Anda di halaman 1dari 36

Asas dan Sistem Hukum

Oleh : Soemali

Asas Hukum
Setiap perundang-undangan yang dibuat selalu didasari sejumlah asas atau prinsip dasar. Kata asas ialah dasar atau alas (an) sedang kata prinsip merupakan sino-nimnya (!ojo"asito #$%&:#% dan &&%) Asas hukum merupakan 'ondasi suatu perundang-undangan. (ila asas tersebut dikesampingkan maka bangunan undangundang dan segenap peraturan pelaksananya akan runtuh.

)anjut *
Sudikno +ertokusumo (#$$,:--,) memberikan pandangan asas hukum sebagai berikut : .* bah"a asas hukum bukan merupakan hukum kongkrit melainkan merupakan pikiran dasar yang umum dan abstrak atau merupakan latar belakang peraturan kongkrit yang terdapat di dalam dan di belakang setiap sistem hukum. Hal ini terjelma dalam peraturan perundangundangan dan putusan hakim yang merupakan hukum positi' dan dapat diketemukan dengan men/ari si'at-si'at atau /iri-/iri yang umum dalam peraturan kongkrit tersebut.

)anjut *
Satjipto 0ahardjo (#$1,:1%)menyatakan asas hukum bukan peraturan hukum. 2amun tidak ada hukum yang bisa dipahami tanpa mengetahui asas-asas hukum yang ada di dalamnya. Karena asas hukum ini memberi makna etis kepada peraturan-peraturan hukum dan tata hukum. (eliau selanjutnya mengibaratkan asas hukum sebagai jantung peraturan hukum atas dasar & (dua) alasan :

)anjut *
#. Asas hukum merupakan landasan yang paling luas bagi lahirnya sebuah peraturan hukum. 3ni berarti penerapan peraturanperaturan hukum itu bisa dikembalikan kepada asas hukum. &. Asas hukum karena mengandung tuntutan etis maka asas hukum diibaratkan sebagai jembatan antara peraturan-peraturan hukum dengan /ita-/ita sosial dan pandangan etis masyarakatnya.

)anjut *
Sudikno +ertokusumo menyatakan bah"a tak semua asas yang tertuang dalam peraturan atau pasal yang kongkrit. Alasannya adanya rujukan pada asas 2ullum deli/tum nulla poena sine prae4ia lege poenali ( 5iada suatu peristi"a dipidana ke/uali atas dasar peraturan perundang-undangan pidana yang mendahulukannya ) dan asas praduga tak bersalah (presumption o' inno/en/e).

)anjut *
Sudikno +ertokusumo menyatakan bah"a asas hukum tak hanya mempengaruhi hu-kum positi' namun dalam banyak hal tak menutup kemungkinan asas hukum itu da-pat membentuk sistem /he/ks and ba-lan/e. 6alam artian asas hukum itu sering menunjukkan pada kaidah yang berla"anan. Hal itu menunjukkan adanya si'at saling mengendalikan dan membatasi yang akan men/iptakan keseimbangan.

)anjut *
7uller menyatakan bah"a dengan merujuk pada asas-asas hukum digunakan dalam menilai ada tidaknya suatu sistem hukum. Satjipto 0ahardjo menyatakan bah"a asas-asas hukum itu tak hanya sekadar persyaratan adanya suatu sistem hukum melainkan merupakan pengklasi'ikasian sistem hukum yang mengandung suatu moralitas tertentu.

)anjut *
Asas-asas hukum (prin/iples o' legality) menurut 7uller adalah sebagai berikut : #. Suatu sistem hukum harus mengandung peraturan-peraturan yang dimaksud di sini adalah bah"a ia tidak boleh mengandung sekedar keputusan- keputusan yang bersi'at ad ho/8 &. 9eraturan-peraturan yang telah dibuat itu harus diumumkan8 :. 5idak boleh ada peraturan yang berlaku surut oleh karena apabila yang demikian itu tidak ditolak maka peraturan itu tidak bisa dipakai untuk

)anjut *
menjadi pedoman tingkah laku8 membolehkan pengaturan yang berlaku surut berarti merusak integritas peraturan yang ditujukan untuk berlaku bagi "aktu yang akan datang8 ;. 9eraturan-peraturan harus disusun dalam rumusan yang bisa dimengerti8 -. Suatu sistem tidak boleh mengandung peraturan-peraturan yang bertentangan satu sama lain8

)anjut *
,. 9eraturan-peraturan tidak boleh mengandung tuntutan yang melebihi apa yang dapat dilakukan8 %. 5idak boleh ada kebiasaan untuk sering mengubah peraturan sehingga menyebabkan orang akan kehilangan orientasi8 1. Harus ada ke/o/okan antara peraturan yang diundangkan dengan pelaksanaan sehari-hari.

