Anda di halaman 1dari 9

Anggi Ridho Safaat

1. Travellers cheque yaitu cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian. Delapan Traveller chek yang disetujui IMF bank yang boleh beredar di Indonesia: a. Traveller chek Bank Travelex, Traveller chek Bank Barclays b. Traveller chek American express, Traveller chek CitiBank c. Traveller chek Bank Sumitomo Bank Mitsubishi Bank Tokyo, Bank Fuji d. Visa travelers cheques e. Traveller chek valas f. Cek perjalanan Bank Mandiri untuk valuta asing adalah Traveller chek American Express Travel Related Services Co, Inc. (Valuta USD, GBP, DEM, CHF, CAD, FFR, NLG, JPY). g. Cek Perjalanan BII: Traveller chek American Express Travel Related Services Co Inc bilangannya US$ 20 hingga US$500. h. Cek perjalanan BNI: Traveller chek Citibank (Citicorp) dan Thomas Cook. 2. Keunggulan Traveller cheque (TC): a. b. c. Diterbitkan oleh bank-bank terkemuka di dunia Bank Devisa selaku Selling Agent danatau Paying Agent Dalam mata uang yang kuat (hard Currency) seperti : US Dollar, Poundsterling, Yen, Euro d. e. f. g. h. i. j. Membayar biaya penginapan, restoran, belanja, tiket pesawat Dapat ditukar dengan uang tunai, disimpan dalam rekening giro, dapat diwariskan. Memberikan kemudahan berbelanja Mengurangi resiko kehilangan uang Memberikan rasa percaya diri Masa berlakunya tidak terbatas Lebih aman daripada uang tunai , karena pada saat pencairan , pemilik TC harus melakukan tanda tangan di depan counter kembali dan harus sama seperti tanda tangan yang pertama pada saat pembelian TC tersebut dan dapat diberikan refund (penggantian ) kepada pemilik kalau terjadi kehilangan atau rusak 1

Keunggulan Travellers Cheque Valas 1. Tersedia di Cabang Devisa 2. Pembayaran dananya dijamin oleh Issuer 3. Tersedia dalam berbagai valuta dan nominal 4. Dijual seharga nilai nominal (Face Value) 5. Tidak ada batas kadaluwarsa 6. Tersedia untuk nasabah pemegang rekening dan bukan pemegang rekening 7. Dijual blanko atau bukan blanko

3. Liquiditas dan kewajibannya Pengertian likuiditas bank adalah kemampuan bank untuk memenuhi kewajibannya, terutama kewajiban dana jangka pendek. Dari sudut aktiva, likuiditas adalah kemampuan untuk mengubah seluruh aset menjadi bentuk tunai (cash), sedangkan dari sudut pasiva, likuiditas adalah kemampuan bank memenuhi kebutuhan dana melalui peningkatan portofolio liabilitas. Pengelolaan likuiditas bank juga merupakan bagian dari pengelolaan leabilitas (liability management). Melalui pengelolaan likuiditas yang baik, bank dapat memberikan keyakinan pada para penyimpan dana bahwa mereka dapat mengambil dananya sewaktu-waktu atau pada saat jatuh tempo. Oleh karena itu bank harus mempertahankan sejumlah alat likuid guna memastikan bahwa bank sewaktu-waktu dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dalam likuiditas terdapat dua resiko yaitu resiko ketika kelebihan dana dimana dana yang ada dalam bank banyak yang idle, hal ini akan menimbulkan pengorbanan tingkat bunga yang tinggi. Kedua resiko ketika kekurangan dana, akibatnya dana yang tersedia untuk mencukupi kebutuhan kewajiban jangka pendek tidak ada. Dan juga akan mendapat pinalti dari bank sentral. Kedua keadaan ini tidak diharapkan oleh bank karena akan mengganggu kinerja keuangan dan kepercayaan masyarkat terhadap bank tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa ketika bank mengharapkan keuntungan yang maksimal akan beresikopada tingkat likuiditas yang rendah atau ketika likuiditas tinggi berarti tingkat keuntungan tidak maksimal.disini tearjadi konflik kepentingan antara mempertahankan likuiditas yang tinggi dan mencari keuntungan yang tinggi. Pengeleloan likuiditas sangat penting bagi bank terutama untuk mengatasi resiko likuiditas yang disebabkan oleh dua hal diatas. Untuk menjaga agar resiko likuiditas ini tidak terjadi kebijakan 2

