Anda di halaman 1dari 5

www.afretnobel.blogspot.

com

BAB I KADAR AIR

A. Maksud Maksud percobaan adalah untuk memeriksa kadar air suatu contoh tanah. Kadar air tanah adalah perbandingan antara berat air yang terkandung dalam tanah dan berat kering tanah, dinyatakan dalam persen.

B. Alat Peralatan yang digunakan dalam pengujian kadar air adalah sebagai berikut: 1. Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk memanasi sampai (110 5)D C,

2. Cawan kedap udara dan tidak berkarat, 3. Neraca dengan ketelitian: a. 0,01 gram untuk berat kurang dari 100 gram, b. 0,10 gram untuk berat kurang dari 100 -1000 gram, c. 1,00 gram untuk berat lebih dari 1000 gram, dan 4. Desikator.

C. Benda Uji Jumlah benda uji yang dibutuhkan tergantung pada ukuran butir maksimum dari contoh yang diperiksa dengan ketelitian pada tabel 1.1 Tabel 1.1 Jumlah Benda Uji Ukuran butir maksimum Jumlah benda uji maksimum " lewat saringan no. 10 lewat saringan no. 40 1000 gram 100 gram 10 gram 1 gram 0,1 gram 0,01 gram Ketelitian

(sumber : Panduan Praktikum Mekanika Tanah)

www.LaporanTeknikSipil.wordpress.com

www.afretnobel.blogspot.com

D. Pelaksanaan Langkah-langkah percobaan kadar air sebagai berkut: 1. Membersihkan dan mengeringkan cawan timbang, kemudian menimbang dan mencatat beratnya (W1), 2. Memasukan contoh tanah ke dalam cawan timbang, kemudian bersama tutupnya ditimbang (W2), 3. Dalam keadaan terbuka cawan bersama tanah dimasukkan dalam oven (105-110
0

C)

selama

16-24

jam,

menyertakan

tutup

cawan, jangan sampai tertukar dengan cawan lain, 4. Cawan dengan tanah kering diambil dari oven, didinginkan dengan desikator, kemudian ditutup, dan 5. Cawan tertutup dengan tanah kering ditimbang (W3). E. Hasil Pengamatan 1. Tanah Undistrub a. No. Cawan Timbang 1 Berat cawan kosong Berat cawan + tanah basah Berat cawan + tanah kering b. No. Cawan timbang 2 Berat cawan kosong Berat cawan + tanah basah Berat cawan + tanah kering 2. Tanah Distrub a. No. Cawan Timbang 1 Berat cawan kosong Berat cawan + tanah basah Berat cawan + tanah kering b. No. Cawan timbang 2 Berat cawan kosong Berat cawan + tanah basah Berat cawan + tanah kering (W1) (W2) (W3) : : : 18,20 gram 86,58 gram 79,67 gram (W1) (W2) (W3) : : : 18,20 gram 73,97 gram 68,31 gram (W1) (W2) (W3) : : : 18,26 gram 32,00 gram 29,16 gram (W1) (W2) : : 19,33 gram 32,15 gram 27,80 gram

( W3 ) :

F. Perhitungan Rumus perhitungan kadar air menggunakan (1.1) yaitu sebagai berikut:

www.LaporanTeknikSipil.wordpress.com

www.afretnobel.blogspot.com

w2 w3 = 1w Keterangan : w1 w2 w3 : Kadar air : Berat cawan kosong : Berat cawan + tanah basah : Berat cawan + tanah kering (%) (gram) (gram) (gram) 3w x100% .......................................................(1.1)

Hasil perhitungan dari hasil pengamatan kadar air: 1. Tanah Undistrub a. No. cawan timbang 1 Berat air Berat tanah kering Kadar air = = W2 W3 = 4,35 gram = 8,47 gram

= W3 W1 W2 3 W x 3 W %100 =
1

51,36 %

b. No. cawan timbang 2

Berat air Berat tanah kering Kadar air

:= W2 W3

2,84 gram = 10,90 gram

= W3 W1 = W2 3 W x 3 W %100 =
1

26,05 %

W = 38,705 %

Kadar air rata rata 2. Tanah Distrub a. No. Cawan timbang 3 Berat air Berat tanah kering Kadar air = = W2 W3 = W3 W1

5,66 gram = 50,11 gram 11,29 %

W2 3 W x 3 W %100 =
1

b. No. cawan timbang 4

Berat air Berat tanah kering Kadar air

:= W2 W3 = W3 W1 =

6,91 gram = 61,47 gram

W2 3 W x 3 W %100 =
1

11,24 %

W = 11,265 %

Kadar air rata rata

G. Pembahasan Kadar air tanah adalah perbandingan berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah, dinyatakan dalam persen.Penentuan kadar air tanah pada dasarnya membandingkan antara

www.LaporanTeknikSipil.wordpress.com

www.afretnobel.blogspot.com

jumlah air yang terkandung di dalam tanah dengan berat butir tanah yang dioven pada suhu 105C - 110C. Pada percobaan ini digunakan 2 jenis tanah yaitu tanah disturb dan undisturb. Tanah disturb adalah tanah yang pernah terusik atau digunakan oleh manusia, sedangkan tanah undisturb adalah tanah yang masih asli atau belum pernah terusik. Air biasanya tidak banyak mempengaruhi kelakuan tanah

nonkohesif. Sebagai contoh, kuat geser tanah pasir mendekati sama pada kondisi kering maupun jenuh air. Tetapi, jika air berada pada lapisan pasir yang tidak padat, beban dinamis seperti gempa bumi dan getaran lainnya sangat mempengaruhi kuat gesernya. Sebaliknya, tanah butiran halus khususnya tanah lempung akan banyak dipengaruhi air. Karena tanah berbutir halus, luas spesifik menjadi lebih besar, variasi kadar air akan mempengaruhi plastisitas tanahnya. (sumber: Hary Christady H, Mekanika Tanah I). Catatan : 1.a. Bila diragukan bahwa setelah 24 jam tanah mungkin belum kering, pengeringan dalam oven dilanjutkan beberapa jam dan pada penimbangan 2 kali yang berurutan harus beratnya tidak berkurang lagi (maksimum selisih 0,1 %), b. Untuk tanah yang mudah seperti tanah yang mengandung bahan organik atau 2. mengandung gips, digunakan temperatur oven sekitar 60- 80 0 C), Untuk masing- masing contoh tanah harus dipakai cawan yang diberi tanda jangan sampai tertukar, 3. Untuk tiap benda uji dipakai 2 cawan, sehingga kadar air dapat diambil rata-rata dan 4. Agar pengeringan dapat berjalan sempurna, maka susunan benda uji didalam oven harus diatur sehingga pengeringan tidak terganggu, serta saluran udara harus dibuka.

H. Kesimpulan Hasil dari perhitungan didapat parameter sebagai berikut: a. Kadar air tanah distrub adalah : 11.265 %

b. Kadar air tanah undistrub adalah : 38, 705 %

www.LaporanTeknikSipil.wordpress.com