Anda di halaman 1dari 48

Selasa, 15 Mei 2012

organisasi dan manajemen kesehatan


KEPEMIMPINAN Pengertian : Koontz & Odonnel, mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya. Wexley & Yuki (1977), kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka. Georger R. Terry, kepemimpinan adalah hubungan yang tercipta dari adanya pengaruh yang dimiliki seseorang terhadap orang lain sehingga orang lain tersebut secara sukarela mau dan bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok Ordway Tead, Kepemimpinan adalah perpaduan berbagai perilaku yang dimiliki seseorang sehingga orang tersebut mempunyai kemampuan untuk mendorong orang lain bersedia dan dapat menyelesaikan tugas - tugas tertentu yang dipercayakan kepadanya . Stogdill, Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas seseorang atau sekelompok orang untuk mau berbuat dan mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Paul Hersay, Ken Blanchard , Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan dalam suatu situasi tertentu . Kemampuan mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999), Menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan. Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983: 255), Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya. Kartini Kartono (1994. 33), Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Dr. Phil. Astrid S. Susanto, Pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak. John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan danmengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24). Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281) Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu (Slamet, 2002: 29) Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7) Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29). Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123).

TEORI LAHIRNYA SEORANG PEMIMPIN

1. TEORI GENETIS
seorang pemimpin lahir bukan karena dibuat, tetapi dia lahir menjadi pemimpin oleh bakatbakat yang luar biasa sejak lahirnya. Dalam dirinya mengalir bakat-bakat dari orangtuanya maupun nenek moyangnya. Dia ditakdirkan lahir menjadi pemimpin dalam situasi dan kondisi tertentu. Pemimpin yang lahir dari faktor genetis, biasanya memiliki kemampuan yang luar biasa yang nampak sejak kecil.

2. TEORI SOSIAL
Lebih menekan bahwa seorang pemimpin dapat disiapkan, dididik, dibentuk, dan tidak dilahirkan begitu saja. Pemimpin menurut teori ini, dilahirkan melalui proses pendidikan, pelatihan, penyiapan yang panjang serta didorong oleh motivasi yang kuat dari dirinya untuk siap menjadi pemimpin. Ada yang berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu

3. TEORI EKOLOGIS
Bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha pendidikan, juga sesuai dengan tuntutan ekologis lingkungannya. ORGANISASI MANAJEMEN Pengertian manajemen H. Koontz & O,Donnel dalam bukunya Principles of Management mengemukan sebagai berikut : manajemen berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain (Management involves getting things done thought and with people). Mary Parker Folllett mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. ( the art of getting things done through the others) George R. Terry dalam bukunya Principles of Management menyampaikan pendapatnya : manajemen adalah suatu proses yang membeda -bedakan atas ; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya (Man agement is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, utilizing in each both science and art, and followed in order to accomplish predetermined objectives) James A.F. Stoner dalam bukunya Management (1982) mengemukakan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan Manajemen adalah proses dimana pelaksanaan dari suatu tujuan diselenggarakan dan diawasi. ( Encyclopedia of Social ) Manajemen adalah suatu proses yg dilakukan oleh satu orang atau lebih untuk mengkoordinasikan kegiatan - kegiatan orang lain guna mencapai tujuan / hasil ( Evancevich ) James A.F. Stoner dalam bukunya Management (1982) mengemukakan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan Manajemen adalah proses dimana pelaksanaan dari suatu tujuan diselenggarakan dan diawasi. ( Encyclopedia of Social ) Manajemen adalah suatu proses yg dilakukan oleh satu orang atau lebih untuk mengkoordinasikan kegiatan - kegiatan orang lain guna mencapai tujuan / hasil ( Evancevich ) Ciri ciri manajemen :

1. a.

b. c.

d.

e. f. g.

h. i.

Manajemen diarahkan untuk mencapai tujuan Manajemen sebagai proses; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan, pengarahan dan pengawasan Tersedia sumber daya; manusia, material dan sumber lain Mendayagunakan atau menggerakkan sumber daya tersebut secara efisien dan efektif Terdapat orang yang menggerakkan sumber daya tersebut (manajer) Penerapan manajemen berdasarkan ilmu dan juga seni atau keahlian yang harus dimiliki oleh manajer Fungsi manajemen menurut para ahli Para ahli manajemen, antara lain ; George Terry, L. Gullick, H. Fayol dan Koonzt ODonnel mengemukakan tentang fungsi manajemen sebagai berikut : Dari keempat ahli manajemen tersebut, ternyata banyak kesamaan, dan secara garis besar dapat dikelompokan menjadi : fungsi perencanaan (Planning), fungsi pengorganisasian (Organizing), fungsi penggerakan pelaksanaan (staffing, commanding, directing, coordinating), fungsi pengawasan dan pengendalian (controlling, reporting). Leading Serangkaian proses yang digunakan untuk membuat semua personel organisasi bekerja sama untuk meningkatkan keuntungan Memotivasi dan berkomunikasi dengan SDM organisasi untuk memastikan bahwa tujuan organisasi tercapai Controlling Memonitor kemajuan organisasi dalam mencapai tujuan Proses membandingkan hasil dan harapan, dan melakukan perubahan-perubahan yang tepat Staffing Rekruitasi, seleksi, pemberian tugas, pelatihan, pengembangan, evaluasi dan pemberian kompensasi kepada staff Planning Menentukan tujuan organisasi dan memilih serangkaian aksi dari beberapa alternatif yang ada untuk mencapai tujuan tersebut Menentukan apa yang harus dilakukan, bagaimana, kapan dan siapa yang melakukan Organizing Menentukan bagaimana aktivitas dan sumber daya dikelompokkan Menentukan komposisi tim kerja dan aktivitas koordinasi

PENGERTIAN ORGANISASI MENURUT PARA AHLI

1. Organisasi adalah sistem perserikatan formal , berstruktur dan terkoordinasi dari 2. 3. 4.


kelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu ( Malaya Hasibuan ) Organisasi adalah : setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama ( James D, Mooney ) Organisasi adalah : sistem kerja sama yang terkoordinasi secara sadar dan dilakukan oleh dua orang atau lebih ( Chaster I, Barnard ) Organisasi adalah : pembinaan hubungan wewenang dan dimaksudkan untuk koordinasi struktural, baik secara vertikal maupun horizontal diantara posisi-posisi yang telah diserahi tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi ( Koonz & Donnel ) Organisasi adalah : suatu system yang dinamis yang selalu berubah dan menyesuaikan diri dengan tekanan internal, ekternal dan selalu dalam proses evolusi kontinyu ( Philip, Senznick ) Organisasi adalah seluruh orang-orang yang melaksanakan fungsi-fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan dengan yang dikoordinasikan agar sebuah tugas dapat diselesaikan ( Daniel E. Griffths )

5. 6.

Prinsip prinsip Organisasi

1. Prinsiple of Organisasi (Azas Tujuan Organisasi) Menurut azas ini organisasi harus
jelas dan rasional, apakah bertujuan untuk memperoleh laba ( busenis organization ) ataukah untuk memberi pelayanan publik ( publik organization ) Hal ini bagian penting dalam menentukan struktur organisasi Priciple Unity of Obyektive (Azas Kesatuan Tujuan) Menurut asas ini, didalam suatu organisasi harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai. Organisasi secara keseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut Principle of Unity of commando ( azas kesatuan perintah ) Azas ini hendaknya setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawaban hanya kepada satu orang atasan. Tetapi satu atasan dapat memerintah lebih dari satu orang.

2. 3.

4. Priciple of The span of managemen ( azas rentang kendali ) Azas ini seseorang
manager hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu. Misalnya 3 orang sampai dengan 9 orang . Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuan manager yang bersangkutan Priciple of delegation of authority ( azas pendelegasian wewenang) Pimpinan dibenarkan memberikan / melimpahkan sebagian wewenang kepemimpinanannya kepada seorang atau sekelomok orang lain agar pencapaiantujuan leboh efektif. Pendelegasian harus jelas sehingga mengetahui wewenangnya. Principle of parity of authority and reponsibility ( azas kewenangan dan tanggung jawab) Azas ini hendaknya wewenang dan tanggung jawab hendaknya seimbang. Wewenang yang didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul karenanya harussama besarnya. Misalkan wewenang yang diberikan X maka tanggung jawab juga sebasar X. Principle of Responsibility : (azas tanggung jawab) Menurut azas ini, pertanggungjawabannya dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang ( line authority ) dan pelimpahan wewenang.Seseorang hanya bertanggung jawab kepada orang yang memberikan tanggung jawab. Principle of departementation ( principle of devision of work ) = azas pembagian kerja. Menurut azas ini, pengelompok tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan yang sama ke dalam satu unit kerja ( departemen) hendaknya didasarkan atas eratnya hubungan pkerjaan tersebut Principle of personnel placement ( Azas penempatan personalia ) Menurut azas ini, hendaknya penempatan orang-orang pada setip jabatannya harus didasarkan atas kecakapan, keahlian, dan ketrampilannya ( the right man, in the right job ) oleh karena itu harus dilakukan seleksi sesuai dengan kebuthan. Principle of scalar chain ( Azas jenjang berangkai ) Saluran perintah dari atas kebawah harus merupakan mata rantai vertikal yang jelas dan tidak terputus dan sebaiknya menempuh jarak yang terpendek dan sebaliknya pertanggungjawaban bawahan ke atasan juga serupa. Princip of effiiciency ( Asas eficiensi ) Suatunorganisasi dalam mencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang optimal dengan pengorbanan yang minimal Principle of continuity ( Azas kesinambungan ) Organisasi harus mengusahakan caracara untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Priciple of coordination ( Asas koordinasi ) Asas ini merupakan tindakan lanjut dari asas-asas organisasi launnya. Koordinasi dimaksudkan untuk mensikronisasikan dan mengintegrasikan segala tindakan

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11. 12. 13.