Sistem Hukum
3stilah sistem berasal dari perkataan systema dalam bahasa )atin-<unani artinya keseluruhan yang terdiri berma/amma/am bagian. Se/ara umum sistem didi'inisikan sebagai sekumpulan elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk men/apai suatu tujuan tertentu di dalam lingkungan yang kompleks.

)anjut *
Sunaryati Hartono (#$$#:-,) memberikan pengertian sistem adalah sesuatu yang terdiri dari sejunlah unsur atau komponen yang selalu pengaruh mempengaruhi dan terkait satu sama lain oleh satu atau beberapa asas. Agar supaya berbagai unsur itu merupakan kesatuan yang terpadu maka dibutuhkan organisasi.

)anjut *
=nsur-unsur sistem : #. >lemen-elemen atau bagian-bagian8 &. Adanya interaksi atau hubungan antara elemen-elemen8 :. Adanya sesuatu yang mengikat elemenelemen (bagian-bagian) tersebut menjadi suatu kesatuan8 ;. 5erdapat tujuan bersama sebagai hasil akhir8 -. (erada dalam suatu lingkungan yang komplek8

)anjut *
Sistem hukum adalah suatu susunan atau tatanan yang diatur suatu keseluruhan terdiri atas bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain tersusun menurut suatu ren/ana atau pola hasil dari suatu pemikiran untuk men/apai suatu tujuan tertentu. Sistem hukum men/akup bagian-bagian yang dapat disebut sebagai subsistem.

)anjut *
Subsistem hukum lebih tepat disebut sebagai inter subsistem karena hukum mengatur bidang-bidang tertentu masing-masing subsistem lainnya. 3ntersubsisten hukum men/akup bagian-bagian yang saling berkaitan se/ara 'ungsional. (agian-bagian itu adalah : #. Struktur Hukum &. Substansi Hukum :. (udaya Hukum

)anjut *
Struktur hukum merupakan lembaga-lembaga hukum yang saling berkaitan dan berproses dalam hubungan timbal balik. )embaga hukum antara lain kepolisian kejaksaan pengadilan ad4okat komisi pemberantas korupsi lembaga pemasyarakatan dan lainnya. Substansi hukum adalah kaidah-kaidah hukum dan sikap tindak hukum yang teratur maupun yang unik.

)anjut *
(udaya hukum men/akup pengertian yang diberikan pada hukum oleh masyarakat bidang-bidang tata hukum inter subsistem hukum pengertian dasar nilai-nilai yang berpasangan.

Asas 9erlindungan Konsumen


9erlindungan konsumen berasaskan man'aat keadilan keseimbangan keamanan dan keselamatan konsumen serta kepastian hukum (9asal &). 9erlindungan konsumen diselenggarakan sebagai usaha bersama berdasarkan (lima) asas yaitu #. Asas man'aat &. Asas keadilan

)anjut *
:. Asas Keseimbangan ;. Asas Keamanan -. Asas Kepastian Hukum

)anjut *
?usta4 0adbru/h menyebut keadilan keman'aatan dan kepastian hukum sebagai tiga dasar hukum atau tiga nilai hukum yang dipersamakan dengan asas hukum. 7riedman menyebutkan bah"a 3n terms o' la" justi/e "ill be judged as la" trends people and ho" is distributes its bene'its and /ost. (eliau juga menyatakan >4ery 'un/tion o' la" general or spe/i'i/ is

)anjut *
Keadilan keman'aatan dan kepastian hukum sebagai asas hukum menjadi rujukan pertama baik dalam perundangundangan maupun dalam berbagai akti'itas perlindungan konsumen. Keadilan keman'aatan dan kepastian hukum sebagai tujuan hukum. Ketiga asas ini asas yang prioritas pertama jatuh pada keadilan baru keman'aatan dan terakhir kepastian

