Anda di halaman 1dari 30

1

PENGARUH KONSEP DIRI DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP


PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA JURUSAN AKUNTANSI
KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 2 KLATEN UTARA
TAHUN AJARAN 2010/2011


PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Pengajuan Skripsi
Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi





Disusun Oleh :
DIYAH MARNASARI
A 210 070 091


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2011


PENGARUH KONSEP DIRI DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP
PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA JURUSAN AKUNTANSI
KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 2 KLATEN UTARA
TAHUN AJARAN 2010/2011


A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan suatu bangsa erat hubungannya dengan masalah
pendidikan. Tingkat pendidikan suatu bangsa merupakan cermin kesejahteraan
kehidupan bangsa tersebut. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki
masyarakat menunjukkan tingkat kelayakan kesejahteraan hidupnya. Dimana
masyarakat yang berpendidikan akan mampu mengatasi masalah-masalah
yang dihadapinya dan mampu untuk bereksperimen serta melakukan
penemuan-penemuan baru.
Pendidikan adalah sebuah proses dengan metode-metode tertentu
sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman dan cara bertingkah
laku yang sesuai dengan kebutuhan. Pendidikan diharapkan mampu
menghasilkan output yang berkualitas. Dari berbagai macam karakteristik
input yang masuk, bagaimana pendidikan itu mampu menghasilkan output
yang baik dan berkualitas. Demikian itu merupakan tugas dari pendidikan
yang tidak bisa diabaikan.
Tujuan Pendidikan Nasional menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang
sistem pendidikan nasional yang menyatakan bahwa:
Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang
beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi
pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan
jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa
tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (R.I, 2003: 30).

Melalui dunia pendidikan seseorang akan mendapatkan ilmu
pengetahuan dan keterampilan. Salah satu tujuan pendidikan adalah
penanaman pengetahuan dan keterampilan sebagai bagian dari satu generasi


ke generasi berikutnya. Sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang telah
dirumuskan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Bab XIII
pasal 31 telah disebutkan bahwa dalam ayat 1 tiap-tiap warga negara berhak
mendapatkan pengajaran dan dalam ayat 2 pemerintah mengusahakan
menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan
undang-undang.
Prestasi belajar merupakan suatu masalah dalam sejarah kehidupan
manusia, karena sepanjang rentang kehidupan manusia selalu mengejar
prestasi menurut bidang dan kemampuannya masing-masing. Kata prestasi
belajar berasal dari bahasa Belanda Prestatic yang berarti hasil usaha.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia prestasi belajar didefinisikan sebagai
hasil penilaian yang diperoleh dari kegiatan persekolahan yang bersifat
kognitif dan biasanya ditentukan melalui pengukuran dan penilaian.
Belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang
berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan, bentuk perilaku yang
menetap. Menurut pendapat Sutratinah Tirtonegoro (2001: 43), Prestasi
belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar yang
dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, maupun kalimat yang dapat
mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode
tertentu.
Salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah konsep
diri. Konsep diri dianggap sebagai kunci yang mengatur dan mengarahkan
perilaku manusia. Dengan kata lain, perilaku individu akan sesuai dengan
cara individu memandang dirinya sendiri. Kata konsep diri berasal dari
bahasa Inggris yaitu Self Concept yang berarti suatu konsep mengenai diri
individu itu sendiri yang meliputi bagaimana orang memandang, memikirkan
dan menilai dirinya sehingga tindakan yang dilakukan oleh individu tersebut
sesuai dengan konsep diri yang ada pada dirinya.
Ada siswa yang mempersepsikan dirinya sebagai sosok yang memiliki
kelebihan tertentu dan mendorongnya untuk meraih prestasi tertentu.
Sebaliknya, yang mempersepsikan sebagai sosok yang tidak punya kelebihan


apa-apa membuatnya kurang terdorong untuk berprestasi. Dengan kata lain,
Penilaian tentang diri kita yang meliputi apa yang dipikirkan dan apa yang
dirasakan oleh diri kita. (Jalaluddin Rakhmat, 2003: 100).
Faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah
kebiasaan belajar, dalam Kamus Besar Bahasa Indonsia (2001: 146) diartikan
sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan. Sedangkan menurut (Djaali, 2007:
128), Kebiasaan belajar merupakan cara atau teknik yang menetap pada diri
siswa pada waktu menerima pelajaran, membaca buku, mengerjakan tugas,
dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan kegiatan. Kebiasaan belajar
merupakan suatu cara yang dilakukan oleh seseorang secara berulamg-ulang,
dan pada akhirnya menjadi suatu ketepatan dan bersifat otomatis.
Kebiasaan yang efektif dan efisien diperlukan oleh setiap orang dalam
aktivitas belajarnya, karena sangat berpengaruh terhadap pemahaman dan
prestasi belajar yang akan mereka raih. Kebiasaan belajar erat hubungannya
dengan keterampilan belajar yang dimiliki seseorang. Keterampilan belajar
yang memadai otomatis akan membentuk kebiasaan belajar yang efektif dan
efisien. Pembentukan kebiasaan belajar perlu dikembangkan karena dengan
terbentuknya kebiasaan belajar dapat diperoleh hasil belajar yang ingin
dicapai.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik mengungkap masalah ini
dengan alasan konsep diri dan kebiasaan belajar siswa merupakan modal
penting dalam proses belajar, agar siswa mendapat prestasi belajar yang lebih
baik. Dari hal itu, bahwa konsep diri dan kebiasaan belajar siswa harus terus
didukung dengan adanya pembelajaran yang baik agar prestasi siswa dapat
meningkat. Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian dengan judul PENGARUH KONSEP DIRI DAN KEBIASAAN
BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA
JURUSAN AKUNTANSI KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 2
KLATEN UTARA TAHUN AJARAN 2010/2011.




