lalu lintas untuk

meningkatkan ekonomi daerah, dan peningkatan standart hidup masyarakat Kota Banjarmasin yang merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan Yang mengakibatkan terjadi kepadatan lalu lintas di sekitar pengerjaan proyek Flyover maka untuk mengatasi permasalahan tersebut di lakukan

pengalihan arus lalu lintas dan pelebaran jalan di sekitar proyek Flyover Gatot Subroto (Banjarmasin) Pemerintah kota Banjarmasin khususnya Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah I Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kualitas kelancaran dan kenyamanan lalu lintas kota Banjarmasin salah satunya adalah dengan Pembangunan Akses Jalan Samping Flyover Gatot Subroto. Sebelumnya jalan pada proyek ini menggunakan perkerasan Flexible (Aspal) dan sekarang pelebaran akses jalan samping tersebut menggunakan perkerasan Rigid Pavement yang kemudian akan dilapisi dengan hotmix pelebaran sebesar 2.5 m 4m (sesuai desain) dengan panjang pengerjaan 650 meter. Pelaksanaan Proyek Pembangunan Akses Jalan Samping Flyover Gatot Subroto (Banjarmasin), ini dilaksanakan kontraktor PT. WASKITA KARYA yang terpilih menjadi pihak penyedia jasa melalui proses tender, dengan dana bersumber pada APBN (Multiyears)

LAPORAN PKL

1.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud Pengerjaan di Proyek Maksud dari proyek tersebut adalah sebagai kegiatan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII untuk melakukan peningkatan jalan lama yang sudah tidak layak lagi ada di Kota Banjarmasin selanjutnya diperbaiki dan ditingkatkan agar dapat mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam melaksanakan kegiatannya. Kegiatan Peningkatan Jalan di Jl. Ahmad Yani Km 3,5 Banjarmasin mempunyai tujuan sebagai berikut: 1. Dengan adanya jalan yang masyarakat Kota Banjarmasin. 2. Meningkatkan kualitas dan fungsi jalan raya Samping Flyover Gatot Subroto Kota Banjarmasin. 3. Sebagai langkah pengembangan wilayah untuk meningkatkan lebih baik dapat mempercepat kegiatan

perekonomian masyarakat Kota Banjarmasin 4. Memperbesar kesempatan pemasaran dari daerah sekitar yang berakibat langsung kepada peningkatan sosial dan ekonomi rakyat.

1.2.2 Tujuan Praktik Kerja Lapangan Kerja Praktik Lapangan salah satu bagian dari kegiatan perkuliahan di Jurusan Teknik Sipil. Kegiatan ini wajib diikuti oleh Mahasiswa(i) untuk memenuhi kurikulum semester V (lima) pada jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Banjarmasin.

LAPORAN PKL

Adapun Tujuan dan manfaat dari Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) ini Pada Proyek Pembangunan Akses Jalan Samping Flyover Gatot Subroto (Banjarmasin) adalah Sebagai berikut :

1. Meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan penulis dalam mengembangkan keterampilan di bidang Teknik Sipil. 2. Sebagai bekal diri dalam terjun langsung ke dunia kerja setelah lulus dari Politeknik Negeri Banjarmasin 3. Dapat menemukan alternatif lain dalam memecahkan segala sesuatu permasalahan. 4. Mendidik dan melatih untuk selalu bersikap mandiri serta bertanggung jawab dalam melaksanakan segala sesuatu yang di kerjakan. 5. Dapat bersikap disiplin dalam bekerja sekaligus mengembangkan sikap Komunikatif. 1.3 Pembatasan Masalah Dari Jadwal yang diprogramkan oleh Politeknik Negeri Banjarmasin, Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus sampai dengan 30 September 2013 sedangkan Proyek Pembangunan Akses Jalan Samping Flyover Gatot Subroto (Banjarmasin) dimulai dari 14 Maret 2013 , sehingga pengamatan dan pelaporan pada pekerjaan pelebaran dan peningkatan jalan. Yang sedang berlangsung pada masa PKL tersebut, yaitu: a. Penghamparan bahan-bahan material b. Pemasangan bekisting c. Pemasangan sambungan melintang

LAPORAN PKL

1.4 Data Umum Proyek 1. Paket / Kegiatan : PEMBANGUNAN AKSES JALAN

SAMPING FLYOVER GATOT SUBROTO (BANJARMASIN) 2. Tahun Anggaran 3. Nomor Ruas 4. Panjang 5. Lokasi 6. Target Penanganan Efektif Fungsional : 2013 : : 650,00 Meter (STA 3 530,2 s/d STA 4 + 220,2) : KOTA BANJARMASIN - KALSEL : 650,00 Meter (STA 3 530,2 s/d STA 4 + 220,2) : 650,00 Meter (STA 3 530,2 s/d STA 4 + 220,2) : 650,00 Meter (STA 3 530,2 s/d STA 4 + 220,2) : Pile Slab, Saluran, Aspal Hotmix dan Beton : Rp. 28.707.105.186,00 : 210 Hari Kalender (14 Maret 2013 s/d 09 Oktober 2013) 10. Masa Pemeliharaan : 730 Hari Kalender (10 Oktober 2013 s/d 8 Oktober 2015) 11. Tanggal Rencana PHO 12. Tanggal Rencana FHO 13. Sumber Dana 14. No. Dipa dan Tanggal : 10 Oktober 2013 : 09 Oktober 2015 : APBN Murni : DIPA-033-04.1.498643/2013, Tgl 05 Desember 2012 15. Kontraktor 16. Konsultan supervisi : PT. WASKITA KARYA (Persero) : PT. DAYA CREASI MITRAYASA

7. Item Penanganan 8. Nilai Kontrak (awal) 9. Masa Pelaksanaan

LAPORAN PKL

BAB II TAHAP PELELANGAN

2.1 Umum Tender adalah rangkaian kerja mengenai pengadaan barang dan jasa konstruksi dengan cara menciptakan persaingan yang sehat dan terorganisir. Dalam tender juga terdapat penawaran pekerjaan yang dilakukan oleh pemilik proyek kepada kontraktor untuk di berikan kesempatan melakukan penawaran biaya secara tertulis. Proses pelelangan ada dua macam yaitu: a. Proses Prakualifikasi Adalah Proses penilaian, kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari para kontraktor sebelum memasukkan penawaran. Secara umum proses prakualifikasi meliputi : - Pengumuman Prakualifikasi - Pengambilan dokumen Prakualifikasi - Pemasukan dokumen Prakualifikasi - Evaluasi dokumen Prakualifikasi - Penetapan hasil Prakualifikasi - Pengumuman hasil Prakualifikasi - Masa sanggah Prakualifikasi - Undangan kepada peserta Prakualifikasi

b. Proses Pascakualifikasi Adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya setelah memasukkan penawaran. Proses pasca kualifikasi secara umum meliputi pemasukan dokumen kualifikasi bersamaan dengan dokumen penawaran dan terhadap peserta yang diusulkan untuk menjadi pemenang serta cadangan di evaluasi melalui dokumen kualifikasinya.

LAPORAN PKL

2.1.1 Metode Pemilihan Penyediaan Barang dan Jasa Konstruksi Secara Garis besar, metode pemilihan penyediaan barang dan jasa Konstruksi ini terbagi menjadi 2 yaitu, Pelelangan Umum dan Pelelangan Terbatas. Tapi, Berdasarkan Keputusan Presiden R.I No. 80 Tahun 2003 untuk proyek-proyek Pemerintah di Indonesia dilakukan melalui beberapa metode diantaranya : a. Pelelangan Umum atau Terbuka b. Pelelangan Terbatas c. Pemilihan Langsung d. Penunjukan Langsung e. Swakelola a. Pelelangan Umum atau Terbuka Adalah metode pemilihan penyedia barang dan jasa yang dilakukan secara terbuka dan diikuti oleh rekanan yang tercantum dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) sesuai bidang usaha, ruang lingkup atau kualifikasi kemampuannya, Rencana kegiatan pelelangan dilakukan secara luas melalui media massa, media cetak dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya. Prosedur pemilihan penyedia barang dan jasa konstruksi pelelangan umum meliputi :

1. Dengan Prakualifikasi a. Pengumuman Prakualifikasi b. Pengambilan Dokumen Prakualifikasi c. Pemasukan Dokumen Prakualifikasi d. Evaluasi Dokumen Prakualifikasi e. Penetapan hasil Prakualifikasi f. Pengumuman hasil Prakualifikasi g. Masa sanggah Prakualifikasi h. Undangan kepada para peserta yang lulus Prakualifikasi

