Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Bencana yang tidak habis-habisnya, baik oleh karena manusia maupun karena kejadian alam merupakan sumber stressor yang berat yang data mengakibatkan terjadinya berbagai masalah kesehatan jiwa masyarakat, baik yang ringan sampai yang berat. Masalah kesehatan jiwa yang ringan berupa masalah psikososial seperti kecemasan, psikosomatis dapat terjadi pada orang yang mengalami bencana. Bahkan keadaan yang lebih berat seperti depresi dan psikosis dapat terjadi jika orang yang mengalami masalah psikososial tidak ditangani dengan baik (Keliat dkk, 200 !. Biasanya harga diri sangat rentan terganggu pada saat remaja dan usia lanjut. "ari hasil riset ditemukan bahwa masalah kesehatan #isik mengakibatkan harga diri rendah. $arga diri tinggi terkait dengam ansietas yang rendah, e#ekti# dalam kelompok dan diterima oleh orang lain. %edangkan harga diri rendah terkait dengan hubungan interpersonal yang buruk dan resiko terjadi harga diri rendah (&usniati 200'!. (angguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negati# terhadap diri sendiri termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. $arga diri rendah dapat terjadi secara situasional (trauma! atau kronis (negati# sel# e)aluasi yang telah berlangsung lama!. "an dapat di ekspresikan secara langsung atau tidak langsung (nyata atau tidak nyata!. Konsep diri sangat erat kaitannya dengan diri indi)idu. Kehidupan yang sehat, baik #isik maupun psikologi salah satunya di dukung oleh konsep diri yang baik dan stabil. Konsep diri adalah hal-hal yang berkaitan dengan ide, pikiran, kepercayaan serta keyakinan yang diketahui dan dipahami oleh indi)idu tentang dirinya. $al ini akan mempengaruhi kemampuan indi)idu dalam membina hubungan interpersonal. Meskipun konsep diri tidak langsung ada, begitu indi)idu di lahirkan, tetapi secara bertahap seiring dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan indi)idu, konsep diri akan terbentuk karena pengaruh ligkungannya. selain itu konsep diri juga akan di pelajari oleh indi)idu melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain termasuk berbagai stressor yang dilalui indi)idu tersebut. $al ini akan membentuk persepsi indi)idu terhadap dirinya sendiri dan penilaian persepsinya terhadap pengalaman akan situasi tertentu. (ambaran penilaian tentang konsep diri dapat di ketahui melalui

rentang respon dari adapti# sampai dengan maladapti#. Konsep diri itu sendiri terdiri dari beberapa bagian, yaitu* gambaran diri (body +mage!, ideal diri, harga diri, peran dan identitas (&usniati, 200'!. ,enanganan kesehatan jiwa secara cepat dan tepat memungkinkan hasil yang baik. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa pemulihan normal (2- .! dan kemandirian (2-.! akan mencapai jka pasien gangguan jiwa ditangani dengan benar. "engan #akta seperti ini, bahkan produkti)itas pasien gangguan jiwa masih dapat diharapkan. "irektorat Kesehatan /iwa Masyarakat ( 200-! dilanjutkan "irektorat Bina Kesehatan /iwa (2000! "epartemen Kesehatan &epublik +ndonesia menetapkan tatanan pelayanan kesehatan jiwa tersebut dalam bentuk piramida. ,iramida pelayanan kesehatan tersebut menjabarkan, pelayanan kesehatan bersi#at berkesinambungan darai komunitas ke rumah sakit dan sebaliknya.,elayanan kesehatan jiwa dimulai di masyarakat dalam bentuk pelayanan mandiri oleh pasien dan keluarganya. ,elayanan lanjutan berikutnya adalah puskesmas, rumah sakit umum, dan yang paling tinggi adalah pelayanan di rumah sakit jiwa sebagai pelayanan rujukan tertinggi untuk kesehatan jiwa (Keliat dkk, 200 !. 1paya mewujudkan kesinambungan pelayanan kesehatan jiwa telah dimulai di +ndonesia yaitu di 23", dan 2ias daerah yang terkena dampak gempa dan tsunami pada tahun 2004 yang lalu. Benruk pelayanan yang diterapkan adalah pelayanan kesehatan jiwa komunitas (Community Mental Health Nursing/ 5M$2). ,elayanan kesehatan jiwa komunitas diberikan oleh perawat puskesmas yang mendapat pelatihan B5-5M$2 (Basic Course of Community Mental Health Nursing. "engan keberhasilan program 5M$2, pasien yang tidak tertangani di masyarakat diharapkan akan irujik ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik an spesialistik. 6atanan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat telah dikembangkan dengan baik (Keliat dkk, 200 !. B. Rumusan Masalah "ari latar belakang yang telah di jabarkan di atas, maka terdapat banyak masalah yang muncul terutama dalam perawatan pasien gangguan jiwa dengan harga diri rendah. "alam hali ini klien merasa harga dirinya hilang, merasa kecewa, adanya kegagalan dan ketidak berdayaan.

