Anda di halaman 1dari 9

Konsep Daya Saing Perspektif Teknologi Konsep Daya Saing Pembahasan mengenai konsep daya saing tidak bisa

dilepaskan dari evolusi teori daya saing itu sendiri. Pada awalnya teori daya saing secara spesifik membahas tentang kemampuan suatu perusahaan agar tetap survive dalam pasar yang dinamis. Dari teori daya saing pada tingkat perusahaan dalam suatu negara, kemudian berkembang menjadi suatu konsep daya saing antarnegara. Dalam bagian ini selain menjelaskan tentang evolusi teori daya saing, dicontohkan pula beberapa pengukuran atau pemeringkatan daya saing dengan metodologi yang berbeda-beda dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan di ndonesia. !volusi "eori Daya Saing Secara garis besar, munculnya teori daya saing bermula dari teori perdagangan dan secara perlahan-lahan berkembang ke arah model keunggulan bersaing. Dimulai dari teori merkantilisme, keunggulan absolut, keunggulan komparatif, faktor endowment, #eontif parado$, spesifikasi produk, siklus hidup produk, skala ekonomi, dan keunggulan daya saing. %erkantilisme &"homas %un' %erkantilisme pada prinsipnya merupakan suatu paham yang menganggap bahwa penimbunan uang, atau logam mulia yang akan ditempa menjadi uang emas ataupun perak haruslah dijadikan tujuan utama kebijakan nasional. Salah satu tokoh besar yang lahir pada (aman merkantilisme adalah "homas %un. %un berhasil menelurkan hasil pemikirannya dalam bukunya yang berjudul !ngland)s "reasure by *oreign "rade yang memberikan sumbangan yang sangat besar terhadap teori perdagangan internasional. %un berpendapat bahwa untuk meningkatkan kekayaan negara, cara yang biasa dilakukan adalah lewat perdagangan dan karena itu pedoman yang harus dipegang teguh oleh suatu negara adalah mengusahakan agar nilai ekspor ke luar negeri harus lebih besar dibandingkan dengan yang diimpor oleh negara itu. %un juga berpendapat jika suatu negara lewat perdagangan memperoleh banyak uang, jangan sampai modal itu hilang justru karena uang itu tidak dipergunakan untuk berdagang lagi. +ulukan merkantilisme pada dasarnya diberikan kepada aliran atau paham ini oleh para kritikus ekonomi khususnya ,dam Smith. Sebutan merkantilisme mengandung makna menyamakan suatu bangsa atau negara dengan kebijakan seorang pedagang, yang berusaha mendapatkan hasil yang lebih besar pada waktu menjual dibandingkan dengan apa yang dikeluarkannya ketika membeli dan dengan demikian meningkatkan kekayaan perusahaannya. Perdagangan internasional akan terjadi apabila terdapat kesempatan memperoleh surplus neraca transaksi berjalan &current account'. -leh karena itu, kegiatan ekspor-impor diletakkan sebagi lokomotif utama yang dipicu melalui peningkatan industri dalam negeri. "eori Keunggulan ,bsolut &Smith. /001' !konomi klasik resmi berdiri ketika ,dam Smith mengeluarkan bukunya yang berjudul ,n n2uiry into 3ature and 4auses of the 5ealth of 3ations. %enurut ,dam Smith, kekayaan suatu negara akan bertambah searah dengan peningkatan ketrampilan dan efisiensi para tenaga kerja, dan sejalan dengan persentase penduduk yang terlibat dalam proses produksi. Kesejahteraan

ekonomi setiap individu tergantung pada perbandingan antara produksi total dengan jumlah penduduk. Smith juga menganjurkan adanya spesialisasi kerja dan penggunaan mesin-mesin sebagai sarana utama untuk peningkatan produksi. a juga memperkenalkan konsep invisible hand di mana setiap orang yang melakukan kegiatan di dalam perekonomian dituntun oleh sebuah 6tangan yang tidak kelihatan7 sehingga ia dengan mengejar kepentingannya sendiri ia kerap justru lebih efektif memajukan kepentingan masyarakat daripada kalau ia sungguh bermaksud untuk memajukan kepentingan masyarakat itu. ,dam Smith mengajukan teori perdagangan internasional yang dikenal dengan teori keunggulan absolut. a berpendapat bahwa jika suatu negara menghendaki adanya persaingan, perdagangan bebas dan spesialisasi di dalam negeri, maka hal yang sama juga dikehendaki dalam hubungan antarnegara. Karena hal itu, Smith mengusulkan bahwa sebaiknya semua negara mempunyai. 