manajemen likuiditas yang dapat dilakukan antara lain dengan menjaga asset jangka pendek, seperti kas. Likuiditas adalah berhubungan dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi. Jumlah alat-alat pembayaran (alat likuid) yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat merupakan kekuatan membayar dari perusahaan yang bersangkutan. Suatu perusahaan yang mempunyai kekuatan membayar belum tentu dapat memenuhi segala kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi atau dengan kata lain perusahaan tersebut belum tentu memiliki kemampuan membayar. Kemampuan membayar baru terdapat pada perusahaan apabila kekuatan membayar-nya adalah demikian besarnya sehingga dapat memenuhi semua kewajiban finansiilnya yang segera harus dipenuhi. Dengan demikian maka kemampuan membayar itu dapat diketahui setelah membandingkan kekuatan membayar-nya di satu pihak dengan kewajiban-kewajiban finansiilnya yang segera harus dipenuhi di lain pihak. Suatu perusahaan yang mempunyai kekuatan membayar sedemikian besarnya sehingga mampu memenuhi segala kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi, dikatakan bahwa perusahaan tersebut adalah likuid, dan sebaliknya yang tidak mempunyai kemampuan membayar adalah illikuid. Untuk menilai likuiditas perusahaan terdapat beberapa rasio yang dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisa dan menilai posisi likuiditas perusahaan, yaitu: Current Ratio. Current Ratio biasanya digunakan sebagai alat untuk mengukur keadaan likuiditas suatu perusahaan, dan juga merupakan petunjuk untuk dapat megetahui dan menduga sampai dimanakah kiranya kita, apabila memberikan kredit berjangka pendek kepada seorang nasabah, dapat merasa aman atau tidak. Dasar perbandingan tersebut dipergunakan sebagai alat petunjuk, apakah perusahaan yang mandapat kredit itu kira-kira akan mampu ataupun tidak untuk memenuhi kewajibannya untuk melakukan pembayaran kembali atau pada pelunasan pada tanggal yang sudah ditentukan. Dasar perbandingan itu menunjukan apakah jumlah aktiva lancar itu cukup melampaui besarnya kewajiban lancar, sehingga dapatlah kiranya diperkirakan bahwa, sekiranya pada suatu ketika dilakukan likuiditas dari aktiva lancar dan ternyata hasilnya dibawah nilai dari yang tercantum di neraca, namun masih tetap akan terdapat cukup kas ataupun yang dapat dikonversikan menjadi uang kas di dalam waktu singkat, sehingga dapat memenuhi kewajibannya.

4. Akuisisi: Akuisisi adalah sebuah kata yang berasal dari bahasa inggris yaitu Acquisition. Adapun pengertian akuisisi yaitu mengambil alih kemilikan pihak lain. Pasal 1 ayat 11, undangundang no 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas mendefinisikan pengambil alihan yaitu perbuatan hokum yang dilakukan oleh badan hokum atau orang perseorangan untuk mengambil alih saham perseroan yang mengakibatkan beralihnya pengenadlian atas perseroan tersebut. Akuisisi adalah pengambil-alihan (takeover) sebuah perusahaan dengan membeli saham atau aset perusahaan tersebut, perusahaan yang dibeli tetap ada. Akuisisi adalah pengambilalihan atau pembelian perusahaan. Akuisisi dapat dibedakan menjadi dua, akuisisi saham dan akuisisi aset. Akuisisi saham diawali dengan tender offer oleh perusahaan yang akan membeli kepada para pemegang saham perusahaan yang akan menjadi target. Di Indonesia peraturan hukum menentukan seorang memegang saham untuk melapotrkan kegiatannya kepada Bapepam setelah ia menguasai 5% saham suatu perusahaan. Apabila memiliki sampai 20%, maka ia wajib melakukan tender offer apabila untuk mendapatkan hak kontrol atas perusahaan. Jika pemilikan mencapai 25%, ia wajib tender offer walaupun tidak punya niat mendapatkan hak kontrol. Akuisisi Asset adalah mengambil alih perusahaan lain dengan membekukan sebagian aset perusahaan tersebut. Perusahaan yang dibeli secara hukum tetap berdiri. Perusahaan yang dibeli secara hukum tetap berdiri. Akuisisi dapat dikategorikan menjadi: a) Akuisisi horisontal, b) akuisisi vertikal, dan c) akuisisi konglomerat. Divestasi: Divestasi, adalah proses pelepasan suatu unit usaha atau aset perusahaan. Divestasi dapat berupa voluntary divestiture dan involuntary divestiture. voluntary divestiture dilakukan oleh perusahaan dengan alasan-alasan ekonomis, sedangkan involuntary divestiture dilakukan karena pelanggaran hukum. Motif divestasi antara lain: efficiency gain, information effect, welath transfer, alasan perpajakan, dan kebutuhan akan kas. Bentuk-bentuk divestasi: Sell-off, yaitu divestasi yang melibatkan seluruh perusahaan atau beberapa unit bisnis, divisi atau lini produk. Spin-off, yaitu divestasi yang menjual unit bisnis tidak untuk kas, tetapi biasanya saham diterbitkan untuk pemegang saham perusahaan induk perusahaan. 4

