Anda di halaman 1dari 37

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Tanaman kelapa sawit (Elais quineensis Jack) merupakan tumbuhan tropis golongan palma yang merupakan tanaman tahunan. Industri kelapa sawit berpotensi menghasilkan perkembangan ekonomi dan sosial yang signifikan di Indonesia. Dengan meningkatnya teknologi pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit menyebabkan kebutuhan minyak akan bertambah. Meningkatnya kebutuhan minyak kelapa sawit menyebabkan pabrik kelapa sawit selalu memoderenisasi peralatan dan metode pengolahan guna mendapatkan hasil yang maksimal dengan mutu dan daya saing yang baik di pasaran. Minyak sawit sering digunakan sebagai penganti lemaktrans karena merupakan salah satu lemak nabati jenuh yang berbentuk semi-padat pada suhu kamar dan relatif murah. Proses produksi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dimulai dengan mengolah bahan baku tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sampai menjadi Crude Palm Oil (CPO). Proses pengolahan TBS di setiap pabrik umumnya bertujuan untuk memperoleh minyak dengan kualitas yang baik dan mudah dipucatkan. Dalam pengolahan TBS, proses perebusan merupakan salah satu proses yang paling mendasar. Proses perebusan yang optimal akan memudahkan proses selanjutnya, seperti pemipilan dalam efesiensi, kualitas dan perolehan rendemen minyak CPO. Dalam proses perebusan selalu terjadi kehilangan minyak. Setiap pabrik kelapa sawit berusaha untuk memperkecil kehilangan minyak pada setiap stasiun, salah satunya stasiun perebusan. Angka kehilangan minyak pada pabrik pengolahan kelapa sawit merupakan ukuran efisiensi ekstraksi pabrik. Oleh karena itu, setiap sisa buangan dari proses pengolahan harus dianalisa dengan teliti. PT. Mitra Aneka Rezeki (MAR) merupakan perusahaan yang memiliki pabrik yang mengolah buah kelapa sawit menjadi CPO (Crude Palm Oil) dan kernel. Pabrik yang terdapat di PT. MAR merupakan salah satu pabrik yang menggunakan sistem perebusan horizontal denan kapasitas 45 ton per jam yang dapat memperkecil kehiangan minyak. PT. MAR masih tergolong pabrik baru dalam pengolahan CPO, karena pabrik ini baru mulai proses produksi CPO pada tahun 2011. Lokasi pabrik

yang tidak jauh dari sungai Kapuas mempermudah pengangkutan hasil produksi CPO dan inti sawit. 1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan Umum Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami proses pelaksanaan suatu kegiatan industri sehingga memliki wawasan dan pengetahuan yang luas dalam bertindak dan memcahkan masalah secara sistematis dan mandiri. 1.2.2 Tujuan Khusus Mahasiswa dapat menjalankan proses pelaksanaan pekerjaan industri. Mahasiswa dapat menjelaskan sistem pengorganisasian pekerjaan di industri. Mahasiswa dapat merancang, membuat dan merawat serta memperbaiki komponen mesin industri. Mahasiswa dapat membuat laporan Praktek Industri dengan baik sesuai dengan tatacara penulisan ilmiah.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


2.1 Sejarah Perkembangan Perusahaan PT. Mitra Aneka Rezeki atau yang lebih dikenal dengan nama PT. MAR berdiri pada tanggal 1 April 2005 memiliki PKS yang berada di Kalimantan Barat. Pabrik ini di bangun pada tahun 2009 dan mulai beroperasi pada tahun 2011 dengan kapasitas olah 45 Ton TBS/jam. PKS PT. MAR setiap hari menerima dan mengolah TBS yang berasal dari kebun yang dikelola oleh PT. MAR itu sendiri yaitu Ambawang Air Putih Estate (AAPE), Kampung Baru Estate (KBE) dan Arus Sei Deras Estate (ASDE). PT. MAR sebagai badan usaha yang bergerak di bidang perkebunan telah mengembangkan usaha perkebunan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat dengan luas 14.500 Ha dari izin lokasi Bupati Kubu Raya seluas 18.500 Ha. 2.2 Deskripsi Geografis dan Administratif Perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit PT. MAR yang berlokasi di Dusun Natai Raja Desa Ambawang Kecamatan Kubu Raya Kalimantan Barat terletak di 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Kubu dan Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Karakteristik areal perkebunan ini berada di lahan gambut/lahan basah. Selanjutnya, batas-batas wilayah administrasi dari PT. MAR tersebut adalah:

1. Utara 2. Selatan

: Berbatasan dengan PT. RK (Rezeki Kencana) : Berbatasan dengan Sei Kapuas Desa olak-olak Kubu Kec. Kabupaten Kubu Raya

3. Barat 4. Timur

: Berbatasan dengan PT. RK (Rezeki Kencana) : Berbatasan dengan Sei Kapuas Rasau Jaya Kubu Raya

Aksebilitas menuju lokasi PT. MAR dapat di tempuh melalui jalan A. Yani Pontianak dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Adapun identitas perusahaan dapat dilihat pada lampiran.

2.3

Struktur Organisasi Adapun struktur organisasi yang utama khususnya di pabrik minyak sawit

PT. MAR dapat dilihat pada gambar 1.

Mill Manager Ki Djan

Asst. Manager Sugimo

Administrasi Meizar

Asst. Proses Suwito

Asst. Laboratorium Faisal Arif

Asst. Maintance Amin

Staff Personalia Surono

Staff. Admin

Mandor/ Krani

Analisa/Krani

Teknisi

Koordinator Security

Operator

Gambar 1. Struktur Organisasi PKS PT. MAR

Berdasarkan Gambar 1, pembagian tugas dan wewenang masing-masing bagian dalam struktur organisasi PKS PT. MAR sebagai berikut : 1. Mill Manajer Mill Manajer bertugas memimpin, mengontrol hasil kerja karyawan pabrik dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja kesuluruhan kepada Genereal Manager. 2. Asisten Manajer Asisten Manajer bertugas mengontrol seluruh kegiatan di pabrik, dari proses produksi hingga hasil produksi dan bertanggung jawab atas kegiatan di pabrik baik proses pengolahan maupun pemeliharaan alat kepada Mill Manager. Mill manager dibantu oleh asisten proses, asisten laboratorium dan asistance maintenance. 3. Asisten Administrasi/KTU (Kepala Tata Usaha) Bertugas merencanakan serta mengkoordinasi kegiatan bagian administrasi, mengevaluasi serta memeriksa setiap pengualaran maupun pemasukan biaya atau barang di pabrik, dan mengawasi keberadaan stok yang ada di gudang pabrik. KTU bertanggung jawab terhadap kelancaran semua administrasi maupun informasi yang akan diberikan dan biaya-biaya kantor, dan bertanggung jawab atas personil yang di bawahinya dengan bagian organisasi. 4. Asisten Proses Bertugas untuk mengawasi semua kegiatan instalasi dan jalannya proses produksi di dalam pabrik. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target produksi di dalam pabrik. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target produksi sesuai dengan bahan baku yang diterima, menjamin suasana kerja yang baik dan memberikan data serta kegiatan proses produksi. 5. Asisten Laboratorium Bertugas mengawasi mutu hasil produksi dan limbah pabrik. Bertanggung jawab dalam melaksanakan analisa di laboratorium yang di perlukan pabrik secara optimal hinggal dapat emenuhi kebutuhan teknis/teknologi agar mutu dan kerugian yang timbul berada dalam batas normal. Menghitung persediaan dan engiriman produksi serta kualitas produksi yang di kontrol. 6. Asiten Maintenace Bertugas mengawasi,merencanakan dan menyusun program perawatan maupun perbaikan semua mesin/peralatan. Bertanggung jawab terhadap pemakasian spare part serta mencatat waktu pemeliharaan.