B. Identifikasi Masalah
Prestasi belajar siswa pada dasarnya dapat dipengaruhi oleh banyak
faktor yang saling berkaitan baik berasal dari dalam siswa (internal) maupun
dari luar diri siswa (eksternal). Pada hakekatnya tidak ada faktor tunggal yang
dapat berdiri sendiri untuk menentukan konsep diri dan kebiasaan belajar.
Beberapa masalah yang berkaitan dengan prestasi belajar siswa antara lain:
konsep diri, kebiasaan belajar, motivasi belajar, tingkat kecerdasan, dan
sebagainya. Dalam konteks ini tentu saja masih banyak lagi masalah yang
berkaitan dengan prestasi belajar siswa.
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka
dipandang cukup penting untuk mengadakan penelitian tentang "Pengaruh
Konsep Diri dan Kebiasaan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi
Siswa Jurusan Akuntansi Kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara
Tahun Ajaran 2010/2011 ".

C. Pembatasan Masalah
Permasalahan yang dikaitkan dengan judul di atas sangat luas,
sehingga tidak mungkin di lapangan permasalahan yang ada itu dapat
dijangkau dan terselesaikan semua. Oleh karena itu perlu adanya pembatasan
masalah, sehingga persoalan yang diteliti menjadi jelas dan kesalahpahaman
dapat dihindari. Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup dan
fokus masalah yang diteliti sebagai berikut:
1. Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini adalah aspek-aspek dari subyek penelitian yang
menjadi sasaran penelitian, meliputi:
a. Konsep diri
b. Kebiasaan belajar
c. Prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan Akuntansi SMK
Muhammadiyah 2 Klaten Utara.



2. Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah semua siswa kelas XI Jurusan Akuntansi
SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara, yang keseluruhannya berjumlah
120.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang di atas, maka masalah dalam
penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Adakah pengaruh antara konsep diri terhadap prestasi belajar akuntansi?
2. Adakah pengaruh antara kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar
akuntansi?
3. Adakah pengaruh antara konsep diri dan kebiasaan belajar terhadap
prestasi belajar akuntansi?

E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap prestasi belajar
akuntansi.
2. Untuk mengetahui pengaruh kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar
akuntansi.
3. Untuk mengetahui pengaruh konsep diri dan kebiasaan belajar terhadap
prestasi belajar akuntansi.

F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Secara Teoritis
a. Penelitian ini diharapkan dapat memperjelas tentang pengaruh konsep
diri dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar.


b. Menambah atau memperluas cakrawala pengetahuan khususnya
mengenai konsep diri dan kebiasaan belajar.
c. Penelitian ini dapat menjadi sumber bacaan bagi peneliti selanjutnya.
2. Secara Praktis
a. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan
pengalaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi
belajar.
b. Bagi Siswa
Sebagai bahan masukan dalam mengatur pentingya konsep diri dalam
proses pembelajaran dan kebiasaan belajar secara efektif dan efisien
untuk meningkatkan prestasi belajar.
c. Bagi Guru
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah masukan bagi guru
dalam mengembangkan usaha belajar yang efektif dan efisien.
d. Bagi Sekolah
Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan informasi untuk
meningkatkan mutu pendidikan sehubungan dengan faktor-faktor
yang mempengaruhi prestasi belajar.

G. Landasan Teori
1. Prestasi Belajar Akuntansi
a. Pengertian Prestasi Belajar
Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2003: 101), Prestasi belajar
adalah realisasi atau pemekaran dari kecakapan-kecakapan potensial/
kapasitas yang dimiliki seseorang. Penguasaan hasil belajar oleh
seseorang dapat dilihat dari perilakunya, baik perilaku dalam bentuk
penguasaan pengetahuan, ketrampilan berfikir maupun ketrampilan
motorik. Dan menurut pendapat Sutratinah Tirtonegoro (2001: 43),
Prestasi belajar adalah hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar
yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, maupun kalimat yang dapat


mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode
tertentu.
Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar
adalah hasil yang dicapai seseorang setelah belajar baik berupa angka,
huruf, dan tindakan dalam periode tertentu.
b. Pengertian Prestasi Belajar Akuntansi
Menurut American Insititut of Certified Public Accountants yang
diterjemahkan oleh Zaki Baridwan (2004: 11), Akuntansi adalah suatu
kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif, terutama
yang mempunyai sifat keuangan, dari kesatuan usaha ekonomi yang
didapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi
dalam mengambil alternatif-alternatif dari suatu keadaan.
Dari uraian itu dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi belajar
akuntansi adalah hasil yang dicapai seseorang siswa yang telah belajar
akuntansi sehingga siswa dapat menguasai pengetahuan dan ketrampilan,
baik berupa angka, huruf dan tindakan dalam periode tertentu.
c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Menurut Sumadi Suryabrata (2002: 233) mengklasifikasikan
faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah:
1) Faktor yang berasal dari luar diri (eksternal) terdiri dari:
a) Faktor non sosial seperti udara, suhu, cuaca, waktu, tempat, alat-
alat yang dipakai untuk belajar
b) Faktor sosial seperti faktor manusia
2) Faktor yang berasal dari dalam diri (internal) yaitu:
a) Faktor fisiologis seperti jasmani, keadaan fungsi fisiologis
b) Faktor psikologis seperti perhatian, pengamatan, tanggapan fantasi,
ingatan, berfikir dan motif.
Menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2003: 162)
mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
adalah:
1) Faktor-faktor dalam diri individu