C. Tujuan 6ujuan penulisan ini dibedakan menjadi dua yaitu * a. 6ujuan 1mum 7. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa sebagai suatu milik masyarakat yang berharga. 2. Membantu masyarakat agar mampu memprakarsai atau berupaya dalam kegiatan kesehatan jiwa baik secara perorangan maupun berkelompok. 8. Meningkatkan penggunaan sarana pelayanan kesehatan jiwa yang tersedia. b. 6ujuan Khusus 7. Meningkatkan pengetahuan klien tentang berbagai gangguan dan penyakit jiwa dalam klien. 2. Mendorong partisipasi akti# klien dalam perencanaan dan pelaksanaan program kesehatan jiwa. 8. Menciptakan nilai dan norma sosial yang menunjang upaya untuk meningkatkan kondisi dan kegiatan kesehatan jiwa. D. Manfaat 7. Man#aat 6eoritis "iharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah bagi wahana perkembangan ilmu keperawatan khususnya keperawatan komunitas terutama jiwa di masyarakat yang berhubungan gangguan jiwa dengan harga diri rendah 2. Man#aat ,raktis "iharapkan dapat menambah pengetahuan bagi masyarakat dan pendidik mengenai #aktor#aktor yang mempengaruhi gangguan jiwa dengan harga diri rendah.

BAB II TINJAUAN TE RI A. Pengert!an Harga D!r! Ren"ah $arga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan renah diri yang berkepanjangan akibat e)aluasi negari# terhadap diri sendiri dan kemampuan diri (Keliat dkk, 200 !. $arga diri juga dapat dide#inisikan sebagai kondisi menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak dapat bertanggungjawab pada kehidupannya sendiri. B. Tan"a "an #ejala Harga D!r! Ren"ah 6anda dan gejala dari harga diri antara lain* 7. Mengkritik diri sendiri. 2. ,erasaan tidak mampu. 8. ,andangan hidup yang pesimis 4. ,enurunan produkti)itas. -. ,enolakan terhadap kemampuan diri. %elain tanda dan gejala tersebut, pada pasien dengan harga diri rendah dapat diamati dari penampilan seseorang tampak kurang memperhatikan perawatan diri, berpakaian tidak rapi, selera makan menurun, tidak berani menatap lawan bicara, lebih banyak menunduk, dan bicara lambat dengan nada suara lemah. C. D!agn$sa %e&era'atan Berdasarkan tanda dan gejala yang didapat melalui obser)asi, wawancara atau pemeriksaan #isik bahkan melalui sumber sekunder, maka dapat dirumuskan diagnosa keperawatan gangguan konsep diri* harga diri rendah. D. T!n"akan %e&era'atan %etelah menegakan diagnosa keperawatan, beberapa tindakan keperawatan yang dapat di lakukan baik pada pasien dan keluarganya antara lain sebagai berikut* 7. 6indakan keperawatan pada pasien a. 6ujuan keperawatan