)anjut *
Asas man'aat dimaksudkan untuk mengamanatkan bah"a segala upaya dalam menyelenggarakan perlindungan konsumen harus memberikan man'aat sebesarbesarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha se/ara keseluruhan. Asas keadilan dimaksudkan agar partisipasi seluruh rakyat dapat di"ujudkan se/ara maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usa-

)anjut *
Asas keseimbangan dimaksudkan untuk memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen pelaku usaha dan pemerintah dalam arti materiil dan spiritual. Asas keamanan dan keselamatan konsumen dimaksudkan untuk memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalam penggunaan pemakaian dan

)anjut *
Asas kepastian hukum dimaksudkan agar pelaku usaha maupun konsumen menaati hukum dan memperoleh keadilan dalam menyelenggarakan perlindungan konsumen serta negara menjamin kepastian hukum. Kelima asas bila diperhatikan substansinya dibagi dalam : (tiga) asas yaitu asas keman'aatan keadilan dan kepastian hukum.

5ujuan 9erlindungan Konsumen


#. meningkatkan kesadaran kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri8 &. mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan /ara menghindarkannya dari akses negati' pemakaian barang dan@atau jasa8 :. meningkatkan pemberdayaan konsumen dalammemilih menentukan dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen8

)anjut *
;. men/iptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan in'ormasi serta akses untuk mendapatkan in'ormasi8 -. menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsu-men sehingga tumbuh sikap yang jujur dan bertanggung ja"ab dalam berusaha8

)anjut *
,. meningkatkan kualitas barang dan@atau jasa yang menjamin kelangsungan usaha pelaku usaha barang dan@atau jasa kesehatan kenyamanan keamanan dan kese-lamatan konsumen. 5ujuan tersebut dapat ter/apai apabila kesadaran hukum dan ketaatan hukum dan e'ekti'itas perundang-undangan dapat dilaksanakan.

Sistem Hukum 9erlindungan Konsumen


Sistem Hukum 2asional #.Sistem Hukum 9erdata (Ai4il )a" System) &. Sistem Hukum 9idana(Ariminal Busti/e System) :.Sistem Hukum 5ata 2egara (Administrati4e )a")

)anjut *
Sistem Hukum 9erdata #. Sistem Hukum keluarga &. Sistem Hukum (enda :. Sistem Hukum 9erikatan Sistem Hukum 9erikatan #. 9erikatan karena 9erjanjian &. 9erikatan karena =ndang-=ndang

)anjut *
9erikatan karena 9erjanjian #. Keabsahan 9erjanjian &. 9emenuhan 9erjanjian :.9elaksanaan 9erjanjian Keabsahan 9erjanjian #. 5ipu &. An/aman :.9enyalahgunaan Keadaan

)anjut *
9emenuhan 9erjanjian #. !anprestasi &. 9erbuatan +elanggar Hukum :. 7or/e +ayeure 9elaksanaan 9erjanjian #. 9erbuatan +elanggar Hukum &. 7or/e +ayeure 9erikatan karena =ndang-=ndang #. 9erbuatan +elanggar Hukum

)anjut *
Sebelum ada == 9erlindungan Konsumen - 9erlindungan konsumen tidak dilihat sebagai sebuah sistem. - 2orma-norma hukum masih tersebar dalamberbagai istrumen hukum pokok. - 2orma-norma hukum yang tersebar memerlukan pena'siran. - 2orma-norma hukum berupa norma hukum sektoral.

)anjut *
(erlakunya == 1 5ahun #$$$ - +enempatkan perlindungan konsumen ke dalam koridor sistem hukum perlindungan konsumen. - =ndang-undang 9erlindungan Konsumen menjadi landasan hukum yang kuat bagi pemerintah )9KS+ dalam pemberdayaan konsumen melalui pembinaan dan pendidikan konsumen.

)anjut *
- =ndang-undang 9erlindungan Konsumen merupakan payung yang mengintegrasikan dan memperkuat penegakan hukum di bidang perlindungan konsumen. =ndang-undang 9erlindungan Konsumen merupakan peraturan khusus terhadap peraturan perundang-undang yang sebelumnya telah ada.

)anjut *
9asal ,; menyatakan bah"a segala ketentuan perauturan perundang-undangan yang bertujuan melindungi konsumen yang telah ada pada saat undang-undang ini diundangkan dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak diatur se/ara khusus dan-@atau tidak bertentangan dengan keten-tuan dalam undang-undang ini. Alhamdulillah semoga dipahami dengan ikhlas. Amin