Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

Sebagaimana diketahui, informasi merupakan hal sangat penting.Informasi pun dapat di peroleh dimana saja terlebih di zaman modern sekarang.Tapi seperti yang kita ketehui media cetak adalah salah satu sumber informasi yang minati oleh orangorang yang memiliki waktu luang di rumah. Media cetak di Indonesia memiliki cara masing-masing dalam mencetak suatu informasi untuk menarik pembacanya.Sekarang telah sangat banyak media cetak yang menampilkan variasi berbeda untuk menarik pembacanya,ada media cetak berskala nasional yang menyampaikan berita nasional dan ada juga yang berskala daerah yang hanya menyampaikan berita di daerah tertentu. Sebagai pembaca media cetak , pasti banyak pembaca yang menganalisis penyampaian bahasa di media cetak tersebut. Namun, pada harian umum daerah menengah kebawah, suntingan dan format berita yang disajikan juga masih berada dibawah kesempurnaan dan keselarasan dalam penyampaian berita. Inilah yang membedakan media cetak berskala nasional dengan media cetak daerah yang mengutamakan estetika serta seni penyampaian berita dan informasi. Paling tidak, kehadiran editor yang profesional dan memiliki ketelitian lebih, tidak begitu diperlukan dalam redaksi pemberitaan di media cetak daerah, terutama untuk pembaca kalangan menengah kebawah. Kembali ke media cetak yang akan dianalisis , saya akan menganalisis headline dari media cetak berskala daerah yaitu koran Radar Bandung.Radar bandung adalah media cetak dari Bandung yang menyajikan informasi-informasi tentang Jawa Barat.Saya merasa masih banyak kesalahan penyampaian bahasa di media cetak ini sehingga saya akan menganalisis media cetak Radar Bandung.

BAB II ANALISIS
Radar Bandung merupakan anak perusahaan dari JAWA POS Berdiri tanggal 11 April 2003, Radar Bandung menjadi perluasan perusahaan pers Jawa Pos di pulau Jawa bagian barat. Tentu saja, pembaca yang sudah terbiasa dengan koran dengan format berita dan penulisannya yang tepat, akan menghindari bacaan bacaan dari harian umum menengah bawah. Begitu juga sebaliknya, bagi pembaca yang menghabiskan waktu dengan kerja di luar ruangan, membaca harian umum dengan sudut pandang dan penyampaian bahasa yang berat, justru membuat pembaca terbebani untuk memahami dan mencerna isi berita karena pemaparan bahasa yang terlalu berlebihan. Analisis dari media cetak Radar Bandung akan di fokuskan di headline berita yaitu Cipularang di buka setengah jalan.

2.1 DIKSI
Diksi, atau kata, merupakan ciri paling mendasar untuk menganalisis sebuah

pemberitaan yang tersaji di media cetak, khusunya surat kabar. Umumnya, surat kabar berskala daerah atau regional, diksi yang digunakan lebih terfokus untuk menarik minat pembaca melihat isi pemberitaan yang ada di surat kabar. Hal ini sangat berbeda dengan surat kabar skala nasional yang terfokus untuk memberitakan suatu kronologi.

2.1.1 Denotatif dan Konotatif Pada umumnya di surat kabar Radar Bandung menggunakan struktur denotatif , di surat kabar Radar Bandung struktur konotatif hampir tidak ada.Pada headline surat kabar 2

Radar Bandung yang berjudul Cipularang di buka setengah jalan akan sangan terlihat jelas kalimat denotatif di paragraf ke dua kalimat pertama yaitu pembukaan akses jalan tersebut setelah di pastikan material yang menutupi badan jalan berhasil di bersihkan.

2.1.2 Kata umum dan Kata Khusus Penggunaan kata khusus dan kata umum di headline surat kabar Radar Bandung yang berjudul Cipularang di buka setengah jalan sangat terlihat jelas.Kata umum yang ada di berita tersebut adalah Kemacetan .Sementara kata khusus dari kata Kemacetan adalah padat dan ramai.

2.1.3 Kata konkret dan abstrak Pada hedline berita di surat kabar Radar Bandung yang berjudul Cipularang dibuka setengah jalan bisa di temukan kata konkret.Misalnya Kata Yayan, dalam kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa padahal saat itu arus kendaraan cukup padat kalimat tersebut adalah kalimat konkret yang dimana dapat di amati secara langsung kebenarannya. Sedangkan untuk kata abstrak sama sekali tidak bisa temukan di berita ini.

