Anda di halaman 1dari 22

Apa itu penyakit gatal-gatal ???

Penyakit Gatal-gatal (Pruritus) adalah suatu perasaan yang secara otomatis membuat tangan melakukan penggarukan.Kegiatan penggarukan yang dilakukan secara terus menerus bisa menyebabkan kemerahan dan goresan dalam

pada kulit. Penggarukan secara terus menerus pada kulit bisa mengiritasi

kulit yang selanjutnya akan menyebabkan bertambahnya rasa gatal dan bahkan jangka panjang bisa menyebabkan terjadinya jarungan parut dan penebalan pada kulit sehingga terkadang membentuk bentol-bentol yang berisi pada kulit yang gatal tersebut. Untuk mengatasi penyakit gatal maka kita perlu mengetahui penyebab dari gatal-gatal tersebut untuk kemudian dilakukan tindakan pengobatan.Dengan diketahuinya sebab penyakit gatal, maka bisa diberikan jenis pengobatan yang tepat.

Apa Penyebabnya??
Gatal-gatal karena alergi

Gatal karena alergi biasanya disebabkan oleh alergen seperti makanan, debu, kosmetik dan perhiasan. Saat alergen masuk ke dalam tubuh, sistem imunitas atau kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan dengan membuat antibodi yang disebut Imunoglobulin E. Imunoglobulin E tersebut kemudian menempel pada sel mast. Pada tahap berikutnya, alergen akan mengikat Imunoglobulin E yang sudah menempel pada sel mast. Ikatan tersebut memicu pelepasan senyawa Histamin dalam darah. Peningkatan Histamin menstimulasi rasa gatal melalui mediasi ujung saraf sensorik. Pengobatan cetirizne (Incidal, Cerini, Cetrixal, Histrin), chlorpheniramine (CTM Berlico,Dehista), siproheptadin (Cylat, Heptasan, Pronicy), loratadin (Logista, Lolergi,

Loratadin Hexpharm) dan terfenadin (Terfin, Pylitep) meredakan alergi. Pemberian informasi obat antihistamin kepada pasien adalah efek samping antihistamin seperti chlorpheniramin yang dapat menyebabkan kantuk. Jika pasien mengnginkan antihistamin yang tidak menimbulkan kantuk, maka dapat diberikan loratadin Gatal-gatal karena bakteri

Pada gatal-gatal yang disebabkan bakteri, awalnya biasanya berupa lesi berisi cairan, karena sering digaruk kemudian masuk bakteri sehingga menyebabkan terjadinya koreng. Ciri-cirinya, koreng biasanya ada nanah yang warnanya kehijauan. Kuku bisa membuat luka dan sering membawa kuman. Kalau menggaruk gunakan saja ujung jari. Jika terus digaruk sehingga carian tumpah ke daerah kulit lainnya, maka akan menyebar ke daerah kulit lainnya. Sehingga jadinya tambah banyak, maka disarankan untuk tidak dipecahkan, jika ia pecah sendiri, sebaiknya dibersihkan. Karena jika tidak, bisa nyebar dan tumbuh nanah baru lagi. Bakteri penyebab : Klamedia, gonokokus Pengobatan Obat yang dapat digunakan penisilin, vankomisin, klindamisin, sefalosporin

Gatal-gatal karena jamur

Letaknya biasanya berada di daerah lipatan kulit seperti paha, tangan, perut, dan daerah kulitnya. Biasanya, jika disebabkan jamur, rasa gatal lebih terasa dan sulit tertahankan. Bentuk adalah kemerahan pada kulit. Adapun kelainan kulit yang disebabkan jamur seperti panu, kadas, kurap dan merah bulat. Jenis Jamur : Tinea kapitis, tinea kruris Pengobatan Clotrimazole (Fungiderm, Ultrasilin, Mycelex), Ketoconazole (Mycoral, Nizoral), Ciclopiroxalamin (Batrafen, Loprox), Myconazol (Daktarin, Fungares), Naftifine HCl (Exoderyl).

Gatal-gatal karena Virus

Masuknya virus ke dalam tubuh dikarenakan daya tahan tubuh menurun. Bentuknya sendiri berupa bintik berisi cairan tapi bening. Biasanya tidak terlalu menimbulkan rasa gatal, tapi pedih. Misalnya sakit cacar dan herpes.

Jenis virus : herpes dan varisela-zoster Pengobatan bedak salycil, antivir (untuk cacar) dan acyclovir (untuk herpes)

Gatal-gatal karena parasit

Rasa gatal muncul pada malam hari. Di mana, rasa yang ditimbulkan seperti ada kutu kecil-kecil yang berjalan di atas tubuh. Rasanya sangat gatal, mirip keringat malam Pengobatan Obat yang dapat digunakan : Permethrin merupakan pengobatan kutu yang paling aman, paling efektif dan paling nyaman. Lindane (tersedia dalam bentuk krim, losyen atau shampoo) juga bisa mengatasi kutu tetapi tidak dapat diberikan kepada anak-anak karena bisa menimbulkan komplikasi neurologis.

PENGOBATAN HERBAL

Kunyit (curcuma domestica Val) Dalam jurnal Turmeric and curcumin as topical agents in cancer therapy (OlehKuttan R, Sudheeran PC, Josph CD.) Memberi kesimpulan : Ekstrak etanol kunyit dan salep kunyit dapat mengurangi gatal dalam segala kasus.

Bukti Empiris (Berdasarkan Pengalaman) : Sekelingking kunyit, 2 kemiri dibakar, lumatkan sampai halus, oleskan pada bagian tubuh yang gatal. Lakukan 2 kali sehari.

PENCEGAHAN - Menjaga lingkungan agar tetap bersih - Mandi minimal 2 kali sehari - Tidak menggunakn pakaian yang sama secara terus menerus dalam waktu lama - Menghindarkan dari segala sesuatu yang dapat menyebabkan alergi - Menjaga kebersihan tubuh terutama pada daerah lipatan pada tubuh - Menjaga daya tahan tubuh dengan makanan-makanan yang bervitamin dan bergizi - Pakailah pakaian longgar dari serat alami. - Menjaga daya tahan tubuh dengan makanan-makanan yang bervitamin dan bergizi

Kulit merupakan bagian tubuh terluar manusia yang ditumbuhi rambut-rambut. Warna kulit bisa bermacam-macam putih, kuning, coklat, maupun hitam. Kalau itu alami kita musti mensyukurinya, tapi kalau tidak alami atau dengan kata lain terkena penyakit pada kulit, nah ini yang perlu diperhatikan.