8 pembagian tenaga kerja, 8 dukungan terhadap perdagangan bebas tanpa campur tangan pemerintah, 8 spesialisasi pada komoditas tertentu, sehingga mereka mempunyai suatu keunggulan absolut, 8 keunggulan absolut berdasarkan pada suatu kenaikan pada produktivitas dunia, sehingga tergantung pada kenaikan produksi dan konsumsi. "eori Keunggulan Komparatif &9icardo. /:/;' "eori ini menekankan bahwa perdagangan internasional dapat saling menguntungkan jika salah satu negara tidak usah memiliki keunggulan absolut atas suatu komoditas seperti yang diungkapkan oleh ,dam Smith, namun cukup memiliki keunggulan komparatif dimana harga untuk suatu komoditi di negara yang satu dengan yang lainnya relatif berbeda. "eori <eckscher--hlin &/;/;, /;==' *aktor produksi yang umumnya dikategorikan sebagai tanah, tenaga kerja dan modal, terlalu umum untuk dapat menunjukkan keunggulan daya saing dalam strategi industri-industri yang berbeda. *aktor-faktor produksi dapat dikelompokkan ke dalam sejumlah kategori besar, SD%, fisik, ilmu pengetahuan, modal dan infrastruktur. Pemakaian campuran dari faktor-faktor tersebut berbeda antarindustri. Keunggulan daya saing dari faktor-faktor tergantung pada bagaimana efisisensi dan efektifitas faktor-faktor tersebut menyebar. <al ini digambarkan oleh pemilihan yang dibuat sebuah perusahaan tentang bagaimana perpindahan faktor sesuai dengan teknologi yang digunakannya. "entu saja, nilai faktor-faktor tertentu dapat menjadi alternatif dari pemilihan teknologi. "idak hanya pertanyaan )bagaimana), tetapi )di mana) &tempat' faktor-faktor tersebut dikembangkan dalam suatu perekonomian sangat penting, karena kecanggihan teknologi dan sumberdaya manusia yang berkemampuan dapat digunakan pada suatu keberagaman industri. Ketersediaan faktor-faktor belum cukup untuk menjelaskan keberhasilan daya saing. Suatu perusahaan mendapatkan keunggulan daya saing jika memiliki biaya rendah dan faktor-faktor tersebut mempunyai kualitas yang tinggi. Dengan kata lain teori ini menekankan bahwa faktor endowment &faktor sumberdaya yang melimpah' yang berbeda dapat menjelaskan mengapa negara-negara mempunyai keunggulan pada komoditas yang berbeda. "erdapat dua intensitas faktor, yaitu faktor labor-intensive atau faktor capital-intensive. ntensitas faktor tersebut tergantung pada tingkat teknologi. "eorema <eckscher--hlin &teorema <--' meramalkan pola perdagangan antarnegara berdasarkan pada karakteristik negara-negara tersebut. "eorema <-- mengatakan bahwa suatu negara yang berlimpah modal akan mengekspor barang capital-intensive di mana negara yang

melimpah tenaga kerja akan mengekspor barang labor-intensive. Perputaran perdagangan akan naik sampai harga kedua barang akan sama pada kedua pasar tersebut. "eori #eontief Parado$ &/;>=' Pengujian empiris dari teori <eckscher--hlin yang dilakukan oleh #eontief terdapat kontradiksi dari teori tersebut. Penemuan kontradiksi tersebut menunjukkan bahwa ,merika Serikat mengimpor lebih banyak capital-intensive dari pada labor-intensive. Padahal kondisi ,merika Serikat lebih unggul untuk capital-intensive. "eori Spesifikasi ?arang &#inder. /;1/' "erdapat perbedaan perdagangan pada masing-masing jenis barang, 8 untuk komoditas dan barang resource-intensive. perdagangan ditentukan oleh biaya relatif dari produksi dan faktor endowment, 8 untuk barang manufaktur. perdagangan ditentukan oleh persamaan permintaan produk, karena segmen pasar dirinci oleh tingkat pengalaman produk dan tingkat pendapatan. Daya Saing nternasional "eori Keunggulan Daya Saing &Porter. /;:@, /;:>, /;:0, /;;@' %enurut Porter, keunggulan komparatif dapat ditemukan pada tingkat perusahaan dan pada tingkat nasional. !mpat atribut dalam membangun keunggulan dari suatu negara digambarkan oleh Porter sebagai suatu skema berbentuk berlian, empat atribut tersebut adalah. /. Kondisi faktor, seperti. tenaga trampil dan prasarana, A. Kondisi permintaan dan tuntutan mutu dalam negeri untuk hasil industri tertentu, =. !ksistensi industri terkait dan pendukung yang berdaya saing, B. Strategi, struktur dan persaingan antarperusahaan. Selain itu terdapat korelasi yang cukup signifikan dengan variabel peran pemerintah untuk