LAPORAN PKL

i. Pengambilan Dokumen pelelangan Umum j. Penjelasan k. Penyusunan berita acara penjelasan dan perubahannya l. Pemasukan penawaran m. Pembukaan Penawaran n. Evaluasi Penawaran o. Penetapan Pemenang p. Pengumuman Pemenang q. Masa sanggah r. Penunjukan Pemenang s. Penandatangan Kontrak

2. Dengan Pasca Kualifikasi a. Pengumuman Pelelangan umum b. Pendaftaran untuk mengikuti pelelangan c. Pengambilan dokumen Pelelangan umum d. Penjelasan e. Penyusunan berita acara penjelasan dan perubahannya f. Pemasukan penawaran g. Pembukuan Penawaran h. Evaluasi penawaran i. Penetapan pemenang j. Pengumuman pemenang k. Masa Sanggah l. Penunjukkan pemenang m. Penandatangan Kontrak

LAPORAN PKL

b. Pelelangan Terbatas Adalah pelelangan yang hanya diikuti oleh rekanan tertentu sekurangkurangnya lima rekanan yang tercantum dalam Daftar Rekanan Terbatas

(DRT) yang di pilih diantara rekanan yang tercatat dalam DRM sesuai bidang usaha, ruang lingkup dan kualifikasinya. Prosedur pemilihan penyediaan barang dan jasa serta pemborong jasa lainnya dengan metode terbatas antara lain : a. Pemberitahuan dan konfirmasi kepada peserta terpilih b. Pengumuman pelelangan terbatas c. Pengambilan dokumen Prakualifikasi d. Pemasukan dokumen Prakualifikasi e. Evaluasi dokumen Prakualifikasi f. Penetapan hasil Prakualifikasi g. Pengumuman hasil Prakualifikasi h. Masa Sanggah Prakualifikasi i. Undangan kepada peserta yang lulus Prakualifikasi j. Penjelasan k. Penyusunan berita acara penjelasan dan perubahannya l. Pemasukan penawaran m. Pembukaan penawaran n. Evaluasi penawaran o. Penetapan pemenang p. Pengumuman pemenang q. Masa Sanggah r. Penunjukan pemenang s. Penandatangan kontrak

LAPORAN PKL

c. Pemilihan Langsung Adalah pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tanpa melalui pelelangan umum atau pelelangan terbatas. Melainkan dengan melakukan perbandingan sebanyak - banyaknya 3 penawaran dari penyedia barang dan jasa yang terdaftar dalam DRM sesuai dengan bidang usaha, ruang lingkup dan kualifikasi kemampuannya. Upaya perbandingan dilakukan melalui negosiasi baik dari segi teknis maupun biaya sehingga diperoleh harga yang wajar secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. Prosedur pemilihan penyedia barang dan jasa serta pemborong jasa lainnya dengan metode langsung meliput :

a. Pengumuman pemilihan langsung b. Pengambilan dokumen c. Pemasukan dokumen Prakualifikasi d. Evaluasi dokumen Prakualifikasi e. Penetapan hasil Prakualifikasi f. Pemberitahuan hasil Prakualifikasi g. Masa sanggah Prakualifikasi h. Undangan pengambilan dokumen pemilihan langsung i. Penjelasan j. Penyusunan berita acara penjelasan dan perubahannya k. Pemasukan penawaran l. Pembukaan penawaran m. Evaluasi penawaran n. Penetapan pemenang o. Pengumuman pemenang p. Masa sanggah q. Penunjukkan pemenang r. Penandatangan kontrak

LAPORAN PKL

d. Penunjukan Langsung Adalah Penunjukan langsung dengan cara menunjuk langsung dan tanpa memakai rekanan pendamping untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan dan pengawasan. Prosedur pemilihan penyedia barang dan jasa, pemborong jasa lainnya dengan penunjukan langsung : a. Undangan kepada peserta terpilih b. Pengambilan dokumen Prakualifikasi c. Pemasukkan dokumen Prakualifikasi, penilaian kualifikasi, penjelasan dan pemasukkan berita acara penjelasan d. Pemasukan penawaran e. Evaluasi penawaran f. Penetapan atau penunjukan penyedia barang dan jasa 2.1.1 Tahap Pelelangan 2.1.1.1 Persiapan Pelelangan Langkah -langkah persiapan yang harus dilalui sebelum pelaksanaan proses pelelangan yaitu sebagai berikut : 1. Mempersiapkan dokumen lelang, 2. Mempersiapkan pelaksanaan lelang Anggaran biaya beserta perinciannya tercantum dalam dokumen lelang. yang menentukan besarnya harga yang diajukan pemborong/ kontraktor peserta lelang dokumen terdiri dari : 1. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini ditentukan oleh panitia, dalam hal ini yang bertindak sebagai panitia lelang adalah Dinas Pekerjaan Umum kota Banjarmasin. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) berisikan hal sebagai berikut:

LAPORAN PKL

a. Petunjuk kepada kontraktor b. Usulan teknis c. Usulan biaya d. Format kontrak

2.1.1.2 Pelaksanaan Lelang Adapun sebelum pelaksanaan lelang dimulai maka dilakukan tahap-tahap sebagai berikut: 1. Pembentukan Panitia Tender Penunjukan dan penetapan susunan anggota panitia tender adalah berdasarkan surat keputusan pimpinan proyek . Adapun tugas dari panitia lelang adalah : 1. Menyusun dan menetapkan a. Rencana kerja dan syarat-syarat pemborong. b. Tata cara penelitian lelang. c. Syarat-syarat panitia lelang 2. Mengadakan Pengumuman mengenai pelelangan yang akan dilaksanakan. 3. Melaksanakan Pembukuan surat penawaran dan membuat berita acara hasil pelelangan 4. Mengadakan nilaian dan menetapkan calon pemenang seraya membuat berita acara hasil pelelangan. 5. Membuat laporan pertanggung jawaban kepada pemberi tugas.

2. Pengumuman Lelang Panitia tender menerbitkan sebuah pengumuman di media massa, media elektronik atau papan pengumuman yang terdapat pada kantor panitia tender, untuk diketahui pada masyarakat dunia usaha. Dalam hal ini pelaksana kepada kontraktor / investor yang berminat klasifikasi dan kualifikasi perusahaan harus sesuai dengan persyaratan terhadap proyek yang ditenderkan dapat mendaftarkan perusahaannya kepada panitia tender.

LAPORAN PKL

Sebelum tender dilaksanakan terlebih dulu harus diadakan pengumuman lelang. Isi pengumuman lelang, sekurang-kurangnya harus memuat ketentuan sebagai berikut: a. Nama dan alamat pengguna barang dan jasa yang akan mengadakan ... pelelangan, b. Uraian singkat mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan atau barang yang akan dibeli, c. Perkiraan nilai pekerjaan d. Syarat-syarat peserta lelang, e. Tempat, tanggal, hari dan waktu untuk mengambil dokumen pengadaan

3. Mengevaluasi Daftar Isian Kontraktor para panitia tender akan mengevaluasi daftar isian yang disampaikan oleh kontraktor yang berminat terhadap pekerjaan dan sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang dimiliki, sebagaimana yang tercantum dalam DRM ( Daftar Rekanan Mampu ) dari penyedia jasa tersebut . Dalam tahap ini bisa digunakan istilah DRT ( Daftar rekanan Terseleksi ).

4. Mengundang Rekanan Panitia tender mengundang seluruh rekanan yang memenuhi syarat, selanjutnya adalah pengambilan dokumen tender yang mana rekanan yang di undang sebelum mengikuti rapat penjelasan dapat mengambil dokumen lelang di kantor Departemen Pekerjaan Umum. Syarat -syarat peserta tender : 1. Rekanan SPBUJK kualifikasi K I Sub Bidang Jalan dan Jembatan yang dikeluarkan oleh asosiasi dan telah di registrasikan oleh LPJK / LJKI dan memperlihatkan isinya. 2. Rekaman SIUK yang masih berlaku dan memperlihatkan aslinya. 3. Rekaman tanda lunas pajak tahun terakhir (SPT / PPH ) dan laporan bulan PPH pasal 25 atau pasal 21 / pasal 23 atau PPN sekurang - kurangnya 3 bulan yang telah lewat.