Bentuk organisasi Struktur organisasi adalah suatu gambar yang menggambarkan bentuk organisasi, pedepartemenan organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, dan hubungan pekerjaan , garis perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem rentang kendali dan sistem pimpinan kendali.

Suatu struktur organisasi akan memberikan informasi tentang :

1. Tipe organisasi, artinya struktur organisasi akan memberikan informasi tentang tipe informasi : yang digunakan ; apakah line organization, line and staff organization, atau functional organization 2. Pedepartemenan orgnisasi : akan memberikan informasi mengenai dasar pendepartemenan ( bagian ) apakah didasarkan fungsi-fungsi manajemen, wilayah produksi, shif dsb 3. Kedudukan : memberikan informasi tentang apa seseorang termasuk kelompok managerial atau karyawan operasional 4. Rentang kendali : memberikan informasi mengenai jumlah karyawan dalam setiap departemen ( bagian ) 5. Manajer dan bawahan : organisasi yang menberikan informasi tentang garis perintah dan tanggung jawab siapa yang memberi perintah dan siapa yang memberi tangung jawab dengan kata lain siapa atau dan siapa bawahan 6. Tingkatan Manajer : memberikan informasi tentang keberadaan top manajer, midle manajer, dan low manajer 7. Bidang pekerjaan : artinya setiap kotaj dalam struktur organisasi memberikan informasi mengenai tugas tugas dan pekerjaan serta tanggung jawab yang dilakukan dalam pekerjaan tersebut 8. Tingkat manajemen : artinya sebuah bagan tidak hanya menunjukan herarji manajer bawahan dan atasan secara perorangan tetapi juga herarki manajemen secara keseluruhan 9. Pimpinan organisasi : struktur organisasi yang memberikan informasi apa pimpinan tunggal atau pimpinan kolektif atau presidium
Pemantauan dalam Pelayanan Kebidanan Register kohort adalah sumber data pelayanan ibu hamil, ibu nifas, neonatal, bayi dan balita dengan tujuan Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan ibu dan neonatal yang terdeteksi di rumah tangga yang teridentinfikasi dari data bidan. Jenis Register Kohort a) Register Kohort Ibu Register kohort ibu merupakan sumber data pelayanan ibu hamil dan bersalin, serta keadaan/resiko yang dipunyai ibu yang di organisir sedemikian rupa yang pengkoleksiaannya melibatkan kader dan dukun bayi diwilayahnya setiap bulan yang mana informasi pada saat ini lebih difokuskan pada kesehatan ibu dan bayi baru lahir tanpa adanya duplikasi informasi b) Register Kohort Bayi Merupakan sumber data pelayanan kesehatan bayi, termasuk neonatal c) Register Kohort Balita Merupakan sumber data pelayanan kesehatan balita, umur 12 bulan sampai dengan 5 tahun

Rabu, 19 September 2012

Organisasi - Manajemen - Sistem Kesehatan


How about you? BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Manusia bukanlah makhluk individual yang selalu hidup sendiri tanpa bergantng pada orang lain melainkan makhluk sosial dimana tidak akan pernah bisa hidup sendiri. Manusia selalu memerlukan orang lain, berinteraksi dan berkerjasama dengan orang lain. Setiap kegiatan manusia sebagai makhluk sosial dimana saja dan apa saja yang melibatkan orang-orang dan memerlukan kerjasama, apakah itu kegiatan yang sifatnya profit oriented atau non profit oriented, pasti sarat dengan manajemen, seperti halnya mengelola, mengatur ormas atau perkumpulan olah raga termasuk organisasi, dan lain sebagainya, baik pengelolaannya secara formal, modern atau tradisonal. Salah satu bentuk interaksi manusia sebagai makhluk sosial adalah dengan berorganisasi. Dalam sebuah organisasi setiap anggota organisasi memiliki latar belakang yang berbeda. Setiap anggota organisasi dituntut untuk dapat

bekerjasama. Mereka berkerjasama dalam sebuah organisasi untuk mewujudkan tujuan bersama dalam organisasi tersebut. Dilihat dari segi kepentingan individu atau organisasi sering sekali sulit disingkronkan karena memiliki kepentingan yang berbeda yang apabila tidak mampu dikendalikan maka akan terjadi penyimpangan yang pada ujungnya dapat merugikan organisasi itu sendiri atau bias saja pihak lain, hal inilah yang menjadi sebuah tantangan bagi sebuah organisasi.

Pertanyaan-pertanyaan diatas menggambarkan betapa sangat urgennya manajemen dalam pelaksanaan suatu organisasi. Pola intinya manajemen itu adalah to manage, bagaimana mengatur, apa yang di atur dan siapa yang mengaturnya, kemudian untuk apa hal itu diatur. Dengan manajemen yang tepat akan dapat mengkoordinasikan pekerjaan masing-masing anggota organsasi menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. Mekanisme pengkoordinasian ini akan membuat para anggota organisasi menjaga perhatianya pada tujuan organisasi dan mengurangi ketidak efisienan dan konflik-konflik yang merusak sehingga tujuan organisasi dapat

terwujud

tanpa

terjadi

suatu

penyimpangan.

B. Manfaat 1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dan ruang lingkup organisasi, administrasi dan manajemen 2. Mahasiswa dapat mengetahui bentuk-bentuk dan struktur organisasi 3. Mahasiswa dapat mengetahui tentang pendekatan sistem 4. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi-fungsi dasar manajemen 5. Mahasiswa dapat mengetahui keterkaitan organisasi, manajemen dengan sistem

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian dan ruang lingkup organisasi, administrasi dan manajemen 2. Untuk mengetahui bentuk-bentuk dan struktur organisasi 3. Untuk mengetahui tentang pendekatan sistem 4. Untuk mengetahui fungsi-fungsi dasar manajemen 5. Untuk mengetahui keterkaitan organisasi, manajemen dengan sistem

BAB II ISI

A. Organisasi 1. Pengertian Organisasi Pengertian organisasi menurut para ahli: a. Menurut James D. Money, organisasi adalah bentuk setiap kerjasama manusia untuk mencapai tujuan bersama. b. Menurut Dwight Waldo, organisasi adalah struktur antara hubungan pribadi berdasarkan wewenang formal (formal authority) dan kebiasaan dalam sistem administrasi. c. Menurut A. W. Widjaja, organisasi adalah suatu alat untuk melaksanakan tujuan tertentu. d. Menurut Sondang P. Siagian, organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian sesuatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan mana

terdapatseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan. Berdasarkan beberapa pengertian beberapa ahli diatas, didalam sebuah organisasi harus terdapat dua buah unsur yaitu sekelompok atau beberapa orang dan sebuah tujuan yang ingin dicapai. Jadi bisa disimpulkan bahwa pengertian organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.

2. Ruang Lingkup Organisasi Menurut fungsi serta tujuannya organisasi dapat di bagi dalam 3 bagian yaitu organisasi niaga , sosial dan internasional . Penjelasannya : a. Organisasi Niaga Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan. Organisasi Niaga terdiri atas: m o n , o n om n ,

, Koperasi, Join Ventura, Trus, Kontel, Holding Company.

Contoh : PT.Honda, Koperasi simpan pinjam, Koperasi-koperasi yang ada di sekolah-sekolah, dan lain-lain. b. Organisasi Sosial Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Ciri-Ciri Organisasi Sosial Menurut Berelson dan Steiner sebuah organisasi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut : a) Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya. b) Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut. c) Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung mp on l , g j l n ny k n l ng n g j l ok .

d) Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu. c. Organisasi Regional dan Internasional Organisasi internasional adalah suatu bentuk dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yang juga merupakan isi dari perjanjian atau charter. Sedangkan Organisasi Regional adalah organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa Negara. Contoh organisasi-organisasinya adalah : UN, UNICEF, UNESCO, UNCHR, UNDPR, UNSCOP, WHO, IMF, NATO, NGO, dan lain-lain.

3. Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan perwujudan struktur wewenang formal dengan cara menganalisis jabatan-jabatan apa yang diperlukan dalam mencapai tujuan, untuk kemudian ditentukan kualifikasi ataupun jumlah orang yang mengisi jabatanjabatan tesebut. Struktur organisasi memegang peranan penting dalam sebuah organisasi karena struktur organisasi yang digunakan dapat memberikan dukungan moral bagi karyawan sehingga mau bekerja sama dan selalu berusaha menjalin koordinasi sebagai tanggung jawab penting dalam kegiatan perusahaan dalam mencapai tujuan organisasi. Struktur organisasi dibentuk berdasar pada 3 komponen organisasi yaitu: 1. 2. 3. Interaksi kemanusiaan Kegiatan yang terarah ke tujuan Struktur

Berdasarkan ketiga komponen organisasi diatas, seorang manajer puncak harus dapat mengatur kegiatan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi. Selain itu struktur organisasi akan memberikan pembagian wewenang yang jelas.