2.4

Pengaturan Kerja PT. MAR Mill mempunyai 77 karyawan proses yang saat ini masih berjalan 1

(satu) shit, terkecuali untuk keamanan terbagi menjadi 3 (tiga) shift dengan rincian sebagai berikut : 1. Karyawan proses produksi = 30 orang. a. 1 orang Asst. Proses b. 1 orang oprt. Boiler c. 1 orang oprt. Engine Room d. 26 orang karyawan proses e. 1 orang kami Proses 2. Karyawan laboratorium = 12 orang a. 1 orang asst. Laboratorium b. 1 orang krani laboratoirum c. 2 orang karyawan analisa d. 1 orang karyawan WTP e. 4 orang karyawan Grading f. 3 orang karyawan limbah 3. Karyawan Maintance dan Electrik = 8 orang a. 1 orang Asst. Maintenace b. 1 orang oprt. Electrik c. 6 orang teknisi 4. Karyawan keamanan / security dan umum = 13 orang a. 1 orang coordinator b. 9 orang anggota c. 1 orang office boy d. 2 orang umum 5. Operasional dan administrasi kantor = 14 orang a. 1 orang Mill Manager b. 1 orang Asst. Manager c. 1 orang Asst. Dmint d. 1 orang HRD/GA e. 1 orang Humas f. 9 orang staff admint

Sekitar 90 % karyawan PT. MAR berasal dari masyarakat setempat yaitu dari wilayah Kecamatan Kubu dan Kecamatan Teluk Paedai. Waktu kerja di PT. MAR dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB untuk karyawan proses dan kantor. Karyawan yang bekerja melebihi dari jam ketentuan perusahaan akan di perhitungkan lembur, sedangkan untuk keamanan (security), waktu kerjanya dibagi menjadi 3 bagian yaitu waktu pertama dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB, waktu kedua dimulai pada pukul 15.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB sedangkan waktu ketiga dimulai pada pukul 23.00 WIB sampai dengan 07.00 WIB. Bagian keamanan/security dalam setiap pembagian waktu (Shift) mendapatkan lemburan 1 jam kerja. 2.5 Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan PT. MAR sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Fasilitas yang di sediakan perusahaan diantaranya perumahan untuk karyawan, listrik dan air. Semua karyawan memiliki Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tunjangan Hari Tua (THT) yang memadai sesuai dengan golongan karyawan tersebut serta fasilitas perumahan dilingkungan pabrik. Bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kecelakaan atau ada karyawan yang sakit, pihak perusahaan akan menanggung seluruh biaya pengobatan/perawatan keryawan tersebut.

BAB III PROSES PRODUKSI


3.1 Rangkaian Proses Indutri Penerimaan buah (Fruit reception) Penyortiran TBS (Grading)
Penimbunan sementara

(Loading ramp)

Pengempaan (Pressing) cair

Penbahan (Threshing)

Perebusan (Sterilizing)

padat Pemurnian minyak (Clarification) Pengolahan biji

tangki timbun

kernel hopper

Gambar 2. Rangkaian proses produksi di PT. MAR

3.1.1

Penerimaan Buah (Fruit Reception) Proses penerimaan buah dimulai dari penimbangan TBS yang berasal dari

kebun. Penimbangan TBS dilakukan di jembatan timbang yang berfungsi untuk menimbang/mengetahui jumlah TBS yang masuk ke PKS unutk diolah dari setiap produksi sehingga memudahkan untuk mengetahui rendemen minyak dan inti serta berat tandan rata-rata. Berat TBS dapat diketahui dari selisih berat bruto (berat kotor truk) dengan berat saat truk bermuatan TBS. Penimbangan dilakukan pada waktu truk bermuatan TNS dan pada saat truk kosong. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menimbang, agar diperoleh penimbangan yang tepat dan akurat yaitu, petugas mencatat nomor plat mobil yang masuk, timbangan harus pastikan menunjuk angka 00 sebelum mobil mulai masuk untuk menimbang. Setelah itu, memeriksa kelayakan penimbangan untuk mencegah

kecurangan penmbangan, maka sopir,kernet dan barang-barang berat harus di turunkan. Untuk menghindari kerusakan pada timbangan sebaiknya truk masuk dan keluar timbangan harus perlahan-lahan untuk menghindari beban kejut, lantai timbangan diusahan selalu bersih agar timbangan berfungsi dengan baik. 3.1.2 Penyortiran TBS (Grading) Penyortiran yaitu pemisahan atau pengkelasan TBS sesuai dengan fraksi sebagai salah satu kendali mutu CPO yang akan dihasilkan baik dari segi kualitas TBS. Sortasi atau grading bertujuan untuk mengetahui mutu TBS yang masuk di PKS, meningkatkan kualitas mutu CPO produksi, meningkatkan mutu rendemen minyak dan inti sawit yang diolah dan meningkatkan hasil produksi yang lebih menguntungkan. TBS dibawa truk pengangkut menuju ke grading station unutk dilakukan penyortiran TBS. Sistem denda diberlakukan untuk TBS yang tidak memenuhi syarat pada saat bongkar muatan. TBS yang masuk berasar dari kebun sendiri oleh karena itu grading yang digunakan adalah sistem grading berjalan

sehinggal dendanya tidak terlalu besar. Fraksi yang memenuhi syarat untuk diolah adalah fraksi I, II dan III sedangkan fraksi 00, 0, IV, V, VI dan tangki panjang diharapkan sedikit mungkin masuk dalam proses pengolahan. Fraksi-fraksi inilah yang harus disortasi dan diberlakukan denda,sedangkan brondolan harus ada sebanyak 12,5 % berat TBS yang di bawa. Setelah diketahui persentase tiap fraksi dari hasil sortasi, maka di tetapkan norma-norma mutu panen yang baik. Adapun kriteria-kriteria panen dan syarat mutu TBS dapat dikihat pada Tabel 1.

Tabel.1 Kriteria Panen dan syarat Mutu TBS

No Kematangan Fraksi 1 Mentah 00 0 I 2 Matang II

Jumlah Brondolan Tidak ada, buah berwarna hitam 1-12,5 % buah luar membrondol 12,5 % buah membrondol 25-50 % buah luar membrondol

Keterangan Sangat Mentah Mentah Kurang Matang Matang I

III IV 3 Lewat Matang VI TP V

50-76 % buah luar membrondol 75-100% buah luar membrondol

Matang II Lewat Matang I

Buah dalam juga membrondol ada Lewat matang II buah membusuk. Buah sudah membrondol >2,5 cm Janjang Kosong Tangkai Panjang

Brondolan 12,5 % Sumber : Laboratorium PKS PT. MAR 3.1.3 Penimbunan Sementara/Pemindahan TBS (Loading Ramp) TBS yang telah disortasi di Grading Station ini kemudian dimasukan ke dalam lori-lori. Lori yaitu tempat kelapa sawit untuk proses perebusan yang berkapasitas 4,55 ton TBS pada setiap lorinya. TBS dimasukan kedalam loru dengan membuka pintu Loading Ramp yang di atur dengan sistem hidrolik dan menggunakan prinsip FIFO (Frist In, Frist Out). Bangunan loading ramp memiliki kemiringan pada lantai dengan sudut 27, kemiringan ini bertujuan unutk mempermudah dalam memasukan buah kedalam lori-lori yang telah disediakan, karena buah akan jatuh dengan adanya gaya gravitasi. TBS dituangkan pada tiap-tiap sekat dan diatur dari pintu ke pintu lainya. Pengisian lori yang baik hendaknya tidak terlalu penuh, sesuai dengan kapasitas lori. Pengisian lori yang terlalu penuh bahkan hingga membumbung akan mengakibatkan pintu maupun penahan tandan buah bengkok, buah terjatuh dalam rebusan dan packing pintu tergesek buuah . dan apabila hal demikian maka dapat mengakibatkan beberapa kerugian produksi yaitu kehilangan minyak pada air kondesat rebusan, penyumhmbatan saringan pipa kondesat, kenaikan kadar ALB, bertambahnya jam kerja pabrik, kerugian steam dan kerusakan alat-alat. Setelah lori-lori diisi dengan TBS, lorr-lori tersebut dimasukan ke dalam sterilizer dengan menggunakan capstand yang berfungsi menarik lori masuk dan keluar dari strelizier.

3.1.4

Perebusan TBS (Sterilizer) Perebusan merupakan salah satu tahap utama dalam proses pengolahan TBS.