Berikut ini saya akan membahas Jenis Jenis Penyakit Pada Kulit manusia dan Pencegahan. 1. Eksim(ekzema) Ditandai dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatal terutama pada malam

hari, timbul gelembung kecil yang berisi air atau nanah, bengkak, melepuh, berwarna merah, sangat gatal dan terasa panas. Penyebabnya karena alergi terhadap rangsangan zatkimia tertentu, maupun kepekaan terhadap makanan tertentu seperti udang, ikan laut, alkohol, vetsin, dll Pencegahan : Menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi. 2. Kudis (Skabies) Gejala : timbul gatal hebat di malam hari, terutama di sela-sela jari tangan, di bawah ketiak, pinggang, alat kelamin, sekeliling siku, aerole (sekeliling puting payudara), dan permukaan depan pergelangan. Kudis mudah menular ke orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung (handuk, pakaian, dll). Pencegahan : kudis lebih sering terjadi di daerah yang higienisnya buruk, jadi memelihara kebersihan tubuh adalah wajib bila ingin terhindar dari penyakit kulit ini. 3. Kurap Penyebab : jamur Gejala : kulit menjadi tebal dan timbul lingkaran-lingkaran, bersisik, lembab, berair, dan terasa gatal. kemudian timbul bercak keputihan. Pencegahan : jaga kebersihan kulit terutama di area tengkuk, leher, dan kulit kepala. 4. Bisul (Furunkel) Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulit melalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat yang kemudian menimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lain kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika yang menyumbat pori dan pemakaian bahan kimia. 5. Campak (Rubella) Gejala dari penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit kepala, badan terasa lesu, tidak nafsu makan, dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh. 6. Kusta Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang di sebabkan oleh mycobacterium lepra yang interseluler obligat, yang pertama menyerang saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran nafas bagian atas, sistem endotelial, mata, otot, tulang, dan testis Tanda pasti kusta adalah: 1. Kulit dengan bercak putih atau kemerahan dengan mati rasa 2. Penebalan dalm saraf tepi di sertai kelainan berupa mati rasa dan kelemahan pada otot tangan, kaki, dan mata 3. Pada pemeriksaan kulit BTA +

7. Ketombe (Seboroid) Penyebab Penyakit ini diduga erat kaitannya dengan aktivitas kelenjar sebasea di kulit. Keterangan: Seboroid yang terjadi pada kulit kepala sering di sebut juga dengan nama ketombe. Gejala : Merah ,bersisik ,Berminyak ,Bau. 8. Lepra Gejala: biasanya gejala awalnya kulit terlihat mengkerut bahkan jika penyakit tersebut sudah akut kumannya perlahan-lahan akan memakan kulit dan daging anda, jika anda merasa telah terkena penyakit kulit jenis ini segeralah berobat ke dokter karena jika di biarkan penyakit kulit ini dapat menjadi momok yang menakutkan. 9. Cacar air (Frambusia) Penyebab : Penyakit kulit ini disebabkan oleh sejenis virus bakteri Trypanosoma. Penyakit ini sangat menular terutama melalui udara, pakaian, tempat tidur dan keropeng penderita. Keterangan : Dari jauh kulit yang terkena Frambusia mirip dengan buah frambus yang berbintil-bintil ranum. Gejala : Bintil, Frambus,Cacar Air. 10. Panu atau panau Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur,penyakit panu ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercakbercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita. Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua. Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioles pada kulit yang terserang Panau. 11. Infeksi Jamur Kulit Jamur dapat tumbuh di permukaan kulit kita, dan menyebabkan kerusakan tekstur kulit sehingga terlihat buruk. Belum lagi, rasa gatal yang sering menyerang menyertai infeksi jamur tersebut. Jika tidak segera di atasi, jamur kulit dengan cepat menyebar ke jaringan kulit yang lebih luas.

Kenali Penyebab Gatal-gatal pada Kulit


Jangan Dibiarkan, karena Bisa Menjadi Borok GATAL-gatal merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat. Itu terbukti, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, gatal-gatal masuk dalam kelompok lima besar penyakit yang banyak diderita pasien yang berobat di puskesmas. Meski sering dianggap remeh, namun gatal-gatal jika dibiarkan bisa menyebabkan infeksi sekunder pada kulit.

