Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN APPENDICITIS PENGERTIAN Apendiksitis adalah peradangan dari apendiks dan merupakan penyebab abdomen

akut yang palingsering(Mansjoer,2000). Apendiksitis adalah radang apendiks, suatu tambahan seperti kantung yang tak berfungsi terletak pada bagian inferior dari sekum. Penyebab yang paling umum dari apendisitis adalah abstruksi lumen oleh feses yang akhirnya merusak suplai aliran darah dan mengikis mukosa menyebabkan inflamasi(Wilson !oldman,"#$#). Apendiksitis merupakan penyakit prototip yang berlanjut melalui peradangan, obstruksi dan iskemia di dalam jangka %aktu ber&ariasi ('abiston,"##() . Apendiksitis akut adalah penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran ba%ah kanan rongga abdomen, penyebab paling umum untuk bedah abdomen darurat ('melt)er, 200"). ETIOLOGI

*ekolit+massa fekal padat karena konsumsi diet rendah serat. ,umor apendiks. -a.ing as.aris. /rosi mukosa apendiks karena parasit /. 0istolyti.a. 0iperplasia jaringan limfe.

MANIFESTASI KLINIS

'akit, kram di daerah periumbilikus menjalar ke kuadran kanan ba%ah Anoreksia Mual dan Muntah,(tanda a%al yang umum, kuramg umum pada anak yang lebih besar). 1emam ringan di a%al penyakit dapat naik tajam pada peritonotis. 2yeri lepas. 3ising usus menurun atau tidak ada sama sekali. 4onstipasi. 1iare. 1isuria. 5ritabilitas.

!ejala berkembang .epat, kondisi dapat didiagnosis dalam 6 sampai 7 jam setelah mun.ulnya gejala pertama.

PENATALAKSANAAN APPENDICITIS Penatalaksanaan apendiksitis menurur Mansjoer, 2000 8

'ebelum operasi o Pemasangan sonde lambung untuk dekompresi


o o o o

Pemasangan kateter untuk .ontrol produksi urin. 9ehidrasi Antibioti. dengan spe.trum luas, dosis tinggi dan diberikan se.ara intra&ena. :bat;obatan penurun panas, phenergan sebagai anti menggigil, largaktil untuk membuka pembuluh < pembuluh darah perifer diberikan setelah rehidrasi ter.apai. 3ila demam, harus diturunkan sebelum diberi anestesi.

:perasi
o o

Apendiktomi. Apendiks dibuang, jika apendiks mengalami perforasi bebas,maka abdomen di.u.i dengan garam fisiologis dan antibiotika. Abses apendiks diobati dengan antibiotika 5=,massanya mungkin menge.il,atau abses mungkin memerlukan drainase dalam jangka %aktu beberapa hari. Apendiktomi dilakukan bila abses dilakukan operasi elektif sesudah 7 minggu sampai > bulan.

Pas.a operasi
o o

:bser&asi ,,=. Angkat sonde lambung bila pasien telah sadar sehingga aspirasi .airan lambung dapat di.egah. 3aringkan pasien dalam posisi semi fo%ler. Pasien dikatakan baik bila dalam "2 jam tidak terjadi gangguan, selama pasien dipuasakan. 3ila tindakan operasilebih besar, misalnya pada perforasi, puasa dilanjutkan sampai fungsi usus kembali normal. 3erikan minum mulai"(ml+jam selama 6;( jam lalu naikan menjadi >0 ml+jam. 4eesokan harinya berikan makanan saring dan hari berikutnya diberikan makanan lunak. 'atu hari pas.a operasi pasien dianjurkan untuk duduk tegak di tempat tidur selama 2?>0 menit. Pada hari kedua pasien dapat berdiri dan duduk di luar kamar.

o o

0ari ke;@ jahitan dapat diangkat dan pasien diperbolehkan pulang.

Pada keadaan massa apendiks dengan proses radang yang masih aktif yang ditandai dengan 8
o o

4eadaan umum klien masih terlihat sakit, suhu tubuh masih tinggi Pemeriksaan lokal pada abdomen kuadran kanan ba%ah masih jelas terdapat tanda;tanda peritonitis Aaboratorium masih terdapat lekositosis dan pada hitung jenis terdapat pergeseran ke kiri.