Bentuk struktur organisasi dapat dibagi menjadi 6 golongan yaitu : a) Organisasi lini Organisasi lini atau garis adalah organisasi yang atasan dan bawahan dihubungkan secara langsung oleh garis wewenang secara vertikal. Ciri ciri organisasi lini adalah : Jumlah karyawan sedikit

Manajer selain top manajer bersifat sebagai bawahan Sarana dan alat terbatas Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung

Kelebihan dan kekurangan organisasi lini adalah: Kelebihan struktur organisasi lini: Atasan dan bawahan dihubungkan dalam sebuah garis komando. Rasa solidaritas dan spontanisitas seluruh anggota organisasi besar. Proses pengambilan keputusan cepat. Disiplin dan loyalitas tinggi. Rasa saling pengertian antar anggota tinggi. Kekurangan struktur organisasi lini: Kepemimpinan yang hampir otokratis Pengembangan kreatifitas karyawan terhambat Tujuan top manager sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi Karyawan tergantung pada satu orang dalam organisasi

b) Organisasi fungsional Organisasi fungsional adalah suatu organisasi dimana wewenang dari pihak tertinggi dilimpahkan ke kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus. Ciri-ciri organisasi fungsional adalah : Organisasi kecil Terdapat kelompok kelompok kerja staff ahli Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas Target yang hendak dicapai jelas dan pasti Pengawasan dilakukan secara ketat

c) Organisasi lini dan staff Organisasi lini dan staff adalah suatu bentuk organisasi yang pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian di bawahnya, serta ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah, namun hanya sebagai penasihat.

Contohnya pejabat staff mengenai masalah kearsipan, keuangan, personel dan lain sebagainya

Ciri-ciri organisasi lini dan staff adalah Hubungan atasan dan bawahan tidak sepenuhnya secara langsung Karyawan banyak Organisasi besar Ada dua kelompok kerja dalam organisasi yaitu personel lini dan personel staff

d) Organisasi fungsional dan garis Organisasi fungsional dan garis adalah suatu bentuk organisasi yang wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan ke kepala bagian di bawahnya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan ke kepala bagian e) Organisasi Matrik Organisasi matrik merupakan organisasi manajemen proyek yaitu, organisasi dimana penggunaan struktur organisasi menunjukkan dimana para spesialis yang mempunyai keterampilan di masing masing bidang dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi salah satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan. Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi staff dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan . Organisasi matrik akan menghasilkan wewenang ganda dimana wewenang horizontal diterima proyek sedangkan wewenang fungsional nya sesuai dengan keahlian nya dan tetap akan melekat sampai proyek selesai. Sebagai akibat anggota organisasi matrik mempunyai dua wewenang. Hal ini berarti bahwa dalam melaksanakannya para anggota juga harus melaporkan kepada dua atasannya. f) Organisasi komite Organisasi komite adalah bentuk organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic management.

Organisasi komite terdiri dari :

Executive comitte (pimpinan komite) yaitu: para anggotanya memiliki kewenangan lini Staff Comitte yaitu: orang orang yang hanya mempunyai kewenangan staff.

B. Administrasi 1. Pengertian Administrasi Pengertian Administrasi menurut beberapa ahli: a) Soewarno Handayaningrat membagi administrasi ke dalam dua definisi yang berbeda yaitu secara sempit dan luas. Administrasi secara sempit meliputi kegiatan catat mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan. Adapun pengertian administrasi secara luas adalah merupakan kegitan kerjasama yang dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. b) Menurut Sondang P. Siagian, administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. c) Menurut Dann Sugandha, administrasi adalah seluruh proses organisasi yang terdiri dari proses penentuan tujuan dan pencapaiannya dengan memanfaatkan sumber yang tersedia secara berdaya guna melalui beberapa orang secara terkoordinasi dengan menerapkan perencanaan, pembuatan keputusan dan perintah kerja, pimpinan serta penilaian dan pengawasan. Berdasarkan tiga pengertian administrasi menurut para ahli diatas, dapat disimpulkan administrasi adalah sebuah proses, mekanisme atau cara kerja sebuah kelompok atau organisasi.

2. Ruang Lingkup Administrasi Menurut Drs. Soekarno, K. menggolongkan administrasi sebagai berikut: a. Administrasi negara (public administration), adalah administrasi yang dilakukan untuk mengatur urusan-urusan yang menyangkut kepentingan-kepentingan umum suatu negara. Administrasi negara meliputi hal-hal sebagai berikut :

1) Administrasi pemerintahan negara, adalah seluruh tindakan yang dilakukan untuk melaksanakan kebijaksanaan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang meliputi: Administrasi sipil adalah seluruh kegiatan yang dilakukan oleh departemen dan non departemen mulai dari kegiatan kelurahan sampai dengan kegiatan MPR Administrasi militer, adalah seluruh kegiatan yang dilakukan/diseleng-garakan oleh angkatan bersenjata. 2) Administrasi perusahaan Negara, yaitu administrasi yang diselenggarakan dalam organisasi perusahaan milik negara berupa BUMN ( Badan Usaha Milik Negara ) seperti Perum, Perjan, PN , PT b. Administrasi swasta (private administration ), adalah seluruh kegiatan dan tindakan swasta yang tujuan utamanya untuk kepentingan sendiri atau golongan. Administrasi swasta meliputi hal-hal sebagai berikut: c. Administrasi niaga (business administration), adalah seluruh kegiatan dan tindakan swasta di bidang niaga yang bertujuan untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri atau golongan. d. Administrasi non niaga (nonbusiness administration), adalah seluruh kegiatan dan tindakan swasta di bidang usaha-usaha sosial, budaya, dan kemasyarakatan, seperti Yayasan dan LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat ) e. Administrasi internasional (international administration), adalah seluruh kegiatan dan tindakan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi internasional untuk memenuhi kepentingan negara-negara anggotanya. Administrasi ini meliputi hal-hal sebagai berikut : Administrasi niaga internasional (business international administration) adalah seluruh kegiatan dan tindakan dari organisasi internasional dalam perniagaan atau perekonomian.Misalnya : OPEC, MEE. Administrasi non niaga internasional (Non Business International Adminis-tration), adalah seluruh kegiatan dan tindakan yang dilakukan oleh organisasi-organisasi internasional di bidang usaha-usaha sosial, budaya maupun kemasyarakatan. Misalnya: UNICEF.

C. Manajemen

1. Pengertian Manajemen Pengertian manajemen menurut para ahli: a) Menurut Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan

penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. b) Menurut Mary Parker Follet, manajemen didefinisikan sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. c) Menurut Sondang P. Siagian, manajemen adalah kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatankegiatan orang lain. d) Menurut A. W. Widjaja, manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengontrolan human and natural resources untuk mencapai yang telah ditentukan lebih dahulu. e) Menurut Millet, Management is the proces of directing and facilitating the work of peopleorganized in formal group to achive a disered goal . (Manajemen adalah sebagai kelompok untuk memperoleh tujuan yang ditentukan). f) Menurut Malayu S.P. Hasibuan, manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur.

2. Ruang Lingkup Manajemen a. Lingkungan Luar (Eksternal) Terdiri dari : Lingkungan Umum, meliputi ekonomi, politik, hukum, sosio kultural (budaya), teknologi, dimensi internasional (seperti globalisasi dan paham ekonomi), dan kondisi lingkungan alam. Lingkungan Khusus (Tugas), meliputi pemilik (stockholder), customer, klien, pemasok (suplier), pesaing, suplai tenaga kerja, badan pemerintah, lembaga keuangan, media, dan serikat pekerja. b. Lingkungan Dalam (Internal) Terdiri dari : Manusia (specialized dan manajerial personal). Finansial (sumber, alokasi, dan control dana).

Fisik (gedung, kantor, dan lain-lain). Sistem dan Teknologi. Sistem Nilai dan Budaya Organisasi.

3. Fungsi-fungsi dasar manajemen Pendapat para ahli tentang fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan oleh beberapa penulis, yaitu : Louis A. Allen : Leading, planning, organizing, controlling Prajudi Atmosukirjo : planning, organizing, directing atau actuating, controlling. John Robert Beishline : perencanaan, organisasi, komando control Henry Fayol : planning, organizing, coordinating, commanding, controlling. Luther Gullich : planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting. George R. Terry : planning, organizing, actuating, controlling.

Fungsi dasar manajemen diklasifikasikan menjadi 10, yaitu: a) Forecasting Kegiatan meramal, memproyeksikan atau membuat taksiran terhadap kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rencana dilakukan. b) Planning (termasuk Budgeting) Planning (perencanaan), terdiri dari 5 yaitu : Menetapkan tentang apa yang harus dikerjakan, kapan dan bagaimana melakukannnya Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan-pelaksanaan kerja untuk mencapai efektivitas maksimum melalui proses penentuan target. Mengumpulkan dan menganalisa informasi Mengembangkan alternative-alternatif Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusankeputusan. c) Organizing Organizing yaitu mengelompokkan kegiatan, diantaranya: penetapan susunan organisasi serta tugas dan fungsi-fungsi dari setiap unit yang ada dalam

organisasi serta menetapkan kedudukan dan sifat hubungan antara masing-masing unit tersebut. Organisasi atau pengorganisasian dapat pula dirumuskan sebagai keseluruhan aktivitas manejemen dalam mengelompokkan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggungjawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktivitas yang berdayaguna dan berhasil dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu. Pengorganisasian terdiri dari : Menyediakan fasilitas-fasilitas pelengkap dan tenaga kerja yang diperlukan untuk penyusunan rangka kerja yang efisien. Mengelompokkan komponen kerja dalam struktur organisasi secara teratur. Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi. Merumuskan dan menentukan metode serta prosedur. Memilih, mengadakan latihan dan pendidikan tenaga kerja dan mencari sumbersumber lain yang diperlukan. d) Staffing atau Assembling resources Istilah staffing diperkenalkan oleh Luther Gulick, Harold Koontz dan y l ODonn ll. S ngk n Assembling Resources dikemukakan oleh William

Hebert Newman. Kedua istilah ini cenderung mengandung arti yang sama. Staffing merupakan salah satu fungsi manejemen berupa

penyusunan personalia pada suatu organisasi dan pengembangannya sampai dengan usaha agar petugas memberi dayaguna maksimal kepada organisasi. Organisasi dan staffing merupakan dua fungsi manejemen yang sangat erat hubungannya. Organisasi yaitu berupa penyusunan wadah legal untuk meampung berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan pada suatu organisasi. Sedangkan staffing berhubungan dengan penerapan orang-orang yang akan memangku masing-masing jabatan yang ada di dalam organisasi tersebut.