Menurut dr Cici Lia Novita, gatal-gatal merupakan penyakit umum yang banyak diderita masyarakat. Apalagi, di musim hujan saat ini. Biasanya, gatal-gatal ini dibedakan berdasarkan penyebabnya. Karena penanganan penyakit gatal -gatal ini berbeda, tergantung penyebabnya apa, ujarnya saat ditemui di Puskesmas Tanjung Pinang, kemarin. Ia menjelaskan, gatal-gatal dibagi dalam kelompok berdasarkan penyebabnya, ada yang disebabkan alergi, ada karena bakteri, jamur, virus dan parasit. Melihat bentuk gatal-gatal pada kulit, biasanya bisa langsung diketahui penyebabnya. Sekilas dari bentuknya, langsung bisa diketahui, terang alumnus Fakultas Ked okteran Universitas Gajahmada ini. Jika penyebabnya alergi, maka dengan menghentikan dan menghindari benda alergan, maka akan sembuh dengan sendirinya. Kecuali, jika gatal-gatal tersebut terus digaruk sehingga menimbulkan infeksi sekunder. Jika sudah begini, kata dr Cici, maka harus dilakukan pengobatan. Kalau sudah infeksi, infeksinya yang diobati, kalau pencegahanya, benda alergan harus dijauhi, bisa dingin, panas, debu dan lainnya, paparnya. Pada gatal-gatal yang disebabkan bakteri, awalnya biasanya berupa lesi berisi cairan, karena sering digaruk kemudian masuk bakteri sehingga menyebabkan terjadinya koreng. Ciri-cirinya, koreng biasanya ada nanah yang warnanya kehijauan. Kuku bisa membuat luka dan sering membawa kuman. Kalau menggaruk gunakan saja ujung jari,ujarnya. Dalam kondisi yang seperti ini, perawatan yang kurang baik, misalnya terus digaruk sehingga carian tumpah ke daerah kulit lainnya, maka akan menyebar ke daerah kulit lainnya. Sehingga jadinya tambah banyak, maka disarankan untuk tida k dipecahkan, jika ia pecah sendiri, sebaiknya dibersihkan. Karena jika tidak, bisa nyebar dan tumbuh nanah baru lagi, terangnya. Sementara itu, jika penyebabnya jamur, letaknya biasanya berada di daerah lipatan kulit seperti paha, tangan, perut, dan daerah kulitnya. Biasanya, jika disebabkan jamur, rasa gatal lebih terasa dan sulit tertahankan. Di antara yang paling gatal biasanya karena jamur, ujarnya. Bentuknya sendiri, kata dr Cici, adalah kemerahan pada kulit, basah. Karena efeknya yang sangat gatal sehingga penderita sulit untuk menahan untuk tidak menggaruknya sehingga sering menimbulkan infeksi sekunder. Adapun kelainan kulit yang disebabkan jamur seperti panu, kadas, kurap dan merah bulat. Mengenai pengobatannya, biasanya hanya diberikan obat antigatal dan antijamur. Bisa dalam bentuk salep maupun oral. Jika belum infeksi, cukup dengan salep akan sembuh dan terus menjaga kebersihan kulit, ujarnya. Ada juga gatal-gatal yang disebabkan virus. Masuknya virus ke dalam tubuh dikarenakan daya tahan tubuh menurun. Bentuknya sendiri berupa bintik berisi cairan tapi bening. Biasanya tidak terlalu menimbulkan rasa gatal, tapi pedih. Misalnya sakit cacar dan herpes. Terakhir, ada juga yang disebabkan karena parasit. Rasa gatal muncul pada malam hari. Di mana, rasa yang ditimbulkan seperti ada kutu kecil-kecil yang berjalan di atas tubuh. Rasanya sangat gatal, mirip keringat malam, ujarnya.(*) Selalu Menjaga Kebersihan Kulit Tubuh SELALU menjaga kebersihan kulit merupakan salah satu cara mencegah timbulnya gatal-gatal pada kulit. Jika timbul gejala gatal pada kulit, sebaiknya bisa menahan diri untuk tidak menggaruknya. Karena pada saat terjadi luka akibat garukan kuku, di sinilah awalnya masuknya kuman penyakit. Menurut dr Cici Lia Novita, salah satu yang menyebabkan terjadinya infeksi kulit adalah karena penderita tidak bisa menahan diri untuk menggaruk kulit yang gatal. Makanya, jangan heran, jika bekas gigitan serangga pun bisa menjadi koreng yang besar. Karena pada saat luka dan kondisi kulit tidak bersih, bakteri masuk, inilah yang kemudian menjadi koreng, ujarnya. Begitu juga bagi seseorang yang suka berkeringat. Kulit yang lembab terutama pada daerah lipatan kulit akan mudah didatangi jamur. Sehingga muncul efek sangat gatal pada kulit. Dan ini memang sulit ditahan, maka segera berikan salep antigatal dan antijamur sehingga tidak keterusan untuk menggaruknya, ujarnya. Malah, disarankan bagi yang suka berkeringat untuk sering mengganti baju. Minimal menggunakan bahan pakaian yang

menyerap keringat. Sehingga tidak membuat kulit lembab. Yang tidak kalah penting adalah, mandi secara rutin, minimal dua kali sehari, sehingga kulit bisa bersih, paparnya. Jika muncul gejala gatal yang terus menyebar dan menimbulkan infeksi kulit, sebaiknya untuk tidak dibiarkan. Segera lakukan pemeriksaan sehingga bisa diberikan pengobatan sesuai dengan penyebabnya. Karena ada beberapa kasus yang ditemukan bahwa hanya karena gatal-gatal yang dibiarkan menyebabkan munculnya borok besar pada kulit. Malah ada yang menjadi selulitis. Jika sudah terjadi selulitis, biasanya penanganannya harus dengan tindakan bedah. Jika bakteri yang berkumpul pada borok menembus pembuluh darah bisa menyebabkan septikimia. Darah keracunan bakteri, ini bisa mengakibatkan kematian, ujar nya. Kategori Penyakit Kulit Medicastore > Kategori Penyakit > Penyakit kulit Gatal dan Ruam Noninfeksi - Dermatitis Kontak - Dermatitis Kronis Pada Tangan & Kaki - Dermatitis Atopik (Eksim) - Dermatitis Seboreik - Dermatitis Numuler - Dermatitis Herpetiformis - Gatal-gatal - Keratosis Pilaris - Psoriasis - Pitiriasis Rosea - Liken Planus - Dermatitis Eksfoliatif Generalisata - Dermatitis Stasis - Neurodermatitis (Dermatitis Garukan Terlokalisir, Liken Simpleks Kronis) - Drug Rashes - Eritema Multiformis - Granuloma Annuler - Rosaea - Dermatitis Perioral - Jenis-Jenis Psoriasis Kelainan kelenjar minyak - Jerawat - Lipedema Kelainan Rambut - Hirsutisme (rambut berebihan) - Kebotakan (alopesia) - Psedofolikulitis Barbae - Bulu/Rambut Tubuh Berlebihan (Excessive Hairiness) - Rambut yang Tumbuh Ke Dalam Infeksi Parasit - Skabies (infeksi tungau) - Infestasi Kutu (Pedikulosis) - Creeping Eruption (Migrasi Larva Kutaneus) Infeksi Jamur - Kadas / Kurap