LAPORAN PKL

4. Surat keterangan dokumen dari bank atau rekaman rekening Koran dari bank dengan saldo yang cukup selama 3 bulan terakhir 5. perhitungan sisa kemampuan keuangan dan sisa kemampuan menangani paket pekerjaan 6. Surat pernyataan bahwa perusahaan tidak dalam pengawasan pengadilan tidak pailit, kegiatan usaha tidak sedang dihentikan dan tidak sedang menjalani hukuman pidana dan direksi yang berwenang menandatangani kontrak belum pernah di hukum berdasarkan putusan pengadilan atas tindakan yang berkaitan dengan kondisi propentional perusahaan. 5. Pengambilan Dokumen Pelelangan Para calon kontraktor mengambil dokumen lelang untuk dipelajari berupa BOQ, Spesifikasi Teknis, RKS dan Gambar lelang. Dokumen pelelangan meliputi dokumen sebagai berikut: a. surat keputusan pemberian pekerjaan, b. Surat perjanjian pemborongan c. uraian dan syarat-syarat pelaksanaan, d. Gambar-gambar/brosur yang secara teknis ada kaitannya, e. Petunjuk-petunjuk dan perintah teknis tertulis serta penjelasan-penjelasan perencanaan atau pengawasan selama pekerjaan berlangsung. f. Surat penawaran beserta lampiran-lampiranya. Dokumen-dokumen tambahan lainnya yang dikeluarkan sebelumnya adanya kontrak kerja dan atas persetujuan pihak pemilik dan kontraktor. Adapun Syarat dokumen tender : I. Bermatrai cukup, bertanggal, setiap lembar dalam penawaran harus di stempel dan di paraf/ di tandatangani oleh direktur/ pengurus sesuai apa yang tercantum dalam akte perusahaan. II. Sesuai dengan tata cara pemasukan dokumen penawaran yang di tentukan oleh panitia tender. Yaitu sebagai berikut :

LAPORAN PKL

i. Amplop dalam menggunakan lem. ii. Amplop dalam mencantumkan identitas perusahaan iii. Amplop luar pakai lak lima titik yang mencantumkan alamat yang .dituju. iv. Data tambahan berupa SBUJK, SIUJK, NPWP anggota Gapensi, akte .notaris, surat pernyataan bukan Pegawai Negeri /TNI/POLRI dan surat .jaminan penawaran. 6. Site Visit site visit dilaksanakan agar para calon kontraktor dapat melihat langsung lokasi yang akan dibangun, disamping melihat secara visual sehingga bias memprediksi metoda yang akan digunakan , faktor kesulitan dan lain sebagainya. Dalam pelaksanaan site visit ini diharapkan calon kontraktor sekalian survey material, proses perijinan dan lain sebagainya, 7. Rapat Penjelasan (Aanwijzing) Untuk membantu investor agar lebih jelas tentang syarat-syarat teknis dan administrasi pelaksanaan proyek, maka diadakan penjelasan pekerjaan

(Aanwijzing) dan penjelasan lapangan. Ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam proses Aanwijzing antara lain : 1. Penjelasan lelang dilakukan di tempat pada waktu yang ditentukan, dihadiri oleh penyedia barang/ jasa yang terdaftar sebagai peserta lelang. 2. Ketidakhadiran penyedia barang/jasa pada saat penjelasan lelang tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/ menggugurkan penawaran. 3. Dalam acara penjelasan lelang, harus dijelaskan kepada peserta lelang. .mengenai : a) Metoda pengadaan/penyelenggaraan pelelangan, b) cara penyampaian penawaran, c) dokumen yang harus dilampirkan dalam dokumen penawaran, d) acara pembukaan dokumen penawaran,

LAPORAN PKL

e) metode evaluasi, f) hal-hal menggugurkan penawaran, g) jenis kontrak yang akan digunakan h) ketentuan dan cara evaluasi berkenaan dengan preferensi harga atas .penggunaan produksi dalam negeri, i) besaran, masa berlaku dan penjamin yang dapat mengeluarkan jaminan penawaran Rapat penjelasan (Aanwijzing) berfungsi memberi penjelasan seluruh dokumen yang sebelumnya telah diberikan pada tahap pengambilan dokumen. para calon kontraktor diberi kesempatan memberikan pertanyaan secara langsung. Agar semua pertanyaan bisa dijawab, maka calon kontraktor diberi kesempatan membuat daftar pertanyaan yang dikirim via internet atau fax. pada bidang administrasi dijelaskan akan persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam dokumen lelang. seandainya terdapat hal-hal yang masih meragukan misalnya tentang syarat-syarat peserta lelang, bentuk surat penawaran, referensi bank dan lain-lain. Pada bidang teknis proyek dijelaskan antara lain tentang modifikasi baru atau ukuran-ukuran gambar yang tidak cocok, gambar konstruksi yang sulit dimengerti/dibaca, sera kesalahan-kesalahan tulis yang terjadi. 8. Pemasukan Dokumen Penawaran Pemasukan surat penawaran dilakukan oleh para peseta tender yang telah mendaftar kepada panitia tender (Dinas Pekerjaan Umum Sub. Dinas Bina Marga) yang dihadiri oleh pemilik proyek. Calon kontraktor memasukkan dokumen adminstrasi, dokumen teknis dan dokumen penawaran harga. Dokumen Administrasi diantaranya : 1. Akte notaris pendirian perusahaan, 2. NPWP 3. PKP 4. SUP 5. SIUJK 6. Neraca keuangan terakhir

LAPORAN PKL

Dokumen Teknis diantaranya: 1. Metoda Kerja 2. Daftar alat 3. Usulan tenaga ahli 4. Metoda pengendalian mutu waktu biaya 5.schedule,dll Dokumen Penawaran Harga yaitu : 1. Surat penawaran harga 2. RAB 3. Analisa harga satuan 4. Nilai penawaran Harga.

9. Prakualifikasi Setelah melakukan pendaftaran, kontraktor diwajibkan untuk melakukan prakualifikasi. Prakualifikasi adalah penyelesaian para kontraktor berdasarkan syarat-syarat dan kelengkapan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Pascakualifikasi adalah proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang/jasa setelah memasukkan penawaran. Prakualifikasi diperlukan untuk mengidentifikasikan kemampuan dan ruang lingkup pekerjaan antara lain: a. Modal kerja, b. Jumlah tenaga ahli c. Pengalaman kerja, d. Fasilitas kerja Sedang ruang lingkup pekerjaan meliputi bidang-bidang keahlian pekerjaan dikuasai oleh badan-badan tersebut. Hasil dari proses ini meliput: a. Penilaian terhadap segi administrasi, b. Penilaian terhadap segi teknis, c. Penilaian terhadap segi keuangan.

LAPORAN PKL

Adapun macam-macam persyaratan dalam prakualifikasi ini adalah : 1. SBU (Sertifikat Badan Usaha) tentang klasifikasi dan kualifikasi perusahaan 2. KTA (Keterangan Tenaga Ahli ) tentang keterangan tenaga ahli yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. 3. KD (Keterangan Dasar) tentang kemampuan atau modal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. 4. Peralatan (Alat Berat) yang menunjang jalannya pelaksanaan proyek dll. Panitia mengadakan evaluasi terhadap seluruh dokumen peserta yang masuk. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai kelengkapan administrasi, teknis dan harga penawaran. Dari proses evaluasi ini ditetapkan calon kontraktor yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses selanjutnya.

10. Penetapan Pemenang Panitia/pejabat pengadaan menetapkan calon pemenang lelang yang menguntungkan dalam arti a. Penawaran memenuhi syarat administratif dan teknis yang ditentukan dalam dokumen pemilihan penyedia barang dan jasa, b. Perhitungan harga yang ditawarkan adalah terendah yang responsif, c. Menggunakan semaksimal mungkin hasil produksi dalam negeri, d. Penawaran tersebut adalah terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat. dalam menentukan pemenang tender panitia melakukan evaluasi terhadap dokumen penawaran yang diajukan oleh para penyedia jasa. Evaluasi dokumen penawaran dilakukan terhadap semua penawaran yang masuk . Evaluasi meliputi evaluasi adminstrasi, teknis dan harga berdasarkan kriteria metoda dan tata cara evaluasi yang telah ditetapkan. Penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan, syarat-syarat, dan spesifikasi yang ditetapkan tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.

