Anda di halaman 1dari 6

Sistem Pertahanan Tubuh Fatwal Islamiah (Q11113025) Vriska Kemala T (Q11113027) Dicky Febrian Eka Putra (Q11113029) Syarifa

Nadhrah M (Q11113030) Ahmad Eko Julianto (Q11113301)

I.
A. Latar Belakang

PENDAHULUAN

Sistem imun tidak memiliki tempat khusus dalam tubuh manusia dan tidak dikontrol oleh organ pusat seperti otak. Sel-sel tertentu berperan sebagai pasukan pertahanan untuk memerangi penyusup atau benda asing yang masuk ke tubuh yang berpotensi menimbulkan gangguan pada tubuh. Sel-sel dalam sistem imun menghasilkan antibodi yang akan mengenali antigen dari benda asing atau mikroorganisme patogen. Imunisasi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk memperoleh kekebalan secara aktif. B. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan sistem kekebalan tubuh ? 2. Bagaimanakah struktur, fungsi, dan proses pada sistem kekebalan tubuh manusia ? 3. Bagaimanakah kaitan antara struktur, fungsi, dan proses pada sistem kekebalan tubuh manusia ? 4. Apa sajakah jenis-jenis kekebalan tubuh yang ada pada manusia ? 5. Apa sajakah kelainan atau gangguan yang dapat terjadi pada sistem kekebalan tubuh manusia ? 6. Apa hubungan sistem kekebalan tubuh dengan psikologi seseorang ? C. Tujuan 1. Mengetahui pengertian tentang sistem kekebalan tubuh 2. Mengetahui struktur, fungsi, dan proses pada sistem kekebalan tubuh manusia 3. Mengaitkan struktur, fungsi, dan proses pada sistem kekebalan tubuh manusia 4. Memahami jenis-jenis kekebalan tubuh 5. Mengidentifikasi jenis gangguan atau kelainan yang dapat terjadi pada sistem kekebalan tubuh manusia 6. Mengetahui hubungan antara sistem kekebalan tubuh dengan kondisi psikologis seseorang

II.

Sistem Kekebalan Tubuh

A. Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh Sistem Kekebalan Tubuh adalah sistem mekanisme pada organism yang melindungi tubuh terhaadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. B. Jenis-Jenis Sistem Kekebalan Tubuh Kekebalan tubuh terbagi menjadi 2 yaitu : 1. Sistem kekebalan tubuh berdasarkan asalnya terbagi atas 2 yaitu : Kekebalan tubuh spesifik (bagian dari tubuh kita yang ada sejak kita lahir) yaitu sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengenal benda asing. Sistem imun ini juga dapat bekerja sendiri untuk menghancurkan benda asing yang berbahaya, tetapi umumnya terjadi kerja sama yang baik antara antibodi, komplemen, fagosit, dan antara sel T makrofag. Kekebalan non spesifik (kekebalan tubuh bawaan atau kekebalan tubuh alami) merupakan pertahanan tubuh terdepan dalam melawan mikroorganisme disebut nonspesifik karena tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu meliputi : a. Pertahanan fisik : kulit, selaput lendir, silia saluran pernafasan b. Pertahan kimia : bahan yang disekresikan mukosa saluran nafas, kelenjar sebaseus kulit, kelenjar kulit, telinga, asam HCL dalam cairan lambung, lisosim yang dikeluarkan oleh makrofag mengahncurkan kuman gram dengan bantuan komplemen, keringat, ludah, air mata, dan air susu (melawan kuman gram +) c. Pertahanan humoral : Komplemen mengaktifkan fagosit dan membantu destruktif bakteri dan parasit (menghancurkan sel membran bakteri, faktor kemotaktik yang mengarahkan makrofak ke tempat bakteri, diikat pada permukaan bakteri yang memudahkan makrofag untuk mengenal dan memakannya). Interferon adalah suatu glikoprotein yang dihasilkan sel manusia yang mengaandung nukelus dan dilepaskan sebagai respons terhadap infeksi virus. 2. Sistem kekebalan tubuh berdasarkan mekanisme kerjanya terbagi menjadi 2, yaitu : Imunitas humoral Imunitas humoral yaitu imunitas yang dimediasi oleh molekul di dalam darah yang disebut antibodi. Antibodi dihasilkan oleh sel B limfosit. Mekanisme imunitas ini ditujukan untuk benda asing yang berada di di luar sel (berada di cairan atau jaringan tubuh). B limfosit akan mengenali benda asing tersebut, kemudian akan memproduksi antibodi. Antibodi merupakan molekul yang akan menempel di suatu molekul spesifik (antigen) di permukaan benda asing tersebut. Kemudian

