Anda di halaman 1dari 9

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap manusia dalam kehidupan sehari-hari pernah mengalami luka.

Luka adalah hilangnya atau rusaknya sebagian atau seluruh jaringan tubuh (Sjamsuhidajat dan Jong, 2005). Luka yang sering terjadi adalah yang mengenai jaringan kulit yang merupakan organ tubuh yang terletak paling luar ( asitaatmadja, 2002). !leh karena kulit membatasi tubuh dari lingkungan luar, maka kulit rentan terkena luka, misalnya luka le"et, maupun luka iris. #ngka kejadian luka terus meningkat seiring dengan peningkatan kejadian ke"elakaan, kerusuhan, kebakaran, dan ben"ana alam seperti gempa di $ndonesia. Jumlah penderita luka kronis terus meningkat tiap tahun seiring dengan peningkatan jumlah lansia karena lansia "enderung menderita penyakit kronis. Luka kronis adalah luka yang membutuhkan %aktu lama "ontoh luka pada penderita diabetes, luka tekan pada penderita stroke yang imobilisasi, luka kanker, osteomielitis, luka bakar, dan sebagainya (&'&(, 20)2). *erbagai usaha dilakukan oleh manusia untuk menyembuhkan luka, misalnya dengan memberikan povidone iodine )0+, ,a-l, maupun dengan bahan-bahan alami. Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai penyembuh luka adalah madu. &ara peneliti dalam bidang kedokteran menyatakan bah%a madu lebah mengandung berbagai khasiat dan man.aat bagi kesehatan, termasuk diantaranya adalah kemampuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh,

mela%an kanker, men"egah penyakit jantung, dan untuk pera%atan luka. /adu memiliki si.at antibakteri yang membantu mengatasi in.eksi pada luka dan aksi antiin.lamasinya dapat mengurangi nyeri serta meningkatkan sirkulasi yang berpengaruh pada proses penyembuhan. /adu juga merangsang tumbuhnya jaringan baru, sehingga selain memper"epat penyembuhan juga mengurangi timbulnya parut atau bekas luka pada kulit (0amad, 2001). *erbagai penelitian telah dilakukan untuk membuktikan adanya peran madu dalam memper"epat penyembuhan luka. Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh &ramana, dkk, 20)2 menunjukkan bah%a pengobatan madu e.ekti. untuk penyembuhan luka in.eksi kaki diabetik ($'2). *erdasarkan masalah di atas penulis tertarik untuk mengkaji penelitian tentang 34.ekti5itas &engobatan /adu #lami terhadap &enyembuhan Luka $n.eksi 'aki 2iabetik ($'2) (Sudi 'asus 2i &uskesmas *angetayu dan &uskesmas 6enuk Semarang).

B. Manfaat 1. Pelayanan kesehatan /emberikan in.ormasi tentang e.ekti5itas penggunaan madu dalam ino5asi pera%atan luka. 2. Masyarakat /emberikan in.ormasi kepada masyarakat mengenai madu yang dapat digunakan sebagai obat alternati. untuk pengobatan luka.

3. Pendidikan kepera atan /enambah %a%asan dan ilmu dalam pendidikan kepera%atan khususnya tentang ino5asi pera%atan luka.

HA!IL DAN PEMBAHA!AN a. *agian 0asil &ada bagian ini diungkapkan hasil-hasil penelitian yang telah diperoleh se"ara bertutur. 7idak ada komentar sedikitpun dari peneliti setiap apa yang disajikan. 'omentar peneliti baru dapat diberikan dibagian &embahasan. &enyajian hasil penelitian dapat dilakukan dalam 8 bentuk yaitu narasi, tabel, atau gambar. 2alam penyajiannya harus dimulai dengan narasi dulu, kemudian diikuti dengan tabel atau gambar untuk memperjelas apa yang dikemukakan dalam narasi. 2engan demikian, tidak bisa ada tabel atau gambar yang tidak ada keterangannya dalam narasi. &enjelasan tabel atau gambar dalam narasi tidak boleh terlalu detail atau panjang. -ukup memberikan keterangan singkat tentang isi dari tabel atau gambar. 2engan demikian tidak ada pengulangan in.ormasi dari tabel atau gambar dalam narasi. 0indari pengulangan in.ormasi data yang sama pada tabel dan gambar sekaligus. *ila data lebih menarik ditampilkan dalam gambar maka hindari pemun"ulannya dalam tabel. &enulisan tabel dalam tulisan jurnal harus dibuat se"ara komprehensi.. Semua 5ariabel dengan karakteristik yang sama perlu disatukan dalam satu tabel. 2emikian juga dengan gambar, 5ariabel dengan karakteristik yang sama juga bisa dimuat dalam satu gambar. (sahakan jumlah tabel dan gambar tidak melebihi 5 buah. (ntuk memperke"il jumlah tabel, dalam satu tabel dapat dimuat beberapa 5ariable sekaligus seperti yang disampaikan diatas. /isalnya saja 5ariable karakteristik responden yang terdiri dari umur, jenis