a) Aspek jasmaniah, mencakup kondisi dan kesehatan jasmani
b) Aspek rohaniah, menyangkut kondisi kesehatan psikis, kemampuan
intelektual, sosial, psikomotorik serta kondisi afektif dan kognitif
dari individu.
c) Kondisi intelektual, menyangkut tingkat kecerdasan, bakat-bakat
baik bakat sekolah maupun bakat pekerjaan.
d) Kondisi sosial, menyangkut hubungan siswa dengan orang lain,
baik guru, teman, orang tuanya maupun orang-orang lainnya.
2) Faktor-faktor lingkungan
a) Keluarga, meliputi keadaan rumah dan ruang tempat belajar, sarana
dan prasarana belajar yang ada.
b) Sekolah, meliputi lingkungan sekolah, sarana dan prasarana belajar
yang ada, sumber-sumber belajar dan media belajar.
c) Masyarakat, dimana warganya memiliki latar belakang pendidikan
yang cukup, terdapat lembaga-lembaga pendidikan dan sumber-
sumber belajar didalamnya akan memberikan pengaruh yang
positif terhadap semangat dan perkembangan belajar generasi
muda.
d. Indikator Prestasi Belajar
Indikator prestasi belajar dapat dilihat dari:
1) Hasil belajar kognitif yang meliputi:
a) Hafalan
b) Pemahaman
c) Analisis
d) Penerapan
e) Sintesis
f) Evaluasi
2) Hasil belajar efektif yang meliputi:
a) Receiving/ kepekaan dalam menerima rangsangan
b) Responding/ jawaban
c) Valuing


d) Organisasi
e) Karakteristik
3) Hasil belajar psikomotor yang meliputi:
a) Gerakan reflek
b) Kemampuan perceptual
c) Keterampilan pada gerakan dasar
d) Kemampuan bidang fisik
e) Gerakan skill

2. Kebiasaan Belajar
a. Pengertian Kebiasaan Belajar
Kebiasaan dalam Kamus Besar Bahasa Indonsia (2001: 146)
diartikan sebagai sesuatu yang biasa dikerjakan. Menurut Slameto
(2003: 82), Kebiasaan belajar diperoleh dengan cara-cara yang
dipakai untuk mencapai tujuan belajar. Sedangkan menurut Djaali
(2007: 128), Kebiasaan belajar merupakan cara atau teknik yang
menetap pada diri siswa pada waktu menerima pelajaran, membaca
buku, mengerjakan tugas, dan pengaturan waktu untuk menyelesaikan
kegiatan.
Lebih lanjut menurut Djaali, kebiasaan belajar terbagi menjadi 2
bagian, yaitu :
1) Delay Avoidan (DA). DA menunjuk pada ketepatan waktu
penyelesaian tugas-tugas akademis, menghindarkan diri dari hal-
hal yang memunkinkan tertundanya penyelesaian tugas, dan
menghilangkan rangsangan yang akan menganggu konsentrasi
belajar.
2) Work Methods (WM). WM menunjuk kepada penggunaan cara
(prosedur) belajar yang efektif dan efisiendalam mengerjakan tugas
akademik dan keterampilan belajar.




b. Kebiasaan Belajar Yang Efektif Dan Efisien
Kebiasaan belajar merupakan suatu cara yang dilakukan oleh
seseorang secara berulang-ulang, dan pada akhirnya menjadi suatu
ketepatan dan bersifat otomatis. Kebiasaan yang efektif dan efisien
diperlukan oleh setiap orang dalam aktivitas belajarnya karena sangat
berpengaruh terhadap pemahaman dan prestasi belajar yang akan
mereka raih. Kebiasaan belajar erat hubungannya dengan keterampilan
belajar yang dimiliki seseorang. Keterampilan belajar yang memadai
otomatis akan membentuk kebiasaan belajar yang efektif dan efisien.
Sutanto Windura membagi keterampilan belajar menjadi 6
bagian pokok yaitu :
1) Sistem mendengar efektif
2) Sistem bertanya efektif
3) Sistem mencatat
4) Sistem pembaruan belajar
5) Sistem persiapan ujian
6) Sistem membaca fokus tinggi. (Sutanto Windura, 2008: 129).
Kebiasaan belajar yang dapat membantu mengefektifkan
seseorang dalam belajar, diantaranya adalah:
1) Membuat rangkuman.
2) Membuat pemetaan konsep-konsep penting.
3) Mencatat hal-hal yang esensial dan membuat komentar.
4) Membaca secara efektif.
5) Membuat situasi yang kondusif.
6) Memanfaatkan sumber-sumber bacaan lain.
7) Menganalisis soal atau tugas.
8) Mengenal lingkungan.
c. Pembentukan Kebiasaan Belajar Yang Baik
Pembentukan kebiasaan belajar perlu dikembangkan karena
dengan terbentuknya kebiasaan belajar yang baik dapat diperoleh hasil
belajar yang ingin dicapai. Menurut Winarno Surakhmad (2003 : 79)
mengemukakan bidang belajar yang perlu diperhatikan oleh siswa