menciptakan keunggulan daya saing nasional dan adanya faktor kebetulan &penemuan baru, melonjaknya harga, perubahan kurs dan konflik keamanan antarnegara'. Semakin tinggi tingkat persaingan antarperusahaan di suatu negara, maka semakin tinggi pula tingkat daya saing internasionalnya. "erdapat dua prinsip fundamental agar tetap survive dan berkembang dalam lingkungannya berdasarkan persoalan berikut. &/' bagaimana bentuk struktur industri tersebut dan bagaimana perkembangannya, dan &A' bagaimana posisi perusahaan tersebut di dalam industri yang ada. ?erdasarkan dua pertanyaan tersebut, ada lima kekuatan kompetisi yang menjadi bahan pertimbangan, yaitu . /. Karakter persaingan diantara pesaing-pesaing yang terlibat, A. ,ncaman yang muncul akibat pesaing baru, jika peusahaan lain dengan mudah masuk ke dalam industri, =. Kemungkinan ancaman dari produk atau jasa pengganti, B. ?argaining position para pemasok, >. ?argaining position konsumen. Sebuah perusahaan dapat mencapai keunggulan daya saing apabila biaya relatif rendah &efisiensi' dan berbeda &kekhususan'. Dan sebuah perusahaan dapat memenangkan suatu keunggulan daya saing melalui konfigurasi yang lain &perubahan dari terpusat menjadi terbagi'

atau koordinasi &dari tinggi sampai rendah' atau keduanya. Suatu perusahaan mempunyai keunggulan daya saing disebabkan oleh jumlah produksi, jumlah permintaan produk, keuangan, distribusi, periklanan skala ekonomi, kepemilikan teknologi, merek, atau manajemen sumberdaya manusia. Sifat keunggulan daya saing adalah mengikis sepanjang waktu dan keunggulan daya saing dapat bertahan melalui peningkatan dan perbaikan yang terus menerus. %odel Sembilan *aktor Dong-Sung 4ho &/;;0' menjelaskan bahwa kita membutuhkan model yang bisa mengatakan kepada kita, bukannya seberapa banyak tingkat sumberdaya yang sekarang dimiliki oleh suatu negara, tetapi siapa yang menciptakan sumberdaya dan kapan seharusnya setiap sumberdaya itu diciptakan. %odel ; faktor yang diciptakan oleh Dong-Song 4ho merupakan pengembangan dari model Porter. Perbedaan model ; faktor dari model berlian adalah faktor yang terletak di luar kotak berlian, yaitu keberadaan B faktor yang meliputi tenaga kerja, birokrasi dan politisi, kewirausahaan, dan profesional manajer, teknisi dan perancang. "ermasuk juga faktor akses dan kesempatan yang merupakan faktor yang mempertajam daya saing internasional. PengukuranCpemeringkatan Daya Saing 3egara %D & nstitute for %anagement Development' #aporan penelitian %D tentang peringkat daya saing negara-negara dipublikasikan ke dalam "he 5orld 4ompetitiveness Dearbook, yang dimulai sejak tahun /;:;. "erdapat : faktor kunci yang menentukan daya saing negara, yaitu perekonomian domestik, internasionalisasi, pemerintah manajemen, keuangan, infrastruktur, iptek dan manusia. Sumber data penelitian ini dari hasil survei dan publikasi. +umlah negara yang dilibatkan dalam penelitian sebanyak B1 negara. ,dapun keunggulan penelitian %D ini adalah survei dilakukan secara langsung dan terbesar bila dibandingkan dengan penelitian serupa serta informasi yang diperoleh bersumber dari para eksekutif. Sedangkan kelemahannya berupa latar belakang teoritis lemah, tingkat respon yang rendah dan metodologi yang subyektif serta ketidaksesuaian pendapat eksekutif untuk daya saing nasional. 5!* &5orld !conomic *orum' Sejak tahun /;;1, laporan urutan daya saing wilayah yang merupakan hasil penelitian 5!* dipublikasikan lewat "he Elobal 4ompetitiveness 9eport. #embaga sipil, keterbukaan, pemerintah, manajemen, keuangan, infrastruktur, teknologi, tenaga kerja merupakan : faktor yang menentukan tingkat daya saing negara menurut 5!*. Sumber data diperoleh dari hasil publikasi dan survei. +umlah negara dalam penelitian sebanyak >= negara Keunggulan penelitian ini sama dengan keunggulan penelitian yang dilakukan %D tetapi lebih baik dalam hal cakupan variabel-variabelnya. ,dapun kelemahannya pada umumnya sama dengan %D. Khususnya tentang basis teoritis yang lemah dan kekurangan antarvariabel, metodologi dan bobot tidak meyakinkan serta ketidakcocokan pendapat para eksekutif untuk daya saing nasional.