Equity carveout, adalah bentuk divestasi yang serupa dengan kedua macam divestasi tersebut, tetapi perbedaannya saham dari unit bisnis yang akan didevestasi di jual ke publik melalui bursa. Merger: Merger berasal dari bahasa latin yaitu Merger,yang mempunyai arti bergabung bersama,menyatu,berkombinasi,yang menyebabkan hilangnya perusahaan yang digabungkan. Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang perseroan Terbatas, ayat 1 menyatakan bahwa Penggabungan (penuli sebut:Merger) adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang telah ada mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih karena hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan dan selanjutnya status badan hukum Perseroan yang menggabungkan diri berakhir karena hukum. Merger adalah penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana perusahaan yang memerger mengambil/membeli semua assets dan liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang bsru. Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi . Merger adalah penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti operasi. Hasil akhir proses merger adalah sebuah entitas yang lebih besar. Konsolidasi: Konsolidasi pada prinsipnya sama dengan merger, tetapi pada konsolidasi sebuah perusahaan baru tercipta. Dalam hal ini baik nama perusahaan dibeli maupun nama perusahaan pembeli akan hilang dan digantikan oleh sebuah perusahaan baru

5. Distribusi Keuangan Internasional:

World Bank World bank merupakan sebuah lembaga keuangan dunia yang berdiri pada tahun 1944. Secara historis, World Bank dibuat dalam rangka merestrukturisasi kondisi keuangan Eropa yang hancur setelah terjadinya perang dunia kedua (World War II). Hingga saat ini ada 188 anggota yang turut berpartisipasi dalam lembaga keuangan world bank. Di Indonesia terdapat satu cabang kantor World Bank yang bertujuan di samping sebagai kantor perwakilan (cabang) juga berperan dalam mempermudah koordinasi dengan parapihak yang berkepentingan dengan visi dan misi serta program-program yang digulirkan oleh World bank. World Bank dimiliki oleh berbagai Negara melalui mekanisme investasi saham. Saat ini pemilik terbesar saham World Bank adalah Amerika sebesar 16 %. Sementara Indonesia hanya memiliki sekitar 0,15 % saham di world bank. secara hirarki, susunan kepemilikan World Bank adalah: Countries (Negara-negara yang pemilik saham)board governers (biasanya menteri keuangan sebuah Negara yang terpilih) board of executive directorspresidentBank Group. Ada dua pola pemberian bantuan World Bank kepada Negara berkembang diantaranya: 1. Grant (trust fund) 2. Non-grant Perbedaannya apabila system Grant (trust fund) tidak mengharuskan pemerintah (sebagai peminjam) untuk mengembalikan pokok pinjaman, maka pola non-grant mengharuskan pemerintah untuk mengembalikan pokok pinjaman. Merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang menyediakan pinjaman kepada negara berkembang untuk program pemberian modal. Tujuan resmi Bank Dunia adalah pengurangan kemiskinan. Menurut Articles Of Agreement Bank Dunia seluruh keputusan harus diarahkan oleh sebuah komitmen untuk mempromosikan investasi luar negri, perdagangan internasional, dan memfasilitasi investasi modal. Bank Dunia berbeda dengan group bank dunia (world Bank Group) dimana bank dunia hanya terdiri dari dua lembaga yaitu Bank internasional untuk rekonstruksi dan pembangunan, sedangkan asosiasi pembangunan nasional. Sementara Group Bank Dunia mencakup dua lembaga tersebut