- Kandidiasis (Moniliasis) - Tinea Versikolor (panu) Kanker Kulit - Karsinoma Sel Basal - Karsinoma Sel Skuamosa - Melanoma - Sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah kulit) - Penyakit Paget Pertumbuhan Jinak - Dermatofibroma (tumor kulit jinak) - Tumor kulit jinak Keratoakantoma - Tahi Lalat (Nevi) - Tahi Lalat Atipik (Nevi Displastik) - Skin Tags - Lipoma (tumor kulit jinak endapan lemak) - Angioma (tumor jinak pembukuh darah/pembuluh getah bening) - Granuloma Piogenik - Keratosis Seboroik (tumor jinak kulit luar) - Keloid (keloidosis) - Kapalan & Kutil - Kista Sebasea (Kista Keratinosa) - Kista Epidermis (Epidermal Cysts) Infeksi Bakteri - Selulitis - Fasitis Nekrotisasi - Abses Kulit (Abses Kutaneus) - Impetigo - Follikulitis, Bisul & Karbunkel - Erisipelas - Selulitis - Sindroma Kulit Terbakar Karena Stafilokokus - Eritrasma - Infeksi Kulit Necrotizing - Lymphadenitis - Lymphangitis Kelainan Kulit Permukaan - Kulit Kering Kelainan Pigmentasi - Albinisme (albino) - Vitiligo - Melasma (Chloasma, Topeng Kehamilan) Gatal dan Ruam Noninfeksi - Nekrolisis Epidermal Toksika - Eritema Nodosum - Ulkus Dekubitus (Bedsores) Kelainan Keringat - Biang Keringat - Keringat Berlebihan (Hiperhidrosis) - Kurang Berkeringat

Infeksi Virus - Kutil (Veruka) - Molluskum Kontagiosum Gangguan Kulit Lain - Pemfigus - Bulosa Pemfigoid Penyakit Kuku - Paronikia - Onikomikosis - Tumor Pada Kuku - Biologi Kuku - Kelainan Bentuk dan Perubahan Warna Kuku - Trauma - Infeksi Pada Kuku - Paronychia Kronis - Sindrom Kuku Hijau - Verruca vulgaris pada kuku - Kuku Jari Kaki yang Tumbuh ke Dalam Kerusakan Kulit Akibat Sinar Matahari - Sinar Matahari & Kerusakan Kulit - Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari - Luka Bakar Matahari (Sunburn) - Reaksi Fotosensitivitas Pemeriksaan Medis http://medicastore.com/penyakit_subkategori/14/index.html Tips Mengatasi Penyakit Gatal Penyakit Gatal-gatal (Pruritus) adalah suatu perasaan yang secara otomatis membuat tangan melakukan penggarukan.Kegiatan penggarukan yang dilakukan secara terus menerus bisa menyebabkan kemerahan dan goresan dalam pada kulit. Jangan anda kira jika anda menggaruk kulit yang gatal, maka rasa gatal tersebut akan hilang. Penggarukan secara terus menerus pada kulit bisa mengiritasi kulit yang selanjutnya akan menyebabkan bertambahnya rasa gatal dan bahkan jangka panjang bisa menyebabkan terjadinya jaringan parut dan penebalan pada kulit sehingga terkadang membentuk bentol-bentol yang berisi pada kulit yang gatal tersebut. Penyebab Gatal bisa bermacam-macam. Bisa disebabkan oleh suatu penyakit kulit maupun penyakit sistemik, dan bisa juga disebabkan oleh beberapa hal seperti karena gigitan serangga, kaligata, dermatitik atopik,dermatitis kontak, dermatitis alergika dan infestasi parasit seperti skabies dan pedikulosis. Selain sebab di atas, gatal-gatal juga dapat terjadi karena alergi dan juga kontak dengan bahan pakaian tertentu seperti wol dan sebagainya. Cuaca yang panas juga bisa menyebabkan gatl-gatal terutama pada daerah lembab seperti selangkangan karena banyaknya keringat. Untuk mengatasi penyakit gatal maka kita perlu mengetahui penyebab dari gatal-gatal tersebut untuk kemudian dilakukan tindakan pengobatan.Dengan diketahuinya sebab penyakit gatal, maka bisa diberikan jenis pengobatan yang tepat. Jika kulit meradang, bisanya diberikan krim atau lotion pelembab yang tidak berbau dan berwarna, sebab pewarna atau aroma tambahan bisa mengiritasi kulit dan menyebabkan gatal-gatal. Untuk krim, bisa juga diberikan Krim corticosteroid yang bisa membantu mengurangi peradangan dan mengendalikan gatalgatal, hanya digunakan jika gatal-gatal terbatas pada suatu daerah yang kecil.Selain itu dapat juga memberikan obat yang

mengandung mentol, kamper, kamomil, eukaliptus dan kalamin. Untuk obat yang diminum bisa menggunakan Antihistamin (misalnya hydroxizin dan diphenhydramine) bisa membantu mengurangi gatal-gatal, tetapi obat ini menyebabkan kantuk. Untuk Antihistamin biasanya tidak diberikan dalam bentuk olesan langsung ke kulit karena bisa menyebabkan reaksi alergi. http://www.dechacare.com/Tips-Mengatasi-Penyakit-Gatal-Gatal-I897.html

Phenobarbital (Fenobarbital) / Luminal

Sediaan: Tablet 30 mg, 50 mg, 100 mg Ampul 50 mg/ml Cara Kerja Obat: Fenobarbital adalah antikonvulsan turunan barbiturat yang efektif dalam mengatasi epilepsi pada dosis subhipnotis. Mekanisme kerja menghambat kejang kemungkinan melibatkan potensiasi penghambatan sinaps melalui suatu kerja pada reseptor GABA, rekaman intrasel neuron korteks atau spinalis kordata mencit menunjukkan bahwa fenobarbital meningkatkan respons terhadap GABA yang diberikan secara iontoforetik. Efek ini telah teramati pada konsentrasi fenobarbital yang sesuai secara terapeutik. Analisis saluran tunggal pada out patch bagian luar yang diisolasi dari neuron spinalis kordata mencit menunjukkan bahwa fenobarbital meningkatkan arus yang diperantarai reseptor GABA dengan meningkatkan durasi ledakan arus yang diperantarai reseptor GABA tanpa merubah frekuensi ledakan. Pada kadar yang melebihi konsentrasi terapeutik, fenobarbital juga membatasi perangsangan berulang terus menerus; ini mendasari beberapa efek kejang fenobarbital pada konsentrasi yang lebih tinggi yang tercapai selama terapi status epileptikus. Indikasi:

