LAPORAN PENDAHULUAN STROKE NON HEMORAGIK

Dosen Pembimbing: YESI HASNELI, SKp, MNS

Oleh :
FAUZI SISWANTO
IQBAL PRASETYA PUTRA
JUNIA TRISNAWATI
LAMDA OCTA MULIA

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS RIAU
2012

Namun terjadi iskemia yang menimbulkan hipoksia dan selanjutnya dapat timbul edema sekunder.A. Berdasarkan etiologinya. atau berakhir dengan maut. yang berlangsung dengan cepat. Stroke perdarahan atau strok hemoragik 2. Stroke Non Hemoragik (SNH) merupakan gangguan sirkulasi cerebri yang dapat timbul sekunder dari proses patologis pada pembuluh misalnya : trombus. embolus atau penyakit vaskuler dasar seperti artero sklerosis dan arteritis yang mengganggu aliran darah cerebral . Strok iskemik atau stroke non hemoragik Stroke non hemoragik atau yang disebut juga stroke iskemik didefinisikan secara patologis sebagai kematian jaringan otak karena pasokan darah yang tidak adekuat. 1997). 2002) Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral. Suzanne. 2000) Stroke non hemoragik merupakan proses terjadinya iskemia akibat emboli dan trombosis serebral biasanya terjadi setelah lama beristirahat. Stroke Non Hemoragik (SNH) adalah cedera otak yang berkaitan dengan obstruksi aliran darah otak terjadi akibat pembentukan trombus di arteri cerebrum atau embolis yang mengalir ke otak dan tempat lain di tubuh (Pahria. stroke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam akibat gangguan aliran darah otak. (Smeltzer C. 2004).Stroke atau cedera cerebrovaskuler adalah kehilangan fungsi otak yang diakibatkan oleh berhentinya suplai darah ke bagian otak sering ini adalah kulminasi penyakit serebrovaskuler selama beberapa tahun. stroke dibedakan menjadi : 1. (Arif Muttaqin. tanpa ditemukannya penyebab selain daripada gangguan vascular. baik fokal maupun menyeluruh (global). progresi cepat berupa defisit neurologis fokal atau global yang berlangsung 24 jam atau lebih atau langsung menimbul kematian yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak non straumatik (Arif Mansjoer. Definisi Stroke Non Hemoragik Menurut WHO. 2008) Stroke Non Hemoragik (SNH) juga didefinisikan sebagai defisit neurologis fokal yang mempunyai awitan mendadak dan berlangsung 24 jam dimana diakibatkan oleh gangguan aliran darah di otak (Hudak & Gallo. baru bangun tidur atau di pagi hari dan tidak terjadi perdarahan. Stroke non hemoragik adalah sindroma klinis yang awalnya timbul mendadak. berlangsung lebih dari 24 jam.

3. Iskemia serebral Iskemia serebral (insufisiensi suplai darah ke otak) terutama karena konstriksi ateroma pada arteri yang menyuplai darah ke otak. 2.Secara umum. 2006). . perubahan kognitif. 2009). yang merusak sirkulasi serebral.Awitan hemiparesis atau hemiplegia tiba-tiba dengan afasia atau tanpa afasia atau kehilangan kesadaran pada pasien dengan penyakit jantung atau pulmonal adalah karakteristik dari embolisme serebral.Patologis ini menyebabkan perdarahan dari sebuah robekan yang terjadi pada dinding pembuluh atau kerusakan sirkulasi serebral oleh oklusi parsial atau seluruh lumen pembuluh darah dengan pengaruh yang bersifat sementara atau permanen. atau parestesia pada setengah tubuh dapat mendahului awitan paralisis berat pada beberapa jam atau hari. dan beberapa mengalami awitan yang tidak dapat dibedakan dari haemorrhagi intracerebral atau embolisme serebral. atau kejang. Embolisme serebral Embolus biasanya menyumbat arteri serebral tengah atau cabang -cabangnya.Tanda-tanda trombosis serebral bervariasi.gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih disebabkan oleh perdarahan primer substansi otak yang terjadi secara spontan bukan oleh karena trauma kapitis. Dengan demikian stroke dapat didefinisikan adanya tanda-tanda klinik yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global) dengan gejala. B.sehingga suplai nutrisi dan oksigen ke otak menurun yang menyebabkan terjadinya infark (Price.Beberapa pasien dapat mengalami pusing.Sakit kepala adalah awitan yang tidak umum. yang merupakan penyebab paling umum dari stroke. Trombosis serebral Arteriosklerosis serebral dan perlambatan sirkulasi serebral adalah penyebab utama trombosis serebral. hemiplegia. thrombosis serebral tidak terjadi dengan tiba-tiba. Etiologi Menurut Smeltzer (2002) stroke biasanya diakibatkan dari salah satu dari empat kejadian yaitu: 1. dan kehilangan bicara sementara. Stroke Non Hemoragik juga disebut sebagai stroke iskemik yaitu penyumbatan yang bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri menuju ke otak (Wikipedia.

