Anda di halaman 1dari 8

BAB IV HASIL PENYELIDIKAN

4.1. Geologi Daerah Penyelidkan Peta geologi yang dihasilkan, merupakan rekonstruksi seluruh evaluasi data lapangan dan laboratorium, yang diperoleh selama kegiatan eksplorasi yang dilengkapi dengan evaluasi data pemboran. Peta Geologi wilayah blok prospek dalam skala 1 : 10.000, (Lembar Peta Nomor 1.) 4.1.1 Morfologi Daerah Penyelidikan Secara umum morfologi daerah penyelidikan dapat dibagi menjadi tiga satuan morfologi yaitu : Satuan perbukitan bergelombang kuat ,satuan perbukitan bergelombang lemah dan satuan dataran rendah. 1.Satuan perbukitan bergelombang Kuat menempati 50 % dari seluruh daerah penyelidikan, yang dapat dijumpai di bagian utara , barat dan selatan , umumnya merupakan hutanhutanyang cukup lebat.

2.Satuan perbukitan bergelombang lemah menempati 30 % yaitu di bagian tengah agak ke selatan dan tenggara. 3.Satuan dataran rendah menempati sekitar 20 % yaitu di bagian timur yang berbatasan langsung dengan pantai dan bagian tengah sepanjang aliran sungai La Tinala, yang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai lahan perkebunan kopi, kakao dan kelapa.
IV-1
DAERAH BULELENG TORETE, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KAB. MOROWALI, PROP. SULAWESI TENGAH

LAPORAN AKHIR HASIL KEGIATAN EKSPLORASI

PT. TEKNIK ALUM SERVICE

4.1.2 Stratigrafi Daerah Penyelidikan Formasi atau satuan batuan yang terbentuk di wilayah penyelidikan adalah Formasi Alluvium ( Qa ) , Komplek Ultramafik ( Ku ), Formasi Tokala ( Trjt ) dan Formasi Pandua ( Tmpp ). Dari hasil pengamatan langsung dan pemetaan geologi bahwa terdapat koreksi batas formasi, yaitu disebelah utara KP formasi Ku Melebar sampai batas luar KP.( Lihat peta Geologi KP )

Pada bagian tengah KP terdapat Sungai yang cukup lebar ( S. Latinala ) dan kemungkinan merupakan Formasi Alluvium (Qa), karena sedimentasi yang nampak di tebing tebing sungai mencapai ketebalan lebih dari 10 meter. Pada daerah komplek Ultramafik ( Ku ) disebelah utara pelapukan terjadi secara sporadis ,umumnya hanya terjadi di bagian puncak-puncakbukit dan pada aluralur sungai banyak tersingkap batuan Ultrabasa ( Peridotit, Harsburgit, Dunit ) yang berupa boulder atau bongkah, karena proses pelapukan lemah. Sedangkan di daerah selatan pelapukan lebih intensif dan menyebar hampir di seluruh satuan batuan ini, hal ini dapat dilihat dengan jelas pada kondisi tanah yang kemerahan dan ditemukan mineral Garnierit di beberapa tempat, yang mengandung kadar nikel tinggi. Pada kelompok Formasi Tokala ( Trjt ) merupakan satuan batuan yang didominasi oleh batugamping terdapat di sebelah luar utara, timur laut dan selatan KP, tetapi di beberapa tempat yang menurut T.O Simanjuntak Dkk, adalah satuan batuan Ultramafik ,setelah dilakukan pemetaan geologi lebih detail terdapat satuan batugamping di sebelah barat laut KP.( Lihat Peta Geologi KP ) Pada Formasi Pandua ( Tmpp ) yang mengisi sekitar 20 % areal KP merupakan kelompok batuan sedimen yang berisi Konglomerat : berwarna kelabu, kelabu kehijauan, kecoklatan hingga coklat kemerahan, tersusun
DAERAH BULELENG TORETE, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KAB. MOROWALI, PROP. SULAWESI TENGAH

IV-2

LAPORAN AKHIR HASIL KEGIATAN EKSPLORASI

PT. TEKNIK ALUM SERVICE

oleh batuan mafik, ultramafik, batugamping, kuarsa dan batu malihan. Batu pasir : berwarna kelabu hingga kelabu kehijauan dan kecoklatan, umumnya jenis batupasir kuarsa hingga arkosa. Batu lempung : berwarna kelabu tua hingga kelabu muda kehijauan, pasiran, mengandung kuarsa ( 8% ), Piroksen ( 10% ) dan mineral gelap ( 8% ), setempat berstruktur perairan,karbonatan, lunak hingga agak keras dan getas. Dalam formasi ini tidak terdapat bahan galian yang bisa diusahakan.

Gambar. 4.1 Peta Geologi Regional, ( T.O Simanjuntak ,Dkk, 1993 )


DAERAH BULELENG TORETE, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KAB. MOROWALI, PROP. SULAWESI TENGAH

IV-3

LAPORAN AKHIR HASIL KEGIATAN EKSPLORASI

PT. TEKNIK ALUM SERVICE

4. 1.3 Endapan Laterit Nikel ( Ni ) Di wilayah penyelidikan Endapan laterit Nikel merupakan endapan hasil pelapukan dari batuan ultrabasa. Endapan ini pada daerah-daerah depresi di puncak- puncak bukit dengan slope kurang dari 10. Peranan struktur dan air tanah juga menentukan pembentukan bijih nikel. Hanya pada daerah yang mengalami struktur kuat dan pada kecepatan air tanah tertentu pengayaan (residual enrichment) bijih nikel biasa terjadi. Gambaran umum urutan zona laterit secara vertical dari permukaan bawah adalah sebagai berikut : lapisan top soil berwarna coklat kemerahan, lapisan limonite, lapisan saprolite dan bedrock / batuan peridotit ( Penampang laterit daerah Buleleng dan sekitarnya, PT.TAS).

