Anda di halaman 1dari 3

Heart Rate Peristiwa yang terjadi pada jantung berawal dari permulaan sebuah denyut jantung sampai permulaan

denyut jantung berikutnya disebut siklus jantung. Setiap siklus diawali oleh pembentukan potensial aksi yang spontan di dalam nodus sinus. Nodus sinus terletak pada dinding lateral superior atrium kanan dekat tempat masuk vena kava superior, dan potensial aksi menjalar dari sini dengan kecepatan tinggi.melalui kedua atrium dan kemudian melalui berkas A-V ke ventrikel. Karena terdapat pengaturan khusus dalam sistem konduksi dari atrium menuju ventrikel, ditemukan keterlambatan selama lebih dari 0,1 detik ketika impuls jantung dihantarkan dari atrium ke ventrikel. Keadaan ini menyebabkan atrium akan berkontraksi mendahului kontraksi ventrikel, sehingga akan memompakan darah ke dalam ventrikel sebelum terjadi kontraksi ventrikel yang kuat. Jadi, atrium itu bekerja sebagai pompa pendahulu bagi ventrikel, dan ventrikel selanjutnya. akan menyediakan sumber kekuatan utama untuk memompakan darah ke sistem pembuluh darah tubuh. Siklus jantung terdiri atas satu periode relaksasi yang disebut diastolik, yaitu periode pengisian jantung dengan darah., yang diikuti oleh satu periode kontraksi yang disebut sistolik. Pada keadaan normal, darah mengalir secara terus menerus dari vena-vena besar menuju ke atrium; kira-kira 80 % dari darah tersebut akan mengalir langsung melewati atrium dan masuk ke dalam ventrikel bahkan sebelum atrium berkontraksi. Selanjutnya, kontraksi atrium biasanya menyebabkan tambahan pengisiian ventrikel sebesar 20%. Oleh karena itu, atrium dikatakan berfungsi sebagai pompa primer yang meningkatkan efektifitas pompa ventrikel sebanyak 20%. Namun, jantung bahkan dapat rerus bekerja pada keadaan tanpa keadaan efektifitas sebesar 20% tersebut, karena secara normal jantung sudah mempunyai kemampuan untuk memompakan darah 300-400 % lebih banyak daripada yang sebesarnya dibutuhkan oleh tubuh yang istirahat. Oleh karena itu, bila atrium gagal berfungsi, perbedaan ini tidak terlalu diperhatikan kecuali kalau orang tersebut mengerahkan tenaga dan kemudian timbul gejala-gejala gagal jantung terutama sesak napas. Selama fase sistolik ventrkel, sejumlah besar darah berkumpul dalam atrium kiri dan kanan karena katup A-V tertutup. Oleh karena itu, segera sesudah sistolik selesai dan tekanan ventrikel turun lagi sampai ke nilai diastoliknya yang rendah, tekanan yang cukup tinggi, yang telah terbentuk di dalam atrium selama fase sistemik ventrikel, segera mendorong katup A-V agar terbuka sehingga darah dapat mengalir dengan cepat ke dalam ventrikel. Keadaan ini disebut sebagai periode pengisian cepat pada ventrikel.

Periode pengisiian cepat berlangsung kira-kira pada sepertiga pertama dari diastolik. Selama sepertiga kedua dari diastolik, biasanya hanya ada sedikit darah yang mengalir ke dalam ventrikel; darah ini adalah darah yang terus mengalir masuk ke dalam atrium dari vena-vena, dan dari atrium langsung masuk ke ventrikel. Selama periode sepertiga terakhir dari diastolik, atrium berkontraksi dan memberikan dorongan tambahan terhadap aliran darah yang masuk ke dalam ventrikel; dan hal ini kira-kira 20% dari pengisiian ventrikel pada setiap siklus jantung. Sesudah ventrikel mulai berkontraksi, tekanan ventrikel meningkat dengan tibatiba sehingga menyebabkan katup A-V menutup. Selanjutnya dibutuhkan tambahan waktu sebanyak 0.02-0.03 detikbagi ventrikel agar dapat tekanan yang cukup untuk mendoronga katup semilunaris agar terbuka melawan tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Oleh karena out, selama periode ini , akan terjadi kontraksi di dalam ventrikel, namun belum ada pengosongan. Periode ini disebut sebagai periode kontraksi isometrik atau isovolemik yang berarti ada kenaikan tagangan di dalam otot namun tidak ada adau sedikit pemendekan otot-otot serabut . Bila tekanan ventrikel kiri meningkat sedikit diatas 80mmHg, maka tekanan ventrikel ini akan mendorong katup semilunaris supaya menutup. Segera setelah itu, darah mulai mengalir keluar dari ventrikel sekitar 70% dari proses pengosongan darah terjadi selama sepertiga pertama dari periode injeksi dan 30% sisa pengosongan terjadi selama dua pertiga berikutnya. Oleh karena itu, waktu sepertiga pertama disebut sebagai periode injeksi cepat dan waktu duapertiga terakhir disebut periode injeksi lambat. Pada akhir sistolik, relaksasi ventrikel telah terjadi secara tiba-tiba, sehingga baik tekanan intraventrikel kiri maupun kanan menurun dengan cepat. Peninggian tekanan di dalam arteri besar yang berdilatasi, yang baru saja diisi dengan darah yang berasal dari ventrikel yang berkontraksi segera mendorong darah kembali ke ventrikel sehingga aliran darah ini akan menutup katup aorta dan katup pulmonalis dengan keras. Selama 0,030,06 detik berikutnya, otot ventrikel terus berelaksasi, meskipun volume ventrikel tidak berubah, sehingga meningkatkan relaksasi isometrik. Selama periode ini tekanan intraventrikel menurun dengan cepat sekali ke tekanan diastoliknya yang rendah. Selajutnya katup A-V akan terbuka untuk memulai siklus pemompaan ventrikel yang baru. Selama vase diastolik, pengisiian ventrikel yang normal akan meningkatkan volume setiap ventrikel sampai kira-kira 110-120ml. Volume ini disebut volume diastolik akhir. Selanjutnya, sewaktu ventrikel mengosongkan isinya selama fase sistolik, volume ventrrikel akan menurun sampai kira-kira 70ml, yang disebut curah isi sekuncup. Volume yang masih tertinggal pada setiap ventrikel, yakni kira-kira 40-50ml, disebut sebagai

volume sistolik akhir. Bagian darivolume diastolik akhir yang disemprotkan keluar disebut bagian ejeksi biasanya sama dengan kira-kira 60%. Bila jantung berkontraksi dengan kuat, volume sistolik akhir dapat berkurang hingga mencapai 10-20ml. Sebaliknya, bila sejumlah besar darah mengalir masuk ke dalam ventrikel selama fase diastolik, volume diastolik akhir ventrikel dapat menjadi 150-180ml pada jantung yang sehat. Dengan menaikkan volume diastolik akhir dan menurunkan volume sistolik akhir, curah isi sekuncup dapat ditingkatkan sampai 2 kali volume normal.