Baik buruknya mutu dan hasil olahan PKS yang paling utama ditentukan oleh keberhasilan rebusan. Merebusa buah harus sesuai dengan ketentuan yang ada dan merupakan proses pengolahan yang mutlak dilakukan. Perebusan atau sterilisasi buah dilakukan dalam sterilizer yang berupa bejana uap bertekanan. Biasanya sterilizer dirancang untuk dapat memuat 6 sampai 10 lori dengan tekanan uap 3 kg/cm. Lori tempat buah dibuat berlubang dengna diameter 0,5 inch, yang berfungsi untuk penetesan air kondensat yang terdapat diantara buah. Dalam proses perebusan TBS dpanaskan uap pada temperatur sekitar 135C selama 80 90 menit. Sterilizer harus dilengkapi dengan katup pengaman (safety valve) untuk menjaga tekanan di dalam sterilizier tidak melebihi tekanan kerja maksimum yang diperkenankan. (D. Darnoko,2003) Fungsi sterilizer adalah untuk melakukan sterilisasi buah TBS sebelum di proses menjadi minyak. Sterilizer ini di lengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu : 3.1.4.1 Panel sterilizer berfungsi untuk pengoperasian, pengontrolan dan pemograman sterilizer. Pengoperasian dimaksudkan untuk menjalankan/pengoperasian sterilizer sesuai dengan step-step yang ada selama proses berlangsung. Pengontrolan, untuk mengetahui sistem kerja peralatan sesuai dengan sistem yang diprogram atau tidak dengan cara melihat indikator baik berpua lampu maupun grafik. Pemograman, unutk menentukan lamanya waktu yang digunakan setiap stepnya. 3.1.4.2 Peralatan kontrol Inlet valve untuk pengontrolan/pengaturan masuknya steam. Exhasut valve untuk pengaturan keluaran steam dari sterilizer. Daerate valve untuk pengaturan keluaran kondensat. Safety device untuk mengontrol posisi pintu sterilizer pada saat tertutup. Manometer untuk mengontrol terhadap tekanan di dalam ruang sterilizer. Kontrol uap pada saat membuka sterilizer.

3.1.4.3 Pintu sterilizer, packing dan pengguna. Pintu sterilizer dilengkapi dengna packing dan pengunci pada saat menutup ruang sterilizer. Pintu untuk jalan masuk dan keluarnya loru yang berisi TBS ke dalam/keluar sterilizer. Packing untuk menutup celah-celah pada sambungan body sterilizer dengna pintunya pada saat tertutup agar tidak terjadi kebocoran steam lewat pintu. Pengunci untuk mengunci pintu pada keadaan tetutup selama proses perebusan berlangsung. 3.1.4.4 Linier Plate (Plate Aus) Plate aus ini di pasang pada sisi bawah dan dinding sterilizer bagian dalam. Fungsinya untuk melindungi sebagian shell (dinding) dan sterilizer terhadap akitivitas zat tersebut menyebabkan dinding sterilizer cepat korosi. Plate ini dapat dilakukan penggantian apabila rusah, bocor (habis). 3.1.4.5 Onfice Plate Onfice plate ini dipasang pada bagian atas dari dinding sterilizer. Bentuknya segi empat memanjang dengan lubang-lubang kecil berbentuk lingkaran pada sisi bawah onfice plate dan berbentuk segi empat (persegi panjang) pada sisi kanan kiri dari onfice plate. Fungsi onfice plate untuk mengatur penyebaran uap agar dapat merata keseluruh permukaan dari TBS. 3.1.4.6 Pompa Kompresor Pompa kompresor ini digunakan untuk proses-proses sterilizer dan mengendalikan proses kerja panel sterilizer. Kompresor dijalankan secara otomatik dengan sebuah relay yang di kontrol berdasarkan tekanan. Apabila tekanan udara di dalam silinder kompresor kurang dari 6kg/cm, maka relay ON arus masuk dan motor beroperasi menggerakkan torak, sehingga tekanan naik (dalam silinder tangki) mencapai 8kg/cm., maka relay OFF dan motor mati. 3.1.4.7 Saluran Kontrol Kebocoran Saluran ini dimasukkan untuk mengetahui adanya kebocoran/kerusakan dan plate aus di dalam ruang sterilizer. Bocoran ini ditandi dengan adanya kondensate keluar sterilizer lewat saluran kontrol kebocoran. 3.1.4.8 Peredam Suara Alat ini digunakan untuk mengurangi suara (meredam) pada saat pembuangan uap (steam ke udara) agar tidak terlalu berisik.keras suaranya.

3.1.4.9 Blow Down Chamber Alat ini untuk memisahkan campuran uap dan air (kondensat) yang keluar dari sterilizer. Uapnya dibuang ke udara dan air kondensasinya dialirkan ke recovery tank. Keberhasilan dalam proses perebusan, mendukung kemudahan-kemudahan dalam proses selanjutnya. Proses sangat pentng karena proses perebusan bertujuan antara lain : Untuk Memastikan aktivitas enzim lipase yang terkandung dalam buah kelapa sawit. Enzin lipase bertindak sebagai katalisator dalam pembentukan ALB. Mempermudah peesapan brondol dari tandan. Mempermudah pemisahan minyak dari daging buah. Menurunkan kadar air dalam buah. Memudahkan penguraian serabut pada biji. Memisahkan antara inti cangkang Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil rebusan yaitu tekanan, suhu, pembuangan udara dan lama perebusan yang digunakan dalam sterilizer. Penentuan kondisi yang optimal terhadap tekanan dan suhu perebusan akan mempengaruhi kadar minyak dari buah hasil rebusan. Tekanan yang tinggi akan menghasilkan suhu yang tinggi pula sehingga mengakibatkan kada kehilangan minyak pada air kondensat tinggi dan kadar minyak pada buah hasil rebusan akan menurun. Jika tekanan terlalu rendah suhu yang dicapai pun akan rendah sehingga kematangan buah tidak sempurna dan waktu perebusan harus ditambah. Namun, perebusan yang terlalu lama juga tidak menyebabkan kerugian minyak dalam air kondensat dan dapat merusak mutu minyak dan inti yang dihasilkan. Untuk mendapatkan hasil perebusan yang terbaik, maka perlu diperhatikan metode perebusan. Metode perebusan yang digunakan oleh PT> MAR adalah sistem tiga puncak (tripe peak). Istem ini dianggap lebih efisien jika dilihatdari segi kehilangan mintak dalam pengolahan. Adapun prinsip triple peak adalah tiga kalo pemasukan uap (steam) ke dalam sterilizer dan tiga kali pembuangan uap (blow down). Jumlah puncak dalam pola perebusan ditunjukan oleh jumlah pembukaan dan penutup dari steam masuk atau steam keluar selama perebusan berlangsung. Pertama-tama dilakukan pembuangan uap (dehydration) sebelum di masukan uap untuk mencapai puncak I selama 2,5 menit. Kemudian baru dimasukan uap untuk

mencapai puncak I dengna membuka pipa steam masuk selama 12-15 menit atau sampai mencapai tekanan 1,5 kg/cm, setelah itu pipa steam masuk ditutup,

sedangkan tekanan turun hingga 0 kg/cm (5 menit) pipa-pipa tersebut ditutup. Pipa steam masuk kemudian dibuka kembali selama 15 menit atau sampai mencapai puncak II (tekanan 2,5 kg/cm). Lalu pipa steam masuk ditutup, sedangkan pipa kondensat dan exhaust dibuka, tekanan turun hingga 0 kg/cm (5 menit) pipa-pia tersebut ditutup kembali. Melalui dua puncak awal, perebusan dilanjutkan dengan membuka steam masuk hingga mencapai puncak III (tekanan 3 kg/cm), kemudian tekanan ini dipertahankan selama 45 menit, sebelum dilakukan pembuangan steam akhir. Di PT. MAR pembukaan dan penutupan diatur secara automatis. Pengaturan automatis dibantu oleh alat yang telah diprogram, pembukaan dan penutupannya dibantu oleh alat yaitu kompresor dan dikontrol dengan program. Contoh program sterilizer dapat dilihat pada tabel 2. Dasar waktu automatis didasarkan pada waktu yang telah ditetapkan untuk pembukaan dan penutupan kran uap masuk, keluar dan air kondensat. Dasar tekanan automatis, yaitu masa rebusan dihitung bila tekanan tercapai. Proses yang terjadi pada setiap peak adalah sebagai berikut : Puncak pertama ( I peak) Proses yang terjadi pada puncak pertama yaitu membuang udara yang tertangkap didalam sterilizer dan mengurangi keaktifan (aktivitas) enzin lipase yang dapat meningkatkan ALB. Puncak kedua ( II peak) Proses yang terjadi pada puncak kedua yaitu mengurangi kadar air yang terdapat pada buah dan proses awal sterilisasi. Puncak ketiga ( III peak ) Pada puncak ini proses yang terjadi yaitu sterilisasi sempurna dan melenkangkan antara cangkang dan kernel agar tidak menyatu serta memudahkan pada saat pemecahan biji.