Beberapa pasien mungkin mengalami haemorrhagi subdural kronik tanpa menunjukkan tanda atau gejala. b. .4. Biasanya awitan tiba -tiba. d. b.Bila haemorrhagi membesar. Haemorhagi ekstradural (haemorrhagi epidural) adalah kedaruratan bedah neuro yang memerlukan perawatan segera. Keadaan ini biasanya mengikuti fraktur tengkorak dengan robekan arteri tengah arteri meninges lain. Haemorhagi subdural pada dasarnya sama dengan haemorrhagi epidu ral. Aterosklerosis Terbentuknya aterosklerosis berawal dari endapan ateroma (endapan lemak) yang kadarnya berlebihan dalam pembuluh darah. arteri atau vena. dan pasien harus diatasi dalam beberapa jam cedera untuk mempertahankan hidup.Endapan yang terbentuk menyebabkan penyempitan lumen pembuluh darah sehingga mengganggu aliran darah. Pendapat lain dikemukakan oleh Junaidi (2006) yang menyatakan ada beberapa etiologi lain yang dapat menyebabkan terjadinya stroke non hemorhagik. Karenanya periode pembentukan hematoma lebih lama dan menyebabkan tekanan pada otak. Haemorrhagi subarakhnoid dapat terjadi sebagai akibat trauma atau hipertensi. makin jelas deficit neurologik yang terjadi dalam bentuk penurunan kesadaran dan abnormalitas pada tanda vital. Emboli Benda asing yang tersangkut pada suatu tempat dalam sirkulasi darah. dengan sakit kepala berat. tetapi penyebab paling sering adalah kebocoran aneurisme pada area sirkulus Willisi dan malformasi arteri vena kongenital pada otak.Biasanya benda asing ini berasal dari trombus yang terlepas dari perlekatannya dalam pembuluh darah jantung. karena perubahan degeneratif karena penyakit ini biasanya menyebabkan rupture pembuluh darah. Haemorrhagi intracerebral adalah perdarahan di substansi dalam otak paling umum pada pasien dengan hipertensi dan aterosklerosis serebral. antara lain : a. Haemorhagi serebral a. c. kecuali bahwa hematoma subdural biasanya jembatan vena robek.

yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. munculnya gejala makin memburuk d. Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak. Obat-obatan Ada beberapa obat-obatan yang justru dapat menyebabkan stroke seperti amfetamin dan kokain dengan jalan mempersempit lumen pembuluh darah otak. Perkembangan stroke terjadi perlahan – lahan sampai akut. Infeksi Peradangan juga dapat menyebabkan menyempitnya pembuluh darah. yaitu: a.c. Transient Ischemic Attack (TIA)/Serangan Iskemi Sepintas TIA merupakan tampilan peristiwa berupa episode-episode serangan sesaat dari suatu disfungsi serebral fokal akibat gangguan vaskuler. lues. dengan lama serangan sekitar 2 -15 menit sampai paling lama 24 jam. C. dan infeksi cacing. Stroke Komplit (Completed Stroke / Permanent Stroke ) . Yang mampu berperan sebagai faktor risiko stroke adalahtuberkulosis.Sedangkan Hipertensi dapat mengakibatkan pecahnya maupun menyempitnya pembuluh darah otak. Hipotensi atau hipertensi. In Evolutional atau Progressing Stroke Merupakan Gejala gangguan neurologis yang progresif dalam waktu enam jam atau lebih.Stroke bisa terjadi jika hipotensi ini sangat parah dan menahun. Klasifikasi Stroke Stroke non hemoragik dapat diklasifikasikan berdasarkan perjalanan penyakitnya. b. leptospirosis. Apabila pembuluh darah otak pecah maka timbullah perdarahan otak dan apabila pembuluh darah otak menyempit maka aliran darah ke otak akan terganggu dan sel – sel otak akan mengalami kematian. terutama yang menuju otak. malaria. Defisit Neurologis Iskemik Sepintas/Reversible Ischemic Neurologi Defisit (RIND) Gejala dan tanda gangguan neurologis setempat yang berlangsung lebih lama dari 24 jam dan kemudian pulih kembali (dalam jangka waktu kurang dari tiga minggu). c. d. e.

Merupakan Gejala gangguan neurologis dengan lesi -lesi yang stabil selama periode waktu 18-24 jam. Sedangkan secara patogenitas Stroke iskemik (Stroke Non Hemoragik) dapat dibagi menjadi: a. e. b. tanpa adanya progesifitas lanjut.Gangguan neurologis yang timbul bersifat menetap atau permanent. yaitu stroke iskemik yang disebabkan oleh karena trombosis di arteri karotis interna secara langsung masuk ke arteri serebri media. Patofisiologi Hipertensi kronik menyebabkan pembuluh arteriola mengalami perubahan patologik pada dinding pembuluh darah tersebut berupa hipohialinosis. dari sejak awal serangan dan sedikit tidak ada perbaikan. minggu atau bulan. D. yaitu stroke iskemik yang disebabkan oleh karena emboli yang pada umunya berasal dari jantung.lambat laun atau secara bertahap sampai mencapai gejala maksimal dalam beberapa jam. Stroke trombotik. Stroke in Resolution Stroke in resolution adalah deficit neurologik fokal akut karena gangguan peredaran darah otak yang memperlihatkan perbaikan dan mencapai maksimal dalam beberapa jam sampai beberapa hari. cabang tembus arteriotalamus dan cabang-cabang paramedian arteria vertebro-basilar mengalami perubahanperubahan degeneratif yang sama . Permulaan gejala sering terjadi pada waktu tidur. kemungkinan juga disertai emboli pada organ dan ada kecendrungan untuk membaik dalam beberapa hari. kesadaran biasanya tidak terganggu dan ada kecendrungan untuk membaik dalam beberapa hari. Arteriol-arteriol dari cabang-cabang lentikulostriata. Permulaan gejala terlihat sangat mendadak berkembang sangat cepat.minggu atau bulan.atau sedang istrirahat kemudian berkembang dengan cepat. nekrosis fibrinoid serta timbulnya aneurisma tipe Bouchard. kesadaran biasanya tidak terganggu. kadang-kadang dalam beberapa hari (2-3 hari). Kenaikan darah yang “abrupt” atau kenaikan dalam jumlah yang secara mencolok dapat menginduksi pecahnya pembuluh darah terutama pada pagi hari . Stroke embolik.

