Anda di halaman 1dari 6

[PM092334] E-Business

Paper E-Commerce
Dosen. Dr. Eng. Febrilyan Samopa, S.Kom., M.Kom.

Oleh. Akbar Juliansyah

[NRP. 9112205408]

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN TEKNOLOGI BIDANG KEAHLIAN MANAJEMEN TEKNOLOGI INFORMASI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
November2013

Industri Musik Digital Menggunakan E-commerce Sebagai Strategi Penekanan Dampak Dari Pembajakan Karya Musik
Akbar Juliasnyah Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Surabaya, Indonesia abangaak@gmail.com

ABSTRAK Indonesia termasuk Negara yang sangat berkembang kejahatan pembajakan terhadap karya-karya seniman termasuk seniman music. Itulah yang menjadi alasan penulis mengapa paper ini perlu dibuat. Tujuannya agar para seniman terutama seniman music mulai memandang secara berbeda terhadap karya musiknya maupun pemasarannya. Memanfaatkan teknologi e-commerce untuk mengenalkan dirinya melalui penyebaran karya lebih baik saat ini daripada menjual karya secara langsung untuk mengenalkan dirinya atau menghasilkan pendapatan dari karyanya tersebut. Dengan demikian pendapatan seniman bukan dari karya namun e-commerce yang mereka sediakanlah yang akan memberikan keuntungan secara berbeda. I. INTRODUCTION Perkembangan e-commerce saat ini telah merubah perindustrian music dunia. Industri music biasanya akan mengandalkan saluran analog untuk menjual produk mereka kedalam bentuk CD dan kaset-kaset ke konsumen akhir, namun industry mulai memanfaatkan internet sebagai kesempatan untuk memparpanjang masa bisnis. Dengan bandwith yang semakin berkembang, adanya mekanisme dan arsitektur baru terhadap konten yang tumbuh dan kompresi seperti MP3 telah memudahkan distribusi yang semakin mudah. Permasalahan pun kian timbul berkaitan dengan kemudahan yang ditawarkan ini. Karya-karya music dari pemusik-pemusik dunia semakin mudah

didapatkan secara online yang mengakibatkan kesimpang siuran terhadap lisensi dari file yang di bagikan melalui internet. Beberapa indutri music merasa dirugikan dengan adanya hal ini karena pada awal kemunculannya, indusri belum melihat peluang yang ditawarakan. Beberapa penelitian telah membahas mengenai lisensi(hak cipta), salah satunya oleh Shannon Petty yang membahas mengenai mengapa dibutuhkan sebuah lisensi. Pada papernya, seorang Shannon menjelaskan lisensi yang dibutuhkan oleh pemegang hak cipta dalam melindungi karya dan pekerjaannya, namun dalam kaitan di dunia online, penerapannya sangat sulit dilakukan. Paper lain pun mejelaskan mengenai hak cipta di dunia online oleh Bart Cammaerts, Robin Mansell, Bingchun Meng. Dalam paper menyatakan Industri kreatif berinovasi untuk beradaptasi dengan perubahan digital budaya dan bukti tidak mendukung klaim tentang pola keseluruhan Penurunan pendapatan karena pelanggaran hak cipta individu. Pengalaman negara-negara lain yang telah menerapkan hukuman tindakan terhadap individu pelanggar hak cipta secara online menunjukkan bahwa Pendekatan tidak memiliki dampak diklaim oleh beberapa pelaku industry. Sebuah tinjauan dari Undang-Undang Ekonomi Inggris Digital 2010 diperlukan berdasarkan analisis independen dari dampak sosial, budaya dan politik hukuman tindakan pelanggaran hak cipta terhadap

warga negara, dan Pengalaman keseluruhan industri kreatif. Sebuah situs Berjudul Produb menawarkan lisensi dimana sebuah karya akan dibayarkan jika menggunakan lisensinya ketika karya mereka disebar kedalam bentuk file digital. Dengan demikian sebuah metode baru dibutuhkan untuk menghadapi ancaman pembajakan terhadap sebuah karya yang timbul oleh kemajuan dunia internet dengan memanfaatkan perkembangan dunia digitalisasi terhadap sebuah karya. II. CREATIVE INDUSTRIES & COPYRIGHT 2.1 Pendapatan Industri Kreatif tidak Tunjukkan Pola Umum Penurunan. Meneliti segmen industri musik, kita melihat bahwa pendapatan ini telah mengalami stagnasi dalam beberapa tahun terakhir. Klaim dari banyak orang di industri musik tentang penurunan dramatis dalam pendapatan berlaku khusus untuk penjualan CD dan vinyl. Sebagai Gambar 1 menunjukkan, segmen lain dari industri baik telah tumbuh atau relatif konstan sejak tahun 1998. Secara khusus, pertumbuhan konser (pendapatan performance) meningkat secara signifikan di tahun-tahun pertama abad ini. [1]