Tabel 2. Program Sterilizer Step Inlet Steam O O C C O C C O O O O O O C C Exhost Steam C C C O C C O C C C C C C C O Condesate Steam O C O O C O O C C O C O C O O Waktu (menit) 2 10 2 1 12 2 2 15 10 0,3 25 0,3 5 4 4 PEAK III PEAK II PEAK I KET

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

Sumber : PKS PT. MAR

Dalam proses perebusan terjadi kehilangan minyak pada air kondensat yang memepengaruhi hasil rendemen produksi CPO. Air kondensat adalah air yang terbentuk akibat proses kondensasi uap didalam bejana sterilizer. Air kondensat yang berada didasar bejana sterilizer ini harus terus menerus dibuang karena dapat menghambat proses perebusan. Hal ini disebabkan karena air yang terdapat dialam rebusan akan mengabsorbsi panas yang diberikan oleh uap dari bagian atas bejana sterilizer, sehingga jumlah air yang tidak diimbangi dengan pengeluaran air kondensat memperlambat usaha pencapaian tekanan puncak yang dimana kurva tersebut lebih efisien. Karena rebusan merupakan sebuah bejana tekan yang bekerja dengan resiko tinggi (Pahan,2008 dan Fauzi,2004). Kehilangan minyak di PKS merupakan ukuran efesiensi ekstraksi pabrik maka setiap sisa buangan dari pengolahan harus dianalisa. Salah satu kehilangan minyak yaitu kehilangan minyak pada air kondensat. Hal ini terus diperhatikan dan selalu dijaga agar tidak berlebihan. Berdasarkan daily report oil and kernel analysis PT MAR, standar kehilangan air kondensat pada sterilizer yaitu 1% dari kapasitas TBS per harinya, dalam kondisi tekanan 2,8 3 kg/cm dengna masa perebusan selama 90 menit dan suhu perebusan yaitu 110C-130 C. Berdasarkan tabel 2, rata-rata hasil yang diperoleh pada sterilizer 1 sebesar 0,47% sedangkan sterilizer 2 sebesar 0,46%. Hasil yang diperoleh masih di bawah standar yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu 1%, walaupun ada beberapa hasil kehilangan yang mendekati standar. Tingginya kadar kehilangan minyak dari air kondensat pada hari tersebut diduga karena saat penurunan TBS ke dalam lori, buah dapat terluka dan tertekan pintu loading ramp sehingga menyebabkan keluarnya minyak sebelum perebusan. Penyebab lainnya adalah terdapat buah lewat masak yang apabila dilakukan sedikit saja pemansan sudah mengeluarkan minyak, selain itu jika terdapat buah restan turut pula mempengaruhi kehilangan minyak dari air kondensat karena buah yang sudah lewat dari 24 jam tetapi belum diolah sehingga buah mudah memar dan luka. Upaya pemecahan masalah dari perusahaan untuk mengatasi kehilangan minyak pada air kondesat yaitu watu perebusan lebih dipersingkat yaitu 60 menit.

3.1.5

Penebahan (Threshing) Penebahan adalah pemisahan brondolan dari janjangan kosong. Jika pada

proses ini tidak sempurna dapat menjadi salah satu yang mempengaruhi efisiensi pabrik. Dengan menggunakan putaran, TBS dibanting sehingga brondolan lepas dari tandannya dan jatuh ke konveyor dan elevator untuk didistribusikan ke thresser. Thresser mempunyai kecepatan putaran 23-25 rpm. Pada bagian dalam thresser, dipasang batang-batang besi perantara sehingga membentuk kisi-kisi yang memungkinkan brondolan keluar dari thresser. Kemudian tandan kosong diangkut oleh empty bunch conveyor untuk diangkut ke penampungan empty bunch. Pada stasiun ini buah yang telah direbus siap untuk dipisahkan antara brndolan dan tandannya sebelm ke dalam digester. Keberhasilan dalam proses ini harus memperhatikan beberapa hal seperti, pengisian merata dan tidak terlalu penuh agar proses penebahan dapat berlangsung secara sempurna. Dalam proses ini diperlukan beberapa alat berfungsi sebagai pembawa ,seperti : 3.1.5.1 Konveyor jangjangan kosong (empty bunch conveyor) Alat ini digunakan untuk membawa janjangan kosong yang telah di banting dari thresser ke empty bunch hopper. 3.1.5.2 Konveyor buah (fruit conveyor) dan timba buah (fruit elevator) Konveyor buah adalah alat pengantar brondolan atau buah masak ke fruit elevator. Fruit elevator adalah alat untuk mengangkut buah atau brondolan dari konveyor silang bawah ke konveyor silang atas, untuk kemudian dibawa ke konveyor pembagi. Pada umumnya konveyor buah terdiri dari : Konveyor buah dibawah penebah, dipakai untuk mengantar buah dari penebah kekonveyor silang. Konveyor buah silang bawah membawa buah ke fruit elevator. Konveyor buah silang pada bagian atas fruit elevator di pakai untuk menerima buah dari fruit elevator dan menghantarkan ke konveyor pembagi. Konveyor pembagi, dipakai untuk menghantarkan dan membagi buah ke dalam ketel adukan. Konveyor ulang (recycling conveyor) dipakai untuk menghantarkan buah lebih dari ketel adukan ke fruit elevator.

Hal-hal yang perlu diperhatikan: Baut-baut pengikat scrapper terikat kuat Scrapper tidak boleh kurang Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu 3.1.6 Stasiun Pengmpaan (Station Pressing) Stasiun pengempaan adalah stasiun pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah dengan cara melumatkan dan mengempa. Sebelum brondolan dikempa, brondolan dilumatkan/dibuburkan terlebih dahulu dengan menggunakan alat berikut : 3.1.6.1 Ketel adukan (digester) Ketel adukan (digester) adalah tangki tegak yang dilengkapi pisau-pisau pengaduk (stirrig arms) sebanyak 6 tingkat yang diikat pada poros dan digerkkan oleh motor listrik dengna kecepatan 25-26 rpm, sehingga brondolan dapat dicacah di dalam tangki 5 tingkat. Bagian atas dipakai untuk mengadukatau melumatkan, dan pisau bagian bawah (stirring arm bottom) disamping pengaduk juga dipakai untuk mendorong masuk keluar dari digester. Bila tiap-tiap digester telah terisi penuh maka brondolan menuju ke konveyor recycling, kemudian diteruskan ke elevator untuk dikembalikan ke digester. Buah yang masuk ke dalam digester diaduk sedimikian rupa sehingga sebagian besar daging buah sudah terlepas dari biji. Proses pengadukan dan pelumatan buah dapat berlangsung dengan baik bila isi digester selalu dipertahankan penuh. Minyak bebas dibiarkan keluar melalui lubang dasar digester. Terhambatnya pengeluaran minyak akan menyebabkan minyak berfungsi sebagai pelumas pisau sehingga mengurangi efektifitas pelumatan pisau digester, sehingga dapat

mengakibatkan ampas hasil pengempressan masih basah. Suhu masa di dalam digester selalu dipertahankan 90-95C. Tujuan pelumatan adalah agar daging buah terlepas dari biji sehingga mudah di press. Proses pelumatan buah dilakukan dengan cara buah masak (brondolan) dari konveyor pembagi dimasukkan dalam digester, setelah digester mulai berjalan, isian masa dalam digester harus penuh, kemudian pengadukan berjalan 30 menit, baru pintu dibuka. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses pelumatan berlangsung yaitu, pipa minyak keluar harus tetap bersih agar mengalir dengan lancar ke talang minyak (oil gutter).