e) Directing atau Commanding Merupakan fungsi manejemen yang berhubungan denagn usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi-instruksi kepada bawahan dalam pelaksanaan tugas masing-masing bawahan tersebut, agar tugas dapat

dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju kepada tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. f) Leading Istilah leading dikemukakan oleh Louis A. Allen yang diartikan sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang menyebabkan orangorang lain bertindak. Leading meliputi 5 macam kegiatan, yaitu : Mengambil keputusan Mengadakan komunikasi agar ada bahasa yang sama antara manajer dan bawahan Memberi semangat inspirasi dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan. g) Coordinating Salah satu fungsi manajemen yang berfungsi agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubunghubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan pekerjaan-pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan bersama atau tujuan organisasi. Usaha yang dapat dilakukan untuk mencapai maksud, antara lain : Dengan memberi instruksi Dengan memberi perintah Mengadakan pertemuan-pertemuan dalam mana diberi penjelasan-penjelasan Memberi bimbingan atau nasihat Mengadakan coaching Bila perlu memberi teguran.

h) Motivating Motivating merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang dikehendaki oleh atasan tersebut. i) Controlling

Controlling atau pengawasan, adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian dan sekaligus bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang sedang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud tercapai tujuan yang sudah digariskan. j) Reporting Reporting atau pelaporan adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi baik secara lisan maupun secara tulisan.

D. Pendekatan, pengertian, ciri-ciri dan unsur-unsur sistem 1. Pendekatan Sistem Tahap-tahap dalam melakukan pendekatan sistem: a) Tahap I: Usaha persiapan Langkah-langkah usaha persiapan adalah memandang perusahaan sebagai suatu sistem, mengenal sistem lingkungan (pemegang saham, pelanggan, masyarakat keuangan, masyarakat global, pemerintah, pesaing, pemasok, serikat kerja), mengidentifikasi subsistem-subsistem perusahaan. b) Tahap II: Usaha definisi Identifikasi masalah. Pemahaman masalah. Mencari pemicu masalah (problem trigger) yang dapat berasal dari lingkungan atau dari dalam perusahaan. Analisis subsistem, berkaitan dengan integrasi antar subsistem, verifikasi tujuan subsistem, analisa subsistem secara top down untuk identifikasi masalah. Analisa bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.

Elemen-elemen sistem dapat dianalisis secara berurutan, yaitu: 1. Evaluasi standar (standar harus sah/valid, standar harus realistis, standar harus dimengerti oleh mereka yang akan mencapainya, dan standar harus terukur). 2. Membandingkan sistem output dengan standar. 3. Evaluasi manajemen.

4. Evaluasi pengolah informasi. 5. Evaluasi input dan sumber daya input. 6. Evaluasi proses transformasi. 7. Evaluasi sumber daya output. c) Tahap III: Usaha solusi Identifikasi alternatif solusi. Dengan cara mencari jalan yang berbeda untuk memecahkan masalah yang sama. Seperti Brainstorming (tukar pikiran), dan Joint Application Design (rancangan aplikasi bersama). Evaluasi berbagai alternatif solusi. Contohnya dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, untuk mengukur seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah. Memilih solusi terbaik. Dengan cara menganalisis suatu evaluasi sistematis atas pilihan-pilihan dan mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut pada tujuan organisasi. Kemudian memberi penilaian atas proses mental manajer. Setelah itu melakukan tawar-menawar atau negosiasi antara beberapa manajer. Menerapkan solusi. Masalah tidak terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik tapi perlu diterapkan. Menindaklanjuti untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.

2. Pengertian Sistem Pengertian sistem menurut ahli: a) Menurut Ludwig Von Bartalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan. b) Menurut Anatol Raporot, sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain. c) Menurut L. Ackof, sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya. Jadi bisa disimpulkan sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan.

3. Ciri-ciri Sistem William Shrode dan Dan Voich, Jr, menyebutkan ada 6 ciri-ciri sistem, yaitu:

a) Sistem mempunyai tujuan b) Sistem merupakan suatu keseluruhan yang bulat dan utuh c) Sistem bersifat terbuka d) Sistem melakukan kegiatan transformasi e) Sistem terdapat saling keterkaitan f) Sistem memiliki mekanisme kontrol

Syarat-syarat sistem d) Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah. e) Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan. f) Adanya hubungan diantara elemen sistem. g) Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen. 4. Unsur Sistem Sistem tebentuk dari bagian atau elemen yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Unsur-unsur tersebut adalah : 1. Masukan (input): elemen yang diperlukan untuk membuat sistem berfungsi 2. Proses: elemen yang berfungsi untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang telah direncanakan. 3. Keluaran (output): elemen yang dihasilkan oleh proses sistem. 4. Umpan balik (feedback ): elemen yang merupakan keluaran dari sistem dan sekaligus sebagai masukan bagi sistem tersebut. 5. Dampak (impact): Akibat yang dihasilkan oleh keluaran suatu sistem. 6. Lingkungan (environment): Dunia di luar sistem yang tidak dikelola oleh sistem tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap sistem.

E. Keterkaitan Organisasi, Manajemen dengan sistem

Gambar pola keterkaitan organisasi, manajemen dengan sistem Kita adalah makhluk sosial yang cenderung mengorganisir dan memanage urusan-urusan kita. Kita berbuat demikian dalam lingkungan yang semakin kompleks dan dinamis. Kecenderungan mengorganisir dan bekerjasama dalam hubungan yang saling bergantung merupakan hal yang inherent. Sejarah umat manusia dapat

ditelusuri melalui perkembangan organisasi social. Mula-mula terdapat keluarga dan suku-suku kecil pengembara; kemudian datang desa permanen dan masyarakat suku. Sistem feodal dan negara bangsa merupakan perkembangan selanjutnya. Evolusi organisasi ini telah semakin pesat dalam tahun-tahun terakhir ini. Perubahan dramatis telah terjadi selama abad yang lampau. Kita telah beralih dari masyarakat yang agrarian yang bertitik berat pada keluarga, kelompok informal dan masyarakat kecil, ke masyarakat industri yang kompleks dengan ciri-ciri munculnya organisasi formal yang besar. Kelompok dan organisasi adalah bagian yang meluas (pervasive) dari kehidupan kita sekarang. Organisasi bukanlah fenomena yang jauh dan tak-pribadi

(impersonal). Organisasi itu sangat saling berjalin dalam hidup kita sehari-hari. Kita semua adalah anggota dari masyarakat organisasi, orang yang bekerjasama dalam kelompok untuk mencapai berbagai tujuan. Organisasi selalu membutuhkan sistem. Sistem untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Banyak definisi yang telah diketemukan mengenai organisasi, tetapi mereka mempunyai unsur-unsur dasar atau esensil tertentu. Perilaku organisasi ini menuju kepada tujuan yang kurang lebih telah dipahami oleh para anggota kelompok. Organisasi memakai pengetahuan dan tehnik dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Organisasi berarti menstruktur dan memadukan (integrating) kegiatan, yaitu kegiatan orang-orang yang bekerjasama dalam hubungan yang saling bergantung. Paham saling-berhubungan ini menunjukkan suatu sistem social. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa organisasi itu terdiri dari (1) pengaturan yang berorientasi sasaran (goal-oriented arrangements), orang dengan tujuan; (2) sistem psikososial, orang yang berinteraksi dalam kelompok; (3) sistem teknologis, orang yang memakai pengetahuan dan tehnik; dan (4) integrasi kegiatan-kegiatan yang terstruktur, orang yang bekerja bersama dalam hubungan-hubungan yang berpola. Manajemen memerlukan koordinasi sumber-daya manusia dan material kearah tercapainya tujuan. Kita seringkali berbicara tentang orang yang me-manage urusanurusan, tetapi konotasi yang biasa menunjukkan usaha kelompok. Empat unsur dasar yang bisa diidentifikasi adalah: (1) kearah tujuan, (2) melalui orang-orang, (3) via teknik dan (4) dalam organisasi. Definisi yang lazim mengemukakan bahwa manajemen pengawasan. adalah proses perencanaan, menambah pengorganisasian, jumlah dan ini kegiatan dengan

Sebagian

orang

sub-proses

memasukkan perakitan (assembling) sumber daya dan motivasi; sebagian orang lagi mengurangi skema ini dan hanya memasukkan seluruh proses dengan konsep pengambilan keputusan, mengemukakan bahwa keputusan ini merupakan output kunci dari manajer. Manajemen adalah pekerjaan mental (pikiran, intuisi, perasaan) yang

dilaksanakan oleh orang-orang dalam konteks organisasi. Manajemen adalah subsistem kunci dalam sistem organisasi. Ia meliputi seluruh organisasi dan merupakan kekuatan vital yang menghubungkan semua sub-sistem lainnya. Manajemen mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. Mengkoordinir sumber daya manusia, material dan keuangan kearah tercapainya sasaran organisasi secara efektif dan efisien. 2. Menghubungkan organisasi dengan lingkungan luar dan menanggapi kebutuhan masyarakat. 3. Mengembangkan iklim organisasi dimana orang dapat mengejar sasaran perseorangan (individual dan sasaran bersama (collective) 4. Melaksanakan fungsi-fungsi tertentu yang dapat ditetapkan seperti menentukan sasaran, merencanakan, merakit sumber daya, mengorganisir, melaksanakan dan mengawasi 5. Melaksanakan berbagai peranan antar-pribadi, informasional dan memutuskan (decisional). Seperti telah dijelaskan di atas, manajemen merupakan proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut

mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai suatu sistem yang saling berpengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama dengan mendayagunakan sumber daya yang telah dimiliki. Sistem tersebut dapat berfungsi jika terjadi keterkaitan diantara elemen-elemen pembentuknya dalam pola tertentu untuk mencapai tujuan tertentu (System is interconnected parts or elements in certain pattern of work). Berdasarkan pengertian ini dapat diinterpretasikan ada dua prinsip dasar suatu sistem, yakni: (1) elemen, komponen atau bagian pembentuk system; dan (2) interconnection, yaitu saling keterkaitan antar komponen dalam pola tertentu.