ditambah lagi 3, yaitu Internasional Finance corporation, Multiteral Investment Guarantee Agency (MIGA) dan Internasional Century For Settlement Of Investment Disputes (ICSID). Fungsi utama Bank Dunia adalah memberikan pinjaman untuk proyek-proyek produktif dari rehabilitasi demi pertumbuhan ekonomi dinegara-negara sedang berkembang menjadi anggotanya. Bank Dunia memiliki dua keanggotaan dalam menjalankan perannya, yaitu: IFC(International Finance Corporation) dan IDA(International Development Association). Keanggotaan Bank Dunia merupakan persyaratan keanggotaan IFC dan keanggotaan Bank keanggotaan IDA. IFC didirikan pada tahun 1956 sebagai badan afilasi Bank Dunia dan mulai beroperasi pada tahun 1957. Tujuan pembentukan lembaga ini adalah: 1. Mengadakan kerja sama dengan investor swasta. 2. Membantu mebiayai perusahaan swasta (tanpa jaminan pemerintah) untuk menunjang pembangunan. 3. Menghimpun kesempatan investasi bagi modal swasta(asin dan dalam negeri) dan menyediakan manajemen yang berpengalaman. 4. Mengendalikan dan meningkatkan arus modal swasta ke investasi yang produktif di Negara berkembang.

Asian Devekopment Bank (ADB) Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga resiko dari para investor beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Bank Pembangunan Asia (ADB) adalah bank pembangunan daerah yang didirikan pada tahun 1966 untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara Asia dan Pasifik melalui pinjaman dan bantuan teknis. Visi ADB merupakan wilayah yang bebas dari kemiskinan. Misinya adalah untuk membantu negara-negara anggota berkembang

mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas kehidupan warganya. ADB bertujuan untuk: Membantu negara negara asia khususnya dalam mengkoordinasikan kebijakan dan rencana pembangunannya dengan tujuan antara lain : menyehatkan perekonomian dan meningkatkan ekspansi perdagangan luar negri. Memanfaatkan sumber daya yang sedia dengan prioritas untuk membangun negara negara asia khususnya yang masih terbelakang. Memberikan bantuan teknis untuk menyiapkan, membiayai dan melaksanakan berbagao program / proyek pembangunan termasuk memformulasikannya usulan proyek. Melaksanakan berbagai kegiatan jasa sesuai tujuan Asian Development Bank

Islamic Development Bank (IDB) Fungsi IDB adalah memberikan pinjaman untuk proyek proyek produktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Selain itu, IDB juga mendirikan dan mengoperasikan dana khusus untuk tujuan tertentu seperti dana bantuan untuk masyarakat muslim dinegara negara non-anggota IDB dan berwenang untuk menerima dana dan memobilisasi dana tersebut berdasarkan sumber daya keuangan syariah yang kompatibel. Hal ini juga dituntut dengan tanggung jawab untuk membantu dalam promosi perdagangan luar negri terutama dalam barang barang modal diantara negara anggota yakni memberikan bantuan teknis kepada negara negara anggota dan memperluas fasilitas pelatihan untuk personil yang terlibat dalam kegiatan pembangunan di negara- negara muslim untuk menyesuaikan diri dengan syariah. Bertujuan untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial negara negara anggota dan masyarakat muslim baik secara perorangan maupun bersama sama sesuai dengan prinsip prinsip syariah yaitu hukum islam. Prinsip operasional: IDB menjadi khalifah (pelopor) pembangunan berdasarkan landasan islam; IDB proaktif; IDB selalu menjaga hubungan dan berusaha meningkatkan kerjasama; IDB menjadikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat sebagai target sebelum menyusunnya menjadi program dan IDB

berkonsultan dengan intens kepada setiap stakeholders dalam setiap program yang diajukan

International Monetary Fund (IMF)

IMF adalah organisasi internasional yang bertanggung jawab didalam mengatue sistem finansial global dan menyediakan pinjaman kepada negara anggotanya untuk membantu masalah masalah keseimbangan neraca keuangan masing masing negara. Salah satu misinya adalah membantu negara negara yang mengalami kesulitan ekonomi yang serius, dan sebagai imbalannya negara tersebut diwajibkan melakukan kebijakan kebijakan tertentu, misalnya privatisasi Badan Usaha Milik Negara. Sesuai dengan ketentuan ang ada, alat pembayaran transaksi pembayaran antar Negara angota dengan IMF harus dinilai dalam Special Drawing Right(SDR). Disamping itu, SDR dapat berfungsi sebagai komponen cadangan devisa yang secara berkala dialokasikan kepada Negara-negara anggota. Dana Moneter Internasional (IMF) adalah sebuah organisasi internasional yang mengawasi sistem keuangan global dengan mengikuti kebijakan makroekonomi dari negara-negara anggota, terutama mereka yang memiliki dampak terhadap nilai tukar dan neraca pembayaran.Ini adalah suatu organisasi yang dibentuk dengan tujuan yang dinyatakan menstabilkan nilai tukar internasional dan memfasilitasi pembangunan ini juga menawarkan sangat leveraged pinjaman, terutama kepada negara-negara miskin.