antibodi akan menggumpalkan benda asing tersebut sehingga menjadi tidak aktif, atau berperan sebagai sinyal bagi sel-sel fagosit. Imunitas selular Imunitas selular adalah respon imun yang dilakukan oleh molekulmolekul protein yang tersimpan dalam limfa dan plasma darah. Imunitas ini dimediasi oleh sel T limfosit. Mekanisme ini ditujukan untuk benda asing yang dapat menginfeksi sel (beberapa bakteri dan virus) sehingga tidak dapat dilekati oleh antibodi. T limfosit kemudian akan menginduksi 2 hal: a. fagositosis benda asing tersebut oleh sel yang terinfeksi b. lisis sel yang terinfeksi sehingga benda asing tersebut terbebas ke luar sel dan dapat di dilekati oleh antibodi. 3. Imunisasi Merupakan salah satu usaha manusia untuk menjadikan individu kebal terhadap suatu penyakit. Imunisasi terbagi menjadi: a. Imunisasi Aktif Diperoleh karena tubuh secara aktif membuat antibody sendiri. b. Imunisasi Aktif Alami Kekebalan yang Diperoleh seseorang setelah sembuh dari sakit tertentu. c. Imunisasi Aktif Buatan Imunisasi merupakan pemberian mikroorganisme yang telah mati atau dilemahkan ke dalam tubuh manusia supaya tubuh membentuk antibody d. Imunisasi Pasif Kekebalan yang didapat dari pemindahan antibody dari suatu individu ke individu lainnya. e. Imunisasi Pasif AlamiTerjadi pada bayi dalam kandungan, dimana antibody sang ibu akan masuk ke dalam tubuh bayi melalui plasenta,dan ASI pertama f. Imunisasi Pasif Buatan Kekebalan yang diperoleh dengan memasukkan antibody atau serum yang telah kebal penyakit yang dilakukan melalui suntikan.Tujuanya adalah untuk memberikan kekebalan tubuh secepatnya karena tubuh penerima tidak memiliki banyak waktu untuk membentuk antibody. C. Kelainan dan Penyakit pada System Kekebalan Tubuh 1. Alergi Merupakan suatu reaksi abnormal yang terjadi pada seseorang.Umumnya alergi bersifat khusus dan hanya muncul jika penderita melakukan kontak dengan penyebab alergi.Alergi dapat diturunkan dari orang tua atau keluarga

