Anda di halaman 1dari 5

Judul: Filsafat keperawatan: Perbandingan pendekatan antar medis dan islam.

BAB 1 Kata Pengantar Daftar Isi Pendahuluan Pembahasan Mengacu kepada ayat Allah pada Al-Qur an surat Ali Imran ayat 159 :"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu maafkanlah mereka. Mohonkanlah ampun bagi mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk". Dalam melakukan pelayanan kepada pasien semua jajaran petugas RS Islam Jakarta diwajibkan untuk berlaku lemah lembut, sopan dan berdedikasi tinggi dalam melayani pasien. Perawatan Orang Sakit Jika seorang manusia sakit maka dialah yang mengalami berbagai penderitaan: sakit, pusing, panas, muntah-muntah, pendarahan dan sebagainya. Disamping itu jiwanya menjadi gelisah ddan was-was. Hal ini dapat dimengerti karena manusia merupakan suatu makhluk yang mempunyai kepribadian sendiri, merupakan satu kesatuan jasmaniah dan rohaniah. Sakit dan tidanknya dia tergantung dari kondisi jasmani dan rohaninya dna dari penyebab penyakit itu sendiri. Disini manusia adalah makhluk individual. Seorang manusia adalah anggota dari satu keluarga. Manusia adalah juga anggota masyarakat dan lingkungannya dan aggota dari suatu bangsa. Bila ia sakit maka yang lebih dulu ikut merasakan penderitaanya adalah keluarganya baik yang terdekat maupun yang jauh. Merekalah ynag merawat dia, membawa dia ke dukun atau ke dokter dan bila ia dirawat dirumah sakit maka mereka pulalah yang mengunjunginya. Bila seseorang sakit maka keluarganya ikut merasakan penderitaanya. Lebih-lebih lagi bila ia bila seorang yang terkenal, harum namanya, maka akan lebih banyaklah orang akan merasakan ikut dalam penderitaanya. Oleh karena itu manusia disebut juga makhluka social. Manusia adalah juga makhluk Allah, Dia-lah yang menciptakannya dari pertemuan telur dan sperma orang tuanya , melahirkannya, member pendengaran dan penglihatan dan hati, member ia rezeki dan tempat hidup di dunia dan Dia pulalah yang mendatangkan penyakit buat dia serta obat penyakitnya, dan Dia pulalah yang menyembuhkannya. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai berikut: health is a state of physical, mental, and social will being not merely the absence, of disease or infirmity. ( sehat adalah keadaan fisik, mental, dan social, yang baik tidak saja karena tidak ada penyakit atau cacat. Dari rumusan ini dapat disimpulkan bahwa sakit ialah gangguan fisik mental dan social serta adanya penyakit atau cacat. Bila ada penyakit atau cacat maka manusia itu akan terganggu fisiknya, mentalnya dan keadaan sosialnya.

Pengobatan ialah segala yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakit seseorang. Pengobatan dapat berupa fisik, kimiawi, operatif dan sebagainya. Ini diberikan beberapa contoh yang pokok dalam keperawatan: a) membantu penderita supaya ia bernafas dengan baik. Gangguan bernafas dapat terjadi karena kekurangan zat asam, maka pasien dapat diberikan zat asam oksigen. b) Mngambil nadi dan suhu yang diperlukan dokter untuk mengetahui c) d) e)

f)

jalannya penyakit. Membantu penderita memakan obat yang sudah diatur dan ditetapkan oleh dokter. Membantu penderita makan dan minum apalagi bila ia tak sanggup makan dan minum sendiri. Membantu penderita agar bisa punya sikap yang benar pada waktu berjalan, duduk dan tidur, dan membantu pasien mengubah posisi tubuh yang menyenangkan. Membantu penderita supaya dapat beristirahat dan tidur dengan baik dan cukup.

Perawatan ialah cara pengobatan dimana si sakit harus menginap dirumah sakit, sebgai dokter dan pembantunya dapat memberikan perhatian penuh dan dapat memonitor serta menilai perkembangan penyakit dan kesembuhannya. a) Membantu penderita melakukan buang air besar atau kecil baik dengan menemaninya ke WC atau dengan pertolongan pispot, dan membersihkannya sesuai dengan agama yang dianutnya. Orang islam tentu dengan air suci yang mensucikan. b) Membnatu penderita menukar pakaian dan memasang pakaiannya dan menjaga auratnya tetap terpelihara. c) Membantu agar tubuh pnderita tetap bersih serta dibersihkan apalagi kalau dicemari oleh kotoran ( najis berat ) serta melindungi tubuhnya dari najis ini. d) Membantu penderita agar terhindar dari bahaya disekitarnya seperti listrik, pisau, barang, gelas yang mudah pecah. e) Membantu penderita berhubungan dengan orang lain dalam mengemukakan kebutuhannya dan perasaannya seperti pengunjung bukan keluarga ataupun dokter. f) Membantu penderita dalam melakukan ibadahnya dengan mengingatkan waktu sembahyang, mengingatkan kesabaran terhadap cobaan tuhan, banyak bertaubat dan berdzikir. g) Membantu penderita dengan kreasi, membaca, mendengar radio, siaran warta berita atau pembacaan Al-Quran. h) Membantu penderita belajar. Penderita yang mengalami gangguan alat gerak seperti kaki, maka penderita dibantu untuk kembali memakai anggota tubuh tesebut. Seperti belajar berjalan, berbicara, makan sendiri, memakai pakaian dan sebagainya. i) Membantu penderita yang dalam keadaan sakaratul maut dan untuk penderita muslim membantu membacakan lafadz la ilaha illallah