Diplopia (Penglihatan ganda).Jumlah darah yang keluar menentukan prognosis. . Kesulitan melihat pada malam hari. b. Defisit Lapang Penglihatan a. Apabila volume darah lebih dari 60 cc maka resiko kematian sebesar 93 % pada perdarahan dalam dan 71 % pada perdarahan lobar. Pada keadaan ini absorbsi darah akan diikuti oleh pulihnya fungsi-fungsi neurologi. talamus dan pons. tidak menyadari orang atau objek ditempat kehilangan penglihatan. maka massa darah hanya dapat merasuk dan menyela di antara selaput akson massa putih tanpa merusaknya.dan sore hari. Jika perdarahan yang timbul kecil ukurannya. maka perdarahan dapat berlanjut sampai dengan 6 jam dan jika volumenya besar akan merusak struktur anatomi otak dan menimbulkan gejala klinik. hemisfer otak.(Jusuf Misbach. sisi visual yang terkena berkaitan dengan sisi tubuh yang paralisis yaitu kesulitan menilai jarak. 1999). Homonimus hemianopsia (kehilangan setengah lapang penglihatan). peninggian tekanan intrakranial dan yang lebih berat dapat menyebabkan herniasi otak pada falk serebri atau lewat foramen magnum. Sedangkan bila terjadi perdarahan serebelar dengan volume antara 30-60 cc diperkirakan kemungkinan kematian sebesar 75 % tetapi volume darah 5 cc dan terdapat di pons sudah berakibat fatal. E. Manifestasi Klinis Stroke Menurut Smeltzer (2002) manifestasi klinis stroke terdiri atas: 1. Selain kerusakan parenkim otak. Kehilangan penglihatan perifer. dan perdarahan batang otak sekunder atau ekstensi perdarahan ke batang otak. Kematian dapat disebabkan oleh kompresi batang otak.Perembesan darah ke ventrikel otak terjadi pada sepertiga kasus perdarahan otak di nukleus kaudatus. c. mengabaikan salah satu sisi tubuh. Sedangkan pada perdarahan yang luas terjadi destruksi massa otak. Jika pembuluh darah tersebut pecah. akibat volume perdarahan yang relatif banyak akan mengakibatkan peningian tekanan intrakranial dan menebabkan menurunnya tekanan perfusi otak serta terganggunya drainase otak. tidak menyadari objek atau batas objek. Elemen-elemen vasoaktif darah yang keluar serta kaskade iskemik akibat menurunnya tekanan perfusi. menyebabkan neuron-neuron di daerah yang terkena darah dan sekitarnya tertekan lagi.

Hemiparesis Kelemahan wajah. c. c. Disfungsi bahasa dan komunikasi dapat dimanifestasikan oleh hal berikut : a. Disartria (kesulitan berbicara) Kesulitan dalam membentuk kata. 3. b. Defisit Motorik Stroke adalah penyakit neuron atas dan mengakibatkan kehilangan kontrol volunter. lengan dan kaki pada sisi yang sama. Stroke adalah penyebab afasia paling umum. Disfasia atau afasia (kehilangan bicara). Defisit Verbal Fungsi otak lain yang yang dipengaruhi oleh stroke adalah bahasa dan komunikasi. Disfagia Kesulitan dalam menelan. mampu bicara tetapi tidak masuk akal. d. Hemiplegi (paralisis pada salah satu sisi tubuh) b.Gangguan kontrol volunter pada salah satu sisi tubuh dapat menunjukan kerusakan pada neuron atas pada sisi yang belawanan dari otak. Apraksia Ketidakmampuan untuk melakukan tindakan yang dipelajari sebelumnya. a. ditunjukan dengan bicara yang sulit dimengerti yang disebabkan oleh paralisis otot yang bertanggung jawab menghasilkan bicara. perlu dasar berdiri yang luas. e. Afasia Global Kombinasi baik afasia reseptif dan ekspresif. Paralisis wajah (karena lesi pada hemisfer yang berlawanan). mungkin mampu bicara dalam respon kata tunggal. Tidak mampu menyatukan kaki. Ataksia Berjalan tidak mantap atau tegak. - Afasia Reseptif Tidak mampu memahami kata yang dibicarakan. .2. yang terutama ekspresif atau reseptif : - Afasia Ekspresif Tidak mampu membentuk kata yang dapat dipahami.