'ebaiknya dilakukan tindakan pembedahan segera setelah klien dipersiapkan, karena dikuatirkan akan terjadi abses apendiks dan peritonitis umum. Persiapan dan pembedahan harus dilakukan sebaik;baiknya mengingat penyulit infeksi luka lebih tiggi daripada pembedahan pada apendisitis sederhana tanpa perforasi . Pada keadaan massa apendiks dengan proses radang yang telah mereda ditandai dengan 8
o o

4eadaan umum telah membaik dengan tidak terlihat sakit, suhu tubuh tidak tinggi lagi. Pemeriksaan lokal abdomen tidak terdapat tanda;tanda peritonitis dan hanya teraba massa dengan jelas dan nyeri tekan ringan. Aaboratorium hitung lekosit dan hitung jenis normal.

,indakan yang dilakukan sebaiknya konser&atif dengan pemberian antibiotik dan istirahat di tempat tidur. ,indakan bedah apabila dilakukan lebih sulit dan perdarahan lebih banyak, lebih;lebih bila massa apendiks telah terbentuk lebih dari satu minggu sejak serangan sakit perut.Pembedahan dilakukan segera bila dalam pera%atan terjadi abses dengan atau tanpa peritonitis umum. PROSES KEPERAWATAN KLIEN APPENDICITIS PENGKAJIAN

Wa%an.ara1apatkan ri%ayat kesehatan dengan .ermat khususnya mengenai 8 o 4eluhan utama klien akan mendapatkan nyeri di sekitar epigastrium menjalar ke perut kanan ba%ah. ,imbul keluhan 2yeri perut kanan ba%ah mungkin beberapa jam kemudian setelah nyeri di pusat atau di epigastrium dirasakan dalam beberapa %aktu lalu.'ifat keluhan nyeri dirasakan terus;menerus, dapat hilang atau timbul nyeri dalam %aktu yang lama. 4eluhan yang menyertai biasanya klien mengeluh rasa mual dan muntah, panas.

9i%ayat kesehatan masa lalu biasanya berhubungan dengan masalah. kesehatan klien sekarang. 1iet,kebiasaan makan makanan rendah serat. 4ebiasaan eliminasi.

o o

Pemeriksaan *isik
o o o o o o

Pemeriksaan fisik keadaan umum klien tampak sakit ringan+sedang+berat. 'irkulasi 8 ,akikardia. 9espirasi 8 ,akipnoe, pernapasan dangkal. Akti&itas+istirahat 8 Malaise. /liminasi 8 4onstipasi pada a%itan a%al, diare kadang;kadang. 1istensi abdomen, nyeri tekan+nyeri lepas, kekakuan, penurunan atau tidak ada bising usus. 2yeri+kenyamanan, nyeri abdomen sekitar epigastrium dan umbili.us, yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik M.. 3urney, meningkat karena berjalan, bersin, batuk, atau napas dalam. 2yeri pada kuadran kanan ba%ah karena posisi ekstensi kaki kanan+posisi duduk tegak. 1emam lebih dari >$o-. 1ata psikologis klien nampak gelisah. Ada perubahan denyut nadi dan pernapasan. Pada pemeriksaan rektal tou.her akan teraba benjolan dan penderita merasa nyeri pada daerah prolitotomi. 3erat badan sebagai indi.ator untuk menentukan pemberian obat.

o o o o

Pemeriksaan Penunjang
o

,anda;tanda peritonitis kuadran kanan ba%ah. !ambaran perselubungan mungkin terlihat Bileal atau .ae.al ileusC (gambaran garis permukaan .airan udara di sekum atau ileum). Aaju endap darah (A/1) meningkat pada keadaan apendisitis infiltrat. Drine rutin penting untuk melihat apa ada infeksi pada ginjal. Peningkatan leukosit, neutrofilia, tanpa eosinofil. Pada enema barium apendiks tidak terisi.

o o o o

Dltrasound8 fekalit nonkalsifikasi, apendiks nonperforasi, abses apendiks.

DIAGNOSA KEPERAWATAN 3erdasarkan data;data hasil pengkajian, diagnose kepera%atan yang biasanya mun.ul pada klien dengan appendi.itis adalah 8 ". 2yeri berhubungan dengan terputusnya .ontinuitas jaringan+insisi bedah E ,rauma jaringan E 1stensi jaringan usus oleh inflamasi 2. Aktual + 9esiko kekurangan &olume .airan berhubungan dengan muntah E 4ehilangan &olume .airan se.ara aktif E 4egagalan mekanisme pengaturan E Pembatasan pas.a operasi (puasa) >. 4etidakseimbangan nutrisi 8 kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan gangguan 5ngesti E 1igesti E Absorbsi 6. -emas berhubungan dengan Perubahan status kesehatan E 4emungkinan dilakukannya operasi (. 9esiko infeksi berhubungan dengan ,idak adekuatnya pertahanan tubuh E Prosedur in&asi&e (insisi bedah) 7. 4urang pengetahuan berhubungan dengan 4urang terpaparnya informasi E 4eterbatasan kognitif INTERVENSI DAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN ". Mengurangi nyeri