LAPORAN PKL

1. Evaluasi Administrasi Evaluasi administrasi dilakukan terhadap sekurang-kurangnya 3

penawaran terendah hasil koreksi aritmatik dengan mengevaluasi kelengkapan, keabsahan, dan pemenuhan persyaratan admnistrasi. Penawaran dinyatakan gugur administrasi apabila penyedia jasa tidak menyampaikan dokumen lainnya yang ditetapkan dalam dokumen lelang. 2. Evaluasi Teknis Evaluasi Teknis dilakukan terhadap penawaran yang memenuhi

persyaratan admnistrasi . 3. Evaluasi kewajaran Harga Evaluasi kewajaran harga dilakukan terhadap penawaran yang memenuhi persyaratan teknis. Meliputi : a. Evaluasi harga penawaran b. Evaluasi harga satuan timpang c. Evaluasi kewajaran harga

4. Evaluasi Kualifikasi Evaluasi kualifikasi dilakukan terhadap 3 penawaran terendah yang memenuhi persyaratan terendah yang memenuhi persyaratan, meliputi: a. Penilaian Kualifikasi b. Pembuktian kualifikasi

11. Dokumen Kontrak Dokumen Kontrak adalah suatu kesepakatan pihak-pihak yang terkait dalam proyek yang memuat perjanjian dalam menyelesaikan proyek dasar pekerjaan. Suatu kontrak mulai berfungsi pada waktu kontrak tersebut ditandatangani. Kontraktor baru boleh bekerja secara fisik setelah ada SPMK ( Surat Perintah Mulai Kerja ) Kontrak sekurang-kurangnya memuat ketentuanketentuan sebagai berikut:

LAPORAN PKL

a. Para pihak yang menandatangani kontrak meliputi nama, jabatan, dan alamat; b. Pokok pekerjaan yang diperjanjikan dengan uraian yang jelas mengenai jenis dan jumlah barang/jasa yang diperjanjikan; c. Hak dan kewajiban para pihak yang terkait didalam perjanjian; d. Nilai atau harga kontrak pekerjaan, serta syarat- syarat pembayaran; e. Persyaratan dan spesifikasi teknis yang jelas dan terinci; f. Tempat dan jangka waktu penyelesaian/penyerahan dengan disertai jadual waktu penyelesaian/penyerahan yang pasti serta syarat-syarat

penyerahannya; g. Jaminan teknis/hasil pekerjaan yang dilaksanakan dan /atau ketentuan mengenai kelayakan; h. Ketentuan mengenai cidera janji dan sanksi dalam hal para pihak tidak memenuhi kewajibanya; i. Ketentuan mengenai pemutusan kontrak secara sepihak; j. Ketentuan mengenai keadaan memaksa; k. Ketentuan mengenai kewajiban para pihak dalam terjadi kegagalan dalam pelaksanaan pekerjaan; l. Ketentuan mengenai perlindungan tenaga kerja m. Ketentuan mengenai bentuk dan tanggung jawab gangguan lingkungan; n. Ketentuan mengenai penyelesaian perselisihan.

Kontrak adalah perjanjian secara tertulis antara pemberi tugas dan kontraktor di mana kewajiban masing-masing pihak diatur dalam pasalpasal surat perjanjian. Suatu kontak praktis mulai berfungsi pada waktu kontrak tersebut ditandatangani. Kontraktor baru boleh bekerja secara fisik setelah ada SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) . Kontrak konstruksi dapat digolongkan dalam tiga kontrak, yaitu.

LAPORAN PKL

a. Lump-Sum Contract (kontrak pembayaran sekaligus) Artinya pemilik pemberi tugas akan membayar sejumlah uang yang disetujui kepada kontraktor untuk menyelesaikan suatu proyek yang sesuai dengan rencana-rencana dan spesifikasi yang telah ditentukan dan dibuat oleh perencana. Biasanya pemilik membayar sebagian dari jumlah uang tersebut kepada kontraktor pada selang waktu atau menurut bobot pekerjaan.

b. Turn Key Contract Pada kontrak tipe ini semua pembiayaan pelaksanaan proyek sampai selesai dan masa pemeliharaan ditanggung semuanya oleh kontraktor. Pemilik proyek baru akan membayar kepada kontraktor setelah proyek selesai dengan 22dmini pembayaran yang telah disepakati bersama.

c. Unit Price Contract (Kontrak Harga Satuan) Artinya pemilik akan membayar sejumlah uang yang telah disetujui kepada pihak kontraktor untuk unit pekerjaan yang telah diselesaikan dalam satu proyek. Pembayaran biasanya dilakukan oleh pemilik kepada kontraktor pada selang waktu yang telah ditentukan selama konstruksi proyek tergantung pada pekerjaan yang telah diselesaikan. Misalnya setiap bulan atau berdasarkan bobot pekerjaan.

2.2 Penyusunan Penawaran Untuk mengajukan penawaran maka dibuatlah susunan penawaran yang dibuat berdasarkan atas dokumen lelang termasuk berita acara penjelesan dan adendumnya. Dalam proyek peningkatan jalan ini dalam penawaran sudah termasuk pengadaan tenaga kerja , bahan, peralatan, biaya umum dan keuntungan dan semua kewajiban pajak untuk melaksanakan pekerjaan tersebut . sesuai dengan persyaratan dokumen lelang, maka dalam penawaran juga dilampirkan :

LAPORAN PKL

c. Hasil pemindaian (scan) surat kuasa (bila diperlukan) d. Hasil pemindaian (scan) jaminan penawaran, jaminan penawaran asli diserahkan ke LPSE kota Banjarmasin sebelum batas akhir pemasukan penawaran. e. Hasil pemindaian (scan) rekapitulasi daftar kuantitas dan harga. f. Daftar kuantitas harga. g. Analisa harga satuan pekerjaan dan uraiannya. h. Daftar harga satuan dasar upah i. Daftar harga satuan dasar bahan j. Daftar harga satuan dasar peralatan k. Metode pelaksanaan l. Daftar personel inti m. Daftar peralatan utama n. Hasil pemindaian surat pernyataan dukungan peralatan o. Hasil pemindaian dokumen kualifikasi p. Rencana program keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

2.3 Organisasi dan Personil Pelaksanaan pembangunan adalah melakukan pekerjaan pada suatu lokasi sedemikian hingga pembangunan terwujud yang telah ditetapkan dalam biaya, jadwal dan sasaran kualitas. Ada proses-proses yang perlu dipertimbangkan sehubungan dengan proses pembangunan, yang melibatkan berbagai profesi dan bahan yang digunakan . Hal ini ditunjukan agar semua pihak melakukan tugasnya sebagai suatu tim. Setiap orang harus mendapat tugas yang jelas dan saling bekerja sama hingga dapat mencapai tujuan pekerjaan. Manajemen proyek mengarahkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia dan Sumber daya lainnya supaya berjalan di jalur yang seharusnya menuju sasaran yang telah ditetapkan serta menciptakan dorongan semangat untuk memotivasi orang supaya bekerja dengan baik. Struktur organisasi pekerjaan adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan dan tidak bias dipisahkan satu sama lain dalam melaksanakan suatu

LAPORAN PKL

pekerjaan. Sedapat mungkin segala urusan di dalam proyek dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, jika terdapat ketidak cocokan, maka dapat diselesaikan dengan musyawarah demi kelancaran proyek. Adapun pihak-pihak yang memainkan peranan penting di dalam proses pembangunan adalah

1. Pemilik Proyek (Owner) Pemilik proyek adalah pihak yang memiliki proyek. Pada Proyek Pembangunan Akses Jalan Samping Flyover Gatot Subroto

(Banjarmasin) ini pemilik proyek adalah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Banjarmasin a. Memberikan informasi, bantuan dan kerjasama yang diperlukan kontraktor sepanjang batas kewenangan dan kewajiban pemilik. b. Memberikan semua instruksi kepada kontraktor melalui konsultan pengawas. c. Dapat memberhentikan sebagian atau seluruh pekerjaan apabila kontraktor tidak memberikan hasil pekerjaan yang sempurna dan melanggar ketentuan. d. Menentukan Keputusan akhir yang mengikat mengenai proyek. e. Menandatangani Surat Perintah Kerja (SPK) dan surat perjanjian dengan kontraktor. f. Mengesahkan semua dokumen pembayaran kepada pihak kontraktor.

2. Pemberi Tugas (Bouher) Yang bertindak sebagai pemberi tugas adalah Pejabat Pembuat Komitmen(PPK)/ Pengguna Anggaran yaitu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII . Pejabat pembuat komitmen bertanggung jawab agar penyelesaian proyek tepat pada waktunya dan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Dalam melaksanakan tugasnya PPK di bantu oleh beberapa staf yaitu sebagai berikut :

LAPORAN PKL

a. Bendaharawan Proyek Tugasnya : q. Menyelesaikan urusan keuangan yang dipercayakan kepada dirinya dalam hal ini yaitu keuangan Proyek Pembangunan Akses Jalan Samping Flyover Gatot Subroto (Banjarmasin) r. Membuat dan menyusun data atau laporan keuangan proyek. b. Kepala Urusan Administrasi Tugasnya: s. Melaksanakan pengurusan dan penyajian laporan keuangan bagian proyek. t. Menyelenggarakan urusan admnistrasi umum kepegawaian dan administrasi keuangan.