pendapatan global (tidak termasuk pendapatan dari pertunjukan live) dihasilkan oleh saluran digital termasuk streaming dan download, naik dari 27% tiga tahun sebelumnya (lihat Gambar 2). Selain itu, penjualan di seluruh dunia terhadap rekaman musik meningkat pada tahun 2012 untuk pertama kalinya sejak tahun 1999.

[1]

Gambar 2: Pendapatan Digital sebagai Persentase Jumlah Pendapatan dari Rekaman Musik, USD Miliar (saat ini)

Source: IFPI digital music reports

Sebagai model bisnis berubah, ada sumbersumber pendapatan baru dari daerah seperti streaming dan langganan. Mereka membawa peningkatan pendapatan bagi industri. Hal ini menunjukkan bahwa memiliki industri musik mulai beradaptasi dengan lingkungan digital sebelumnya, daripada mencoba awalnya agar sesuai dengan budaya digital baru ke dalam model bisnis lama mereka, perusahaan rekaman bisa telah menyaksikan pertumbuhan yang jauh lebih awal.[1] 2.2 Sebuah Digital Culture Inklusif Collaborative telah Muncul Banyak cara memproduksi dan mendistribusikan konten melalui jaringan digital tidak bergantung pada eksklusif kepemilikan karya kreatif. Studi menunjukkan bahwa dalam kasus crowdsourcing dan crowdfunding dari proyek-proyek kreatif, misalnya, kompensasi finansial tidak selalu alasan utama yang orang berpartisipasi dalam produksi budaya. Kepemilikan eksklusif karya intelektual bukanlah hanya insentif yang mendukung produksi mereka. Creative Commons (CC) lisensi semakin digunakan

Gambar 1: Tren Pendapatan dari Industri Musik, USD Juta (saat ini) Sources: Recorded Music and Internet Mobile from PWC, 2012, Global Entertainment and Media Outlook, 2012 - 2016 (plus previous years). Concerts from 2008 onward from PWC and earlier from IDate 2009 and DigiWorld 2009; publishing revenues from emarketer.3

Pada 2013, untuk pertama kalinya, pendapatan Inggris dari musik online diharapkan lebih tinggi dari pendapatan dari CD dan vinyl gabungan. Pada tahun 2012 sekitar 34% dari

untuk memfasilitasi berbagi mudah dan noneksklusif karya kreatif. Penggunaan lisensi CC tumbuh dari 50 juta di tahun 2006 menjadi lebih dari 450 juta pada tahun 2011. Situs SoundCloud berbasis Jerman memungkinkan seniman untuk berbagi produksi musik mereka sendiri atau campuran hidup dan menentukan jenis lisensi untuk menggunakan: misalnya, untuk mempertahankan semua hak-hak mereka atau untuk merilis musik mereka di bawah lisensi CC. SoundCloud bebas untuk digunakan, tetapi juga menawarkan layanan premium. Didirikan pada tahun 2007, SoundCloud tumbuh menjadi 10 juta pengguna dengan 2012. Situs seperti ini menunjukkan bahwa berbagi musik dapat merangsang penciptaan musik. Indaba, misalnya, adalah komunitas online untuk musisi yang memungkinkan penggunanya untuk membuat remix dari materi yang diposting di bawah lisensi CC oleh orang lain, sehingga merangsang kolaborasi antara musisi. Meningkatnya berbagai praktek kreatif online berarti bahwa beberapa perwakilan dari industri kreatif menjadi kurang peduli tentang hak cipta hak-melalui berbagi file individu. Banyak musisi berbagi musik mereka dan sangat senang untuk fans mereka untuk mendownload musik mereka, envisaging penjualan masa depan. III. Lisensi Musik 3.1 Kegunaan Lisensi Sejumlah hak eksklusif yang berhubungan dengan hak cipta bekerja. Hak-hak ini dirancang untuk menghargai artis dan melindungi pekerjaan. Seorang pemegang hak cipta dapat menyimpan atau menjual semua, beberapa, atau tidak ada hak-hak yang terkait dengan hak cipta di kebijaksanaan nya. Menggunakan sebuah karya tanpa izin melanggar hak-hak eksklusif dan dikenal

