Anda di halaman 1dari 11

TUGAS HUKUM: RESUME PERADILAN MILITER

CICI SINTAMAYA 133060017984 AKUNTANSI 1N SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGAR

A. PENGERTIAN PERADILAN MILITER Peradilan militer merupakan peradilan khusus baik obyek maupun subyeknya yaitu golongan rakyat tertentu (prajurit TNI atau yang dipersamakan). Kemudian pasal 1 dan 2 KU P! mengatakan penerapan KU P ke dalam KU P! dan orang"orang yang tunduk kepada peradilan militer yang melakukan tindak pidana dan tidak ter#antum dalam KU P! diterapkan KU P. !enurut Pasal $ UU No.%1 tahun 1&&'( Peradilan !iliter adalah pelaksanaan kekuasaan kehakiman di lingkungan angkatan bersenjata ( untuk menegakkan hukum dan keadilan dengan memperhatikan kepentingan penyelenggaraan pertahanan keamanan negara B.SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PERADILAN MILITER DI INDONESIA ukum !iliter )elanda di Indonesia sebelum P* II dikenal dengan nama + Krijgsraad, dan + oog !ilitair -ere#htsho., .Keduanya ter#antum dalam bepalingen Betreffende de rechtsmaacht Van De militaire rechter in nederlands Indie, /. 1&%0 No. 1'% dan *e Pro1isionele Instru#tie 2oor Nederlands Indie( /.1&&2 No. 13%. Peradilan ini meliputi pidana militer yang anggota"aggotanya berasal dari 4ngkatan *arat india et oog !ilitair -ere#htsho. 2an

)elanda(KNI5) dan 4ngkatan 5aut )elanda. KNI5 diadali oleh +Krijgsraad, pada tingkat pertama dan + oog !ilitair -ere#htsho., pada tingkat banding sedangkan 4ngkatan 5aut )elanda diadili oleh Zee Krijgsraad pada tingkat pertama dan Hoog Militair Gerecht Shoof pada tingkat banding !engapa pengadilan KNI5 dan 4ngkatan 5aut )elanda berbeda6 Karena KNI5 merupaka oraganisasi tersendiri dan terlepas dari 4ngkatan *arat )elanda (berbeda dengan 4ngkatan 5aut )elanda yang merupaka bagian dari 4ngktaan 5aut Kerajaan )elanda Krisjgraad mengadili perkara pidana pertama kepada anggota militer dengan pangkat kapten ke ba7ah dan orang"orang sipil yang berkerja pada militer( sedangkan oog !ilitair -ere#ht adalah pengadilan instansi kedua(banding) serta mengadili pada tingkat pertama para anggota militer dengan pangkat kapten keatas dan yang tertinggi di india )elanda(berkedudukan di 8akarta( Krisjgsraad berkedudukan di 9imahi( Ujung Pandang dan Padang Untuk daerah di 8a7a"!adura dan di luar daerah( Penguasa )elanda mengadakan +Temporaire Kijgsraad, yaitu mahkamah militer sementara yang mempunyai 7e7enang pula untuk mengadili tindak pidana yang dilakukan oleh orang"orang bukan militer serta bukan di golongkan sebagai bangsa Indonesia. !ajelis majelis hakim. akim terdiri dari tiga orang ( dan oditur adalah 8aksa landgere#ht. !ahkamah militer sementara itu bersidang dengan