Defisit Emosional Penderita akan mengalami kehilangan kontrol diri. atau menyebar ke permukaan otak. terjadi pada sisi berlawanan dari lesi yaitu kehilangan kemampuan untuk merasakan posisi dan gerakan bagian tubuh. Defisit Kognitif dan efek psikologis Pada penderita stroke akan kehilangan memori jangka pendek dan panjang. Pemeriksaan diagnostik a. Pemeriksaan Penunjang 1. posisi hematoma adanya jaringan otak yang infark atau iskemia. b. f.d. kadang-kadang pemadatan terlihat di ventrikel. d. penurunan toleransi pada situasi yang menimbulkan stress. F. depresi. perubahan penilaian dan kurang motivasi e. rasa takut. kerusakan kemampuan untuk berkonsentrasi . labilitas emosional. Disfungsi kandung kemih. Elektro Encephalografi (EEG) Mengidentifikasi masalah didasarkan memperlihatkan daerah lesi yang spesifik. hemoragik. c. menarik diri. CT scan (Computer Tomografi Scan) : Pembidaian ini memperlihatkan secara spesifik letak edema. Sinar X Tengkorak : Menggambarkan perubahan kelenjar lempeng pineal. alasan abstrak buruk. penurunan lapang perhatian. setelah stroke pasien mungkin mengalami inkontenensia urinarius karena kerusakan kontrol motorik. Defisit sensori. Hasil pemerikasaan biasanya didapatkan hiperdens fokal. pada gelombang otak dan mungkin . bermusuhan dan marah. MRI (Magnatik Resonan Imaging) untuk menunjukkan area yang mengalami infark. perasaan isolasi 4. e. Pemeriksaan foto thorax dapat memperlihatkan keadaan jantung. apakah terdapat pembesaran ventrikel kiri yang merupakan salah satu tanda hipertensi kronis pada penderita stroke. Angiografi serebral: Membantu menentukan penyebab stroke secara spesifik seperti perdarahan atau obstruksi arteri. dan posisinya secara pasti. 5.

kontrasepsi oral yang lama. b. penyakit jantung. obat-obat adiktif. dan tidak dapat berkomunikasi. jenis kelamin. vasodilator. pekerjaan. 1995) 5) Riwayat penyakit keluarga Biasanya ada riwayat keluarga yang menderita hipertensi ataupun diabetes militus (Hendro Susilo. umur (kebanyakan terjadi pada usia tua). Pengumpulan data 1) Identitas klien Meliputi nama. Biasanya terjadi nyeri kepala. pendidikan. disamping gejala kelumpuhan separoh badan atau gangguan fungsi otak yang lain. tanggal dan jam MRS. (Gula darah dapat mencapai 250 mg dalam serum dan kemudian berangsur-angsur turun kembali.Ignativicius. 2000) 4) Riwayat penyakit dahulu Adanya riwayat hipertensi. 2) Keluhan utama Biasanya didapatkan kelemahan anggota gerak sebelah badan. agama. riwayat trauma kepala. Fungsi lumbal: Menunjukan adanya tekanan normal dan cairan tidak mengandung darah atau jernih.2. anemia. Pemeriksaan kimia darah: pada stroke akut dapat terjadi hiperglikemia.) d. diabetes militus. Pemeriksaan darah lengkap : untuk mencari kelainan pada darah itu sendiri. pada saat klien sedang melakukan aktivitas. Asuhan Keperawatan 1. mual. diagnose medis. alamat. (Donna D. (Siti Rochani. Pemeriksaan laboratorium a. penggunaan obat-obat anti koagulan. 2000) 6) Riwayat psikososial . (Jusuf Misbach. 1999) 3) Riwayat penyakit sekarang Serangan stroke non hemoragik seringkali berlangsung sangat mendadak. G. kegemukan. nomor register. bicara pelo. muntah bahkan kejang sampai tidak sadar. Pemeriksaan darah rutin c. suku bangsa. aspirin. Pengkajian a.