3.1.6.2 Pengempa Ulir (Screw Press) Proses pengempaan dilakukan untuk memisahkan minyak kasar dari daging buah. Alat ini terdiri dari sebuah silinder yang berlubang-lubang dan didalamnya terdapat 2 buah ulir yang berputar berlawanan ara. Tekanan kempa diatur oleh 2 buah konus yang berada pada bagian ujung pengempaan, yang dapat digerakkan maju mundur secara hydrolic. Buah yang telah dilumatkan di dalam digester dikempa dalam screw press bersuhu 90-100C sebanyak 15-20 % TBS. Untuk menurunkan viskositas minyak, penambahan air dapat pula dilakukan di oil gutter kemudian melalui oil gutter dialirkan ke stasiun klarifikasi. Ampas dari sisa pengempressan dipecahkan dengan mengunggakan cake breaker conveyor untuk dipisahkan antara serat dan biji utuhnya. Selama proses pengempaan ada beberapa hal yang harus di perhatikan, yaitu ampas sisa pengempaan harus keluar merata disekitar konus dan apabila saat proses berlangsung terjadi kerusakan, maka screw press harus segera di berhentikan untuk menghindari terjadinya penyumbatan. Selain itu saat pengempresan, tekanan yang digunakan tidak boleh terlalu tinggi karena dapat mengakibatkan kadar inti pecah bertambah dan kerugian inti bertambah. Namun tekanan yang digunakan juga tidak boleh terlalu rendah, karena dapat mengakibatkan ampas sisa pengempresan masih basah, kerugian minyak pada serat dan biji bertambah, pemisahan serat dan biji tidak sempurna dan proses pengolahan biji mengalami kesulitan dan serat sebagai bahan bakar boiler basah, sehingga pembakaran dalam boiler tidak sempurna. Minyak hasil pengempaan menuju ke Sand Trap Tank (STT) untuk pengendapan. Hasil lain adalah ampas (biji dan fiber) yang akan dipisahkan menggunaan Cake Breaker Conveyor (CBC). 3.1.6.3 Cake Breaker Conveyor Ampas press yang masih bercampur biji dan berbentuk gumpalan-gumpalan, dipecah dan dibawa untuk dipisahkan ampas dan bijinya CBC. CBC merupakan suatu konveyor ulir yang di pasang plat persegi sebagai pelempar fiber dan nut. Alat ini terdiri dari pedal-pedal yang diikatkan pada poros yang berputar 52 rpm. Kemiringan pedal diatur sehingga pemecahan gumpalan-gumpalan terjadi dengan sempurna dan penguapan air dapat berlangsung dengan lancar. Untuk mempercepat atau mempermudah penguapan air, diberikan pemanasan dengan uap. CBC berfungsi untuk mengurangi gumpalan fiber dengan nut dan membawanya ke depericarper.

3.1.7

Pemunrnian Minyak (Clarification) Stasiun pemurnian minyak adalah stasiun terakhir untuk pengolahan minyak.

Minyak kasar hasil stasiun pengempaan di kirim ke stasiun ini untuk di proses lebih lanjut, sehingga diperoleh minyak produksi. Proses pemisahan minyak, air dan kotoran dilakukan gengan sistem pengendapan, sentripusi dan penguapan. 3.1.7.1 Tangki pemisah pasir (Sand Trap Tank) Alat ini dipakai untuk memisahkan pasir dari cairan minyak kasar yang berasal dari Screw Press. Untuk memudahkan pengendapan pasir, cairan minyak kasar harus cukup panas yang diperoleh dengan menijeksikan uap. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Suhu minyak kasar 95-115oC Pembuangan pasir secara rutin dilakukan setiap 4 jam, hindarkan minyak jangan sampai ikut terbawa 3.1.7.2 Saringan bergetar (Vibrating Screen) Saringan bergetar berfungsi untuk memisahkan benda-benda padat yang terikut minyak kasar Benda-benda padat berupa ampas yang disaring pada saringan ini dikembalikan ke timba buah untuk diproses kembali. Cairan minyak di tampung dalam tangki minyak kasar (crude oil tank). Saringan getar terdiri dari 2 tingkat saringan dengan luas permukaan masing-masing 2m2. Tingkat atas memakai kawatsaringan mesh 20, sedangkan tingkat bawah memakai mesh 40. Untuk memudahkan penyaringan, saringan getar tersebut disiram dengan air panas. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian: Pengenceran dengan air diatur sedemikian rupa, sehingga cairan dalam tangki mempunyai dua perbandingan satu bagian minyak, dan satunya lagi bagian air lumpur (sludge) Kawat kawat rusak harus diganti Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu

3.1.7.3 Tangki pompa minyak kasar (Crude Oil Pump) Tangki minyak kasar adalah tangki penampung minyak kasar yang telah disaring, untuk dipompakan ke dalam tangki pisah (Continuous Tank) dengan pompa minyak kasar. Untuk mencaga suhu cairan tetap, diberikan penambahan panas dengan menijeksikan uap. Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu. 3.1.7.4 Tanki Pisah (Continuous Tank) Pemisahan pertama minyak dengan sludge secara pengendapan dilakukan di dalam tangki pisah ini. Untuk mempermudah pemisahan suhu dipertahakan 95oC dengan sistem injeksi uap pada ruang pertama. Tangki pisah ini terdiri dari tiga ruang yaitu: 1. Ruang pertama untuk penampungan minyak dari pompa minyak kasar dan penambahan panas. 2. Ruang kedua merupakan ruang pemisahan, minyak yang mempunyai berat jenis kecil mengapung dan dialirkan ke dalam tangki masakan minyak (oil tank), sedangkan sludgeyang mempunyai berat jenis lebih besar dari minyak masuk kedalam ruang ketiga melalui lubang bawah. 3. Ruang ketiga ruang penampung sludge sebelum di alirkan ke tangki sludge. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama operasi: Kebersihan tangki Suhu dipertahankan 95oC Pembuangan endapan pasir pada ruang kedua tangki dilakukan setiap minggu. 3.1.7.5 Tangki masakan minyak (Oil Tank) Minyak yang telah dipisah pada tangki pemisah ditampung dalam tangki ini untuk dipanasi lagi sebelum diolah lebih lanjut pada Oil Purifier. Diusahakan agar tangi ini tetap penuh untuk menjaga agar pemanasan tetap 90-95oC. Sistem pemanasan dilakukan denganpipa yang dialiri uap dengan tekanan 3 Kg/cm2.

Hal-hal yang perlu diperhatikan selam operasi Saringan uap harus berfungsi baik Kadar air dalam minyak diusahakan 0,50-0,70% dan kadar kotoran dalam minyak diusahakan 0,10-0,30% Pembuangan endapan pada tangki dilakukan setiap sebelum beroperasi Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu

3.1.7.6 Sentripusi minyak (Oil Purifier) Untuk pemurnian minyak yang berasal dari tangki masakan yang masih mengandung air 0,50-0,70% dan kadar kotoran 0,10-0,30% dipergunakan alat pemisah sentripusi ii yang berputar antara 5000-6000 rpm. Akibat gaya sentrifugal yang terjadi , maka minyak yang mempunyai berat jenis lebih kecil bergerak ke arah poros, dan terdorong keluar oleh sudu-sudu. Sedangkan ktoran yang mempunyai berat jenis lebih besar terdorong ke arah dinding bowl. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian: Adakan pembersihan bowl apabila mesin bergetar Suhu minyak harus 90-95oC Kadar air dalam minyak hasil sentripusi berkisar: 0,30-0,40%, sedangkan kadar kotoran :0,010-0,013% 3.1.7.7 Tangki Apung (Floats Tank) Tangki apung dipakai untuk mengatur jumlah minyak masuk ke dalam tangki hampa udara (vacuum) agar merata dan tetap konstan. 3.1.7.8 Pengeringan minyak (vacuum dryer) Pengeringan minyak dipergunakan untuk memisahkan air dari minyak dengan cara penguapan. Alat ini terdiri dari tabung hampa udara dan tiga tingkan steam enjector. Minyak terhisap ke dalam tabung melalui pemercik (nozzle), akibat adanya hampa udara dan terpancar kedalam tabung hampa. Uap air dari tabung hampa terhisap oleh ejector 1, masuk ke dalam kondensor 1 sisa uap dari ondensor 1 terhisap oleh ejector 2 masuk kedalam kondensor 2, sisa uap terakhir masuk kedalam ejector 3 dan dibuang ke atmosper.