Pada masa pendudukan 8epang di Indonesia pada tahun 1&02. )erdasarkan :samu -unrei No.2 tahun 1&02( dibentuklah -unritukaig (peradilan militer) untuk mngadili perkara pelanggaran undang"undang militer 8epang. Pengadilan ini bertugas mengadili perbuatan"perbuatan yang bersi.at menganggu ( menghalang"halangi dan tindakan mela7an 8epang dengan pidana terberat adalah hukuman mati. Pada a7al kemerdekaan bangsa Indonesia( 4ngkatan )ersenjata telah dibentuk pada tanggal $ :ktober 1&0$ tanpa adanya pembentukan peradilan militer . Peradilan militer baru di bentuk setelah adanya UU no.' tahun 1&03 tentang Peraturan mengadakan Pengadilan Tentara. Pada tanggal ; 8uni 1&03( untuk mengisi kekosongan hukum diterapkan disiplin militer dan dikelurkalah UU no.; tahun 1&03 yang mengatur tentang ukum 4#ara Pidana bagi peradilan militer. *alam UU no.' tahun 1&03( Peradilan Tentara dibagi menjadi dua tingkat yaitu< 1. !ahkamah Tentara 2. !akamah Tentara 4gung Peradilan Tentara ber7enang untuk mengadili perkara pidana yang dilakukan oleh< 1. 2. 3. Prajurit Tentara (4*) =epublik Indonesia( 4ngkatan laut dan 4ngkatan Udara :rang yang oleh presiden dengan PP ditetapkan sama dengan prajurit :rang yang tidak termasuk golongan (a) dan (b) tetapi berhubungan dengan kepentingan !ahkamah Tentara adalah pengadilan tingkat pertama dan ber7enang mengadili perkara dengan tersangka prajurit berpangkat kapten keba7ah /edangkan !ahkamah Tentara 4gung pada tingkat pertama dan terakhir ber7enang mengadili perkara < 1. Terdak7anya serendah"rendahnya berpangkat !ayor 2. /eorang yang jika dituntut di pengadilan biasa diputus oleh PT atau !4 3. Perselisihan ke7enangan antara !ahkamah"mahkamah tentara !ahkamah Tentara 4gung mengadili pada tingkat kedua dan terkhir setelah di putus oleh !ahkamah Tentara dan persidangan dibagi menjadi dua yaitu persidangan untuk perkara kejahatan dan persidangan untuk perkara pelanggaran. Pada tahun 1&0;( terjadi perubahan susunan(kedudukan dan daerah hukum dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah nomor %' tahun 1&0;( susunanya adalah < 1. !ahkamah Tentara 2. !ahkamah Tentara Tinggi 3. !ahkamah Tentara 4gung !asing"masing mahkamah memiliki ke7enangan sendiri( yaitu< 1. !ahkamah Tentara( mengadili dalam tingkat pertama kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan prajurit berpangkat kapten ke ba7ah.

ketentaraan

2. 3.

!ahkamah Tentara Tinggi( pada tingkat pertama mengadili prajurit yang berpangkat !ayor ke !ahkamah Tentara 4gung( pada tingkat pertama da terakhir memeriksa dan memutus perkara

atas. Pada tingkat kedua memeriksa dan memutus segala perkara yang telah diputus mahkamah tentara . kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Panglima )esar( Kasta. 4ngkatan Perang( Kasta. 4ngkatan *arat( Kasta. 4ngkatan 5aut( Kasta. 4ngkatan Udara( Panglima Tentara Teritorium /umatera( Komandan Teritorium 8a7a( Komandan Teritorium /umtera( Panglima Kesatuan =eser1e Umum( Kasta. Pertahanan 8a7a Tengah dan Kasta. Pertahanan 8a7a Timur. *alam peraturan tersebut juga diatur tentang tingkat kejaksaan tentara(yaitu< 1. Kejaksaan Tentara 2. Kejaksaan Tentara Tinggi 3. Kejaksaan Tentara 4gung ukum Pidana !eteril yang diteapkan ketika berlakunya UU nomor ' tahun 1&03 dan Peraturan Pemerintah nomor %' tahun 1&0; adalah sebagai berikut < 1. KU P (UU No 1 tahun 1&03) 2. KUPT (UU No.%& tahun 1&0' jo /.1&%0 No(13') 3. KU*T (UU No.0> tahun 1&0' jo./.1&%0 No.13;) Pada masa tahun 1&03"1&0; terbentuklah Peradilan !iliter Khusus( akibat dari peperangan yang terus terjadi dan berakibat pada putusnya hubungan antar daerah. Peradilan Khusus !iliter meliputi antara lain< 1. !ahkamah Tentara 5uar )iasa (PP No.$ tahun 1&03) 2. !ahkamah Tentara /ementara (PP No.22 tahun 1&0') 3. !ahkamah Tentara *aerah Terpen#il (PP No.2% tahun 1&0') Pada tanggal 1& *esember 1&0;( terjadi angresi militer oleh )elanda shingga dikeluarkanlah peraturan darurat tahun 1&0& Nomor 03?!)K*?0& yang mengatur peradilan militer untuk seluruh pulau 8a7a dan !adura . Peraturan tersebut memuat tentang< 1. Pengadilan Tentara Pemerintahan !iliter 2. Pengadilan /ipil Pemrintah !iliter 3. !ahkamah 5uar )iasa 4. 9ara menjalankan ukuman Penjara Pada masa ini Pengadilan !iliter terdiri atas tiga badan yaitu< 1. !ahkamah Tentara :nder *istrik !iliter (!T:*!)( berkedudukan sama dengan komandan :*! yang ber7enang mengadili prajurit tingkat )intara. 2. !ahkamah Tentara *istrik !iliter (!T*!)( berkedudukan sama dengan komandan *! yang ber7enang mengadili per7ira pertama hingga kapten. 3. !ahkamah Tentara *aerah -ubernur !iliter (!T-!)( berkedudukan sama dengan -ubernur militer yang ber7enang mengadili Kapten sampai 5etnan Kolonel.