sebagai pelanggaran hak cipta. Pemegang hak cipta sering kali bersedia "meminjamkan" berbagai hak terkait dengan pekerjaan kepada orang lain. Ini disebut lisensi. Lisensi musik memungkinkan penggunaan lain hak cipta bekerja dalam video, f LMS, rekaman suara lainnya, dan untuk digunakan di tempat umum.[2] 3.2 Tipe lisensi music 3.2.1Teknik License Lisensi komposisi musik yang dilindungi oleh hak cipta, untuk digunakan dalam CD, rekaman, kaset, dan format audio hanya mirip. [2] 3.2.2 Lisensi Sinkronisasi Dana bantuan dari penerbit musik memungkinkan produsen sebuah karya visual untuk musik sebagai iringan. "Synch" lisensi diperlukan untuk video, film, televisi, iklan, dan format visual lainnya menggabungkan karya musik dengan yang visual. [2] 3.2.3 Lisensi kinerja Lisensi ini memungkinkan seseorang untuk melakukan karya musik publik. Karena lisensi kinerja merupakan sumber penting dari penghasilan bagi para seniman, pelanggaran kinerja akan diawasi oleh ASCAP, BMI, dan SESAC[2] 3.2.4 Lisensi Master Recording Sebuah lisensi master diberikan paling sering oleh perusahaan rekaman untuk menggunakan rekaman yang ada. Lisensi ini diperlukan untuk bahan direkam sebelumnya bahwa Anda tidak memiliki atau control terhadapnya. [2] 3.2.5 Lisensi Blanket Lisensi ini memberikan hak untuk melakukan semua musik yang diwakili oleh sebuah organisasi hak kinerja, seperti ASCAP. Ijin-ijin ini praktis dan berharga jika proyek Anda membutuhkan banyak musik . [2]

3.2.6 Lisensi Sumber lisensi diperoleh dengan pergi langsung ke pemegang hak cipta, bukan masyarakat hak kinerja bertindak atas nya atau atas namanya.[2] IV. 16 website download lagu legal dan Gratis Banyak sekali online resource yang menyediakan lagu-lagu berformat mp3 secara gratis. Berikut ini beberapa diantaranya: [3] 1. Jamendo Semua lagu di Jamendo gratis untuk didownload dan dilisensikan dari salah satu lisensi Creative Commons atau Free Art License, sehingga hukum untuk men-copy, berbagi, memodifikasi dan digunakan secara komersial sudah diatur pada tiap lisensi yang dicantumkan pada lagu-lagu tersebut. Ada lebih dari 32.000 album dari seluruh musisi di dunia yang tersedia untuk di-download sekarang di Jamendo. Menjadikan Jamendo salah satu dari website terbaik untuk mendownload lagu gratis dan tumbuh menjadi perpustakaan lagu-lagu gratis. 2. PureVolume PureVolume adalah sebuah website yang digunakan untuk mencari dan mempromosikan seorang musisi maupun band. Musisi atau band di PureVolume memiliki akses penuh untuk men-upload lagu dan mengaturnya untuk dibagikan gratis ataupun dijual, men-upload video, menjual merchandise dan memberi info jadwal tour/konser mereka. 3. ReverbNation ReverbNation menjadi sebuah wadah berkumpulnya para pelaku industri musik profesional, manajemen artis, label, musisi, band, promotor, dan tentunya fans. Banyak artis, musisi dan band terkenal nangkring disini, yang lokal Indonesia juga banyak. Biasanya mereka memberikan minimal satu lagu gratis untuk di-download.