Keberadaan sekumpulan elemen, komponen, bagian, orang atau organisasi sekalipun, jika tidak mempunyai saling keterkaitan dalam tata-hubungan tertentu untuk mencapai tujuan maka belum memenuhi kriteria sebagai anggota suatu sistem. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan, dimana organisasi merupakan elemen dari sistem. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi. Demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen organisasi dan sistem.

BAB III RINGKASAN

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat kami paparkan kembali bahwa: 1. Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama secara terorganisir untuk mencapai suatu tujuan bersama dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. 2. Ruang lingkup organisasi menurut fungsi dan tujuannya dibagi menjadi tiga yaitu, organisasi niaga, organisasi sosial, serta organisasi regional dan internasional. 3. Administrasi adalah sebuah proses, mekanisme atau cara kerja sebuah kelompok atau organisasi. 4. Ruang lingkup administrasi dibagi menjadi tiga yaitu, administrasi negara, administrasi swasta, dan administrasi internasional. 5. Manajemen merupakan inti dari administrasi. Manajemen menganalisa, menetapkan tujuan/sasaran serta mendeterminasi tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban secara baik, efektif dan efisien. 6. Ruang lingkup manajemen terbagi menjadi dua yaitu, lingkungan luar (eksternal) dan lingkungan dalam (internal). 7. Manajemen memiliki fungsi dasar yang dapat diklasifikasikan sebagai Forecasting, planning (termasuk Budgeting), organizing, staffing atau assembling resources, directing atau commanding, leading, coordinating, motivating, controlling, reporting.

8. Struktur organisasi memegang peranan penting dalam sebuah organisasi yang dibentuk berdasarkan tiga komponen, yaitu interaksi kemanusiaan, kegiatan yang terarah ke tujuan, struktur. 9. Bentuk struktur organisasi dapat dibagi menjadi enam golongan yaitu, organisasi lini, organisasi fungsional, organisasi lini dan staf, organisasi fungsional dan garis, organisasi matriks, organisasi komite. 10. Sistem adalah sekumpulan unsur / elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. 11. Sistem memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai tujuan, merupakan suatu keseluruhan bulat dan utuh, bersifat terbuka, melakukan kegiatan transformasi, saling terkait dan memiliki mekanisme kontrol. 12. Sistem terbentuk berdasarkan syarat bahwa untuk menyelesaikan masalah, elemen sistem harus memiliki rencana yang ditetapkan, adanya hubungan diantara elemen sistem, unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem. 13. Sistem terbentuk berdasarkan unsur-unsurnya, yaitu masukan (input), proses, keluaran (output), umpan balik (feedback), dampak (impact), lingkungan

(environtment). 14. Organisasi dan manajemen memiliki keterkaitan yang erat dengan sistem dimana organisasi merupakan alat dari manajemen untuk mencapai tujuannya dan organisasi merupakan elemen dari sistem.

DAFTAR PUSTAKA - Amsyah, Zulkifli. 2002. Menejemen sistem Informasi. Bogor: Grasindo Persada - Elearning.gunadarma.ac.id /docmodul/pengantar_bisnis/Bab_2.pdf - Eprints.undip.ac.id - Gaol, Chr.Jimmy L.2008. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo - Soewarno, Handayaningrat . 1996. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: CV. Haji Masagung

- Herlambang Susatyo, dkk. 2012. Manajemen Kesehatan dan Rumah Sakit. Yogyakarta: Gosyen Publishing

Http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/197207152003121CHAIRUL_FURQON/Artikel-Organizational_Culture.pdf -K Mangkusubroto, L Http://www.geocities.ws/mas_tri/perilaku_org.PDF Trisnadi. 1987. Bandung: Ganeca Exact.

- Kast, Fremont E. Rosenzweig, James E. 1990. Organisasi dan Manajemen 1 Edisi Keempat. Jakarta: Bumi Aksara. - Kumoro.staff.ugm.ac.id/wp-content//struktur-organisasi-pemda.pdf - Susanto, Azhar. 2006. Sistem informasi Manajemen. Jakarta: Lingga Jaya. - Suwarto. 1996. Dasar-dasar Teori Organisasi dan Manajemen. Jakarta: Widya Karya - T. Hani Handoko. 1997. Manajemen. Yogyakarta: BPFE

1. PENGERTIAN MANAJEMEN DAN ORGANISASI

1.

PENGERTIAN MANAJEMEN DAN MANAJER

Definisi manajemen menurut Oei Liang Lee manajemen adalah suatu ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuanya yang telah ditetapkan. Definis manajemen menurut James A.F Stoner Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya Manajemen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin.Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam mencapain tujuan perusahaan haris memperhatikan secara optimal terhadap kepentingan-kepentingan yang menyangkut kepentingan konsumen, penanam modal, karyawan ,pemerintah, masyarakat , supplier. Manajemen merupakan kegiatan pokok yang dilakukan seorang pimpinan karena dia menjabat sebagai manajer untuk mengolah input menjadi output melalui proses manajemen.

Kegiatan peranan yang harus dilakukan seorang manajer akan selalu dan harus ada disetiap jenjang manajemen dalam struktur organisasi,baik di posisi manajer puncak,madya,lini. Perbedaan nya hanyalah terletak pada wewenang dalam mengambil keputusan di mana semakin ke atas seseorang dalam kedudukan nya pada posisi organisasi maka semakin besar kewenangannya dalam mengambil keputusan. Manajer lini, contoh : supervisor Manajer Menengah, contoh : Kep. Departemen Manajer Puncak, contoh : Direktur

2.

FUNGSI MANAJEMEN

Berikut ini adalah fungsi-fungsi manajemen menurut Para Ahli : 1. Menurut George R.Terry - Perencanaan (Planning); - Pengorganisasian (Organizing); - Penggerakan (Actuating); - Pengawasan (Controlling). 2. Menurut Luther M. Gulick - Perencanaan (Planning); - Mengorganisir (Organizing); - Melengkapkan Tenaga Kerja (Staffing); - Mengarahkan (Directing); - Menyelaras/Mengkoordinir (Coordinating); - Melaporkan (Reporting); - Menyusun Anggaran (Budgeting).

3. Menurut Henry Fayol - Perencanaan (Planning); - Mengorganisir (Organizing); - Memerintah (Commanding); - Mengkoordinir (Coordinating); - Mengawasi (Controlling). 4. Menurut Koontz dan O. Donnel - Perencanaan (Planning); - Mengorganisir (Organizing); - Melengkapkan Tenaga Kerja (Staffing); - Mengarahkan (Directing); - Mengawasi (Controlling) Pada umumnya fungsi manajemen hanya 4 yaitu : Perencanaan ( Planning ) Merupakan kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tsb. Pengorganisasian ( Organizing & Staffing ) Kegiatan mengkoodinir sumber daya manusia dan material organisasi agar tujuan organisasi tercapai secara efisien dan efektif. Ada empat bagian penting dalam pengorganisasian : Staffing Suatu kegiatan yang melakukan pembagian kelompok- kelompok kerja menurut jenisnya beserta pengisian orang- orang yang sesuai dengan keahliannya. Delegation of Authority Pendelegasian wewenang dari seorang atasan kepada bawahannya sesuai dengan struktur organisasi maupun kedudukan bawahan / kemampuann bawahan. Departementasi Pengelompokan kegiatan- kegiatan yang jenis untuk kemudian dipisahkan dengan kegiatan yang lainnya dimana di antara pengelompokan bawahan Personalia Kepegawaian ini sangat penting dalam hubungannya dengan para bawahan baik hubungan yang sifat formal . Pengarahan ( Leading ) Meliputi kegiatan memberi pengarahan, mempengaruhi, dan memotivasi karyawan untuk bekerja. Pengawasan ( Controlling ) Bertujuan untuk melihat apakah kegiatan organisasi telah berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Fungsi pengawasan mempunyai tiga kegiatan yang harus dilakukan : Menetapkan standart yang dipakai Menbandingkan pelaksanaan kegiatan dengan standart Melakukan koreksi

3.