Peraturan Tersebut hanya berjalan slama 3 bulan( kemudain pada 12 8uli 1&0> !enteri Kehakiman =I men#abut )ab II peraturan tersebut. Tanggal 2$ *esember 1&0& dikeluarkan P@=PU No.%3 tahun 1&0& yang men#abut seluruh materi peraturan darurat N:.03?!)K*?0& dan aturan yang berlaku sebelumnya dinyatakan berlaku lagi. 5alu diterbitkanlah UU darurat No.13 tahun 1&$> yang mengatur peradilan tentara dan kejaksaan dalam tiga tingkatan seperti dalam Peraturan Pemerintah nomor %' tahun 1&0;. UU darurat No.13 tahun 1&$> kemudian di #abut dengan lahirnya UU No.$ tahun 1&$> tetapi materinya tetap tidak mengalami perubahan Pasa periode 1&$>"1&$& di Indonesia terjadi keadaan darurat( berbagai permaslahan 8a7a Tengah (4#eh dan /ula7esi /elatan dan peristi7a P==I?Permesta di /umatera dan /ula7esi. 4kibat dari kondisi diatas dan demi untuk tetap menegakkan hukum di lingkungan militer( maka dibentuklah Peradilan !iliter Khusus yang meliputi 1. !ahkamah Tentara 5uar )iasa 2. !ahkamah 4ngkatan *arat?Udara Pertempuran Pada tanggal $ 8uli 1&$& Presiden =I mengeluarkan dekrit dan meyatakan pembubaran konstiuante dan berlakunya lembali UU* 1&0$. /ejak dikeluarkanya dekrit presiden UU No.$ tahun 1&$> tetap berlaku tetapi seiring perkembangan penerapannya berbeda dengan periode sebelum dikeluarkannya dekrit presiden. *alam hal ini ( dirasakan perlunya .ungsi peradilan militer diselenggarakan oleh anggota militer. Pada tanggal %> :ktober 1&3$ di undangkan Penatapan Presiden No.22 tahun 1&3$ tentang perubahan dan tambahan beberapa pasal dalam UU No.$ tahun 1&$>. Perubahan"perubahan tersebut mengenai pengangkatan pejabat"pejabat utama pada badan"badan peradilan militer. Pada tahun 1&31( merupakan a7al pelaksanaan peradilan militer diselenggarakan oleh para per7ira ahli atau sarjana hukum( sesuai dengan instruksi !ahkamah 4gung No 22&?24?1&31 mengenai pemberlakuan hakim militer dalam memimpin siding pengadilan militer begitu pula dengan kejaksaan sejak /eptember 1&31. Perkembangan selanjutnya diundangkannya UU No.% PNP/ tahun 1&3$ tentang memberlakukan 1$ !aret 1&3$. Perkembangan selanjutnya( pada tanggal %> :ktober 1&3$ lahirlah UU No.2% PNP/ 1&3$ yang menetapkan bah7a dalam tingkat pertama( tantama(bintara dan per7ira polisi yang melakukan tindak pidana diadili oleh badan peradilan dalam lingkungan angkatan kepolisian. /ebelumnya( diadili di badan peradilan angkatan darat dan angkatan laut untuk Kepulaun =iau. *engan demikian peradilan dalam lingkungan Peradilan !iliter dalam pelaksanaannya terdiri dari< 1. 2. 3. 4. Peradilan !iliter untuk 5ingkungan 4ngkatan *arat Peradilan !iliter untuk 5ingkungan 4ngkatan 5aut Peradilan !iliter untuk 5ingkungan 4ngkatan Udara Peradilan !iliter untuk 5ingkungan 4ngkatan Kepolisian ukum Pidana Tentara ( ukum 4#ara Pidana Tentara dan ukum disiplin tentara bagi angkatan Kepolisian pada tanggal terjdi seperti pemberontakan 4ndi 4Ais di !akassar( 4PP=4 di )andung( =!/ di !aluku( peristi7a *I?TII di 8a7a )arat(

