Anda di halaman 1dari 2

NAMA

: KEVIN AUGUST TAGA

NIM

: 10.701.029

TUGAS PSIKOLOGI KELUARGA


Faktor Penyebab Masalah Keluarga Masalah dalam keluarga yang sering terjadi
bisanya berkaitan dengan tiga faktor, yaitu ekonomi, keterbatasan fisik serta mental,
atau masalah sosial. Ketiga hal inilah yang sering muncul sebagai permasalahan dalam
sebuah keluarga. Faktor ekonomi menjadi masalah yang paling sering muncul dalam
keluarga. Masalah yang satu ini bahkan bisa menyebabkan adanya perceraian bahkan
hingga tindakan bunuh diri.
Faktor lain yang juga sering menjadi masalah keluarga adalah sosial. Sosial di sini
artinya hubungan antaranggota keluarga. Rasanya hampir seluruh keluarga mengalami
hal ini. Sebut saja seorang anak yang merasa kurang perhatian dari orangtuanya. Hal ini
tentu saja akan menjadi masalah yang serius. Bisa saja anak menjadi mencari perhatian
di luar rumah. Hal lain yang juga dapat menjadi masalah dalam keluarga adalah
keterbatasan secara fisik dan mental dari seseorang yang awalnya menjadi tumpuan.
Misalnya, seorang ayah yang menjadi kepala keluarga yang tiba-tiba sakit dan tidak bisa
lagi mencari nafkah. Hal ini tentu akan menjadi masalah yang serius jika tidak ditangani
secara bijak dan benar. berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi masalah keluarga
tersebut.
1. Pilih Waktu untuk Bicara
Pilihlah waktu untuk bicara dengan keluarga, misalnya pasangan atau anak dengan
tepat. Hindari waktu-waktu yang cenderung dapat membuat keluarga Anda marah
seperti pulang kerja, pulang sekolah, dan sebagainya. Pada waktu ini, siapa pun
tentu akan mudah terpancing emosi karena berada dalam kondisi yang lelah. Jadi,
pilihlah waktu yang sekiranya pasangan atau keluarga Anda sedang relaks, misalnya
sebelum tidur, saat menonton TV, dan sebagainya.
2. Ungkapkan Masalah dengan Jujur
Bicarakan masalah secara jujur. Jangan pernah berpikiran bahwa pasangan atau
keluarga Anda tahu apa yang akan Anda bicarakan. Mereka sama seperti Anda,
hanya manusia biasa yang tidka mungkin bisa membaca pikiran atau tahu isi hati
orang lain. Oleh karena itu, bicarakan sejelas dan sejujur mungkin tentang masalah

yang ada. Gunakan nada suara yang baik dan santai. Jika pun sedang marah, jangan
langsung marah-marah. Hal ini hanya akan emmperburuk keadaan.
3. Dengarkan Dengarkan apapun penjelasan atau ungkapan hati dari pasangan atau
keluarga Anda. Jangan menyela pembicarannya karena bisa menimbulkan
kesalahpahaman. Pahami posisinya, bayangkan bahwa diri Anda ada di posisinya.
Dengan demikian, Anda tentu ingin mendnegarkan penjelasan atau perkataannya.
Jika ia sudah selesai berbicara, jelaskan secara lengkap apa yang Anda tangkap dari
perkataannya. Tanyakan apakah pemahaman Anda benar atau salah. Jika tidak
sesuai, mintalah ia untuk mengoreksinya.
4. Buat Solusi
Tujuan utama dari dilakukannya pembicaraan mengenai masalah keluarga ini adalah
adanya solusi yang tepat untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu, jika sudah tahu
apa permasalahannya, sebaiknya buatlah solusi yang tepat. Jika memungkinkan,
catatlah solusi-solusi yang ada dalam pikiran Anda dan dia. Setelah itu, buatlah
kesepakatan tentang solusi tersebut. Tentukan juga kapan kesepakatan itu mulai
berlaku. Dalam sebuah keluarga, komunikasi merupakan hal yang sangat penting.
Komunikasi yang terjalin baik antaranggota keluarga akan membuat hubungan
antaranggota keluarga menjadi harmonis. Komunikasi ini juga sebaiknya dilakukan
dengan saling menghormati dan dengan itikad baik. Mengungkapkan sebuah
masalah dengan orang lain (anggota keluarga lain) memang seperti halnya
peperangan. Pihak yang satu dan pihak yang lain akan saling menyerang atau
melakukan pembenaran atas sikap ataupun pendapatnya. Saling menyalahkan,
merasa yang paling benar, saling menyudutkan atau menuduh juga akan terjadi
dalam pembicaraan ini. Namun, jika dihadapi dengan kepala dan hati yang tenang
dan bijak, tentu masalah apapun akan mudak diselesaikan. Dengan bagitu, suasana
kedua belah pihak akan kembali tenang, normal, nyaman, dan bahagia. Hal lain
yang juga tidak kalah penting adalah jangan mau menang sendiri. Hal ini hanya
akan memperburuk keadaan keluarga. Sikap seperti ini harus sudah menjauh dari
kamus kehidupan berkeluarga. Keluarga adalah bersatunya orang-orang yang saling
mencintai dan mengasihi. Jadi, alangkah lebih baiknya jika keluargalah yang
menjadi sumber kebahagiaan bagi seluruh anggota keluarganya, bukan sebaliknya.