7! ,asien dapat mengidenti#ikasi kemampuan dan aspek positi# yang dimiliki. 2! ,asien dapat menilai kemempuan yang dapat dilakukan. 8! ,asien dapat memilih kegiatan sesuai dengan kemampuan. 4! ,asien dapat melatih kegiatan yang dipilih sesuai dengan kemampuan. -! ,asien dapat melakukan kegiatan yang sudah dilatih sesuai jadwal. b. 6indakan keperawatan 7! +denti#ikasi kemampuan dan aspek positi# yang masih dimiliki pasien. 1ntik membantu pasien mengungkapkan kemampuan dan aspek positi# yang masih dimilikinya, dengan melakukan hal-hal berikut ini* a! "iskusikan tentang sejumlah kemampuan dan aspek positi# yang dimiliki pasien seperti kegiatan pasien di rumah sakit, dan di rumah, adanya keluarga dan lingkungan terdekat pasien. b! Beri pujian yang realistic dan hindarkan penilaian yang negati# 2! Bantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan dengan cara-cara berikut* a! "iskusikan dengan pasien mengenai kemampuannya yang masih dapat dilakukan saat ini. b! Bantu pasien menyebutkannya dan beri penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan pasien. c! ,erlihatkan respon yang kondusi# dan upayakan menjadi pendengar yang akti#. 8! a! Membantu pasien untuk memilih atau menetapkan kemempuan yang akan dilatih. 6indakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut* "iskusikan dengan pasien kegiatan yang akan diplih sebagai kegiatan yang akan pasien lakukan sehari-hari. b! Bantu pasien untuk memilih kegiatan yang dapat pasien lakukan dengan mandiri atau dengan bantuan minimal. 4! 9atih kemampuan yang dipilih pasien dengan cara berikut* a! "iskusikan dengan pasien langkah-langkah pelaksanaan keiatan. b! Bersama pasien, peragakan kegiatan yang di tetapkan.

c! Berikan dukungan dan pujian pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan pasien. -! Bantu pasien menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih. a! Beri kesempatan kepada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatih. b! Beri pujian atas kegiatan yang dapat dilakukan pasien setiap hari. c! 6ingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi dan perubahan setiap kegiatan. d! %usun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang telah dilatih. e! Berikan pasien kesempatan mengungkapkan perasaannya setelah pelaksanaan kegiatan. 2. 6indakan keperawatan pada keluarga a. 6ujuan keperawatan 7! Keluarga dapat membantu pasien mengidenti#ikasi kemampuan yang dimiliki pasien 2! Keluarga dapat mem#asilitasi pelaksanaan kemampuan yang masih dimiliki pasien. 8! Keluarga dapat memoti)asi pasien untuk melaksanakan kegiatan yang sudah dilatih dan memberikan pujian atas keberhasilan pasien. 4! Keluarga mampu menilai perkembangan perubahan kemampuan pasien. b. 6indakan keperawatan 7! "iskusikan masalah yang dihadapi keluarga dalam merawat pasien. 2! /elaskan kepada keluarga tentang harga diri rendah yang dialami pasien 8! "iskusikan dengan keluarga mengenai kemampuan yang imiliki pasien dan puji pasien atas kemampuannya. 4! /elaskan cara-cara merawat pasien harga diri rendah. -! "emonstrasikan cara merawat pasien harga diri rendah. 0! Beri kesempatan kepada keluarga untuk mempraktekan cara merawat pasien harga diri rendah seperti yang telah di demonstrasikan sebelumnya. ! Bantu keluarga menyusun rencana kegiatan pasien dirumah. 8. 6erapi akti)itas kelompok 6erapi akti)itas kelompok untuk pasien harga diri rendah adalah terapi akti)itas kelompok stimulasipersepsi yang terdiri dari dua hal berikut* a. %esi 7: mengidenti#ikasi hal positi# diri b. %esi 2: melatih positih pada diri.