menengah lanjutan atau siswa baru dalam membentuk kebiasaan
belajar yang baik, antara lain:
1) Bagaimana mengikuti proses belajar mengajar
2) Bagaimana menelaah buku
3) Bagaimana membuat catatan
4) Bagaimana belajar sendiri
5) Bagaimana belajar dalam regu
6) Bagaimana memakai perpustakaan
7) Bagaimana mengarang ilmiah
8) Bagaimana menghadapi ujian. (Winarno Surakhmad, 2003: 79).
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pembentukan
kebiasaan belajar yang baik dapat dilakukan dengan cara belajar dan
latihan dalam jangka waktu yang singkat tetapi dilakukan secara
berulang-ulang, belajar secara mandiri di luar jam pelajaran sekolah,
memperhatikan ketika guru menerangkan, dan berusaha menambah
wawasan dan pengetahuan yang telah dimiliki.
Belajar mandiri di rumah merupakan tugas seorang siswa.
Seorang siswa yang melakukan belajar mandiri di rumah harus dapat
mengatur jadwal belajarnya sendiri meskipun terbatas waktunya. Yang
harus diutamakan dalam belajar mandiri di rumah yaitu seringnya
materi yang dipelajari meskipun materi yang dipelajari sedikit.
Beberapa cara belajar mandiri di rumah yaitu:
1) Buka dan pelajari kembali catatan singkat hasil pelajaran di sekolah
yang anda catat pada kertas lepas. Baca buku sumber yang
berkenaan dengan materi tersebut. Kemudian anda membuat
catatan lengkap dari bahan tersebut dengan gaya berbahasa anda
sendiri.
2) Pada akhir catatan yang anda buatrumuskan pertanyaan-pertanyaan
dari bahan tersebut.
3) Setiap pertanyaan yang anda buat, tulis pula pokok-pokok
jawabannya dibalik halaman tersebut.
4) Cara belajar berikutnya anda tinggal melatih pertanyaan tersebut
sampai anda menguasainya. Bila belum menguasai pertanyaan
yang anda buat baca kembali catatan anda sehingga jawabannya
benar-benar anda kuasai.


5) Apabila anda masih ragu dengan jawabanny sebaiknya ajukan
pertanyan tersebut kepada guru pada saat pelajaran berlangsung.
6) Belajarlah pada saat tertentu yang paling memungkinkan bagi anda.
7) Jangan sekali-kali anda memfosir belajar terus-menerus dalam
waktu yang cukup lama.
8) Sebelum anda tidur bacalah pertanyaan yang anda buat lalu jawab
dalam hati anda. (Nana Sudjana, 2002: 167-168).
Berbagai cara belajar harus dimulai oleh diri sendiri dengan
membiasakan diri dalam belajar. Siswa yang mampu membiasakan diri
dalam belajar dengan baik tentunya akan mudah dalam menerima dan
memahami pelajaran, yang pada akhirnya akan memperoleh Prestasi
Belajar Akuntansi yang baik.

3. Konsep Diri
a. Pengertian Konsep Diri
Menurut William D. Brooks yang dikutip oleh Jalaluddin
Rakhmat (2003: 99), Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita
tentang diri kita, persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologi,
sosial, dan fisis. Dan menurut Anita Taylor et al yang dikutip oleh
Jalaluddin Rakhmat (2003: 100), Konsep diri adalah penilaian tentang
diri kita yang meliputi apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan
oleh diri kita. Konsep diri dapat didefinisikan secara umum Sebagai
keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang terhadap dirinya.
(http://www.e-psikologi.com/2011/04/pengertian-dan-faktor-konsep-
diri:html).
b. Ciri-Ciri Konsep Diri
Lima hal yang menandai seorang siswa memiliki konsep diri
yang positif yaitu:
1) Yakin pada kemampuan mengatasi masalah
2) Merasa setara dengan orang lain
3) Menerima pujian tanpa merasa malu


4) Menyadari bahwa setiap orng mempunyai perasaan, keinginan
yang tidak dapat disetujui oleh masyarakat
5) Mampu memperbaiki diri
Sebaliknya orang yang memiliki konsep diri negatif ditandai
oleh:
1) Peka terhadap kritikan
2) Responsif terhadap pujian
3) Individu bersikap hiperkritis, mudah mengeluh, mencela atau
meremehkan apapun dan siapapun
4) Cenderung merasa tidak disenangi oleh orang lain dan tidak
diperhatikan
5) Pesimis terhadap kompetisi
c. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsep Diri
Terdapat 5 faktor yang mempengaruhi konsep diri, 5 faktor
tersebut antara lain :
1) Pola asuh orang tua
Sikap positif orang tua yang terbaca oleh anak, akan menumbuhkan
konsep dan pemikiran yang positif serta sikap menghargai diri
sendiri. Sikap negative orang tua akan mengundang pertanyaan
pada anak, dan menimbulkan asumsi bahwa dirinya tidak cukup
berharga untuk dikasihi, untuk disayangi dan dihargai; dan semua
itu akibat kekurangan yang ada pada dirinya sehingga orangtua
tidak sayang.
2) Kegagalan
Kegagalan yang terus menerus dialami seringkali menimbulkan
pertanyaan kepada diri sendiri dan berakhir dengan kesimpulan
bahwa semua penyebabnya terletak pada kelemahan diri.
Kegagalan membuat orang merasa tidak berguna.
3) Depresi
Orang yang mengalami depresi akah yang n mempunyai pemikiran
yang cenderung negatif dalam memandang dan merespon segala