- Kejang umum tonik-klonik; kejang parsial; kejang pada neonatus; kejang demam; status epileptikus - Pengelolaan insomnia jangka pendek - Meredakan kecemasan dan ketegangan - Meredakan gejala epilepsi Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap barbiturat atau komponen sediaan, gangguan hati yang jelas, dispnea, obstruksi saluran nafas, porfiria, hamil. Dosis: - Kejang umum tonik-klonik, kejang parsial, per oral, DEWASA 60-180 mg saat malam; ANAK sampai 8 mg/kg sehari - Kejang demam, per oral, ANAK sampai 8 mg/kg sehari - Kejang neonatal, injeksi intravena (larutkan 1:10 dengan air untuk injeksi), neonatus 510 mg/kg tiap 20-30 menit sampai konsentrasi plasma 40 mg/liter - Status epileptikus, injeksi intravena (larutkan 1: 10 dengan air untuk injeksi), DEWASA 10 mg/kg dengan kecepatan tidak lebih dari 100 mg/menit (sampai dosis maksimal 1 g); ANAK 5-10 mg/kg dengan kecepatan tidak lebih dari 30 mg/menit Peringatan dan Perhatian: Usia lanjut, lemah-tidak berdaya, anak (dapat menyebabkan perubahan perilaku) gangguan fungsi ginjal atau fungsi hati, depresi napas (hindari jika berat) hindari penghentian mendadak Dapat menggangu kemamapuan melakukan tugas terampil, contoh mengoperasikan mesin, menyetir Efek Samping : Mengantuk, kelelahan, depresi mental, ataksia dan alergi kulit, paradoxical excitement restlessness, bingung pada orang dewasa dan hiperkinesia pada anak; anemia megaloblastik(dapat diterapi dengan asam folat)

LEUKOREA = KEPUTIHAN
By : Miftakhul Alfiatuz S, Amd.Keb
Yaitu : suatu keadaan dimana keluarnya sekret (cairan) berwarna putih yang keluar dari alat genetalia wanita dan bukan darah. Dalam keadaan ini, keputihan dibagi 2 yaitu normal dan abnormal (tidak normal). Dinyatakan dalam keadaan normal jika keputihan tidak berbau, tidak berwarna dan tidak gatal. Jika terjadi keputihan yang gatal, berbau dan berwarna maka hal tersebut memerlukan pengobatan lanjutan dan setelah sembuh lakukan pencegahan. Keputihan dinyakan normal karena keadaan serviks dan vagina merupakan epitel yang akan mengeluarkan sekret, dan sekret yang keluar bukan sekret yang menyebabkan wanita tidak nyaman. Jika terjadi keadaan keputihan yang berlebihan seperti rasa gatal, berbau maupun berwarna disertai rasa panas maka saya memiliki tips khusus untuk mengobatinya bahkan untuk mencegahnya agar semua wanita tidak sampai terkena keputihan.

Tips yang pertama : Jika anda adalah pengguna sabun kewanitaan, perhatikan berapa pH yang ada di depan kemasan (jika tercantum). Jika pH <7 itu adalah kondisi asam, jadi masih tergolong aman digunakan. Anda tahu alasannya? Karena keadaan vagina adalah asam dan dengan keadaan asam untuk membantu basil doderlein dalam membunuh bakteri yang masuk ke dalam vagina Tips yang kedua : Perhatikan saat anda cebok setelah BAK ataupun BAB, cebok yang benar adalah dari arah depan ke belakang bukan dari belakang ke depan. Karena jika terbalik maka kuman-kuman dari anus akan terkumpul di klitoris bahkan bisa terkumpul di vagina. Dan pastikan sebelum anda cebok cucilah tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir agar keadaan tangan anda bersih. Tips yang ketiga : Setelah anda cebok jangan langsung memakai celana dalam karena vagina dan alat genetalia masih dalam keadaan basah jika langsung ditutup dengan menggunakan celana dalam akan memgakibatkan kondisi alat genetalia lembab. Dan lembab itu menyebabkan jamur, jadilah anda terkena keputihan. Tips yang keempat : Jika anda telah mengalami keputihan yang berbau, gatal dan berwarna, minumlah obat Metronidazole 500 mg dengan dosis minum : 1. Dewasa : 500 mg tiap 8 jam. Jadi diminum 3x1 dosis yang 500 mg 2. Anak-anak : Konsultasikan dengan dokter KontraIndikasi : jangan diminum untuk ibu hamil dan orang yang hipersensitif terhadap Metronidazole untuk itu konsultasikan kepada dokter. Pada ibu hamil biasanya disarankan untuk menggunakan obat-obatan per vaginam seperti flagistatin ovula karena lebih aman. Tips yang kelima : Gunakan sabun bayi untuk cebok karena sabun bayi memiliki pH normal sehingga tidak memiliki pengaruh apa-apa jika dipakai. Karena banyak orang yang telah berkonsultasi kepada saya, saya menyarankan memakai sabun bayi pada saat cebok, dan alhamdulillah banyak yang sembuh atas saran saya. Tips yang keenam : jaga selalu keadaan celana dalam anda dalam keadaan bersih dan kering. Jangan memakai celana yang terlalu ketat dan kalau bisa pakailah rok, hal ini akan membuat sirkulasi lebih baik Tips yang ketujuh : minumlah Vit C sehari satu kali. Karena keputihan bisa merupakan tanda bahwa imunitas anda sedang menurun. Tetapi, jika anda merupakan orang yang memiliki penyakit lambung seperti gastritis maka minumlah vit C 30 menit sesudah makan. Tips yang kedelapan : Jika hal tersebut di atas telah anda lakukan tapi keputihan anda tetap bahkan semakin parah, carilah penyebab keputihan tersebut. Dan jika anda telah berkeluarga, bisa jadi penyebab keputihan anda adalah dari alat kontrasepsi anda. Tips yang kesembilan : Dan jika anda telah berkeluarga, rutinlah melakukan pap Smearkarena hal tersebut sangat penting untuk mengetahui keadaan serviks dan alat kandungan serta alat genetalia dalam anda.