j) Membantu menenangkan keluarga yang ikut melepas penderita. k) Menutupkan kelopak mata dan mulut penderita yag sudah meninggal dunia serta menutupinya dengan kain yang bersih. Implikasi khalifah bagi kedokteran Memahami konsep khalifah sebagaimana tersebut diatas dalam hubungannya dengan tugas dokter adalah amat penting karena beberapa lasan sebagai berikut. 1. Tugas sebagai dokter adalah merupakan salah satu bentuk pelaksanaaan tugas kekhalifahan. Tugas tersebut pada hakikatnya berasal dari Allah yang dalam pelaksanaannya terjadi melalui kebijakan dan keputusan yang dibuat oleh manusia. 2. Sebagai khalifah Allah, seorang dokter harus bekerja sesuai dengan aturan dan ketentuan Allah dan Rasul-Nya sebagaimana termaktub di dalam al-Quran dan al- Sunnah, dan dalam realisasinya muncul dalam berbagai produk undang-undang dan peraturanperaturan termasuk etika kedokteran. 3. Sebagai khalifah Allah, seorang dokter harus memiliki persyaratan yang terkait dengan bidang tugasnya itu. Ia harus seorang yang berakal sehat, sehat jasmani dan rohani, memiliki ilmu pengetahuan dan keahlian sesuai dengan bidang tugasnya, bersikap adil, taat menjalankan ajaran agama, seorang yang wara (senantiasa memelihara kesucian diri dengan senantiasa terpelihara dari melakukan perbuatan yang keji dan tidak bermoral). 4. Sebagai seorang khalifah ia harus menyadari bahwa suatu saat ia akan dimintakan pertanggungjawaban atas perbuatannya selama di dunia. Kesadaran ini diikuti dengan sikap yang penuh tanggung jawab dan berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya. 5. Sebagai seorang khalifah, seorang dokter harus secara terus menerus meningkatkan pengetahuan, keahlian dan keterampilannya sesuai dengan perkembangan zaman. Karakteristik pengobatan dalam islam Sesuai dengan ajaran islam yang tertuang dalam Al-Quran dan sunnah, karakteristik pengobatan dalam islam dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Ketundukan terhadap ajaran dan moralitas islam. 2. Keharusan bersikap logis dan rasional dalam menjalaninya. 3. Keharusan memahami secara komprehensif dengan memberikan perhatian yang seimbang terhadap fisik, akal dan jiwa. 4. Keharusan bersifat global (mendunia) dalam praktik penanganannya dengan mempertimbangkan berbagai sumber dan mengorientasikan kemanfaatannya untuk segala lapisan measyarakat. 5. Keharusan besifat ilmiah dalam metodologinya dengan berdasarkan konklusikonklusi logisnya pada hasil-hasil observasi yang valid, statistika yang akurat, dan eksperimen yang objektif. 6. Keharusan bersifat unik dan istimewa ,dengan memberikan solusi terhadap masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh metode pengobatan yang lain.

Kewajiban Orang Sakit Menurut Islam 2. Seorang muslim, muslimah yang menderita sesuatu penyakit,wajib memeriksanya kepada dokter. 3. Wajib Berobat Kewajiban kedua pasien, setelah memeriksakan penyakitnya kepeda dokter ,jururawat atau ahlinya , ialah berobat sesuai dalil berikut: 4. Mengindahkan Nasihat dan Petunjuk Dokter /Juru Rawat.

5. Sabar Sabar dan tidak gelisah dalam menghadapi cobaan/penyakit adalah selaras dengan firman Allah sebagai berikut : 6. Ingat Kepada Allah. 7. Menyadari diri Akan Sebabnya Ia Sakit. 8. Bertobat Apabila pasien menyadari bahwa cobaan yang diterimanya itu ada kaitannya dengan dosa yang di perbuatnya , maka bertobatlah Allah berfirman : 9. Tetap Berpengharapan Akan Sembuh. 10. Memperbanyak Mengingat Allah (Zikir) 11. Berwasiat Bagi pasien disunahkan agar berwasiat untuk ahli warisnya,apalagi kalau sakitnya dirasakan berat atau keras.Allah berfirman: 12. Berbaik Sangka kepada Allah Kesimpulan Baik ditinjau dari sudut kedokteran / Kesehatan maupun dari sudut ajaran Islam, seseorang yang menderita sakit, wajib berobat kepada ahlinya. Kesadaran demikian tidak saja menguntungkan bagi diri penderita itu sendiri, tetapi juga pada keluarganya, masyarakat lingkungan dan masyarakat di mana ia berada.

Bagi muslim, memelihara kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit adalah bagian tuntutan Islam sendiri, sebagaimana terbukti dari firman-firman Allah dan sabdasabda Nabi s.a.w.

. Catatan Footnote

Daftar pustaka