Aakukan pengkajian nyeri, se.ara komprhensif meliputi lokasi, keparahan. :bser&asi ketidaknyamanan non &erbal !unakan pendekatan yang positif terhadap pasien, hadir dekat pasien untuk memenuhi kebutuhan rasa nyamannya dengan .ara8 masase, perubahan posisi, berikan pera%atan yang tidak terburu;buru. 4endalikan fa.tor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien terhadap ketidaknyamanan. Anjurkan pasien untuk istirahat dan menggunakan tenkik relaksai saat nyeri. 4olaborasi medis dalam pemberian analgesi..

". Mempertahankan keseimbangan .airan

Pertahankan .atatan intake dan output yang akurat.

Monitor &ital sign dan status hidrasi. Monitor status nutrisi A%asi nilai laboratorium, seperti 0b+0t, 2aF albumin dan %aktu pembekuan. 4olaborasikan pemberian .airan intra&ena sesuai terapi. Atur kemungkinan transfusi darah.

". Memenuhi kebutuhan nutrisi


,entukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Pantau kandungan nutrisi dan kalori pada .atatan asupan. 3erikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi dan bagaimana memenuhinya. Minimalkan faktor yang dapat menimbulkan mual dan muntah. pertahankan higiene mulut sebelum dan sesudah makan.

". Mengurangi ke.emasan


Memberikan informasi kepada klien mengenai prosedur dan tujuan dilakukan tindakan pembedahan 3rbin.ang dengan klien mengenai apa yang akan dikerjakan Menggunakan pendekatan yang tenang untuk meyakinkan klien Memoti&asi keluarga untuk selalu menemani klien

". Menghindari infeksi


Melakukan pen.u.ian tangan yang baik dan pera%atan luka asepti. Mengobser&asi tanda;tanda &ital dan tanda;tanda infeksi Memberikan antibioti. sesuai indikasi

". Memberikan pendidikan kesehatan


Memberikan penjelasan pada klien tentang penyakitnya Memberikan informasi kepada klien dan keluarga tentang tindakan dan perkembangan kondisi klien

EVALUASI

". Melaporkan berkurangnya nyeri


Melaporkan nyeri hilang atau terkontrol 4lien tampak rileks, mampu tidur+istirahat

". -airan tubuh seimbang


Mempertahankan urine output sesuai dengan usia dan 33, 3G urine normal, 0, normal. ,ekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal. ,idak ada tanda;tanda dehidrasi, elastisitas, turgor kulit, membran mukosa lembab. ,idak ada rasa haus yang berlebihan

". 2utrisi terpenuhi


Mempertahankan berat badan. ,oleransi terhadap diet yang dianjurkan. Menunjukan tingkat keadekuatan tingkat energi. ,urgor kulit baik.

". 4e.emasan berkurang


4lien tampak tenang 4lien mengatakan mengerti tentang penyakitnya dan prosedur tindakan yang akan dilakukan

". Menunjukan tidak ada tanda infeksi


Auka sembuh tanpa tanda infeksi -airan yang keluar dari luka tidak purulen

". Menyatakan pemahaman tentang penyakit dan prosedur tindakan yang akan dilakukan DAFTAR PUSTAKA Marylin /. 1oenges. (2000). Rencana Asuhan Kepera a!an" Pe#$%an Un!u& Perencanaan #an Pen#$&u%en!as'an Pera a!an Pas'en( /disi >. Penerbit 3uku 4edoketran /!-. Gakarta.

Mansjoer. A. 1kk. 2000. Kap'!a Se)e&!a Ke#$&!eran. Gilid 2. /disi >. Gakarta 8 Media Aes.ulapius Gohnson, Marion,dkk. 2ursing Ou!c$%e C)ass'*'ca!'$n +NOC,( 't. Aouis, Missouri8 Mosby Hearbook,5n.. M.. -loskey, Goanne. "##7( Nurs'n- In!er.en!'$n C)asss'*'ca!'$n +NIC,( 't. Aouis, Missouri8 Mosby Hearbook,5n..