ORGANISASI DAN PERILAKU KEORGANISASIAN


a) Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi- fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta di perusahaan yag bersangkutan .Jadi keberhasilan perusahaan tergantung pada organisasi terutama struktur organisasi yang dianut. Organisasi menurut para ahli: Organisasi Menurut Stoner Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. Organisasi Menurut James D. Mooney Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi Menurut Chester I. Bernard Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Secara umum organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pemimpin dengan organisasi yang tercipta diperusahaan yang bersangkutan. Jadi keberhasilan perusahaan tergantung pada organisasi terutama struktur organisasi yang dianut. Kebutuhan perusahaan akan penting nya peranan organisasi akan di sesuaikan dengan seberapa besar anggota perusahaannya.Karena semakin sedikit anggota perusahaan semakin sederhana fungsi-fungsi pengorganisasian yang dilakukan.Demikian juga kalau perusahaan yang mula-mula anggotanya sedikit kemudian berkembang sehingga jumlah anggota terus bertambah semakin banyak maka kebutuhan organisasi semakin besar. Dari definisi di atas disimpulkan bahwa organisasi mencakup 3 elemen pokok : Interaksi manusia Kegiatan yang mengarah pada tujuan Struktur organisasi it sendiri

b) Pola Organisasi
Pola organisasi dibagi menjadi dua bagian yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Umumnya setiap organisasi formal biasanya mengandung kedua unsur pola tersebut dimana organisasi formalnya yang dijadikan pedoman tegas dalam struktur organisasinya. Sedangkan organisasi informal akan dengan sendirinya muncul karena kebutuhan karyawan untuk bermasyarakat ataub bersosialisasi dengan dan berhubungan dengan karyawan yang lain. Organisasi Formal Organisasi yang dibentuk secara sadar dan mempunyai tujuan tertentu yang disadari pula dengan menggunakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab maupun

pertanggungjawabkan dirancang oleh manajer agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang telah disepakati berrsama. Organisasi Informal Organisasi informal pada struktur organisasi tidak akan terlihat tetapi akan selalu mengikuti keberadaan organisasi formal. Organisasi informal ini keberadaanya tidak direncanakan tetapi terjadi secara otomatis karena hubungan antar perseorangan pada sesama anggota organisasi formal (perusahaan). Organisasi informal merupakan organisasi yang tercipta karena adanya hubungan antar pribadi yang secara tidak sadar terjadi keberadaanya tanpa didasarkan pada hubungan wewenang formal pada struktur organisasi maupun kesepakatan tujuan bersama.

c)

Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan kelanjutan dari dua bentuk pola organisasi. Adapun struktur organisasi ini secara otomatis merupakan perwujudan struktur organisasi formal dengan jalan menganalisis jabatan- jabatan apa yang harus diperlukan dalam mencapai tujuan untuk kemudian menentukan kualifikasi maupun jumlah orang yang diperlukan untuk mengisi jabatan- jabatan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi yang dibentuk akan selalu berdasarkan pada komponen organisasi yaitu : Interaksi kemanusiaan Kegiatan yang terarah ke tujuan Struktur Berdasarkan ketiga komponen organisasi itu seorang manajer puncak harus dapat mengkoordinir kegiatan- kegiatan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi. Di samping pertimbangan ketiga komponen tersebut, struktur organisasi harus memberi penjelasan bagaimana pembagian kekuasaan (= authority = wewenang) dan bagaimana tanggung jawabnya. Pendelegasian wewenang sangat erat hubungannya dengan batasan wewenang dan tanggung jawab seseorang tentang suatu bagian kegiatan yang dilaksanakan. Dengan menugaskan sebagian pekerjaan kepada bawahan berari manajer memberikan wewenang dan tanggung jawab yang seimbang, untuk kemudian setiap bawahan harus mempertanggung jawabkannya atasannya sesuai dengan struktur organisasi.

d)

Bentuk Organisasi

1) Organisasi Lini Organisasi lini atau garis adalah bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan ke bawahan. Ciri-cirinya : Jumlah karyawan sedikit Selain top manajer, manajer dibawahnya hanya sebagai pelaksana Sarana dan alatnya terbatas Hubungan atasan dan bawahan bersifat langsung

Kebaikan : Atasan dan bawahan dihubungkan dengan satu garis komando Rasa solidaritas dan spontanitas seluruh anggota organisasi besar Proses decesion making berjalan cepat Disiplin dan loyalitas tinggi Rasa saling pengertian antar anggota tinggi Keburukan : Ada tendensi gaya kepemimpinan otokratis Pengembangan kreatifitas karyawan terhambatan Tujuan to manajer sering tidak bisa dibedakan dengan tujuan organisasi Karyawan tergantung pada satu orang dalm organisasi

2) Organisasi Funsional Organisasi fungsional adalah suatu organisasi diman wewenag dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus. Ciri ciri : Organisasi kecil Didalamnya terdapat kelompok- kelompok kerja staf ahli Spesialisasi dalam pelaksanaan tugas Target yang hendak dicapai jelas dan pasti Pengawasan dilakukan secara ketat Kebaikan : Programn terarah, jelas dan cepat Anggaran, personalia, dan sarana tepat dan sesuai Kenaikan pangkat pejabat fungsional cepat Keburukan : Pejabat fungsional bingung dalam mengikuti prosedur administrasi Koordinasi sulit dilaksanakan Pangkat pejabat fugsional lebih tinngi dibandingkan kepala unit sehingga inspeksi sulit dilaksanakan.

3) Organisasi Lini dan Staff Organisasi lini dan staff adalah suatu bentuk organisasi dimana pelimpahan wewenang berlangsung secara vertikal dan sepenuhnya dari pucuk pimpinan ke kepala bagian di bawahnya serta masing- masing pejabat, manajer ditempatkan satu atau lebih pejabat staff yang tidak mempunyai wewenang memerintah tetapi hanya sebagai penasihat, misalnya mengenai masalah kearsipan , keuangan, personel dan sebagainya. Ciri- ciri : Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung Karyawan banyak Organisasi besar

- Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi : a. Personel Lini b. Personel staff Kebaikan : Ada pembagian tugas yang jelas Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin Staffing dilaksanakan sesuai dengan prinsip the right man on the right place Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan Keburukannya : Tugas pokok orang- orang sering dinomor duakan Proses decesion making berliku-liku Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem patronage Persaingan tidak sehat antara pejabat yang satu dengan pejabat yang lainnya

4) Organisasi Fungsional dan Garis Orgaisasi fungsional dan garis adalah bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian di bawanya yang mempunyai keahlian tertentu serta sebagian dilimpahkan kepada pejabat fungsional yang koordinasinya tetap diserahkan kepada kepala bagian. Ciri- ciri : Tidak tampak adanya pembedaan tugas pokok dan bantuan Spesialisasi secara praktis pada pejabat fungsional Pembagian kerja dan pelimpahan wewenang tidak membedakan perbedaan tingkat eselon. Kebaikan : Solidaritas tinggi Disiplin tinggi Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimum Pekerjaan- pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan Keburukan : Kurang fleksibel dan tour of duty Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang Spesialisasi memberikan kejenuhan

5) Organisasi Matrik Organisasi matrik disebut juga sebagai organisasi manajemen proyek yaitu organisasi dimana penggunaan struktur organisasi menunjukan dimana para spesialis yang mempunyai keterampilan di masing-masing bagian dari kegiatan perusahaan dikumpulkan lagi menjadi satu untuk mengerjakan suatu proyek yang harus diselesaikan . Organisasi matrik digunakan berdasarkan struktur organisasi staf dan lini khususnya di bidang penelitian dan pengembangan. Kebaikan :

Terletak pada fleksibelitas Kemampuannya dalam memperhatikan masalah- masalah yang khusus maupun persoalan teknis yang unik Pelaksanaan kegiatan organisasi matrik tidak mengganggu struktur organisasi yang ada Kelemahan : Kelemahan akan timbul kalau manajer proyek tidak bisa mengkoordinir dari berbagai bagian yang berbeda tersebut sehingga dapat menghadapi kesulitan dalam mengembangkan team yang terpadu dikarenakan penyimpangan pelaksanaan kesatuan perintah dimana satu pimpinan untuk masing- masing individu.

6) Organisasi Komite Organisasi komite adalah bentuk organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok pejabat , yang berupa komite atau dewan atau board dengan pluralistic manajemen. Kebaikan : Pelaksanaan decesion making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan Kepemimpinan yang bersifat otokratis sangat kecil Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin Keburukan : Proses decesion making sangat lamban Biaya operasional rutin sangat tinggi Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

e) Perilaku Keorganisasian
Perilaku keorganisasian merupakan pemahaman tentang bagaimana dan mengapa orang berperilaku dalam organisasi kerja, sehingga yang diperhatikan masalah personilia atau karyawan yang bekerja khususnya perilaku mereka dalam bekerja. Perilaku keorganisasian tersebut menyangkut bagaimana seseorang membentuk kelompok kerja, motivasi yang bagaimana yang mendorong karyawan bekerja lebih giat , bagaimana sifat kepemimpinan yang terjadi dan sebagainya.

Struktur Organisasi Lini

BAB I PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG Bagus atau tidaknya sebuah organisasi biasanya dapat terlihat dari sebuah struktur organisasinya. Akan sangat mudah dibandingkan sebuah organisasi yang memiliki struktur organisasinya dan yang tidak memiliki struktur organisasinya.Karena memiliki strukturlah, maka disebut organisasi. Biasanya, beda seperti komunitas yang tidak perlu memiliki strukturisasi. Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun. Dan Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan. Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi ada 2, Lini dan Fungsional. Pada kali ini, saya akan bahas tentang Struktur Organisasi Lini. RUMUSAN MASALAH - Apa itu Struktur Organisasi Lini? - Bagaimana bentuk Struktur Organisasi Lini? - Contoh penggunaan Struktur Organisasi Lini? TUJUAN PENULISAN - Memberi pemahaman tentang Struktur Organisasi Lini - Menjelaskan posisi-posisi yang terdapat di Struktur Organisasi Lini

BAB II TEORI
Pengertian Struktur Organisasi Lini : "Struktur organisasi lini adalah bentuk yang paling sederhana dan paling tua dalam organisasi.
Struktur ini menggambarkan tekanan bahwa wewenang organisasi dipegang langsung oleh manajemen puncak atau manajer atas yang di terapkan pada karyawannya untuk mencapai keberhasilan. Namun demikian manajer-manajer departemen masih diberi kesempatan untuk membuat pengambilan keputusan bagi departemennya, tetapi tetap dalam komando manajen puncak."