sesuatunya, termasuk menilai diri sendiri. Segala situasi atau
stimulus yang netral akan dipersepsikan secara negatif.
4) Kritik internal
Terkadang, mengkritik diri sendiri memang dibutuhkan untuk
menyadarkan seseorang akan perbuatan yang telah dilakukan.
Kritik terhadap diri sendiri sering berfungsi menjadi regulator atau
rambu-rambu dalam bertindak dan berperilaku agar keberadaan
kita dapat diterima oleh masyarakat dan dapat beradaptasi dengan
baik.
5) Merubah konsep diri
Seringkali kita sendirilah yang menyebabkan persoalan bertambah
rumit dengan berpikir yang tidak-tidak terhadap suatu keadaan atau
terhadap diri kita sendiri. Namun, dengan sifatnya yang dinamis,
konsep diri dapay mengalami perubahan ke arah yang lebih positif.
Langkah-lanhkah yang perlu diambil untuk memiliki konsep diri
yang positif :
a) Bersikap objektif dalam mengenali diri sendiri
b) Hargailah diri sendiri
c) Jangan memusuhi diri sendiri
d) Berpikir positif dan rasional
(http://www.e-psikologi.com/2011/04/pengertian-dan-faktor--
konsep-diri:html)
d. Komponen Konsep Diri
Konsep diri memiliki 3 komponen yang sangat penting karena
akan mempengaruhi hidup kita mulai saat kecil hingga sekarang,
komponen tersebut antara lain:
1) Diri ideal.
Dalam konsep dunia pendidikan, diri ideal yang sering ditetapkan
orangtua adalah anak harus mendapat nilai sempurna (100 atau A)
dalam setiap ujian.



2) Citra diri.
Anak akan selalu bertindak atau bersikap sesuai dengan gambar
yang muncul dalam cermin/citra dirinya.
3) Harga diri.
Semakin anak menyukai dirinya, menerima dirinya, dan hormat
pada dirinya sendiri sebagai seorang yang berharga dan bermakna,
maka semakin tinggi harga dirinya.
(http://sibermedik.wordpress.com/2011/04/komponen-konsep-
diri.html)
e. Cara membangun konsep diri
Konsep diri seseorang terbentuk dari hasil interaksi dan
pengalaman dengan lingkungan. Lingkungan ini bias berupa teman
sejawat. Orang tua dan guru sebagai pendidik mereka memiliki peran
yang sangat penting dalam pembentukan konsep diri seseorang.
Terdapat 4 faktor yang berperan dalam pembentukan konsep diri
pada individu dan hal ini perlu diperhatikan oleh orangtua dan guru, 4
faktor tersebut yaitu:
1) Faktor kemampuan. Setiap anak ponya kemampuan. Oleh karena
itu berilah peluang agar ia mampu melakukan sesuatu.
2) Faktor perassaan berarti. Pupuklah rasa berarti pada diri anak
dalam setiap aktivitas kecil dan sesederhana apapun, dia jangan
dicemooh sehingga menimbulkan perasaan hampa.
3) Faktor kebajikan. Bila anak telah memiliki perasaan berarti, maka
akan tumbuh kebajikan dalam dirinya
4) Faktor kekuatan. Pola perilaku berkarakteristik positif member
kekuatan bagi anak untuk melakukan perbuatan yang baik.
(Kanisius, 2006: 34-35).

H. Kerangka Pemikiran
Untuk mempermudah pelaksanaan penelitian sekaligus untuk
mempermudah dalam penelitian agar tidak menyimpang dari inti


permasalahan maka perlu dijelaskan suatu kerangka pemikiran sebagai
landasan dalam pembahasan. Adapun kerangka pemikiran digambarkan bagan
sebagai berikut:
Kerangka Pemikiran







Dari gambar kerangka pemikiran tersebut terdapat dua variabel
didalamnya, yaitu:
1. Variabel Independen (Variabel Bebas)
Yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel
yang lain. Yang menjadi variabel bebas adalah:
a. Konsep Diri (X
1
)
b. Kebiasaan Belajar (X
2
)
2. Variabel Dependen (Variabel Terikat)
Yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang. Dalam hal
ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar Akuntansi (Y)

I. Hipotesis
Menurut Sugiyono (2002: 44), Hipotesis adalah suatu proposional,
kondisi atau prinsip yang untuk sementara waktu dianggap benar mungkin
tanpa keyakinan supaya bisa ditarik suatu konsekuensi yang logis dan dengan
cara ini kemudian diadakan pengujian tentang kebenarannya dengan
menggunakan data empiris hasil penelitian.
Konsep Diri
(X
1
)




Kebiasaan Belajar
(X
2
)
Prestasi Belajar Akuntansi
(Y)


Setelah peneliti mengkaji secara mendalam dari sumber pustaka
terhadap permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini. Maka hipotesisnya
adalah sebagai berikut:
1. Ada pengaruh yang signifikan antara konsep diri terhadap prestasi belajar
akuntansi.
2. Ada pengaruh yang signifikan antara kebiasaan belajar terhadap prestasi
belajar akuntansi.
3. Ada pengaruh yang signifikan antara konsep diri dan kebiasaan belajar
terhadap prestasi belajar akuntansi.

J. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Menurut Sugiyono (2003: 13) terdapat beberapa jenis penelitian,
antara lain adalah:
a. Penelitian Kualitatif
adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar.
b. Penelitian Kuantitatif
adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang
diangkakan.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dimana data yang
diperoleh dari sampel populasi penelitian kemudian dianalisis sesuai
dengan metode statistik yang digunakan lalu diinterpretasikan.
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Klaten
Utara Siswa Jurusan Akuntansi kelas XI tahun ajaran 2010/2011.
3. Populasi, Sampel, Sampling
a. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
obyek/subyek yang mempunyai kualitas atau karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulan. (Sugiyono, 2005: 72). Dalam penelitian ini yang menjadi


populasi adalah seluruh siswa kelas XI Jurusan Akuntansi SMK
Muhammadiyah 2 Klaten Utara yang berjumlah 120 siswa.
b. Sampel
Menurut Sugiyono (2005: 56), Sampel adalah sebagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Apabila populasi 120 maka sampelnya 92 (Sugiyono, 2005: 63). Maka
dalam penelitian ini sampelnya adalah 92 siswa kelas XI Jurusan
Akuntansi SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara.
c. Sampling
Menurut Sugiyono (2005: 73), Teknik sampling adalah teknik
pengambilan sampel. Teknik pengambilan sampling ada 2 cara yaitu:
1) Teknik Random Sampling
Teknik random sampling merupakan cara pengambilan sampel
yang sembarangan atau acak dapat memerlukan pertimbangan-
pertimbangan individu, dalam populasi dapat mempunyai
kesempatan yang sama untuk dijadikan anggota sampel.
2) Teknik Non Random Sampling
Teknik non random sampling merupakan cara pengambilan
sampel dengan tidak sembarangan atau tidak memberikan
kessempatan yang sama pada anggota untuk dijadikan anggota
sampel.
Teknik pengambilan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
teknik random sampling dengan cara undian. Alasan digunakannya
teknik ini adalah agar peneliti dapat terlepas dari perasaan ingin
mengistimewakan salah satu atau beberapa individu untuk dijadikan
sampel, karena setiap individu mempunyai hak yang sama.
Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengambilan sampel
adalah sebagai berikut:
1) Mendata populasi penelitian dan memberikan nomor identitas pada
populasi.


2) Menulis pada kertas-kertas kecil nomor identitas populasi
kemudian menggulung dan meletakkannya dalam wadah sesuai
dengan kelasnya masing-masing.
3) Mengocok dan menjatuhkan satu per satu gulungan kertas tersebut
sampai sejumlah 92 siswa.
4. Metode Pengumpulan Data
a. Sumber Data
1) Data Primer
Menurut Marzuki (2002: 55), Data primer adalah data yang
diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk
pertama kalinya. Dalam penelitian ini data primer adalah konsep
diri, kebiasaan belajar, dan prestasi belajar siswa kelas XI Jurusan
Akuntansi SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara tahun ajaran
2010/2011 yang diperoleh dari sebaran angket.
2) Data Sekunder
Menurut Marzuki (2002: 56), Data sekunder adalah data
yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti
misalnya dari biro statistik, majalah, keterangan-keterangan atau
publikasi lainnya.
b. Variabel Penelitian
1) Variabel independen atau variabel bebas (X)
Yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk
mempengaruhi variabel lain. Dalam hal ini yang menjadi variabel
independen adalah:
(X
1
) Konsep Diri
(X
2
) Kebiasaan Belajar
2) Variabel dependen atau variabel terikat (Y)
Yaitu suatu jawaban atas hasil dari perilaku yang dirangsang.
Dalam hal ini yang menjadi variabel dependen adalah:
(Y) Prestasi Belajar Akuntansi



. c. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2005: 119), Instrumen penelitian adalah suatu alat
penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data yang sesuai dengan
permasalahan penelitian. Instrumen dalam penelitian ini adalah dengan
angket tentang konsep diri, kebiasaan belajar, dan prestasi belajar.
5. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam sebuah penelitian dapat dilakukan dengan
banyak cara. Dalam penelitian ini penulis menggunakan:
a. Metode Angket
Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 128), berpendapat bahwa
"Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui". Jadi, yang menjadi ciri khas
teknik pengumpulan data melalui daftar pertanyaan tertulis dan
disebarkan untuk mendapatkan informasi dari sumber data yang
berupa orang.

Tabel Kisi Kisi Angket
Variabel Indikator Butir Soal
Konsep
diri
(X
1
)
1. Kemampuan fisik
2. Penampilan fisik
3. Hubungan dengan lawan jenis
4. Hubungan dengan teman sesama jenis
5. Hubungan dengan orang tua
6. Terhadap sikap jujur dan percaya
7. Kestabilan emosi
1, 2, 3
4, 5, 6
7, 8, 9
10, 11, 12
13, 14, 15
16, 17, 18
19, 20
Kebiasaan
belajar
(X
2
)
1. Memperhatikan penjelasan guru
2. Aktif bertanya
3. Aktif mencatat
1, 2, 3
4, 5, 6
7, 8, 9


4. Membuat jadwal belajar sendiri
5. Mengulang pelajaran
6. Meringkas materi pelajaran
7. Berlatih mengerjakan soal
10, 11, 12
13, 14, 15
16, 17
18, 19, 20