dekat. Alergi dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat fatal terhadap penderita. Seseorang yang alergi akan mengalami gangguan emosi, konsentrasi dan lain-lain. Alergi terjadi karena penderita sangat sensitive terhadap allergen. 2. AIDS AIDS merupakan suatu sindrom atau penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pada tubuh manusia,virus HIV hanya menyerang sel yang memiliki protein tertentu.protein itu ialah yang terdapat pada sel darah putih T4, yaitu sel darah putih yang berperan menjaga system kekebalan tubuh. Apabila virus HIV menginfeksi tubuh, manusia akan mengalami penurunan system kekebalan tubuh. Akibatnya,para penderita HIV-AIDS akan mudah terinfeksi berbagai jenis penyakit. Penderita HIV positif umumnya masih dapat hidup dengan normal dan tampak sehat, tetapi dapat menularkan virus HIV. Penderita AIDS adalah penderita HIV positif yang telah menunjukkan gejala penyakit AIDS. 3. Defisiensi Imun Defisiensi imun dapat diperoleh dari keturunan. Defisiensi imun yang diwariskan tersebut umumnya mencerminkan kegagalan pewarisan suatu gen kepada generasi berikut sehingga dihasilkan makrofag yang tidak mampu mencerna dan menghancurkan organisme penyerbu, contohnya adalah Combined Immunodeficiency (SCID). Penderita SCID mengalami kekurangan limfosit B dan T sehingga harus tinggal di lingkungan steril agar tidak terkena infeksi D. Penyakit Autoimun (LUPUS) Ketika penyakit autoimun menyerang, sistem kekebalan akan menyerang organ atau jaringannya sendiri seolah-olah mereka adalah unsur asing. . E. Hubungan antara Sistem Kekebalan Tubuh dengan Kondisi Psikologis Seseorang Telah terbukti bahwa Stres dapat mengganggu kondisi tubuh, bisa membuat kesehatan terganggu. Stres memang tidak langsung membuat kondisi tubuh berubah akan tetapi adanya variabel biologis dan psikologis membuat kondisi tubuh berubah

dan akhirnya kesehatan terganggu. Pada tingkat lanjut membuat penyakit berkembang dalam tubuh. Secara sederhana stres dapat mengganggu kondisi tubuh karena stres mempunyai efek domino dalam sistem hormon yang ada dalam tubuh. Dalam hormon ada sistem endokrin yang terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin menampilkan respon tubuh terhadap stres. Hormon-hormon stres ini diproduksi oleh kelenjar adrenal membantu tubuh menyiapkan diri mengatasi stresor atau ancaman. Bila stresor melewati batas, bisa mengganggu kondisi tubuh dan menyebabkan stres. Perlu di perhatikan bahwa selama stres tubuh secara terusmenerus memompa hormon-hormon yang dapat menekan kemampuan sistem kekebalan tubuh yang fungsinya melindungi tubuh manusia dari berbagai infeksi dan penyakit. Sistem kekebalan (immune system) merupakan pertahanan tubuh melawan penyakit. Berjuta sel darah putih yang disebut leukosit (leukocytes) adalah pasukan sistem kekebalan tubuh dalam peperangan mikroskopis yang sangat berperan. Adapun beberapa penyakit berkepanjangan, yaitu: yang dapat muncul diakibatkan dari stress yang Sakit Kepala Jantung Koroner Asma Kanker AIDS

III.

KESIMPULAN

Sistem pertahanan tubuh adalah sebuah sistem di dalam tubuh kita yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan berbagai macam penyakit. Sistem pertahanan tubuh kita terbagi dua, ada yang berdasarkan asalnya ada pula yang berdasarkan mekanisme kerjanya. Sebagai pencegahan, sewaktu kita kecil dilakukan imunisasi yang bertujuan membentuk sistem pertahanan tubuh terhadap antigen atau penyakit tertentu. Juga terdapat beberapa kelainan atau penyakit yang berhubungan dengan sistem imun, salah satu diantaranya adalah alergi. Penting juga harus kita ketahui bahwa kondisi psikologis seseorang juga sangat berpengaruh terhadap pertahanan tubuhnya, oleh karena itu kita dianjurkan untuk tidak stress berlebihan.

DAFTAR PUSTAKA Purnomo.dkk. 2009. BSE Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Priadi, Arif. 2009. Biology 2 for Senior High School Year XI. Yushistira http://id.shvoong.com/exact-sciences/1941063-sistem-imun http://tsani-oke.blogspot.com/2011/04/makalah-sistem-kekebalan-tubuh.html
http://www.analisadaily.com/news/15939/hubungan-stres-dengan-kesehatan-tubuh/