Anda di halaman 1dari 13

SPEKTROFOTOMETER UV/VIS ( AGILENT )

I.Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa dapat: 1. menggunakan alat spektrofotometer sinar tampak (VIS) dan Ultraviolet . menganalisis cuplikan secara spektrofotometri

II. Ala !an" #$"una%an


&. '. (. ). *. +. ,. -. .. Spektrofotometer !gilent "uvet # sel $abu takar %&& ml' 1&& ml (elas kimia )&& ml ( * ) +atang pengaaduk dan spatula ,orong gelas -ipet tetes +ola hisap -ipet Ukur % ml

III. /a0an 1an" 2$"una%an


&. $arutan .,l pekat '. $arutan !sam ben/oat (. sample ( Saos sambal )

IV. Ga3bar Ala ( Terla34$r ) V. #a5ar Teor$


S4e% ro6o o3e r$ UV (ul ra7$ole ) +erbeda dengan spektrofotometri visible0 pada spektrofotometri UV berdasarkan interaksi sample dengan sinar UV. Sinar UV memiliki pan1ang gelombang 12&345& nm. Sebagai sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. 6euterium disebut 1uga heav7 hidrogen. 6ia merupakan isotop hidrogen 7ang stabil 7ang terdapat berlimpah di laut dan daratan. Inti atom deuterium mempun7ai satu proton dan satu neutron0 sementara hidrogen han7a memiliki satu proton dan tidak memiliki neutron. 8ama deuterium diambil dari bahasa 9unani0 deuteros0 7ang berarti :dua;0 mengacu pada intin7a 7ang memiliki dua pertikel.

"arena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata kita0 maka sen7awa 7ang dapat men7erap sinar ini terkadang merupakan sen7awa 7ang tidak memiliki warna. +ening dan transparan. <leh karena itu0 sample tidak berwarna tidak perlu dibuat berwarna dengan penambahan reagent tertentu. +ahkan sample dapat langsung dianalisa meskipun tanpa preparasi. 8amun perlu diingat0 sample keruh tetap harus dibuat 1ernih dengan filtrasi atau centrifugasi. -rinsip dasar pada spektrofotometri adalah sample harus 1ernih dan larut sempurna. =idak ada partikel koloid apalagi suspensi. Sebagai contoh pada analisa protein terlarut (soluble protein). >ika menggunakan spektrofotometri visible0 sample terlebih dulu dibuat berwarna dengan reagent ?olin0 maka bila menggunakan spektrofotometri UV0 sample dapat langsung dianalisa. Ikatan peptide pada protein terlarut akan men7erap sinar UV pada pan1ang gelombang sekitar 5& nm. Sehingga semakin ban7ak sinar 7ang diserap sample (!bsorbansi tinggi)0 maka konsentrasi protein terlarut semakin besar. Spektrofotometri UV memang lebih simple dan mudah dibanding spektrofotometri visible0 terutama pada bagian preparasi sample. 8amun harus hati3hati 1uga0 karena ban7ak kemungkinan ter1adi interferensi dari sen7awa lain selain analat 7ang 1uga men7erap pada pan1ang gelombang UV. .al ini berpotensi menimbulkan bias pada hasil analisa. .ubungan antara pada sinar tampak dengan pan1ang gelombang terlihat seperti table di bawah ini. 6alam table berikut ini tercantum warna dan warna komplementern7a merupakan pasangan dari setiap dua warna dari spectrum 7ang menghasilkan warna putih 1ika dicampurkan. Table &. 8arna 2an 9arna %o34le3en ern1a Panjan" "elo3ban" (n3) )&&3)4% )4%3)5& )5&3)2& )2&3%&& %&&3%A& %A&3%5& %2%3A1& A1&3A5& A5&3B&& 8arna Ungu +iru +iru kehi1auan .i1au kebiruan .i1au .i1au kekuningan >ingga @erah Ungu kemerahan 8arna %o34le3en er .i1au kekuningan "uning >ingga @erah Ungu kemerahan Ungu +iru kehi1auan .i1au kebiruan .i1au

+ila berkas sinar radiasi dengan intensitas Io dilewatkan melalui medium 7ang pan1ang b dan mengandung molekul pada tinkat energi elektronik dasar dengan konsentrasi ,0 maka radiasi akan diserap sebagian dan intensitas radiasi akan berkurang men1adi I0 sehingga berlaku persamaan : I C Io. DEp (3kbc) (1) !tau $og Io#I C a. b. c atau ! C a. b. c ( ) 6engan0
a= k = Koefisienserapan ( serapanmolar ) 04&4