Setelah kisi-kisi angket dibuat, maka kemudian membuat item-
item pertanyaan disertai alternatif jawaban yang kemudian disusun
sebagai pedoman pengisian angket. Dari pengertian tersebut dapat
dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa
daftar pertanyaan atau isian yang harus diikuti oleh subyek penelitian.
Dengan pemberian skor/penilaian sebagai berikut:
1) Jika pertanyaan positif
a) Selalu = 4
b) Sering = 3
c) Kadang-kadang = 2
d) Tidak pernah = 1
2) Jika pertanyaan negatif
a) Selalu = 1
b) Sering = 2
c) Kadang-kadang = 3
d) Tidak pernah = 4
b. Metode Dokumentasi
Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 158), Dokumentasi adalah
mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal yang berupa
catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapot, agenda
dan sebagainya.
Dalam penelitian ini metode dokumentasi yang digunakan
adalah dokumen yang berkaitan dengan hasil belajar siswa Jurusan
Akuntansi Kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara Tahun
Ajaran 2010/2011 .


6. Uji Instrumen
a. Uji Validitas
Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 158) mengemukakan
bahwa, Validitias adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan-
tingkatan kevalidan atau kesahihan sesuatu instrument. Untuk
mengukur validitas angket, maka digunakan rumus Korelasi Product
Moment sebagai berikut:
( ) ( )( )
( ) { } ( ) { }
2 2 2 2
. . y y N x x N
y x xy N
r
xy
E E E E
E E E
=
Dimana:
r
xy
= koefisien product moment
N = jumlah sampel
x = skor pertanyaan
y = skor total
xy = jumlah perkalian x dan y
x
2
= jumlah kuadrat dari x
y
2
= jumlah kuadrat dari y
Kriteria:
Jika r
hitung
> r
tabel
berarti (butir soal) valid dan sebaliknya jika r
hitung
<
r
tabel
berarti (butir soal) tidak valid.
b. Uji Reliabilitas
Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 191) Reliabilitas
dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran dua kali
atau lebih terhadap gejala yang sama, dimana hasilnya ditunjukkan
oleh sebuah indeks yang menunjang seberapa jauh suatu alat ukur
dapat diandalkan. Uji reliabilitas ini menggunakan rumus Cronbach
Alpha sebagai berikut:
(

=
2
3
11
1
1 t
b
k
k
R
o
o

R
11
= Reliabilitas instrument
k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal


b
2
= Jumlah varian butir
t
2
= varians total
Kriteria:
Jika R
hitung
> R
tabel
berarti instrumen dikatakan reliabel dan sebaliknya
jika r
hitung
< r
tabel
berarti instrumen dikatakan tidak reliabel.
7. Uji Prasyarat Analisis
a. Uji Normalitas
Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data
yang akan dianalisis berbentuk sebaran normal atau tidak, dengan kata
lain sampel dari populasi yang berbentuk data berdistribusi normal
atau tidak. Pada penelitian ini pengujian normalitas digunakan untuk
menguji data konsep diri (X
1
), kebiasaan belajar (X
2
) dan prestasi
belajar (Y). langkah yang ditempuh dalam melakukan uji normalitas
adalah dengan uji chi kuadrat berikut:
( )
(


E =
fh
fh fo
x
2

keterangan:
x
2
= chi kuadrat
fo = kebiasaan yang diperoleh
fh = kebiasaan yang diharapkan
Apabila harga x
2
hitung
< x
2
tabel
maka data yang diperoleh
berdistribusi normal, sebaliknya bila x
2
hitung
> x
2
tabel
maka data yang
diperoleh tidak berdistribusi normal.
b. Uji Linieritas
Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model
persamaan yang diperoleh cocok/ tidak. Adapun rumusnya adalah
sebagai berikut:
- Statistik Uji
) (
) (
E R
tc R
F
jk
jk
hitung
= , F
tabel
=(1 a) (k 2; n . k)



- Kesimpulan
- Jika nilai F
hitung
< F
tabel
, maka Ho diterima berarti
persamaannya linier.
- Jika nilai F
hitung
> F
tabel
, maka Ho ditolak berarti persamaannya
tidak linier.
8. Teknik Analisis Data
a. Analisis Regresi Berganda
Menurut Pangestu Subagyo (2000: 311-313), untuk mengetahui
pengaruh variabel bebas (konsep diri dan kebiasaan belajar) terhadap
variabel terikat (prestasi belajar).
Dari analisis variabel diatas diperoleh persamaan regresi linier berganda
sebagai berikut:
y = a + b
1
.x
1
+ b
2
.x
2

Dimana:
y = prestasi belajar
x
1
= konsep diri
x
2
= kebiasaan belajar
a = konstanta
b = koefisien korelasi
b. Uji Secara Serempak (Uji F)
Digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh antara dua
variabel bebas (konsep diri dan kebiasaan belajar) secara bersama-sama
terhadap prestasi belajar akuntansi sehingga bisa diketahui apakah
dugaan yang sudah ada dapat diterima atau ditolak.
Langkah-langkahnya:
1) Menentukan formulasi H
0
dan H
1

H
1
:
1
:
2
= 0 berarti tidak ada pengaruh konsep diri dan
kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi.
H
1

1

2
0 berarti terdapat pengaruh konsep diri dan
kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi.
2) Level of Significant = 5%