kelamin, pekerjaan, pendidikan, suku, dan agama dalam satu tabel. 0arus diperhatikan juga bah%a setiap tabel atau gambar harus dapat menjelaskan dirinya sendiri. Jenis satuan, jumlah sampel, apakah berhubungan (nilai p) harus bisa terlihat pada tabel tersebut. 7abel atau gambar yang dibuat untuk tulisan jurnal harus diletakkan pada bagian belakang dari munuskrip yang kita siapkan atau setelah da.tar pustaka. Setiap satu table atau gambar dimuat dalam satu halaman dan tetap dibuat dalam 2 spasi.

). 3*ulan September-9ebruari 20)2: &enulisan bulan dan tahun seperti ini mengandung makna yang ran"u, karena tidak ada bulan September hingga 9ebruari dalm tahun yang sama, seharusnya dituliskan bulan September 20))-9ebruari 20)2. 2. 3n;)<: tidak digunakan lagi dalam penulisan jurnal 8. &enulisan .rekuensi ditulis 3.: <. 3usia diatas =0 tahun: /enurut analisa penulis berdasarkan keterangan tabel, usia yang paling banyak adalah diba%ah =0 tahun 5. 3> responden:, seharusnya responden. yang

dituliskan adalah persentasi jumlah

b. &embahasan *agian ini kadang-kadang dijadikan satu dengan hasil penelitain, hal ini umumnya dilakukan apabila peneliti ingin menyatukan hasil berupa data dan pembahasan sekaligus atau jurnal menghendaki seperti itu. &enelitian kualitati. seringkali menggambungkan ke dua hal ini. -ara apapun yang dipilih oleh penulis tidak dipersoalkan, yang paling penting apakah dengan "ara yang dipilih itu (menyatukan atau memisahkan) pemba"a lebih mudah mengikutinya atau tidak. &ada bagian ini, yang paling utama ditonjolkan adalah membahas hasil utama yang diperoleh dan membandingkan dengan hasil-hasil atau apa yang dipahami sebelumnya. *isa saja banyak hasil yang diperoleh namun tentu hanya dipilih hasil-hasil utama saja. 0arus dikomentari apakah hasil yang diperoleh tersebut sudah selayaknya seperti itu atau masih banyak .aktor lainnya yang mungkin memberi pengaruh namun tidak sempat dikontrol dalam penelitian. &embahasan dilakukan juga dengan memperlihatkan mengapa terlihat hubungan tersebut. #pakah se"ara .isiologis, hubungan itu bisa dijelaskan? 'alau itu sesuatu yang bertentangan dengan pemahaman selama ini harus pula ada penjelasan mengapa penelitian ini tidak sama dengan apa yang dipahami. *erbagai keterbatasan perlu dikemukakan termasuk kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi karena desain penelitian atau karena keterbatasan di lapangan. &ada paragra. terakhir di bagian ini biasanya kita temukan kalimat yang berhubungan dengan kesimpulan dan saran. 'alimat ini kadang dibuat tidak se"ara eksplisit namun memberikan in.ormasi kepada pemba"a apa

kesimpulan yang ditarik oleh tim peneliti terhadap penelitian yang telah dilakukan. /enurut analisa penulis, pada bagian pembahasan peneliti lebih banyak membahas tentang komponen-komponen dari ,a-l. Seharusnya peneliti lebih banyak membahas tentang bagaimana prosesnya madu dapat mempengaruhi penyembuhan luka karena di dalam penelitian ini yang lebih e.ekti. untuk penyembuhan luka $'2 adalah kelompok yang menggunakan madu. (ntuk mengetahui apakah madu yang digunakan adalah alami atau tidak dan apa kandungan airnya benar-benar diba%ah )>+, harus dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu. tetapi, peneliti dalam penelitian ini menggunakan kandungan madu yang resmi dan kandungan airnya telah diuji yaitu sebesar )1+. Selain itu, bukan hanya madu saja yang yang mempengaruhi penyembuhan luka. *esarnya luka, dalamnya luka, dan derajat luka juga .aktor penting dalam proses penyembuhan luka. Semakin ke"il luka, semakin dangkal luka, dan semakin ke"il derajat luka maka luka akan "apat sembuh. Sebaliknya, bila luka semakin besar, semakin dalam dan semakin besar derajat luka, maka dibutuhkan derajat luka yang paling lama untuk membuat luka tersebut sembuh. /enurut analisa penulis, madu yang digunakan untuk penelitian merupakan bagian isi dari metodologi penelitian dan tidak perlu di"antumkan lagi di pembahasan. Seharusnya peneliti menyebutkan .aktor-.aktor yang mempengaruhi peneyembuhan luka saja.