Peradilan ini berlangsung hingga setelah 11 !aret 1&33. Tahun 1&'> lahirlah UU No.10 tahun 1&'> menggantika UU No.1& tahun 1&30 tentang ketentuan" ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. /etelah itu berubah dengan dikeluarkannya berturut"turut< 1. 2. Keputusan bersama menteri kehakiman dan menteri pertahanan?Pangab pada tanggal 1> Keputusan bersama menteri kehakiman dan menteri pertahanan keamanan pada tanggal 1& 8uli 1&'2 No. 8./.0?1>?10 B /K@)?)?0&;?2II?'2 maret 1&'% No. K@P?)?1>?III?1&'% B 8./.;?1;?1&. Tentang perobahan nama( tempat kedudukan( daerah hukum( jurisdiksi serta kedudukan organisatoris pengadilan tentara dan kejaksaan tentara. )arulah kemudian peradilan militer dilaksanakan se#ara terintegrasi. Peradilan militer tidak lagi berada di masing"masing angkatan tetapi peradilan dilakukan oleh badan peradilan militer diba7ah naungan departemen pertahanan dan keamanan. )erdasarkan /K bersama tersebut( nama peradilan ketentaraan diubah. *engan demikian( kekuasaan kehakiman dalam peradilan militer dilakukan oleh< 1. 2. 3. !ahkamah !iliter (!4 !I5) !ahkamah !iliter Tinggi ( !4 !I5TI) !ahkamah !iliter 4gung (!4 !I5-UN-) ingga tahun 1&&'

Tahun 1&;2 dikeluarkan UU No.2> tahun 1&;2 tentang ketentuan"ketentuan pokok pertahanan keamanan =epublik Indonesia yang kemudian diubah menjadi UU No.1 tahun 1&;;. hampir tidak ada perubahan yang signu.ikan dalam pelaksanaan peradilan militer di Indonesia. Pada tahun 1&&' dibentuk UU No.%1 tahun 1&&' tentang peradilan militer. Undang"undang ini dibuat atas perlunya perubahan dalam peradilan militer yang dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan UU No.10 tahun 1&'> tentang kekuasaan pokok kehakiman. Undang"undang ini kemudian. Undang"undang ini kemuadian mengatur susunan peradilan militer yang terdiri dari< 1. 2. 3. 4. Pengadilan !iliter Pengadilan !iliter Tinggi Pengadilan !iliter Utama Pengadilan !iliter Pertempuran.

*engan diundangkannya keentuan ini( UU No. $ tahun 1&$> sebagaimana telah diubah dengan UU No.22 PNP/ tahun 1&3$ dan UU No.3 tahun 1&$> yang telah diubah dengan UU No.1 *rt tahun 1&$; ( keduanya dinyatakan sudah tidak berlaku lagi dan berlaku hingga sekarang C. ASAS ASAS DALAM PERADILAN MILITER 1. 2. 3. 4. 5. 4sas keseimbangan antara kepentingan militer dengan kepentingan umum. 4sas keseimbangan antara doelmatigheid dengan re#htsmatighed. 4sas kesatuan komando(unity o. #ommand and hirarkhi) 4sas komandan bertanggung ja7a penuh terhadap baik buruknya kesatuan yang dipimpin 4sas pertanggung ja7aban mutlak.

6. 7. 8. 9.

4sas komandan tidak boleh membiarkan ba7ahannya melakukan pelanggaran 4sas mendidik 4sas #epat 4sas per7ira sebgai penyerah perkara

D. DASAR HUKUM PERADILAN MILITER Peradilan militer sudah diatur dalam konstitusi yaitu pasal 20 ayat 2 UU* 0$

1. UU No.$ tahun 1&$> jo UU No.22 PNP/ tahun 1&3$ tentang susunan dan kekuasaan
Pengadilan?Kejaksaan dalam lingkungan Peradilan ketentaraan.

2. UU No.3 tahun 1&$> jo UU No.1 *rt tahun 1&$; tentang ukum 4#ara Pidana Pengadilan Ketentaraan. 3. UU No.; tahun 1&;1 tentang ukum 4#ara Pidana. 4. /urat Keputusan bersama !enhankam dan !enteri Kehakiman No.K@P?1>?!?CII?1&;%
!.$'.P=.>&.>%.th.1&;% tanggal 2& *esember 1&;% tentang Tim Tetap Penyidikan Perkara Pidana Koneksitas.

