Anda di halaman 1dari 1

Bimbingan kepada penderita pada umumnya Pergunakanlah waktu berkunjung dengan singkat, tepat, serta sopan.

Biarkanlah penderita mengulurkan tangannya untuk memberi hormat. Berdirilah atau duduklah di tempat yang mudah dilihat oleh penderita. Sebaiknya, pembimbing berada di tepi tempat tidur penderita dan jangan di ujung tempat tidur penderita. Berilah kebebasan berbicara, dan perhatikanlah apa yang disampaikan oleh penderita. Bersikaplah sebagai seorang Kristen yang patut dikatakan demikian. Anjurkan agar penderita berdoa, dan jangan bertanya apakah ia suka didoakan, namun berdoalah dengan singkat. Tinggalkan bacaan rohani untuknya. Bagi penderita yang berada di rumah Hubungilah melalui pesawat telepon terlebih dahulu sebelum melakukan kunjungan, agar kita yakin bahwa penderita ada di rumah dan bersedia menerima kedatangan kita. Bertanyalah pula, apakah ada waktu untuk pembicaraan pribadi. Bagi penderita di rumah sakit Hubungilah bagian administrasi terlebih dahulu, perkenalkanlah diri dan milikilah keyakinan bahwa kunjungan itu diperkenankan. anganlah memasuki ruangan yang pintunya tertutup dan terdapat tulisan !tidak menerima tamu!. "sahakanlah bercakap# cakap di tempat itu, apabila tidak banyak pengunjung yang hadir. Hal-hal yang boleh kita lakukan Bersikaplah ramah, baik, dan berilah semangat serta penghiburan kepada penderita. Tolonglah agar penderita merasa rileks. Atasilah segala kekuatirannya dengan memberikan dan menyatakan kasih $llahi kepadanya. %an akhirnya, berjanjilah untuk mendoakan dia selama ia menderita sakit dan tepatilah janji itu. Hal-hal yang tidak boleh kita lakukan Apabila kita berbicara, nada suara hendaknya sopan dan wajar. angan membicarakan penyakit kita sendiri pada waktu yang lalu. angan memaksa penderita untuk bercakap# cakap apabila ia tidak menghendakinya. Kehadiran kita yang senyap, kadang#kadang dapat meninggalkan suatu kesan yang berarti bagi si penderita. angan mengucapkan kata#kata bahwa Allah akan segera menyembuhkannya karena kadang#kadang, kebijaksanaan Allah memperkenankan seseorang untuk menderita. angan bercakap# cakap dengan keras, bersikap duduk, bersandar, atau menggoyangkan tempat tidurnya. angan berkunjung pada waktu jam makan. angan berbisik kepada anggota keluarga atau dokter di hadapan si penderita, atau menanyakan penyakit si penderita kepada dokter. angan pula memaksa si penderita untuk menceritakan penyakitnya secara detail. angan mengkritik rumah sakit, perlakuan dokter, dan sebagainya. angan menyebarluaskan penyakit si penderita setelah kita selesai berkunjung.