Anda di halaman 1dari 3

Globalisasi adalah keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi,

perjalanan, budaya populer, dan bentuk-

bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit. Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas

geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi yang sedang terjadi didunia ini, membawa dampak posif dan juga negative. Salah satu dampak negativenya yaitu penyebaran nilai-nilai politik Barat dalam bentuk unjuk rasa, demonstrasi semakin berani dan anarkis. Penyebaran nilai-nilai politik barat baik secara langsung atau tidak langsung dalam bentuk unjuk rasa, demonstrasi yang semakin berani dan terkadang mengabaikan kepentingan umum dengan cara membuat kerusuhan dan anarkis. Semakin lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan semangat kekeluargaan, masyarakat mufakat dan gotong royong.

Semakin menguatnya nilai-nilai politik berdasarkan semangat individual, kelompok, oposisi, diktator mayoritas atau tirani minoritas. Di Indonesia sendiri, dampak negative dari globalisasi tersebut sudah mulai merajalela. Akhirakhir ini sering terjadi unjuk rasa, yang berujung anarkis dan bisa menelan banyak korban. Unjuk rasa atau demonstrasi atau demo pada saat sekarang ini adalah sebuah hal yang lumrah. Hampir setiap hari selalu ada peristiwa tersebut. Tidak ada satu wilayahpun di Republik ini yang

terbebas dari unjuk rasa atau demonstrasi atau demo. Namun sayang, aktifitas menyampaikan aspirasi tersebut trend-nya adalah dilakukan dengan cara-cara kekerasan, merusak, dan menakutkan (premanisme) fenomena unjuk rasa anarkhis ini tidak hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak terdidik. Mahasiswa yang notabene adalah kaum terdidik, dalam melakukan unjuk rasa atau demonstrasi atau demo lebih memilih menggunakan cara sebagaimana yang tersebut di atas. Mereka mengganggu ketertiban umum, merusak fasilitas umum, menakutkan, mengintimidasi dan sebagainya. Elemen masyarakat yang lain, yang juga kaum terididik tidak jauh berbeda dalam melakukan aksi unjuk rasa. Contoh unjuk rasa yang berani dan anarkis ada banyak, beberapa diantaranya : 1. Unjuk rasa LPI/FPI sejabodetabek dan Karawang di depan kantor Kemendagri pada 12 Januari 2012 dengan tuntutan menolak pencabutan Perda Miras oleh Mendagri. Saat itu massa melakukan perusakan papan nama gedung Kemendagri, pos tiket parkir dan jendela kantor Kemendagri 2. Unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI pada 12 Januari 2012 oleh Sekber Pemulihan Hak Rakyat Indonesia 77 menuntut pemerintah melakukan upaya penyelesaian masalah agraria. Massa melakukan aksi pengrusakan dan perobohan pagar gedung DPR dan MPR RI 3. Aksi Konsolidasi Nasional Mahasiswa Indonesia (Konami) pada 27 Maret 2012 di Tugu Tani, Unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Aksi diwarnai bentrokan massa dengan aparat kepolisian hingga menimbulkan korban luka, petugas kepolisian 15 orang dan pengunjuk rasa 10 orang, dll Unjuk rasa terbesar yang pernah terjadi yaitu traged trisakti dan tragedy semanggi. Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta,Indonesia serta puluhan lainnya luka. Enam

mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta, tewas terkena peluru tajam yang ditembakkan aparat

keamanan sewaktu terjadi aksi keprihatinan ribuan mahasiswa yang berlangsung di kampus Universitas Trisakti, Grogol, Jakarta Barat. Tragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa dan akhirnya mengakibatkan tewasnya warga sipil. Unjuk rasa ini terjadi sebanyak 2 kali. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 1113 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24

September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka - luka. Begitu banyak unjuk rasa mengerikan telah terjadi. Akibat arus globalisasi yang semakin kuat, perilaku masyarakat sudah mulai berubah, bahkan sampai kekerasan menjadi suatu buadaya. Itulah salah satu dampak negative dari globalisasi. Meskipun membawa dampak negative yang juga sangat berpengaruh besar untuk kehidupan manusia, tetapi dampak negatifnya juga sangat besar, dan berbahaya bagi ketentraman hidup manusia.