Air yang terbentuk dalam kondensor 1dan 2 langsung ditampung pada tangki air panas. Hal-hal yang perlu diperhatikan:

Tekanan 0,8 s/d -1,0 Kg/cm2 Ujung pipa pengeluaranlain dari kondensor harus terendam dalam air Jika tekanan hampa tidak tercapai, lakukan pemeriksaan pada: Kebocoran sehingga udara masuk ke dalam vacuum Tekanana uap kurang Nozzle ejector tersumbat Keran air kondensor tersumbat

3.1.7.9 Tangki air lumpur (Sludge Tank) Tangki ini dipergunakan untuk penampungan sludge dari hasil pemisahan tangki pisah yang masih mengandung minyak 7-9%. Pemanasan dalam tangki ini dilakukan dengan sistem injeksi uap dan suhu cairan dalam tangki 95-115oC. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam operasi: 3.1.7.10 Keran dalam kondisi baik Pengisian tangki minimal 2/3 Pembuangan pasir dilakuakan tiap sebelum mulai operasi Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu Pre Cleaner (Desander)

Cairan yang keluar dari Sludge Tank, masih mengandung pasir. Untuk memuang pasir tersebut digunakanlah alat ini. Dibawah alat ini terdapat tabung pengendapan pasir . cairan dipopakan pada bagian samping atas dengan sistem siklus, sehingga cairan berputar dalam tabung yang mengakibatkan timbulnya gaya sentrifugal. Gaya ini menyebabkan pesir turun dengan cepat menuju tabung pasir dibawah untuk dibuang, sedangkan cairan tanpa pasir bergerak ke atas dan keluar melalui pipa. Perlu diperhatikan pembuangan pasir pada tabung bagian bawah dilakukan setiap 30 menit sekali dengan cara:

3.1.7.11

Keran atas tabung pengendapan ditutup Buka keran air pencuci Buka keran pembuangan pasir Setelah bersih tutp keran pembuangan pasir tersebut Tutup keran air pencuci Buka keran atastabung pengendapan Sentripusi Sludge (Sludge Sparator)

Cairan sludge yang telah melalui brush strainer dan pre clenaner dimasukan ke dalam sludge sparator ini untuk dikutip minyaknya. Dengan gaya sentrifugal minyak yang berat jenisnya lebih kecil bergerak menuju ke poros dan terdorong keluar melalui sudu-sudu ke ruang pertama tangki pisah. Cairan dan ampas yang mempunyai berat jenis lebih berat dari pada minyak, terdorong kebagian dinding dan keluar melalui nozzle. Padatan yang menempel pada dinding dibersihkan secara manual. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian: 3.1.7.12 Suhu Sludge yang masuk dijaga ketat 95-115oC Pencucian didinding dilakukan setiap sebelum mesin mulai beroperasi Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu Tangki endapan lumpur ( Sludge Drain Tank)

Endapan-endapan dari tangki pemisah, tangki masakan minyak, tangki sludge, ditampung dalam tangki ini.demikian juga minyak kutipan dari bak penampung sludge atau sludge oil recovery tank di tampung di dalam tangki ini. Tangki ini dilengkapi dengan sistem pemanas uap injeksi untuk tujuan pemanasan. Minyak yang terapung pada bagian atas dialirkan kembali tangki pemisah pasir (Sand Trap Tank) untuk diolah kembali, sedangkan lupur pekat dibuang ke bak penampupung sludge. Hal-hal yang perlu diperhatikan: Jika cairan dalam tangki ini terlalu kental, perlu diadakan penambahan panas Pengutipan dalam tangki ini tidk mesti minyak murni saja, kerena cairan yang dikutip ini masih akan diolah kembali

Penambahan panas dalam tangki ini harus tetap dilaksanakan agar pemisahan cairan berat jenis yang rendah (minyak) dengan cairan yang berat jenisnya tinggi dapat terlaksana dengan baik

Pembersihan dan pemeriksaan keseluruhan dilakukan setiap minggu

3.1.7.13 Bak penampung sludge Bak ini digunakan untuk menampung cairan-cairan yang masih mengandung minyak dari parit-parit Clarifikasi dan air kondensat rebusan untuk kemudian di pompakan ke tangki pengutipan minyak (Sludge Oil Recovery Tank). Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu. 3.1.7.14 Tangki Pengutipan Minyak (Sludge Oil Recovery Tank)

Cairan sludge dari bak penampung sludge dipompakan ke dalam tangki ini untuk pengutipan lebih lanjut. Sistem pemisahan minyak berlangsung secara gravitasi, dengan cara minyak dikutip dari bagian atas dengan alat pengutip (oil skimmer) yang dapat diatur naik turun sesuai dengan ketebalan minyak yang terapung. Tangki pengutipan ini dilengkapi dengan pemanas uap injeksi untuk menjaga agar panas dalam cairan tetap tinggi (75oC) Minyak hasil kutipan dialirkan ke dalam tangki minyak kutipan (Sludge Drain Tank) dan cairan dibawa dan dialirkan ke parit pembuangan air limbah melalui limpahan Hal-hal yang pelu diperhatikan: Pemanasan dilaksanakan selama pabrik mengolah Cairan yang dikirim ke tangki pengutipan ini harus diperhatikan agar tidak melebihi kapasitas tangki Pembersihan dan pemeriksaan pompa-pompa dilakukan setiap minggu Pembersihan dan pemeriksaan bagian dalam tangki dilakukan 3 sampai 4 minggu sekali, tergantung kondsi cairan didalam nya. 3.1.8 Stasiun pengolah biji Stasiun pengolah biji adalah stasiun akhir untuk memperoleh inti sawit. Biji dari pemisah biji dan ampas (Depericarper) di kirim ke stasiun ini untuk diperam, dipecah, dipisahkan antara serabut,biji dan cangkang. Inti dikeringkan sampai batas

yg ditentukan,serabut dan cangkang dikirim ke pusat pembangkit enaga uap sebagai bahan bakar. 3.1.8.1 Timba biji dan Transport biji (Nut elevator & Nut pnuematik transport) Timba dan transport biji dipakai untuk mengangkut/mentransport biji yang berasal dari pemisah biji dan ampas ke silo biji dan silo biji ke pemecah biji (Nut cracker). Alat ini terdiri dari timba-timba yang diikatkan pada rantai, dan digerakkan oleh electromotor yang berputar tegak (vertikal). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian: Baut-baut timba terikat kuat pada rantai Timba-timba dipasang lengkap Penyetelan rantai apabila kendor Pengisian sesuai dengan kapasitas yang di tentukan Apabila terlalu penuh, mengakibatkan beban berlebih, dan apabila kurang mengakibatkan kapasitas tidak terpenuhi Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu

3.1.8.2 Silo biji (nut) Silo biji adalah alat yang dipakai untuk tempat pemeraman biji, yang selanjutnya bila biji tersebut telah cukup kering dan akan dipecah di dalam alat pemecah. Pada silo ini kadar air yang terkandung di dalam biji akan di kurangi dengan cara meniupkan udara panas yang dialirkan melalui elemen panas (Heating element). Suhu diatur sebagai berikut: Bagian atas 60oC Bagian bawah suhu ruang

Pemanasan dan pemeraman dilakukan selama 8-12 jam sampai kabar air dalam biji mencapai 9% dalam kondisi ini biji dapat dipecahkan dengan baik dan inti mudah lepas dari cangkang. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian Pengisian silo biji harus penuh agar kalori tidak banyak terbuang Kipas dijalankan terus menerus dengan kekuatan tiup yang tetap selama pabrik beropersi

Bidang penurunan (shaking grade) harus bersih sehingga penurunan biji merata, bila bidang penurunan kotor, penurunan biji tidak merata, pengeringan tidak sempurna, yang mengakibatkan inti pecah dan melekat pada cangkang.