4. LastFM Selain menjadi jejaring sosial musik terbesar, LastFM juga turut memberikan lagu-lagu gratis terutama dari para musisi atau band indie. Masuk ke menu Free Music Downloads untuk melihat daftar lagu gratis dan men-download-nya. 5. MP3 MP3 adalah sebuah website yang dioperasikan oleh CNET Networks yang menyediakan informasi tentang lagu, album, dan video dari para musisi di seluruh dunia. Tidak hanya berbayar, MP3 juga menyediakan ribuan lagu-lagu gratis untuk di-download. 6. SoundCloud Siapa yang tidak kenal SoundCloud? bagi pecinta musik tidak afdol rasanya bila tidak memiliki akun di sini. Selain sebagai social sound platform, SoundCloud juga menyediakan lagu-lagu dari para membernya yang bisa di-download secara gratis. 7. NoiseTrade Ide dari NoiseTrade sangat menarik! Fans get free music. Artists connect with new fans. Everybody wins. Sound very Indie, right? Tentunya NoiseTrade menjadi sebuah Valhalla bagi para musisi di jalur indie. 8. Epitonic Epitonic pertama kali di launch pada 8 Maret 1999. Website ini menjadi salah satu yang pertama sebagai music library dan informasi seputar industri musik. Sempat terbengkalai pada tahun 2004 dan pada 8 Maret 2011 Epitonic kembali di launch dengan penambahan fitur-fitur yang lebih keren. 9. Stereogum Stereogum adalah salah satu blog mp3 pertama. Stereogum pertama kali rilis lebih fokus membahas pada genre musik indie dan alternatif. Tapi dengan antusiasme yang besar dari para musisi, kini Stereogum menghadirkan hampir semua genre musik. Anda bisa men-download lagu secara gratis dari beberapa artis terkenal seperti: Kanye

West, Ryan Adams, Vampire Weekend, dan lain-lain. 10. FreeMusicArchive Ingin mendapatkan playlist yang tidak biasa? Anda bisa mencoba di FreeMusicArchive. Download seluruh track dari playlist yang sudah di kurasi oleh para kurator indie terpercaya. Its not just free music; its good music. 11. Myspoonful Myspoonful memberikan lagu-lagu baru secara gratis tiap harinya. Tim Myspoonful rutin menkurasi artis atau musisi indie yang terbaik dan merekomendasikannya untuk anda. 12. Amazon MP3 Amazon salah satu toko online retail terbesar juga menjual lagu-lagu layaknya iTunes store. Selain berbayar, Amazon MP3 memberikan cukup banyak lagu gratis yang bisa anda download. 13. Insound Insound adalah sebuah toko online musik yang salah satu produk terkenalnya adalah mixtape lagu digital yang di-convert dari vynil. Insound juga memberikan 1-2 track gratis untuk di-download setiap harinya (mungkin sebagai bentuk dari promosinya). 14. Museopen Museopen adalah sebuat website non-profit yang memfokuskan pada pengembangan akses dan informasi musik serta sebagai bahan pendidikan. Museopen menyediakan musik rekaman gratis, sheet music dan textbooks kepada publik secara gratis. Suka dengan musik orkestra, Museopen bisa menjadi referensi yang bagus. 15. Overclocked Remix Suka dengan musik remix khas game? atau penggemar film Scott Pilgrim vs The World? Well, Overclocked Remix didedikasikan buat anda. 16. CCMixter CCMixter hampir serupa seperti Overclocked Remix, tetapi lebih luas dan tidak terfokus hanya untuk musik remix

game saja. Musisi remix maupun komunitas remix bisa men-upload karyanya di sini untuk dibagikan secara gratis. V. Kesimpulan Metode Industri Musik Digital karya musik dengan menggunakan layanan e-commerce saat ini dapat menekan kerugian akibat dampak penbajakan serta meminimalkan kegiatan pembajakan. Selain itu Industri musik digital ini tidak akan menghancurkan industri musik disini yang sudah sangat mapan. Mereka paling hanya rugi 20-30% lah tapi tidak akan menyebabkan kebangkrutan. Masyarakat kita kan termasuk cukup fetish terhadap benda-benda fisik yang original atau asli. Seperti halnya dengan beredarnya surat kabar online yang nyatanya tidak mempengaruhi penjualan versi cetaknya. VI. Furtherwork Saat ini teknologi keylock berbentuk hardware mulai diperkenalkan dan dipergunakan, selanjutnya dengan teknologi tersebut maka dapat di kombinasikan dengan e-business sehingga lisensi seniman dapat dipertahnkan tanpa harus menlakukan public license References [1] Cammaerts B., Mansell R., Meng B., MEDIA POLICY BRIEF 9 Copyright & Creation A Case for Promoting Inclusive Online Sharing, The London School of Economics and Political Science Department of Media and Communications [2] Patty S., Music Licensing, Philadelphia Volunteer Lawyers for the Arts, A program of the Arts & Business Council of Greater Philadelphia [3] tekno.liputan6.com. Judul situs website download lagu legal danGratis