PS & nstitute of ndustrial Policy Study' "he 3ational 4ompetitiveness 9eport adalah wadah publikasi hasil penelitian PS tentang urutan daya saing negara yang dimulai sejak tahun /;;:. *aktor-faktor kunci yang mempengaruhi tingkat daya saing negara adalah dua kelompok faktor kunci dan peristiwa peluang. Kedua kelompok faktor tersebut adalah kelompok faktor manusia dan kelompok faktor non manusia. Kelompok faktor manusia terdiri dari B faktor, yaitu. pekerja, politisi dan birokrasi, pemilik perusahaan, kaum profesional. Kelompok faktor non manusia terdiri dari B faktor, yaitu. sumberdaya, permintaan, industri terkait, lingkungan bisnis. Sumber data diperoleh dari publikasi dan //B kantor K-"9,. ,dapun jumlah negara dalam penelitian sebesar >/ negara, meliputi. A; -!4D, B 3 4 Pertama, B 3 4 Kedua, /> #D4 &#ow Development 4ountries'. Keunggulan penelitian ini karena basis teoritis yang kuat dengan multikolinieritas minimal. Sedangkan kelemahannya terletak pada tidak tersedia data halus sehingga data belum lengkap. Pengukuran C Pemeringkatan Daya Saing 5ilayahCDaerah Di ndonesia ?ank ndonesia-F3P,D &Provinsi' Studi yang dilakukan oleh Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan ?ank ndonesia &? ' dan Fniversitas Padjadjaran menunjukkan bahwa wilayah-wilayah paling maju dan memiliki daya saing tinggi di ndonesia berada di +awa dan ?ali, sedangkan untuk wilayah Sumatera hanya Sumatera Ftara &peringkat /A', satu tingkat di atas median &nilai tengah'. 5ilayah Sulawesi memiliki daya saing moderat, untuk wilayah Papua, %aluku dan 3usa "enggara semuanya berada di bawah median. Dengan demikian dapat dikatakan motor penggerak percepatan pembangunan di Kawasan "imur ndonesia &K" ' sebenarnya adalah wilayah Sulawesi. Dalam studi disebutkan bahwa Kalimantan "imur menduduki peringkat kedua &A' dari segi daya saing daerah, predikat tersebut lebih dikarenakan adanya sentra ekonomi eksploratif, yaitu tambang berupa gas alam dan sektor kehutanan yang relatif uncoupling dengan kegiatan ekonomi masyarakat. KPP-D-K,D 3 Penelitian yang dilakukan KPP-D dan K,D 3 tentang pemeringkatan daya tarik investasi kabupatenCkota di ndonesia sampai dengan saat ini telah dilakukan sebanyak dua kali. Pertama dilakukan pada tahun A@@/ dan terakhir pada tahun A@@A. Pemeringkatan pada tahun A@@/ dilakukan terhadap ;@ kabupatenCkota, sedangkan pada tahun A@@A semakin banyak kabupatenCkota yang dilibatkan dalam penelitian, yaitu /=B kabupatenCkota. Pemeringkatan pada tahun A@@/ berdasarkan B faktor yang mempengaruhinya, faktor-faktor tersebut adalah &i' keamananG &ii' potensi ekonomiG &iii' peraturan daerah dan &iv' SD%, budaya daerah, infrastruktur dan keuangan daerah. Pembobotan terbesar diberikan untuk faktor keamanan. Pemeringkatan ini terdiri dari 0 indikator utama sebagai parameternya dan terbagi ke dalam /0 sub variabel. Penelitian tahun A@@A terdapat lima faktor yang digunakan untuk menilai daya tarik investasi. Dari kelima faktor tersebut diperinci ke dalam /B variabel dan BA indikator. Kelima faktor yang digunakan adalah &i' kelembagaanG &ii' sosial politikG &iii' perekonomian daerahG &iv' ketenagakerjaan dan produktivitasG dan &v' infrastruktur fisik. Pembobotan terbesar untuk faktor kelembagaan &=/ persen' dan kedua adalah faktor sosial politik &A1 persen'.