TRIKOMONIASIS (Diagnosis dan Penatalaksanaan)


Mei 19, 2010 Disimpan dalam Tak Berkategori

13 Votes

TRIKOMONIASIS, Diagnosis dan Pelaksanaanya Definisi Trikomoniasis merupakan infeksi saluran urogenital yang dapat bersifat akut atau kronis dan merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Parasit ini paling sering menyerang wanita, namun pria dapat terinfeksi dan menularkan ke pasangannya lewat kontak seksual. Vagina merupakan tempat infeksi paling sering pada wanita, sedangkan uretra (saluran kemih) merupakan tempat infeksi paling sering pada pria. Klasifikasi : Class: Flagellata Family: Trichomonadidae Genus: Trichomonas Speciees: Trichomonas vaginalis Trichomonas hominis (Hidup di kolon) Trichomonas tenax (hidup di rongga mulut) Sejarah dan Penyebaran : Spesies parasit ini ditemukan pertama kali oleh Donne 1836 pada sekresi purulen dari vagina wanita dan sekresi traktus urogenital pria. Pada tahun 1837, protozoa ini dinamakan Trichomonas vaginalis. Parasit ini bersifat cosmopolitan ditemukan pada saluran reproduksi pria dan wanita. Penyebab terjadinya keputihan pada wanita. Biasa disebut leukorrhoe atau flour albus. Morfologi : Berbentuk flagelata filiformis, tidak berwarna. Tidak mempunyai bentuk kista. Bentuk trofozoid berukuran 7 25 mikron Mempunyai 4 flagel anterior dan 1 flagel posterior yg melekat pada tepi membrane yang bergelombang. Parasit hidup di mukosa vagina dengan makan bakteri, sel-sel vagina dan leukosit. Habitat Wanita : vagina, uretra Pria : uretra, epididimis, prostat Diluar habitatnya parasit mati pada suhu 500C, tetapi dapat hidup selama 5 hari pada suhu 00C. Sitoplasmanya bergranula dimana granula tersebut pada umumnya terletak di sekitar custa dan axostyle Sitostoma tidak ada Berkembang biak dengan longitudinal binary fission.

T. vaginalis bergerak dengan cepat berputar putar di antara sel epitel dan leukosit dengan menggerakkan flagel anterior dan membrane gelombang. Trichomonas Vaginalis hanya dapat hidup pada pH > 5,5 7,5. Pada biakan parasit mati pada pH < 4,9. Ini sebabnya parasit tidak dapat hidup di secret vagina yang asam (pH 3,8 4,4). Infeksi terjadi secara langsung waktu bersetubuh melalui bentuk Trofozoid. Faktor Predisposisi a. pH lingkungan 4,9-7,5, seperti pada kondisi: haid hamil Pencucian vagina Antibiotik kontrasepsi, hubungan seksual, stres dan hormon dapat merubah lingkungan vagina tersebut dan memacu pertumbuhan bakteri patogen. b. Aktivitas seksual tinggi dan bergonta ganti pasangan. c. Wanita lebih banyak dari pria. Wanita setelah menopause d. Sanitasi buruk Tanda dan Gejala 1. Pada wanita, yang diserang terutama dinding vagina. 2. Pada kasus akut terlihat : a. Disini cairan mengandung banyak leukosit dan warnanya agak kekuning-kuningan sampai hijau, seringkali lebih kental, berbusa, dan berbau. Trichomonas vaginalis menghasilkan produk metabolit misalnya amin, yang menaikkan pH vagina dan menyebabkan pelepasan sel-sel vagina. Amin juga merupakan penyebab timbulnya bau pada flour albus pada vaginosis bacterial. b. Dinding vagina tampak kemerahan dan sembab (Strawberry Appearance) c. Perdarahan kecil kecil pada permukaan serviks. d. Didapatkan rasa gatal dan panas di vagina. e. Dysuria f. Rasa sakit sewaktu berhubungan seksual (dispareunia) mungkin juga merupakan keluhan utama yang dirasakan penderita dengan trikomoniasis. g. Dapat juga mengalami perdarahan pasca sanggama dan nyeri perut bagian bawah. h. Bila sekret banyak yang keluar, dapat timbul iritasi pada lipat paha atau di sekitar bibir vagina. 3. Pada kasus yang kronis, gejala lebih ringan dan sekret vagina biasanya tidak berbusa. 4. Pada pria biasanya tidak memberikan gejala. Kalaupun ada, pada umumnya gejala lebih ringan dibandingkan dengan wanita. Gejalanya antara lain : a. iritasi di dalam penis b. keluar cairan keruh namun tidak banyak c. rasa panas dan nyeri setelah berkemih atau setelah ejakulasi.