! C log Io#I C absorpan " C tetapan perbandingan I#Io C transmitansi (=) -ersamaan dua dikenal sebagai hokum $ambert F beer0 7ang digunakan sebagai dasar analisa kuantitatif dalam spektofotometri sinar tampak. 6ari persamaan tersebut diatas menun1ukkan bahwa absorpansi berbanding lurus dengan konsentrasi larutan. +esarn7a konsentrasi ini sebanding dengan konsentrasi larutan sehingga dengan meletakkann7a besarn7a absorpansi sebagai titik ordinat dengan konsentrasi larutan standar sebagai absis akan diperoleh kurva garis lurus. "urva ini disebut sebagai kurva kalibrasi (kurva standar). 6engan memasukkan absorbansi larutan cuplikan pada kurva kalibrasi tersebut maka dapat ditentukkan konsentrasi larutan didalam cuplikan. -ada analisa kualitatif0 ada tiga metode 7ang sesuai dan secara umum sering digunakan pada penentuan unsure didalam suatu bahan0 seperti diuraikan dibawah ini. 1. @etode relatif0 7aitu dengan mengukur absorbansi atau transmitan dari larutan blanko0 larutan standar dan larutan cuplikan (!b3!o)#(!s3!o)C,b#,s !b C !bsorbansi larutan baku !o C !bsorbansi larutan blanko !s C !bsorbansi larutan cuplikan ,b C "onsentrasi larutan bau ,s C "onsentrasi larutan cuplikan . @etode kurva kalibrasi0 7aitu dengan membuat kurva antara konsentrasi larutan standar terhadap absorbansi0 dengan kurva tersebut berupa garis lurus0 kemudian dengan cara mengingteropolasikan dari larutan cuplikan ke dalam kurva standar tersebut diatas0 akan diperoleh konsentrasi larutan cuplikan. atau ,sC,b(!s3!o)# !b3!o

4. @etode penambahan standar Untuk kondisi tertentu0 metode kalibrasi kurang baik0 karena adan7a matrik 7ang mengganggu pengukuran absorbansi atau tansmitann7a. -ada metode kurva penambahan standar ini dibuat sederetan larutan cuplikan dengan konsentrasi 7ang sama. @asing3masing larutan ditambah dengan larutan standar dari unsure 7ang dilakukan analisis dengan konsentrasi mlai dari & sampai konsentrasi tertentu. !bsorbansi masing3masing larutan diukur dan dibuat kurva absorbansi terhadap konsentrasi usur standar 7ang ditambahkan. 6ari ekstrapolasi kurva ke sumbu konsentrasi akan diperoleh intersep pada sumbu konsentrasi 7ang merupakan konentrasi unsur di dalam cuplikan 7ang diukur . Selain dengan cara ekstrapolasi0 konentrasi unsur didalam cuplikan dapat dihitung dengan persamaan: ,s C * (!o)#(!add3!o) ,s C "onsentrasi unsur di dalam cuplikan !o C !bsorbansi larutan cuplikan tanpa penambahan larutan standar !addC !bsorbansi larutan cuplikan dengan penambahan larutan standar * C "onsentrasi unsur standar 7ang ditambahkan

Kr$5 al a5a3 ben:oa A5a3 ben:oa 0 ,B.A< (atau ,A.%,<<.)0 adalah padatan kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik 7ang paling sederhana. !sam lemah ini beserta garam turunann7a digunakan sebagai /at aditif untuk pengawet makanan. Gat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makanan0 berikut adalah beberapa contoh /at aditif :

Gat aditif

,ontoh 6aun pandan (hi1au)0 kun7it (kuning)0 buah coklat (coklat)0 wortel (orange)

"eterangan -ewarna alami

-ewarna

Sunset7ellow ?,? (orange)0 ,armoisine (@erah)0 +rilliant +lue ?,? (biru)0 -ewarna sintesis =artra/ine (kuning)0 dll =erlalu ban7ak mengkonsumsi 8atrium ben/oat0 8atrium 8itrat0 !sam /at pengawet akan mengurangi Sitrat0 !sam Sorbat0 ?ormalin da7a tahan tubuh terhadap pen7akit -ala0 merica0 cabai0 laos0 kun7it0 ketumbar -en7edap alami -en7edap sintesis @encegah "etengikan

-engawet

-en7edap

@ono3natrium glutamat#vetsin (a1inomoto#sasa)0 asam cuka0 ben/aldehida0 amil asetat0 dll +util hidroksi anisol (+.!)0 butil hidroksi toluena (+.=)0 tokoferol

!ntioksidan -emutih -emanis bukan gula -engatur keasaman !nti (umpal

.idrogen peroksida0 oksida klor0 ben/oil 3 peroksida0 natrium hipoklorit Sakarin0 6ulsin0 Siklamat !luminium amonium#kalium#natrium sulfat0 asam laktat +aik dikonsumsi penderita diabetes0 "husus siklamat bersifat karsinogen @en1adi lebih asam0 lebih basa0 atau menetralkan makanan

!luminium silikat0 kalsium silikat0 6itambahkan ke dalam pangan magnesium karbonat0 magnesium oksida dalam bentuk bubuk

-engawet adalah bahan 7ang dapat mencegah atau menghambat fermentasi0 pengasaman atau penguraian lain terhadap makanan 7ang disebabkan mikroorganisme. Gat pengawet dimaksudkan untuk memperlambat oksidasi 7ang dapat merusak makanan. !da dua 1enis pengawet makanan 7aitu alami dan sintetik (buatan).

