Anda di halaman 1dari 14

ARTI & FUNGSI

KOMUNITAS BASIS GEREJAWI

(KBG)

ARTI KGB

Perbedaan antara Komunitas dengan Kelompok


Komunitas Bersifat permanen dan konstan dari sebuah kehidupan sosial Terintegrasi dengan totalitas dimensi kehidupan. Heterogen dalam hal usia, status sosial, jenis kelamin, dll. Membangun relasi persaudaaraan dan kekeluargaan. Kelompok
Bersifat sementara, akan hilang ketikka alasan berdirinya sudah terjawab Dikhususkan bagi suatu masalah tertentu. Homogen dalam usia, pendidikan, hobbi, ide, dll. Membangun kesesuaian ide/pikiran untuk kelancaran komunikasi sesuai kebutuhan kelompok.

Basis
Secara sosiologis, basis dapat berarti masyarakat lapiran bawah (grass-root), orang-orang miskin dan terpinggirkan. Secara teologis, basis berarti prinsip yang paling mendasar secara kristiani, di mana Gereja sungguhsungguh merupakan kehadiran keselamatan bagi masyarakat. Secara deskriptif, basis berarti sesuatu yang bergerak dari bawah ke Secara strategis, basis berarti mengacu pada suatu kenyataan bahwa setiap institusi, dalam hal ini Gereja, menginginkan suatu jaringan kerja (net work) di tingkat akar rumput supaya Gereja sungguh-sungguh hadir sebagai ragi, garam, terang, sebagai sel inti dalam masyarakat yang lebih luas.

Gereja
Gereja merupakan umat allah yang sedang berjalan menuju kerumah bapa, dimana gereja sungguh merupakan satu umat allah yang sehati dan sejiwa, seperti yang ditunjukkan pada gereja perdana, yang imannya kita anut sampai sekarang. Gereja harus merupakan seluruh umat, bukan hierarki saja dan awam hanyalah sebuah tambahan, pendengar dan pelaksana. Asal usul dan Arti Katanya. Kata Gereja yang berasal dari kata igreja dibawa ke Indonesia oleh para misionaris Portugis. Kata tersebut adalah ejaan Portugis untuk kata Latin ecclesia, yang ternyata berasal dari bahasa Yunani, ekklesia. Kata Yunani itu sebetulnya berarti kumpulan atau pertemuan, rapat. Namun Gereja atau ekklesia bukan sembarang kumpulan, melainkan kelompok orang yang sangat khusus. Untuk menonjolkan kekhususan itu dipakailah kata asing itu. Kadang-kadang dipakai kata jemaat atau umat. Itu tepat juga. Tetapi perlu diingat bahwa jemaat ini sangat istimewa. Maka barangkali lebih baik memakai kata Gereja saja, yakni ekklesia. Kata Yunani itu berasal dari kata yang berarti memanggil. Gereja adalah umat yang dipanggil Tuhan. Itulah arti sesungguhnya kata Gereja. (Kampung21Arti: dan makna gereja sebagai Umat Allah, http://kampung21.wordpress.com/2009/09/28/pelajaran-1arti-dan-makna-gereja-sebagai-umat-allah/)

- wi
Kamus Besar Bahasa Indonesia mencatat kata gerejawi dengan arti berkenaan dengan gereja.

Kesimpulan
KGB adalah himpunan umat dalam jumlah kecil, yang membentuk suatu komunitas di tingkat basis, yang mengadakan pertemuan secara rutin. Dalam dan melalui pertemuan itu mereka mengadakan doa bersama, bermenung dan bersharing KS bersama, mengemukakan permasalahan pribadi dan mencari jalan keluar berdasarkan tuntunan firman Tuhan untuk mendatangkan keselamatan di antara mereka. Dengan demikian, mereka sungguh hidup dalam semangat solidaritas dan persaudaraan sejati, dan di antara mereka terjalin relasi yang saling membangun dan menyelamatkan. (Laurensius, 2010: 13-14).

Rumusan SAGKI 2000


Komunitas basis dipahami sebagai salah satu cara baru hidup menggereja, yakni satuan umat yang relatif kecil dan mudah berkumpul untuk mendengarkan firman Allah, berbagi masalah sehari-hari, baik masalah pribadi, kelompok, maupun sosial, dan mencari pemecahannya dalam terang Kitab Suci. (Konstantinus, 2011: 2.4)

FUNGSI KGB

1. Sebagai basis Gereja setempat


Klerus dan umat paroki akan menata kembali hubungan batin satu sama lain dalam komunitas-komunitas kecil guna membuahkan persekutuan umat beriman yang menjadi tanda kelihatan dari kehadiran Allah, untuk menghayati keseluruhan elemenelemen daras menggereja: iman, peribadatan (liturgi), komunio, kerasulan, pembebasan, dan penyelamatan. Hal ini tentu saja akan menjadi kekuatan besar bagi Gereja

2. Sebagai basis masyarakat setempat Iman itu menyangkut segala aspek kehidupan.
Bila seluruh aspek kehidupan sudah diinspirasi oleh nilai-nilai injili, maka masarakat akan menjadi lebih sejahtera dan lebih damai. Dengan demikian komunitas basis Kristiani yang telah menghayati imannya dalam kebersamaan secara benar dan mendalam, tentulah mereka merupakan suatu kekuatan besar yang memberikan stabilitas kepada masyarakat setempat.

3. Sebagai basis kerasulan


Program KBG meliputi tiga hal. Pertama, analisis konkrit tentang keadaan sosialekonomi dan situasi politik setempat. Kedua, penyadaran akan iman Kristiani yang relevan dengan hidup hari ini, maka ia harus peduli dan melayani kaum miskin dan tertindas. Ketiga, pengakuan bahwa umat setempat bertanggung jawab atas masa depan mereka.

4. Sebagai basis pemberdayaan umat awam


KBG bukan hanya bergerak untuk membebaskan kaum awam dari kemiskinan dan penindasan; KBG juga berperan untuk membebaskan kaum awam dari ketergantungan kepada para klerus (sebatas ajaran Gereja). Tugas yang dijalankan oleh tim pengurus KBG adalah tugas pelayanan resmi Gereja.

5. Sebagai basis reksa pastoral transformatif


Dalam perjalanannya, KBG terfokus pada 3 hal:
a. Pertumbuhan dan perkembangan KBG. b. Latihan keterampilan/kepemimpinan. c. Situasi sosial-ekonomi dan politik masyarakat.

Dengan demikian, umat akan transformasi kehidupan, antara lain:


KS jadi buku kehidupan sehari-hari Potensi terpendam dikembangkan Martabat sosial ditingkatkan

mengalami