Anda di halaman 1dari 19

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.

Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 1 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
1. Fungsi
1.1. Fungsi System/Equipment:
Hot Start adalah kegiatan start Up Unit yang dilakukan setelah Unit shutdown selama
kurang dari 10 jam sampai Unit berbeban dan paralel dengan jaringan 150 KV yang
berpatokan utama pada parameter tekanan uap utama (main steam pressure), temperatur
uap utama (main steam temperature) dan temperatur sudu pertama Turbin.
1.2. Fungsi SOP:
Sebagai panduan bagi operator dalam melaksanakan kegiatan hot start up unit agar
terlaksana dengan aman dan efisien.

2. APD Yang Digunakan
2.1. Helm pengaman
2.2. Sepatu safety
2.3. Sarung tangan
2.4. Majun
2.5. Masker

3. Alat Kerja
3.1. Kunci F
3.2. Kunci Inggris
3.3. Kunci Pipa












PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 2 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
4. Spesifikasi Teknik
4.1. Boiler
1) Model : DG1025/18.2-13
2) Max. continous rating : 1025 t/h (max. evaporation capacity: 1055,75 t/h)
3) SH out steam press/temp : 17,5 MPa / 541C (BMCR condition)
4) RH steam flow : 840,8 t/h (BMCR condition)
5) RH in/out steam temp. : 3,90 MPa / 3,73 MPa (BMCR condition)
6) RH in/out steam press. : 330C / 541C (BMCR condition)
7) Feedwater temp : 280C (BMCR condition)
8) Guaranteed efficiency : 92,71%
4.2. Turbin
1) Model : N300-16.7/537/537, subcritical pressure, impulse type,
tandem compound two cylinders, double casing with 2
line flow exhaust, reheat condenseing turbine.
2) Guaranteed / Max. pwr : 315,846 MW / 325,8 MW
3) MSV inlet press./temp. : 16,67 MPa / 538C
4) IP inlet temp : 538C, 1025 t/h (VWO condition)
5) Condenser back press : 8,7 kPa















PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 3 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
5. Batasan Operasi
5.1. Unit telah shutdown selama 10 jam
5.2. Parameter-parameter Hot Start :
1) Tekanan uap utama : 7.5 Mpa
2) Temperatur uap utama : 400
o
C
3) Tekanan Reheater : 0.1 MPa
4) Temperatur Reheater : 400
o
C
5) Temperatur Metal Boiler : 370
o
C
6) Temperatur sudu pertama turbin : 380
o
C
5.3. Parameter rolling turbin :
1) Tekanan uap utama : 7.85 MPa
2) Temperatur uap utama : 450
o
C
3) Tekanan uap reheat : 0,883 MPa
4) Temparatur uap reheat : 417
o
C
5) Temperatur sudu pertama turbin : 400
o
C
6) Temperatur HP Inner Casing In Up : 400
o
C
Temperatur HP Inner Casing In Down : 400
o
C
Temperatur HP Inner Casing Out Up : 400
o
C
Temperature HP Inner Casing Out Down : 400
o
C
7) Target : 500 rpm ; Accelerating rate : 200 rpm/menit
Target : 3000 rpm ; Accelerating rate : 200 rpm/menit.
8) Load up rate : 4.8 MW/menit
9) Initial load applied : 6 - 9 MW










PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 4 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
6. Peralatan Yang Tetap Beroperasi Selama Shutdown < 10 Jam
6.1. Circulating water system.
6.2. Sea water booster system
6.3. Closed coling water system
6.4. Service dan instrument air compressor
6.5. Auxiliary steam
6.6. AC Lube Oil Turbine, Jacking Oil Pump, dan turning gear
6.7. Vacuum pump condenser~ -87 kPa, dan Gland sealing turbine
6.8. EH System
6.9. Generator Cooling system
6.10. level steam drum, deaerator, dan Condenser hotwell normal
6.11. Condensate Extruction pump
6.12. MBFP
6.13. Air Heater
6.14. All Venting dan drainage Posisi Close


















PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 5 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
7. Pelaksanaan Hot Start Unit
7.1. Start draft system
1) Start Air Heater (AH) system
2) Start ID Fan system ; (furnace press : - 50 Pa (-100 Pa))
3) Start FD fan system ; (air flow : > 30 % ~ 400 t/h), setelah purging naikkan Air
flow sampai > 700 t/h

