Anda di halaman 1dari 34

MENOPAUSE

Dr.MUHAMMAD YUSUF,SpOG(K)
SMF.RSUDARIFINACHMAD PROVINSI RIAU

DEFINISI
Menopause : haid terakhir yang masih dikendalikan oleh fungsi hormon ovarium, yang diikuti oleh masa tidak haid selama 12 bulan berturut-turut.

Klimakterium : fase peralihan antara premenaopause dan pascamenopause.


Premenopause : masa sekitar usia 40 tahun dengan dimulainya siklus haid yang tidak teratur, memanjang, sedikit atau banyak, yang kadang-kadang disertai nyeri.

Perimenopause : masa perubahan antara premenopause dan pascamenopause. Fase ini titandai dengan siklus haid yang tidak teratur. > 38 hari, < 18 hari.
Pascamenopause : masa setelah menopause sampai senium, yang dimulai setelah 12 bulan amenorea. FSH dan LH sangat tinggi ( > 40 mIU/ml ) Estradiol sangat rendah (< 30 pg/ml )

Umur Harapan Hidup Penduduk Indonesia


( tahun )
80 70 60 50 40 30 20 10 0 1971 1980 1990 1995 2002 LAKI-LAKI PEREMPUAN
61,5

MENOPAUSE
66,7

Tahun 2000 15,5 juta menopause Tahun 2020 30.3 juta menopause

Hypotalamus Pituitary Ovarian Axis

Axis responses Infantile Puberty Mature - Failure

Perubahan kadar FSH-LH

Kadar Hormon
Estrogen
Ambang perdarahan haid

Gonadotropin
Menopause
198046 th 200049 th
Perimenopause Pramenopause Pasca menopause Klimakterik

Pituitary & steroid hormones in menopausal age


Circulating concentrations of pituitary and steroid hormones in premenopausal (menstrual cycle day 2 to 4) and postmenopausal women
Yen SSC: The biology of menopause. J Reprod Med 1977; 18:28)

Diagnosis
Usia > 40 tahun Tidak haid > 12 bulan Keluhan klimakterik, tanpa keluhan klimakterik Kadar FSH> 30 mIU, E2 < 30 pq/ml Usia < 40 tahun disebut menopause prekok

Keluhan Klimakterik
Disebabkan kekurangan hormon E Timbul keluhan jangka pendek Keluhan jangka pendek: saat haid mulai tidak teratur, atau setelah tidak haid 6 bulan Keluhan jangka panjang: muncul bila tidak haid > 1 tahun

Keluhan Jangka Pendek


Keluhan Vasomotor
Gejolak panas (85%) Keringat banyak (malam hari) Kepala terasa berputar Jantung berdebar Sakit kepala

Keluhan Jangka Pendek


Keluhan Psikologik
Perasaan takut, gelisah Mudah tersinggung Lekas marah Sukar konsentrasi Perubahan perilaku Depresi Gangguan gairah seksual Gangguan suasana hati (mood)

Keluhan Jangka Pendek Keluhan pada mulut, gigi, kulit dan kuku Kulit kering Kulit menjadi tipis Kulit keriput Mulut kering Kuku rapuh berwarna kuning Gigi goyah

Keluhan Jangka Pendek


Keluhan Mata
Kerato konjungtivitis sicca (sindrom mata kering) Kesulitan menggunakan lensa kontak
Infeksi saluran kemih (berulang) Rasa gatal pada vagina dan vulva Vagina mudah lecet Prolaps uteri/vagina Nyeri berkemih Inkotinensia urin

Keluhan Urogenital
Nyeri sanggama Vagina kering Keputihan/infeksi

Perdarahan pasca sanggama

Keluhan Jangka Pendek


Keluhan Rambut Rambut menipis, mudah rontok Tumbuh rambut di sekitar bibir, hidung dan telinga Perubahan metabolisme Perubahan kolesterol HDL menurun dan LDL meningkat

Keluhan Jangka Panjang


Tulang keropos (osteoporosis) Penyakit jantung koroner (PJK) Dementia tipe Alzheimer (DTA) Stroke Kanker usus besar Gigi rontok Katarak

PENGOBATAN
Perlu dijelaskan bahwa keluhan yang dialami tersebut adalah akibat kekurangan hormon estrogen. Pengobatan yang tepat adalah penambahan hormon estrogen dari luar, yang dikenal dengan hormone replacement therapy (HRT) atau terapi sulih hormon (TSH)

Konseling menopause : Jelaskan berapa lama TSH harus digunakan. Tujuan : untuk menghilangkan keluhan serta mencegah dampak jangka panjang akibat kekurangan estrogen kwalitas hidup
TSH harus digunakan 5 10 tahun. Penggunaan jangka panjang akan meningkatkan risiko kanker payudara.

Selama penggunaan TSH akan terjadi perdarahan lucut dan perdarahan bercak. TSH dapat merangsang nafsu makan terjadi kenaikan berat badan. Pasien harus benar-benar paham tentang TSH. Keputusan ada di tangan pasien

Pemberian TSH
Lakukan mammografi atau USG payudara. Obat obat yang sedang digunakan Merokok / tidak. Lakukan PF/ : TD, BB, TB, palpasi paydara, dan kelenjar tiroid Paps smear. USG tumor genitalia interna Pemeriksaan kimia darah indikasi

Kontraindikasi : kanker payudara atau riwayat kanker payudara, kanker endometrioum (kecuali sudah histerektomi), PPV yang tidak jelas sebabnya, kerusakan hati yang berat, porfiria, tromboemboli, tromboflebitis aktif, hiperlipidemia herediter, meningioma.
Perhatian pada : Hipertensi dengan/ tanpa pengobatan, migren, varises, DM, kegemukan, tumor hati hati dan batu empedu, mioma, tumor jinak payudara dan tumor jinak ovarium, endometriosis, herpes gestasional, keganasan ovarium, epilepsi, anemia bulan sabit, asma bronkhial, otosklerosis, tetani, mulitple sklerosis, lupus erimatosus.

Prinsip Dasar
Wanita yang masih memiliki uterus, maka pemberian estrogen harus dikombinasikan dengan progesteron. Wanita tanpa uterus, cukup estrogen saja kontinu Wanita perimenopause yang masih haid TSH diberkan secara sekuensial. Wanita pascamenopause yang masih ingin haid TSH sekuensial tidak berhasil kontinu. Wanita pascamenopause yang tidak ingin haid TSH kontinu. Gunakan estrogen alamiah dan progesteron yang mirip alamiah. Mulai dengan dosis rendah. Wanita dengan gangguan libido kombinasi estrogen dengan androgen

Jenis estrogen alamiah : estrogen equin konjugasi 17 beta estradiol estradiol valerat estropipate Jenis progesteron : Progesteron Siproteron asetat MPA Didrogesteron Klormadinon asetat

0,3 0,625 mg 1 2 mg 1 2 mg 0,625-1,25 mg PK 100 mg 1 mg 2,5 mg 10 mg 1 2 mg

PS 300 mg 1 mg 10 mg 10 mg 1 -2 mg

Cara pemberian : 1. Oral 2. Trandermal 3. Semprot hidung 4. Implant. 5. Sublingual. 6. Per vaginam 7. Intramuskuler.
Kontrol selama penggunaan TSH : 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan

Efek samping : 1. Nyeri payudara. 2. BB meningkat. 3. Keputihan dan sakit kepala. 4. Perdarahan Analisa hormonal untuk monitor pengobatan Pemakaian fitoestrogen sebagai alternatif.