3) Kriteria pengujian





Ho diterima apabila F
hitung
< F
tabel
(F . k-1 . k (n-1))
Ho ditolak apabila F
hitung
> F
tabel
(F . k-1 . k (n-1))
4) Pengujian nilai F
( ) | |
( )( ) k R
k N R
F
2
2
1
1

+
=
Keterangan:
R = Koefisien korelasi berganda
k = konstanta variabel bebas
N = banyaknya sampel
5) Kesimpulan
1) Apabila F
hitung
> F
tabel
maka H
0
ditolak yang berarti semua
bersama-sama variabel independen mampu mempengaruhi
variabel dependen secara signifikan.
2) Apabila F
hitung
< F
tabel
maka H
0
diterima yang berarti semua
bersama-sama variabel independen tidak mempengaruhi
variabel dependen secara signifikan.
c. Uji Parsial (Uji t)
Digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh masing-
masing variabel bebas (konsep diri terhadap prestasi belajar akuntansi
dan kebiasaan belajar terhadap prestasi belajar akuntansi) secara
sendiri-sendiri, sehingga bisa diketahui apakah dugaan yang sudah ada
dapat diterima atau tidak. Langkah-langkahnya:
1) Menentukan formulasi H
0
dan H
1

H
0
=
1
= 0 berarti tidak ada pengaruh konsep diri dan kebiasaan
belajar terhadap prestasi belajar akuntansi.
Daerah ditolak
Daerah diterima
f (k : n-k)


H
0

1
0 berarti ada pengaruh konsep diri dan kebiasaan belajar
terhadap prestasi belajar akuntansi.
2) Level of significant = 5%
3) Kriteria pengujian




H
0
diterima apabila t (/ 2; n-2) < t < (/ 2; -2)
Ho ditolak apabila t > t (/ 2; n-2) atau < t (/ 2; n-2)
4) Pengujian nilai t
t =
b
SE
b

Keterangan:
b = koefisien regresi
SE
b
= standar error of b
5) Kesimpulan
1) Apabila t
hitung
> t
tabel
maka ditolak berarti variabel independen
(x) mampu mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.
2) Apabila t
hitung
> t
tabel
maka diterima berarti variabel independen
(x) tidak mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.
d. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif X
1
, X
2
terhadap Y
1) Sumbangan Relatif
Menurut Sutrisno Hadi (2000: 41), Sumbangan relatif adalah
untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing
variabel prediktor terhadap kriterium Y. Maksudnya kemampuan
X dalam mempengaruhi Y yang dipengaruhi pula oleh X yang lain.
Dengan rumus:
% 100 %,
2 2 1 1
1 1
1

+ +
=
x b x b
x b
x SR
Daerah ditolak
Daerah diterima
t (a/2 : n-1)
Daerah ditolak
-t (ta/2 : n-1)


% 100 %,
2 2 1 1
2 2
2

+ +
=
x b x b
x b
x SR
2) Sumbangan Efektif
Menurut Sutrisno Hadi (2000: 42), Sumbangan efektif yaitu
untuk mengetahui seberapa besar sumbangan yang diberikan
masing-masing prediktor terhadap kriterium Y.
Dengan rumus:
Mencari sumbangan efektif X
1
terhadap Y
SE% X
1
= SR% X
1
R
Mencari sumbangan efektif X
2
terhadap Y
SE% X
2
= SR% X
2
R

K. Sistematika Penulisan
Bab I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah,
pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat
penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II : LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tentang definisi dan indikator masing-masing variabel,
kerangka berfikir dan hipotesis.
Bab III : METODE PENELITIAN
Bab ini berisi tentang jenis penelitian, lokasi penelitian, populasi,
sampel, sampling, metode pengumpulan data, teknik pengumpulan
data, uji instrumen, uji prasyarat analisis, dan teknik analisis data.









DAFTAR PUSTAKA


Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Djaali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Pangestu Subagyo. 2000. Statistik Induktif. Yogyakarta: BPFE.
Jalaluddin Rakhmat. 2003. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Kanisius. 2006. Konsep Diri Positif Menentukan Prestasi Anak. Yogyakarta:
Kanisius.

Komponen Konsep Diri (http://sibermedik.wordpress.com/2011/04/komponen-
konsep-diri.html) diakses pada tanggal 29 April 2011. Pukul 11.00

Konsep Diri (http://www.e-psikologi.com/2011/04/pengertian-dan-faktor--konsep-
diri:html) diakses pada tanggal 29 April 2011. Pukul 10.00
Marzuki. 2002. Metodologi Riset. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Islam Indonesia.
Nana Sudjanah. 2002. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2003. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

R.I. 2003. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional.
Bandung: Citra Umbara.

Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.

Sugiyono. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung : Alfabeta.
. 2003. Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
. 2005. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
Jakarta: Rineka Cipta.
________ . 2006. Manajemen Penelitian. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.


Sumadi Suryabrata. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta: Rajawali.
Sutanto Windura. 2008. Brain Management Series For Learning Strategi. Jakarta:
Gramedia.
Sutratinah Tirtonegoro. 2001. Penelitian Hasil Belajar Mengajar. Surabaya:
Usaha Nasional.
Sutrisno Hadi. 2000. Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM.

Winarno Surakhmad. 2003. Pengantar Interaksi Belajar-Mengajar. Bandung:
Tarsito.
Zaki Baridwan. 2004. Intermediate Accounting. Yogyakarta: BPFE.