5. Keputusan Pangab Nomor < K@P?>1?P?I?1&;0 tanggal 2> 8anuari 1&;$ lampiran DKE tentang organisasi
dan prosedur )adan Pembinaan ukum 4)=I.

6. UU No.2 tahun 1&;; tentang Prajurit 4)=I. 7. UU No.%1 tahun 1&&' tentang Peradilan !iliter. 8. UU No. 0; tahun 2>>&( Tentang perubahan atas UU No. 0 tahun 2>>0( Tentang kekuasaan Kehakiman
E. !UNGSI PERADILAN MILITER

1. !enurut UU No.23 tahun 1&&' (bertugas dan ber7enang menjatuhkan sanksi dari aparat yang ditunjuk
jika terjadi pelanggaran hukum disiplin

2. !emeriksa( mengadili( dan memutus terhadap setiap pelanggaran oleh prajurit dalam lingkup
ke7enangan pengadilan militer (undang"undang No.%1 tahun 1&&'). !.HUKUM PIDANA MILITER ukum Pidana !iliter adalah ketentuan hukum yang mengatur seorang militer tentang tindakan"tindakan mana yang merupakan pelanggaran (kejahatan ( larangan atau keharusan dan diberikan an#aman berupa sanksi pidana terhadap pelanggarnya. ukum Pidana !iliter bukanlah suatu hukum yang mengatur norma( melainkan hanya mengatur tentang pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan oleh Prajurit TNI atau yang menurut ketentuan undang"undang dipersamakan dengan Prajurit TNI. Fang ber7enang dalam proses peradilan militer adalah a. Komandan satuan selaku 4nkum dan atau Papera. b. Polisi !iliter sebagai Penyidik. #. :ditur !iliter selaku penyidik( penuntut umum dan eksekutor

d. akim !iliter di Pengadilan !iliter *itinjau dari perannya dalam .ungsi penegakan hukum militer( Komandan atau 4nkum adalah atasan yang atas dasar Undang"Undang Nomor 23 Tahun 1&&' tentang ukum *isiplin Prajurit diberi ke7enangan menjatuhkan hukuman disiplin kepada setiap Prajurit TNI yang berada di ba7ah 7e7enang komandonya apabila Prajurit TNI tersebut melakukan pelanggaran hukum disiplin. 4pabila pelanggaran hukum tersebut merupakan tindak pidana( maka Komandan"Komandan tertentu yang berkedudukan setingkat Komandan Korem dapat bertindak sebagai Per7ira Penyerah Perkara atau Papera yang oleh undang"undang diberi ke7enangan menyerahkan perkara setelah mempertimbangkan saran pendapat :ditur !iliter. /aran pendapat hukum dari :ditur !iliter ini disampaikan kepada Papera berdasarkan be"rita a#ara pemeriksaan hasil penyidikan Polisi !iliter. Peran :ditur !iliter dalam proses ukum Pidana !iliter selain ber"ke7ajiban menyusun berita a#ara pendapat kepada Papera untuk terangnya suatu perkara pidana( juga bertindak selaku pejabat yang diberi 7e7enang untuk bertindak sebagai penuntut umum dan sebagai pelaksana putusan atau penetapan Pengadilan !iliter. :ditur !iliter juga dapat bertindak sebagai penyidik untuk melakukan pemeriksaan tambahan guna meleng"kapi hasil pemeriksaan Penyidik Polisi !iliter apabila dinilai belum lengkap. 4pabila Papera telah menerima berita a#ara pendapat dari :ditur !iliter( selanjutnya Papera dengan ke7enangannya mempertimbangkan untuk menentukan perkara pidana tersebut diserahkan kepada atau diselesaikan di Pengadilan !iliter. *engan diterbitkannya /urat Keputus"an Penyerahan Perkara (/kepera) ter"sebut( menunjukkan telah dimulainya proses pemeriksaan perkara di Pengadilan !iliter. G.PROSES PENYELESAIAN PERKARA PERADILAN MILITER 4da 0 tahap < dalam proses penyelesaian perkara di peradilan militer 1. Tahap penyidikan 2. Tahap penuntutan 3. Tahap pemeriksaan di persidangan 4. Tahap pelaksanaan putusan 1.Tahap penyidikan. " suatu penyelidikan dan penyidikan dimulai dari adanya laporan polisi. a. 5aporan polisi kepada polisi militer memuat 1) 2) %) 0) b. 1) Keterangan yang jelas tentang 7aktu dan tempat kejadian. Uraian kejadian. 4kibat kejadian (misal < mati( luka"luka( kekerasan atau kehilangan barang). Nama( umur( pekerjaan serta alamat tersangka dan para saksi. Kejadian yang dilaporkan harus merupakan suatu tindak pidana.