Fisiologi : Vagina memiliki mekanisme perlindungan terhadap infeksi. Kelenjar pada vagina dan serviks / leher rahim menghasilkan sekret yang berfungsi sebagai sistem perlindungan alami dan sebagai lubrikan mengurangi gesekan dinding vagina saat berjalan & saat berhubungan seksual. Jumlah sekret yang dihasilkan tergantung dari masing-masing wanita. Dalam keadaan normal, kadang jumlah sekret dapat meningkat seperti saat menjelang ovulasi, stres emosional dan saat terangsang secara seksual. Selain itu, terdapat flora normal basil doderlein yang berfungsi dalam keseimbangan ekosistem pada vagina sekaligus membuat lingkungan bersifat asam (pH 3.8-4.5) sehingga memiliki daya proteksi yang kuat terhadap infeksi. Lingkungan vagina yang normal ditandai adanya suatu hubungan yang dinamis antara Lactobacillus acidophilus dengan flora endogen lain, estrogen, glikogen, pH vagina dan hasil metabolit lain. Lactobacillus acidophilus menghasilkan endogen peroksida yang toksik terhadap bakteri pathogen. Karena aksi dari estrogen pada epitel vagina, produksi glikogen, lactobacillus (Doderlein) dan produksi asam laktat yang menghasilkan pH vagina yang rendah sampai 3,8-4,5 dan pada level ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri lain. Patogenesis Dasar Kelainan: Infiltrasi sejumlah besar trofozoit trichomonas vaginalis sehingga dapat merusak epitel vagina secara kontak langsung dan oleh daya toksisitasnya. Pada penderita dengan Trikomoniasis, perubahan kadar estrogen dan progesterone menyebabkan peningkatan pH vagina dan kadar glikogen sehingga berpotensi bagi pertumbuhan dan virulensi dari Trichomonas vaginalis. T. vaginalis menginfeksi sel epitel vagina sehingga terjadi proses kematian sel pejamu (host-cell death). Komponen yang berperan dalam proses kematian sel tersebut adalah mikrofilamen dari T. vaginalis. Selama proses invasi, T.vaginalis tidak hanya merusak sel epitel namun eritrosit. Eritrosit mengandung kolesterol esensial dan asam lemak yang diperlukan bagi pembentukan membran trichomonad. Baik sel epitel maupun eritrosit juga merupakan sumber zat besi. Proses pengikatan dan pengenalan trichomonad dengan sel epitel pejamu melibatkan minimal 4 protein permukaan spesifik T.vaginalis, yang dikenal dengan sistein proteinase. Setelah proses pengikatan, akan timbul reaksi kaskade yang mengakibatkan sitotoksisitas dan hemolisis pada sel. Lalu menimbulkan peradangan pada dinding saluran urogenital dengan cara invasi sampai mencapai jaringan epitel dan sub epitel . Masa tunas rata- rata 4 hari 3 minggu . Pada kasus yang lanjut terdapat bagian bagian dengan jaringan granulasi yang jelas. Nekrosis dapat ditemukan di lapisan sub epitel yang menjalar sampai ke permukaan epitel. Didalam vagina dan uretra parasit hidup di sisa-sisa sel ,kuman-kuman,dan benda- benda lain yang terdapat dalam sekret. Diagnosis Banding Ada beberapa penyakit yang menggambarkan keadaan klinik yang mirip dengan trikomoniasis, antara lain : 1. Trikomoniasis Trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. Biasanya

penyakit ini tidak bergejala tapi pada beberapa keadaan trikomoniasis akan menunjukkan gejala. Terdapat duh tubuh vagina berwarna kuning kehijauan, berbusa dan berbau. Eritem dan edem pada vulva, juga vagina dan serviks pada beberapa perempuan. Serta pruritos, disuria, dan dispareunia. Pemeriksaan apusan vagina Trikomoniasis sering sangat menyerupai penampakan pemeriksaan apusan bakterial vaginosis. Tapi Mobilincus dan clue cell tidak pernah ditemukan pada Trikomoniasis. Pemeriksaan mikroskopoik tampak peningkatan sel polimorfonuklear dan dengan pemeriksaan preparat basah ditemukan protozoa untuk diagnosis. Whiff test dapat positif pada trikomoniasis dan pH vagina 5 pada trikomoniasis.

Klinis : Terdapat flour albus yang banyak dengan warna putih kehijauan-hijauan, berbau lumut serta
berbuih, gatal pada vagina kadang-kadang sampai ke paha, dinding vagina terdapat banyak ulkus, edematous, dan eritem 2. Kandidiasis Kandidiasis merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh Candida albicans atau kadang Candida yang lain. Gejala yang awalnya muncul pada kandidiasis adalah pruritus akut dan keputihan. Keputihan seringkali tidak ada dan hanya sedikit. Kadang dijumpai gambaran khas berupa vaginal thrush yaitu bercak putih yang terdiri dari gumpalan jamur, jaringan nekrosis epitel yang menempel pada vagina. Dapat juga disertai rasa sakit pada vagina iritasi, rasa panas dan sakit saat berkemih. Pada pemeriksaan mikroskopik, sekret vagina ditambah KOH 10% berguna untuk mendeteksi hifa dan spora Candida. Keluhan yang paling sering pada kandidiasis adalah gatal dan iritasi vagina. Sekret vagina biasanya putih dan tebal, tanpa bau dan pH normal.

Klinis : discharge banyak, berwarna putih, kental seperti susu pecah, kadang berbau ,kadang tidak
berbau, pada vulva dan vagina terdapat tanda-tanda radang disertai maserasi, pseudomembran, fisura, lesi satelit papulopustular. Labia mayor tampak bengkak, merah dan ditutupi oleh lapisan putih yang menunjukkan maserasi. 3. Bakterial Vaginosis Kriteria klinis untuk bakterial vaginosis yang sering disebut sebagai kriteria Amsel (1983) yang berpendapat bahwa terdapat tiga dari empat gejala, yaitu : a. Adanya sekret vagina yang homogen, tipis, putih, melekat pada dinding vagina dan abnormal b. pH vagina > 4,5 (dites dengan nitrazine paper). c. Tes amin yang positif, yangmana sekret vagina yang berbau amis sebelum atau setelah penambahan KOH 10% (Whiff test). d. Adanya clue cells pada sediaan basah (sedikitnya 20 dari seluruh epitel). Clue cells merupakan sel epitel vagina granular yang diliputi oleh kokobasil sehingga batas sel tidak jelas. e. Ditemukannya G. vaginalis sebagai flora vagina utama menggantikan laktobasilus

Klinis : Cairan vagina homogen, putih keabu-abuan, melekat pada dinding vagina, sekret berbau amis,
tidak ditemukan adanya peradangan pada vagina dan vulva. Diagnosis