anti hipertensi. mudah marah. pengobatan dan perawatan dapat mengacaukan keuangan keluarga sehingga faktor biaya ini dapat mempengaruhi stabilitas emosi dan pikiran klien dan keluarga. . tidak kooperatif.Stroke memang suatu penyakit yang sangat mahal. kehilangan sensori atau paralise/ hemiplegi. mudah lelah d) Pola tidur dan istirahat Biasanya klien mengalami kesukaran untuk istirahat karena kejang otot/nyeri otot e) Pola hubungan dan peran Adanya perubahan hubungan dan peran karena klien mengalami kesukaran untuk berkomunikasi akibat gangguan bicara. seperti obat anti kejang. h) Pola reproduksi seksual Biasanya terjadi penurunan gairah seksual akibat dari beberapa pengobatan stroke. tidak ada harapan. antagonis histamin. perabaan/sentuhan menurun pada muka dan ekstremitas yang sakit. f) Pola persepsi dan konsep diri Klien merasa tidak berdaya. nafsu makan menurun. b) Pola eliminasi Biasanya terjadi inkontinensia urine dan pada pola defekasi biasanya terjadi konstipasi akibat penurunan peristaltik usus. mual muntah pada fase akut.Biaya untuk pemeriksaan. g) Pola sensori dan kognitif Pada pola sensori klien mengalami gangguan penglihatan/kekaburan pandangan. Pada pola kognitif biasanya terjadi penurunan memori dan proses berpikir. c) Pola aktivitas dan latihan Adanya kesukaran untuk beraktivitas karena kelemahan. 7) Pola-pola fungsi kesehatan a) Pola nutrisi dan metabolism Adanya keluhan kesulitan menelan.

cyanosis . Pemeriksaan kepala dan leher .Kepala : bentuk normocephalik. denyut nadi bervariasi 2. Di samping itu perlu juga dikaji tanda .Rambut : umumnya tidak ada kelainan 3. Pemeriksaan Fisik 1.Kuku : perlu dilihat adanya clubbing finger.Leher : kaku kuduk jarang terjadi (Satyanegara. 1998) 4. .Muka : umumnya tidak simetris yaitu mencong ke salah satu sisi. . . kadang tidak bisa bicara. j) Pola tata nilai dan kepercayaan Klien biasanya jarang melakukan ibadah karena tingkah laku yang tidak stabil. .i) Pola penanggulangan stress Klien biasanya mengalami kesulitan untuk memecahkan masalah karena gangguan proses berpikir dan kesulitan berkomunikasi. Pemeriksaan integument .tanda dekubitus terutama pada daerah yang menonjol karena klien CVA Bleeding harus bed rest 2-3 minggu. kelemahan/kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh k) Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat Biasanya ada riwayat perokok. penggunaan alkohol. .Kulit : jika klien kekurangan O2 kulit akan tampak pucat dan jika kekurangan cairan maka turgor kulit kan jelek. Keadaan umum . wheezing ataupun suara nafas tambahan. pernafasan tidak teratur akibat penurunan reflex batuk dan menelan. .Kesadaran : umumnya mengelami penurunan kesadaran.Suara bicara : kadang mengalami gangguan yaitu sukar dimengerti. . Pemeriksaan dada Pada pernafasan kadang didapatkan suara nafas terdengar ronchi.Tanda-tanda vital : tekanan darah meningkat. penggunaan obat kontrasepsi oral.

b.Pemeriksaan reflex Pada fase akut reflek fisiologis sisi yang lumpuh akan menghilang.5. genetalia.Pemeriksaan nervus cranialis Umumnya terdapat gangguan nervus cranialis VII dan XII central. anus Kadang terdapat incontinensia atau retensi urine 7. Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan keterlibatan neuromuscular: paralisis hemiplegia dan hemiparesis. disfasia/ afasia. Pemeriksaan inguinal.Pemeriksaan motorik Hampir selalu terjadi kelumpuhan/kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Pemeriksaan ekstremitas Sering didapatkan kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh. infark serebri c. Setelah beberapa hari refleks fisiologis akan muncul kembali didahuli dengan reflex patologis. .flaksid/paralisis hipotonik (awal).Pemeriksaan sensorik Dapat terjadi hemihipestesi. Pemeriksaan abdomen Didapatkan penurunan peristaltik usus akibat bed rest yang lama. Perubahan sensori persepsi berhubungan dengan Disfungsi persepsi visual spasial dan kehilangan sensorik f. parastesia. dan kadang terdapat kembung 6. . apraksia e. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan Disartria. (Jusuf Misbach. 1999) 2. Nyeri akut b/dagen cedera biologi. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan penurunan suplai darah dan O2 ke otak. Diagnosa Keperawatan a. d. .penurunan suplai darah dan O2 ke otak. Defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik umum . Pemeriksaan neurologi . 8.