Gambar.4.2 Profil Laterit Nikel daerah Buleleng (PT. TAS)


DAERAH BULELENG TORETE, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KAB. MOROWALI, PROP. SULAWESI TENGAH

IV-4

LAPORAN AKHIR HASIL KEGIATAN EKSPLORASI

PT. TEKNIK ALUM SERVICE

Terlihat pada gambar bahwa didalam endapan laterit, mineral Ni berbanding terbalik dengan mineral Fe, kandungan/kadar mineral Ni kecil dibagian top soil ( surface ) dan meningkat ke arah saprolit kemudian mengecil kembali kearah bed rock, sedangkan kadar Fe yang tinggi dibagian top soil dan mengecil ke arah saprolit serta bed rock. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi endapan bijih nikel berada pada zonasi Saprolite dan Limonite. Untuk memudahkan pekerjaan, area KP di bagi menjadi 2 blok : blok utara dan blok selatan. Pada Tahap Eksplorasi ini telah dilakukan pemetaan Geologi dan pengambilan sample dengan pemboran manual maupun pemboran mesin ( coring ) dan pemetaan Topografi. Blok Utara terdapat di sepanjang punggungan bukit dari sebelah selatan hingga ke sebelah utara bersifat sporadic, Dengan karakteristik ketebalan lapisan limonit antara 1 14 m, ketebalan Saprolit 0.3 6 m. Blok selatan , proses pelapukan Laterisasi lebih merata dan hampir terjadi di sebagian wilayah Batuan Ultramafik dengan karakteristik ketebalan Limonite relative lebih tebal antara 1 20 m, ketebalan Saprolit 0.5 8 m.

4.2Pemboran

Selama tahapan Kegiatan eksplorasi , dilakukan pemboran pada 1500 titik di sebagian wilayah KP eksplorasi dan telah dilakukan pemboran detail dengan spasi 50 m dan 100 m di area yang dianggap prospek dan dapat segera ditingkatkan ke tahap eksploitasi. Di blok Utara terdapat 900 titik bor dengan kedalaman pemboranrata-rata 10 meter, dengan total meter pemboran sebesar 6042 meter, jarak sepasinya 50 - 400 m dan membentuk pola kisi-kisi .
DAERAH BULELENG TORETE, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KAB. MOROWALI, PROP. SULAWESI TENGAH

IV-5

LAPORAN AKHIR HASIL KEGIATAN EKSPLORASI

PT. TEKNIK ALUM SERVICE

Di blok selatan terdapat 600 titik dengan kedalaman pemboranrata-rata 10 meter, dengan total meter pemboran sebesar 4376 meter, jarak sepasinya 50 - 400 m dan membentuk pola kisi-kisi. Evaluasi data Pemboran diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai stratigrafi batuan secara vertikal, ketebalan tanah penutup (over burden), dan ketebalan antar lapisan sona limonit saprolit serta kualitasnya.

Hasil korelasi data Pemboran , bentuk topografi dan kualitas, digunakan untuk parameter perhitungan jumlah sumber daya bijih Nikel dan cadangan terukur di wilayah perjanjian. TABEL 4.1. REKAPITULASI HASIL PEMBORAN No Lokasi Jumlah Titik Total Kedalaman (m) 1 Blok Utara 2 Blok Selatan 900 600 6042 4376

Total

1500

10.428

4.3Pemetaan Topografi

Selama tahapan Kegiatan eksplorasi , dilakukan pemetaan Topografi seluas 4500 Ha di sebagian wilayah KP eksplorasi.
IV-6
DAERAH BULELENG TORETE, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KAB. MOROWALI, PROP. SULAWESI TENGAH

LAPORAN AKHIR HASIL KEGIATAN EKSPLORASI

PT. TEKNIK ALUM SERVICE

TABEL 4.2. REKAPITULASI HASIL PEMETAAN TOPOGRAFI No Lokasi Luas Area Skala

( Ha ) 1 Blok Utara 1200 1000 800 1: 30.000 1: 2.000 1 : 1.000 1: 30.000 1: 2.000 1 : 1.000

Sub total
2 Blok Selatan

3000

800 500 200

Sub total Total


4.4.Kualitas Bijih Nikel

1500 4500

Selama Kegiatan eksplorasi berlangsung, telah diambil sejumlah contoh yang sebagian dikirim untuk diuji kualitas serta karakteristiknya. Kualitas Bijih Nikel daerah penyelidikan : TABEL 4.3 KUALITAS MINERAL DI BLOK PROSPEK BLOK UTARA No 1 2 3
IV-7

Mineral Ni ( Nikel ) Co ( Cobalt ) Al ( Aluminium )

Kadar (%) 1.25 2.23 0.06 0.08 0.58 7.30

DAERAH BULELENG TORETE, KECAMATAN BUNGKU SELATAN, KAB. MOROWALI, PROP. SULAWESI TENGAH

LAPORAN AKHIR HASIL KEGIATAN EKSPLORASI

PT. TEKNIK ALUM SERVICE

Fe ( Fero ) BLOK SELATAN

11.78 45.10

No 1 2

Mineral Ni ( Nikel ) Co ( Cobalt )

Kadar (%) 1.21 2.20 0.05 0.08

3 4

Al ( Aluminium ) Fe ( Fero )

0.57 7.30 11.52 45.30

TABEL 4.4. : REKAPITULASI CADANGAN BIJIH NIKEL DI KP No Blok Luas (Ha) Regional 1 Blok Utara 3.000 Detail 800 Cadangan WMT 20.000.300

Blok Selatan

1.500

200

10.000.100

Total

4.500

1.000

30.000.400