Salah satu .aktor yang mempengaruhi penyembuhan adalah derajat atau great dari luka itu sendiri. &ada penelitian ini, semua responden memiliki luka dengan grade ) dan grade 2, ditandai dengan semua luka merupakan ulkus super.i"ial (grade )), dan ada satu responden memiliki kedalaman luka 2 "m (grade 2). 2an didapatkan hasil bah%a hari ke 1, semua responden memiliki perubahan luka yang baik, diantaranya adanya jaringan granulasi baru, tidak ada reaksi in.lamasi (peradangan) dan luka mengering. 7etapi pada kelompok pembanding ditemukan bah%a hampir semua luka tidak ada perubahan diantaranya granulasi sangat lambat (baru nampak pada hari ke 5), banyak sekali jaringan mati yang masih keras (seperti baal), dan masih adanya reaksi in.lamasi (peradangan) ditandai dengan adanya %arna kemerahan pada luka.

&eneliti menyebutkan terdapat luka dengan grade ) dan grade 2, tetapi karakteristik ini tidak mun"ul di dalam hasil penelitian. &eneliti juga menyebutkan semua responden memiliki perubahan luka yang baik, diantaranya adanya jaringan granulasi baru, tidak ada reaksi in.lamasi (peradangan) dan luka mengering. &eneliti telah menjelaskan bah%a salah satu .aktor yang mempengaruhi penyembuhan adalah derajat atau grade luka itu sendiri. ,amun, peneliti tidak menjelaskan perbedaan penyembuhan luka pada responden dengan grade ) dan grade 2 atau hubungan grade luka dengan status penyembuhan luka pada responden. &enulisan kata dalam karya ilmiah menggunakan *ahasa $ndonesia yang baku. &enulisan kata ataupun kalimat di dalam pembahasan ini banyak menggunakan bahasa yang tidak baku serta mengandung makna yang ran"u. Seharusnya peneliti lebih menilai lagi penggunaan kata ataupun kalimat untuk penulisan karya ilmiah

!IMPULAN (seharusnya ditulis 'esimpulan)

2ari hasil analisis data sebanyak 1 responden pada kelompok pembanding memiliki range skor >-)0 yang berarti tidak ada perubahan, sebaliknya sebanyak 1 responden pada kelompok perlakuan memiliki range skor )0-)< yang berarti ada perubahan. 0asil analisis bi5ariat didapatkan hasil nilai probabilitas sebesar 0,00> lebih ke"il dibandingkan tara. signi.ikan 5+ atau 0,05. 0asil akhir dapat disimpulkan bah%a penggunaan madu alami (kandungan air kurang dari )>+) dan ,a-l lebih e.ekti. dibanding hanya menggunakan ,a-l. *erdasarkan kesimpulan hasil penelitian terdapat rentang skor kee.ekti.an penggunaan madu dan ,a-l dalam pengobatan luka $'2. @entang skor ini tidak ditampilkan dalam jurnal ini sehingga pemba"a tidak mengetahui bagaimana pengukuran kee.ekti.an penggunaan madu untuk penyembuhan luka $'2. Seharusnya peneliti menampilkan rentang skor pengukuran kee.ekti.an

penggunaan madu dan ,a-l. 0asil akhir disimpulkan bah%a penggunaan madu alami (kandungan air kurang dari )>+) dan ,a-l lebih e.ekti. dibanding hanya menggunakan ,a-l. 'alimat ini disebut kalimat gantung karena tidak menyebutkan objek dari kalimat. Seharusnya peneliti menyebutkan hasil akhir disimpulkan bah%a penggunaan madu alami (kandungan air kurang dari )>+) dan ,a-l lebih e.ekti. dibanding hanya menggunakan ,a-l untuk penyembuhan luka $n.eksi 'aki 2iabetik ($'2).