%etode penelitian yang digunakan adalah metode ,<P &,nalitical <ierarchy Process' yang merujuk kepada persepsi dari pelaku usaha serta pengamat ekonomi. "erjadi perbedaan urutan teratas antara hasil penelitian tahun A@@/ dan tahun A@@A berdasarkan pemeringkatan daya tarik investasi secara umum. Penelitian tahun A@@/ urutan teratas diduduki oleh Kabupaten ?andung, sedangkan penelitian tahun A@@A menunjukkkan urutan teratas diduduki oleh Kota Semarang. Pada penelitian tahun A@@/, Kota Semarang tidak termasuk ke dalam lingkup penelitian. Perbedaan hasil pemeringkatan antara tahun A@@/ dan A@@A selain disebabkan oleh jumlah kabupatenCkota yang terlibat, juga karena jumlah dan jenis faktor yang mempengaruhinya serta perbedaaan besarnya pembobotan dari faktor-faktor tersebut. "he +awa Post nstitute of Pro--tonomi &+awa "imur' Penelitian oleh institusi ini ingin menunjukkan keberhasilan otonomi daerah melalui kemajuan daerah yang akhirnya dapat mendorong persaingan sehat antardaerah dan mengurangi sisi-sisi negatif dari pelaksanaan otonomi daerah. ?esarnya P,D &Pendapatan ,sli Daerah' bukan merupakan kriteria dominan bagi kemajuan suatu daerah dan lebih menghargai tingginya tingkat tabungan masyarakat. Kategori prestasi kemajuan otonomi meliputi &i' prestasi otonomi, &ii' kontraprestasi otonomi dan &iii' stagnasiprestasi otonomi. Fntuk masing-masing daerah, nilai kemajuannya ditentukan oleh akumulasi selisih nilai parameter dalam indeks prestasi otonomi terhadap parameter dalam indeks kontraprestasi otonomi, setelah dikalikan dengan masing-masing bobot sebagai parameter. "ahap awal untuk menentukan tingkat kemajuan daerah, ditetapkan tiga parameter. Pertama, parameter skala kehidupan ekonomi &economic live-scale'. Parameter ini diukur melalui seberapa jauh pertumbuhan &growth', pemerataan &e2uity', kesinambungan &sustainability' serta pemberdayaan &empowerment'. Kedua, parameter layanan publik &public services'. Parameter kedua ini diukur berdasarkan kualitas layanan publik berupa indikator-indikator sentral yaitu sufisiensi, efisiensi dan fasilitas. Ketiga, parameter resiko-resiko lokal. Parameter ini diwakili oleh indikator resiko keamanan, stabilitas, demokrasi dan otonomi. Pemeringkatan terhadap keberhasilan otonomi yang dimulai pada tahun A@@/ sampai saat ini &terakhir tahun A@@=' hanya untuk kabupatenCkota di Provinsi +awa "imur. Peringkat tertinggi untuk tahun A@@/ dan tahun A@@A diperoleh Kota Surabaya &ibukota Provinsi +awa "imur'. 3amun untuk tahun A@@= peringkat tertinggi ditempati oleh Kabupaten #amongan dan Kabupaten #umajang. PK"P5-?PP" &KabupatenCKota' Dengan menggunakan data sekunder yang dipublikasikan oleh ?adan Pusat Statistik &?PS', tim studi PAK"P5-?PP" melakukan pemeringkatan daya saing wilayah dalam perspektif teknologi untuk //; kabupatenCkota di +awa dan ?ali pada tahun pertama dan /00 kabupatenCkota untuk luar +awa dan ?ali meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan 3usa "enggara pada tahun kedua. Kajian tersebut dilakukan berdasarkan dua kelompok indikator, yaitu indikator iklim teknologi dan indikator kemampuan teknologi. <asil dari penelitian ini berupa indeks daya saing wilayah dalam perspektif teknologi. ?erdasarkan indeks tersebut, untuk wilayah +awa dan ?ali urutan /@ teratas diduduki oleh kelompok dengan status kota. ?egitu juga dengan wilayah luar +awa dan ?ali &Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan 3usa "enggara', kelompok daerah dengan status kota menduduki peringkat /@ teratas.