VI. Lan"%a0 Kerja

&. Pe3bua an Laru an 5 an2ar $arutan stock : larutan asam ben/oat ( %& mg asam ben/oat# %&&ml dalam air) 1. 6ibuat larutan asam ben/oat %&& ppm dalam 1&& ml. . $arutan asam ben/oat 7ang mengandung &01&0 &04&0)&0%&0dan A& mg#m$ disiapkan dan setiap larutan ditambahkan dengan 1& ml &0&1& @ .,$. '. Penen uan 4anjan" "elo3ban" 3a%5$3$u3 ( ; 3a%5)

3 3 3 3 3 3 3

!lat spektrofotometer UV#VIS dihidupkan ?1 (=ask) ditekan0 dipilih Single WL (H tunggal)0 tekan enter. H minimum dimasukkan ( && nm)0 tekan ?A (done) @emasukkan kuvet1 dengan kuvet (larutan standar0 misal ,s C1&&& ppm)0 tekan ?B (sampel). @encatat absorbansi pada && nm tersebut. ? (setting) ditekan0 dipilih 1 wavelength0 tekan enter. H berikutn7a dimasukkan (misal 1& nm0 dengan interval 1& nm)0 tekan ?A (done) $angkah ()) diulangi hingga (B) sampai H C 4&& nm

(.

Men""a3bar%an "ra6$% %ur7a 3a%5$3u3

3 3 3 3 3

? (setting) ditekan0 dipilih

graphic0 tekan enter

* Iange dimasukkan dari && F 4%& nm 9 Iange dimasukkan dari data pengukuran absorbansi pada && 34%& nm ?A (done) ditekan ?A (graphic) ditekan

).

Pe3bua an %ur7a %al$bra5$ laru an 5 an2ar

3 3

?1 (=ask) ditekan0 dipilih Juantification0 tekan enter H maks dimasukkan0 tekan ?A (done)

3 3 3 3

"uvet1 (larutan blanko) dimasukkan0 tekan ?5 (blank) "uvet1 diganti dengan kuvet (larutan standar 1)0 tekan ?B (std) $angkah 4 dan ) diulangi hingga seluruh larutan standar telah diukur =ombol enter ditekan0 dimasukkan nama standar0 konsentrasi dan analit. (gunakan tombol dan untuk berganti sub1ek). ?A (done) ditekan apabila telah selesai. (rafik akan tampil di la7ar monitor bersama dengan persamaan garis.

*.

Men"anal$5a A5a3 /en:oa Pa2a Sa34el

1 gr sampel ditimbang. $alu 0 melarutkann7a ke dalam gelas kimia dengan aJuadest. =ambahkan 1& ml .,l &0&1& @. @asukkan ke dalam labu takar 1&& ml0 tanda bataskan 3 3 3 3 3 ?) (sampel) ditekan "uvet1 (larutan blanko) dimasukkan0 tekan ?5 (blank) "uvet1 diganti dengan kuvet (larutan sampel 1) tekan ?B (sampel) $angkah dan 4 diulangi untuk keseluruhan sampel

?A (done) ditekan

VII. #a a Pen"a3a an
1. =able H maksimum H && 1& & !bsorbansi 01&54 &0))22 104554

'(< )& %& A& B& 5& 2& 4&& . =abel kurva kalibasi $arutan Std & Std 1 Std Std 4 Std ) Std % 4. =abel -engukuran sampel

'=&&(, 10 25& &0 214 &01A& &012B2 &01BB& &0&)15 &0&1A)

"onsntrasi & 1& 4& )& %& A&

!bsorbansi 3&0&&&1 &0B%1) 10))25 0141B 0%411 02%%5

Sampel ,onc. (mg#$) Sampel 1 44041%5 Sampel &0 %%) +erat sampel C10&&&% gr +erat sampel C 10&&& gr