7.2. Firing Boiler
1) Purging boiler, reset MFT (300 detik).
2) Insert thermoprobe.
3) Insert FTV.
4) Aktivasi soot blower AH continuously.
5) Start oil gun, layer AB boosting up boiler rate: 1.45C/min, 0.43MPa/min.
6) Pressurize Main steam.
7) Rising temperature Main steam.
a. Coal firing 1
st
Mill (Mill A)
b. Temp. outlet primary air > 265 C
c. Start PA Fan system (out press: 8 KPa)
d. Start seal air fan (press : 10 KPa)
e. Start Mill system
f. Start coal feeder (flow rate 6 45 t/h)
Range Press. (MPa) Temp. Rate (C/min) Press.Rate (MPa/min)
7.85 ~ 16.7 1.45 0.43

7.3. Bypass Operation
1) Maintain pressure & temp. Main Steam. P: 7.85 MPa, T: 450 C.

7.4. Rolling-up Turbine.
1) Tutup HP & LP Bypass.
2) Turbine reset at DCS panel, LATCH.
3) Set Target: 500 rpm ; Acc: 200 rpm/min (Lakukan friction/rub check di local).
4) Set Target: 3000 rpm, Acc: 200 rpm/min.

PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 6 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
a. Hold di 3000 rpm. Lakukan heat soak selama 15 menit.
Target:
Amati vacuum condenser: 87kPa 92kPa.
Temp. LP Exhaust: 45 - 50C (80C LP spray auto open)
Stop AC lube oil, MOP in-service pada putaran 3000Rpm, disch. Press:
1.75 1.85 MPa. Lubricating pressure di bearing turbine: 0.07 0.12
MPa. Temp. lube oil: 40 45 C.
HP & LP Bypass switch to Auto mode. Ketika pressure main steam
7.85 MPa dan Temperature Main steam 450 C
5) In service Low Pressure Heater (LPH) steam side

8. Unit Synchronizing
8.1. Langkah synchronizing
1) DS GCB close (pastikan grounding open)
2) FCB close (reset panel di relay room)
3) Excitation ON
4) GCB Syn
5) Engage auto syn
6) Auto synchron IN (DEH menu)
8.2. Initial load at 6 MW dan Increase Load 1 MW/Min
8.3. Ketika Load > 8 MW Load Control IN

9. Proses Increasing Load dengan Fixed Pressure
9.1. Pada beban 45 MW
1) di tahan selama 15 menit

9.2. Pada beban 45 MW
1) Change Over Supply Steam Deaerator From Aux. Steam to IP Extraction Steam
No. 4 saat Pressure > 0.1MPa
2) Deaerator level control kondisi three element
3) Change over bypass feedwater line to main feed water line (pada saat 60 MW).


PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 7 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
Prosedur:
a. Posisikan MBFP manual pada Scoop tube dan CV (posisi terakhir)
b. Buka control valve pada bypass feed water line sampai >70% , DP Set Point
turun sampai 1 MPa. (Pastikan Feedwater flow tetap stabil saat kondisi ini).
Jika berubah tambah scoop tube.
c. Buka front MOV pada main feed water line
d. Setelah feedwater flow dan level drum normal, posisikan out service bypass
feed water line.

9.3. Pada beban 70 MW
1) Pastikan Drain Valve pada Cold Reheat, Hot Reheat, ICV, IP Casing, & semua IP
Casing Extraction pipe dalam kondisi Close
2) Aktifasi Spray De-Superheater dan Reheater
3) Aktifasi 1
st
Turbine boiler feed pump (BFPT)
a. Warming line BFPT (T = Temp. auxiliary steam header ~ 300 C)
b. Start vacuum BFPT ( 87kPa)
c. Start booster pump BFPT (Press : 1,2 MPa)
d. Rolling BFPT
e. Balancing Header Pressure Feedwater Naikkan rpm BFPT melalui set target
pada MEH.
f. Buka Outlet Valve BFPT
g. Remote CCS IN Auto LCV pada BFPT
h. Stand By MBFP
4) Coal firing 2
nd
Mill (Mill B)