- http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma4333/struklini.htm "Organisasi ini merupakan gabungan kedua jenis organisasi yang terdahulu disebutkan (line dan staf). Dalam organisasi ini staf bukan sekedar pelaksana tugas tetapi juga diberikan wewenang untuk memberikan masukan demi tercapainya tujuan secara baik. Demikian juga

pimpinan tidak sekedar memberikan perintah atau nasehat tetapi juga bertanggung jawab atas perintah atau nasehat tersebut." - http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/strukturorganisasi-lini-staff/

BAB III MATERI


Kenapa Struktur Organisasi Lini? Berbeda dengan struktur organisasi fungsional, dalam jenis struktur organisasi lini pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas. Antar pimpinan dan pelaksanaan peran pemimpin. Dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan di tangan pimpinan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah wewenang dan perintah kesatuan. Perintah ini dan kesatuan pimpinan terjamin sepenuhnya. Karena pimpinan berada dalam satu tangan. Proses pegubahan atau pengambilan keputusan berjalan dengan cepat. Rasa solidaritas antar anggota cukup baik karena saling mengenal disiplin dan loyalitas sangatlah tinggi.
Pada organisasi lini dan staff, manajer dalam membuat keputusan dibantu oleh departemen personalia, departemen hukum dan departemen penelitian beserta staffnya. Adanya garis koordinasi antara president atau manajer puncak dengan departemen personalia, hukum dan penelitian menunjukkan bahwa staff ketiga departemen tersebut diberi wewenang untuk memberi laporan segala sesuatu tentang organisasi perusahaan kepada manajer puncak. Pada struktur organisasi lini dan staff terdapat tipe wewenang, yaitu :

1. Manajer lini mempunyai wewenang lini. Manajer lini mempunyai wewenang langsung atas
operasional departemen yang di bawahnya. Mereka mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dan untuk mendorong tindakan. 2. Staff manajer memiliki wewenang staff. Mereka dimaksudkan membantu manajer. Mereka tidak mempunyai wewenang untuk memberikan perintah atau usaha agar manajer membuat keputusan sesuai dengan keinginannya yang pasif pada manajer. 3. Semua staff manajer diberi wewenang fungsional. Mereka mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dalam menjalankan aktivitas khusus dengan personel-personel dari departemen lainnya.

Di Indonesia, hampir semua perusahaan menggunakan model struktur organisasi yang sudah lama ada ini. Gambar diatas adalah salah satu contoh struktur pada Perusahaan Dagang milik PD Pasar Jaya. Struktur Organisasi yang digunakan adalah Struktur Organisasi Lini karena setiap lini memiliki tugas masing-masing namun semua tetap dibawah naungan Lini paling atas, yaitu Gubernur pada struktur organisasi ini. Sumber : Gambar : http://emeliadesriyanti.blogspot.com/2012/04/30-tipe-organisasi-lini-line.html (Struktur Organisasi Lini) http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma4333/struklini.htm (Struktur Organisasi Lini) Materi : http://id.wikipedia.org/wiki/Struktur_organisasi (Struktur Organisasi) http://www.ut.ac.id/html/suplemen/ekma4333/struklini.htm (Struktur Organisasi Lini) http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/10/struktur-organisasi-lini-staff/ (Wartawarga) http://pasarjaya.co.id/admin/struktur/index (PD Pasar Jaya)

ORGANISASI LINI (Line Organization)

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Makalah ini membahas mengenai penerapan sistem struktur organisasi yang digunakan oleh salah satu perusahaan pengembang (developer company) yang ada di Jakarta yaitu PT. Graha Buana Cikarang (PT. GBC) yang lahan bisnisnya merupakan pengembangan suatu Kota Satelit di daerah Cikarang Baru Jawa Barat. Sistem struktur organisasi yang digunakan merupakan gabungan dari beberapa struktur organisasi teoritis yang ada.

B. Tujuan Penelitian Saya menyusun tugas mata kuliah softskill yang diberikan oleh dosen teori organisasi umum 1 saya yaitu Bapak Edy Nursanta. Tugas ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana situasi atau kondisi keorganisasian dalam suatu organisasi lini. Dimana saya dituntut untuk menentukan dan memilih salah satu pembahasan tentang contoh organisasi, dari sekian banyak organisasi saya memilih untuk membahas PT. Graha Buana Cikarang (PT. GBC)

BAB II TEORI

Landasan Teori Sistem struktur organisasi banyak sekali macamnya, mulai dari yang bersifat tradisional sampai profesional. Penerapannya sendiri dapat berbeda-beda dan banyak faktor yang menentukan, antara lain: besar kecilnya perusahaan, luas sempitnya jaringan usaha, jumlah karyawan, tujuan perusahaan dan sebagainya. Beragamnya sistem struktur organisasi tersebut dimungkinkan bahwa suatu

perusahaan A cocok menggunakan sistem struktur organisasi B, tetapi perusahaan C atau yang lain belum tentu cocok menggunakan sistem struktur organisasi B. Suatu perusahaan dalam rangka mencapai tujuannya selalu menggunakan struktur organisasi sebagai wadah segala kegiatannya, tetapi untuk penerapan sistem struktur organisasinya tergantung dari kondisi perusahaan yang bersangkutan. Hal ini merupakan suatu masalah bagi setiap perusahaan dalam menerapkan struktur organisasi mana yang cocok sehingga untuk itu setiap perusahaan membutuhkan waktu dan pengamatan (analisis) yang khusus dalam memilih sistem struktur organisasi yang tepat dan sesuai.

ORGANISASI LINI (Line Organization)

Bentuk lini juga disebut bentuk lurus atau bentuk jalur atau bentuk militer. Bentuk inimerupakan bentuk yang dianggap paling tua dan digunakan secara luas pada masaperkembangan industri pertama. Organisasi Lini ini diciptakan oleh Henry Fayol dan biasanyaorganisasi ini dipakai oleh militer dan perusahaan-perusahaan kecil saja. Dalam organisasi lini ini pendelegasian wewenang dilakukan secara vertikal melalui garisterpendek dari seorang atasan kepada bawahannya. Pelaporan tanggung jawab dari bawahankepada atasannya juga dilakukan melalui garis vertikal yang terpendek. Perintah-perintah hanyadiberikan seorang atasan saja dan pelaporan tanggung jawab hanya kepada atasan bersangkutan.

a. Ciri ciri Ciri-ciri dari organisasi dalam bentuk lini adalah : 1. Garis komando langsung dari atasan ke bawahan atau dari pimpinan tertinggi kepada berbagai tingkat operasional. 2. Masing-masing pekerja bertanggungjawab penuh terhadap semua kegiatannya. 3. Otoritas dan tanggung jawab tertinggi terletak pada pimpinan puncak (topManagement). 4. Ruang lingkup Organisasinya lebih kecil dan jumlah anggota juga sedikit. 5. Hubungan kerja antara atasan dan bawahan bersifat langsung. 6. Tujuan alat-alat yang digunakan dan struktur organisasi bersifat sederhana.

7. Pemilik organisasi biasanya menjadi pimpinan yang tertinggi. 8. Tingkat spesialisasi yang dibutuhkan masih sangat rendah. 9. Semua anggota organisasi masih kenal antara satu sama lainnya. 10. Produksi yang dihasilkan belum beraneka ragam (defersified).

b. Kelebihan - Kelebihan dari organisasi lini adalah :

1. Kekuatan dan tanggung-jawab dapat ditetapkan secara pasti. 2. Orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan tanggung-jawab diketahui oleh semuapihak. 3. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan tepat karena jumlah orang yang perludiajak berkonsultasi tidak banyak. 4. Disiplin kerja mudah dipertahankan dan pengawasan dari pimpinan mudahdilaksanakan. 5. Besarnya solidaritas para anggota karena satu sama lainnya saling kenal-mengenal. 6. Tersedianya kesempatan yang banyak bagi pimpinan organisasi untuk melatih bakat-bakat yang dipunyai bawahan. 7. Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan spesialisasinyasangat terbatas.c.

c. Kekurangan - Kekurangan dari organisasi bentuk lini adalah:

1. Tujuan organisasi cenderung sama, atau paling tidak didasarkan atas tujuan pribadipimpinan tertinggi dari organisasi dimaksud. 2. Pimpinan organisasi cenderung bertindak otoriter, karena organisasi dipandang milik pribadi. 3. Seluruh kegiatan organsasi tertalu tergantung ke pada seseorang, dan kelangsunganhidup organisasi sangat ditentukan oleh orang bersangkutan. 4. Kesempatan bagi para anggota organisasi untuk mengembangkan spesialisasinya sangat terbatas

BAB IV PEMBAHASAN

Membahas Contoh Organisasi Lini (PT. Graha Buana Cikarang (PT. GBC))