Perspektif "eknologi Definisi "eknologi "eknologi adalah semua pengetahuan, produk, proses, peralatan, metode dan sistem yang digunakan dalam penciptaan barang dan dalam penyediaan jasa &Khalil, A@@@'. "eknologi selalu tersedia pada setiap proses transformasi produksi danCatau operasi, yaitu proses mengubah input menjadi output. Komponen "eknologi "eknologi tersebut selanjutnya dirinci dalam empat komponen teknologi, yaitu. /. "echnoware &"'. object-embodied technologyHphysical fasilitiesHperangkat teknisHperalatan produksi, mencakup. peralatan, perlengkapan, mesin-mesin, kendaraan bermotor, pabrik, infrastruktur fisik dan barang modal lainnya yang digunakan dalam mengoperasikan suatu proses transformasi. A. <umanware &<'. person-embodied technologyH human abilitiesH kemampuan sumberdaya manusia, meliputi. pengetahuan, keterampilanCkeahlian, kebijakan, kreatifitas, prestasi dan pengalaman seseorang atau sekelompok orang dalam memanfaatkan sumberdaya alam danCatau input antara yang tersedia. =. nfoware & '. document-embodied technologyH documented factH perangkat informasi, berkaitan dengan proses, prosedur, teknik, metode, teori, spesifikasi, desain, observasi, manual dan fakta lainnya yang diungkapkan melalui publikasi, dokumen dan cetak biru. B. -rgaware &-'. institution-embodied technologyH organi(ational frameworksH perangkat organisasiC kelembagaan dan peraturan yang dibutuhkan untuk mewadahi perangkat teknis, kemajuan sumberdaya manusia dan perangkat informasi terdiri dari praktek-praktek manajemen, keterkaitan dan pengaturan organisasi untuk mencapai hasil yang positif. Kerangka Dasar Pengkajian "eknologi Kerangka dasar untuk mengkaji tentang teknologi meliputi kajian terhadap kandungan teknologi, status teknologi, kemampuan teknologi dan iklim teknologi. Kandungan "eknologi &technology content' ,nalisis kandungan teknologi menggunakan pendekatan teknometrik. Pendekatan ini bertujuan untuk mengukur kontribusi gabungan dari keempat komponen teknologi dalam suatu proses transformasi input menjadi output. Kontribusi gabungan tersebut disebut kontribusi teknologi. %anfaat dari analisis kandungan teknologi ini adalah sebagai alat pendukung pengambilan keputusan dan alat untuk memformulasikan kebijakan dan perencanaan pembangunan. Status "eknologi &technology status'. industri Pengkajian status teknologi dapat digunakan untuk menunjukkan perbandingan atau perbedaan tingkat teknologi antarnegara atauantar wilayah pada level industri yang sama. <asil kajian tersebut digunakan untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam pengembangan teknologi secara tepat, cepat dan efisien. "erdapat enam aspek yang berkaitan dengan model pengkajian status teknologi. Keenam aspek tersebut adalah &i' karakteristik komponen teknologiG &ii' nilai tambah kandungan teknologiG &iii'

kandungan imporG &iv' kandungan eksporG &v' tahap pengembangan teknologiG dan &vi' tingkat inovasi. Kemampuan "eknologi Pengkajian kemampuan teknologi pada dasarnya merupakan gabungan antara kemampuan mengembangkan teknologi sendiri dan kemampuan mengasimilasikan teknologi impor. Kemampuan menggabungkan keduanya juga ditentukan oleh seberapa jauh infrastruktur pengembangan teknologi yang tersedia. Selain itu juga dipengaruhi oleh profil sumberdaya alam dan sumberdaya manusia. klim "eknologi &technology climate'. %akro Spasial ,nalisis iklim teknologi dapat menyediakan informasi mengenai kekuatan dan kelemahan suatu wilayah berkaitan dengan budaya teknologi, yaitu sesuatu yang mengacu kepada sikap berpikir. klim teknologi dapat diciptakan melalui pendidikan teknologi termasuk mempopulerkan