a. Anamnesis b. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Spekulum Pemeriksaan spekulum untuk menginspeksi vagina dan serviks secara langsung. Ada beberapa macam, speculum metal cusco, atau bivalve adalah yang paling popular. Speculum ini terdiri dari dua daun yang dimasukkan dalam keadaan tertutup, dan kemudian dibuka dengan menekan pegangannya. 2 macam speculum dua daun yaitu : 1. Graves (speculum cocor bebek), speculum yang lebih umum digunakan. Daun daunnya lebih lebar dan melengkung pada sisinya. 2. Pedersen, mempunyai daun yang lebih sempit dan rata, dipakai untuk wanita dengan introitus kecil. Teknik Penggunaan : 1. pasien dibaringkan dalam posisi litotomi 2. cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir 3. keringkan tangan dengan handuk bersih 4. gunakan sarung tangan dengan benar 5. bersihkan vulva dan perineum dengan kasa kering 6. ambil spekulum cocor bebek (sesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan) dengan tangan kanan dan masukkan ke dalam introitus vagina dengan posisi lebar spekulum pada sumbu vertikal (anteroposterior) 7. Pemeriksa menggunakan jari telunjuk dan tengah kiri untuk memisahkan labia dan menekan perineum, speculum yang masih tertutup, dengan dipegang oleh tangan kanan pemeriksa dimasukkan secara miring dengan perlahan-lahan kr dalam introitus diatas jari-jari tangan kiri. Speculum tidak boleh di masukkan secara vertical, karena dapat timbul sedera pada uretra/meatus. 8. Spekulum dimasukkan sejauh mungkin kedalam vagina,kalau sudah masuk dengan lengkap, speculum diputar ke posisi transversal, dengan peganganya sekarang mengarah ke bawah, dan dibuka secara perlahan-lahan. 9. Dinding vagina dan serviks dapat divisualisasikan adanya : a. secret, eritema, erosi, ulserasi, leukoplakia, atau massa. b. Apa bentuk orifisium externum servisis? c. Apa warna serviks? c. Pemeriksaan Laboratorium Dasar pemeriksaan adalah menyingkirkan kemungkinan lain. Pemeriksaan Penunjang : pH vagina Menentukan pH vagina dengan mengambil apusan yang berisi sekret vagina pada kertas pH dengan range 3,5 5,5. pH yang lebih dari 4,5 dapat disebabkan oleh Trichomonas vaginalis dan bacterial vaginosis. Apusan basah/Wet mount

Apusan basah dapat digunakan untuk identifikasi dari flagel, pergerakan dan bentuk teardrop dari protozoa dan untuk identifikasi sel. Tingkat sensitivitasnya 4060 %, tingkat spesifiknya mendekati 100% jika dilakukan dengan segera. Pap Smear Tingkat sensitivitasnya 40 60 %. Spesifikasinya mendekati 9599%. Test Whiff Tes ini digunakan untuk menunjukkan adanya amina-amina dengan menambahkan Potassium hidroksid ke sampel yang diambil dari vagina dan untuk mengetahui bau yang tidak sedap. Kultur Dari penelitian Walner Hanssen dkk, dari insiden Trikomoniasis dapat deteksi dengan kultur dan tidak dapat dideteksi dengan Pap Smear atau apusan basah.Kebanyakan dokter tidak mengadakan kultur dari sekresi vagina secara rutin. Direct Imunfluorescence assay Cara ini lebih sensitive daripada apusan basah, tapi kurang sensitive dibanding kultur. Cara ini dilakukan untuk mendiagnosa secara cepat tapi memerlukan ahli yang terlatih dan mikroskop fluoresesensi. Polimerase Chain Reaction. Cara ini telah dibuktikan merupakan cara yang cepat mendeteksi Trichomonas vaginalis. PENATALAKSANAAN Pengobatan dapat topical maupun sistemik : 1. Topikal a. Bahan cairan berupa irigasi, misalnya hidrokarbon peroksida 1-2% dan larutan asam laktat. b. Bahan berupa suposituria, bubuk yang bersifat trikomoniasidal. c. Gel atau krim yang bersifat trikomoniasidal 2. Sistemik Golongan obat Nitromidazol seperti : 1. Metronidazol : dosis tunggal 2gr atau 3 x 500mg/hari selama 7 hari. 2. Nimorazol : dosis tunggal 2gr 3. Tinidazol : dosis tunggal 2gr 4. Omidazol : dosis tunggal 1.5 gr c. Anjuran pada waktu pengobatan 1. Pemeriksaan dan pengobatan terhadap pasangan seksual untuk mencegah terjadinya infeksi pingpong. 2. Jangan melakukan hubungan seksual selama pengobatan dan sebelum dinyatakan sembuh. 3. Hindari barang-barang yang mudah menimbulkan transmisi. Rejimen yang dianjurkan Metronidazol 2 g dosis tunggal, peroral. a. Pengobatan ini sangat efektif dengan angka keberhasilan antara 82- 90%

b. Pengobatan juga diberikan kepada pasangan seksualnya dengan rejimen yang sama c. Jika pasangan seksual-nya diobati bersama-sama maka angka kesembuhan melebihi 95%. Angka reinfeksi 16-25% terjadi jika pasangan seksualnya tidak diobati d. Penderita dan pasangan seksualnya dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual hingga dinyatakan sembuh Rejimen alternatif a. Metronidazol 500 mg, 2 kali sehari selama 7 hari. Rejimen ini dianjurkan untuk penderita yang tidak sembuh dengan pengobatan dosis tunggal b. Metronidazol 2 g dosis tunggal selama 3-5 hari. Di- anjurkan untuk penderita yang gagal dengan pengobatan ulangan c. Rejimen metronidazol multidosis selama 7 hari sangat efektif untuk penderita pria d. Metronidazol 250 mg, 3 kali sehari selama 7 hari e. Metronidazol 1 g, 2 kali sehari selama 1-2 hari f. Fenobarbital dan kortikosteroid akan menurunkan kadar metronidazol plasma dan akan menurunkan aktifitas metronidazol terhadap Trichomonas vaginalis, sedangkan cimetidine akan menaikan kadar metronidazol plasma g. Kasus yang resisten secara klinis dapat diobati dengan dosis 2-4 g metronidazol selama 3-14 hari atau metronidazol 2 g peroral setiap hari disertai 500 mg yang diberikan intravagina KOMPLIKASI Infeksi pelvis Pada kehamilan : o lahir premature o bayi berat lahir rendah o selulitis posthysterectomy (10) PROGNOSIS Metronidazol menunjukkan angka kesembuhan 95 % . Angka kesembuhan meningkat bila kontak seksual memakai pengaman.(10)

Pencegahan

Karena trikomoniasis merupakan penyakit menular seksual, cara terbaik menghindarinya adalah tidak melakukan hubungan seksual. Beberapa cara untuk mengurangi tertularnya penyakit ini antara lain:

* Pemakaian kondom dapat mengurangi resiko tertularnya penyakit ini. * Tidak pinjam meminjam alat-alat pribadi seperti handuk karena parasit ini dapat hidup di luar tubuh

manusia selama 45 menit. * Bersihkan diri sendiri segera setelah berenang di tempat pemandian umum.