3. Konsultan Perencana Konsultan Perencana adalah pihak yang di tunjuk oleh pemberi tugas untuk bertindak selaku perencana pekerjaan dalam batas-batas yang telah ditentukan baik teknis maupun administratif. Konsultan Perencana berfungsi melaksanakan pengadaan dokumen perencanaan, dokumen lelang, dokumen untuk pelaksanaan konstruksi, memberikan penjelasan pekerjaan pada waktu pelelangan, dan

memberikan penjelasan serta saran penyelesaian terhadap persoalan perencanaan yang timbul selama tahap konstruksi. Konsultan Perencana mulai bertugas sejak tahap perencanaan sampai dengan waktu serah terima pekerjaan oleh Kontraktor. a. Melakukan perencanaan struktual atas permintaan pemilik secara keseluruhan sesuai dengan ide, batas-batas teknis dan administrasi. b. Menentukan standar dan peraturan struktur yang sesuai dengan perencanaan sebagai acuan dalam pelaksanaan pekerjaan serta menentukan spesifikasi teknis (persyaratan material dan peralatan, serta metode kerja yang digunakan).

LAPORAN PKL

c. Memberikan penjelasan secara detail, baik kepada pemilik proyek maupun pada kontraktor atas segala sesuatu yang dianggap kurang jelas, meragukan atau yang dapat menimbulkan masalah tertentu, khususnya yang menyangkut perencanaan demi kelancaran dan kelangsungan proyek. d. Bertanggung jawab atas seluruh perencanaan struktural yang dibuat, perhitungan konstruksi maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) 4. Konsultan Pengawas Merupakan Pihak Konsultan Pengawas yang akan ditunjuk oleh Pemilik proyek untuk bertindak sepenuhnya mewakili Proyek dalam memimpin, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan di lapangan pada batas-batas yang telah ditentukan baik teknis maupun administrative Tugas dan wewenang konsultan pengawas antara lain: a. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan. b. Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metoda pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, dan biaya pekerjaan konstruksi c. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas dan laju pencapaian volume/realisasi fisik d. Mengumpulkan data dan informasi dilapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pekerjaan konstruksi e. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawas, dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh kontraktor. f. Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran, pemeliharaan pekerjaan, dan serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi. g. Meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawing) yang diajukan oleh kontraktor. h. Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan dilapangan.

LAPORAN PKL

i. Menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum serah terima, mengawasi perbaikannya menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan. j. Membantu pengelola proyek dalam menyusun Dokumen Pendaftaran

5. Kontraktor Pelaksana Kontraktor Pelaksana adalah pihak yang di tunjuk berdasarkan pelelangan untuk melakukan pembangunan proyek sesuai rencana, perhitungan dan persyaratan yang telah dibuat oleh konsultan perencana. Kontraktor Pelaksana melaksanakan semua pekerjaan yang telah diberikan kepadanya sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik proyek. Tugas dari kontraktor pelaksana, dalam hal ini adalah PT WASKITA KARYA yaitu melaksanakan pekerjaan konstruksi di lapangan Adapun susunan organisasinya adalah sebagai berikut: a. Manajer Proyek Tugas dan wewenangnya adalah: 1. Menetapkan asumsi-asumsi yang diperlukan untuk perencanaan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan 2. Menguasai seluruh isi dokumen kontrak 3. Menjamin tersedianya seluruh sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek 4. Memberikan pengarahan dan memantau serta mengevaluasi pelaksanaan proyek

b. Manajer Lapangan Tugas dan wewenangnya adalah 1. Mengumpulkan data untuk proses pembuatan rencana pelaksanaan proyek 2. Membuat studi perbandingan untuk menentukan metode yang tepat 3. Membuat laporan intern dan ekstern serta melakukan monitoring proyek 4. Melakukan studi untuk menjamin mutu pelaksanaan

LAPORAN PKL

5. Evaluasi schedule secara rutin. 6. Memproses berita acara tepat waktu 7. Mengembangkan motivasi kerja bawahan c. Surveyor Tugas dan wewenangnya: 1. Membuat analisa harga satuan pekerjaan 2. Melakukan perhitungan pekerjaan tambah kurang 3. Bersama kepala teknik melaksanakan klaim tagihan 4. Bersama dengan team proyek melaksanakan negosiasi pekerjaan lapangan d. Administrasi Tugas dan wewenangnya: 1. Mempersiapkan data seluruh karyawan yang ada di proyek 2. Menangani seluruh surat-surat intern dan ekstern perusahaan 3. Mengarsipkan seluruh data tersebut diatas dengan baik 4. Melaksanakan tertib admnistrasi tugasnya dengan baik e. Tenaga Bagian Logistik Tugasnya adalah mencari bahan atau peralatan serta melapor ke kepala proyek.

2.3.1 Hubungan Masing-Masing Pihak Secara Organisasi Kedudukan masing-masing pihak secara organisasi dimaksudkan bahwa pemilik proyek langsung membawahi kontraktor pelaksanaan. Artinya, kontraktor pelaksana langsung bertanggung jawab atas hasil pekerjaannya kepada pemilik proyek sesuai dengan penawaran. Sedangkan konsultan pengawasan bertanggung jawab kepada pemilik proyek sesuai dengan ruang lingkup tugas dan kontrak perjanjian masing-masing. Hubungan kerja antara organisasi proyek dapat dilihat seperti Gambar3.1 (Hubungan Organisasi Proyek) berikut:

LAPORAN PKL

PEMILIK PROYEK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII

KONSULTAN PENGAWAS Ket :

KONTRAKTOR PT. WASKITA KARYA

KONSULTAN PENGAWAS

Jalur Perintah Jalur Konsultasi


Gambar 3.1 Hubungan Organisasi Proyek

2.4. Peralatan dan Logistik

A. Peralatan Peralatan merupakan salah satu factor penting dalam pelaksanaan pekerjaan, dimana peralatan yang digunakan tidak mencukupi maka akan menghambat proses berjalan nya proyek tersebut. Kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat kerja untuk keperluan pelaksanaan pembangunan, dimana alat-alat itu harus dalam keadaan baik dan siap untuk dipakai, baik yang menggunakan mesin maupun yang tradisional. Untuk kelancaran suatu proyek maka semua bahan yang diperlukan untuk proyek tersebut harus tersedia sebelum proyek itu dimulai dan dengan jumlah yang cukup serta dengan kualitas yang dapat diterima oleh badan pengawas pekerja.

LAPORAN PKL

B. Logistik Dalam setiap pekerjaan, bahan merupakan salah satu hal yang sangat penting. Keterlambatan bahan dapat mengganggu pelaksanaan kegiatan, pekerjaan dapat terhenti karena tidak adanya bahan di lokasi pekerjaan sehingga terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan pekerjaan yang mengurangi efektifitas waktu. Logistik berfungsi mengatur serta menyediakan bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. Dalam penyediaan bahan-bahan tersebut ada beberapa hal yang erat kaitannya dengan pekerjaan logistik antara lain: a. Macam, Jumlah, dan mutu bahan yang diperlukan b. Tempat bahan diperoleh (lokasi pengambilan bahan) c. Tempat dan cara penempatan material d. Cara memperoleh / pengadaan bahan.

LAPORAN PKL

BAB III PELAKSANAAN PROYEK


3.1 Bahan yang digunakan a. Beton Ready Mix Dalam proyek ini, seluruh beton yang digunakan merupakan beton ready mix yang berasal dari PT. Perkasa Beton Abadi, Beton ready mix yang sesuai dengan spesifikasi yang diminta diangkut dengan

menggunakan truck mixer

dan dituangkan kedalam cetakan bekisting

hingga terisi penuh, sedangkan mutu beton yang dipergunakan dalam proyek ini adalah mutu beton K-250

Gambar 3.1 Beton Ready Mix b. Dowel Batang Dowel adalah merupakan sarana yang digunakan sebagai penyambung / pengikat pada beberapa jenis sambungan pelat beton perkerasan jalan (Rigid Pavement). Fungsi dari Dowel ini tiada lain merupakan penyalur beban pada sambungan. Dan pemasangannya dilakukan dengan separuh dari panjang dowel terikat sementara separuh

LAPORAN PKL

lainnya dilumasi, diberi plastik/kondom atau dicat untuk memberikan kebebasan bergeser Kebebasan bergeser dari separuh panjang Dowel ini perlu diberikan, mengingat beton memiliki kecenderungan untuk memuai dan menyusut karena pengaruh perubahan temperatur. Pergerakan susut-muai itulah yang kemudian diakomodir dengan batang dowel yang dibuat separuh fix dan separuh move. Jadi fungsi transfer beban tetap ada, sembari memberi kesempatan beton perkerasan untuk mengalami pergerakan akibat susut-muai tersebut.