Berdasarkan sistem struktur organisasi yang digunakan oleh PT. Graha Buana Cikarang (1996) dan berdasarkan uraian teori-teori sistem struktur organisasi yang ada, dapat dilihat bahwa struktur organisasi yang digunakan tidak spesifik mengikuti satu pola/tipe struktur organisasi tertentu, tetapi merupakan gabungan dari beberapa pola/tipe struktur organisasi teoritis. Walaupun demikian secara garis besar dapat dilihat bahwa struktur organisasi PT. Graha Buana Cikarang memiliki ciri tertentu yang merupakan dasar pembentukannya. Ciri dasar tersebut dibentuk dari sistem struktur organisasi matriks ( Soekanto, 1983 ). Struktur organisasi matriks tersebut secara fungsional membagi ruang lingkup pekerjaan atas beberapa divisi manajemen dan tiap-tiap divisi manajemen memiliki tugas/wewenang masing-masing serta bertanggung jawab penuh terhadap kelancaran tugas-tugasnya. Sehubungan dengan tujuan dan kondisi perusahaan yang meliputi jumlah proyek yang ditangani, jumlah karyawan, jenis bisnis yang ditangani, hubungan pemilik terhadap perusahaan konsultan dan perusahaan kontraktor, lokasi proyek terhadap kantor pusat, dan sebagainya maka sistem struktur organisasi matriks pada aplikasinya tidak dapat berdiri sendiri, tetapi masih harus dilengkapi oleh beberapa divisi fungsional yang lain, yang tidak terlepas dari penggunaan beberapa jenis/ tipe struktur organisasi teoritis. Hubungan antara pemilik, konsultan perencana dan para kontraktor pada struktur organisasi PT. Graha Buana Cikarang mengambil sistem struktur organisasi menurut Barrie dan Paulson (1984)

yang meliputi struktur organisasi putar kunci dan struktur organisasi manajemen konstruksi profesional. Sedangkan keberadaan General Manager sehubungan dengan harus adanya wakil pemilik di proyek, struktur organisasi PT. Graha Buana Cikarang menganut sistem Ivancevich dan Matteson (1987) yaitu struktur organisasi divisi Oldmobile. Selanjutnya divisi-divisi lain pada sistem struktur organisasi PT. Graha Buana Cikarang tidak terlepas dari pengaruh sistem struktur organisasi teoritis yang ada. Berdasarkan uraian-uraian tersebut dapat dikatakan bahwa sistem struktur organisasi PT. Graha Buana Cikarang merupakan gabungan dari sistem struktur organisasi teoritis yang ada. Sistem struktur organisasi gabungan ini pada kenyataannya telah mengalami penyesuaian dan penyelarasan terhadap kondisi dan tujuan perusahaan PT. Graha Buana Cikarang yang memiliki lahan bisnis yang besar, jumlah karyawan yang banyak, letak proyek terhadap kantor pusat, dan sebagainya. Sistem struktur organisasi yang digunakan ternyata cukup cocok dengan kondisi dan tujuan dari perusahaan PT. Graha Buana Cikarang. Keuntungan yang lain dari penggunaan sistem struktur organisasi gabungan ini yaitu para pimpinan pusat dan pimpinan di proyek dapat mengawasi dengan baik sistem keuangan dan prestasi kerja antara divisi-divisi manajemen yang ada sehingga terciptanya efisiensi dan efektifitas kerja yang tinggi.

Kamis, 18 April 2013


Bentuk Struktur Organisasi (Lini, Fungsional, dan Staf)

STRUKTUR ORGANISASI LINI DAN FUNGSIONAL


Sebenarnya ada beberapa macam struktur organisasi, antara lain : struktur organisasi lini, struktur organisasi lini dan staff, struktur organisasi fungsional, struktur organisasi lini dan fungsional. Namun, sesuai dengan tugas yang diberikan, kali ini saya hanya akan membahas struktur organisasi lini dan fungsional saja. 1. Organisasi Lini

Struktur organisasi lini yang diciptakan oleh Henry Fayol ini merupakan bentuk yang paling sederhana dan paling tua dalam organisasi. Struktur ini menggambarkan tekanan bahwa wewenang organisasi dipegang langsung oleh manajemen puncak atau manajer atas yang di terapkan pada karyawannya untuk mencapai keberhasilan. Namun demikian manajer-manajer departemen masih diberi kesempatan untuk

membuat pengambilan keputusan bagi departemennya, tetapi tetap dalam komando manajen puncak. Atau, bisa juga didefinisikan sebagai bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah yang dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga. Memiliki ciri-ciri:

Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang Jumlah karyawan sedikit Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi Belum terdapat spesialisasi Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan Struktur organisasi sederhana dan stabil Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan) Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah : Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan) Koordinasi lebih mudah dilaksanakan Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan. Adanya penghematan biaya Pengawasan berjalan efektif Kelemahan-kelemahan organisasi garis : Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel). Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan Kurang tersedianya saf ahli

2. Organisasi Lini dan Staf

contoh bagan organisasi lina & staf Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan: Memiliki ciri-ciri:

Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff Jumlah karyawan banyak Organisasi besar, bersifat komplek Adanya spesialisasi Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf: Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf. Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas. Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya. Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf: 1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat 2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal 3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting 4. Pimpinan lini mengabaikan advis staf 5. Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang 6. Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

7. Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini 8. Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks. 3. Organisasi Fungsional

Bagan Struktur organisasi fungsional Organisasi fungsional adalah suatu organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada kepala bagian yang mempunyai jabatan fungsional untuk dikerjakan kepada para pelaksana yang mempunyai keahlian khusus. Struktur organisasi fungsional diciptakan oleh F.W.Taylor. Struktur ini berawal dari konsep adanya pimpinan yang tidak mempunyai bawahan yang jelas dan setiap atasan mempunyai wewenang memberi perintah kepada setiap bawahan, sepanjang ada hubunganya dengan fungsi atasan tersebut. Setiap pegawai mempunyai pengawas lebih dari satu orang atasan yang berberda-beda. Didalam lembaga pendidikan khususnya di Indonesia, pada umumnya menggunakan struktur organisasi fungsional Struktur organisasi ini sangat cocok diterapkan karena dapat memudahkan melakukan pengawasan. Memiliki ciri-ciri:

Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis Target-target jelas dan pasti Pengawasan ketat Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional : Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi. Pembidangan tugas menjadi jelas Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional: Pekerjaan seringkali sangat membosankan

1. 2. 3. 4. 5. 6.

1.

2. 3.

Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan

4. Organisasi Lini dan Fungsional

contoh bagan organisasi lini-funsional Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan. Memiliki ciri-ciri:

Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan. Terdapat spesialisasi yang maksimal Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja Kebaikan organisasi Lini dan fungsional : Solodaritas tinggi Disiplin tinggi Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal Pekerjaan pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan Sedangkan keburukannya adalah : Kurang fleksibel dan tour of duty Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang Spesiaisasi memberikan kejenuhan

1. 2. 3. 4.

1. 2. 3.

5. Organisasi Lini, Fungsional dan Staf

contoh bagan organisasi lini-staf-fungsional Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional. Memiliki ciri-ciri:
1. 2. 3. o o o

Organisasi besar dan kadang sangat ruwet Jumlah karyawan banyak. Mempunyai 3 unsur karyawan pokok: Karyawan dengan tugas pokok (line personal) Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal) Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

Terima kasih___Tinggalkan Komentar Agar Bisa Diperbaiki dikemudian Hari Sumber : http://muzayyinahns.blogspot.com/2013/01/bentuk-struktur-organisasi-lini.html http://zeincom.wordpress.com/2011/10/23/tbo/ http://abdelhafizka09.blogspot.com/2012/11/organisasi-lini-dan-fungsional.htmlKamis, 01 November 2012

Kamis, 08 November 2012


ORGANISASI LINI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberhasilan suatu organisasi dalam menjalankan kegiatannya tidak terlepas dari bagaimana mereka mengelola/mengatur segala aspek yang terdapat dalam organisasi tersebut. Penerapan prinsip organisasi serta bagaimana perilaku berorganisasi dalam menjalankan organisai mereka sangatlah menentukan jalannya organisasi yang mereka jalani. Struktur organisasi merupakan suatu rangka kerjasama dari berbagai bagian menurut pola yang menghendaki adanya ketertiban, penyusunan yang logis dan hubungan yang serasi. Jika perusahaan atau organisasi mampu menerapkan dan mengkombinasikan seluruh aspek tersebut, maka bukanlah hal yang mustahil jika organisasi mereka akan berhasil mencapai tujuannya .

1.2. Maksud dan Tujuan Penulisan Maksud dan tujuan penulisan ini adalah mengetahui apa yang dimaksud dengan organisasi lini atau garis.

BAB II PEMBAHASAN Struktur Organsasi Struktur organisasi adalah gambaran struktur yang mengindikasikan gelar dari tiap posisi kepemimpinan dan dihubungkan dengan garis yang menunjukkan kepada siapa bertanggung jawab, dan siapa yang memimpin perintah dalam tiap departemen. Rantai pimpinan atau rantai kekuasaan adalah garis dimana wewenang dari presiden untuk pekerja di posisi terbawah pada grafik organisasi. Selanjutnya, arus tanggung jawab dari bawah ke atas adalah sama, yaitu pekerja bertanggung jawab kepada presiden. Contoh Struktur Organisasi

Otoritas garis dan staf di dalam organisasi-organisasi Ada dua jenis otoritas dasar organisasi :

otoritas garis otoritas staf

Otoritas garis adalah otoritas untuk mengeluarkan order/pesanan kepada para bawahan sepanjang rantai kewenangan/perintah. Otoritas staf adalah otoritas yang hanya membantu dan menasehati manajer garis. Organisasi garis atau lini Organisasi garis adalah suatu organisasi di mana masing-masing manajer secara langsung bertanggung jawab untuk suatu aktivitas yang penting yang diperlukan untuk memenuhi sasaran organisasi itu. Yang termasuk perusahaan pabrik ini adalah produksi, penjualan, dan sasaran keuangan.

KESIMPULAN Organisasi garis dan staf adalah organisasi yang mempunyai departemen garis dan staf. Sebagai suatu pertumbuhan perusahaan, hal ini sering kali lebih masuk masuk akal untuk menugaskan para manajer staf untuk aktivitas perorangan dibanding untuk membuat garis manajer kepada pekerjaan masing-masing. Masalah yang timbul dengan menetapkan para manajer staf terpisah seperti personil adalah munculnya konflik-konflik yang tersirat antara garis dan staf para manajer. SUMBER: http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&ved=0CFc QFjAJ&url=http%3A%2F%2Fsyukronali.files.wordpress.com%2F2010%2F05%2Fm akalah-pengatar-bisnis-kel-5.doc&ei=38B6UN_GA8jKrAfniYGQAw&usg=AFQjCNHArBBtoz1T4OEvsCTBK3s4CmxhA