/yarat laporan polisi

2) %) #. d. e. .. g.

Gakta perbuatan tersangka harus memenuhi unsur"unsur tindak pidana sebagaimana diatur dan dian#am dengan pidana dalam perundang"undang pidana. Tersangka adalah seorang atau lebih yang pada 7aktu melakukan tindak pidana adalah anggota tni atau yang disamakan.

*alam hal tindak pidana yang dilaporkan merupakan delik aduan maka disamping laporan polisi harus dibuat juga pengaduan dari pihak yang dirugikan. Pemanggilan kepada tersangka dan saksi. Pemeriksaan tersangka dan saksi. Penangkapan dan penahanan< Pelaksanaan penyidikan

2. Tahap penuntutan Pelimpahan perkara kepada oditur < " /etelah penyidik dalam hal ini polisi militer selesai melakukan penyidikan terhadap tersangka selanjutnya menyerahkan berkas perkara kepada oditur militer dan tindakan oditur setelah menerima berkas adalah< a. !eneliti persyaratan materiil ? .ormil. b. )ila hasilnya belum lengkap meminta kepada penyidik agar melengkapi. #. :ditur dapat melengkapi sendiri atau mengembalikan berkas kepada penyidik dengan petunjuk. d. )erkas perkara desersi yang tersangkanya tidak diketemukan( berita a#ara pemeriksaan tersangka tidak merupakan syarat kelengkapan berkas. e. /etelah meneliti berkas oditur membuat dan menyampaikan pendapat hukum kepada papera dengan permintaan agar perkara diserahkan ke pengadilan( di disiplinkan atau ditutup. %. Tahap pemeriksaan di persidangan a. )erkas perkara yang diterima pengadilan militer dari oditur militer di #atat oleh kataud dalam agenda surat masuk( selanjutnya berkas perkara digabungkan dengan surat"surat lain yang terkait dengan perkara tersebut. b. Kepala pengadilan kemudian menyerahkan berkas perkara kepaa katera melalui kataud untuk di#atat dalam register perkara dan kepala pengadilan militer meneliti apa berkas tersebut sudah memenuhi syarat .ormil maupun materiil. #. *alam hal kepala pengadilan militer berpendapat bah7a pengadilan yang dipimpinnya tidak ber7enang memeriksa perkara tersebut karena terdak7a berubah pangkat dari per7ira pertama ke per7ira menengah maka berkas harus segera di kembalikan ke oditur militer dengan penetapan untuk dilimpahkan ke pengadilan yang lebih ber7enang. d. *alam hal terdak7a telah berpindah tugas ketempat lain diluar daerah hukum suatu pengadilan maka berkas perkara segera dikembalikan ke oditur militer dengan penetapatn dari kepala pengadilan untuk dilimpahkan ke pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat tugas terdak7a (sesuai pasal 1>b undang"undang nomor %1 tahun 1&&').