Gambar 3.2 Dowel

c. Kayu bekisting Kayu bekisting berfungsi agar beton yang belum mengeras dapat menghasilkan suatu struktur akhir yang mempunyai bentuk, garis dan dimensi komponen sesuai dengan gambar rencana.

LAPORAN PKL

Kayu bekisting harus mampu menahan beban dari beton waktu masih basah, beban-beban akibat pelaksanaan dan getaran dari alat

penggetar. Acuan harus cukup kuat dan rapat sehingga mampu mencegah kebocoran adukan dan acuan tersebut juga diberi pengaku dan ikatan secukupnya sehingga dapat menyatu dan mampu mempertahankan kedudukan dan bentuknya. Kayu bekisting yang digunakan adalah kayu kualitas nomor dua.

Gambar 3.3 Bekisting cetakan cor

d. Air Air yang dipergunakan untuk pembuatan dan perawatan beton harus bersih, tidak mengandung minyak, garam-garam bahan organis atau bahan-bahan lain yang dapat merusak beton dan baja tulangan atau jaringan kawat baja. Untuk mendapatkan kepastian kelayakan air yang akan dipergunakan, air tersebut diteliti pada laboratorium.

LAPORAN PKL

3.2 Alat yang digunakan a. Mixer Truck Mixer truck merupakan truk khusus yang dilengkapi dengan concrete mixer dengan kapasitas 6-7 . Truk ini mengangkut beton siap pakai (ready

mix) dari tempat pencampuran beton (batching plant) sampai ke lokasi pengecoran. Selama pengangkutan truk ini terus berputar searah jarum jam dengan kecepatan 8 12 putaran per menit agar adukan beton tersebut terus homogen dan tidak mengeras. Dalam pengangkutan perlu diperhatikan interval waktu, karena bila terlalu lama beton akan mengeras dalam mixer, sehingga akan menimbulkan kesulitan dan menghambat kelancaran pelaksanaan pengecoran

Gambar 3.4 Mixer Truck

b. Concrete Vibrator Adanya rongga udara dalam suatu adukan beton, secara tidak langsung akan mengurangi mutu dan kekuatan beton. Untuk menghindari hal itu, maka dalam suatu pengecoran harus diusahakan rongga udara yang seminimal mungkin.

LAPORAN PKL

Vibrator merupakan alat penggetar mekanik yang digunakan untuk menggetarkan adukan beton yang belum mengeras dengan harapan dapat menghilangkan rongga-rongga udara yang ada sehingga dapat dihasilkan beton yang padat dan bermutu tinggi. Cara operasionalnya adalah dengan memasukkan selang penggetar ke dalam adukan beton yang telah dituang ke dalam bekisting

Gambar 3.5 Concrete Vibrator c. Meteran Meteran merupakan alat ukur sederhana yang biasa digunakan oleh pekerja ataupun pelaksana di lapangan. Meteran biasanya digunakan untuk melihat nilai slump, mengecek pekerjaan penulangan, dan lain-lain. Di tempat pembesian, meteran digunakan untuk menentukan ukuran baja yang akan dipotong dan dibengkokan. d. Waterpass Dalam proyek ini, waterpass digunakan untuk mengukur perbedaan ketinggian elevasi. Waterpass juga dapat digunakan untuk mengecek kedataran suatu bangunan. e. Theodolite Theodolite merupakan alat bantu dalam proyek untuk menentukan elevasi tanah dan elevasi tanah galian timbunan.

LAPORAN PKL

f. Alat alat bantu a. Sekop b. Pacul c. Sendok semen d. Gerobak Argo 3.3 Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan suatu proyek karena pengaruhnya yang cukup besar terhadap biaya dan waktu penyelesaian suatu pekerjaan proyek. Namun perlu diperhatikan juga bahwa manusia merupakan sumber daya yang kompleks dan sulit diprediksi sehingga diperlukan adanya usaha dan pemikiran lebih mendalam dalam pengelolaan tenaga kerja. Dalam manajemen tenaga kerja terdapat proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan: a. Penentuan ukuran dan jumlah tenaga kerja b. Recruitment dan pembagian tenaga kerja ke dalam kelompok kerja c. Komposisi tenaga kerja untuk setiap jenis pekerjaan d. Pengendalian jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan selama proyek berlangsung e. Perencanaan, penjadwalan, pengarahan dan pengawasan kegiatan tenaga kerja Adapun prosedur pengadaan tenaga kerja pada proyek ini antara lain adalah sebagai berikut: a. Membuat rencana pengadaan tenaga kerja dengan berdasarkan Detail Schedule (dilakukan oleh supervisor) b.Memberi penjelasan seperlunya oleh Kepala Lapangan kepada ...subkontraktor mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan, yang akan ...meliputi:

LAPORAN PKL

i. Struktur organisasi proyek ii. Pembagian pekerjaan iii. Rencana kerja/time schedule iv. Pengaturan site facilities v. Instruksi kerja vi. Rencana penggunaan alat dan material vii. Keselamatan kerja viii. Koordinasi di lapangan ix. Hal-hal lain yang dianggap perlu Pada pelaksanaannya, untuk pengadaan tenaga kerja di proyek ini tergantung pada bagaimana setiap mandor membutuhkan jumlah tenaga kerja berdasarkan penjelasan dari pengawas tentang volume pekerjaan yang harus dikerjakan. Rapat koordinasi antara pihak pengawas dengan pelaksana juga diadakan secara rutin setiap paginya untuk mengontrol dan mengkoordinasikan proses pekerjaan. Pada proyek ini, sebagian besar tenaga kerja direkrut dan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor. 3.3.2 Waktu Kerja 1. jam kerja masuk dari pukul 07.30 11.45 kemudian pukul 11.45 istirahat, dan dilanjutkan pukul 12.45 16.45 2. Jika lembur, jam kerja akan ditambah dari pukul 18.00 Selesai. 3.4 Pelaksanaan di lapangan Pada pelaksanaan suatu proyek sistematika pekerjaan sangat penting

untuk menghindari pekerjaan yang tumpang tindih dan mengganggu satu sama lainnya. Untuk menghindari hal tersebut maka sistematika pekerjaan di lapangan telah diatur dalam suatu time schedule agar pelaksanaan dilapangan dapat

berjalan lancar dan efisien waktu juga dapat di usahakan semaksimal mungkin. Adapun sistematika pekerjaan dilapangan dalam proyek ini adalah :

LAPORAN PKL

1. Mobilisasi / persiapan pekerjaan Yang dimaksud dengan mobilisasi adalah suatu perencanaan

pengorganisasian kegiatan atau pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kontraktor yang bertujuan untuk mengakomodasikan penunjang baik untuk pekerjaan tetap maupun sementara. Pekerjaan mobilisasi pada proyek ini meliputi tenaga kerja, bahan, dan peralatan ke lokasi pekerjaan sesuai dengan data yang diajukan pada saat penawaran. 2. Pengukuran Dilakukan pengukuran dan hasilnya dituangkan kedalam gambar dan dilakukan rekayasa lapangan sesuai dengan kondisi lapangan. Pengukuran ini dilakukan untuk dapat menentukan seberapa besar volume bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan jalan nanti dan juga menentukan existing jalan. Pengukuran ini dilakukan oleh tim survey yang diawasi konsultan pengawas. 3. Pekerjaan Pembersihan Pekerjaan ini dimaksudkan untuk membersihkan areal dari pohon-pohon atau objek-objek yang terdapat pada jalur rencana jalan. 4. Pekerjaan pemadatan Sebelum pekerjaan ini dilakukan terlebih dulu lapisan dasar di bongkar dulu menggunakan alat Jack Hammer dan Excavator sampai kedalaman tertentu . Setelah didapat dilakukan pemadatan / perataan menggunakan tandem rollers 5. Pemasangan Bekisting Bekisting di buat untuk menahan / mendukung beton yang belum mengeras agar dapat menghasilkan suatu struktur akhir yang mempunyai bentuk dan dimensi komponen sesuai dengan gambar rencana. Bekisting dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menahan beban dari beton waktu masih basah, beban- beban akibat pelaksanaan dan getaran dari alat penggetar. Bekisting juga dibuat cukup kuat dan rapat sehingga mampu mencegah kebocoran adukan. segala sumber

LAPORAN PKL

a. Papan bekisting di buat sesuai panjang daerah pengecoran b. Tanah digali sedikit untuk penempatan papan c. Kemudian papannya di pakukan ke patok-patok yang ditanam kedalam tanah sehingga menjadi kesatuan yang kokoh, dan bekisting siap untuk di cor 6. Pemasangan Sambungan Sambungan adalah perlemahan plat beton yang sengaja dibuat agar retak yang timbul pada plat beton baik retak melintang maupun memanjang sesuai dengan yang kita harapkan baik bentuk maupun lokasinya. Sambungan melintang (dowel) dibuat setiap jarak 5 m - 6 m. (rumus pendekatan 24 s/d 25 x T beton) Sambungan memanjang (Tie bar) dibuat maks. 4.5 m. (spek) dan diletakkan tebal pelat 7. Pekerjaan Struktur Badan Jalan Metode kerja yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana untuk tiap

kegiatan didasarkan menurut suatu aturan yaitu spesifikasi teknis dan rencana kerja proyek dayang dibuat oleh Konsultan Perencana.