!bsorbansi 102)4 101511

VIII. Per0$ un"an


a. Pe3bua an laru an >?l & M &<< 3l @ .,l C (4AK E 1015 E 1&&& )# 4A0)A C 110A% @ @1V1 C@V 1 @ E 1&& C 110A% @ E V V C 50%5 ml -embuatan .,l &0&1 @ %&& ml @1V1 C@V 1 @ E V1 C &0&1@ E %&& ml V1 C % ml b. Pe3bua an laru an 5 an2ar $n2u% 3 asam ben/oat %&& ppm dalam 1&& ml mg asam ben/oat C %&& mg#$ E &01 $ C %& mg

3 $arutan standar kalibrasi L V1 E @1C V E @ 1&& ml E & ppm C V E %&& ppm V C & ml L V1 E @1C V E @ 1&& ml E 1& ppm C V E %&& ppm V C ml L V1 E @1C V E @ 1&& ml E & ppm C V E %&& ppm V C ) ml L V1 E @1C V E @ 1&& ml E 4& ppm C V E %&& ppm V C A ml L V1 E @1C V E @ 1&& ml E )& ppm C V E %&& ppm V C 5 ml L V1 E @1C V E @ 1&& ml E %& ppm C V E %&& ppm V C 1& ml L V1 E @1C V E @ 1&& ml E A& ppm C V E %&& ppm V C 1 ml c. Per0$ un"an %on5en ra5$ 5a34el L Sampel 1 9 C mE M c 102)4 C &0&)5 E M &0111A * C 450&&&& ppm K kesalahan C E praktek3 E teori E 1&&K C 45 F 44041%5 E 1&&K C 1) K * praktek 44041%5 L Sampel 9 C mE M c 101511C &0&)5 E M &0111A * C 01555 ppm K kesalahan C E praktek3 E teori E 1&&K C * praktek

01555 F &0 %%) E 1&&K C 20%% K &0 %%)

I@. Anal$5$5 Percobaan


-ada spektrofotometer sampel 7ang diukur dalam bentuk sen7awan7a. Untuk larutan 7ang berwarna biasan7a digunakan spektrofotometer sinar VIS (sinar tampak)0 namun untuk percobaan kali ini karena larutan 7ang akan diukur tidak berwarna digunakan spektrofotometer sinar UV. 6alam percobaan larutan induk 7ang dipakai 7aitu larutan asam ben/oat 7ang dicampur dg .,l dimana dalam pembuatan larutan .,l melalui tahap 7aitu pengenceran .,l 1&&ml0 1 @ dan dilan1utkan pengenceran %&&ml0 &0&1@. !sam klorida berfungsi untuk mengubah 8atrium ben/oat men1adi asam ben/oat. Ieaksi 7ang ter1adi : ,B.%8a< M .,l ,A.%,<<. M 8a,l

=idak ada perubahan ataupun pembentukan warna pada larutan setelah direaksikan. Sebelum kita melakukan penentuan asam ben/oat dilakukan penentuan pan1ang gelombang maksimum terlebih dahulu agar pada saat pengukuran kita akan selalu mendapatkan nilai absorbansi 7ang positif. Setelah didapatkan pan1ang gelombang maksimum maka dapat dilakukan pembuatan "urva "alibrasi dengan pengukuran absorbansi larutan standar 7ang telah dibuat0 7ang menghasilkan data absorbansi serta grafik 7ang membentuk garis lurus dengan persamaan garis tertentu0 7ang nantin7a digunakan untuk menentukan konsentrasi dari sampel.

@. Ke5$34ulan
-an1ang gelombang maksimum asam ben/oat C 2 nm (absorbansi 0112A )

-ersamaan garis 9 !bsorbansi sample I N II "onsentrasi sampel I N II


% Kesalahan I & II

C &0&)5 E M &0111A. C 102)4 N 101511 C 450&&&&ppm N


=14 K N 20%%K

01555 ppm

@I. #a6 ar Pu5 a%a


http:##breakthrough3ilmupangan.blogspot.com# &&2#&)#analisa3natrium3ben/oat3 pada3produk.html Ir. Iusdianasari0 @. Si. &1&. Modul Praktikum Kimia Analitik Instrumen.

-alembang : -oliteknik 8egeri Sriwi1a7a. http:##www.chem3is3tr7.org#materiOkimia#kimia3lingkungan#/at3aditif#asam3 ben/oat#

Gra6$%
1. (rafik pan1ang gelombang maksimum

Kurva Panjang Gelombang Maksimum 2.5000 2.0000 Absorbansi 1.5000 1.0000 0.5000 0.0000 0 50 100 150 200 250 300 350 (nm) =229 abs=2.1196

. (rafik "urva "alibrasi

Kurva Kalibrasi 3.5000 3.0000 2.5000 Absorbansi 2.0000 1.5000 1.0000 0.5000 0.0000 -0.5000 0 10 20 30 40 50 60 70 y = 0.0482x + 0.1116 R2 = 0.9905

Konsentrasi (ppm)

Spektrofotometer UV3Vis