Anda di halaman 1dari 4

Komentar Artikel 2 Koperasi Indonesia Semakin Dewasa Hadapi Pasar Global: Peluang koperasi untuk tetap berperan dalam

perekonomian nasional dan internasional terbuka lebar asal koperasi dapat berbenah diri menjadi salah satu pelaku ekonomi (badan usaha) yang kompetitif dibandingkan pelaku ekonomi lainnya. Tantangan untuk pengembangan masa depan memang relative berat, karena kalau tidak dilakukan pemberdayaan dalam koperasi dapat tergusur dalam persaingan yang makin menggelobal. Kalau kita lihat ciri-ciri globalisasi dimana pergerakan barang, modal dan uang demikian bebas dan perlakuan terhadap pelaku ekonomi sendiri dan asing (luar negeri) sama, maka tidak ada alasan bagi suatu negara untuk memanjakan para pelaku ekonoi (termasuk koperasi) yang tidak efisien dan kompetitif. Koperasi ini melibatkan banyak tenaga kerja dan bergerak di berbagai bidang usaha yang menyentuh lapisan terbanyak rakyat kita. Koperasi dan sektor informal, usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah dapat terus bergerak, menghidupi sebagian besar rakyat di negeri kita. Memang benar perkembangan ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh sektor koperasi di Indonesia. Banyak rakyat Indonesia yang meminjam modal untuk usahanya dari koperasi. Maka dari itu sektor koperasi Indonesia harus lebih dikembangkan lagi.

Komentar Artikel 3 Indonesia-Korsel Kerja sama Pengembangan UKM: Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong, memajukan, dan memberikan kontribusi bagi pembentukan hubungan saling menguntungkan dalam pengembangan koperasi dan UKM antara RI-Korsel. Diharapkan juga kerjasama ini dapat memfasilitasi proyek-proyek bersama di bidang pengembangan industri hijau antara kedua negara untuk mengidentifikasi dan mengembangkan industri yang berwawasan lingkungan hijau. Karena korsel memiliki green-technoloy yang siap dikembangkan dan Indonesia memiliki aset sumber daya alam yang sangat besar sehingga Indonesia bisa menjadi negara yang mengembangkan teknologi hijau yang ramah lingkungan untuk merespon isu perubahan iklim dunia.

Komentar Artikel 4 BJ Habibie: Bisnis Indonesia UKM, Bukan Pasar Modal: Di tengah dinamika ekonomi Indonesia yang sedang mengalami penurunan, sektor UKM (Usaha Kecil dan Menengah) daerah diharapkan kembali dapat menjadi andalan penopang perekonomian nasional. UKM mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan eknomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di Negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut. Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Kebijakan pemerintah kedepan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM. Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya. Pengembangan UKM kedepan, perlu menggabungkan keunggulan lokal (lingkungan internal) dan peluang pasar global, yang disinergikan dengan era otonomi daerah dan pasar bebas.Perlu berpikir dalam skala global dan bertindak lokal (think globaly and act locally) dalam mengambil kebijakan yang terkait dengan pengembangan UKM.

Komentar Artikel 5 Pengembangan Produk UKM Sesuai Rencana Aksi Asean 2015: Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait Asean 2015 tidak boleh mengesampingkan peningkatan daya saing para pengusaha nasional, terutama dengan memajukan sektor UKM. Untuk itu harus berkonsentrasi untuk meningkatkan kesiapan UKM dalam menghadapi Asean 2015. Pemberlakuan Asean 2015 justru akan memberi banyak peluang usaha baru. Adanya Asean 2015 maka semakin banyak orang asing yang datang ke Indonesia terkait pengembangan usaha. Dengan terjadinya pasar bebas Asean, kita perlu mempersiapkan diri, perlu meningkatkan daya saing dan kualitas produksi . Pemerintah melaksanakan pendidikan dan pelatihan standar kompetensi kerja nasional Indonesia untuk pelaku usaha kecil menengah pelaku ekspor untuk menghadapi diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015. Indonesia akan dijadikan sebagai pasar paling potensial. Menurutnya agar Indonesia bisa bersaing, maka, kuncinya adalah peningkatan kualitas sektor jasa dan tentunya kualitas produk. Tantangan bagi UKM adalah persaingan makin tajam termasuk dalam memperoleh Sumber Daya Manusia, meningkatkan standar, desain dan kualitas produk agar sesuai ketentuan ASEAN misal ISO26000 untuk green product serta menjaga dan meningkatkan daya saing UKM sebagai industri kreatif dan inovatif.