fungsi kognitif dan motorik/sensori. 2) Tentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan keadaan/penyebab khusus selama koma/penurunan perfusi jaringan serebral dan potensial terjadinya peningkatan Tekanan Intra Kranial. bandingkan tekanan darah yang terbaca pada kedua lengan. seperti adanya kebutuhan. 6) Letakan kepala dengan posisi agak ditinggikan dan dalam posisi anatomis. - Mendemontrasikan tanda-tanda vital stabil dan tidak adanya tanda-tanda peningkatan Tekanan Intra Kranial.g. 5) Catat perubahan dalam penglihatan. Perencanaan tindakan : 1) Pantau/catat status neurologis sesering mungkin dan bandingkan dengan keadaan normalnya. . Resiko bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan menurunnya refleks batuk. Tujuan : - Mempertahankan tingkat kesadaran biasanya/membaik. auskultasi adanya murmur. edema serebral. Gangguan eliminasi urin (incontinensia urin) yang berhubungan dengan kelemahan otot spicnter j. Perencanaan a. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penekanan jaringan setempat 3. 3) Pantau tanda-tanda vital seperti adanya hipertensi/hipotensi. 4) Catat frekuensi dan irama dari pernapasan. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan gangguan oklusif. - Menunjukan tidak ada kelanjutan deteriorasi/kekambuhan kembali. gangguan lapang pandang atau kedalam persepsi. Gangguan eliminasi (konstipasi) berhubungan dengan kelemahan otot spicnter i. kelemahan otot mengunyah dan menelan h. Resiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi kurang adekuat. k.

Anjurkan lakukan latihan seperti latihan kuadrisep/gluteal. kelemahan. Berikan istirahat secara periodik antara aktivitas perawatan. foot drop. atau tanda lain dari gangguan sirkulasi.d keterlibatan neuromuskuler. batasi lamanya setiap prosedur. miring) dan sebagainya dan jika memungkinkan bisa lebih sering jika diletakan dalam posisi bagian yang terganggu. - Mempertahankan/meningkatkan kekuatan dan fungsi bagian tubuh yang terkena atau kompensasi. ciptakan lingkungan yang tenang. 10) Pantau pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi. meremas bola karet. 3) Mulailah melakukan latihan rentang gerak aktif dan pasif pada semua ekstremitas saat masuk. melakukan jari-jari dan kaki/telapak. Kerusakan mobilitas fisik b. 4) Tinggikan tangan dan kepala. seperti fungsi bicara. . - Mendemontrasikan tehnik/prilaku yang memungkinkan melakukan aktivitas.7) Pertahankan keadaan tirah baring. Perencanaan tindakan: 1) Kaji kemampuan secara fungsionalnya/luasnya kerusakan awal dan dengan cara teratur. paralysis spastis. 2) Ubah posisi minimal setiap 2 jam (telentang. Kerusakan perceptual/kognitif. batasi pengunjung/aktivitas pasien sesuai dengan indikasi. 8) Kaji fungsi-fungsi yang lebih tinggi. kadar dilatin. dan mempertahankan integritas kulit. flaksid/paralysis hipotonik. Tujuan : - Mempertahankan posisi optimal dari fungsi yang dibuktikan oleh tidak adanya kontraktur. edema. b. seperti masa protrombin. 5) Observasi daerah yang tertekan termasuk warna. 9) Cegah terjadinya mengejan saat defikasi dan pernapasan yang memaksa (batuk terus-menerus). parestesia.