E. E(aluas! %e&era'atan %etelah tindakan keperawatan, e)aluasi dilakukan terhadap kemampuan pasien harga diri rendah dan keluarganya serta kemampuan perawat dalam merawat pasien harga diri rendah. BAB III PR )E) %EPERA*ATAN % MUNITA) JI*A MA)+ARA%AT A. Pengkaj!an %e&era'atan ,.Data Int! -C$re. a. &iwayat 7! 1sia penderita* a! 3nak b! <rang tua * 7- ; 20 tahun * 82 tahun

2! /enis ganguan jiwa yang pernah diderita* gangguan konsep diri* harga diri rendah, memandang dirinya tidak sebaik teman-temannya di sekolah. 8! &iwayat trauma 4! Kon#lik b. "emogra#i 7! =ital statistik* Kelurahan 6ianyar 6engah terletak di Kecamatan Begawan, Kabupaten 2anggroe. Kelurahan 6ianyar berbatasan langsung dengan 4 Kelurahan. %ebelah utara berbatasan dengan 6ianyar %elatan, sebelah %elatan berbatasan dengan Kelurahan 6ianyar 1tara, sebelah timur berbatasan dengan 6ianyar Barat, dan sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan 6ianyar 6imur. Kelurahan 6ianyar 6engah terdapat - &>, dan setiap &> ada - &6, dan setiap &6 terdapat 2' Kepala Keluarga. 2! 3gama 8! Budaya * +slam * 3ceh * takut yang berlebihan * penganiayaan

/. Data Dela&an su0s!stem a. 9ingkungan #isik Kualitas udara di Kelurahan 6ianyar 6engah cukup bersih tidak ada polusi udara, karena Kelurahan tersebut masih banyak terdapat pohon-pohon rindang. "i Kelurahan 6ianyar 6engah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memakai air sumur jadi selama pohon-pohon itu masih mampu menampung air, ketersediaan air bersih akan terpenuhi. 6ingkat kebisingan di Kelurahan 6ianyar 6engah masih diambang batas normal, karena di Kelurahan tersebut tidak terdapat pabrik ataupun industri. %elain itu kendaraan bermotor yang bisa menjadi sumber kebisingan juga jarang berlalu-lalang di Kelurahan tersebut, karena warga di Kelurahan 6ianyar 6engah lebih banyak menggunakan sepeda untuk berakti#itas sehari-hari. /arak antar rumah di Kelurahan 6ianyar 6engah sangat dekat, hampir tak ada pagar pembatas untuk tiap-tiap rumah. Kepadatan penduduk di Kelurahan 6ianyar 6engah sangat padat. ?aktor pengganggu seperti hewan buas ataupun hewan pemangsa tidak ada. %ebagian besar pendidikan warga masyarakat Kelurahan 6ianyar 6engah lulusan %", urutan yang kedua lulusan %M, dan sisanya lulusan %M3. 1ntuk yang sekolah sampai sarjana masih bisa di hitung dengan jari. %arana pendidikan belum begitu terpenuhi, apalagi terkait sarana pendidikan jiwa, belum ada. 6erkait sarana pendidikan #ormal terdapat - %" di Kelurahan 6ianyar 6engah, untuk sekolah %M, ada satu dan %M3 juga ada satu. b. Keamanan @ transportasi ,etugas keamanan di Kelurahan 6ianyar 6engah sistemnya digilir. /adi setiap malam ronda yang terpusat di pos kamling kemudian keliling Kelurahan, untuk pembagian jadwalnya diatur oleh penanggung jawab keamanan di Kelurahan tersebut. %etiap malam ada 2 orang yang bertugas. %arana tranportasi yang biasa digunakan adalah sepeda AonthelB dan sebagian kecil menggunakan motor sebagai alat transportasinya. 6idak jarang orang bepergian ke kota harus jalan kaki dahulu keluar Kelurahan, setelah itu naik angkot atau kendaraan umum lainnya. 1ntuk keamanan transportasi sendiri masih terjaga, selain karena ada jadwal pos kamling setiap malam, warga Kelurahan 6ianyar 6engah orangnya lebih bangga dengan barang-barangnya sendiri. /adi untuk situasi keamanan lingkungan masih terjaga. 6idak ada pencurian, perampokan, perkosaan apalagi perkelahian antar warga. Kelurahan 6ianyar 6engah walaupun sebagian besar tingkat