Spesifikasi teknis dan rencana kerja proyek tersebut memuat syarat dan standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh Kontraktor Pelaksana. Cara pelaksanaan pembuatan beton di lakukan pada lokasi itu sendiri dengan menggunakan ready mix dengan komposisi campuran sesuai yang direncanakan untuk beton K 250. Untuk badan jalan yang dibuat dalam proyek ini adalah beton kaku ( Rigid Pavement ) dengan mutu K-250 dengan tebal pengecoran 15 cm dan lebar jalan 2- 4 meter (sesuai desain).

7.2 Pengecoran Pengecoran beton dilaksanakan pada malam hari agar tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas di sekitar Flyover dan pada cuaca yang baik . Pengecoran tidak boleh dilakukan sebelum pekerjaan acuan dan pekerjaan persiapan yang disebutkan pada spesifikasi ini telah sempurna dikerjakan dan disetujui oleh Direksi

LAPORAN PKL

1) Persiapan Sebelum pengecoran dimulai, semua alat-alat, material dan pekerja-pekerja sudah ditempat seharusnya, dan alat-alat dalam keadaan bersih serta siap dipakai. Permukaan sebelah dalam dari acuan harus sudah dibersihkan dari bahan-bahan kotoran. Acuan yang terbuat dari kayu yang dikuatirkan adanya pengisapan oleh kayu, harus terlebih dahulu dibasahi dengan air hingga jenuh. 2) Pelaksanaan Pengecoran Pengecoran dilakukan segera setelah ready mix berada di lokasi dan sebelum beton mulai mengeras. Penundaan pengecoran dalam hal ini masih diizinkan dalam batas dimana beton masih dapat dikerjakan tanpa penambahan air. Pengecoran dan pengerjaan beton harus di selesaikan dalam waktu 20 menit sesudah keluar dari mesin pengaduk. Adukan beton yang akan dituang ditempatkan sedekat mungkin ke cetakan, dan tinggi jatuhnya tidak melebihi 1 meter. Kemudian permukaan beton diratakan sesegera mungkin untuk menghindari terjadinya pengerasan beton yang tidak diharapkan. Untuk mengecek kedalam beton sehingga sesuai dengan yang di harapkan, dapat dilihat pada garis yang telah dibuat sebelumnya pada papan bekisting bagian tepi untuk memastikan apakah kedalaman beton yang telah dicor tersebut sebelumnya pada papan bekisting bagian tepi untuk memastikan apakah kedalaman beton yang telah dicor tersebut benar 7.3 Pemadatan Proses pemadatan ini dilakukan pada saat pengecoran dengan menggunakan alat penggetar /vibrator. Penggetar tersebut dimasukkan kedalam beton kurang lebih 30 detik dan apabila adukan mulai nampak mengkilap (air semen mulai memisahkan diri dari agregat). Kemudian penggetar tersebut ditarik dan dimasukkan kedalam adukan yang lain . jarak antara pemasukan penggetar tersebut diatur sedemikian rupa sehingga daerah pengaruhnya saling menutupi. Pemadatan ini bertujuan

LAPORAN PKL

untuk mencegah timbulnya rongga-rongga kosong dan sarang-sarang kerikil pada beton. 7.4 Pemberian Alur Pemberian alur pada permukaan beton ini bertujuan untuk memberikan gelombang pada permukaan jalan beton agar tidak licin bagi pengguna jalan ketika melewatinya. Alat yang digunakan bisa berupa kayu yang diberikan alur pada ujungnya ataupun sapu lidi, yang pelaksanaannya dilakukan secara manual setelah beton dalam keadaan setengah mengeras +_ 1 jam setelah pengecoran. 7.5 Perawatan Beton Perawatan dimulai segera setelah pengecoran selesai dilakukan. Beton tersebut di tutupi dengan karung goni dan disirami dengan air secara berkala untuk menjaga kelembabannya dan di hindari terhadap proses pengeringan yang belum saatnya. Terik matahari dan sebagainya bisa menyebabkan permukaan beton menjadi rusak atau retak-retak. Apabila cetakan dan acuan beton tersebut di bongkar pelaksanaannya, maka perawatan beton terus dilakukan dengan cara seperti diatas. 3.5. Pengawasan Pengawasan sangat diperlukan dalam sebuah proyek, untuk menjamin pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor sesuai dengan yang ada dalam spesifikasi teknis yang telah dibuat oleh perencana. Hal yang perlu diperhatikan yaitu : 1. Quality Control dan Quantity Control Merupakan kegiatan-kegiatan agar kualitas dari hasil akhir proyek dapat dicapai dengan maksimal. Kualitas dari hasil proyek dapat di pertanggungkan jawabkan dengan memperhatikan mutu dari kualitas material yang digunakan. Kegiatan kegiatan quality control ini meliputi :

LAPORAN PKL

a. Test pengujian laboratorium b. Pengendalian secara visual dilapangan Untuk menjamin kualitas pekerjaan yang baik sesuai dengan perencanaan maka sangat diperlukan pengawasan yang teliti dan dapat di pertanggung jawabkan serta bila menengahi berbagai masalah hingga tidak merugikan semua hal pihak yang terlibat dalam pelaksanaan suatu pihak. Persyaratan utama untuk melaksanakan suatu jalan adalah mutu atau kualitas dari material yang digunakan sepenuhnya memenuhi persyaratan, khususnya mengenai pemeriksaan mutu bahan yang dipakai, konsultan pengawas selalu memonitor dan mengawasi secara rutin dan continue terhadap

pemeriksa / pengguna bahan material agar terjamin mutu dan kualitas dari produk kerja. Seluruh pengujian baik pengujian awal baik pengujian rutin harus dilaksanakan dibawah pengawasan konsultan dan sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Penyelidikan permulaan akan sumber penyediaan bahan tujuannya adalah untuk menentukan apakah sumber material setempat mempunyai kualitas maupun kuantitas yang cukup dan memenuhi persyaratan sebagai material pembuatan konstruksi jalan, dari hasil pemeriksaan dapat diketahui apakah material yang ada dapat digunakan atau tidak sebagai material dalam pembuatan jalan.

2. Pengendalian Waktu Selain memperhatikan kualitas dan kuantitas pekerjaan, hal penting lainnya adalah menyelesaikan proyek sesuai dengan waktu yang telah disepakati dalam kontrak. Setiap kontraktor yang mendapat kesempatan membuat dan menyelesaikan suatu proyek, terikat pada lamanya waktu untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan yang tertulis dalam kontrak. Jika kontraktor yang bersangkutan melakukan keterlambatan dalam menyelesaikan proyek yang telah menjadi tanggung jawabnya maka kontraktor tersebut dianggap telah melalaikan tugasnya dan akan terkena sanksi sesuai dengan persetujuan atau kontrak kerja

LAPORAN PKL

Apabila hal ini terjadi maka akan menyebabkan kerugian bagi kontraktor. Untuk mengansipasi hal-hal tersebut diatas perlu dibuat rencana kerja / time schedule yang baik. Time schedule berisi item-item pekerjaan yang saling berurutan / bertahap yang meliputi pekerjaanpekerjaan yang ada dalam kontrak yang akan dilaksanakan. Fungsi time schedule antara lain : 1. Sebagai pedoman dan penuntun bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan 2. Sebagai dasar untuk membuat Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Proyek. 3. Sebagai alat kontrol bagi pengawas proyek dalam menilai prestasi kerja Pada proyek ini time schedule yang digunakan yaitu time schedule kurva S. Kurva S adalah perbandingan antara lamanya pekerjaan dengan

bobotnya. Didalam kurva S ini terdapat bermacam-macam pekerjaan dan masing-masing pekerjaan tersebut diuraikan menjadi beberapa satuan

waktu ( mingguan ) dan juga ditentukan waktu permulaan pekerjaan ini harus dipertimbangkan pekerjaan mana yang lebih dulu dikerjakan atau bila mungkin dikerjakan secara bersamaan waktunya. Jika dalam pelaksanaan, grafik pekerjaan berada diatas kurva S (Up Schedule) berarti pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan jika terjadi sebaliknya berarti pekerjaan terlambat dari yang direncanakan (Behind Schedule). 3.6 Administrasi Proyek Kontraktor mendata pekerjaan yang dilaksanakan hari ini dan selanjutnya pengawas dari PU, untuk mengetahui apa yang dikerjakan, berapa volume yang sesuai dengan waktu dan tempat yang ditentukan.

