Anda di halaman 1dari 4

Sabtu, 02 Desember 2000 00:00 WIB (Terbaca: 1072) Materi Kaderisasi

Kematian Hati
Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. <p>Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan keka-sih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti pe-nagih hutang yang kejam ia perlakukan tuhannya.</p> <p>Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. ngkau dituntut beramal dengan ilmu yang !llah berikan. "anpa itu alangkah besar kemurkaan !llah atasmu.</p> <p>"ersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar# kecupak air $udlu di dingin malam# lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang. "ersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur# sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. %au kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih# bah$a engkau adalah seorang saleh# alim# abid lagi mujahid# lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.</p> <p>!sshiddi& <b>!bu Bakar </b>'a. Selalu gemetar saat dipuji orang. <i>()a !**!+# jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka# janganlah ngkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka,# </i>ucapnya lirih.</p> <p>!da orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana# lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. !da orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya# bahkan sebagian menyebut-nyebutnya kepada khalayak. !da orang beramal sedikit dan <i>mengklaim</i> amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal# lalu merasa banyak amal dan menyalahkan banyak orang karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal

mereka dengan ambisi pribadinya# atau tidak mau kalah atau tertinggal di belakang para pejuang. -ereka telah menukar kerja dan kata.</p> <p>Dimana kau letakkan dirimu. Saat kecil# engkau begitu takut gelap# suara dan segala yang asing. Begitu kerap eng-kau bergetar dan takut# sampai sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah# eng-kaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. "elah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat obyek ma/siat menggodamu dan engkau menikmatinya. -alu kepada !llah dan hati nurani tak ada lagi.</p> <p>-alam-malam berharga berlalu tanpa satu ra-kaatpun kau kerjakan. 0sia berkurang banyak tanpa jenjang kede$asaan ruhani ber-tambah tinggi. 'asa malu kepada !llah# dimana kau kubur dia. Di luar sana rasa malu tak punya harga. -ereka jual diri secara terbuka le$at layar kaca# sampul majalah atau bahkan melalui pena$aran langsung. 112.333 remaja mengidap putau. Dari 4533 responden usia S-6 7 S-0 15 8 mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan perkosaan# $alaupun pada saatnya mereka memperkosa.</p> <p>Dan masyarakat memanjakan mereka# karena<i> (mereka masih diba$ah usia,</i>. -ungkin engkau mulai berfikir <i>(9amaklah# bila aku main mata dengan aktifis per-empuan - bila engkau laki-laki atau sebaliknya :akhi dan ukhti;- di celah-celah rapat atau ber-dialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah $aktu sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh,</p> </i> <p>Betapa jamaknya <dosa kecil/ itu dalam hatimu. %emana getarannya yang gelisah dan terluka dulu# saat ("= "haghut, menyiarkan segala (kesombongan jahiliyah dan maksiat,. Saat engkau mau muntah melihat laki-laki berpakaian perempuan# karena kau sangat percaya kepada ustadzmu yang mengatakan <i>( 9ika !llah melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian

laki-laki# apa terta$a riang menonton akting mereka tidak dilaknat .,</i>!taukah ta&$a berlaku saat berkumpul bersama dan yang paling tinggi berteriak (>ni tidak islami, berarti ia paling islami# lalu sesudah itu urusan kesendirian tinggallah antara engkau dengan lamunanmu# tak ada !llah disana.</p> <p>Sekarang kau telah jadi kader hebat. "idak lagi malu-malu tampil. 9usteru engkau sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut la$an jenismu yang muda dan segar. %au yang tak mampu mela$an berontak hatimu untuk tidak makan berdiri di tengah suatu resepsi me$ah. Berbisiklah syaithanmu ? <i>(9ika kau duduk di lantai atau di kursi malam ini citra da/$ah akan ternoda,</i>. Seakan engkau-lah pemilik da/$ah ini.</p> <p>*upakah kau# <b><i>jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 4 milimeter# maka pada jarak @33 meter dia tidak melenceng 4 milimeter. </i></b>Begitu jauhnya <i>inhiraf</i> di kalangan a$am# tak lain karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu. Siapa yang mau menghormati ummat yang (kiayi,-nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi# lalu dengan enteng mengatakan<i> (>tu maharku# !llah $aliku dan mala-kat itu saksiku,</i> dan sesudah itu segalanya selesai# berlalu tanpa rasa bersalah. Siapa yang akan memandang ummat yang da/inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan <i>(>ni anakku# karena kedudukan guru dalam >slam seperti ayah# bahkan lebih dekat lagi,</p> </i> <p>!kankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai <i><alimullisan </i>:alim di lidah;. !pa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama. !pa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempu-an dalam organisasinya. %au andalkan penghormatan masyarakat a$am karena sta-tusmu lalu kau serang maksiat masyarakat a$am. Bukankah ini mengkomersilkan kekuarangan masyarakat. %oruptor macam apa engkau ini. Semoga ini tak terjadi pada dirimu# karena kafilah yang pernah berlalu

tak sunyi dari peruntuh bangunan yang dibina dengan susah payah.</p> <p>6ernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka. "engoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada !merika dan Aionis dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk makanan mereka# sematamata karena nuansa ($esternnya,. ngkau akan menjadi fa&ih pedebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu# dengan perasaan<i> (lihatlah# betapa !merikanya aku,. </i>-e-mang# soalnya bukan !merika atau bukan !merika# melainkan apakah engkau punya harga diri. -ahatma Bhandi memimpin perjuangan kemerdekaan >ndia dengan kain tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Camun setiap ia menoleh ke kanan# maka @33 juta rakyat >ndia menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api# maka @33 juta rakyat >ndia akan ikut tidur disana. Bila ia minta bangsanya mendongakkan kepala dengan bangga# maka @33 juta bangsa >ndia akan tegak# $alau-pun tulang punggung mereka tak kuat lagi bnerdiri karena lapar dan kurang gizi.</p> <p>%ini datang (pemimpin, ummat# ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil dan rumah me$ah serta hidup di tengah gemerlap kehidupan selebri-tis. Saat fat$a digenderangkan# ummat tak lagi punya kemauan untuk mendengar. <i>( ngkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku,D</i></p>