2.1.4 Kata Serapan

Kata Serapan pada berita utama ini bisa di temukan pada paragraf ke dua kalimat pertama yaitu kata material yang sebagai kata ganti tanah longsoran di kalimat Pembukaan akses jalan tersebut setelah di pastikan material yang menutupi badan jalan berhasil dibersihkan.

2.2 KALIMAT
Kalimat dalam penyampaian berita di media cetak surat kabar yang skala nasional dan skala daerah memang berbeda.Tidak semua surat kabar dapat memenuhi kriteria kalimat yang benar.Banyak surat kabar daerah yang menggunakan kalimat yang bisa membuat pembaca salah persepsi dan mendapatkan kritikan yang pedas.

2.2.1 Kesepedanan struktur Di dalam berita yang saya baca saya dapan di temukan kalimat kesepadanan struktur yaitu Bukit wangusari yang letaknya persis di sebrang perkampungan warga , mengakibatkan bukit mengalami longsor sepanjang 100 meter, suara longsoran sangat keras sekali, saya kira ada kecelakaan beruntun di jalan tol, ucap warga sekitar di lokasi kejadian.

2.2.2 Keparaleran bentuk Di dalam berita yang saya baca yaitu headline dari surat kabar Radar Bandung yang berjudul Cipularang dibuka setengah jalan saya tidak menemukan kalimat keparaleran bentuk.

2.2.3 Ketegasan Makna Ketegasan makna di surat kabar Radar Bandung yang berjudul Cipularang dibuka setengah jalan bisa di temukan di paragraf lima kalimat pertama yaitu Sebelumnya, potensi longsor besar bisa menimpa tol tersebut mungkin saja bisa terjadi mengingat di tempat tersebut sering terjadi longsor .

2.2.4 Kehematan Kata Salah satu unsur kalimat masuk kedalam kriteria kalimat efektif, syarat yang paling penting ialah Kehematan Kata. Tentu ini sangat berfungsi untuk mengurangi tingkat kebosanan dan mengantisipasi kekeliruan dalam memahami isi berita.Namun di berita yang saya baca sama sekali tidak di temukan Kehematan Kata.

2.2.5 Penalaran Di berita yang saya baca bisa di temukan kalimat penalaran yaitu Kami kerahkan 3 alat berat guna meratakan tanah, di bantu dengan puluhan truk untuk menyingkirkan tanah agar tak mengganggu pengguna tol Cipularang .

2.2.6 Kepaduan gagasan Di dalam headline surat kabar Radar Bandung yang berjudul Cipularang dibuka setengah jalan , kepaduan gagasannya sangat baik dan tidak bertele-tele.

2.2.7 Kelogisan Bahasa Kelogisan bahasa yang saya temukan di berita yang saya baca adalah Tiga ruas jalan yang awalnya tertutup tanah , kini sudah bersih total.

2.3 PARAGRAF

2.3.1 Kepaduan Paragraf Ada beberapa unsur di kepaduan paragraf yaitu : i.Kata Kunci Di berita yang saya baca kata kunci yang saya temukan adalah : 5

- Evakuasi - Kemacetan - Membuang

ii.Kata Ganti Di berita yang saya baca kata ganti yang saya temukan adalah kata tersebut yang di gunakan sebagai kata ganti dari kata Tol purbaleunyi.

iii.Kata Imbuhan Di dalam berita yang saya baca kita bisa mendapatkan banyak kata imbuhan di antaranya adalah : - Ditemui - Dipastikan - Menutupi - Dibersihkan - Dilakukan - Membawa - Mengatakan - Mengakibatkan - Kemacetan - Dll

iiii.Kata Dasar Di dalam berita yang saya baca kata dasar yang saya temukan adalah : - Cukup - Padat 6

- Besar - Tempat - Sempat - Tanah

2.3.2 Teknik Pemaparan Teknik Pemaran bermacam-macam , ada deskriptif , ekspositoris , argumentatif dan naratif. Setelah saya membaca berita yang berjudul Cipularang dibuka setengah Jalan saya dapat menyimpulkan bahwa berita tersebut bersifat EKSPOSITORIS.

BAB III KESIMPULAN DAN PENUTUP

KESIMPULAN Setelah saya membaca dan memahami headline dari surat kabar Radar Bandung yang berjudul Cipularang dibuka setengah jalan , menurut saya penggunaan bahasa di berita ini cukup bagus dang tidak banyak kesalahan-kesalahan yang ada di berita ini sehingga pembaca dapat mengerti makna dan isi dari berita ini.

PENUTUP Demikianlah saya menganalisis bahasa di headline surat kabar Radar Bandung yang berjudul Cipularang dibuka setengah jalan dalam bentuk makalah.Tentunya masih banyak kekukarangan di makalah ini dan harap di maklumi.