penghasilan warganya tergolong menengah kebawah, namun mereka bangga dengan hasil yang halal, untuk pencurian atau perampokan jarang terjadi. Keamanan di jalan bisa dipastikan kurang terpenuhi, selain karena jalannya apabila hujan licin, dan apabila musim kemarau berdebu. /adi untuk keamanan di jalan kurang terjaga, masih ada yang terjatuh gara-gara selip ataupun senggolan karena sempitnya gang masuk di Kelurahan tersebut. c. ,etugas di jalan raya ,etugas dijalan raya di dekat Kelurahan 6ianyar 6engah sudah bekerja seoptimal mungkin. Kecelakaan juga jarang terjadi, karena polisi yang bertugas di lalu lintas mewajibkan setiap pengendara sepeda motor memakai helm, dan untuk pengendara mobil wajib memakai sabuk pengaman. /adi walaupun di jalan raya ramai dengan kendaraan, kecelakaan bisa di minimalisir. 3ntara Kelurahan 6ianyar 6engah dengan Kelurahan sebelah dihubungkan dengan jembatan penyeberangan. /embatan tersebut terbuat dari bahan bangunan. /adi untuk keamanan sudah terpenuhi. 6idak ikut hanyut terbawa sungai, kalaupun itu hujan deras. d. ,olitik @ pemerintahan ,emerintah daerah (,emda! setempat kurang tanggap dengan kejadian gangguan jiwa di masyarakat. ,emda masih #okus dengan masalah-masalah yang si#atnya medis, misalnya demam berdarah, diare, kusta, terkait program imunisasi lengkap. (angguan jiwa masyarakat belum mendapatkan perhatian khusus. %krining warga dengan gangguan jiwa juga belum pernah dilakukan. 3turan pemda tentang jiwa di masyarakat sudah ada, tetapi dalam prakteknya keluarga pasien yang berinisiati# membawanya berobat ke pelayanan pengobatan terkait. ,erlindungan warga dari pasien jiwa juga kurang optimal. %tigma negati# untuk orang dengan gangguan jiwa masih melekat dalam kehidupan warga Kelurahan 6ianyar 6engah. %ituasi politik di Kelurahan 6ianyar 6engah juga kurang terlihat. ,emerintah setempat lebih tertarik membiayai pemenuhan sarana dan prasarana di Kelurahan 6ianyar 6engah, bukan tertarik di kesehatannya, lebih-lebih tertarik dengan kesehatan jiwa masyarakat. /adi pengaruhnya dengan jiwa masyarakat tidak terdeteksi lebih dini. Banyak orang stress dengan