3.1.8.3 Alat-alat pengantar (Conveyor) Terdapat beberapa alat pengantar (Conveyor) biji, biji pecah dan yang fungsinya mengantar biji dari silo ke timba biji,dan biji pecah dari saringan getar ke kolom pemisah, dan juga dari saringan ke timba biji Hal-hal yang harus diperhatikan pada pengoperasian adalah baut-baut yang terdapat pada konveyor harus terikat kuat. Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu. 3.1.8.4 Tabung pemisah biji (Nut Polishing Drum) Tabung pemisah biji adalah alat pembagi biji menurut besarnya diameter biji agar biji yang masuk kedalam setiap cracker diusahakan merata Alat ini berupa tabung yang berputar, yang dilengkapi dengan lubang-lubang Biji-biji dari timba biji masuk kedalam drum: Sampah-sampah halus jatuh pada bagian pangkal drum dan biji masuk kepenampungan untuk dibuang Biji-biji masuk kedalam Cracker melalui lubang Sampah-sampah kasar keluar dari bagian ujung drum dan tampungan untuk dibuang. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian ialah: Lubang-lubang pada drum tidak boleh tersumbat. Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu 3.1.8.5 Pemecah biji (Ripple Mill) Pemecah biji adalah alat yang dipakai untuk memecah biji yang telah diperam dan dikeringkan di dalam silo Pemecah ini terdiri dari rotor yang berputar dengan kecepatan 1000-1500 rpm di dalam stator. Biji yang berasal dari Nut polishing Drum masuk melalui rotor dengan gaya sentrifugal biji keluar dan terbanting pada stator.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian Putaran rotor disesuaikan agar inti pecah tidak lebih dari 12% Isian merata dan sesuai dengan kapasitas pemecah biji Persentase biji utuh tinggi, disebabkan oleh: 1. Isian cracker terlalu penuh 2. Putaran rotor kurang 3. Rotor dan stator aus 4. Lubang pemasukan biji ke dalam rotor aus, sehingga biji masuk melalui samping rotor Persentase inti pecah tinggi, disebabkan oleh: Putaran rotor terlalu tinggi Isian pemecah biji terlalu sedikit

3.1.8.6 Pemisah getar (Vibrating Screen) Pemisah getar dipakai untuk memisahkan biji utuh dan campuran hasil pemecahan dari pemecah biji. Alat ini berupa kisi-kisi yang bergetar dengan jarak tertentu Hasil pecahan dari pemecah biji masuk kedalam alat ini dan dengan bantuan getaran, dipisahkan antara biji utuh dengan campuran pecahan (Cracker Mixture) Cracker mixture turun melalui kisi-kisi, diteruskan kedalam kolom pemisah, sedangkan biji utuh dihantarkan ke timba biji untuk dipecah kembali Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengoperasian: Kisi-kisi harus tetap dalm kondisi baik Baut pengikat kisi-kisi harus terikat kuat Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap mingu

3.1.8.7 Kolom pemisah (Win Owing) Alat ini berupa tabung hampa udara, yang disebabkan oleh hisapan kipas (Blower) digunakan untuk memisahkan benda-benda ringan seperti cangkang dan abu dari campuran pecahan biji sebelum masuk ke dalam Clybath Agitator. Pecahan biji tersebut masuk kedalam tabung dengan gaya berat, inti dan cangkang kasar masuk kedalam clybath Agitator benda-benda berat lainnya berupa biji yang masih utuh jatuh kebawah dan ditampung, sedangkan benda-benda ringan seperti cangkang dan abu

dan inti halus terhisap masuk kedalam clybath agitator dan masuk kedalam silo cangkang 3.1.8.8 Clybath Agitator Clybah Agitator dipakai untuk memisahkan inti dan cangkang yang terdapat dalam Cracked mixture Alat ini terdiri dari: Bak air penampung Cracked Mixture yang terdiri dari beberapa sekat Tabung pemisah, yang dilengkapi dengan pompa pengutip (Vortex Finder)dan konus dibawahnya Dewatering drum untuk inti cangkang Cracked Mixture yang keluar dari kolom pemisah masuk kedalm bak air ekat peertama, dan dihisap dengan pompa masuk kedalam tabung pemisah 1. Dengan gaya sentifugal benda-benda yang ringan (inti) naik kebagian atas melalui Vortex Finder masuk kedalam dewatering drum inti, dimana air dibuang sedangkan benda-benda berat (cangkang yang masih mengandung inti) turun kebawah, melalui konus masuk kedalm sekat ke 2. Dari sekat ke 2 cangkang yang masih bercampur dengan inti dihisap oleh pompa masuk ke dalam tabung pemisah 2 Inti naik ke atas melalui Vortex Finder, dikembalikan ke dalam bak air sekat 1, sedangkan cangkang melalui konus masuk kedalam bak air sekat ke 3. Dengan bantuan pompa, dari sekat 3 cangkang yang masih mengandung sebagian kecil inti dihisap kedalam tabung pemisah ke 3, dimana inti naik melalui Vortex Finder masuk kedalam dewatering drum cangkang untuk dibuang airnya. Hal-hal yang harus diperhatikan saat pengoperasian Sampah-sampah yang melekat pada Dewatering drum segera dibersihkan. Penambahan air dingin kedalam bak Clybath Agitator dilakukan terus-menerus agar permukaan air tetap pada batas yang ditentukan, dan benda-benda melayang dapat keluar melalui pipa

Jika persentase inti dalam cangkang terlalu tinggi, maka Vortex Finder dinaikan Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu.

3.1.8.9 Pengantar biji,inti dan cangkang (Nut, kernel, dan sheel pneumatic transport) Alat ini digunakan untuk menghantar: Biji dari pemisah biji dan ampas (Depricarper) ke dalam silo biji Penghantar inti dari dewatering drum ke silo inti Penghantar inti dari silo inti ke penurunan inti Penghantar cangkang dari dewatering drum cangkang ke silo cangkang

Alat ini merupakan tabung pipa yang mempergunakan udara sebagai media hantar, yang diperoleh dari kipas (Blower) Biji, inti dan cangkang yang berasal dari depricarper, dewatering drum inti dan cangkang serta silo inti, masuk ke dalam pipa dan oleh tekanan udara dihantar ke silo biji, silo inti dan silo cangkang Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian: 3.1.8.10 Tabung pipa tidak bocor Kekuatan hisap blower sesuai ketentuan Packing pipa-pipa pneumatic tidak boleh bocor Silo inti (Kernel silo)

Silo inti dipakai untuk mengeringkan inti yang berasal dari clybath agitator sampai kadar air sesuai dengan ketentuan ( 7%). Pengeringan dilakukan dengan udara yang ditiup oleh kipas melalui elemen pemanas. 1. Inti basah Hal ini disebabkan karena: Blower tidak dijalankan secara terus-menerus Elemen pemanas kotor Bidang penurunan kotor Silo inti kotor Lama pemanas kurang

Isian silo tidak penuh

2. Inti terlalu kering Disebabkan pengeringan terlalu lama, yang dapat mengakibatkan kadar minyak dalam inti rendah. 3.1.8.11 Penurunan inti (Kernel Hopper)

Penurunan inti merupakan corong inti produksi ke dalam goni, sekaligus untuk ditimbang. 3.1.8.12 Silo penimbunan inti

Silo penimbunan inti dipakai sebagai penimbunan inti sebelum di sortir ulang. Pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap minggu. 3.1.9 Stasiun Pusat Pembangkit Tenaga (Power plan) Pusat pembangkit tenaga adalah stasiun tenaga listrik dan uap. Tenaga listrik diperoleh dari pembangkit listrik tenaga diesel yang menggunakan bahan bakar solar, dan pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan listrik tenaga uap, karena bahan bakar dapat diperoleh dari buangan proses pengolahan dan semua stasiun memerlukan uap sebagai sumber panas. Stasiun ini bermanfaat untuk pabrik yaitu untuk proses pengolahan dan untuk kebutuhan listrik domestik (perumahan karyawan/PKS). Pada stasiun iini memiliki beberapa unit yaitu: 3.1.9.1 Diesel genarator Diesel generator sebagai pembangkit tenaga listrik pada saat turbin uap tidak bekerja atau terjadi penurunan pada tenaga turbin. Hal ini dapat terjadi apabila pada saat pabrik sedang tidak produksi. Diesel generator ini digunakan apabila turbin tidak bekerja atau belum beroperasi secara optimal. 3.1.9.2 Turbin Uap Turbin uap adalah pembangkit listrik tenaga uap yang digerakan dengan tenaga uap dari katel uap. Turbin uap ini berfungsi sebagai pembangkit listrik dibutuhkan pada saat produksi dengan menggunakan uap yang berasal dari katel uap. Turbin uap memiliki tenaga 400-500 volt dan tekanan uap normal (uap masuk) sebesar 20 kg/cm2. Di PT MAR terdapat 2 unitt turbin uap yang dilengkapi dengan generator, dengan tekanan yg bisa digunakan (uap masuk) sebesar 14 kg/cm2 sedangkan untuk (uap keluar) sebesar 1-5 kg/cm2.