LAPORAN PKL

a. Laporan Harian Isi dari laporan harian meliputi semua kejadian tenaga kerja, material dan alat-alat pekerjaan yang diselenggarakan pemerintah untuk konsultan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan antara lain: 1. Kemungkinan timbulnya konsekuensi 2. Kemungkinan timbulnya keterlambatan penyelesaian pekerjaan 3. Kemungkinan tidak terpenuhinya syarat-syarat teknis Adapun tujuan dari laporan harian ini adalah: 1. Memelihara penilaian yang wajar dan layak 2. Mencegah keterlambatan waktu pelaksanaan 3. Memperbaiki adanya gejala-gejala penyimpangan dan pelanggaran dalam pelaksanaan b. Laporan Mingguan Dari semua kegiatan harian dirangkum dalam satu minggu itulah laporan mingguan. c. Laporan Bulanan Laporan ini memuat tentang persentase kemajuan pelaksanaan selama satu bulan beserta keterangan tentang permasalahan yang timbul juga keputusan yang diambil. Laporan ini diserahkan kepada pemilik proyek yang disertai dengan dokumentasi keadaan proyek selama dikerjakan sebagai lampiran permohonan angsuran pembayaran. Dari kegiatan yang dilakukan dapat dilihat bahwa pekerjaan kumulatif dari awal bulan sampai akhir bulan. Adapun fungsi laporan adalah: 1. Sebagai saran kontrol terhadap kontraktor dalam melakukan

pelaksanaan dan konsultasi dalam melakukan penawaran. 2. Sebagai sarana komunikasi dan dokumentasi 3. Sebagai dasar perhitungan pekerjaan tambah kurang, perpanjangan waktu pelaksanaan, denda dan sebagainya
4. Menilai kebenaran permintaan atau tuntutan ganti rugi

LAPORAN PKL

BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Fungsi Sambungan Sambungan adalah perlemahan plat beton yang sengaja dibuat, agar retak yang timbul pada plat beton baik retak melintang maupun memanjang sesuai dengan yang kita harapkan baik bentuk maupun lokasinya Tujuan utama sambungan ialah untuk memegang beton agar tidak retak (retak beton tidak terbuka), bukan untuk menahan momen ataupun gaya lintang. Sambungan juga tidak akan menambah kekuatan struktur dan tidak membuat ukuran ketebalan pelat beton menjadi lebih tipis Fungsi dari sambungan atau joint adalah mengendalikan atau

mengarahkan retak pelat beton akibat shrinkage (susut) maupun wrapping (lenting) agar teratur baik bentuk maupun lokasinya sesuai yang kita kehendaki (sesuai desain). Dengan terkontrolnya retak tersebut, maka retak akan tepat terjadi pada lokasi yang teratur dimana pada lokasi tersebut telah kita beri tulangan sambungan. 4.2 Macam Macam Sambungan Jenis sambungan dapat dikelompokkan sebagai berikut: a. Sambungan Tanpa Tulangan (Jointed Unreinforced Concrete Pavement) a) Tanpa menggunakan tulangan b) Ukuran pelat mendekati bujur sangkar c) Panjang pelat dibatasi dengan adanya sambungan-sambungan melintang d) Panjang pelat berkisar antara 5 - 6 meter b. Sambungan Dengan Tulangan (Jointed Reinforced Concrete Pavement) a) Menggunakan tulangan b) Ukuran pelat berbentuk empat persegi panjang c) Panjang pelat dibatasi dengan adanya sambungan-sambungan melintang d) Panjang pelat berkisar antara 10 - 30 meter

LAPORAN PKL

c. Sambungan Menerus Dengan Tulangan (Continously Reinforced Concrete Pavement) a. Menggunakan tulangan b. Panjang pelat menerus dan hanya dibatasi oleh adanya sambungansambungan muai melintang c. Panjang pelat lebih besar dari 100 meter d. Sambungan Pratekan / Prategang (Prestressed Concrete Pavement) a) Umumnya dari jenis perkerasan beton menerus b) Tanpa tulangan, hanya menggunakan kabel-kabel pratekan untuk mengurangi pengaruh susut, muai, dan lenting akibat perubahan temperatur dan kelembaban

Gambar 4.1 : Macam macam Sambungan beton semen Sumber : Anas Aly, Perkerasan Beton Semen 2004

LAPORAN PKL

4.3 Jenis Sambungan Jenis sambungan ada dua macam yaitu tulangan sambungan arah melintang dan arah memanjang. Sambungan melintang merupakan sambungan untuk mengakomodir kembang susut ke arah memanjang pelat. Jenis sambungan melintang yaitu: 1. Sambungan Susut (Constraction Joint) 2. Sambungan Muai (Expansion Joint) Sedangkan tulangan sambungan memanjang merupakan sambungan untuk mengakomodir gerakan lenting pelat beton. Jenis Sambungan memanjang ialah: 1. Sambungan Konstruksi (Construction Joint).

Gambar 4.2 : Detail Sambungan Beton Semen Sumber : Anas Aly, Perkerasan Beton Semen 2004

Adapun ciri dan fungsi dari masing masing tulangan sambungan adalah sebagai berikut : 1. Tulangan Sambungan Melintang : a. Tulangan sambungan melintang disebut juga dowel b. Berfungsi sebagai sliding device dan load transfer device. c. Berbentuk polos (maupun profil), bekas potongan rapi dan berukuran besar.

LAPORAN PKL

d. Satu sisi dari tulangan melekat pada pelat beton (dead), sedangkan satu sisi yang lain tidak lekat pada pelat beton (move) e. Dowel berfungsi sebagai penyalur beban pada sambungan yang dipasang dengan separuh panjang terikat dan separuh panjang dilumasi atau dicat untuk memberi kebebasan bergeser. f. Lokasi di tengah tebal pelat dan sejajar dengan sumbu jalan.

Gambar 4.3 : Sambungan susut melintang dengan dowel

2. Tulangan Sambungan Memanjang: a. Tulangan sambungan memanjang disebut juga Tie Bar. b. Berfungsi sebagai unsliding devices dan rotation devices. c. Berbentuk deformed / ulir dan berbentuk kecil. d. Lekat di kedua sisi pelat beton. e. Lokasi di tengah tebal pelat beton dan tegak lurus sumbu jalan. f. Luas tulangan memanjang dihitung dengan rumus seperti pada tulangan melintang.

Gambar 4.4 : Sambungan pelaksanaan memanjang dengan Tie bar.

LAPORAN PKL

4.4 Tujuan Sambungan Sambungan pada perkerasan beton umumnya terdiri dari 3 jenis, yang bertujuan sebagai berikut: a. Sambungan Susut (Constraction Joint) Sambungan susut atau sambungan pada bidang yang diperlemah (dummy) dibuat untuk mengalihkan tegangan tarik akibat: suhu, kelembaban, gesekan sehingga akan mencegah retak. Jika sambungan susut tidak dipasang, maka akan terjadi retak acak pada permukaan beton.

Gambar 4.5 : Konstruksi Sambungan memanjang dan melintang.

b. Sambungan Muai (Expansion Joint) Fungsi utamanya untuk menyiapkan ruang muai pada perkerasan, sehingga mencegah terjadinya tegangan tekan yang akan menyebabkan perkerasan tertekuk.

Gambar 4.6 : Sambungan muai dengan dowel

LAPORAN PKL

c. Sambungan Konstruksi (Construction Joint). Diperlukan untuk kebutuhan konstruksi (berhenti dan mulai

pengecoran). Jarak antara sambungan memanjang disesuaikan dengan lebar alat atau mesin penghampar (paving machine) dan oleh tebal perkerasan

Gambar 4.7 : Sambungan pelaksanaan memanjang dengan lidah alur dan Tie bar