semakin meningkatnya kebutuhan, tetapi tingkat penghasilan minimal. Cang seperti itu kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. e. ,elayanan umum dan kesehatan 3kses pelayanan kesehatan jiwa terhadap masyarakat kurang terjangkau. 3da puskesmas pembantu di Kelurahan 6ianyar 6engah itupun melayani penyakit yang umum dimasyarakat seperti #lu, batuk, dan panas. ,uskesmas di Kecamatan harus menempuh jarak 70 km untuk mengakses pelayanan kesehatan tersebut. Kalau mau ke rumah sakit harus menempuh jarak DE20 km. /enis pelayanan kesehatan jiwa yang diberikan adalah belum begitu berpengaruh dengan masih tingginya tingkat stress warga di Kelurahan 6ianyar 6engah. ,elayanan yang biasanya dilakukan adalah memberikan penyuluhan sederhana terkait steres dan dampaknya jangka panjang. "ampak pelayanan kesehatan bagi kesehatan jiwa masyarakat bisa diminimalisir untuk kejadian gannguan jiwa, apalagi yang sampai mengamuk ataupun merusak prasarana Kelurahan. /adi deteksi dini jiwa msyarakat perlu dioptimalkan lagi oleh petugas pelayanan kesehatan terutama kita sebagai perawat. 6idak menungga ada kasus, tetapi kita harus peka dengan kejadian walaupun itu baru stress masyarakat. /enis pelayanan umum untuk masyarakat adalah kesehatan ibu dan anak, KB, imunisasi, pelayanan kesehatan untuk masyarakat yang sakit umum, seperti #lu, batuk, panas. 1ntuk penyakit yang serius akan di rujuk di rumah sakit terdekat. #. Komunikasi Komunikasi yang digunakan di wilayah kelurahan 6ianyar 6engah adalah musyawarah yang dilakukan antar warga dan pejabat kelurahan, serta setiap in#ormasi yang ada sering dilakukan melalui masjid yang ada. Media komunikasi yang ada di masyarakat 6ianyar cukup di mengerti oleh warga, namun terhadap kesehatan jiwa belum begitu berdampak karena masih sedikit media yang menjelaskan mengenai kesehatan jiwa. g. Fkonomi Kondisi ekonomi yang sedang sulit di sebagian keluarga di kelurahan 6ianyar 6engah, maka kesejahteraan masyarakatnya masih rendah. Karena kesejahteraaan ekonomi yang rendah,

maka ada sebagian keluarga yang mengalami sedikit gangguan jiwa seperti seringnya marahmarah pada anak sehingga anak mengalami gangguan konsep diri. ,eluang penghasilan tambahan masyarakat di kelurahan 6ianyar 6engah ke banyakan warganya adalah petani, namun karena musim yang sedang mendukung ada juga sebagian warga menggunakan kendaraan sepeda motornya untuk mengojeg, dan ada ibu-ibu yang berdagang di depan rumahnya. Kepadatan kerja masyarakat dan dampak terhadap kesehatan jiwa masyarakat. Karena kebanyakan warga hanya petani, pada saat musim tidak mendukung untuk bertani maka sebagian warga beralih ke pekerjaan yang sama seperti mengojeg, sehingga menyebabkan saingan dan juga pendapatan yang kurang maka para orang tua sering marah pada anaknya sebagai pelampiasan kekesalannya terhaap kondisi ekonomi. h. &ekreasi %arana rekreasi yang sering digunakan oleh warga yang ada di kelurahan 6ianyar 6engah adalah bermain bersama di lapangan bola setiap sore, dan sering berkumpul mengobrol di lingkungan rumah. >arga yang ada di kelurahan 6ianyar 6engah biasanya melakukan rekreasi di lapangan pada sore hari dan banyak yang berkumpul di lingkungan rumah pada saat malam sehabis magrib. "ampak rekreasi terhdap kesehatan jiwa masyarakat rekreasi yang ada cukup memberikan dampak positi# pada warga, karena semakin terjalinnya kebersamaan dan rasa peduli antar warga dan sering berdiskusi untuk mengatasi masalah ekonomi yang sulit sehinga kondisi emosional sebagian warga yang sering marah dapat di kurangi dengan saling berdiskusi pada saat berkumpul di lingkungan rumah. B. D!agn$sa %e&era'atan $arga diri rendah situasional pada 3n. " di kelurahan 6ianyar 6engah berhubungan dengan (angguan gambaran diri yang dimani#estasikan dengan adanya trauma karena bencana alam. C. Peren1anan 7. 6ujuan /angka ,anjang Koping komunitas di kelurahan 6ianyar 6engah menjadi e#ekti# dalam menjalani masalah.

2. 6ujuan /angka ,endek a. <rangtua di Kelurahan 6ianyar 6engah dapat mengatasi %tres. b. 6idak terjadi Kekerasan pada remaja di kelurahan 6ianyar 6engah. c. &emaja di Kelurahan 6ianyar 6engah tidak lagi takut dengan orangtuanya. d. ,ercaya "iri pada remaja di kelurahan 6ianyar 6engah meningkat. e. Kedekatan orang tua dan remaja menjadi lebih baik.