3.2 Prosedur Proses


3.2.1 PERSIAPAN PENGOPERASIAN PEBRIK Diperlukan persiapan-persiapan yang matang agar pabrik dapat beroperasi dengan baik, berjalan dengan kontinu, dapat mencapai sasaran kapasitas dengan mutu olah yang baik. Persiapan ini meliputi semua bidang kegiatan, baik alatnya sendiri maupun bahan baku olah, maupun tenaga kerja. Persiapan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Pemeriksaan peralatan Semua alat perlu diperiksa sebelum dioperasikan. Petunjuk pemeriksaan sesuai dengan jadwal. Ini diperlukan karena agar terhindar dari kerusakankerusakan selama operasi. 2. Pemeriksaan pelumas Keadan pelumas dari setiap alat yang akan di operasikan merupakan faktor penting keberhasilan operasi dan pemeliharaan. Untuk itu pemeriksaan

keadaan pelumas ini merupakan keharusan sebelum operasi. 3. Bahan bakar Pemeriksa bahan bakar cukup atau tidak, yang ideal untuk keprluan 3 jam, yaitu fibre kering dan cangkang. Bahan bakar tersebut harus diatas platform yang dikumpulkan selama proses sebelumnya. Dalam hal bahan bakar fibre dan cangkang kurang (pada musim pane rendah), maka diusahakan mendapatkannya dengan jalan mengeringkan janjangan kosong. 4. Bahan baku (Tandan Buah Segar) Periksa laporan situasi bahan baku tandan buah segar (TBS) baik di pabrik maupun dilapangan untuk dapat menentukan jam mulai mengolah dan perkiraan lama operasi 5. Tenaga kerja Tenaga kerja adalah orang yang mengoperasikan semua alat, maka untuk itu sebelum operasi, periksa apakah semua tenaga kerja yang dibutuhkan telah hadir sesuai dengan kebutuhan setiap stasiun.

3.3 Peralatan Pendukung Proses Peralatan pabrik umumnya dibagi atas bebrapa stasiun: 3.3.1 3.3.2 3.3.3 3.3.4 3.3.5 Stasiun penerimaan buah (Fruit reception) Timbangan jembatan (wigh bridge) Penimbunan dan pemindahan buah (loading ramp) Lori rebusan Stasiun rebusan (sterilizing station) Alat penarik (Capstand) Jaringan rel (Rail track) Rebusan (sterilizer) Alat pengankat (Hosting crane) Stasiun penebah (Threshing station) Pengisi otomatis (Automatic feeder) Penebah ( Thresher) Konveyor janjangan kosong (Empaty bunch conveyor) Konveyor buah ( fruit conveyor) Timba buah (fruit elevator) Stasiun kempa (pressing station) Katel adukan (Digester) Kempa (press) Pemecah ampas kempa (cake breaker) Pemisah biji dan ampas (Depricarper) Stasiun pemurnian minyak (clarification station) Tangki pemisah pasir (sand trap tank) Saringan bergetar (vibrating screen) Tangki dan pompa minyak kasar (crude oil tank and pump) Tangki pemisah (contnuou tank) Tangki masakan minyak (oil tank) Sentripusi minyak (oil pirifier) Tangki pelampung (float tank) Pengeringan minyak (Vacuum dryer) Timbangan minyak (oil weigher)

3.3.6 3.3.7

Tangki sludge (sludge tank) Saringan berputar (brush strainer) Pembersih awal ( pre cleaner) Sentripusi sludge (sludge centrifuge) Tangki minyak kutipan (sludge drain tank) Tangki penampung minyak (reclaim oil tank) Bak penampung sludge (sludge pit) Tangki pengutipan minyak (sludge oil recovery tank) Stasiun pengolahan biji (Kernel plant) Timba dan transport biji (Nut elevator and nut pneumatic transport). Silo biji (nut silo) Konveyor biji dan biji yang telah di pecah Pemisah biji (nut grading drum) Pemecah biji ( nut cracker) Pemisah getar (vibrating screen) Kolom pemisah (separaing colum) Hydrocyclone Pengantar biji, inti dan cangkang Silo inti (kernel silo) Penurunan inti (kernel hopper) Silo penimbunan inti (kernel bin) Pembangkit tenaga (power plant) De-mineralisasi (De-min plant) Tangki air umpan (feed water tank) Tangki pembuangan gas (deaerator) Pompa bahan kimia (chemical pump) Pompa pengsi air katel (feed water pump) Konveyor bahan bakar (fuel conveyor) Katel uap (boiler) Turbin uap (steam turbin) Bejana uap bekas (back pressure vassel) Pembangkit tenaga listrik diesel (diesel genset)

3.3.8 3.3.9

Lemari pembangkit listrik (switch board) Penyediaan air (water supply) Pompa air sungai (raw water pump) Pompa bahan kimia (chemical pump) Tangki pemisah endapan/lumpur (clarifier tank) Saringan pasir (sand filter) Menara air (water tower) Pompa air (water pump) Pengolahan limbah ( effluant treatment) Tangki netralisir (netralizing tank) Menara pendingin ( cocling tower) Kolam pembiakan (seeding pond) Kolam tangki anaerabic (anaeraic pound) Kolam aerasi ( aeration pond) Kolam pengendapan (settling pound) Kolam aeorabic (aeorabic pond)

3.3.10 Pembakar tandan kosong (incinerator) 3.3.11 Tangki penimbunan minyak (oil storage tank) 3.3.12 Gudang inti (kernel storage) 3.4 Personil Pendukung Proses PT. MAR Mill mempunyai 77 karyawan proses yang saat ini masih berjalan 1 (satu) shift, terkecuali untuk keamanan dan operator engine room terbagi menjadi 3 (tiga) shift dengan rincian sebagai berikut : 6. Karyawan proses produksi = 30 orang. f. 1 orang Asst. Proses g. 1 orang oprt. Boiler h. 1 orang oprt. Engine Room i. 26 orang karyawan proses j. 1 orang kami Proses 7. Karyawan laboratorium = 12 orang g. 1 orang asst. Laboratorium h. 1 orang krani laboratoirum i. 2 orang karyawan analisa

j. 1 orang karyawan WTP k. 4 orang karyawan Grading l. 3 orang karyawan limbah 8. Karyawan Maintance dan Electrik = 8 orang d. 1 orang Asst. Maintenace e. 1 orang oprt. Electrik f. 6 orang teknisi 9. Karyawan keamanan / security dan umum = 13 orang e. 1 orang coordinator f. 9 orang anggota g. 1 orang office boy h. 2 orang umum 10. Operasional dan administrasi kantor = 14 orang g. 1 orang Mill Manager h. 1 orang Asst. Manager i. 1 orang Asst. Dmint j. 1 orang HRD/GA k. 1 orang Humas l. 9 orang staff admint

Sekitar 90 % karyawan PT. MAR berasal dari masyarakat setempat yaitu dari wilayah Kecamatan Kubu dan Kecamatan Teluk Paedai. Waktu kerja di PT. MAR dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB untuk karyawan proses dan kantor. Karyawan yang bekerja melebihi dari jam ketentuan

perusahaan akan di perhitungkan lembur, sedangkan untuk keamanan (security), waktu kerjanya dibagi menjadi 3 bagian yaitu waktu pertama dimulai pada pukul 07.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB, waktu kedua dimulai pada pukul 15.00 WIB sampai dengan 23.00 WIB sedangkan waktu ketiga dimulai pada pukul 23.00 WIB sampai dengan 07.00 WIB. Bagian keamanan/security dalam setiap pembagian waktu (Shift) mendapatkan lemburan 1 jam kerja.