kehilangan tonus/kontrol otot fasial/oral. 8) Konsultasikan dengan ahli fisiotrapi secara aktif. Kerusakan komunikasi verbal dan atau tertulis b. latihan resestif. 4) Mintalah pasien untuk mengucapkan suara sederhana seperti SH atau pus. Tujuan : - Mengindikasikan pemahaman tentang masalah komunikasi. 5) Minta pasien untuk menulis nama atau kalimat yang pendek. 2) Perhatikan kesalahan dalam komunikasi dan memberikan umpan balik. - Membuat metode komunikasi dimana kebutuhan dapat diekspresikan. Lakukan massage secara hati-hati pada daerah kemerahan dan beriakan alat bantu seperti bantalan lunak kulit sesuai dengan kebutuhan. c. - Menggunakan sumber-sumber dengan tepat Perencanaan tindakan : 1) Kaji tipe atau derajat disfungsi seperti pasien tidak tampak memahami kata atau mengalami kesulitan berbicara atau membuat pengertian sendiri. dan ambulasi pasien. d. penurunan kekuatan dan ketahanan. Kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan neuromuskular.d kerusakan sirkulasi serebral. kerusakan neuromuscular. kelemahan/kelelahan umum. 7) Anjurkan pasien untuk membantu pergerakan dan latihan dengan mengguanakan ekstremitas yang tidak sakit untuk menyokong/menggerakan daerah tubuh yang mengalami kelemahan. Tujuan : . 6) Antisipasi dan penuhi kebutuhan pasien. 3) Tunjukan objek dan minta pasien untuk menyebutkan nama benda tersebut.6) Inspeksi kulit terutama pada daerah-daerah yang menonjol secara teratur. Jika tidak dapat menulis mintalah pasien untuk membaca kalimat yang pendek. 7) Konsultasikan dengan/rujuk kepada ahli terapi wicara.

kesalahan interprestasi informasi kurang mengingat. 2) Hindari melakukan sesuatu untuk pasien yang dilakukan pasien sendiri. terapi okupasi. tetapi berikan bantuan sesuai dengan kebutuhan 3) Kaji kemampuan pasien untuk berkomunikasi tentang kebutuhannya untuk menghindari atau kemampuan untuk menggunakan urinal. - Memulai perubahan gaya hidup yang diperlukan.- Mendemonstrasikan tekhnik/perubahan gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri. Perencana tindakan: 1) Kaji ulang tingkat pemahaman klien tentang penyakit 2) Diskusikan keadaan patologis yang khusus dan kekuatan pada individu 3) Diskusikan rencana untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri 4) Berikan informasi mengenai penyebab penyakit stroke. terapi wicara. Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kognitif. e. bedpen. f. Bawa pasien ke kamar mandi dengan teratur interval waktu tertentu untuk berkemih jika memungkinkan. Perencanaan tindakan: 1) Kaji kemampun dari tingkat kekurangan untuk melakukan kebutuhan sehari – hari. 4) Konsultasikan dengan ahli fisioterapi/ahli terapi okupasi. seperti ahli fisioterapi fisik. penyebab dan pencegahan. - Melakukan aktivitas perawatan diri dalam tingkat kemampuan sendiri. - Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi/prognosis dan aturan terapeutik. Tujuan : - Berpartisipasi dalam belajar. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan adanya depresan pusat pernapasan Tujuan : Pola nafas pasien efektif Kriteria Hasil: . dan makan yang berpengaruh 5) Rujuk atau tegaskan perlu evaluasi dengan tim ahli rehabilitasi.

6) Berikan instruksi untuk latihan nafas dalam. . kedalaman pernafasan.- RR 18-20 x permenit - Ekspansi dada normal. 5) Berikan posisi yang nyaman : semi fowler. 4) Pastikan kepatenan O2 binasal. Intervensi : 1) Kaji frekuensi. 2) Auskultasi bunyi nafas. 3) Pantau penurunan bunyi nafas. 7) Catat kemajuan yang ada pada klien tentang pernafasan. irama.

Mansjoer. Jakarta.EGC. Edisi 3. Patofisiologi : Konsep klinis proses-proses penyakit. Jakarta.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta. Mary Frances dan Geissler. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8. Price. Sylvia A. Doenges. Jakarta. arief. EGC . 2002. Suzanne. Marilynn E. Jakarta. Kapita Selekta Kedokteran Edisi ketiga Jilid Pertama. 2000. dkk.. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1995.2002 .Edisi 4.2001. EGC. EGC Smeltzer C. Moorhouse. Brunner & Suddarth.DAFTAR PUSTAKA Brunner & Suddarth. Rencana Asuhan Keperawatan. Alice C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful