Anda di halaman 1dari 7

BAB VIII.

UTILITAS

Utilitas merupakan segala sesuatu yang diperlukan sebagai penunjang proses produksi yang berupa sarana dan prasarana untuk memperlancar proses produksi dalam suatu pabrik. Adapun sarana dan prasarana yang diperlukan oleh PT Intisari Sejahtera dalam menunjang proses produksi dibagi menjadi beberapa unit penunjang, antara lain sebagai berikut : A. Unit penyediaan air dan pengolahan air (water treatment) Air merupakan salah satu bahan baku penting yang digunakan dalam proses produksi terutama pada industri minuman. Air mentah yang berasal dari sumber air kemudian dilakukan serangkaian perlakuan agar menjadi air baku yang memenuhi syarat air minum (tidak berasa, tidak berwarna, tidak berbau, kesadahan rendah, dan tidak mengandung mikroorganisme, zat kimia dan benda asing). Dimana air yang mentah ini masih mengandung senyawasenyawa dan mikroorganisme yang cukup berbahaya bagi kesehatan, misalnya ion logam, ion-ion Cl, Fe2+ dan lain-lain. Air yang telah melewati proses water treatment dapat digunakan untuk proses produksi, sanitasi, toilet, kantin dan untuk air minum. PT Intisari Sejahtera menggunakan air yang bersumber dari air tanah dalam (kedalaman 150 m) yang diambil dari area sekitar pabrik. Air tanah dalam yang berasal dari kawasan dipompa menuju bak penampung pabrik, kemudian air dari bak penampung diproses menggunakan serangkaian proses water treatment hingga memenuhi persyaratan air minum (air baku) dan dialirkan melalui pipa-pipa air sesuai dengan kebutuhan pabrik. Penggunaan air di PT Intisari Sejahtera terbagi menjadi: 1. Air Proses Air proses merupakan air yang digunakan untuk keperluan proses produksi. Air yang digunakan untuk proses terlebih dahulu dikontrol tingkat kesadahan, angka E. coli, bau, dan warna yang mengacu pada standar air minum karena air proses digunakan untuk bahan baku, pembuatan larutan gula dan untuk memasok air pada boiler. Air proses sebelumnya telah

melewati proses water treatment terlebih dahulu untuk menjaga keamanan proses serta menghindari terjadinya kerak, korosi dan penyumbatan pada saluran pipa boiler. Proses water treatment yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Penyaringan Awal dan Sedimentasi Tujuan dari proses penyaringan awal dan sedimentasi adalah untuk menghilangkan benda-benda tersuspensi dengan ukuran yang berbedabeda. Cara penghilangan benda-benda tersuspensi dilakukan dengan dua tahap, yaitu : tahap pertama adalah memisahkan padatan-padatan berukuran besar dengan menggunakan saringan kasar dan halus. Selanjutnya, tahap kedua dengan mengumpulkan partikel-partikel yang belum terendapkan dengan bantuan koagulan. Bahan-bahan yang biasanya digunakan sebagai koagulan antara lain alumunium sulfat, ferro sulfat, ferri klorida dan ferri sulfat. b. Pembubuhan Kaporit/ Khlorine Fungsi pembubuhan kaporit adalah untuk mengoksidasi zat besi atau mangan yang ada di dalam air, serta untuk membunuh kuman atau bakteri E. coli. Fungsi klorin dalam penanganan air tidak hanya untuk desinfeksi, tetapi juga sebagai kontrol terhadap ganggang yang hidup dalam reservoir dan kontrol terhadap pertumbuhan bakteri pembentuk lendir pengikat besi. c. Saringan Pasir dan Saringan Mangan Zeolit Dari tangki reaktor air dialirkan ke saringan pasir cepat untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan yang terbentuk di dalam tangki reaktor. Setelah disaring dengan saringan pasir, air dialirkan ke filter mangan zeolit. Filter mangan zeolit berfungsi untuk menghilangkan zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit. Mangan zeolit berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan besi dan mangan yang ada dalam air teroksidasi menjadi bentuk ferri-oksida dan mengandioksida yang tak larut air yang dapat dipisahkan dengan pengendapan dan penyaringan.

d. Saringan Karbon Aktif Dari filter mangan zeolit air selanjutnya dialirkan ke filter karbon aktif. Filter karbon aktif berfungsi untuk menghilangkan polutan mikro misalnya zat organik, bau, senyawa phenol serta untuk menyerap logam berat dan lain-lain. Pada saringan arang aktif terjadi proses adsorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif. Apabila seluruh permukaan arang aktif sudah jenuh, atau sudah tidak mampu lagi menyerap maka proses penyerapan akan berhenti dan arang aktif harus diganti dengan arang aktif yang baru. e. Penghilangan kesadahan dengan proses pertukaran ion Apabila air baku tingkat kesadahannya masih tinggi, maka diperlukan peralatan tambahan dengan fungsi sebagai pertukaran ion (Ion Exchange). Pada proses pertukaran ion, kalsium dan magnesium ditukar dengan sodium. Proses pertukaran berlangsung dengan cara melewatkan air sadah ke dalam unggun butiran yang terbuat dari bahan yang mempunyai kemampuan menukar ion. Bahan penukar ion yang digunakan adalah resin penukar ion. Untuk proses penghilangan kesadahan atau pelunakan, resin yang digunakan adalah resin penukar kation yang mengandung sodium, dimana ion Na pada resin ditukar dengan ion Ca dan Mg, sehingga resin tersebut dikatakan telah jenuh dan perlu diregenerasi. f. Cartridge Filter Setelah disaring melalui filter penukar ion (softener), air dialirkan melalui filter catridge untuk menghilangkan kekeruhan yang mungkin masih tersisa. Filter catridge dapat menyaring padatan atau kekeruhan sampai ukuran 5 mikron. g. Sterilisator Ultra Violet Selanjutnya air dialirkan ke sterilisator ultra violet agar seluruh bakteri atau mikroorganisme yang ada di dalam air dapat dibunuh secara sempurna. Air yang keluar dari sterilsator ultra violet merupakan air hasil

olahan yang dapat langsung digunakan. Gambaran lengkap proses water treatment dapat dilihat pada Gambar 8.1.