9.4. Pada beban 90 MW, Aktivitas :
1) Pastikan Drain valve pada semua LP casing extraction steam pipe dalam kondisi
close
2) In service HPH steam side
HP Heater #1 #2 #3
Pressure Ext. Steam 0.6 MPa 1.2 MPa 2.0 MPa


PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 8 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
10. Proses Increasing Load dengan Sliding Pressure
10.1. Pada beban 140 MW
1) Coal firing 3
rd
Mill (Mill C)

10.2. Pada beban 145 MW
1) Aktifasi 2
nd
Turbine boiler feed pump (BFPT)
2) Aktifkan CCS IN pada Unit Master
3) Aktifkan Turbine Following Mode Auto
4) Aktifkan Self Sealing pada gland seal turbin

10.3. Pada beban 180 MW
1) Pastikan pada kondisi ini MSP 13 MPa dan MST 515 C

10.4. Pada beban 200 MW
1) Coal Firing 4
th
Mill (Mill D)
2) Aktifkan Soot Blower pada Boiler jika diperlukan
3) Lakukan Vacuum leakage test pada 225 MW jika diperlukan
4) Change over Single Valve to Sequence Valve jika diperlukan

10.5. Pada beban 250 MW
1) Retract All Oil Gun
2) Aktifkan ESP
3) Aktifkan Boiler Following Mode Auto
4) Unit pada kondisi CCS Mode

10.6. Full Load pada 300 MW

Catatan :
Saat Cold Start amati dari lokal maupun CCR dan jika ada kelainan, segera buat SR (Service
Request) untuk perbaikan



PT PEMBANGKITAN JAWA BALI No.Dokumen : LR-PK-UN-003
UBJ O&M REMBANG MANAGEMEN SYSTEM Tanggal Terbit : 24 - 04 - 2011
STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP)
HOT START UP UNIT
Revisi : 01
PEMILIK PROSES : M. OPERASI Halaman : 9 dari 9


Dokumen terkendali adalah dokumen on line & dokumen yang tercetak dengan stampel
Dokumen tidak terkendali adalah dokumen yang tercetak tanpa stampel
11. Lampiran

Lampiran 1. Hot Start Up Curve with HIP Casing
Lampiran 2. Hot Start Up Curve with IP Casing
Lampiran 3. Relation Curve of Steam Temperature Under Steam Pressure During
Initial Turbine Rolling and Steam Temperature After Control Stage
Lampiran 4. Relation Curve of Main Steam Flow And Power
Lampiran 5. Temperature Change Over Curve of the Control Stage on HP Casing
Lampiran 6. Temperature Change Over Curve of the Control Stage on IP Casing
Lampiran 7. Life-loss Curve of HP Rotor
Lampiran 8. Life-loss Curve of IP Rotor
Lampiran 9. Turbine IP Cylinder Startup System



Lampiran 1. Hot Start Up Curve With HIP Casing



Lampiran 2. Hot Start Up Curve With IP Casing



Lampiran 3. Relation Curve of Steam Temperature Under Steam Pressure During Initial
Turbine Rolling and Steam Temperature After Control Stage



Lampiran 4. Relation Curve of Main Steam Flow And Power



Ma|n Steam F|uw Percentage =
Iotol low unJcr tbc ccrtoin poromctcr
o Hoin Stcom onJ tbc ccrtoin opcning
o cocb EP control :ol:c
Iotol low unJcr tbc somc poromctcr
wbilc oll tbc EP control :ol:cs orc wiJc - 0pcn
1uu%

Puwer Percentage =
Elcctric powcr unJcr tbc ccrtoin poromctcr
o Hoin Stcom onJ tbc ccrtoin Hoin Stcom Flow
Suu Hw (Stcom Iurbinc RotcJ Powcr)
1uu%



Lampiran 5. Temperature Change Over Curve of the Control Stage on HP Casing



Lampiran 6. Temperature Change Over Curve of the Control Stage on IP Casing



Lampiran 7. Life-losse Curve of HP Rotor




Lampiran 8. Life-losse Curve of IP Rotor




Lampiran 9. Turbine IP Cylinder Startup System