teknologi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya teknologi, masyarakat teknologi dan komunitas teknologi. ?erdasarkan pengkajian iklim teknologi, banyak program yang harus dirumuskan dan dilaksanakan untuk memfasilitasi pengembangan budaya teknologi, seperti gerakan iptek, media massa, televisi, technology e$po, perpustakaan ilmiah populer dan pengembangan sikap terhadap teknologi. Kebutuhan "eknologi &technology need'. Spasial. ,nalisis kebutuhan teknologi dimaksudkan untuk merumuskan resep normatif dalam mencapai kemandirian teknologi dalam bidang-bidang tertentu. ,nalisis kebutuhan teknologi perlu dilaksanakan secara paralel dengan analisis kemampuan teknologi. <asil analisis kebutuhan dan kemampuan teknologi secara bersama-sama akan digunakan oleh pihak yang berwenang untuk mengidentifikasi kesenjangan teknologi yang harus dijembatani, sehingga dapat ditentukan spesialisasi jenis teknologi yang perlu dikembangkan. Dayasaing 5ilayah. Perspektif "eknologi Keunggulan wilayah dalam penguasaan, pengembangan dan atau pemanfaatan teknologi akan menentukan dayasaing wilayah tersebut. Dalam hal wilayah tersebut mempunyai kemampuan dan unggul relatif terhadap wilayah yang lain, maka wilayah tersebut dapat dikatakan mempunyai posisi daya saing dalam perspektif teknologi yang baik. Posisi strategis daya saing tersebut ditentukan oleh lingkungan eksternal, yaitu iklim teknologi, dan lingkungan internal, yaitu kemampuan teknologi. klim "eknologi klim teknologi adalah faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi komponen teknologi &",<, ,-' dan tingkatanC hirarki &perusahaan, industri, sektor, dan spasial' pengkajian. ndikator iklim teknologi berupa. a. Fmum. tingkat perkembangan sosial ekonomi b. *asilitas kegiatan. keadaan sarana dan prasarana c. Ketersediaan personil iptek dan pengeluaran anggaran untuk litbang

d. Produktivitas yaitu skenario iptek dalam sistem produksi. e. Sumberdaya dasar. skenario iptek di dunia akademis f. "ingkat inovasi. kemajuan dan usaha pada bidang khusus g. Peraturan dan intensif. komitmen makro pengembangan iptek. Kemampuan "eknologi Kemampuan teknologi adalah kemampuan suatu wilayah untuk mengembangkan teknologinya sendiri serta mengasimilasikan berbagai jenis teknologi impor. Kemampuan teknologi ditentukan oleh &i' kualitas sistem pendidikanG &ii' kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana sistem produksiG &iii' efektifitas dan fasilitas litbangG &iv' kekuatan untuk melakukan perundingan dan penawaran dan &v' perdagangan internasional. ,dapun indikator kemampuan teknologi berupa &i' profil sumberdaya alamG &ii' profil sumberdaya manusiaG &iii' profil infrastruktur teknologi dan &iv' profil struktur teknologi. %enurut *rasman &/;:B', elemen-elemen kemampuan teknologi berupa . a. Kemampuan mencari berbagai alternatif teknologi yang ada, baik lokal maupun impor, Kemampuan mengadaptasi dan menguasai teknologi impor dan mengaplikasikannya ke dalam proses produksi lokal, Kemampuan mengembangkan teknologi yang sudah ada sebagai bagian dari proses inovasi secara bertahap. Kemampuan melembagakan upaya-upaya inovasi yang bersifat unggulan. Kemampuan menyelenggarakan penelitian dasar. Sedangkan menurut F3 D- &/;:1', elemen-elemen tersebut meliputi . 8 Kemampuan mendidik dan melatih sumberdaya manusia 8 Kemampuan melaksanakan penelitian dasar 8 Kemampuan membangun fasilitas labolatorium 8 Kemampuan mencari, mengenali dan mengadaptasi teknologi. 8 Kemampuan menyediakan fasilitas penunjang dan jaringan informasi. Diunduh. http.CCpaper-hayun.blogspot.comCA@@:C@:Ckonsep-daya-saing-pembahasan-mengenai.html