Gambar 8.1 Skema Water Treatment 2. Air Domestik Air domestik merupakan air yang digunakan untuk keperluan non proses, seperti air humidifier (pengatur RH ruangan), sanitasi ruangan dan alat proses (pencucian alat dan ruangan), wastafel (sanitasi pekerja), maupun pencucian kendaraan pengangkut. Air domestik diambil dari tangki penampung air yang sudah melalui water treatment tetapi tidak melalui proses demineralisasi. Air tersebut disalurkan melalui pipa-pipa sesuai dengan kebutuhannya.

B. Pengadaan Tenaga Listrik Listrik merupakan salah satu prasarana yang dibutuhkan oleh industri untuk mengoperasikan alat dan mesin proses produksi, serta untuk mengoperasikan alat-alat kantor dan penerangan lokasi pabrik guna mendukung proses produksi agar dapat berjalan dengan lancar. Dalam

memenuhi kebutuhan listrik, PT Intisari Sejahtera menggunakan 2 sumber listrik yaitu dari PLN dan mesin generator. a. PLN Total energi listrik yang dibutuhkan oleh PT Intisari Sejahtera adalah sebesar 89646,22 KW per bulan. Untuk memenuhi kebutuhan listrik, PT Intisari Sejahtera menggunakan jasa layanan listrik dari PLN. Oleh sebab itu, rencananya perusahaan akan membangun sebuah gardu induk di wilayah sekitar pabrik untuk mengelola kebutuhan listrik perusahaan. b. Generator Selain dari PLN, perusahaan rencananya juga akan menyediakan 2 unit generator dengan daya output sebesar 1000 KW/unitnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik sebesar 3.585,8488 KW/hari. Penyediaan generator bertujuan untuk tetap menjaga kestabilan pasokan listrik ketika terjadi pemadaman listrik atau adanya gangguan pasokan listrik dari PLN sehingga proses produksi tetap berjalan dengan lancar. Generator yang digunakan adalah generator diesel yang menggunakan bahan bakar solar dalam produksi energi listriknya.

C. Penyediaan Bahan Bakar dan Pelumas Dalam mendukung jalannya proses produksi PT Intisari Sejahtera menggunakan beberapa beberapa jenis bahan bakar, antara lain : 1. Solar Bahan bakar solar digunakan pada mesin generator untuk

menghasilkan energi listrik dan sebagai bahan bakar alat-alat pengangkut seperti mobil forklift dan truk-truk perusahaan. Bahan bakar solar yang dibutuhkan oleh PT Intisari Sejahtera sebesar 5000 liter/bulan yang diperoleh dari PT Pertamina. 2. Oli Oli digunakan sebagai pelumas alat dan mesin-mesin produksi seperti pada mesin-mesin yang menggunakan penggerak dan pada mesin generator. Penggunaan oli sangat penting terutama dalam menjaga perfomance dan

kondisi mesin sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Penggunaan oli di PT Intisari Sejahtera sebesar 100 liter/bulan. 3. Gas Bahan bakar LPG digunakan sebagai bahan bakar kompos gas yang terdapat di bagian pentry (kantor) dan mesin las pada bagian teknisi. Meskipun tidak dibutuhkan dalam jumlah yang cukup besar tetapi LPG menjadi salah satu prasarana yang dibutuhkan oleh perusahaan. LPG yang dibutuhkan PT Intisari Sejahtera sebesar 90 kg/bulan yang berasal dari PT Pertamina. 4. Batu Bara Batu bara merupakan bahan bakar padat yang dapat menghasilkan panas. Panas yang dihasilkan oleh batu bara digunakan untuk pemanasan air yang dapat menghasilkan uap/ steam. Batu bara digunakan untuk pemanasan air secara kontinyu pada mesin boiler yang digunakan sebagai alat penyedia uap/ steam. Kebutuhan bahan bakar batu bara di PT Intisari Sejahtera sebesar 1500 kg/bulan untuk pengadaan steam.

D. Penyediaan Steam Penyediaan kebutuhan steam atau uap panas pada PT Intisari Sejahtera diperoleh dari mesin boiler. Mesin boiler akan menghasilkan uap yang nantinya akan digunakan untuk memanaskan campuran sari jahe sereh dan digunakan untuk proses mensterilkan kemasan PET. Boiler yang digunakan memiliki diameter 2100 mm, lebar 1100 mm dan 2000 mm dengan kapasitas 1,5 ton/jam. Boiler adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam pada tekanan tertentu kemudian digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Jika air dididihkan sampai menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitar 1.600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga boiler merupakan peralatan yang harus

dikelola dan dijaga dengan sangat baik (United Nations Environment Programme, 2006). Sistem boiler terdiri dari : sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar. a. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam.Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan. b. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. c. Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem. Air yang disuplai ke boiler untuk dirubah menjadi steam disebut air umpan. Dua sumber air umpan adalah: (1) Kondensat atau steam yang mengembun yang kembali dari proses. (2) Air makeup (air baku yang sudah diolah) yang harus diumpankan dari luar ruang boiler dan plant proses. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan menggunakan limbah panas pada gas buang. Pada unit boiler juga dilengkapi dengan alat cooling tower sebagai tempat untuk melepaskan panas uap bekas dan mengubah uap menjadi air untuk mengisi ketel uap sehingga dapat menghemat penggunaan air.