e. *alam hal kepala pengadilan berpendapat bah7a perkara tersebut termasuk dalam ke7enangan pengadilan yang dipimpinnya maka ia segera menunjuk hakim yang menyidangkan perkara tersebut dan panitera membuar ren#ana sidang untuk di serahkan kepada oditur militer dengan perintah supaya oditur memanggil terdak7a dan para saksi untuk hadir dipersidangan. .. Pada saat pemeriksaan di persidangan pada dasarnya tata #aranya sama dengan pemeriksaan di pengadilan hukum. g. Penasihat hukum 1) -una kepentingan pembelaan( terdak7a berhak mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum untuk mendampinginya dalam persidangan. 2) Pemberian dan bantuan dan nasihat hukum kepada anggota Ini diatur dalam surat keputusan panglima tni tentang petunjuk pelaksanaan. %) *alam hal terdak7a didak7a melakukan tindak pidana yang dian#am dengan< a) Pidana matiH b) Pidana penjara lima belas tahun atau lebihH #) Pidana penjara lima tahun atau lebih sedangkan terdak7a tidak mampu mengusahakan penasihat hukum sendiriHmaka hakim ketua 7ajib mengusahakan penasihat hukum bagi terdak7a malalui papera yang bersangkutan atas biaya negara untuk mendampingi terdak7a di sidang( ke#uali apabila terdak7a sanggup mengusahakan sendiri penasihat hukum. 0) Penunjukan penasihat hukum ditetapkan dalam suatu penetapan oleh hakim ketua yang bersangkutan 0. Tahap pelaksanaan putusan. " /esuai ketentuan undang"undang bah7a yang melaksanakan putusan hakim adalah oditur militer( putusan hakim bisa memuat pidana pokok dan pidana tambahan dipe#at dari dinas militer atau hanya pidana penjara saja. " *alam hal terdak7a dijatuhi pidana pokok pejara dan pidana tambahan (dipe#at dari dinas militer) dan terdak7a menerima putusan tersebut maka pidana tersebut dijalani di lp umum( tetapi apabila terdak7a atau oditur masih upaya hukum terhadap putusan tersebut maka terdak7a ditahan sambil menunggu putusan banding( hal ini dilakukan karena dikha7atirkan terdak7a melarikan diri( menghilangkan barang bukti( merusak barang bukti atau mengulangi melakukan tindak pidana. Penyelesaian perkara disersi dan delik aduan di peradilan militer 1.Perkara desersi " /esuai ketentuan pasal 10% undang"undang nomor %1 tahun 1&&' perkara desersi bisa di sidangkan tanpa hadir=ya terdak7a (in absentia) dengan ketentuan setelah dilimpahkan ke pengadilan militer selama 3 bulan dan diren#anakan sidang sebanyak 0 kali< Tujuan < untuk kepastian hukum bagi terdak7a yang masih melarikan diri dan menertibkan administrasi personil yang bersangkutan.(ada hukuman tambahan di pe#at dari dinas militer. 2.*elik aduan

" :ditur militer dapat menuntut terdak7a yang melakukan tindak pidana aduan (delik aduan) apabila ada pengaduan dari yang berhak mengadu sesuai ketentuan pasal '0 ayat 11 kuhp. " /esuai hukum a#ara pidana terhadap delik aduan( sebelum pemeriksaan sidang dimulai pihak yang berhak mengadu boleh men#abut pengaduannya. " *alam hal pengaduan di#abut maka syarat penuntutan tidak ada dan erdak7a tidak bisa dituntut di persidangan oleh odiitur militer karena perbuatan terdak7a tidak layak dilakukan oleh anggota tni (melanggar kehidupan disiplin milite)r maka perkara tersebut oleh oditur diserahkan kepada papera (per7ira penyerah perkara) untuk diselesaikan melalui hukum disiplin prajurit sesuai undang"undang nomor 23 tahun 1&&' tentang hukum disiplin prajurit. " /esuai ketentuan pasal $ undang"undang nomor 23 tahun 1&&' tentang hukum disiplin ada % yaitu< 1.Teguran 2.Penahanan ringan paling lama 10 hari %.Penahanan berat paling lama 21 hari H. G"#$%$& T$%$ U'$($ M)*)%+, " *iatur dalam pasal 2$3 sampai dengan %2$ undang"undang nomor %1 tahun 1&&' 1. /esuai ketentuan pasal 23$ undang"undang nomor %1 tahun 1&&' maka< " orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya di rugikan oleh suatu keputusan tata usaha angkatan bersenjata dapat mengajukan gugatan tertulis kepada pengadilan militer tinggi yang ber7enang yang daerah hukumnya meliputi tempat kedudukan tergugut yang berisi tuntutan supaya keputusan tata usaha angkatan bersenjata tersebut dinyatakan batal atau tidak sah( dengan atau tanpa disertai tuntutan ganti rugi dan ? atau rehabilitasi. 2. /emua produk yudikati. tidak dapat digugat tata usaha militer. 3. Tenggang 7aktu gugatan &> hari terhitung sejak saat diterimanya? diumumkannya keputusan badan ? pejabat tata usaha angkatan bersenjata. 4. *alam hal penggugat mengadakan upaya hukum banding maka permohonannya diajukan ke pengadilan militer utama( untuk kasasi diajukan ke mahkamah agung